
Setelah membeli apa yang Bagas perlukan atau lebih tepatnya ia mendapatkan secara percuma alias gratis, Bagas memutuskan untuk pulang ke rumah.
Awalnya ia ingin tetap membayar, namun ia benar-benar di paksa untuk membawanya tanpa membayar sedikit pun. Bahkan setengah dari harganya pun tak mau di Terima pemilik toko itu.
Pemilik Toko itu telah mendapatkan telefon dari bibi yang sebelumnya bertemu dengan Bagas, jadi ia tau siapa Bagas dan bagaimana ia telah menolong orang-orang di sana.
Jadi pemilik toko itu menolak uang dari Bagas,pada akhirnya dengan enggan bagas hanya bisa berterimakasih dan pulang.
Bagas ingin membayar karena tau kondisi perekonomian saat ini masih belum sepenuhnya pulih, jadi Bagas tak ingin mengambil sesuatu secara percuma.
Bagas akhirnya memutuskan untuk membayar barang itu dengan membantu orang lainnya terutama bibi yang sebelumnya. Apa yang ingin Bagas berikan bukan uang atau barang lainnya, melainkan kesehatan..
Bagas berniat menambah kesehatan semua orang itu, karena walaupun terlihat baik-baik saja.. Mereka tetap mengalami penurunan kesehatan karena usia.
Dan bagas yang memiliki element Cahaya sudah mempelajari kemampuan penyembuhan dari Dark Elf sebelumnya.. Jadi ia bermaksud menyembuhkan semuanya saat mereka tak sadar atau tidur..
.
.
. __________\=Skip\=_________.
Di malam harinya sekitar jam tujuh malam..
"Kaka.. Apakah kaka tak ingin menyelesaikan Dungeon yang baru di temukan itu..?? " Tanya Hana.
"Tidak perlu.. Jika kaka menyelesaikan Dungeon itu maka ada kemungkinan hanya akan menambah masalah.. " Ucap Bagas.
"Lagipula itu bukan Dungeon Rank Tinggi atau yang bisa menjadi target kaka. "
"Lantas kenapa kaka buru-buru pergi sekarang..?? Biasanya kaka akan menunggu sampai lebih malam sebelum pergi..?? " Tanya Hana.
"Kaka perlu melakukan sesuatu dulu sebelum ke tujuan kaka.. " Ucap Bagas.
"Apa yang ingin kaka lakukan..?? " Tanya Hana.
"Bukan hal penting.. " Ucap Bagas.
"Kaka hanya ingin memberikan sedikit hadiah untuk para orang tua di sekitar sini.. "
"Selain itu.. Kenapa kau tak bersiap-siap..?? " Tanya Bagas.
"Aku akan pergi besok saja.. Aku tadi melihat perkiraan cuaca di sekitar bekasi akan turun hujan, jadi aku tak ingin pergi sekarang atau aku akan basah.. " Ucap Hana.
"Dan lagi lokasi pertama ada di tempat pembuangan sampah.. Jika hujan kemungkinan akan sangat bau, jadi aku tak mau ke sana sekarang.. "
"Kalian wanita benar-benar merepotkan, kau sudah sangat kuat dan memiliki kemampuan angin tapi masih takut dengan bau.. "Ucap Bagas.
"Kau bisa saja membuat pelindung di sekeliling mu agar tidak bau dan kotor, mudah bukan.. "
"Tidak mau.. Walaupun seperti itu, tetap saja terasa kotor.. Siapa suruh kaka jadi laki-laki dan bukan perempuan.." Ucap Hana.
"Ya.. Ya.. Ya.. Ya, Nona pecinta kebersihan.. " Ucap Bagas sambil menarik hidung Hana..
"Sakit..!! " Ucap Hana. Sambil memegang hidungnya yang merah karena ulah Bagas.
"Baiklah kaka akan pergi sekarang.. Jaga kesehatan dan keselamatan mu mengerti..! "Ucap Bagas.
" Kaka mungkin akan pergi beberapa hari atau beberapa Minggu, jadi kau harus hati-hati.. "
"Aku tau.. Kaka juga harus hati-hati.. " Ucap Hana.
"Emm.. Kalau begitu kaka berangkat.. " Ucap Bagas.
Lalu ia berubah menjadi bayangan dan menghilang dari sana.
__ADS_1
Kemudian Bagas muncul kembali di dekat salah satu rumah tak jauh dari tempat Bagas tinggal.
"Jika aku melakukan satu persatu maka itu akan sangat lama, karena aku mungkin harus menunggu mereka tidur.. " Gumam Bagas.
"Kalau begitu mari lakukan secara bersamaan.. Semoga ini berhasil.. "
"Sihir Cahaya - Area penyembuhan..!! "Ucap Bagas.
