
"Semuanya sudah kembali seperti semula, monster di dalamnya sudah terlahir kembali.. " Ucap Hana.
"Itu Bagus.. Kalau begitu kita akan mulai menangani lagi besok.. " Ucap Bagas.
"Tak masalah.. Oh benar, aku sudah mengalahkan Dungeon Sky Dragon sebelumnya.. Jadi kita tak perlu ke sana lagi.. " Ucap Hana.
"Kaka sudah menduganya.. "Ucap Bagas
" Jadi yang mana yang masih belum kau jelajahi..?? "
"Kirin, Dark Elf, Golem batu dan Slime.. " Ucap Hana.
"Slime..?? Apakah ada masalah dengan Dungeon Slime..?? " Tanya Bagas.
"Tentu saja ada..!! " Ucap Hana.
"Apa kaka mau adik kaka yang manis ini Mengorek-ngorek sampah untuk mencari lokasinya lagi..??
Apa kaka lupa kalau kaka menutupi dengan sampah lagi sebelum pergi..?? "
"Dan setelah sekian lama sampah di sana pasti sudah menggunung sekali lagi, jadi aku tak mau mencari lokasinya di antara gunung sampah.. "
"Ehh.. Maafkan kaka.. Kaka lupa soal itu.. " Ucap Bagas.
"Lupakan, kaka akan mencarinya sendiri nanti.. Benar, bagaimana dengan Kristal Putih yang kaka tanyakan..?? "
"Oh.. Apakah ini yang kaka maksud..?? " Ucap Hana sambil mengeluarkan satu potong kristal berwarna putih susu seukuran telapak tangan..
"Benar.. Ini dia Kristal Origin.. " Ucap Bagas sambil mengamati kristal itu.
"Apakah ada banyak..?? "
"Tidak.. Aku hanya menemukan sedikit saja, dan itu juga hanya di dungeon Sky Dragon.. " Ucap Hana.
"Sementara di dungeon lainnya masih belum muncul sedikitpun waktu itu.. "
"Kaka mengerti, sepertinya semua Kristal masih belum keluar.. Itu bagus.. " Ucap Bagas
"Apakah ada masalah jika semua kristal sudah muncul..?? " Tanya Hana.
"Jika kristal sudah muncul semua, maka itu artinya kekuatan dari para monster sudah hampir kembali sepenuhnya.. " Ucap Bagas.
"Dan akan butuh waktu lebih lama sebelum para monster kembali terlahir lagi.. "
"Jadi apakah artinya Dungeon sky Dragon akan lama sampai itu kembali melahirkan para monster lagi.. " Tanya Hana.
"Itu benar.. " Ucap Bagas.
"Kalau begitu beristirahat lah.. Kaka akan pergi ke Dungeon Slime sekali lagi sekarang..
Dan besok kita akan mulai menaklukkan Dungeon lainnya lagi.. "
"Baiklah.. Apa kaka tidak akan membangkitkan para monster dulu yang telah aku tangkap...?? " Tanya Hana.
"Tidak.. Mungkin besok, karena saat ini ada perubahan pada kemampuan kaka.. Jadi kaka perlu memilih mana yang akan kita jadikan material dan mana yang akan kaka ubah menjadi pasukan kaka.. " Ucap Bagas.
"Kalau begitu kaka pergi dulu.. "
Setelah itu Bagas keluar dari rumah dan langsung menggunakan kemampuan kegelapan miliknya untuk meleset ke bantar gebang..
Setelah sampai di sana ia langsung menggunakan kemampuan Shadow Creation untuk membuat banyak tikus bayangan..
Dan tak butuh waktu lama agar salah satu tikus menemukan lokasi Dungeon diantara gunung sampah itu. Bagas menggunakan kemampuannya untuk menghilangkan sebagian sampah di depan Dungeon itu.
Setelah itu ia masuk ke dalam dan melihat banyak Slime sudah kembali terlahir lagi..
"Mari mulai bersih-bersih.. " Ucap Bagas.
Lalu ia mulai menggunakan kemampuan api dari Phoenix untuk membunuh setiap Slime yang ia temui.
__ADS_1
Setelah beberapa saat semua slime di sana berhasil Bagas bersihkan dan tersisa Slime Bos.
"Aku ingin tau jika aku menyerap Big Slime sekali lagi apakah akan ada perubahan pada tubuhku..?? " Ucap Bagas.
Lalu ia membuka pintu dan ia melihat seluruh ruangan Bos Dungeon sudah hampir tertutupi oleh kristal Origin.
"Sial.. Jika sepeti ini Sepertinya ada kemungkinan BiG Slime Sudah membangkitkan kekuatannya sekarang, aku harus Hati-hati.. " Ucap Bagas.
