
"Sial.. Aku tak menyangka ini akan aku gunakan sekarang.. " Ucap Bagas. Saat melihat serangan Cahaya yang di arahkan ke Hana.
"Element kegelapan - Absolut Darkness..!! "Ucap Bagas saat ia mulai membuat bola hitam kecil di tangannya..
Lalu bola itu langsung meleset sangat cepat dan mengenai Bola cahaya raksasa itu. Awalnya tak terjadi apapun, namun sesaat kemudian Bola Cahaya itu berhenti bergerak dan tiba-tiba mulai menghitam.
Sampai akhir Bola Cahaya itu berubah menjadi Bola Hitam besar, dan bahkan sampai melebihi Lantai dan langit-langit Dungeon.
Setelah itu Bola itu mulai mengecil sampai akhir hilang begitu saja, di tempat itu sebelumnya yang terkena bola hitam itu sudah berubah menjadi Lubang setengah lingkaran.
Di kejauhan Hana yang melihat itu sangat terkejut.
"Apa itu tadi..? Apakah kaka melawan Elf kuat di sana..? " Ucap Hana.
Namun ia tak bisa memikirkan lebih lama karena serangan Dark Elf masih terus berdatangan.
"Kalian sangat menjengkelkan..!! "Ucap Hana.
Lalu Hana mulai menyerang mereka lagi, sementara itu Bagas menghela nafas saat melihat serangan itu berhenti dan tak sampai ke Hana.
" Dasar monster sialan..!! "Ucap Bagas. Lalu ia langsung melesat ke arah Dark Elf itu, dan keduanya kembali beradu senjata lagi.
Tanpa Bagas sadari kecepatannya mulai meningkat dan ada kecenderungan badannya mulai menjadi kabur.
" Element kayu - Kehidupan pohon terkutuk..!!! "Ucap Bagas.
Lalu semua pohon yang ada di sekitarnya dalam radius seratus meter mulai hidup, para Dark Elf yang bersembunyi di sana langsung terbunuh karena para manusia pohon itu.
Lalu pohon di sana juga mulai menyerang Bos Dark Elf itu. Dan untuk menghindarinya, ia terbang ke atas lalu membuat Hujan pedang cahaya sekali lagi.
Bagas muncul tak jauh dari sana tepatnya di belakang Dark Elf itu.
"Element Kayu - Penciptaan golem.. Atlas...!!! " Teriak Bagas.
Atlas sang Golem kayu muncul di belakang Dark Elf itu dan memukulnya, Dark Elf yang belum siap karena masih menyiapkan serangan Hujan pedang Cahaya pun akhirnya terpukul dan jatuh ke tanah.
Melihat serangan Atlas berhasil, Bagas pun tak Menyia-nyiakan kesempatan itu.
"Sihir element kayu - Akar darah..!! "Teriak Bagas.
Lalu akar di sana mulai menggeliat dan mulai menusuk Dark Elf itu dan mulai menyedot darahnya..
Namun Dark Elf itu tiba-tiba membuat bola cahaya di depannya dan kemudian dia yang menjadi pusatnya sampai sekitar sepuluh meter di sampingnya tertutup oleh bola cahaya yang membesar itu.
Dan saat menghilang, semuanya tampak seperti terbakar.. Itu sepertinya Bola cahaya dengan panas yang cukup tinggi. Namun terlihat jelas Bos dari Dark Elf itu juga terluka karena serangannya itu.
Ia tampak mencoba menyembuhkan dirinya, namun tiba-tiba sebuah tangan menyentuh punggungnya dan..
"Element Kegelapan - Kegelapan tak terbatas..!!! Gluttony..!!! " Suara Bagas terdengar di sana.
Lalu sebuah hisapan muncul dari tangan Bagas dan mulai menghisap Bos dari Dark Elf itu.
Setelah beberapa saat kemudian Dark Elf itu lenyap dari sana dan terhisap kedalam Tangan Bagas. Tak seperti sebelumnya, kali ini ia tak merasakan sakit lagi dan segel hitam di tangan Bagas saat ini mulai berubah menjadi putih.
Bagas memperhatikan segel itu mulai menyebar sekali lagi ke tubuhnya dan berkumpul kali ini di tangan kirinya atau lebih tepatnya di tangan kanannya.
Lalu segel putih itu mulai berkumpul dan membentuk matahari putih di telapak tangannya, setelah itu tak ada hal lainnya yang terjadi.
Lalu Bagas mulai merasakan bahwa ia saat ini sudah bisa menggunakan element ketiganya, Element Cahaya.
Dan kemampuan bawaan yang ia Terima adalah Elementasi Cahaya. Ini adalah hal yang cukup mengejutkan bagi Bagas.
Pasalnya elementasi biasanya adalah sesuatu yang membutuhkan proses lama bagi Player untuk membiasakan diri dengan M.O.P mereka. Walaupun ada kasus khusus seperti Hana, dimana mereka bisa menggunakan hal itu saat ia terdesak.