Lalu dari tempat Bagas berdiri, ia menjadi pusat dari gelombang cahaya.
Cahaya itu kemudian membesar dan mengelilingi hampir seluruh desa, dan itu hanya terjadi secara singkat. Jadi beberapa orang berfikir itu mungkin hanya kilat pertanda akan hujan.
Bahas sengaja melakukan dengan cepat karena tak ingin membuat semuanya ketakutan atau ribut karena efek dari cahaya penyembuhan itu.
" Baiklah.. Aku rasa ini sudah cukup untuk para lansia.. "Ucap Bagas.
"Mari pergi ke tujuan sebenarnya..
Elementasi Cahaya..!!"
Setelah semuanya tampak melambat, Bagas kemudian melesat terbang ke arah timur.. Tujuan Bagas kali ini ada di daerah Papua..
Jadi ia perlu bergegas ke sana, karena tujuannya Dungeon kali ini lokasinya masih belum Bagas ketahuan pastinya. Karena itulah ia tak yakin akan memakan waktu berapa lama perjalanan kali ini..
Dungeon tujuan Bagas sendiri adalah Dungeon dari monster yang memiliki kemampuan Racun yang cukup kuat.. Itu adalah monster Basilisk..
Monster yang masuk dalam kategori Ular, namun Bagas tak tau pasti jenisnya mirip dengan ular apa. Atau dengan bentuk yang seperti apa.
Bagas hanya tau Core monster itu berhubungan dengan Racun.. Dan alasan Bagas mencarinya tentu saja untuk kemampuan Racun itu sendiri, selain itu ia ingin mengambil alih kesempatan Dari seseorang yang seharusnya mendapatkan kemampuan itu.
Karena dalam kehidupan sebelumnya, orang yang mendapatkan kemampuan itu benar-benar membuat Bagas marah. Ia membunuh banyak teman seperjuangannya dengan racun itu. .
Jika itu karena pertarungan adil maka Bagas takan begitu marah, namun orang itu memilih menyerang menggunakan racun saat mereka tak siap atau dengan tipu daya.
Hal inilah yang membuat Bagas marah. Ia masuk dalam daftar buronan karena perbuatannya itu. Tak hanya itu saja, Orang itu juga sebenarnya adalah seorang pemburu liar dan penambang liar yang secara tak sengaja menemukan tempat itu.
Dan cara meledakkannya itu juga dengan mengorbankan banyak nyawa. Ia meminta banyak orang memasang peledak di samping target yang saat itu tertidur.
Namun sebelum semuanya selesai dan meninggalkan tempat itu agar aman, ia meledakkan peledak itu bersama dengan semua orang yang membawanya.
Dan orang-orang itu adalah para penduduk lokal yang ia sewa. Sedangkan dia sendiri adalah orang luar negeri.
Sementara itu setelah Bagas meninggalkan pulau Jawa, Bagas menghentikan elementasi miliknya dan beralih ke element Kegelapan untuk melanjutkan perjalanannya.
Namun sebelum itu, Bagas memiliki tujuan lain lagi. Hal ini yang akan menentukan mudah atau sulitnya Bagas menaklukkan Dungeon dari monster Basilisk itu.
Karena selain Basilisk, di dalamnya akan ada banyak monster jenis serangga dan tumbuhan dengan element Racun
Jadi Bagas memerlukan sesuatu untuk mempermudah dirinya menaklukkan Dungeon itu. Dan hal itu adalah Dungeon lainnya yang seharusnya tak jauh dari Lokasi Dungeon Basilisk.
Itu adalah Dungeon Slime Api dan slime Lava..
Setelah Bagas terbang cukup lama akhirnya ia melihat di GPS ponselnya bahwa ia sudah hampir mendekati pulau Papua.
Kemudian ia meneruskan penerbangan sampai ke arah Hutan lebat di sana, ia kemudian turun dan beristirahat untuk memulihkan Origin yang telah ia konsumsi sebelumnya..
Saat ia melihat ponselnya lagi, ternyata ia tak mendapatkan sinyal sama sekali di sana.
"Sepertinya aku hanya bisa membuka HP ku di angkasa saja.. " Gumam Bagas saat ia melihat HP miliknya itu tak berfungsi karena tak ada sinyal.
"Lupakan.. Aku akan mulai mencari lokasi Dungeon itu.. "
Setelah itu Bagas mulai membuat banyak binatang dengan Shadow creation miliknya secara besar-besaran..
Bagas hampir menghabiskan seluruh origin miliknya hanya untuk membuat banyak binatang bayangan, ia langsung mengeluarkan Core monster dan mulai menyerapnya..
