
Apa yang muncul di hadapan bagas ternyata bukanlah Dungeon yang ia kira.. Itu adalah dungeon lainnya yang ada di wilayah itu.
Di dalam dungeon itu di huni oleh berbagai monster jenis tanaman kaktus.. Atau bisa di bilang itu adalah monster manusia kaktus.
Dan ada juga yang mirip dengan manusia jerami dengan kepala labu yang biasanya ada di ladang untuk mengusir hama burung atau di saat festival Helloween..
"Sepertinya aku salah lokasi.. " Gumam Bagas.
Lalu ia memperhatikan para monster di sana jumlahnya lumayan banyak..
"Apakah aku memasuki pesta Helloween..?? "
Lalu tiba-tiba salah satu monster merasakan kedatangan Bagas, itu adalah monster jenis kaktus.. Ia langsung mengangkat tangannya dan menembakkan duri ke arah Bagas.
"Black Hole..!! " Ucap Bagas menyerap semua jarum yang terbang mengarah kepada nya..
Namun begitu satu monster menyerang, monster lainnya juga ikut menembakkan jarum ke arah Bagas, bahkan monster jerami itu juga menembakkan jerami ke arah Bagas..
Setelah semua serangannya berhenti Bagas mengangkat tangan satunya lagi ke arah mereka dan kemudian..
"Akan aku kembalikan..!! " Teriak Bagas.
"White Hole..!! "
Setelah itu semua jarum dan jerami yang sebelumnya Bagas serap ia kembalikan ke arah pada monster di sana.
Namun terlihat kerusakan itu hanya berpengaruh kepada para monster jenis kaktus saja, sementara untuk monster yang mirip orang-orangan sawah walaupun berlubang ia tetap tak terpengaruh.
"Sepertinya serangan fisik tak berpengaruh, kalau begitu.. Aku akan menggunakan jenis lainnya.. " Ucap Bagas.
"Mimikri..!! "
Setelah itu tubuh Bagas mulai di selimuti oleh api dan kemudian sosoknya mulai berubah menjadi burung api Phoenix..
"Sayap Phoenix..!! " Teriak Bagas, ia membuat angin panas yang kemudian langsung membakar para monster jenis jerami itu..
Setelah semuanya terbakar Bagas baru sadar jika tidak ada material tersisa dari monster itu karena semua bagian hangus dan hanya menyisakan Core monster..
"Sial.. Aku lupa soal ini.. " Ucap Bagas
"Sepertinya aku harus menggunakan serangan lainnya.. "
Lalu Bagas mulai kembali ke wujudnya lagi, lalu ia membuat pedang dari api hitam sama seperti yang sebelumnya karasumaru lakukan..
"Sepertinya ini cukup bagus juga.. " Gumam Bagas.
"Mari selesaikan dungeon ini secepatnya.. "
Setelah itu Bagas mulai memasuki lebih dalam dungeon itu, namun sebelumnya ia mengeluarkan pasukan kegelapan goblin miliknya untuk membereskan semua rampasan itu.
Bagas akan menyimpan Coret dan mencoba membangkitkan para monster itu nantinya. Jadi ia membiarkan pasukannya untuk mengumpulkan mereka sementara Bagas akan mencoba untuk terus menggunakan kemampuan element kegelapan miliknya..
Bagas menggunakan kemampuan Armored fallen angel miliknya dan terus melesat ke dalam dungeon.
Ia akan memotong setiap monster di sana menjadi dua bagian, dan itu ternyata berhasil untuk menangani monster jerami.
Jika ia di tusuk maka monster jerami itu akan pulih, namun tidak jika di potong. Maka serangan pedang Bagas kali ini berfungsi melawan mereka.
Mengetahui hal ini Bagas mempercepat langkahnya, ia akan terus menyerap setiap serangan yang di tembakan ke arahnya oleh para monster..
Namun kali ini Bagas tidak menembakkan kembali jarum dan jerami itu, ia hanya menggunakan pedangnya untuk memotong semua monster di sana.
