Battle Of Sky Tower

Battle Of Sky Tower
49


__ADS_3

"Saudara ku, kenapa kau tak mengubahnya menjadi salah satu pasukan mu..?? " Tanya Hendrik.


"Karena itu tak perlu untuk sekarang.. Core Dungeon masih belum muncul, jadi masih ada kesempatan lainnya.. " Ucap Bagas.


"Lagi pula kali ini penaklukan kita di awasi, jadi tak mungkin aku menyembunyikan Monster Naga itu..


Dan aku juga perlu memberikan pekerjaan untuk Orang-orang di rumah.. "


"Ok kau bosnya.. " Ucap Hendrik.


"Benar, menurutmu kapan Hani bisa menyerap Coret ini..?? "


"Mungkin satu minggu lagi..


Aku sudah bisa merasakan Origin di tubuh Hani walaupun masih sedikit.. " Ucap Bagas.


"Seminggu lagi.. Baiklah, aku akan menyimpan ini untuk sekarang.. " Ucap Hendrik.


"Mari kita kembali.. Aku benar-benar ingin mandi sekarang.. "


"Ya.. Tak masalah, lagipula semuanya sudah di ambil.. " Ucap Bagas melihat semua kristal origin di sana sudah di ambil semuanya.


Kemudian mereka berjalan keluar dari Dungeon..


Dan mereka kembali bertemu dengan dua penjaga di sana.


"Kalian benar-benar berhasil keluar hidup-hidup dari Dungeon Naga itu..? " Teriak salah satu penjaga di sana, ia kaget ketika Hendrik dan Bagas benar-benar bisa keluar hidup-hidup.


"Tentu saja.. Apa kau ingin kami mati..??!! " Teriak Hendrik.


"Tidak.. Tidak seperti itu.. " Ucap petugas itu.


"Kalian tak perlu menjaga tempat ini lagi mulai sekarang.. Jadi kalian bisa beristirahat di rumah.. " Ucap Bagas.


"Itu benar.. Akhirnya aku bisa bertemu anak ku lagi sekarang.. " Ucap salah satu penjaga itu.


"Kalau begitu kembali lah.. Ini untuk kalian berdua.. " Ucap Bagas sambil menyerahkan dua kristal origin kepada mereka berdua.


"Terima kasih..!! Terima kasih..! " Ucap keduanya bersamaan.


Setelah itu keduanya pergi dari sana dengan wajah tersenyum..


"Hei Bagas.. Cepat buka gerbang, aku sudah benar-benar ingin mandi sekarang. " Ucap Hendrik.


"Tidak.. Kita akan kembali dengan terbang.. " Ucap Bagas sambil tersenyum.


"Sial.. Apa kau benar-benar membenciku..?? Kenapa pula harus terbang..?? " Tanya Hendrik.


"Saat kita datang tak ada yang tau, namun saat kita kembali.. Mereka tau kapan kita akan kembali, dan jika kita sampai terlalu cepat maka itu akan menambah masalah yang tidak perlu untuk kita.. " Ucap Bagas.


"Akkhhh.. Kau benar-benar menyebalkan.. " Ucap Hendrik.


Bagas tak perduli dengan rengekan Hendrik, ia membuat dua Wyvrin di sana dan menaiki salah satunya.


"Apa kau tak mau ikut..?? Jika tak mau kau bisa kembali sendiri.. " Ucap Bagas.


"Kembali sendiri kepalamu.. Sial aku mana bawa uang.. Tentu saja aku akan ikut. " Ucap Hendrik.


Setelah itu mereka terbang dengan kecepatan sedang di langit untuk kembali ke rumah. Dan di sana Bagas teringat sesuatu..


"Benar.. Aku masih memiliki Dungeon yang perlu di taklukkan lagi.. " Ucap Bagas.


"Hei Hendrik.. Apa kau masih tak mau meminum Racun..?? "


"Tidak.. Siapa juga yang mau meminum racun.. " Ucap Hendrik.


"Kalau begitu aku akan kembali memberikan mu kesempatan lagi kali ini.. " Ucap Bagas.


"Ada satu dungeon yang ingin ku taklukan lagi, jadi jika kau bisa menaklukkan dungeon itu sendiri maka kau tak perlu meminum racun lagi.. "


"Benarkah..?? Tidak tunggu dulu, apakah itu dungeon Rank S lagi..?? " Tanya Hendrik.


"Bukan.. Itu bukan dungeon Rank Tinggi kali ini.. " Ucap Bagas.


"Benarkah..?? Kau tidak menipu ku lagi bukan..?? " Tanya Hendrik.


"Kapan aku menipumu..?? " Ucap Bagas.


"Baiklah.. Aku akan menaklukkan dungeon itu.. " Ucap Hendrik.


"Tapi biarkan aku mandi dan makan dulu.. Aku benar-benar kelaparan sekarang.. "


"Tak masalah.. " Ucap Bagas.


"Kau membutuhkan banyak makanan kali ini.. "


"Karena mungkin setelah itu kau akan memuntahkan semua isi perutmu lagi nantinya.. " Gumam Bagas sambil tersenyum..


