Battle Of Sky Tower

Battle Of Sky Tower
63


__ADS_3

Bagas muncul tak jauh dari lokasi kantor Asosiasi Oruscial Forces, dari sana Bagas berjalan kaki ke arah gedung dan sekali lagi melihat banyak orang berkumpul di depan sana..


"Apakah ini kantor Asosiasi atau kantor berita sebenarnya..?? Kenapa selalu saja banyak wartawan di sini..? " Gumam Bagas.


"Benar, aku bisa mencoba menggunakan itu untuk melewati mereka.. "


Tiba-tiba tubuh Bagas langsung berubah transparan dan pandangan miliknya tentang semuanya berubah menjadi hitam putih..


Semuanya berjalan normal dan hanya warnanya saja yang berubah, namun tak ada satupun yang saat ini bisa melihat atau merasakan kehadiran Bagas.


Ia bisa melewati mereka seolah-olah tembus seperti hantu. Ini adalah elementasi Kegelapan miliknya yang telah sempurna setelah menyerap Bola kristal milik No Life King sebelumnya.


Saat ini Bagas bisa bebas menggunakan teknik ini kapanpun sama halnya dengan elementasi cahaya.


Bagas menyebut dunia ini sebagai dunia yinyang..


Di dunia ini Bagas bisa bebas kemanapun ia mau tanpa khawatir tentang penghalang tembok tanah atau apapun, bahkan Dungeon..


Setelah itu Bagas mulai berjalan melewati orang-orang di sana dan saat itu tiba-tiba ia melihat seseorang yang ia kenal keluar dari gedung itu..


Itu adalah seseorang yang takan pernah Bagas lupakan, seseorang yang saat ini menjadi targetnya..


"Leonardo..?" Gumam Bagas.


Sepertinya ia menjadi perwakilan guild miliknya dan datang ke Asosiasi untuk mengurus suatu masalah..


"Tenang.. Ini bukan saatnya.. Aku akan membiarkanmu menghirup udara untuk beberapa waktu lagi.. " Ucap Bagas.


"Jika saatnya tiba, aku akan membuatmu memohon untuk kematian mu.. "


Setelah melihat ia pergi, Bagas melanjutkan berjalan melewati semuanya dan masuk ke gedung. Dan kemudian ia kembali muncul setelah ia sampai di lorong yang sepi..


Bagas langsung berjalan ke arah kantor ketua Asosiasi..


Setelah mengetuk pintu Bagas masuk ke dalam, dan di sana sudah ada ketua atau Tuan Abraham dan tuan Aldo. Lalu ada satu orang lainnya lagi di sana saat itu..


Itu adalah sosok wanita yang cantik dengan rambut pirang dan mata biru. Ia mengenakan pakaian formal, namun terlihat sangat cantik..


"Alice..?! " Gumam Bagas.


"Oh.. Kau akhirnya kembali dan sepertinya aku tak perlu mengenalkan ia kepadamu bukan..? " Ucap tuan Abraham.


"Ya.. Alice Von Arkhan. Salah satu Demi God dari Inggris, sang Swords saintess.. " Ucap Bagas.


Ya yang saat ini berada di sana adalah salah satu pengguna M.O.P yang cukup terkenal, selain karena kecantikannya Alice juga terkenal karena kekuatannya..


Ia adalah pengguna pedang yang di juluki Swords saintess. Pengguna pedang cahaya yang cukup kuat dan di segani..


Pertempuran yang ia lalui seperti sebuah tarian yang cantik, ia memiliki kemampuan fisik yang sangat kuat dan kecepatan yang cukup menakutkan..


Pertahanan kuat berasal dari serangan yang kuat, itu adalah moto miliknya dalam pertempuran..


Alice selalu menyerang tanpa mau bertahan dan menganggap pertahanan terbaik adalah dengan menyerang..


Ia juga memiliki kemampuan penyembuhan yang cukup hebat sehingga ia bisa bertarung jauh lebih lama dari yang lainnya, dan inilah yang membuatnya mengabaikan pertahanan diri..


Hal ini membuat Alice menjadi sangat terkenal, ia adalah anggota Guild Holy Swords. Yang merupakan Guild yang ia bentuk sendiri..


Dan nama itu bukan hanya berasal dari kemampuan miliknya, namun juga dari pedang yang termasuk Artefak kuat yang ia dapatkan..


Itu adalah pedang Durandal.. Pedang dengan element Cahaya di dalamnya..


Ia dan guild miliknya telah menaklukkan banyak dungeon di Inggris, dan semuanya di lakukan tanpa ada satupun korban di kelompok miliknya..


"Ya kau benar, jadi sepertinya aku tak perlu memperkenalkan lagi.. " Ucap Abraham.


"Dan Alice.. Ini adalah Tuan Bagaskara.. Anda bisa memanggilnya Bagas.. "


Alice melihat ke arah Bagas dan matanya yang awalnya biru berubah menjadi emas, dan sesaat kemudian tiba-tiba ia seperti ketakutan dan berkeringat dingin di sekujur tubuhnya..