Dan akhirnya setelah beberapa saat Bagas bisa sampai pada ujung dungeon tempat Bos monster berada..
"Ini lumayan juga untuk berolahraga.. " Ucap Bagas.
"Sekarang mari lihat Bos seperti apa yang ada di dalam dungeon ini.. "
Lalu di dalam sana Bagas melihat sosok tinggi dan ramping dan memiliki kepala sebuah labu..
Tangan kirinya memiliki cakar melengkung panjang memanjang dari jari-jarinya sementara tangan kanannya mirip dengan tangan manusia biasa namun menggunakan sarung tangan putih..
Ia memegang sabit besar di tangan kanannya yang mirip dewa kematian dalam cerita barat.
Dia juga memakai topi, jas dengan kerah besar, dan celana panjang semua dalam warna Hitam..
Di bawah jas ada kemeja dan rompi berkerah putih, sementara dia memakai sepatu hitam panjang di kakinya..
__ADS_1
"Jack The Ripper..??" Gumam Bagas mengenali sosok itu.
Itu adalah sosok Jack the Ripper, ia terkenal dengan pergerakannya yang sangat cepat dan kecepatan pemulihan yang sangat cepat pula..
Selain itu ia mampu menciptakan kabut putih yang membuatnya seiring waktu dia akan perlahan menjadi tidak terlihat, yang membuat kecepatan gerakannya semakin cepat...
Semua ini Bagas pahami dari lawan yang pernah ia hadapi, dimana lawan Bagas sebelumnya juga telah menyerap core monster Jack the Ripper ini..
"Sepertinya kali ini adalah adu kecepatan.. " Gumam Bagas.
"Tak masalah.. Mari lihat siapa yang akan lebih cepat nantinya.. "
Terlihat sosok Jack ripper itu memperhatikan kedatangan Bagas, namun ia tak buru-buru menyerang tetapi malah tersenyum seperti sudah menantikan penantang yang akan melawannya..
Bagas juga tak terburu-buru, ia berjalan perlahan ke arah Jack the Ripper itu sambil membuat dua pedang mirip katana di tangannya.
Sementara Jack the ripper tetap berdiri di sana menunggu Bagas mendekati nya..
Terlihat cakar di tangan kirinya mulai memanjang.. Suasana menjadi sunyi saat Bagas berhenti berjalan, mereka berdua berdiri diam saling memandang..
Lalu tiba-tiba keduanya melesat secara bersamaan, kemudian apa yang terlihat di sana hanya beberapa percikan api akibat benturan dua senjata mereka.
Pada awalnya masih terlihat secara sekilas pergerakan mereka, namun lambat laun keduanya mulai mempercepat pergerakan mereka..
Jack the Ripper mulai mengeluarkan kabut tipis yang membuatnya semakin terlihat menghilang..
Namun itu tak berguna di depan mata Bagas. Ia masih bisa melihat dengan jelas pergerakan Jack..
Lalu keduanya menjaga jarak secara bersamaan dan berhenti bergerak lagi.
"Aku tau kekurangan ku sekarang.. " Gumam Bagas.
"Walaupun aku bisa melihat dan mengimbangi pergerakan Jack, namun reflek tubuhku sepertinya masih kurang.. "
"Tubuhku masih belum bisa merespon kecepatan tinggi.. Sial..
Tapi ini menyenangkan.. Aku akan menggunakan nya sebagai teman latihan sekarang.. " Ucap Bagas.
Setelah itu tiba-tiba keduanya kembali memulai perkelahian mereka, awalnya tubuh Bagas masih sedikit sulit merespon dan mengimbangi kecepatan Jack..
Namun lambat laun kecepatan Bagas mulai meningkat, tak hanya itu saja. Namun terlihat tubuh Bagas juga mulai memudar dalam pergerakannya, itu seolah-olah ia mulai membaur dengan udara atau menghilang..
