Battle Of Sky Tower

Battle Of Sky Tower
40


__ADS_3

Dalam tiga hari Hendrik membawa Adiknya ke Jakarta dan menempatkannya di rumah sakit, dan Setelah itu ia datang ke Rumah Bagas.


Saat ini Rumah Bagas dan Hana telah berubah menjadi Tiga bagian Rumah. Pertama di depan Bagas jadikan terdapat bangunan satu lantai dengan Ruang bawah tanah..


Di sana Bagas akan jadikan tempat nantinya urusan Guild di lakukan dan bagian Bawah adalah ruang latihan..


Lalu Bagian rumah selanjutnya adalah bagian tempat tinggal di belakang bagian Kantor Guild.. Itu adalah bangunan Dua lantai dimana ada tiga kamar di masing-masing lantai..


Dan yang terakhir ada di samping kantor, itu Bagas jadikan tempat pembongkaran material..


"Apa kau telah membawa adikmu di rumah sakit..?? " Tanya Bagas.


"Ya.. Aku telah menempatkannya di Rumah sakit


. ******


Atas nama adikku, aku ucapkan terimakasih.. " Ucap Hendrik sambil menundukkan kepalanya..


"Tak masalah.. Aku juga memiliki adik, jadi aku tau seberapa penting dia untuk mu.. " Ucap Bagas.


"Tentu.. Hani adalah satu-satunya keluarga yang aku miliki..


Tentunya selain kau dan calon istriku.. " Ucap Hendrik sambil tersenyum melihat ke arah Hana..


"Siapa yang ingin menjadi istrimu..!! " Teriak Hana yang terlihat siap memukul Hendrik.


"Hana tenanglah.. " Ucap Bagas.


"Hehee.. Karena ketampanan ku Walaupun kau tak mengakuinya, aku tau di dalam hati pasti kau memikirkan ku.. " Ucap Hendrik.


"Bagas.. Kita benar-benar cocok menjadi saudara kau tau..?? Ini seperti takdir.. Kita hanya memiliki satu keluarga masing-masing, dan nama adik kita juga hampir mirip.. "


"Hana dan Hani.. Benar, kau belum melihat adikku bukan..


Biar aku perlihatkan fotonya.. " Ucap Hendrik.


Lalu ia mulai mencari foto di dalam tas besar yang ia bawa.


Terlihat Hendrik membawa banyak barang dan pakaian di sana, namun kebanyakan semuanya adalah milik wanita..


Hana dan Bagas menduga itu mungkin milik Hani, adiknya Hendrik..


"Dimana itu..?? Aku rasa aku menyimpannya di sekitar sini.. " Ucap Hendrik masih sibuk mencari.


"Lupakan.. Tak masalah, kita bisa melihatnya nanti.. " Ucap Bagas.


"Tidak tunggu sebentar, aku akan menemukannya segera.. Aku yakin kau akan tertarik, dia sangat cantik, tak kalah cantik dengan Dewi ku Hana.. " Ucap Hendrik.


"Oh ini dia..


Lihat.. Ini adikku Hani.. "


Hendrik menunjukkan foto Adiknya, di sana terlihat Hendrik berfoto dengan seorang gadis seumuran dengan Hana.


Ia terlihat sepundak Hendrik yang artinya ia sekitar 150 cm tingginya.. Ia memakai pakaian sederhana dengan rambut di ikat kuncir kuda..


Ia memiliki wajah yang bulat namun cantik. Tak kalah dengan Hana..


"Ya dia terlihat manis seperti sebelumnya.." Gumam Bagas.


Dalam kehidupan sebelumnya Bagas sudah sering bertemu dengan Hani, pada awalnya itu karena Hendrik selalu saja menceritakan Hani ke Bagas waktu itu karena ia tau Bagas pernah memiliki adik yang namanya hampir sama..


Dari sana Hendrik memperkenalkan Hani, dan Bagas lambat laun juga menganggap Hani sebagai adiknya sendiri dan membantu mengobati penyakitnya..


Namun sangat di sayangkan ia akhirnya juga meninggal karena serangan Monster. Dan bahkan tubuhnya atau mayatnya tak tersisa..


Dari sana Hendrik mulai terpukul dan akhirnya ia juga meninggal karena mengorbankan dirinya untuk Bagas saat di dalam Sky Tower sebelumnya, ia saat itu terluka dan karena tak ingin menjadi beban di Sky Tower.


Hendrik memutuskan untuk bunuh diri dengan mengalahkan Monster di sana sendirian tanpa sepengetahuan Bagas. Dengan begitu Bagas dan yang lainnya bisa melewati lantai itu tanpa harus bertarung lagi.


Bagas tanpa sadar meneteskan air matanya saat mengingat semua itu..


"Hai saudara ku.. Aku tau adikku cantik dan manis.. Tapi kenapa kau sampai menangis melihat foto itu.?? " Ucap Hendrik.


"Atau jangan bilang kau juga terkesima dengan ketampanan ku..?? Tapi maaf saja, aku sudah memutuskan untuk Hana.. Aku takan tergoda oleh mu.."


