
"David..?? " Gumam Bagas.
Orang yang bernama David itu memiliki penampilan seperti seseorang yang terpelajar, ia memakai kacamata, dengan rambut panjang di ikat ke belakang..
Ia memakai setelan jas seperti orang kantoran.. Namun ia memiliki keterbatasan pada kakinya,ia duduk di kursi roda Dengan dua orang lainnya di belakangnya membantu mendorong dan menjaganya..
Seolah-olah bisa merasakan ada seseorang yang memanggil nama nya, David langsung menengok ke arah Bagas.
Ia memperhatikan sosok Bagas di sana, penampilannya yang seperti seorang preman atau gengster membuat dua orang di belakang David berniat maju dan menjaga David..
Namun David menghentikannya.. Dan menyuruh keduanya ke belakang..
"Apakah kita pernah bertemu sebelum nya..?? " Tanya David.
"Tidak.. Ini pertama kalinya kita bertemu.. " Ucap Bagas.
"Oh benarkah..?? Tapi kenapa sepertinya aku pernah melihat mu di suatu tempat..?? " Ucap David.
"Mungkin kita di takdir kan untuk bertemu.. " Ucap Bagas.
"Kalau begitu sebagai pertemuan pertama, aku akan memberikan ini kepada mu.. "
Bagas membuat sebuah ukiran liontin kayu dari element kayu miliknya di tangan kirinya tanpa di ketahui oleh siapapun di dalam sakunya..
"Jika kau percaya.. Pakailah ini, atau bawa ini setiap saat.. Ini akan membuatmu jauh lebih baik nantinya.. " Ucap Bagas memberikan sebuah ukiran liontin berbentuk Griffin kecil..
"Ini.. " Ucap David.
Ia bisa merasakan adanya Kekuatan origin yang keluar dari ukiran itu, dan ia bisa merasakan suasana yang damai darinya..
"Kalau begitu Semoga harimu menyenangkan dan sampai jumpa lain waktu.. " Ucap Bagas.
Lalu ia berjalan melewati David.
"Dan Terima kasih David.. "Gumam Bagas. Saat ia berjalan.
David menengok ke arah Bagas, sebelumnya ia masih penasaran dengan ukiran itu jadi ia tampil memperhatikan kepergian Bagas. Namun ia bisa mendengar Gumaman Bagas sebelumnya yang menyebutkan namanya..
Namun David tak menghentikan kepergian Bagas, mudah baginya untuk mendapatkan informasi siapapun jika ia mau karena ia memiliki banyak koneksi.
Dalam kehidupan sebelumnya David adalah salah satu player setengah dewa yang dikatakan hampir berhasil mencapai puncak dan memasuki ruang tahta langit sama seperti Bagas.
Ia berasal dari keluarga kaya dengan ibu Indonesia dan ayah adalah seorang ilmuwan mesir.. Namun saat origin mulai menyebar tiba-tiba ia kehilangan kemampuan berjalannya..
Mereka telah melakukan banyak hal untuk mencoba menyembuhkan kakinya, baik dengan berobat ke berbagai rumah sakit terkenal di berbagai dunia, dengan obat penyembuhan atau meminta bantuan pengguna M.O.P yang bisa menyembuhkan yang mulai bermunculan..
Namun semua nya percuma dan tak ada hasilnya sama sekali.. Kaki David tetap tak berfungsi juga.
Walaupun kakinya tak berfungsi, ia masih bisa menyamai bahkan melampaui banyak pengguna M.O.P lainnya.. Ia adalah pemilik M.O.P angin dari monster griffin, griffon, atau di sebut juga gryphon..
Monster perpaduan dari Singa dan garuda.. dengan tubuh singa dan kepala serta sayap elang.
Griffin biasanya digambarkan dengan empat kaki, sayap dan paruh. Kepala dan leher elangnya ditutupi bulu yang memudar menjadi bulu singa dan kaki depannya adalah cakar elang.
Karena singa secara tradisional dianggap sebagai raja binatang dan elang adalah raja burung, griffin dianggap sebagai makhluk yang sangat kuat dan agung. Griffin juga dianggap sebagai raja makhluk. Griffin dikenal karena menjaga harta dan harta yang tak ternilai.
Dan benar saja di saat penaklukan Dungeon Griffin itu di Mesir, di temukan banyak harta di dalamnya yang membuat semuanya sangat terkejut..
Dengan Core Griffin itu David mendapatkan kemampuan M.O.P Element Angin yang membuatnya bisa menggunakan angin untuk bergerak..
Dan dengan itu ia yang sedari kecil selalu pandai bermain pedang membuatnya sebagai ahli pedang yang sangat di segani..
"Ren.. Ambil ukiran ini dan coba bawa untuk di periksa.." Ucap David.
"Tuan muda.. Lebih baik anda tidak menerima barang dari sembarangan orang.. " Ucap Rendi pengawalnya..
