
Saat pulang kerja Bintang berniat ingin menjemput Bulan di cafe sekalian ngopi-ngopi juga di sana. Ia sudah standby di mobilnya, tiba-tiba Kuncoro masuk ke dalam tanpa permisi. Bintang mengerutkan dahinya.
"Heh, kan bawa mobil sendiri, kenapa masuk ke sini?" Tanya Bintang dengan mimik muka heran karena Kuncoro tadi pagi membawa mobil sendiri.
"Kempes bos," jawabnya enteng.
"Duduk di belakang sana, aku mau jemput Bulan." Eh Kuncoro malah rebahan. Hari ini lumayan lelah. Namanya juga kerja, lelah lah, rebahan juga lelah.🤭
"Udah pewe Bos ih." Mata Kuncoro malah sengaja ia pejamkan.
" Cepet pindah ke belakang, sudah untung aku kasih tebengan." Bintang melotot. Kuncoro terdiam.
"Dih, ngeyel, pilih pindah ke belakang apa rebahan di kuburan?" Bintang menaikan nada bicaranya sehingga membuat Kuncoro terperanjat. Kuncoro langsung ngacir pindah ke belakang.
"Jahara emang nih si Bos,"gumam Kuncoro lirih.
"Kamu tuh ganggu aja," celetuk Bintang.
"Ganggu gimana sih Bos, mau coba ***-*** lagi yah, aku bilangin Mamih nih biar Bos dimasukin ke pesantren." Kuncoro terkekeh.
"Sembarangan."
"Akika tahu Bos, Bos udah ngebet, makanya bos harus bersyukur ada akika di sini, jadi yang ketiga, dari pada yang ketiganya syetan mending juga akika." Kuncoro tergelak. Benar kan, jangan berduaan dengan yang belum halal, nanti yang ketiga nya syetan.
"Yang ketiganya syetan, berarti kamu dong syetannya."
"Mana ada syetan secakep ini Bos,"ucap Kuncoro jumawa. Bintang mengendikan bahunya. Suka-suka Lu dah Kuncoro.
Sesampainya di cafe jomblo, Bintang segera turun dari mobilnya. Sementara Kuncoro tertidur di dalam mobil. Saat masuk di dalam cafe jomblo, Bintang langsung di sambut ramah oleh Jesica.
Bintang bergegas menghampiri Bulan yang tengah meracik kopi untuk pelanggan. Bintang duduk di depan meja barista. Bulan yang melihatnya langsung menyunggingkan senyuman termanisnya. Mendapat senyuman manis dari Bulan seakan-akan lelah hari ini rontok seketika. Biasa kalau lagi jatuh cinta tuh suka gitu.🤭
"Mau kopi mas?" tanya Bulan menatap Bintang. Laki-laki yang kini menjadi pemenang dihatinya itu sungguh sangat tampan, walaupun ada raut lelah di wajahnya. Tapi sama sekali tidak mengurangi ketampanannya.
"Kopi tanpa gula sayang." Bulan mengernyitkan dahinya. "Kok tanpa gula?"
__ADS_1
"Secangkir kopi tanpa gula adalah kopi yang jujur. Di tidak perlu bermanis- manis di mulut, namun dia berani langsung menunjukkan jati diri kepada yang meminumnya." Bulan tersenyum, Si ganteng yang ada di depannya memang paling bisa. Bulan mengacungkan jempolnya. Ia lalu membuatkan pesanan sesuai yang Bintang inginkan.
Bulan menyuguhkan secangkir kopi untuk Bintang, "Ini kopi tanpa gulanya.
"Jadilah seperti kopi yang pahit, dia tidak perlu menyembunyikan jati dirinya namun dia tetap dicintai oleh banyak orang karena kejujurannya," ucap Bulan sambil mengerlingkan matanya. Bintang terkekeh lalu menyesap kopi pahit yang dibuat Bulan.
"Pahit kan Mas? tambah gula sedikit ya." Bulan menawarkan gula pada Bintang takut rasa kopinya tidak enak.
"Buat apa ditambah gula, kalau minum nya saja di depan kamu." Bintang tersenyum. Haduh gombalan dan senyuman Bintang membuat hati Bulan meleleh.
"Ya udah, Bulan ganti baju dulu ya Mas, Mas di sini aja dulu." Bintang mengangguk. Bulan segera ke loker barista dan mengganti baju di sana.
Selesai berganti baju Bulan segera menemui Bintang lagi. Bulan melihat kopinya sudah tandas tak bersisa. Bintang lalu membayar kopinya setelah itu menggandeng Bulan keluar dari Cafe.
Mendengar pintu mobilnya di buka, Kuncoro menggeliat, ia melihat Bulan dan Bintang sudah duduk di kursi depan.
Kuncoro mencondongkan tubuhnya ke depan, menatap ke arah Bintang dan Bulan.
"Bos, akika nggak dibeliin kopi yah?" tanya Kuncoro.
"Kirain nggak bakal bangun," jawab Bintang.
"Bisa ngobrol berdua, nggak ada yang ganggu." Bintang menyela pembicaraan Kuncoro, karena pasti Kuncoro akan mengucapkan hal yang mengarah ke *** ***. Curiga mulu ih.😆
Bulan mendengar ponselnya yang terus berbunyi. Ia selama bekerja lupa tidak membuka ponselnya sama sekali. Banyak sekali pesan dari Arkan sang mantan pacar. Bulan menghembuskan nafasnya dengan kasar.
Bintang melirik Bulan. Bintang melihat gelagat tidak suka pada diri Bulan.
"Kenapa? ada Masalah?" tanya Bintang.
Bulan menggeleng, "Ini Mas Arkan, kirim pesan dan misscall sampai banyak banget."
Seketika kepala Bintang keluar tanduk merah, "Pesan apa?" tanyanya kepo.
"Nggak jelas banget ih, ngajakin ke monas, ngajakin ke kota tua, terus ke taman mini, ngapain coba, nggak tahu apa aku sibuk kerja." Bulan tidak sadar disebelahnya sudah keluar tanduk. Segala cerita nih Bul Bul.
__ADS_1
Kuncoro yang mendengar malah tergelak, "Ngapain itu ngajak kesana kemari? studytour aja sekalian. Dese nggak modal banget sih, ngajakin jalan mah ke Paris ke Amerika kek, jauhan dikit lah."
"Awas aja sampai berani jalan sama dia, sekalipun itu masih area Jakarta, Mas nggak segan-segan patahin kakinya" Bulan menatap Bintang ngeri.
"Patahin aja Bos," celetuk Kuncoro sambil terkekeh.
"Nggak tahu malu dese, udah nyakitin ninggalin sekarang ngajak jalan, akika geprek nanti campur sambal matah biar sedep,"Sambung Kuncoro lagi. Bintang lalu merebut ponsel Bulan, saat itu juga ia langsung memblokir nomer ponsel Arkan. Bulan lagi-lagi melongo, calon suaminya sepertinya benar-benar cemburu buta.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
(Maaf yah baru Up🙏🙏 emak lagi ga tau kenapa, pengene merem terus🥴 sebel banget ah,. udah ngopi juga tetep merem, mata berasa di tiup-tiup😆)
Jangan lupa like dan komen aja, nggak usah vote-vote, sekarang bingung sama votean NT. Jadi komen aja yang banyak😁 semangatin emak.
__ADS_1
Salam sayang,
Santypuji