
Dalam dua hari ini bagikan musim salju untuk Bagas. Karena setiap saat udara akan menjadi dingin karena Hana.
Ia terus berlatih dan terus menerus membekukan apapun di sana dan pada awalnya ia akan menjadi beku juga, sampai-sampai Bagas harus bolak-balik ke kamar Hana setiap saat.
Dan dalam dua hari ini Bagas membuat ruang bawah tanah yang cukup luas, ia menggunakan element Kegelapan untuk menghilangkan tanah di sana sedikit demi sedikit.
Lalu ia menggunakan kayu sebagai bagian penyangga dan lantai di sana. Bagas juga melapisi dengan element cahaya untuk memperkuat ruangan itu.
Di sana Bagas membuat tiga ruang, satu ruang yang sangat besar untuk meletakkan monster dan membongkar nya. Dua lainnya adalah untuk tempat latihan dia dan Hana.
Sebab, karena usaha latihan Hana sebelumnya membuat banyak perabotan di rumah mereka rusak akibat di bekukan.
Setelah itu pada malam ke dua Hana pindah berlatih di sana, dan Bagas juga berlatih di ruang satunya lagi.
Ia mulai mempelajari semua yang Dark Elf itu tunjukkan pada pertarungan sebelumnya, selain itu ia juga meminta Dark Elf itu untuk mengajarinya.
Apa yang bagas pelajari adalah sesuatu yang ia pikir paling penting saat ini, itu adalah Cahaya Penghakiman. Itu adalah bola cahaya yang akhirnya menembakkan sinar cahaya untuk melawan Bagas sebelumnya.
Lalu satu lagi adalah Bola penghakiman. Itu adalah bola yang di lemparkan ke arah Hana dan yang di gunakan untuk menghilangkan akar darah dari Bagas sebelumnya.
Namun Bagas hanya sekedar mempelajari tanpa mempraktekkan efeknya, karena ia tak ingin menghancurkan rumahnya jika ia mempraktekkan dua serangan itu.
Setelah mempelajari keduanya, Bagas kemudian keluar untuk mengecek kondisi Hana. Dan ternyata ia baik-baik saja dan mulai mempelajari kontrol serangan Es miliknya agar tidak melukai dirinya sendiri.
Bagas hanya tersenyum dan kembali meninggalkan Hana.
"Dungeon Golem batu yang aku tau hanya berisi Golem batu, namun aku tak tau lebih spesifik dari Dungeon itu.. " Gumam Bagas saat ia duduk di depan TV.
"Jika hanya ada golem batu aku bisa menggunakan semuanya makhluk gelap untuk mengalahkan mereka tanpa harus ikut campur, tapi.. Apakah semudah itu..?? "
"Setau ku sebelumnya Hendrik mendapatkan Core itu saja karena keberuntungan.. Tim penyerangan mereka semua hampir di kalahkan semuanya.. "
"Dan Hendrik mendapatkan Coret itu juga karena ia hanya iseng mengambil satu batu yang ternyata itu Core..
Ia tak menjelaskan isi sebenarnya dungeon itu.. "
"Tunggu. Benar juga ia waktu itu tak di ijinkan masuk ke ruangan Bos, jadi bisa di katakan Core yang ia ambil dan serap bukan Core Bos dungeon itu bukan..?? "
"Jadi artinya ada kemungkinan Bos dungeon itu bukan Golem Batu seperti yang aku perkirakan sebelumnya.. " Ucap Bagas.
"Sial.. Untung aku sadar sekarang, Jika tidak aku bisa-bisa mendapatkan masalah. Lalu apa sebenarnya bos dari dungeon itu..?? "
"Kaka..! " Ucap Hana tiba-tiba membangunkan Bagas dari pikirannya.
"Ya ada apa..?? " Tanya Bagas.
"Aku sudah bisa mengendalikan kekuatan Es seperti yang kaka suruh, jadi besok kaka tak boleh mengikuti ku mengerti..?? " Ucap Hana.
"Baiklah.. Kali ini kaka takan ikut, tapi jika ada masalah kali ini.. Lain kali kamu takan boleh pergi ke dalam Dungeon sendirian.. " Ucap Bagas.
"Aku mengerti.. Kalau begitu aku akan pergi istirahat duluan.. " Ucap Hana. Setelah itu ia kembali ke kamarnya untuk istirahat.
Sementara itu Bagas masih duduk di sana, ia masih memikirkan kemungkinan terburuk yang akan ia hadapi.
"Lupakan.. Apapun yang akan ada di sana nantinya, aku akan tetap memusnahkan mereka.. " Ucap Bagas. Setelah itu ia juga akhirnya memutuskan untuk tidur.
.
.
. __________\=Skip\=_________.
Keesokan harinya.
Bagas bangun pagi dan kemudian memutuskan menyelinap pergi ke Bantargebang, ia bermaksud memeriksa Dungeon Slime.
Argus perlu melakukan ini untuk mencari tau dengan tepat waktu pemulihan Dungeon. Jadi ia bisa memanfaatkan dengan sebaik-baiknya semua Dungeon yang ia ketahui..