"Lebih baik anda tidak menyimpan barang ini.. "
"Aku tau, namun aku bisa merasakan ia bukan orang jahat.. Ya walaupun penampilannya seperti itu, namun.. Entah bagaimana aku bisa merasakan keakraban darinya.. " Ucap David.
"Dan alasan aku menyuruhmu karena benda ini benar-benar memberikan aura yang sangat menyenangkan.. Dan terdapat Origin di dalamnya.."
"Dan.. Sepertinya aku bisa merasakan kembali kakiku sekarang, walaupun hanya sedikit.. " Ucap David.
"Apakah itu benar tuan muda..?? " Tanya orang satunya lagi.
"Itu benar, tak salah lagi.. " Ucap David.
"Karena itu aku ingin segera memberikan ini untuk di uji.. "
"Kalau begitu apakah kita akan segera kembali..?? " Tanya orang itu.
"Emm.. Kita akan kembali.. " Ucap David.
__ADS_1
"Tapi aku akan kembali dengan Rendi, sementara itu kau Nat. Cari tau siapa orang itu sebelumnya.. Aku lupa bertanya nama orang itu sebelumnya.."
"Baik Tuan Muda.. " Ucap orang bernama Nathan..
David melihat ke arah kepergian Bagas sekali lagi dan mengingat apakah mereka benar-benar belum pernah bertemu..
Ia penasaran karena selain merasakan keakraban, ia juga mendengar Bagas menyebutkan namanya sebelum ia pergi.
"Lupakan.. Mungkin nanti aku akan ingat.. " Ucap David.
.
.
. __________\=Skip\=_________.
Sementara itu si sisi Bagas.
"Hallo.. Apakah ada yang bisa saya bantu.. ?? " Tanya Resepsionis di sana yang melihat Bagas mendekat
"Ya.. Aku ingin melengkapi dokumen pembentukan Guild Gagak Hitam yang sebelumnya sudah aku laporkan.. " Ucap Bagas.
"Tunggu sebentar biar saya periksa.. " Ucap resepsionis itu.
Lalu setelah beberapa saat melihat data di komputer ia mulai menjelaskan semua kekurangan dan dokumen lain yang di perlukan..
Bagas memberikan semua yang di butuhkan, lalu ia menunggu sebentar sebelum dokumen peresmian Guild di berikan..
Karena sebenarnya hampir semua sudah Siap dan hanya beberapa dokumen saja yang kurang membuat prosesnya lebih cepat..
Setelah menyelesaikan semuanya Bagas kemudian memeriksa Data Guild di forum resmi Asosiasi Oruscial Forces..
Dan di sana ia sudah bisa melihat Guild miliknya dengan lambang Gagak hitam dengan rantai di tubuhnya, sama seperti tato di lehernya itu..
Dengan demikian setelah data guild miliknya bisa di lihat, itu artinya sekarang Guild Gagak hitam sudah resmi terbentuk dan ia bisa mulai menaklukkan berbagai dungeon secara terbuka..
Karena sebelumnya jika Bagas ingin menaklukkan dungeon, ia harus melakukannya secara sembunyi-sembunyi.. Dan itu tak perlu lagi untuk sekarang..
"Baiklah.. Sepertinya semuanya sudah beres, kalau begitu aku permisi dulu.. " Ucap Bagas.
"Tunggu..! " Ucap resepsionis itu.
"Apakah ada yang lain yang kurang..?? " Tanya Bagas.
"Tidak.. Tapi Tuan Abraham memberikan pesan agar anda bisa datang ke ruangannya jika memungkinkan.. " Ucap Resepsionis itu..
"Silahkan ikuti lorong ini, dan kemudian gunakan Lift untuk naik ke lantai tiga..
Setelah itu anda hanya perlu ambil arah kanan, dan di sana anda akan menemukan ruangan Tuan Abraham.. " Ucap Resepsionis itu..
"Baiklah.. Terimakasih.. " Ucap Bagas.
Lalu ia berjalan menuju Lift di sana dan kemudian memasukinya..
Resepsionis itu yang menangani Bagas menghela nafasnya setelah melihat Bagas benar-benar pergi..
"Ada apa..?? Kau seperti melihat hantu saja.. " Ucap temannya sesama resepsionis yang baru datang ke sana.
"Ini lebih menakutkan dari hantu.. " Ucap resepsionis itu.
"Oh ya..?? Memang apa yang terjadi..?? " Tanya temannya.
"Apa kau lihat orang yang sebelumnya pergi itu..?? " Tanya resepsionis itu.
"Ya.. Memang ada apa..?? Walaupun ia seperti preman, namun wajahnya sangat tampan.. " Ucap temannya itu.
"Ya jika tak ada tato dan penutup mata itu ia memang sangat tampan.. " Ucap resepsionis itu.
"Tidak bukan itu masalahnya.. "
"Lalu..?? " Tanya temannya.