"Ha.. Ha.. Ha... " Alice menutupi matanya dan mulai mengatur nafasnya yang kacau.


"Apakah anda baik-baik saja..? " Tanya Aldo.

__ADS_1


"Aku baik-baik saja.. " Jawab Alice sambil mengatur nafasnya agar tenang.


"Siapa orang ini..? Tingkat bahaya yang aku rasakan jauh melebihi monster rank S yang selama ini aku lawan.. "Gumam Alice sambil melihat Bagas.


"Jadi dia yang Anda rekomendasikan..?? " Tanya Alice.


"Benar.. " Ucap Abraham


"Tunggu.. Rekomendasi..? Apakah aku melewatkan sesuatu..?? " Tanya Bagas.


"Akan aku jelaskan.. " Ucap Abraham..


"Nona Alice datang ke sini secara langsung sebagai perwakilan Asosiasi Oruscial Forces pihak Inggris.. "


"Ia datang untuk meminta bantuan guna menangani sebuah masalah serius di sana.. " Ucap Abraham.


"Tak hanya di Indonesia, perwakilan lainnya dari Inggris juga meminta bantuan dari negara lain.. Dan secara kebetulan Nona Alice yang di tunjuk untuk perwakilan Inggris ke Indonesia.. "


"Kenapa perwakilan bukan dari Asosiasi langsung namun dari Guild..?? " Tanya Bagas.


"Itu karena Nona Alice sepesial, Ia di tunjuk karena kemampuan miliknya.. "Ucap Abraham.


"Eye of Horus.. "Ucap Bagas.


" Ya benar sekali.. "Ucap Tuan Abraham.


" Jadi seharusnya kau juga sudah tau bukan kemampuan mata itu..?? "


"Ya.. " Ucap Bagas.


Mata horus atau mata Ra adalah kemampuan untuk melihat kebenaran, selain itu kemampuan mata itu juga beragam tergantung cara penggunanya..


Dalam pertempuran misalnya, jika menggunakan kemampuan itu maka ia akan bisa memprediksi gerakan lawan.


Lalu itu juga bisa melihat tingkat bahaya dari target yang ia lihat.. Karena itulah ia sebelumnya sedikit ketakutan saat menggunakan kekuatan mata miliknya untuk melihat Bagas.


Apa yang ia lihat bagaikan kekuatan puluhan monster Rank S yang berada di satu tubuh.. Itu membuat penolakan dari kemampuan matanya yang akhirnya membuat Alice terkenal efek sampingnya..


"Kalau begitu jika aku boleh tau, Bahaya apa yang sedang kalian hadapi..? " Tanya Bagas ke Alice.


"Itu muncul di atas langit Inggris setelah kejadian langit darah.. Dan dari pengukuran dan penglihatan ku, itu melebihi Rank S Dungeon untuk tingkat bahayanya.. "


"Karena itu Pihak Asosiasi Oruscial Forces di Inggris membuat keputusan untuk meminta bantuan dari berbagai Pengguna Origin dari seluruh dunia untuk membantu.. " Ucap Alice..


"Tunggu..! Apakah maksudnya gerbang Dungeon telah muncul di langit Inggris..?? "Tanya Bagas.


" Benar.. "Ucap Alice.


" Apakah anda tau sesuatu tentang itu..?? "


"Ya.. Aku tau, aku tau dengan jelas apa itu.. " Ucap Bagas.


"Kalau begitu, bisakah anda memberitahu ku apa isi Dungeon itu..? " Tanya Alice.


"Apa anda tidak menanyakan darimana aku tau..? " Tanya Bagas.


"Tidak perlu.. Itu bukan sesuatu yang perlu aku ketahui, karena aku yakin anda punya rahasia sendiri jadi saya akan menghargainya.. " Ucap Alice.


"Dan yang paling penting sekarang bukan asal pengetahuan anda, namun isi dari Dungeon itu agar kami bisa bersiap.. "


"Anda masih sama baiknya.. " Ucap Bagas.


"Aku akan menjamin jika anda sebenarnya tidak akan membutuhkan bantuan apapun dari siapapun untuk Dungeon itu.. "


"Kenapa..?? Apakah Dungeon itu tidak berbahaya..?? " Tanya Alice


"Tidak berbahaya..?? Anda telah melihat sendiri tingkat bahaya dari Dungeon itu bukan..?? Jadi anda tau jawabannya.. " Ucap Bagas.


"Namun itu hanya jika kita mengasumsikan secara tidak langsung.. Maka Dungeon itu berbahaya.. "


"Namun secara langsung untuk sekarang itu benar-benar tidak berbahaya.. " Ucap Bagas.


"Apa sebenarnya maksud anda..?? " Tanya Alice.

__ADS_1


"Aku tak bisa mengatakan hal ini sekarang, yang jelas Dungeon itu takan pernah bisa di masuki siapapun bagaimana pun caranya.. " Ucap Bagas.