__ADS_1
Binatang yang Bagas buat adalah jenis tikus dan gagal, jumlahnya sendiri mencapai hampir ribuan.. Hal ini Bagas lakukan karena lokasi dari Dungeon itu sendiri tak di ketahui, dan hanya informasi bahwa lokasinya ada di dalam hutan saja..
Jadi Bagas memutuskan memeriksa semua Hutan dan Gunung di seluruh pulau Papua.
Karena luas wilayah yang akan di jelajahi para binatang bayangan itulah yang membuat Bagas menciptakan secara besar-besaran..
"Aku akan istirahat di sini.. " Ucap Bagas. Setelah ia selesai menyerap origin, Bagas mengeluarkan makanan kering yang ia bawa.
Itu adalah makanan dari daging monster yang Bagas siapkan sebelumnya. Bagas membuat makanan kering karena hal itu cukup praktis di gunakan di manapun.
.
.
. __________\=Skip\=_________.
Tak terasa waktu terus berlalu dan Bagas telah menyusuri hampir setengah pulau Papua..
"Sial.. Ini adalah malam ke delapan aku mencari. Walaupun aku menyiapkan akan hal ini, namun melakukan pekerjaan seperti ini untuk waktu lama benar-benar membuatku hampir frustasi.. " Ucap Bagas.
Ini adalah hari ke delapan Bagas melakukan pencarian di sini, dan Bagas masih belum menemukan kedua Dungeon itu.
Dan selama tujuh hari ini Bagas hanya makan makanan kering yang ia bawa dan beberapa tumbuhan liar dari hutan.
Waktu terus berlalu dan tiga hari kemudian..
Bagas tengah beristirahat dan memakan makanan miliknya, Tiba-tiba salah satu tikus bayangan akhirnya menemukan lokasi dari Dungeon pertama.
"Apakah akhirnya ketemu juga..?? " Gumam bagas sambil tersenyum senang.
"Butuh sembilan hari aku mencari akhirnya aku menemukan lokasinya.. "
Setelah itu bagas langsung bergegas menuju lokasi Dungeon itu. Dan melihat itu berada di dekat kaki gunung dan tersembunyi di belakang semak belukar yang tinggi.
Lokasinya benar-benar tertutup di bawah semak sehingga bahkan jika kau melewati tempat itu tanpa menunduk ke bawah kau takan menemukan lokasinya..
Setelah bagas memerintah bayangan tikus miliknya untuk memeriksa Dungeon itu, ternyata itu Dungeon Basilisk.
Karena di dalamnya tikus itu melihat banyak monster tipe serangga dan tanaman beracun, bukan slime.
"Ini lokasi dari Dungeon Basilisk..?? Bagaimana orang-orang itu akan bisa menemukan tempat ini..?? " Gumam bagas saat ia memperhatikan sepertinya sangat aneh bagaimana orang yang di kehidupan sebelumnya bisa menemukan lokasinya Dungeon ini.
"Lupakan.. Jika Dungeon ini ada di sini, maka Dungeon Slime seharusnya tak jauh dari sini.. " Ucap Bagas.
"Mari lakukan pencarian di sekitar lokasi ini.. "
Setelah itu semua tikus dan gagak bayangan milik Bagas mulai mencari di sekitar lokasi ini. Dan akhirnya setelah beberapa saat mereka menemukan lokasi dari Dungeon itu.
Dan saat melihat secara langsung lokasi Dungeon itu Bagas kembali di buat heran..
"Sial.. Ini bahkan jauh lebih tersembunyi dari Dungeon Basilisk. Bagaimana lokasi ini akan bisa di temukan sebenarnya..?? " Ucap Bagas.
Pasalnya lokasi dari Dungeon slime ini benar-benar tidak biasa. Itu terletak di lubang yang ada di atas pohon besar, dan kau perlu memasuki lubang yang besarnya hanya muat untuk satu orang merangkak itu sebelumnya akhirnya kau menemukan pintu Dungeon Slime.
"Orang iseng mana yang mau masuk ke lubang kecil di atas pohon seperti ini..?? " Ucap Bagas.
"Siapa yang akan mengira lubang seperti ini akan menjadi Dungeon..?? Keberuntungan seperti apa yang harus di miliki seseorang untuk bisa menemukan Dungeon ini. "
"Jika aku tak memiliki kemampuan membuat binatang bayangan, bahkan jika aku di beri waktu puluhan tahun belum tentu aku akan menemukan ini.. " Gumam Bagas.
"Sial.. Apa dewa yang membuat Dungeon ini benar-benar sebegitu iseng sampai meletakkan Dungeon di tempat seperti ini..? Atau Dewa itu kehabisan ide..?? "
.
.
__ADS_1
. Bersambung.