
"Apakah alat ini benar-benar berfungsi normal..? " Tanya Tuan Abraham
"Kenapa kekuatanmu tak terdeteksi di sini..? "
"Oh itu.. Sebenarnya itu karena aku menyegel kekuatan ku.. " Ucap Bagas.
Bagas memperlihatkan di balik penutup matanya, di sana terdapat sebuah simbol aneh dan juga tato di mata Bagas terlihat seperti segel setelah penutup mata itu di angkat.
"Kenapa kau melakukannya..? " Tanya Aldo.
"Bukankah dengan itu akan terlalu berbahaya..? "
"Tak masalah.. Lagipula itu hanya menyegel M.O.P milikku saja.. Aku masih bisa menggunakan kekuatan fisik ku.." Ucap Bagas.
Sebenarnya kekuatannya bukan tak terdeteksi, melainkan terlalu tinggi karena terlalu banyak M.O.P dalam tubuh Bagas yang membuat alat itu tak dapat mendeteksi semuanya sekaligus..
"Baiklah.. Aku mengerti.. " Jawab Aldo.
"Aldo.. Kau antar Bagas ke lokasi ujian dan tunggu hasilnya..
Aku akan mulai menyuruh orang lain mereplikasi dua alat ini dan mulai memproduksi masal.. " Ucap tuan Abraham.
"Baik tuan.. " Ucap Tuan Aldo.
"Baiklah Bagas, setelah ini kau bisa ikut dengan Aldo, sudah ada pesawat yang di siapkan untuk keberangkatan dan pulang mu nanti.. Jadi tak perlu khawatir.. " Ucap Tuan Abraham.
"Terimakasih.. " Ucap Bagas.
Setelah itu Bagas mengikuti Aldo ke bagain atap, dan di sana sudah terdapat helikopter yang akan mengantarkan mereka langsung ke bandara.
"Sekedar saran.. Jangan percaya siapapun di sana nantinya, karena kalian akan menjadi lawan saat ujian di lakukan.. " Ucap Tuan Aldo.
"Aku ingin tau ujian itu akan seperti apa nantinya..? " Ucap Bagas.
"Seharusnya adalah battle royal, dimana kalian akan di tempatkan dalam suatu tempat dan kemungkinan itu adalah dungeon.. " Ucap tuan Aldo
"Dan di sana nantinya kalian akan di berikan tugas untuk memburu orang.. "
"Memburuk orang..?? " Tanya Bagas.
"Ya.. Orang.. Mereka adalah terpidana mati entah terorisme, pembunuhan,atau karena kasus berat lainnya. Namun intinya mereka adalah para terpidana yang benar-benar memang bersalah dan seharusnya mereka sudah di hukum mati sejak lama..
Selain itu mereka akan di bekali senjata dan juga mereka adalah pengguna origin. Bahkan mereka juga telah menyerap Core monster.. " Ucap Tuan Aldo.
"Dan maksud dari Battle royal itu sendiri adalah.. Selain kalian akan memburu mereka, kalian juga bisa di buru..
Selain banyak monster di sana, sesama peserta akan di perbolehkan memperebutkan poin peserta lain dengan memburu mereka.. "
"Baiklah.. Aku paham masalah itu, lalu yang ingin aku tanyakan selanjutnya adalah bagaimana cara mereka menentukan poin..? Apakah ada kamera pengawasan atau sejenisnya di sana..? " Tanya Bagas.
"Tidak.. Kalian hanya akan di berikan gelang yang akan memberikan tanda poin setiap kalian kalian berhasil membunuh mereka.. " Ucap Tuan Aldo.
"Jadi tak ada kamera pengawasan atau rekaman di dalamnya..?? " Tanya Bagas.
"Tidak.. Takan ada hal seperti itu.. " Jawab Tuan Aldo.
"Selain itu, peraturan lainnya hanyalah kalian harus bertahan di sana selama kurang lebih satu minggu..
Entah berhasil menyelesaikan semua target atau belum, kalian harus tetap bertahan di dalamnya.. "
"Baiklah... Aku paham sekarang.. " Ucap Bagas.
"Oh benar, ada berapa jumlah peserta kali ini..?? "
"Tunggu sebentar.. " Ucap Tuan Aldo. Lalu ia mulai melihat data yang ia bawa, setelah beberapa saat mencari ia sepertinya mendapatkan jumlah pastinya.
"Ada total sepuluh peserta, dan ada lebih dari dua ratus narapidana.. "
"Artinya ada dua ratus sepuluh orang yang akan menjadi target ku bukan..? " Ucap Bagas.
"Baiklah.. Aku paham sekarang.. "
__ADS_1
Setelah beberapa saat kemudian mereka sampai di bandara, lalu Bagas mengikuti Tuan Aldo berganti pesawat terbang pribadi untuk terbang menuju New York..