"Hei. Apa apaan dengan senyuman itu..?? Aku bisa mencium bau konspirasi dari wajahmu.. " Ucap Hendrik.


"Konspirasi apaan..?? Bahasa mu terlalu tinggi, memang kau tau apa itu konspirasi..?? " Tanya Bagas.


"Ehh.. Aku membaca itu di komik detektif, aku pikir itu kata untuk berbohong bukan..? " Ucap Hendrik.

__ADS_1


"Jangan menggunakan kata-kata yang terlalu tinggi Jika kau tak tau artinya.. " Ucap Bagas.


"Kau sudah bodoh dan jangan sampai kau terlihat lebih bodoh nantinya... "


"Siapa yang bodoh..? Aku tidak bodoh, hanya tak tau beberapa hal saja.. " Ucap Hendrik.


"Hei Bagas.. Bisakah kau membuat gerbang saja sekarang..?? Aku benar-benar bau dan lapar sekarang.. "


"Tidak.. " Jawab Bagas.


"Ayolah.. Apa kau benar-benar tega padaku..?? " Ucap Hendrik.


"Kenapa tidak..?? " Ucap Bagas sambil tersenyum..


Sepanjang penerbang mereka, Hendrik terus saja merengek dan mendesak Bagas untuk sampai lebih cepat. Namun Bagas tek mengabulkannya.


Sesampainya di rumah Hendrik langsung mandi dan makan banyak makanan. Ia seperti seseorang yang sudah lama tak makan.


"Kakak pelan-pelan.. Masih banyak makanan di sini.. " Ucap Hani.


"Tidak.. Aku harus mengisi perutku sampai penuh sekarang..


Aku tak tau kapan Bagas akan menyiksaku lagi nanti.. " Ucap Hendrik.


"Siapa yang menyiksa mu.. Jelas-jelas aku melatih mu.. " Ucap Bagas.


"Jangan Terlalu banyak makan, yang ada nantinya kau takan bisa bergerak.. "


"Tidak.. Perutku harus penuh kali ini.. " Ucap Hendrik.


"Ugghhu.. Ugghhu.."


Hendrik terbatuk-batuk karena makan terlalu cepat, ia langsung meminum air dari tempat nya.


"Haihh aku telah memperingatkan mu ok. " Ucap Bagas.


"Hani.. Biarkan saja idiot itu makan, lebih baik kau makan sendiri saja.. "


"Tapi.. " Ucap Hani.


"Biarkan saja.. Mari kita makan saja.. " Ucap Hana.


Setelah itu mereka melanjutkan makan mereka sementara Hendrik terus saja menambah makanannya yang membuat Hani terus saja memarahinya.


Setelah beberapa saat kemudian semua makanan di atas meja akhirnya habis oleh mereka..


"Akhirnya aku kenyang juga.. " Ucap Hendrik.


Namun saat ia menengok, ia melihat Hendrik sudah tertidur di sana.


"Sialan, cepat sekali ia tertidur.. " Ucap Bagas.


"Hani.. Jika Hendrik terbangun nantinya, katakan padanya agar besok ia bangun pagi sebelum matahari terbit..


Atau jika tidak, aku akan kembali melemparkannya ke kolam belakang lagi.. "


"Emm.. Aku akan membangunkannya sekarang.. " Ucap Hani.


"Tidak usah.. Biarkan saja dia tertidur untuk sekarang.. Ia perlu mengisi kembali origin miliknya.. " Ucap Bagas.


"Tadinya aku ingin memberikan beberapa core tambahan agar ia bisa menyerapnya, tapi sepertinya tak perlu lagi sekarang..


Lebih baik kau kembali berlatih saja.. "


"Baiklah.. Jika ada apa-apa panggil saja aku kakak.. " Ucap Hani ke Bagas.


"Tak masalah.. " Ucap Bagas.


"Hana.. Bagaimana telur itu..? "


"Itu masih bum menetas.. Aku penasaran apakah Drake benar-benar membutuhkan begitu banyak origin untuk menetas.. " Tanya Hana.


"Ya.. Itu artinya bayi Drake itu nantinya akan menjadi bayi yang kuat.. " Ucap Bagas.


"Dan mungkin juga itu bisa menjadi Varian Drake.. "


"Jika kau capek berikan ke kakak saja, biar kaka yang membantu menetaskan nya nanti.. " Ucap Bagas


"Tidak.. Aku akan melakukan itu sendiri. " Ucap Hana.


"Kalau begitu aku akan kembali juga.. "


Setelah itu Hana kembali ke ruang latihan sekali lagi meninggal Bagas di sana bersama Hendrik yang masih tertidur..


"Nikmati hari damai ini untuk sekarang.. Besok kau akan mengalami neraka.. " Gumam Bagas, setelah itu ia juga kembali ke kamarnya lagi untuk menyerap lebih banyak core.


.


.


. __________\=Skip\=_________.


Keesokan harinya Hendrik kembali terbangun dengan cara yang sama seperti kemarin. Namun kali ini ia tak protes dan langsung berlari mandi dan ganti baju..