Ia kemudian mencari sosok Big Slime di sana yang saat ini tak terlihat. Tiba-tiba ia merasakan adanya bahaya jadi Bagas segera menghindar dari sana.
Dan terlihat ada sebuah bola kecil mengarah ke tempat awal ia berdiri, dan saat Bola itu mengenai lantai. Lantai di sana langsung terlihat menghilang membentuk cekungan setengah lingkaran..
"Serangan element Ruang..?? " Gumam Bagas.
Lalu ia melihat ke arah datangnya serangan itu yang dari Atap.
Di sana Bagas melihat sosok Big Slime menggantung di langit-langit ruangan itu, namun Big slime terlihat berwarna Hitam saat ini tak sama dengan Big Slime yang pernah Bagas lawan sebelumnya yang berwarna seperti biru langit.
"Sepertinya dia benar-benar sudah membangkitkan kekuatan kegelapan miliknya... " Gumam Bagas.
"Aku akan menguji apakah dia bisa menggunakan Black Hole untuk menyerap serangan atau tidak.. "
"Element Api - Sayap Phoenix..!! " Teriak Bagas.
Lalu Bagas kembali membuat Api yang langsung mengarah ke Big Slime.
Terlihat Big Slime mulai membuka mulutnya lebar-lebar dan kemudian ia menghisap semua api yang Bagas keluarkan.
"Emm.. Bentuk element bisa ia serap, lalu bagaimana dengan ini..
Element Kegelapan - Tombak Kegelapan..!! " Teriak Bagas.
Ia mulai menyerang dengan Tombak miliknya, terlihat Big Slime itu menghindari serangan Bagas. Melihat itu Bagas akhirnya tau kekurangan Big Slime masihlah sama dengan dirinya.
"Bagus.. Sepertinya serangan Fisik masih mempan padanya.. " Ucap Bagas.
Ia terus berpindah tempat karena Big slime itu terus menembak bola yang mirip BlackBerry Hole itu.
Ia langsung memakai baju besi malaikat jatuh miliknya yang telah ia ubah itu. Kemudian ia mulai mencoba mendekati Big Slime itu.
Namun karena Big Slime terus menemukan menembakkan Bola ruang itu membuat Bagas sedikit kesulitan. Dan saat menggunakan Abyss step untuk muncul di dekat Big Slime dan mencoba memegangnya, Big Slime itu berubah menjadi Cairan untuk menghindari Bagas.
"Ini Menyebalkan.. Mendekatinya sangat sulit sekali dan saat sudah dekat ia akan langsung berubah menjadi cairan yang membuatku tak bisa memegangnya.. " Gumam Bagas.
"Kalau begitu mungkin aku perlu mencoba menambah targetnya yang akan mengalihkan perhatiannya dariku.. "Ucap Bagas.
" Baiklah.
Element kayu - Penciptaan Golem.. Atlas..!!
Lalu tambah yang lainnya..
Element Lava - penciptaan Golem Lava Minions..!! "
Bagas memanggil Golem besar dan beberapa Golem Lava kecil berbentuk Anjing lava dan Lalat Lava..
Setelah itu mereka langsung mencoba menyerang Big slime dari berbagai Arah. Terlihat Karena ukurannya yang besar, Golem kayu menjadi target mudah big slime itu..
Banyak Lubang mulai muncul di tubuh Atlas karena serangan Bola ruang milik Big slime..
Lalu saat Para Minions mencoba menyerangnya, Big Slime itu terlihat melompat ke arah Atlas dan kemudian ia membuka mulutnya lebar-lebar dan setelah itu ia memakan Atlas itu.
"Apa ia memakannya atau menyerapnya..?? " Gumam Bagas melihat tindakan Big Slime itu.
Terlihat Big Slime ukurannya kembali seperti semula setelah memakan Atlas..
Dan kemudian tiba-tiba ia mulai membesar dan setelah itu ia berubah menjadi Golem kayu mirip Atlas namun berwarna hitam juga..
"Ia menyerapnya..?? " Bagas sedikit terkejut dengan itu.
__ADS_1
Ternyata Kemampuan yang ia kembangkan adalah kemampuan alami Big Slime itu.
"Sial.. Jika seperti ini lebih baik aku tak mengeluarkan pasukan lainnya atau itu akan ia serap juga.. " Ucap Bagas melihat Tiruan Atlas dari Big slime itu mulai menyerang para minions..
"Tidak.. Tunggu..!! Jika ia dalam mode Atlas, maka bukanlah akan mempermudahkan ku mendekati dan memegangnya..?? " Ucap Bagas senang sat menyadari hal itu.
"Shadow Step..!! "
Bagas kemudian menghilang dari tempatnya dan muncul lagi tak jauh di belakang Atlas itu, lalu ia langsung melesat naik untuk mencoba memegangnya.