Dan terlihat disana masih belum ada monster yang muncul satupun. Jadi bagas akhirnya memutuskan untuk kembali.
Namun bagas sudah bisa merasakan Origin di Dungeon itu mulai menebal yang artinya takan lama sebelum Dungeon tersebut menghasilkan monster lagi.
Sesampainya di rumah Hana sudah menyiapkan makanan untuk mereka.
__ADS_1
"Kaka dari mana..?? " Tanya Hana.
"Hanya mengecek Dungeon saja, kaka perlu memastikan kapan Dungeon itu bisa kita masuki lagi.. " Ucap Bagas.
"Masak apa kamu kali ini..?? "
"Aku hanya memasak ayam goreng saja biar cepat, aku masih perlu menyiapkan beberapa barang lagi untuk di bawa.. " Ucap Hana.
"Apa yang akan kamu bawa..?? Kamu hanya akan menangani Dungeon saja, jadi tak perlu repot membawa macam-macam bukan..?? " Tanya Argus.
"Tidak.. Kaka tak tau keperluan wanita, jadi kaka diam saja.. " Ucap Hana.
"Baiklah.. Baiklah.. " Ucap Bagas.
Lalu mereka kemudian makan bersama seperti biasanya.
"Oh ya kaka.. Kapan kaka akan berangkat juga?? " Tanya Hana.
"Seperti biasa, kaka akan berangkat malam hari untuk menghindari pantauan orang atau satelit.." Ucap Bagas.
"Emm.. Kalau begitu aku juga akan berangkat malam.. " Ucap Hana.
"Ya.. Hati-hati jangan sampai ada kamera merekam mu saat terbang.. " Ucap Bagas.
"Aku tau.. " Jawab Hana.
Setelah mereka makan dan mengobrol bersama, Bagas kembali ke ruang bawah tanah sementara Hana kembali ke kamarnya.
Bagas mulai membongkar beberapa material monster yang telah ia dapatkan. Namun hal itu memakan waktu cukup lama karena ia sendirian.
Lalu Bagas mengeluarkan para Dark Elf untuk membantunya membongkar material. Dengan bantuan mereka akhirnya Argus bisa duduk dan hanya perlu memberikan arahan kepada para Dark Elf itu.
Walaupun sudah banyak yang membantu Bagas, namun itu masih membutuhkan banyak waktu karena material yang ia miliki cukup banyak.
Setelah selesai semuanya, Bagas kemudian kembali ke kamarnya untuk sekedar berbaring dan memikirkan apa yang akan ia lakukan. .
.
. __________\=Skip\=_________.
"Kaka.. Aku akan berangkat sekarang.. " Ucap Hana.
"Ya hati-hati.. " Ucap Bagas.
"Emm aku tau, kaka juga hati-hati.. " Ucap Hana, laku ia terbang dengan cepat ke arah Cirebon. Sementara itu Bagas masih di sana melihat kearah kepergian Hana.
"Baiklah.. Waktunya berangkat juga.. " Ucap Bagas.
Lalu dia menghubungkan Elementasi cahaya untuk mempersingkat waktu dan menghindari satelit dan kamera lainnya.
Setelah sampai di sana Bagas langsung memasuki Dungeon itu, dan benar saja golem Batu ada banyak di sana. Ukurannya sekitar dua sampai tiga meter masing-masing nya.
"Baiklah.. Element kayu.. Penciptaan Golem.. " Ucap Bagas membuat banyak golem kayu kali ini.
"Mari kita uji, apakah mereka memiliki kemampuan regenerasi super atau hanya salah satunya.. "
Setelah itu Golem kayu dan batu mulai bentrok dan berkelahi satu sama lainnya. Terlihat walaupun terbuat dari kayu, Golem milik Bagas jauh lebih unggul di sana.
Mereka langsung menekan golem Batu dan mulai menghancurkan para golem Batu. Namun terlihat kerusakan Golem Batu akan sembuh kembali seperti semula.
"Ternyata semua Golem Batu memiliki kemampuan penyembuhan diri yang sangat kuat.. Artinya aku hanya bisa berharap pada kemampuan penghancuran total untuk mengalahkan mereka.. " Ucap Bagas.
Lalu Untuk membereskan semua Golem itu Bagas menggunakan Bola penghakiman secara langsung agar lebih cepat.
"Element Cahaya - Bola penghakiman..!! "Ucap Bagas. Ia mulai membuat bola cahaya ukuran besar di sana. Ukurannya sampai memenuhi ruangan Dungeon, lalu Bagas mulai melemparkan bola itu dan seperti Bowling.
Bola cahaya itu langsung menabrak mereka semua dan menghancurkan mereka tanpa sisa. Setelah bola itu menghilang, Bagas bisa melihat core berjatuhan di sana. Yang artinya usaha Bagas berhasil.
" Ya ini tak sia-sia.. Sepertinya bagus juga sesekali menggunakan hal ini.. "Gumam Bagas.
Namun terlihat ada beberapa potongan Golem yang tersisa di sana, dan potongan itu mulai bergerak beregenerasi.