"Apa kau tau siapa yang menangani berkas pembuatan Guild nya sebelumnya..?? " Tanya Resepsionis itu.
"Siapa..?? " Tanya temannya.
"Tuan Abraham sendiri.. " Jawab resepsionis itu.
"Selain itu Tuan Abraham juga berharap bisa bertemu dengan nya tadi..
Ia bukan menyuruh tapi bertanya apakah ia bisa bertemu.. "
"Apa..?? Apakah dia keluarga Tuan Abraham atau orang terkenal..?? " Tanya temannya.
__ADS_1
"Dari datanya yang aku lihat tadi sepertinya bukan keduanya.. " Ucap resepsionis itu.
"Lalu siapa dia..?? "Tanya temannya.
" Entahlah.. Karena itulah yang membuatku sangat tidak nyaman.. Aku takut menyinggung orang itu atau salah bicara.. "Ucap resepsionis itu.
"Jika orang biasa atau terkenal mungkin mudah, namun ia sepertinya bukan kedua tipe itu.. Dan lagi sepertinya Tuan Abraham juga sangat menghargai orang tersebut.. "
"Sepertinya aku juga harus lebih hati-hati saat bicara lain kali jika aku harus melayaninya juga.. "Ucap temannya itu.
" Hai Nona..!! Bisakah kalian berhenti mengobrol..?? Kapan aku akan di layani..?? "Tanya seseorang yang ternyata sudah ada di depan mereka saat keduanya asyik mengobrol..
" Oh.. Maaf Tuan.. Apakah ada yang bisa saya bantu..?? " Tanya resepsionis itu segera melayani costumer di depannya..
.
.
. __________\=Skip\=_________.
Sementara itu Bagas sudah sampai di depan ruangan Tuan Abraham..
Bagas tau karena di lantai itu atau mungkin lorong itu hanya terdapat satu ruangan saja, dan di sana ada nama ruangan di depannya..
Jadi Bagas bisa yakin jika ia tak salah jalan..
Setelah itu Bagas mengetuk pintu dan kemudian masuk ke dalam.
"Hallo Tuan Abraham..! Apakah anda mencari saya..?? " Tanya Bagas.
"Oh kau sudah sampai Bagas..
Silakan duduk dulu, mari kita bicara perlahan.. " Ucap Tuan Abraham. Ia sendirian di ruang itu tanpa ada yang lainnya..
"Apa kau mau minum sesuatu..?? " Tanya Tuan Abraham.
"Ya. Kebetulan saya sedikit haus, kalau begitu jika tak merepotkan aku ingin air tawar saja.. " Ucap Bagas.
"Apa hanya air tawar..? Apa kau tak ingin yang lain..?? " Tanya Tuan Abraham.
"Tidak perlu.. Air tawar saja cukup.. " Ucap Bagas.
"Baiklah tunggu sebentar.. " Ucap Tuan Abraham.
Lalu ia menghubungi OB di sana untuk membawakannya minum..
"Baiklah sambil menunggu minuman di antar, mari kita mulai mengobrol.. " Ucap Tuan Abraham.
"Jadi begini.. Ada dua hal yang ingin saya bicarakan kali ini.. "
"Silakan katakan.. Aku akan mendengarkan.. " Ucap Bagas.
"Emm.. Yang pertama ini masalah Dungeon yang baru-baru ini muncul di Bali.. Sudah banyak Guild yang mencobanya namun semuanya gagal dan tak ada yang selamat.. " Ucap Abraham.
"Dungeon Naga air..?? " Ucap Bagas.
"Benar.. Darimana kau tau..?? " Tanya Tuan Abraham.
"Aku hanya tau saja..
Jadi apakah anda ingin aku menyelesaikan dungeon itu..?? " Tanya Bagas.
"Itu benar.. Dungeon itu saat ini berada di tangan asosiasi Oruscial Forces untuk menyelesaikannya.. " Ucap Tuan Abraham.
"Walaupun sebenarnya sudah ada beberapa Guild besar yang juga menawar nya, namun saya masih menahannya..
Resiko dari dungeon ini berada di luar kemampuan mereka, jadi saya tak ingin membuat mereka mengantarkan nyawa mereka secara percuma.. "
"Baiklah.. Itu tak masalah, anda tau informasi Guild saya.. Jadi anda bisa meminta orang untuk menyelesaikan transaksi Dungeon itu segera.. " Ucap Bagas.
"Lalu untuk masalah ke dua..?? "
"Masalah yang kedua adalah.... " Sebelum Tuan Abraham menyelesaikan perkataannya, pintu ruangan itu di ketuk dan seseorang masuk membawakan dua minuman untuk Bagas dan Tuan Abraham..
"Terima kasih.." Ucap Bagas.
Lalu ia meminum Air tawar itu.
Tuan Abraham menunggu Bagas selesai sebelum melanjutkan..
"Ok.. Masalah yang ke dua adalah... ... "
.
__ADS_1
.
. Bersambung.