__ADS_1


Setelah itu Bagas membawa Hendrik ke tempat lain yang tak kalah gelapnya dengan di luar ruangan saat itu.


"Kita ada di mana sekarang..??" Tanya Hendrik saat melihat sekeliling Lokasi di sana terlihat seperti sebuah gua lama, dengan banyak alga dan berbagai tanaman liar di sekitar tempat itu.


"Dungeon.. Kita ada di dalam dungeon sekarang.. " Ucap Bagas.


"Ha..?? Benar, aku lupa bertanya.. Ini sebenarnya dungeon apa..?? " Tanya Hendrik.


"Basilisk.. Monster Element Racun, monster dengan penampilan perpaduan dari Ular dan kadal..


Ia memiliki badan ular dengan delapan kaki menopang tubuhnya.. Makhluk itu memiliki warna hitam dan hijau di tubuhnya dengan tanduk menonjol di atas kepalanya. " Ucap Bagas.


"Tunggu.. Soal, bukankah ini sama saja..?? " Ucap Hendrik


"Sama bagaimana..? " Tanya Bagas yang tak paham.


"Ya.. Maksudku sama saja.. Sama saja antara dua pilihan mu itu. Manapun yang aku pilih aku akan tetap mengalami racun bukan..?? " Ucap Hendrik.


"Tidak juga.. Di sini kau hanya perlukan menaklukkan dungeon, dan kau bisa menghindari Racunnya..


Sementara jika memilih pilihan pertama artinya kau harus meminumnya tanpa membuang atau menghindari racun ku.. " Ucap Bagas.


"Akkhh.. Kau benar-benar melakukan konspirasi ini namanya.. " Ucap Hendrik.


"Aku merasa di tipu sekarang.. "


"Aku tidak menipumu ok..


Aku mengatakan yang sebenarnya, kau benar-benar hanya tinggal mengalahkan monster di sini dan ini bukan Monster Rank tunggi.. " Ucap Bagas.


"Tetap saja aku melawan biangnya Racun di sini.. " Ucap Hendrik.


"Oh apakah kau lebih memilih meminum racun ku saja..?? " Ucap Bagas.


"Tidak.. Aku akan menunjukkan kalau aku bisa mengalahkan semua monster di sini.. " Ucap Hendrik.


"Selain bos monster di mana yang lainnya..? "


"Yang lainnya bersembunyi, mereka adalah monster kecil-kecil.. Jadi hati-hati.. " Ucap Bagas.


"Oh benar, Monster Basilisk memiliki kemampuan untuk berkamuflase.. Jadi kau perlu mencarinya nanti.. "


"Apa kau tak membantuku lagi..? " Tanya Hendrik.


"Tidak.. Aku akan membereskan dungeon lainnya di sekitar sini.. "Ucap Bagas.


" Apa..? Apa masih ada yang lainnya..?? Kalau begitu aku ingin bertukar..!! " Teriak Hendrik.


"Apa kau yakin..?? " Tanya Bagas sambil tersenyum.


"Ehh..? Itu.. " Hendrik ragu-ragu saat melihat senyuman Bagas.


Pasalnya ia takut di tipu lagi kali ini.


"Sial.. Senyuman mu benar-benar mencurigakan.. "


"Jadi bagaimana..? Apa kau memilih di sini atau di dungeon satunya lagi..? " Ucap Bagas.


"Aku tau pasti dungeon satunya adalah jebakan bukan..? Kau pasti berharap aku memilihnya bukan..?? " Ucap Hendrik.


"Sayang sekali, tuan Muda Hendrik takan tertipu kali ini.. Aku akan tetap memilih dungeon ini.. "


"Baiklah.. Jangan mengatakan aku curang nantinya ok..? Kau yang memilih sendiri.. " Ucap Bagas.


"Kalau begitu kau bisa mulai memburu monster di sekitar area sini dahulu..


Ingat.. Semua binatang di sini beracun tanpa terkecuali.. "


"Aku mengerti.. " Jawab Hendrik.


"Kalau begitu aku akan menuju dungeon lainnya dulu.. Semoga harimu menyenangkan di sini.. " Ucap Bagas. Lalu ia membuat gerbang lainnya dan menuju lokasi dungeon Slime Lava tak jauh dari lokasi dungeon Basilisk itu.


"Hehh.. Silahkan saja, aku takan tertipu olehmu. " Ucap Hendrik.


"Baiklah.. Saatnya..


Akkhhh...!! " Tiba-tiba Hendrik berteriak kesakitan dan saat melihat ke belakang, ia melihat seekor serangga mengigit pantatnya..


Setelah itu Hendrik mulai berburu berbagai serangga dan reptil lain di sana, untungnya berkat Racun Bagas sebelumnya membuat Hendrik sedikit kebal dan ia tak teracuni sampai mati.


Namun ia masih memuntahkan semua isi perutnya di sana.


"Sial.. Pantatku mulai mati rasa.." Ucap Hendrik.


"Aku juga mengeluarkan semua yang ku makan sebelumnya, dasar Monster sialan..


Akan ku bunuh kalian sialan..!! "


.


.


. Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2