Walaupun Bagas ingin terus melanjutkan perempuan itu dengan hanya mengandalkan kecepatan dan kemampuan M.O.P kegelapan miliknya saja, namun Bagas juga menyiapkan serangan alternatif jika keadaan tak memungkinkan untuk di lanjutkan lagi..
Dalam pertempuran itu tiba-tiba Jack menembakkan salah satu cakarnya ke arah Bagas dan mengenai dadanya yang membuat Bagas terpental ke belakang..
Namun Bagas masih bisa berdiri setelah itu, hal ini karena pisau atau cakar Jack the Ripper itu tak mampu menembus Armor miliknya..
"Sial.. Jika aku tidak menggunakan Armor kegelapan mungkin aku telah terbunuh sekarang.. " Ucap Bagas.
"Menahan diri itu benar-benar menyulitkan.. Mari ubah sedikit pertempuran ini.. "
Lalu Bagas menghilangkan dua pedang miliknya itu dan menggantikan dengan Tombak kegelapan..
Setelah memutar-mutar tombak itu Bagas kembali bersiap menyerang Jack the Ripper lagi, kali ini pertempuran jauh lebih cepat dari sebelumnya..
Namun kali ini Bagas mampu mengungguli sedikit demi sedikit Jack the Ripper itu. Jack mulai terlihat mengalami berbagai cedera di tubuhnya..
Hal ini karena bagi Bagas tombak jauh lebih mudah untuk di gunakan daripada pedang, tak lama kemudian di dalam pertempuran kecepatan tinggi itu Bagas berniat mengakhiri nya..
"Langkah bayangan..!! " Bagas menggunakan kemampuannya untuk mempercepat pergerakannya..
Lalu tiba-tiba Bagas bisa muncul di belakang Jack dan menusuk bagian dadanya.. Setelah itu..
"Aku takan menyia-nyiakan kesempatan ini..
Kegelapan tak terbatas - Gluttony..!! " Teriak Bagas mencoba menyerap Jack the Ripper itu
Hisapan mulai terbentuk di punggung Jack the ripper itu, walaupun ia berusaha menghindar namun itu percuma..
Beberapa saat kemudian hanya tersisa Sabit kematian milik Jack saja yang tersisa di sana sementara itu Jack benar-benar telah di hisap oleh Bagas kali ini..
Bagas kemudian mulai bermeditasi dan mencoba memahami apa yang ia dapatkan kali ini..
Setelah beberapa saat kemudian Bagas mulai memahami apa yang ia dapatkan, dan itu ternyata adalah kemampuan fisik..
Ya itu adalah kemampuan penguatan fisik, terutama kecepatan gerak dan reflek atau respon tubuh..
__ADS_1
Ini benar-benar menggantikan kekurangan Bagas saat ini, jadi mulai sekarang ia tak perlu menggunakan kemampuan gerakan apapun lagi untuk menambah kecepatan miliknya..
"Ya.. Aku rasa ini juga bagus.. " Ucap Bagas. Lalu ia mengambil senjata milik Jack the Ripper itu, Bagas mencoba menggunakan sabit kematian itu untuk beberapa saat sebelum akhirnya dia menyimpannya..
"Kalau di pikirkan lagi, jika aku menggunakan Armor malaikat jatuh milik ku dan menggunakan senjata sabit ini Bukankah aku akan mirip sosok dewa kematian..?? " Gumam Bagas sambil tersenyum memikirkan penampilan itu dalam khayalannya.
Lalu setelah itu Bagas menunggu di sana untuk menunggu pasukan goblin untuk membawakan mayat monster sebelumnya..
Bagas ingin menembakkan mereka kedalam pasukannya juga. Ia tak terburu-buru keluar dari sana setelah membangkitkan mereka semua.
Bagas memilih menyerap Core monster itu dan menunggu makhluk ciptaannya untuk menemukan dungeon yang ia cari sambil membiarkan pasukan lainnya menambang Kristal origin di sana..