"Dan Dungeon itu juga takan mengeluarkan monster apapun.. "


"Takan bisa di masuki dan tak ada monster..? Lalu dari mana tingkat bahaya itu muncul..? " Tanya Alice.


"Itu karena secara teknis isinya jauh lebih berbahaya dari monster manapun.. " Jawab Bagas.


"Jawaban Anda benar-benar membuat ku pusing.. " Ucap Alice.


"Ya.. Bisakah kau jelaskan lebih mudah.? " Tanya tuan Abraham.


"Haih.. Intinya Dungeon itu bukan Ancam secara tidak langsung untuk kita semua, dan itu bukan Satu-satunya Dungeon yang muncul.. " Ucap Bagas.


"Masih ada delapan Dungeon serupa yang akan kembali muncul di langit secara acak.. "


"Delapan lagi..? " Ucap mereka bertiga.


"Ya.. Secara totalnya ada sembilan yang akan muncul dan semuanya akan muncul secara acak di berbagai tempat.. " Ucap Bagas.


"Jadi lebih baik kau kembali dan katakan tak usah memikirkan Dungeon yang ada di langit.. "


"Bagaimana anda bisa menjamin Dungeon itu aman..? " Tanya Alice.


"Maaf.. Namun tak ada jaminan dari ku yang aku kira akan meyakinkan mu dan juga pihak mu, namun bukan kah kau bisa menggunakan mata mu untuk melihat kebenaran perkataan ku..? " Tanya Bagas.


"Itu..? " Ucap Alice.


Memang benar, dengan kemampuan miliknya Alice bisa menjamin jika Bagas berkata jujur.. Namun tetap saja ia belum bisa mempercayai secara pasti jika Dungeon itu takan membahayakan siapapun..


"Kalau kau tak percaya coba saja masuk ke sana.. Jika ada yang bisa masuk maka artinya aku berbohong, simple bukan..? " Ucap Bagas.


Bagas sangat yakin akan apa yang ia katakan karena Dungeon itu sebenarnya adalah gerbang untuk munculnya SKY TOWER..


Walaupun waktunya lebih cepat dari apa yang ia ketahui, namun Bagas bisa yakin jika itu bukan Dungeon melainkan gerbang Tower..


Dalam kehidupan Bagas sebelumnya juga sama, Dungeon muncul di beberapa tempat dan bertahan lama tanpa ada yang bisa memasukinya..


Dan setelah itu tiba-tiba muncul Tower dari Dungeon itu secara bersamaan di berbagai tempat..


Itulah Sky Tower yang akan menjadi arena dari para player di seluruh dunia untuk memperebutkan posisi Dewa di puncak menara..


Jika berhasil maka akan ada sembilan dewa yang akan muncul, begitulah apa yang tertulis di depan Tower..


Namun tak ada yang tau apa yang akan terjadi selanjutnya setelah sembilan dewa terpilih, termasuk Bagas yang akhirnya terbunuh di puncak menara sebelum ia sempat memasuki ruang tahta atau ruang terakhir di menara langit.


"Itu masuk akal, aku akan menghubungi pihak Asosiasi Inggris.. " Ucap Alice. Lalu ia keluar ruangan untuk mencoba memberitahu apa yang ia ketahui di sini.


"Jadi.. Apakah ini alasan anda mencari saya..?? " Tanya Bagas.


"Salah satunya.. Walaupun ini sebenarnya mendadak.. " Ucap tuan Abraham.


"Urusan lainnya adalah untuk menanyakan apakah anda mengetahui sesuatu yang sedang terjadi di Dungeon..? "


"Sesuatu yang sedang terjadi di Dungeon..? Maksudnya..? " Tanya Bagas.


"Ya.. Setelah munculnya langit darah, para monster tiba-tiba menghilang.. Dan kau pernah menanyakan akan hal ini sebelumnya.. " Ucap Tuan Abraham.


"Jadi apakah anda mengetahui sesuatu..? "


"Tidak.. Sejujurnya saat semua itu terjadi saya sebenarnya masih ada di dalam Dungeon dan sepertinya tak ada hal aneh terjadi di sana.. " Ucap Bagas.


"Namun.. Semua monster menghilang ini benar-benar membuatku penasaran.. "


Dalam kehidupan Bagas sebelumnya tak pernah ada kejadian seperti ini, hanya ada langit darah yang muncul dan tidak ada kejadian semua monster menghilang..


"Jadi apa yang sebenarnya sedang terjadi di dunia ini.. " Gumam Bagas.


"Langit darah dan Gerbang Tower yang muncul lebih cepat dari seharusnya, itu membuatku sedikit ragu apakah masa depan masih akan berjalan sama..? Atau akan ada efek kupu-kupu..? "


"Sial.. Semakin banyak hal yang perlu aku khawatirkan sekarang.. "


.

__ADS_1


.


. Bersambung


__ADS_2