Barista Cafe Jomblo

Barista Cafe Jomblo
Part 35


__ADS_3

Bulan berpamitan pada Bintang, ia lalu turun dari mobil Bintang lalu berjalan memasuki gang kecil. Bulan masih memegangi dadanya, Jantungnya masih asyik berdebar-debar.


Bintang menerima panggilan dari Mamih Bela.


Assalamualaikum Mih


Waalaikumsallam, sudah sampai mana?


Baru aja sampai Mih, ih Mamih ih ngapain sih telfon segala.


Mamih takut kamu modus nanti, Bulan kan lagi kalut.


Katanya Mamih mau cepet nimang cucu. Bintang terkekeh meledek Mamihnya.


Awas saja kalau berani, Mamih cemplungin kamu ke sumur.


Bintang menelan salivanya, Mamih Bela benar-benar sadis.


Cepat pulang, Mamih tunggu, jangan ngelayab kemana-mana.


Iya iya. Bintang mengusap wajahnya. Walaupun sudah 31 tahun, tapi Mamih Bela selalu menjaga dan menganggap Bintang seperti anak balitanya.


Mamih menutup telfonnya. Mamih menghembuskan nafasnya dengan kasar. Mamih begitu mewanti-wanti Bintang agar tidak kurang ajar dengan perempuan. Mamih sudah menjaga Pelangi dan Lintang hingga sampai menyerahkannya pada laki-laki yang tepat. Lintang dan Pelangi selalu mendengarkan Mamih Bela yang cerewetnya sepanjang utara sampai selatan. Tapi itulah tanda kasih sayang Mamih. Kini tersisa Bintang yang harus Mamih jaga dengan ketat, jangan sampai anak laki-laki satu-satunya ini menebar benih dimana-mana. Mending juga menebar benih ikan lele, jadi duit, lah kalau benebar kecebong. jadi tuyul, eh tuyul lagi, jadi baby, kan bahaya tujuh turunan. Mamih tidak mau seperti itu.


Mamih Bela menghampiri Papih Arav yang sedang santai meminum teh hangat bersama Kuncoro.


"Pih, itu nanti gimana Bulan besok? Mamih takut kalau dia di apa-apain sama Si Laras." Mamih begitu tampak khawatir dengan Bulan.


"Besok Akika sama Bintang ke kontrakannya aja Mih, biar nanti Akika kawal." Kuncoro mencoba memberikan solusi.

__ADS_1


Mamih mengangguk, "Iya, jangan sendirian ke sananya, kasihan. Laras pasti bisa jahat ke siapa aja. Hih Mamih tuh jadi kesel sama Laras, mau hidup enak, malah rebut suami orang, biar apa coba, biar dia tetap exis bersama grup sosialitanya sepertinya."


"Papih dengar juga pas mereka bangkrut, mereka banyak hutang Mih."


"Dese berarti kaya gabungan akuntansi dan fisika Mih," Celetuk Kuncoro sambil terkekeh.


"Kok Akuntansi sama fisika sih?" Mamih Bela bingung.


"Banyak hutang tapi banyak gaya Mih." Kuncoro memang paling bisa.


Mamih Bela meneplak lengan Kuncoro. Mamih Bela tangannya aktif banget nih.


***


Saat Bulan sampai di kontrakannya ia melihat ada sepatu laki-laki di depan kontrakannya. Bulan segera masuk ke dalam, ke tempat Ibu istirahat. Bulan mendengar Ibu sedang tertawa dengan seorang laki-laki. Bulan terkejut ketika melihat Mas Arkan sedang berbincang dengan Ibu.


Dari mana Mas Arkan tahu kontrakanku.


"Ah ya Bu, Maaf, Assalamualaikum Bu." Bulan melirik ke arah Mas Arkan lalu tersenyum singkat.


"Num aan Lan." Ibu menyuruh Bulan mengambilkan minum untuk Mas Arkan. Bulan lalu menuju dapur, mengambilkan segelas air putih untuk Arkan. Ya karena memang hanya adanya itu, berbeda saat dulu sebelum keadaan Bulan seperti ini. Bulan bisa membuatkan jus, cemilan, kopi atau es sirup.


Bulan lalu meletakannya di ruang depan. Mas Arkan pamit dengan Ibu untuk mengobrol dengan Bulan. Bulan duduk manis sambil bersila, melepaskan tas selempangnya yang sudah lapuk dan meletakan paperbag yang berisi sepatu dari Rico.


"Lan."


"Hemm, tau dari mana aku di sini?"


"Waktu kita ketemu di tukang sate kan aku liat kamu masuk di gang ini, jadi aku tanya-tanya sama orang sekitar."

__ADS_1


Bulan tersenyum masam, "Oh, terus mau apa ke sini? mau menertawakan keadaan ku?" Bisik Bulan karena Bulan tidak ingin Ibunya sampai mendengar.


"Bulan ..." Mas Arkan menatap manik mata Bulan dengan tajam.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


( Maaf ya, aku up nya malam terus๐Ÿ˜ญ Aku klo siang padahal rebahan, tapi apalah daya, otaknya bisa encer klo malem, klo siang mbeku gitu ๐Ÿ˜† ni aja nulis sambil ngopi, sompret bener ah, cita-cita author yang pengen glowing kayanya harus sirna, karena doyan begadang dan ngopi๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†)


Ada 1 episode lagi, tungguin yah๐Ÿ˜˜ Komen dulu yg banyak.

__ADS_1


Salam sayang,


Santypuji


__ADS_2