
Walaupun tak percaya dengan lokasi Dungeon itu, Bagas tetap memasuki lubang di pohon itu. Walaupun sangat sempit, bagas tetap mencoba masuk ke sana dengan merangkak.
Setelah beberapa saat berusaha merangkak masuk akhirnya Bagas melihat pintu masuk Dungeon itu yang juga sangat kecil.
Namun setelah memasuki Dungeon itu akhirnya Bagas bisa meregangkan badannya lagi.
"Akhirnya bisa berdiri juga.. "Ucap Bagas.
Lalu ia melihat sekeliling, dan di sana terlihat seperti lorong di dalam gunung berapi.. Banyak retakan tanah yang jelas terlihat adanya magma di sana mengalir.
Lalu di kejauhan Bagas juga melihat banyak Slime berwarna merah yang terlihat seperti menyala-nyala itu.
"Aku tak butuh Core monster kuat untuk kali ini, jadi selama aku bisa mendapatkan kemampuan Element api aku mungkin bisa langsung meninggalkan lubang ini.. " Gumam Bagas.
"Baiklah.. Element kegelapan - Living Corpse..! Keluarlah kalian.. "
Setelah itu Bagas mulai memanggil pasukan Minotaur miliknya. Bagas memilih mereka karena mereka lebih cocok untuk tugas kali ini.
Bagas tak bermaksud mengambil Core monster mereka, Bagas di sini hanya berniat menyerap salah satu Slime api ini agar mendapatkan Element Api saja.
"Tangkap beberapa Slime dan bawa ke sini.. " Ucap Bagas.
Lalu para Minotaur Hitam itu mulai masuk ke dalam dan mencoba menangkap setiap slime api yang mereka temukan.
Setelah beberapa saat salah satu dari mereka kembali membawa Slime di tangannya. Lalu ia menyerahkan Slime itu ke Bagas.
"Mari coba.. Kegelapan tak terbatas..!!! Gluttony..!!! "Ucap Bagas.
Lalu ia mulai menyerap Slime itu, beberapa saat kemudian akhirnya ia mengetahui apa yang Bagas dapatkan.
" Sepertinya aku masih perlu mencoba yang lainnya.. "Gumam Baga"
Apa yang ia dapatkan kali ini bukan kemampuan Aktif element api, melainkan hanya kemampuan pasif saja.
Itu adalah ketahan terhadap api. Atau fire resistance.
" Lupakan.. Setidaknya ini mungkin bisa berguna di lain kesempatan.. "Ucap Bagas.
" Mari coba yang lainnya.. Kegelapan tak terbatas..!!! Gluttony..!! "
Bagas kembali menyerap slime yang ke-dua, namun apa yang ia dapatkan masih sama dengan yang pertama. Lalu ia terus mencoba setiap Slime yang ia dapatkan, tanpa Bagas sadari dia akhirnya telah sampai pada slime terakhir di sana sebelum masuk ke rruanganBos.
"Ini adalah Slime yang ke Tiga ratus enam puluh tujuh.. Jika aku masih tak mendapatkan Kempunan Aktif element api, maka aku benar-benar tak beruntung kali ini.. " Ucap Bagas
"Kegelapan tak terbatas..!!! Gluttony..!! "
Lalu ia menyerap Slime itu dan saat prosesnya selesai, lagi dan lagi Bagas hanya mendapatkan resistensi Api.
Tingkat resistensi yang Bagas dapatkan bahkan sudah mencapai Rank S karena semua Slime itu memberikan kemampuan yang sama yang pada akhirnya membuat kemampuan resistensi Api itu benar-benar meningkat pesat tanpa Bagas sadari..
Artinya bahkan serangan api dari Monster atau orang lainnya bahkan jika mereka sudah mencapai Rank S, maka Bagas tak perlu menggunakan Black Hole atau kemampuan lainnya lagi untuk menahannya.
Ia takan mengalami kerusakan apapun lagi mulai sekarang karena kemampuan Resistensi miliknya itu.
"Aku tak tau apakah aku harus tertawa atau menangis sekarang.. " Ucap Bagas.
"Haihh.. Setidaknya aku masih punya satu kesempatan terakhir kali ini..
Aku harap Slime yang ada di dalam akan memberikan kemampuan Aktif kali ini.. "
Bagas kemudian masuk ke dalam ruangan bos Dungeon dan melihat Slime dengan ukuran yang sama dengan Big Slime yang sebelumnya pernah Bagas kalahkan..
Perbedaannya adalah Slime Ini memiliki warna gelap dengan garis-garis merah di sekujur tubuhnya. Itu adalah Slime tipe Lava..
Sebelum Bagas bersiap untuk menyerang, terlihat Slime Lava itu sudah memudahkan lava panas ke arah Bagas..
__ADS_1
Bagas yang belum siap langsung terkena serangan Lava slime itu, namun.. Ternyata lava panas itu hanya seperti lumpur yang menempel pada Bagas..
"Apakah bahkan sekarang aku tak merasakan panas Lava lagi karena resistensi yang aku dapatkan... " Gumam Bagas.