Dalam pesawat itu hanya ada mereka berdua, seorang pramugari dan pilot pesawat saja tanpa ada orang lainnya lagi..
Penerbang berjalan lancar dan setelah beberapa jam mereka akhirnya sampai dan pesawat mendarat di salah satu bandara.
Sebelum turun Bagas mengubah penampilannya, ia menutupi seluruh tubuhnya dengan element kegelapan membentuk jubah dan menutupi wajahnya dengan kemampuan Element cahaya agar tak ada yang bisa melihat wajahnya..
Untuk Tuan Aldo sendiri ia memakai topeng wajah binatang sebelum turun dari sana, Bagas tak menanyakan soal itu..
Sesampainya di sana sudah ada beberapa orang dengan setelan serba hitam menjemput mereka.
"Apakah anda peserta dengan nama Karasumaru..? " Tanya salah satu orang itu.
"Benar.. " Jawab Bagas dengan suara yang lebih serak berbeda dengan suara aslinya
"Lalu anda..? " Tanya orang itu ke arah Aldo.
Aldo tak menjawab namun mengeluarkan tanda pengenal keanggotaan miliknya..
Orang itu menganggukkan kepalanya saat melihat itu.
"Mari kita pergi.. " Ucap orang itu memimpin mereka pergi dari sana.
Setelah itu Bagas dan Aldo memasuki mobil dan di bawa ke lokasi ujian.
"Aku tak menyangka anda salah satu dari mereka.. " Ucap Bagas.
"Maaf semuanya adalah rahasia.. " Ucap Aldo.
"Ya.. Itu tak masalah.. " Ucap Bagas.
Setelah beberapa saat dalam perjalanan menggunakan mobil, mereka akhirnya sampai di sebuah hutan.
Di sana sudah ada beberapa orang yang sudah menunggu di sana, Bagas dan Aldo turun dan ikut menunggu tanpa ada komunikasi di sana.
Setelah beberapa waktu kemudian banyak orang mulai berdatangan, dan akhirnya salah satu orang berpakaian hitam dengan topeng merah maju ke depan mereka..
"Ujian kali ini akan segera di mulai.. Untuk kalian yang berubah pikiran bisa mengundurkan diri sekarang, karena tak ada kesempatan kedua setelah ini.. " Ucap orang itu.
"Bagus.. Sepertinya tak ada yang berniat berhenti.. Para pendamping kalian pasti sudah menjelaskan aturan ujian kali ini bukan..?
Kalau begitu selain peserta silahkan meninggalkan area ini dan kalian bisa menunggu di tempat yang sudah di sediakan.. "
"Para peserta silakan ikut denganku.. " Ucap orang itu. Kemudian ia memimpin mereka semua ke dalam Dungeon.
Di depan pintu Dungeon yang sangat besar itu orang tersebut berhenti dan kemudian berbalik ke arah para peserta..
"Setelah melewati pintu masuk Dungeon ini, ujian akan secara resmi di mulai.. Jadi.. Silakan masuk dan memulai.. " Ucap orang itu.
Kemudian semua peserta yang juga menyembunyikan penampilannya menggunakan berbagai topeng masuk ke dalam.
Bagas memilih masuk terakhir dan mengamati Dungeon itu.
Saat ia masuk ke dalam, Bagas melihat lingkungan Dungeon itu sepertinya adalah hutan rimba..
Bagas melepaskan banyak pasukan serangga beracun miliknya untuk menyebar dan mengamati sekeliling..
Setelah beberapa waktu Bagas mendapatkan hasil pengamatan para serangga miliknya, hasilnya Bagas mengetahui bahwa para tahanan sepertinya membentuk beberapa kelompok agar membuat prosentase keberhasilan bertahan mereka jauh lebih tinggi..
Namun ada juga yang menyendiri, entah secara terang-terangan berniat melawan siapapun yang mendekatinya atau bersembunyi di sudut Dungeon..
Selain itu Bagas juga mengetahui ada beberapa anggota Dari Legion yang bersembunyi dengan sangat baik mengamati semua peserta di sini.
Jika bukan karena kemampuan element Cahaya miliknya, Bagas mungkin juga tak menyadari hal ini.
Jadi pada dasarnya apa yang di katakan Tuan Aldo itu benar, karena dia memang tak mengetahui akan hal ini..
"Sepertinya aku tak bisa asal membunuh kali ini, aku kira aku bisa mengambil informasi jika membangkitkan mereka nantinya..
Sepertinya kali ini aku harus mengubah rencana ku.. "Gumam Bagas.
