Battle Of Sky Tower

Battle Of Sky Tower
47


__ADS_3

"Ok.. Masalah yang ke dua adalah tentang ujian Dari Legion ... " Ucap Tuan Abraham.


"Apakah ada masalah dengan ujian itu..?? " Tanya Bagas.


"Sebenarnya bukan ujiannya yang bermasalah, melainkan pesertanya.. " Ucap Tuan Abraham.


"Pesertanya..?? " Tanya Bagas. Ia tak paham apa maksud tuan Abraham..


"Benar.. Kami mendapatkan kabar jika kelompok yang mengatasnamakan diri mereka sebagai tengkorak merah, suatu organisasi ******* yang terbentuk dari Orang-orang pengguna Origin ikut memasukan beberapa orang ke dalam ujian itu.. "Ucap Tuan Abraham.


" Tengkorak merah..?? "Ucap Bagas kaget mendengar itu..


Dalam kehidupan sebelumnya orang yang memiliki kemampuan M.O.P kegelapan untuk membangkitkan orang lain adalah salah satu orang dari organisasi itu.


Dan pengguna kemampuan Racun juga berasal dari sana.. Jadi sebenarnya Bagas tak terlalu asing mengenai mereka..


Dan Bagas mengetahui hal itu dari buku yang ia dapatkan dari pengguna M.O.P kegelapan, selain buku kemampuan ia juga menemukan catatan lain dan juga riwayat percakapan di HP miliknya..


Jadi ia bisa tau jika mereka sebenarnya berasal dari organisasi yang sama, namun Bagas tak menduga jika organisasi itu bahkan bisa memasukkan orang ke dalam organisasi Dark Legion..


Dan karena saat itu Bagas tak mengetahui jika organisasi itu adalah organisasi kriminal dan tak terlalu berselisih dengannya, maka ia tak memperdulikan mereka..


Jika demikian maka ada kemungkinan Dark Legion tak sepenuhnya aman sekarang..


Bagas mulai merencanakan agar ia tak terlalu dekat dengan orang lain di sana nantinya..


"Apakah kau bahkan tau mereka..?? " Tanya Tuan Abraham.


"Tidak.. Hanya saja nama itu mengingatkan ku pada sesuatu.. " Ucap Bagas.


"Jadi bagaimana cara mereka memasukkan orang kedalam tes itu..?? Dan apakah ini pertama kalinya itu terjadi..?? "


"Mereka memasukan orang dengan menangkap peserta dari beberapa negara lain yang akan ikut dan setelah membunuh mereka, akhirnya orang dari organisasi itu akan menyamar.. " Ucap Tuan Abraham.


"Cara penyamaran mereka terbilang sadis, karena mereka akan mengupas kulit wajah target dan kulit sidik jari target nya.. "


"Mereka memiliki seseorang yang memiliki kemampuan untuk melakukan hal seperti itu di dalam organisasi mereka.. Namun sepertinya ini pertama kalinya mereka merencanakan hal ini.."


"Lantas bagaimana anda bisa tau..?? " Tanya Bagas.


"Dan jika sudah jelas bukankah kalian tinggal menangkap mereka saja..?? "


"Tidak semudah itu..


Kami mendapat itu dari salah satu anggota organisasi Tengkorak merah yang tertangkap.. " Ucap Tuan Abraham.


"Namun sayangnya dia tak memiliki informasi siapa yang akan menyamar dan peserta mana yang palsu.. "


"Lalu apa tujuan mereka melakukan itu..?? " Tanya Bagas.


"Apakah hanya agar bisa memasuki Dark Legion saja atau ada rencana lainnya..?? "


"Sepertinya mereka berencana membunuh semua peserta di sana selain orang mereka sendiri.. " Ucap Tuan Abraham.


"Jadi bukankah itu mudah..?? Kalian hanya perlu menangkap mereka saja bukan setelah pertandingan selesai..?? " Ucap Bagas.


"Itu tidak mungkin..


Jika melakukan hal itu kemungkinan negara tempat mereka berasal bisa memprotes hal tersebut.. " Ucap Tuan Abraham.


"Selain itu.. Teknik penyamaran mereka lebih seperti penggantian wajah secara permanen dan tak ada cara untuk kembali..


Jadi tak ada cara membuktikan hal itu.. "


"Selain itu Organisasi Dark Legion adalah organisasi yang sudah terbentuk jauh-jauh waktu sebelum Origin muncul...


Jadi jika kita mengangkat hal ini ada kemungkinan seluruh organisasi akan di ragukan.. "


"Lalu bukankah itu Artinya organisasi Dark Legion memang tidak seratus persen aman..?? " Tanya Bagas


"Tidak juga.. " Ucap Tuan Abraham.


"Walaupun saya tidak bisa menjaminnya, namun sejauh ini organisasi Dark Legion yang sebelumnya di kenal dengan organisasi bayangan dari pemerintah seluruh dunia. Tak pernah melenceng dari tugas utama mereka


. "


"Selain itu organisasi Tengkorak merah adalah organisasi yang baru muncul kurang dari dua tahun ini, jadi kemungkinan mereka menyelinap masuk masih sulit di pastikan.. "


"Kalau begitu.. Apa yang ingin aku lakukan selanjutnya..?? " Tanya Bagas.