"Brengsek..!! Aku ini juga masih normal sialan.." Bagas memukul kepala Hendrik karena ia menghilangkan Moodnya saat itu.


"Lupakan... Setelah ini kau cari kamarmu sendiri, terserah yang mana..

__ADS_1


Namun kamar atas tengah adalah kamarku, dan sebelah kanan milik Hana.."


"Jadi kau harus memilih yang lainnya nanti, setelah itu aku ingin kau coba latih tanding dengan Hana.. Aku ingin melihat seperti apa kemampuan mu agar aku bisa memutuskan latihan selanjutnya untuk mu.. " Ucap Bagas.


Di sana Hendrik langsung Bagas arahkan untuk berlatih. Awalnya Bagas meminta ia untuk coba latih tanding dengan Hana, Bagas melakukan itu agar ia bisa melihat seberapa jauh kemampuannya..


Dan hasilnya membuat Bagas sedikit kecewa, selain kemampuan penyembuhan dirinya itu. Hendrik benar-benar tak bisa bertarung..


Pertandingan itu bagaikan pembantaian sepihak oleh Hana, Bagas tak tau apakah karena Hendrik lemah atau karena Hana yang masih kesal..


Ia benar-benar menjadi samsak tinju bagi Hana di sana. Pada akhirnya Bagas mengeluarkan Goblin gelap miliknya agar Hendrik lawan menggantikan Hana.


Hendrik sangat terkejut melihat Bagas bisa membuat Monster dari kegelapan.. Dan dari sana Hendrik berfikir bahwa mungkin Bagas adalah tipe pemanggilan..


Ia bisa mengalahkan Goblin dengan mudah, lalu Bagas menggantikan Goblin dengan Lizardman. Kali ini terlihat Hendrik kesulitan namun ia masih bisa melawannya..


Jadi Bagas menggantinya lagi dengan Minotaur, dan kali ini terlihat Hendrik hanya bisa bertahan.. Dapat di lihat Hendrik bisa memanfaatkan barang apapun di sekitarnya untuk ia ubah menjadi sekeras batu..


Walaupun Bagas masih berfikir Hendrik belum lah cukup kuat, namun setidaknya ia mengonfirmasi Bahwa pertarungan sebelumnya itu sebenarnya karena Hana yang kesal dan sengaja memukulinya..


Bukan karena Hendrik tak bisa bertarung, jadi Bagas mulai merencanakan pelatihan untuk Hendrik.


Pada Minggu pertama Bagas menyuruhnya melakukan meditasi tanpa melakukan latihan apapun.


Lalu minggu selanjutnya Bagas mulai memberikan Hendrik latihan dengan senjata, terutama Tameng dan pedang.


Dalam pelatihan itu Bagas membiarkan Hendrik melawan Minotaur setiap saatnya sebagai teman pertarungannya.


Bagas juga memberikan Core agar Hendrik serap setiap harinya agar bisa meningkatkan kekuatannya..


Dan Setelah satu bulan selanjutnya sejak latihan Hendrik Bagas bersiap mendaftarkan Guild miliknya..


"Mari kita pergi mendaftarkan Guild dan keanggotaan kita..


Kalian akan mendaftarkan diri sebagai pengguna M.O.P nantinya.. " Ucap Bagas.


"Kakak.. Apa nama Guild yang akan kita miliki..?? " Tanya Hana.


"Aku punya saran.. Bagaimana jika Guild Hendrikson..?? Tunggu.. Tunggu.. Atau bagaimana dengan Hendrik lovers..? " Ucap Hendrik.


"Kita ingin membuat Guild bukan fans Klub milikmu..!! Apa kau meminta pemukulan lagi..?? Aku bisa memukul mu di bagian itu nanti jika kau masih berisik.. " Ucap Hana.


"Dewi ku.. Kenapa kau sangat kejam pada ku..?? Tolong jangan bawa-bawa adik kecilku ini.. Ini adalah masa depan ku.. " Ucap Hendrik.


"Siapa suruh kau sangat berisik.. " Ucap Hana.


"Tenang lah.. Aku sudah memutuskan namanya.. " Ucap Bagas.


"Namanya adalah Gagak Hitam.. "


"Gagak Hitam..?? " 2X ucap Hana dan Hendrik bersamaan.


"Kakak, aku tau nama yang di berikan orang ini sangat jelek.. Tapi, kenapa harus Gagak Hitam..?? " Tanya Hana.


"Tunggu.. Bukankah itu hanya menggambarkan tentang mu..?? " Tanya Hendrik.


"Hitam menandakan element milikmu kegelapan. Dan gagak dalam bahasa lainnya juga di sebut kata Karasu bukan..?? Jika di artikan lagi itu bisa menjadi karakter kegelapan..??"


"Oh..?? Aku baru menyadari hal itu.. " Ucap Bagas.


"Itu bagus juga.. Aku tak mengira itu bisa di artikan seperti itu juga.. "


"Tunggu..!! Apakah artinya kau memikirkan arti lainnya dari Gagak hitam..?? " Tanya Hendrik.


"Ya tentu saja.. Selain karena Gagak dianggap sebagai pembawa bencana dan kengerian di beberapa tempat, Gagak juga di kenal karena kepintarannya.. " Ucap Bagas.