"Ya sepertinya ini hal yang bagus juga.. Baiklah, karena sekarang serangannya tak memiliki efek padaku.. Maka ini akan lebih mudah... "
Setelah itu Bagas mulai berlari ke arah Slime itu, walaupun ada serangan lava dan api dari Slime. Namun itu tak memperlambat kecepatan Bagas mendekatinya.
Saat sudah dekat tiba-tiba Slime itu langsung menghindari Bagas, sepertinya ia merasakan bahaya dari Bagas jadi ia memilih menghindar..
Lalu tiba-tiba Slime itu mengeluarkan lava panas dari tubuhnya dan kemudian mengubah seluruh medan Ruangan Bos itu menjadi domain Lava seperti di dalam perut gunung berapi..
Bagas kemudian mengeluarkan Minions lava untuk menangkap Slime itu, dan saat melihat Slime tengah sibuk dengan para minons itu. Bagas langsung menggunakan langkah bayangan untuk muncul di dekatnya..
"Semoga satu ini memiliki sesuatu yang lebih baik..
Kegelapan tak terbatas..!!! Gluttony..!! " Teriak Bagas.
Lalu Slime itu mulai terhisap ke tangan Bagas sedikit demi sedikit.. Setelah beberapa saat akhirnya proses penyerapan selesai, Bagas mulai mencerna apa yang ia dapatkan kali ini.
Namun ia masih harus kecewa kali ini, pasalnya apa yang bagas dapatkan kali ini masihlah kemampuan Pasif. Bukan kemampuan aktif yang bisa di gunakan untuk menyerang..
Kemampuan yang Bagas dapatkan adalah Domain Lava. Ini akan memberikan kemampuan Bagas untuk mengubah lingkungan sekitar menjadi Lava panas.
Dan Bagas bisa menggunakan seluruh lava untuk bersembunyi dengan menyelam dan menyatu dengan Lava itu. Atau bisa juga di gunakan sebagai media teleportasi di manapun selama itu masih di lingkungan lava itu sendiri..
Ini mirip elementasi Lava namun tanpa adanya Kontrol Lava itu sendiri. Jadi kemampuan ini tak mengizinkan Bagas mengembangkan kemampuannya sendiri..
"Apakah aku benar-benar tidak beruntung..?? Dari semua monster di seluruh Dungeon ini tak ada satupun yang memberikan ku kemampuan Aktif element api.." Gumam Bagas.
Jika ini adalah M.O.P Lava maka itu jauh lebih baik, namun ini bukan.. Ini hanya memberikan kemampuan untuk mengubah lingkungan menjadi Lava dan elementasi lava saja..
"Lupakan.. Dengan kemampuan Pemanggilan golem minions, dan resistensi Panas. Maka aku bisa berpura-pura menjadi M.O.P Lava juga.. " Ucap Bagas.
"Untuk serangan, aku bisa menggunakan serangan fisik atau bantuan minions.. "
Lalu ia kembali keluar melewati lubang yang sangat sempit itu.. Setelah itu Bagas menggunakan kemampuan Element Kayu miliknya untuk menutup lubang di pohon itu dan membuat Pohon itu menjadi lebih besar.
Setelah di kira cukup, Bagas pergi ke Lokasi Dungeon Basilisk itu, sebelum masuk ke sana Bagas mengeluarkan masker Gas dan memakainya..
Pasalnya di dalam Dungeon ini terkenal banyak monster yang bisa menghasilkan Racun di udara. Terutama Target utama Bagas..
Bagas juga melapisi tubuhnya kali ini menggunakan armor kegelapan miliknya. Setelah siap, ia akhirnya masuk ke sana..
Lokasi Dungeon atau medan di dalamnya sendiri terlihat seperti sebuah gua lama, dengan banyak alga dan berbagai tanaman liar di sekitar tempat itu.
Hal ini membuat proses penaklukan semakin menyulitkan, karena monster ukuran kecil bisa saja bersembunyi di sana.
Dan lagi hampir semuanya memiliki racun yang mematikan. Benar saja Saat Bagas melangkah maju tiba-tiba seekor monster jenis ular kecil tiba-tiba melompat ke arah Bagas.
Bagas langsung menusuknya menggunakan tombak miliknya itu. Dan Bagas memperhatikan bahwa ular itu mirip dengan jenis piton..
Namun terlihat ia memiliki bisa di mulutnya yang menandakan ia menyerang menggunakan Racun bukan lilitan seperti seharusnya..
"Ini akan merepotkan jika aku terus seperti ini.. " Gumam Bagas.
"Element kegelapan - Living Corpse..!! "
Kemudian Bagas mengeluarkan semua pasukan hitam miliknya namun tidak dengan Naga langit karena ukurannya terlalu besar dan tidak cocok untuk Dungeon ini.
"Kalian yang memiliki element api maju ke depan dan bakar semuanya..
Sisanya basmi semua monster di sini dan bawakan mayat dan Core mereka juga.. " Ucap Bagas.