Namun sampai hari itu berakhir Bagas belum juga menemukan lokasi Dungeon tujuannya itu, jadi ia memutuskan untuk bermalam di sana..
.
.
. __________\=Skip\=_________.
Di suatu tempat dengan banyaknya tumpukan mayat di sana, berdiri seseorang dengan penampilan acak-acakan dan badan penuh luka dimana dia masih memegang pedang besar berlumuran darah..
Di bawahnya tempat ia berpijak adalah genangan darah yang sudah mulai mengalir bersama air hujan saat itu.
Sementara di sekelilingnya ada beberapa orang yang terlihat memegang senjata masing-masing bersiap menyerang orang itu. merek. Selain itu Mereka juga terlihat memiliki banyak luka di tubuh mereka.
"Kara.. Lebih baik kau menyerah dan hentikan perjuangan sia-siamu itu.. Keluarga dan Kerajaan mu telah di takdirkan.. " Ucap Salah satu dari mereka..
"Ya.. Dewan sudah memutuskan untuk hidupmu.. Atas semua kejahatan mu" Ucap salah satu yang lainnya lagi.
"Menyerah..? Itu tidak mungkin.. " Ucap Karasumaru.
"Setelah apa yang kalian perbuat kepada keluarga ku..?? Setelah semua yang telah aku lakukan untuk dunia ini..?? "
"Inikah balasan kalian..?? Inikah balasan dari Dewan Tertinggi..?!! " Ucap Karasumaru.
"Aku tau semua ini hanya akal kalian saja, kalian sebenarnya takut dengan kekuatan ku bukan..?!! "
"Apa kau mau menentang Dewan sampai sejauh ini..?? Walaupun kau membunuh kami, akan ada yang menggantikan kami untuk mengambil nyawa mu.. " Ucap salah satu dari mereka.
"Demi kebaikan dunia ini.. Kami terpaksa melakukan ini.. " Ucap yang lainnya lagi.
"Berhenti berpura-pura dasar kalian munafik..!! " Ucap Kara.
"Aku tau semua itu hanya omong kosong.. Berhenti bertingkah seolah-olah kalian melakukan hal yang benar.. "
"Aku menyesal telah melakukan semua ini demi dunia ini, apa yang di katakan Astratos itu memang benar..!! " Ucap Karasumaru.
"Dunia ini telah membusuk sampai intinya.. Dewan yang bertingkah suci sebenarnya melakukan hal seperti ini.. ?? Aku benar-benar ingin menertawakan semua yang telah aku lakukan selama ini.."
"Kalian takut dengan kekuatan ku jadi kalian membingkai ku untuk semua tuduhan kalian..
Aku sudah mengetahui segalanya.. " Ucap Karasumaru.
"Walaupun kau tau itu percuma.. " Ucap orang lainnya lagi yang sedari tadi diam.
"Kau akan mati sebentar lagi, Racun di tubuhmu akan mulai menggerogoti mu..
Kekuatan hitam yang kau kembangkan itu bukan sesuatu yang pantas kau gunakan.. "
"Ugghuu.. Uugghhuu...
Berengsek.. Jika bukan karena wanita itu, aku akan mengirim Dewan ke neraka.. " Ucap Karasumaru.
"Karena aku akan mati, maka aku akan mengirim kalian semua keneraka.. Akan aku tunjukkan apa yang sebenarnya aku buat..!!! "
Setelah itu sebuah bayangan hitam dan putih terbentuk di bawah Karasumaru dan mulai membesar hingga jarak yang cukup jauh..
"YinYang - Pemusnahan dunia..!!! Mari kita pergi bersama-sama..!!" Teriak Karasumaru.
Kemudian semuanya dalam jangkauan bayangan hitam dan putih itu tiba-tiba mengeluarkan cahaya ke atas langit..
Dalam sekejap semua di sana musnah memperlihatkan lubang besar tak berdasar, bahkan semuanya yang ada di langit termasuk bulan ikut hancur..
.
.
__ADS_1
Bersambung