Bagas awalnya berfikir ia akan mendapatkan hal yang sama dengan apa yang di gunakan oleh Bos Dark Elf itu untuk membuat berbagai senjata.
"Sepertinya aku masih harus menjaga agar tidak kehilangan senjata.. " Gumam Bagas.
"Tapi Elementasi..?? Ini cukup menarik..
Mari kita Coba.. "
Saat Bagas berkonsentrasi untuk masuk kedalam mode Elementasi cahaya, tato matahari Putih di telapak tangannya mulai menyala. Dan kemudian sosok Bagas mulai bersinar dan berubah menjadi cahaya lalu menghilang dari sana..
__ADS_1
Sesaat kemudian ia muncul lagi tak jauh dari tempat Hana berdiri saat ini..
"Tunggu .. Mungkinkah ini.. ?? " Gumam Bagas memikirkan sesuatu.
Lalu tiba-tiba Hana yang masih mencoba menyerang semua Dark Elf di sana terkejut pasalnya setiap Dark Elf itu jatuh ke tanah dengan kondisi dada mereka memiliki Lubang.
"Kaka..?? Apa yang terjadi..?? " Tanya Hana.
Namun Bagas tak langsung menjawab Hana, ia masih dalam pikirannya sendiri tentang apa yang barusan terjadi.
.
.
. __________\=Skip\=_________.
Sesaat sebelumya..
"Sepertinya aku masih harus menjaga agar tidak kehilangan senjata.. " Gumam Bagas.
"Tapi Elementasi..?? Ini cukup menarik..
Mari kita Coba.. "
Kemudian dari luar terlihat Bagas bercahaya dan menghilang, namun sebenarnya ia tak kemanapun bahkan tak terjadi apapun pada tubuhnya.
Satu-satunya yang terjadi adalah tato itu bersinar terang sesaat kemudian hanya terlihat seperti menyala tanpa ada sinar yang keluar dari tato itu.
Dan semua Hal di sekeliling Bagas saat ini berhenti bergerak, Bagas mengamati sekeliling dengan takjub dan bingung.
"Apa yang terjadi..? Bukankah seharusnya aku memasuki Mode Elementasi..?? " Ucap Bagas.
Ia saat ini bisa melihat debu di udara dan daun yang berhenti di udara.
"Apakah Elementasi Cahaya artinya aku memasuki kecepatan cahaya..?? " Ucap Bagas.
"Ini menarik.. "
Sepertinya efek penyembunyian mereka tak berfungsi di depan kemampuan cahaya. Atau karena mereka membiasakan cahaya di sekitar mereka untuk menghilang jadi dengan kemampuan cahaya itu berubah menjadi tak berguna.
Bagas kemudian mulai melompat dan membunuh setiap dark Elf yang ia lihat. Dan semuanya ia bunuh dengan menggunakan Tombak miliknya yang ia tusukan ke dada kiri mereka tepat di jantung.
Setelah itu ia kemudian melompat ke tempat tak jauh dari Hana. Bahas melihat Tato Matahari putih itu mulai memudar dan akhirnya padam tak bercahaya lagi.
Dan efek dari elementasi itu pun berakhir tepat pada saat tato itu padam.
"Tunggu.. Mungkinkah ini.. ?? " Gumam Bagas.
"Kaka..?? Apa yang terjadi..?? " Tanya Hana.
"Ini bukan sekadar Elementasi atau kecepatan cahaya, ini lebih seperti semuanya melambat.. " Ucap Bagas.
"Tunggu.. Melambat..?? Mungkinkah Cahaya ini sebenarnya mewakili Waktu..?? "
"Dan jika di pikirkan lagi, Kegelapan milikku juga bisa di sebut mewakili ruang Bukan..? Semua serangan ku dengan element kegelapan hampir menggunakan Ruang dalam penerapannya.. " Gumam Bagas.
"Jadi apakah jika aku bisa menggunakan elementasi Kegelapan aku akan bisa menggunakan atau mengaplikasikan sihir Ruang..?? "
"Ini patut di tunggu, element kegelapan dan cahaya lalu Ruang Dan waktu.. Menarik.. "Ucap Bagas sambil tersenyum saat ia melihat dua tato di tangan kanan dan kirinya.
" Kaka apa kau mendengar ku..?? " Tanya Hana sekali lagi membangunkan Bagas dari pikirannya.
"Ya kaka dengar.. " Ucap Bagas.
"Apa yang terjadi tadi..?? Kenapa semua Dark Elf itu mati..?? " Tanya Hana.
"Tak ada apapun.. Kaka hanya mendapatkan kemampuan lainnya lagi setelah menyerap Bos Dark Elf itu yang kaka lawan sebelumnya... " Ucap Bagas.