"Selain itu.. Gagak hitam merupakan sesuatu yang membuatku mendapatkan kesempatan kedua.. "


"Kesempatan kedua..?? Apa maksudnya..?? " Tanya Hendrik.


"Lupakan.. Kau tak perlu tau tentang itu. Sekarang mari kita berangkat.. " Ucap Bagas.


"Setelah semua urusan Guild selesai, aku akan melihat Hani dan akan ku coba sembuhkan dia.. "


"Tunggu...!! Kau bisa menyembuhkannya..?? " Tanya Hendrik.


"Ya.. Aku bisa.. " Ucap Bagas.


"Lalu kenapa kau tak menyembuhkannya dari kemarin-kemarin..?? " Tanya Hendrik.

__ADS_1


"Itu karena aku tak ingin dia terkena efek samping apapun jika aku langsung menyembuhkannya saat itu.. " Ucap Bagas.


"Dia bukan pengguna origin bukan..?? "


"Ya.. Hani jatuh sakit sekitar sebulan sebelum semua origin di katakan menyebar.. " Ucap Hendrik.


"Emm.. Karena itu aku ingin menunggu sampai keadaannya stabil sebelum aku mencoba menyembuhkannya.. " Ucap Bagas.


"Kalau begitu cepat kita selesaikan pendaftaran dan semua urusan Guild, dengan begitu nantinya kau bisa menyembuhkan Hani secepatnya.. "Ucap Hendrik bersemangat.


Setelah itu mereka bertiga mulai pergi ke kantor pusat Oruscial Forces Berada untuk melakukan pendaftaran..


Di setiap daerah biasanya ada cabang-cabang kantor Oruscial Forces, namun pusatnya di Indonesia ada di jakarta..


Jadi Bagas tak perlu pergi jauh-jauh untuk mendaftar.. .


.


. __________\=Skip\=_________.


Sesampainya di kantor pusat Oruscial Forces pemerintah Indonesia.


Gedung kantor itu baru saja selesai di buat belum lama ini. Bangunan gedung itu mirip bintang jika di lihat dari atas, dengan berbagai sidut untuk kepentingan kantor masing-masing..


Dan bagian tengah adalah arena latihan atau uji coba untuk pengetesan kekuatan.. Biasanya di sana setiap orang yang akan mendaftar akan di tes kekuatannya di sana.


"Permisi.. " Ucap Bagas.


"Ya silahkan.. Apakah ada yang bisa saya bantu..?? " Tanya resepsionis di sana.


"Kami ingin mendaftar sebagai pengguna M.O.P.. " Ucap Bagas.


"Oh.. Baiklah, silahkan masing-masing mengisi formulir ini.. " Ucap Resepsionis itu sambil menyerahkan tiga formulir.


Bagas menerimanya kemudian membaginya bertiga. Formulir itu sederhana, selain data diri sesuai KTP yang lainnya hanya jenis M.O.P yang di miliki..


M.O.P sendiri di bagi menjadi M.O.P tipe penyihir element untuk mereka yang bisa mengendalikan element.


Ini adalah jenis untuk Bagas dan Hana.


Petarung, untuk mereka yang memiliki M.O.P tipe petarung. Seperti mereka yang menyerap Core namun hanya memiliki kemampuan kecepatan. Kekuatan fisik, ahli pedang atau senjata lainnya..


Baik senjata luar atau bisa menciptakan senjata sendiri. Bisa juga untuk tipe yang mampu berubah menjadi binatang buas atau monster.


Hendrik bisa di masukan ke dalam jenis ini. Ia hanya bisa mendapatkan kemampuan peningkatan fisik.


Lalu ada tipe pendukung, seperti penyembuhan, penambahan kekuatan teman saja atau lainnya..


Di sini walaupun Bagas dan Hana bisa saja masuk ke jenis M.O.P lainnya, namun M.O.P Paling dasarnya adalah element..


Jadi mereka masih masuk ke dalam jenis penyihir element.. Sedangkan data lainnya hanya menanyakan Rank mereka saja.


"Apa kalian sudah selesai.. " Ucap Bagas


"Ya.. " Jawab Hana


"Tunggu sebentar...


Ok aku selesai.. " Ucap Hendrik.


Lalu Bagas mengambil formulir mereka dan membaca semuanya. Bagas hampir tertawa saat melihat milik Hendrik.


Ia mengisi formulir dengan sangat aneh. Ia bahkan mengisi bagian kemampuan dengan. Ketampanan. Pandai. Dan intinya tentang ke narsissannya..


Bagas menyerahkan formulir itu ke resepsionis sebelumnya.


"Baiklah.. Silahkan masuk ke lorong kanan, lalu di pertigaan depan ambil kiri..


Di sana kalian akan menemukan ruang tunggu nantinya.. " Ucap resepsionis itu.


"Setelah itu silahkan tunggu sebentar di sana sebelum petugas lainnya mengetes kemampuan kalian.. "


"Baiklah.. Terimakasih.. " Ucap Bagas.


"Mari pergi.. "


.


.

__ADS_1


. Bersambung.


__ADS_2