
Dinda tersadar ternyata ada Kuncoro di sana. Dinda menghampiri Kuncoro.
"Mas Radit, ya Allah maaf banget ya Mas, saya belum bisa mengganti rugi biaya rumah sakit Mas Radit, saya sedang terkena musibah Mas,"ucap Dinda sambil sesenggukan.
"Kamu ngomong apa sih, aku kesini bukan lagi nagih kok, aku ... ya pokoknya tadi pas ke Maret-maret nggak ada kamu. Kamu sudah makan?" tanya Kuncoro. Dinda menggeleng perlahan, boro-boro makan, rasanya sudah tidak ada lagi selera makan. Kehilangan nenek seperti kehilangan semuanya. Dinda sudah tidak memiliki siapa-siapa lagi.
"Aku belikan makan dulu yah." Tanpa menunggu persetujuan dari Dinda, Kuncoro langsung keluar dari rumah Dinda.
Di luar rumah Dinda banyak ibu-ibu yang memperhatikan Kuncoro.
"Bos nya mbak Dinda ya Mas?" Kuncoro menggeleng. "Saya temennya Bu,"ucap Kuncoro sambil mengangguk sopan. Kuncoro lalu bergegas keluar komplek membeli makan untuk Dinda.
Setelah membeli makan, Kuncoro kembali lagi ke rumah Dinda lalu menyuruh Dinda makan. Wajah Dinda yang bersih terlihat memucat.
"Makan Din." Dina mengangguk.
"Semoga amal baik Mas nya dibalas oleh Allah," ucap Dinda. Suaranya terdengar parau.
"Sabar yah, kalau ada apa-apa hubungi aku aja." Dinda menatap Kuncoro. Dinda merasa Allah begitu Maha Baik, disaat orang terbaiknya diambil, Allah gantikan dengan orang yang baik pula.
Dinda mengangguk, "Doakan aku yah Mas, semoga aku bisa melewati semua ujian ini." Kuncoro juga mengangguk, ia teringat jika ia juga pernah kehilangan kedua orangtuanya, bahkan sampai saat ini jasad kedua orangtuanya tidak ditemukan.
Ponsel Kuncoro berdering, Kuncoro mengambil ponselnya di saku, ada panggilan dari Bintang.
Waalaikumsallam, ada apa Bos?
Ada apa lagi, lagi dimana? sudah waktunya jam kerja nih.
Izin setengah hari bos.
Lagi banyak kerjaan Radit, aku sendirian kuwalahan nih.
Iya iya sebentar lagi, nih otw.
Oke ya udah ati-ati, assalamualaikum.
Waalaikumsallam.
__ADS_1
Kuncoro lalu meletakan ponselnya lagi ke dalam saku.
"Aku nggak apa-apa Mas, Mas kan lagi kerja," celetuk Dinda yang sedikit mengerti jika Raditya sedang dicari oleh Bosnya.
"Tenang aja, bos aku memang sedikit rese," ucap Kuncoro sambil terkekeh.
"Tapi tadi kamu sudah bilang otw lhoo Mas."
"Dih, emangnya kamu nggak tau, OTW nya orang Indonesia itu lain dari pada yang lain," ujar Kuncoro.
Dinda mengernyitkan dahinya, "Maksudnya?"
"Otw nya orang Indonesia itu, cuma bilang OTW doang padahal mah masih mandi, ada juga yang masih rebahan," celetuk Kuncoro. Dinda tersenyum, walaupun, sebenarnya ingin tertawa, tapi tidak ada tenaga untuk tertawa karena menangis semalaman.
"Bisa aja kamu Mas." Yang diucapkan Raditya memang ada benarnya sih.
"Makan yang banyak terus istirahat yah, nanti saya ke sini lagi." Dinda malah menggeleng, "Nanti malam saya masuk shif malam Mas. Hari ini kebetulan sudah libur."
"Ya Allah, kamu lagi berduka, bos kamu nggak izinin apa bagaimana."
Dinda menggeleng, "Nggak apa-apa, nanti di rumah juga aku sendirian, aku pasti keingetan nenek lagi. Aku mending kerja Mas."
...***...