"Benarkah..?? Itu Hebat.. " Ucap Hana.
"Ya.. Mari istirahat dulu.. " Ucap Bagas.
Lalu ia memerintahkan semua manusia pohon yang masih ada untuk membantu mengumpulkan Core dan mayat dari Dark Elf itu.
__ADS_1
"Apakah mereka buatan kaka juga..?? " Tanya Hana.
"Ya.. Para manusi pohon atau para pohon terkutuk.. " Ucap Bagas.
"Jadi.. Kekuatan apa yang kaka dapatkan sebenarnya..?? " Tanya Hana yang masih penasaran.
"Ini adalah Cahaya.. " Ucap Bagas.
"Cahaya..?? Apakah tak ada efek samping yang kaka dapatkan..?? Maksudnya kaka memiliki kegelapan dan sekarang cahaya.. " Ucap Hana.
"Tidak.. Kaka tak merasakan apapun.. " Ucap Bagas.
"Syukurlah kalau memang tak ada yang terjadi.. " Ucap Hana.
"Hana, kau serap semua Coret dari Dark Elf ini.. Kaka saat ini tak membutuhkan Core itu, semua origin kaka masih banyak setelah menyerap serangan Bos Dark Elf itu.. " Ucap Bagas.
Ya setelah menyerap serangan Dari bos dungeon ini, tak hanya Bagas mengembalikan kekuatannya. Ia juga meningkatkan kekuatan dari Element kegelapan sampai Rank B.
Sementara element kayu saat ini sudah hampir menjadi Rank Ss. Ini sedikit mengejutkan sebenarnya karena serangan dari Bos itu sangatlah kuat.
Jika Bagas tak bisa menyerapnya, ia bahkan ragu memiliki kekuatan untuk memblokir serangan itu.
Dan kali ini saat element ke tiga ia dapatkan, ia tak mengalami penyeimbang ketiga element itu. Jadi tak ada peningkatan atau penurunan kekuatan masing-masing M.O.P miliknya.
Dan Dark Elf itu sendiri adalah Rank S. Jadi saat ini Bagas memiliki dua M.O.P Rank S dan satu Rank B..
Sementara menunggu Hana menyerap Origin miliknya, Bagas berjalan ke arah mayat Dark Elf dan membangkitkan mereka lagi.
Saat melihat tampilan tengkorak mereka yang mirip manusia, Bagas langsung mengubahnya lagi menjadi legiun Hitam lainnya seperti pasukan Bagas yang lain.
Sementara sisa tubuh mereka, Bagas tak tertarik karena berlalu mirip manusia. Jadi ia tak mengambilnya.
Setelah menunggu dua jam lamanya, Hana menghabiskan dua pertiga dari total Core di sana. Dan akhirnya ia membuka matanya.
"Bagaimana..?? " Tanya Bagas.
"Emm.. Aku berhasil.. Aku sudah merasakan bahwa kekuatanku saat ini meningkat banyak.. " Ucap Hana.
"Itu bagus.. Namun sebenarnya keuntungan terbesar dari kenaikan Rank adalah kita akan semakin lancar untuk memanipulasi M.O.P kita dan biaya pemakaiannya pun akan semakin berkurang.. " Ucap Bagas.
"Sebagai contoh saat kau menggunakan elementasi atau Dragonifikasi, atau menggunakan raungan naga langit yang biasanya akan menguras origin cukup banyak kali ini mungkin hanya setengahnya saja.. "
"Bahkan jika kau terus melatihnya, kau mungkin akan bisa dengan bebas menggunakannya tanpa takut menghabiskan origin lagi.. "
"Apakah seperti itu..?? " Tanya Hana.
"Ya.. Kau tak merasakannya karena sejak awal kamu sudah menjadi Rank S, jadi tak merasakan perbedaan itu.. " Ucap Bagas
"Itu bagus.. Artinya sekarang aku lebih kuat dari kaka.. " Ucap Hana sambil tersenyum.
Bagas men jitak kepalanya.
"Jangan Sombong, apa kau lupa kaka saat ini memiliki tiga M.O.P..?? " Ucap Bagas sambil tersenyum balik.
"Ehh..?? Kaka memang curang.. " Ucap Hana. Sambil cemberut.
"Apa yang akan kita lakukan dengan sisa Core ini..?? Apa kaka akan menyerapnya..?? " Tanya Hana.
"Tidak.. untuk sekarang kita simpan saja.. " Ucap Bagas.
"Karena kaka bisa menaikan Rank kaka dengan cara lain, jadi mari simpan dan mungkin itu bisa menjadi tabungan kita.. "
"Ya kaka benar juga..
Jadi setelah ini kita akan kemana..?? " Tanya Hana.
"Pulang dan beristirahat.. " Ucap Bagas sambil meluruskan tubuhnya..
.
.
. Bersambung
__ADS_1