"Bunuh mereka semua tanpa terkecuali.. " Ucap Tuan Abraham dengan serius.


Bagas sedikit terkejut dengan keputusan Tuan Abraham, pasalnya ia sebelum ini menduga kalau Tuan Abraham akan menyuruhnya melakukan sesuatu yang merepotkan..

__ADS_1


Namun ternyata Tuan Abraham jauh lebih menentukan dari yang ia pikirkan..


"Hahahah.. Saya menyukai jalan pikiran anda.. Langsung ke intinya tanpa perlu repot-repot.. " Ucap Bagas.


"Namun bisakah anda mengatakan kenapa..?? "


"Walaupun keputusan ini mungkin menimbulkan masalah, namun aku rasa ini adalah yang terbaik. Karena jika mereka berhasil masuk, maka tak ada yang bisa menjamin keselamatan siapapun lagi.. " Ucap Tuan Abraham.


"Daripada menyimpan Bom Waktu dengan tak mengetahui siapa orang organisasi tengkorak merah di sekitar kita..


Maka lebih baik memusnahkan mereka semuanya saja.. "


"Toh dengan demikian kita tak perlu lagi khawatir ada penyusup dan kita juga takan melanggar peraturan.. "


"Baiklah.. Itu tak masalah.. " Ucap Bagas.


"Itu akan lebih mudah di lakukan daripada harus mencari satu persatu..


Lalu bagaimana dengan urusan setelah itu..?? "


"Kau tenang saja.. Aku akan bertanggung jawab sepenuhnya terhadap operasi ini.. " Ucap Tuan Abraham.


"Ya.. Kalau begitu tak keberatan.. " Ucap Bagas.


"Lalu.. Apakah ada yang lain..?? "


"Oh benar, Untuk informasi data diri milikmu.. Aku telah menghapus semuanya terkecuali Nama yang akan kau gunakan.. " Ucap Tuan Abraham.


"Hal itu untuk menjamin keselamatan semua orang di sekeliling mu nantinya..


Jadi tanda keanggotaan yang akan kau dapatkan nantinya adalah satu-satunya bukti untuk mu, jadi kau harus menjaganya.. "


"Emm.. Aku paham, Terima kasih.. " Ucap Bagas..


Setelah itu mereka berdua kembali melanjutkan pembicaraan mereka dan mengobrol banyak hal lainnya.. Baik yang berkaitan dengan ujian ataupun hanya obrolan sederhana..


Dan pada siang harinya akhirnya Bagas memutuskan untuk kembali, jadi ia menyelesaikannya percakapan mereka dan berpamitan dengan Tuan Abraham.


Setelah itu Bagas langsung kembali kerumahnya dan kemudian ia memanggil yang lainnya..


"Ada beberapa informasi yang ingin aku beritahukan kepada kalian.. " Ucap Bagas.


"Pertama Guild kita sudah secara resmi berdiri sekarang..


"Kedua, kami mendapatkan misi pertama.. " Ucap Bagas lalu ia meletakkan dokumen di atas meja, masing-masing mengambil satu salinan dokumen itu dan membacanya..


"Bali..?? Apakah kita akan ke Bali..?? " Tanya Hendrik.


"Benar.. " Jawab Bagas.


"Itu bagus.. Kapan kita akan berangkat..?? " Tanya Hendrik.


"Hei kakak..!! Kita bukan akan berlibur kau ingat..?? " Ucap Hani.


"Ya kakak tau.. Tapi..


Hehehehe.. Di sana kakak masih bisa cuci mata bukan.."ucap Hendrik.


" Itu tak masalah.. Selama tugas selesai, kalian bisa melakukan apapun setelah itu.. "Ucap Bagas.


" Namun Hani.. Kau masih belum menyerap Core dan saat ini pelatihan milikmu masih belum selesai, jadi kau takan bisa ikut ke dalam dungeon.. "Ucap Bagas.


" Emm.. Aku paham, aku akan tetap tinggal dan menyelesaikan latihan ku.. Aku juga akan mempelajari semua berkas untuk Guild.. "Ucap Hani.


" Hei Bagas.. Apakah itu tak terlalu kejam.


?? " Tanya Hendrik.


"Tidak.. Kita akan pergi dengan menggunakan monster milik ku, dan jika Hani ikut.. Maka aku takut ia takan bisa menahannya untuk sekarang.. " Ucap Bagas..


"Jangan khawatir, kali ini aku juga takan ikut.. " Ucap Hana..


"Apakah ada masalah..?? " Tanya Bagas.


"Emm.. Saat ini telur Drake sudah hampir menetas, ia telah menyerap sangat banyak origin sampai sekarang.. " Ucap Hana.