"Setidaknya Aku perlu menambah pasukan dengan kemampuan racun juga. Dengan begini walaupun nantinya aku tak mendapatkan kemampuan Racun dari Bos di sini aku masih memiliki pasukan racun... "Gumam Bagas.
__ADS_1
Bagas memperhatikan monster yang di hadapi pasukannya hampir semuanya adalah serangga dan reptil. Dan hanya ada satu atau dua jenis monster tipe tanaman.
Dan untuk ukuran mereka sendiri tak terlalu besar, Untuk jenis ular sendiri yang paling besar hanya memiliki panjang sekitar empat sampai lima meter..
Sedangkan jenis lainnya hanya sekitar satu Atau dua meter saja, seperti Laba-laba, kalajengking, kelabang dan lainnya..
Setelah banyak monster terkumpul, Bagas mencoba mengubah mereka menjadi pasukan gelap miliknya Karena pasukan bagas sebelumnya sudah mengambil Coret mereka..
"Element kegelapan - Living Corpse creation..!! " Ucap Bagas. Kemudian asap gelap mulai menyelimuti semua mayat monster disana.
Setelah itu Bagas melihat mereka mulai terlihat hidup kembali setelah seluruh warnanya berubah menjadi hitam. Namun apa yang membuat Bagas sedikit terkejut kali ini adalah karena mereka tidak berubah menjadi Skeleton terlebih dahulu seperti sebelumnya..
Tapi langsung seperti hidup kembali dan hanya warnanya saja yang berubah..
"Dengan begini Sepertinya aku tak perlu melakukan perubahan lainnya lagi.. "Gumam Bagas saat melihat mereka sudah menjadi pasukannya.
Namun tiba-tiba ia merasa ada yang terlupakan.. Lalu setelah berfikir sebentar, akhirnya Bagas ingat bahwa semua materialnya tak di jatuhkan dan semua bagian tubuhnya menjadi bagian dari pasukan Bagas.
"Sial.. Jika seperti ini bukankah sama saja aku akan kehilangan semua material monster..?? " Ucap Bagas.
"Sepertinya lain kali aku harus membongkar dan mengambil jarahan terlebih dahulu sebelum mengubah mereka.. "
Namun ada untungnya juga kali ini, pasalnya monster tanpa tulang juga bisa Bagas bangkitkan kali ini. Terlihat monster tanaman yang mirip tanaman pemakan serangga itu juga menjadi pasukan gelap miliknya.
Artinya jika ia mau monster yang sebelumnya tak bisa Bagas jadikan pasukan kali ini ia bisa mengubahnya juga.
"Biarlah, ini akan membantu mempermudah barang bawaan ku.. " Ucap Bagas.
"Untuk sekarang mari persiapkan untuk menghadapi Bos Dungeon ini... "
Bagas mengeluarkan Sky Dragon dan Wyvrin kali ini untuk membantunya. Karena ia tau dari kehidupan sebelumnya monster Basilisk kali ini yang akan Bagas hadapi sedikit merepotkan..
Satu-satunya yang Bagas tau tentang kelemahan Basilisk itu adalah api, ia memiliki kemampuan nafas racun yang mudah terbakar dan meledak..
Inilah alasan Bagas mencari Dungeon Slime Lava sebelumnya. Namun sayangnya ia tak mendapatkan kemampuan serangan element api.
Untungnya ia masih memiliki cadangan rencana lainnya. Dengan bantuan Sky Dragon dan Wyvrin api maka rencananya mungkin akan jauh lebih mudah..
"Bersiaplah.. Kalian langsung serang Basilisk itu nantinya.. " Ucap Bagas.
Lalu saat Bagas membuka pintu itu, Naga langit dan Wyvrin itu langsung melesat dan menembakkan Nafas naga dan semburan api ke target di tengah ruangan bos itu.
Namun saat Bagas memperhatikan target itu Bagas sedikit kesal dengan mereka berdua..
"Kalian berdua Berhenti Bodoh..!!! Perhatikan apa yang kalian serang..!! " Teriak Bagas.
Kedua makhluk Bagas akhirnya berhenti menyerang dan melihat apa yang sebenarnya mereka serang adalah kulit Basilisk nya saja.
"Sial.. Ini hanya kulitnya.. Dimana dia..!! " Ucap Bagas sambil memperhatikan sekeliling.
Bagas kemudian mengubah element miliknya menjadi Cahaya. Dan saat itulah ia baru bisa melihat Bahwa monster Basilisk itu berdiri di pojokkan ruangan itu.
"Serang arah kanan kalian sekarang..!! " Teriak Bagas.
Lalu kedua bawahan Bagas mulai menyerang ke arah kanan mereka, dan dari sana terdengar raungan dan terlihat sosok monster yang baru saja muncul.
Itu adalah monster dengan perpaduan antara Ular dan kadal..
Ia memiliki badan ular dengan delapan kaki menopang tubuhnya.. Makhluk itu memiliki warna hitam dan hijau di tubuhnya dengan tanduk menonjol di atas kepalanya.
"Untungnya ia tak memiliki sayap.. Jadi aku bisa menjalankan rencana ku.. "Ucap Bagas.
.
.
__ADS_1
. Bersambung