Dan benar saja ia bisa memegangnya karena Big Slime ini selain mengubah tubuhnya ia juga saat ini masih sibuk menyerang para Minions..
"Kegelapan tak terbatas..!!! Gluttony..!!! " Teriak Bagas.
Lalu ia mulai menyerap Big Slime itu yang saat ini masih dalam perubahan Atlas itu.. Pusaran hisapan langsung muncul dengan cepat dan menghisap Big Slime itu.
Namun terlihat ia melepaskan bagian tubuh yang sedang terserap oleh Bagas itu. Ia langsung mengubah tubuhnya kembali menjadi Slime dan memakan salah satu Minions Lava di sana.
"Sial.. Dia berhasil menghindar.. " Gumam Bagas.
Big slime yang sekarang menjadi lalat lava itu terbang ke atas sekali lagi menghindari semua serangan Minions lainnya.
"Aku mulai ragu jika dia hanya Rank E sekarang.." Gumam Bagas.
"Element kegelapan.. Dunia tombak kegelapan..!! "
Bagas menciptakan banyak Tombak yang muncul di belakang Big Slime itu, nampak ia terkena beberapa Tombak yang membuatnya terjatuh.
"Kesempatan.. Element kayu - Akar darah...!! " Teriak Bagas membuat banyak sulur dari dalam lantai yang langsung menusuk dan menghisap Origin milik Big Slime itu.
Terlihat wujud Big Slime mulai berubah menjadi Slime lagi seperti semula, dan akar darah itu menusuk ke arah Core Slime yang membuatnya tak bisa lepas.
Bagas kembali tak menyia-nyiakan kesempatan itu, ia langsung muncul di depan Big Slime itu lalu kembali menggunakan Gluttony sekali lagi..
Dan kali ini karena Big slime itu tak bisa bergerak, ia akhirnya berhasil menyerap sepenuhnya..
"Akhirnya berhasil juga.. " Gumam Bagas melihat segel hitam di tangannya mulai menyebar, dan kemudian mulai menutupi seluruh tubuh Bagas.
Setelah beberapa saat Bagas berubah menjadi Hitam pekat walaupun ia tak memakai Armor kegelapan miliknya. Penampilannya saat ini hampir sama dengan Karasumaru namun tanpa tanduk dan lainnya.
Setelah itu penampilannya kembali seperti semula, Bagas mulai memahami apa yang ia dapatkan setelah menyerap Big Slime untuk kedua kalinya..
Setelah beberapa saat Bagas kemudian membuka matanya dan sedikit terkejut, karena selain kemampuan Element kegelapan miliknya berkembang lumayan banyak terutama ia merasakan bahwa saat ini Bagas bisa memasuki mode Elementasi Kegelapan..
Namun yang membuatnya lebih senang adalah Bagas saat ini memiliki kemampuan Big Slime yang sebelumnya di pakai oleh Bog Slime untuk meniru Monster yang ia serap.
Kemampuan ini bernama "Mimikri"..
Kemudian Bagas mulai mencobanya, ia menyadari saat ini ia bisa berubah menjadi setiap Monster yang ia serap sebelumnya..
Jadi pertama Bagas ingin mencoba menggunakan Mimikri ini untuk meniru beberapa Monster, namun sebelum itu Bagas memanggil banyak pasukannya untuk mulai menambang Kristal Origin di dalam sana..
Sementara Bagas mulai menggunakan Mimikri dan saat itu Tubuh Bagas tiba-tiba keluar Cairan Hitam seperti Slime dan kemudian ia mulai berubah menjadi Monster Basilisk..
Dan dalam perubahan ini Bagas bisa merasakan kekuatan Racun miliknya meningkat, namun sayangnya ia tak bisa menggunakan kemampuan lain selain kemampuan Basilisk.
Lalu Bagas mulai mencoba berubah menjadi bentuk Monster lainnya yang telah ia serap.. Pada akhirnya semua sama saja, perubahan itu akan meningkat kekuatan dari Monster itu namun kekuatan dari Element lainnya atau M.O.P dari Monster lain tak bisa Bagas gunakan..
"Ya sepertinya memang tak ada yang sempurna.. " Gumam Bagas.
Setelah itu Bagas terus bereksperimen di sana sambil menunggu pasukannya selesai menambang..
Setelah bereksperimen dengan Mimikri, Bagas mulai bereksperimen dengan kemampuan Elementasi kegelapan..
Namun saat ia menggunakan kemampuan itu, ia merasakan ada sedikit keanehan dengan kemapuan itu..
"Sepertinya aku terlalu banyak berharap.. Ini bukanlah Elementasi kegelapan.. "
.
__ADS_1
.
. Bersambung.