"Jika aku tak tau itu telur Drake seperti yang kakak minta, aku mungkin sudah berfikir telur itu takan menetas.. "


"Namun dua hari sebelumnya telur itu mulai terlihat retak dan aku memperkirakan itu akan menetas sebentar lagi, jadi aku akan tetap tinggal bersama Hani.. "


"Baiklah.. Itu tak masalah.. " Ucap Bagas.


"Kalau tak ada yang lain, aku akan kembali ke ruang latihan.. " Ucap Hana

__ADS_1


"Aku juga akan kembali ke kamar untuk melanjutkan latihan lagi agar bisa secepatnya menyerap Origin.. " Ucap Hani.


Lalu ke-dua meninggalkan ruangan itu untuk Bagas dan Hendrik


"Apakah Artinya Dungeon itu hanya akan di taklukan oleh kita berdua..?? " Tanya Hendrik.


"Kita.. ?? Tidak, ada kesalahan dalam perkataan mu.. " Ucap Bagas.


"Yang akan masuk dan menaklukkan hanya kau saja, aku akan menunggu di luar... "


"Apa..?!! Apa kau ingin membunuhku..?? " Ucap Hendrik.


"Apa kau bisa mati..? " Ucap Bagas main-main.


"Ehh..?? Walaupun aku memiliki kemampuan penyembuhan diri yang kuat, tapi itu terlalu kejam bukan..?? " Ucap Hendrik.


"Tenang saja.. Walaupun aku tak masuk, tapi aku akan membiarkan beberapa pasukan ku untuk ikut denganmu nantinya.. " Ucap Bagas.


"Apakah Pasukan Wyvrin..?? "Tanya Hendrik.


"Bukan.. " Ucap Bagas.


"Apakah Naga..?? Atau Kirin..?? " Tanya Hendrik bersemangat.


"Tidak keduanya.." Ucap Bagas.


"Goblin.. Yang akan ikut denganmu adalah pasukan Goblin.. "


"Sialan.. Apa kau bercanda..? Goblin..?? Setidaknya Minotaur jauh lebih baik, kenapa Goblin..?? Apa kau pikir Goblin bisa membantu mengalahkan Naga Air Rank S..?? " Tanya Hendrik.


"Siapa bilang pasukan Goblin yang akan aku berikan untuk membantu mengalahkan Naga..?? " Ucap Bagas.


"Lalu..?? " Tanya Hendrik.


"Mereka untuk menambang material.. " Ucap Bagas sambil tersenyum.


"Demi Dewa..!! Apakah kau benar-benar mengharapkan ku mengalahkan Naga sendirian..?? " Tanya Hendrik.


"Ya.. Kau memiliki keuntungan kekuatan regenerasi, dan kau sudah menjalani latihan selama ini.. Jadi jika hanya menghadapi Naga air kau tak mampu, maka lebih baik kau lanjutkan lagi latihan mu saja.. " Ucap Bagas.


"Lagipula aku sudah memberikan banyak perlengkapan yang kuat untuk mu, apa itu tak cukup..? "


"Dan jika kau berhasil, maka aku akan memberikan Core Naga air itu sebagai hadiahnya, dan kau bisa memberikan itu untuk Hani nantinya..


Bagaimana..?? " Tanya Bagas.


"Itu.. " Hendrik ragu-ragu untuk menjawab kali ini.


"Baiklah.. Aku akan melakukannya demi Hani.. "


"Lebih seperti itu.. " Ucap Bagas.


"Apakah dungeon itu berisi Naga Air saja atau ada yang lain..? " Tanya Hendrik.


"Dari informasi yang ada, sepertinya hanya satu Monster Naga air di sana.. " Ucap Bagas.


"Emm.. " Angguk Hendrik.


"Kalau begitu persiapkan dirimu, kita akan berangkat besok pagi.." Ucap Bagas.


"Baiklah.. Aku akan makan banyak sekarang untuk mengisi energi ku.. Jadi aku akan bisa mengalahkan Naga itu besok.. " Ucap Hendrik.


"Oh benar.. Kau bisa menggunakan ini besok.. " Ucap Bagas sambil melemparkan tombak miliknya.


"Aku sudah melengkapi degan element petir pada tombak itu, jadi aku pikir itu akan sangat berguna melawan Naga air.. "


"Terima kasih.. Ini sangat keren.. " Ucap Hendrik.


"Aku hanya meminjamkan, bukan memberikan kepada mu..! Jadi kembalikan setelah selesai..! " Ucap Bagas.


"Aku tak mendengar hal itu sebelumnya, karena kau memberikan ini padaku maka ini menjadi milik ku sekarang.. " Ucap Hendrik.


"Kau..!! Lupakan, selama kau bisa mengalahkan Naga itu, maka itu untuk mu.. " Ucap Bagas.


"Tenang saja.. Tuan muda Hendrik yang tampan ini akan menyelesaikan Kadal air itu dengan mudah.. " Ucap Hendrik sambil memainkan tombak itu.


"Aku akan menantikan hal itu. "


.


.


. Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2