Bagas mulai menggunakan bola penghakiman ukuran kecil untuk membereskan mereka semuanya. Butuh beberapa waktu bagi Bagas untuk menyelesaikan semua Golem di sana sampai benar-benar hancur semua tanpa sisa lagi, karena tak ada tulang maka Bagas tak bisa menghidupkannya lagi seperti yang lainnya.
__ADS_1
"Waktunya melihat siapa bos di sini.. " Ucap Bagas.
Lalu ia membuka pintu ruangan Bos dan melihat sosok Humanoid besar berwarna merah menyala berdiri di sana. Ukurannya sendiri sekitar sepuluh meter.
Terlihat sekujur tubuhnya memiliki cairan yang terus mengelilinginya ia juga terlihat meneteskan cairan merah panas setiap kali ia bergerak.
Lingkungan di sana pun sama, semuanya terbakar dan meleleh karena efek dari golem itu.
"Golem Lava..?? " Ucap Bagas.
Batuan padat di Lava Golem juga berwarna hitam, sedangkan lava berwarna merah-oranye, dan kuning.
"Ini hal bagus.. Apakah aku perlu menyerapnya juga..?? "Gumam Bagas.
Lalu ia melihat Golem Lava itu melihat ke arahnya.. Lalu ia meraung keras dan kemudian, sang golem menghentakkan kakinya ke lantai dungeon.
Tiba-tiba Bagas melihat sesuatu yang mulai muncul dari setiap tetes Lava yang jatuh darinya. Itu mulai membentuk beberapa monster kecil dengan berbagai bentuk, namun semuanya di tutupi Lava.
" Sial.. Dia bisa membuat minion.. " Ucap Bagas.
Lalu ia mulai menyiapkan serangan juga.
"Element Cahaya - Cahaya penghakiman..!! "
Lalu bola cahaya cukup besar muncul di tangan Bagas yang langsung mulai menembakan cahaya yang cukup besar ke Arah para minion itu.
Namun terlihat itu tak ada habisnya karena Sang golem utama terus membuat Minions lainnya.
"Jika seperti ini artinya aku harus fokus pada tubuh utama saja.. " Ucap Bagas.
Lalu ia mulai membuat Sayap cahaya seperti malaikat di belakangnya menggunakan kemampuan pembentukan Cahaya miliknya.
Setelah itu ia melesat langsung ke arah Golem Lava itu. Terlihat sangat golem juga memperhatikan ke datangnya, ia membuka mulutnya dan mulai menembakan bola-bola lava ke arah Bagas.
Bagas terus menghindari serangan itu, namun tiba-tiba ia merasakan sesuatu dari belakang. Kemudian Bagas mengelak ke samping dan ada serangan muncul dari sana..
Di sana Bagas melihat setiap tembakan Lava dari Bos Dungeon ini ternyata juga berubah menjadi Minions lava yang terbang.
"Sial.. Aku di kelilingi... " Ucap Bagas.
Sementara Minions lava terbang mulai menyerangnya dengan tembak lava kecil, Bks Golem juga mulai mengejarnya dengan mencoba memukul Bagas.
Bagas terus menghindar dari serangan dua arah itu, sang Golem utama juga terlihat mulai mengumpulkan sesuatu di mulutnya. Kemudian Bagas melihat ia menyemburkan nafas Lava besar ke arahnya..
Melihat tak ada ruang untuk mengelak lagi Bagas langsung membuat dua seranganan di masing-masing tangannya.
"Element Cahaya - Bola penghakiman tak terbatas..!! " Bagas membuat banyak bola cahaya yang kemudian ia tembakan ke arah setiap Minions dan Golem itu secara beruntun.
Ledakan demi ledakan terjadi di sana, asap tebal langsung menutupi seluruh Dungeon itu.
"Sekarang..! " Teriak Bagas.
Lalu ia melesat dan muncul di atas Golem itu
"Element Cahaya - Cahaya penghakiman..!! " Teriak Bagas.
Bagas membuat bola cahaya yang kemudian langsung menembakan Sinar seperti laser ke arah sang Golem. Golem itu juga tak diam, ia menembakan nafas lava sekali lagi untuk membalas serangan Bagas.
Namun itu tak berguna karena serangan Bagas terlihat tak terhentikan dan langsung meledakkan Golem lava itu.
Alasan Bagas tak menggunakan kemampuan element lainnya adalah ia ingin membiasakan diri dengan element Cahaya miliknya, karena hanya dalam pertempuran ia bisa terbiasa dengan cepat.
Setelah asap dan debu menghilang, Bagas mulai mencari sisa dari Golem itu. Apakah ia sudah benar-benar hancur atau belum.
Dan di sana ia melihat Coret Golem tergeletak di lantai, terlihat jelas Core itu masih bergetar dan mulai mengumpulkan batu dan lava ke arahnya.
Bagas langsung melesat ke sana dan tak menyia-nyiakan kesempatan itu. Ia kemudian mencoba menyerapnya saat itu juga sebelum Golem itu beregenerasi lagi.
"Element kegelapan - Kegelapan tak terbatas... Gluttony..!!! "
.
.
__ADS_1
. Bersambung