__ADS_1
Saat para peserta masuk ke dalam, semuanya akan secara langsung memburu para tahanan dan monster di sana.
Monster di Dungeon ini sendiri adalah monster dengan berbagai Ras. Hampir semua jenis monster ada di dalam sana. Namun tak ada monster Rank S, paling kuat hanya Rank A monster di sana..
Tanpa sepengetahuan para pengamat Bagas menangkap satu monster gagal kecil di sana, dan di balik jubahnya ia menyerap monster itu.
"Apakah lebih baik aku ikut berburu atau menunggu saja di sini..?? Walaupun aku ingin menunggu, namun sepertinya akan lebih menarik jika aku memburu mereka bukan..?? Kalau begitu.. " Ucap Bagas.
"Element kegelapan - Dark World..!!"
Lalu semua hal di dalam Dungeon itu berubah menjadi hitam, menutupi seluruh Dungeon..
Hal ini mengejutkan semua orang di sana, baik peserta atau target dan pengawas pun terkejut dengan hal ini..
"Lalu mari ramaikan suasananya..
Element kegelapan.. Dark Creation - Dark Troops.. !!" Ucap Bagas memanggil semua pasukannya, kecuali Naga langit, Wyvrin dan basilisk.
Semua monster panggilan Bagas keluar di berbagai tempat di seluruh Dungeon itu, kemunculan Monster itu secara tiba-tiba kembali mengejutkan mereka semua di sana.
"Sial.. Apakah peserta kali ini masih manusia..?? " Gumam pengawas yang memperhatikan Bagas.
Namun untuk mereka yang memiliki Rank lumayan tinggi tak terlalu takut dengan mereka, dan mulai melawan mereka.. Karena apa yang Bagas keluarkan hanya monster kecil saja untuk memburu monster di sana.
"Mari mulai perburuan ini..
Mimikri..!! "Ucap Bagas, dengan perintah Bagas para monster mulai memburu semuanya di sana.
Bagas tiba-tiba berubah menjadi gagak dan terbang dari sana. Ia terbang menuju lokasi target pertama.
" Sial.. Apa sebenarnya kemampuan orang ini.. "Gumam pengawas di sana.
Kemudian ia mencoba mengejar Bagas.
Tak jauh dari sana Bagas melihat seorang tahanan yang sedang bertarung melawan monster mirip beruang dengan bagian tubuhnya di tutupi armor besi.
Tampaknya tahanan itu mempunyai kemampuan seperti Tank, ia menggunakan palu raksasa dan tameng di tangannya..
Bagas berhenti dan berdiri di salah satu pohon untuk memperhatikan, karena ia melihat ada peserta lainnya yang sepertinya memperhatikan orang itu juga..
Sepertinya peserta itu menunggu ada salah satu dari keduanya terluka atau terlihat siapa pemenangnya sebelum mengakhiri mereka..
Kemudian Bagas menggunakan Abyss step untuk muncul di belakang beruang itu lalu ia menggunakan kemampuan mimikri sekali lagi untuk berubah menjadi Big Slime berwarna Hitam dan langsung menelan beruang itu..
"Apa..!! " Teriak narapidana itu terkejut dengan kemunculan Big Slime itu.
"Monster sialan..!! " Lalu orang itu mencoba melawan Bagas dalam wujud Slime, namun serangannya tak berpengaruh terhadap tubuh Slime Bagas.
Bagas kemudian menggunakan Jarum neraka untuk menusuk narapidana itu dengan satu tusukan yang muncul dari tubuh Slime Bagas...
"Monster apa itu..?? Seharusnya tak ada slime seperti itu di sini.. " Gumam peserta yang bersembunyi.
"Dan darimana ia muncul sebelumnya..? "
Saat ia berfikir sendiri, ia tak menyadari jika Slime itu atau Bagas telah menghilang dari sana dan muncul di belakangnya.
"Sial.. Tombak api..!! " Teriak orang itu tiba-tiba saat merasakan Slime atau Bagas di sana.
Bagas menggunakan langkah bayangan untuk menghindari serangan itu.
Dengan kemampuan Dunia Gelap yang masih ada, membuat Bagas leluasa bergerak di dalam Dungeon ini kapanpun dan di manapun ia mau..
"Sial.. Jangan membuat ku marah Dasar Monster..!!
Rasakan ini.. Flame Inferno..!! " Teriak orang itu mengeluarkan serangan api yang sangat besar ke arah Bagas.
Petugas yang bersembunyi di sana berusaha menghindar agar tak terkena serangan itu, namun tiba-tiba ia berhenti karena melihat api yang seharusnya sangat efektif melawan Slime itu malah di telan oleh slime itu.
"Black Hole.. ! "
.
__ADS_1
.
. Bersambung