Saat Bulan sedang meracik kopi, tiba-tiba sudah ada Arkan yang duduk di kursi depan meja barista. Bulan meliriknya dan mencoba bersikap biasa saja.
"Mau pesan apa Mas?" tanya Bulan dengan ramah. Bulan profesional dong, walaupun sebenarnya sebal melihat sosok yang ada di depannya ini.
"Pesan kamu Lan," ucap Arkan sambil terkekeh. Bulan memasang wajah cuek.
"Maaf Mas, saya lagi kerja, jangan ganggu, kalau mau beli ya jadilah selayaknya pembeli." Bulan akhirnya sedikit emosi.
"Bulan, kenapa sih? kamu masih belum maafin Mas?" tanya Arkan.
"Akan lebih mudah untuk memaafkan orang biasa daripada memaafkan luka yang diberi oleh orang tercinta," celetuk Bulan. Arkan terdiam, dirinya sadar, luka yang sudah ia torehkan ternyata begitu dalam.
“Hidupku akan tetap berlanjut, baik dengan atau tanpamu," lanjut Bulan lagi.
__ADS_1
"Tapi waktu itu kan kamu tau sendiri Lan, kondisinya sedang sangat tidak baik, aku dilema, yang aku mau kamu menunggu aku Lan," ucap Arkan dengan entengnya. Bulan melirik Arkan dengan tatapan sebalnya.
Bulan terkekeh, "Mas, menunggu itu hasilnya cuma dua. Kalo ngga nyiksa ya nyesek." Hemm, kena deh Arkan, jawaban Bulan memang benar adanya.
"Tapi Lan ..."
"Cukup, semua sudah berakhir sampai di sini. Aku ucapkan terima kasih atas kenangan indah dan buruk yang telah Mas hadirkan dalam hidupku." Bulan sengaja memotong pembicaraan Arkan, Bulan tidak ingin mendengarkan lebih banyak bualan lagi dari mantannya itu.
"Kita sudah bertahun-tahun menjalani hubungan Lan, apa kamu ..."
"Bukan seberapa lama hubungan itu berjalan, tapi seberapa berkualitasnya hubungan yang dijalaninya. Selain komunikasi, kesetiaanlah yang perlu dijaga." Bulan lagi-lagi menyela pembicaraan Arkan. Sudah deh jangan berdebat dengan perempuan, ujung-ujungnya pasti mengkicep.🤣
"Kamu hanya ingat satu keburukanku saja Lan," celetuk Arkan.
" Dengerin Aku Mas, Dulu Aku nggak pernah menuntut lebih, aku hanya menuntut kamu untuk sayang dan setia sama aku, apakah itu salah? Dulu aku sangat perlu kamu. Untuk menyelesaikan hari ini dan kemudian hari. Dan dulu aku mau kita yang akan saling menguatkan kini dan nanti, tapi nyatanya, ah sudah lah." Bulan lalu pergi meninggalkan Arkan karena Bulan akan mengantarkan kopi pesanan pelanggan.
.
.
.
.
.
.
.
.(Bersambung)
(Maaf banget yah buat readers noveltoon, author haturkan beribu-ribu maaf, karena jarang up disini, saya sedang merintis di aplikasi sebelah, karena sedang merintis jadi sedang bnyk bljr disana, mencari pembaca juga disana, saya sedang berkelana mau coba nulis di sana sini, di Noveltoon sudah ada 5 karya yang terkontrak, jadi saya kenapa up di yang baru terus, biar yang baru banyak meluncurkan beberapa novel dulu, insyaallah kalau sudah banyak juga, nanti saya stabilkan jadwalnya. Pengen karya saya ada di aplikasi mana-mana saja gitu sayang, mksh ya sudah sabar nunggu selama ini)
Oh ya cerita Shelomita saya rilis di sebelah juga+insyaallah akan dicetak juga. Cerita Shelomita ini romantisnya ada, lucunya ada, teka tekinya ada, bapernya banyak, sedihnya juga ada, bahagianya tentunya ada juga, nano-nano pokoknya.
Zara Ayyubi 2 mungkin akan disana juga🙏
__ADS_1