Battle Of Sky Tower

Battle Of Sky Tower
52


__ADS_3

"Brengsek.. Aku memang menyuruh membeli yang bisa di naikin banyak orang tapi bukan itu juga sial.. "Ucap Bagas.


" Sepertinya otaknya benar-benar bermasalah orang satu ini.. "


Lalu Bagas turun dan melihat ke depan, saat ia sampai di sana dua orang yang mengantarkan dua mobil lainnya. Pasalnya mereka ternyata membeli tiga mobil dimana dua lainnya diantarkan oleh orang Dealer karena baik Hana dan Hani belum memiliki SIM dan belum belajar mengemudi..


Sedangkan satunya di bawa oleh Hendrik sendiri..


"Kuncinya ada di dalam dan untuk surat-surat Mungkin akan butuh beberapa hari baru akan di antar.. "Ucap salah satu pengemudi mobil itu.


"Terimakasih.. Ambil saja untuk kalian beli makan.. " Ucap Hana sambil memberikan tips untuk mereka..


"Terima kasih. Kalau begitu kami pamit undur diri.. " Ucap orang itu kemudian mereka pergi dari sana..


"Kakak, apakah kakak suka dengan mobil ini..?? " Tanya Hana. Sambil menunjuk ke salah satu mobil di sana, Bagas tau itu adalah Mobil Honda CR-Z mobil tipe sport satunya lagi adalah Mercedes-Benz B200. Itu adalah Mobil dengan kapasitas 5 orang penumpang dengan memiliki bagasi yang luas ini cukup cocok dengan pemikiran Bagas.


"Ya.. Dua ini cukup bagus..


Lalu.. Hei Hendrik..!! Sial apa-apaan dengan mobil ini..??!! " Ucap Bagas


"Apa..?? Bukannya kau menyuruh memilih yang mampu menampung banyak orang.. ?? Lihat ini..? Ini bisa membawa banyak orang.. " Ucap Hendrik.


"Lihat..? Ini bahkan satu RT bisa masuk ke dalam.. "


"Apakah otakmu eror..?? Aku memang menyuruh mencari yang nyaman untuk banyak orang, tapi bukan Mobil seperti ini juga bodoh..!! " Ucap Bagas.


"Setidaknya jika itu Bus itu masih wajar, lah ini..??!! Kontainer..?? Apa kau pikir orang itu sama dengan Barang..?? "


"Sudah ku duga kakak pasti salah.. " Ucap Hani..


"Tadi sudah aku suruh untuk bertanya bukan..?? Tapi kakak tetap ngotot membeli Kontainer.. "


"Mana aku tau.. Bagas menyuruh mencari yang mampu menampung banyak orang, tak mengatakan Bus atau jenis lainnya.. Aku tak salah bukan..?? " Ucap Hendrik.


"Kamu memang tak salah.. " Ucap Hana.


"Lihat..? Dewiku saja mengatakan hal itu.. " Ucap Hendrik.


"Tapi otakmu yang tak beres..!! " Ucap Hana.


Untung saja Hani mengusulkan membeli mobil lainnya lagi.. "


"Tunggu.. Aku hanya memberikan satu koma lima miliar, bukankah jumlah tiga mobil ini setidaknya hampir dua miliar..?? " Tanya Bagas.


"Bagaimana kalian membayar..?? "


"Oh itu.. Kebetulan pemilik showroom itu menerima Keristal origin, jadi aku membayar sisanya dengan Keristal dan Core.. " Ucap Hana.


"Kenapa kau tak meninggalkan orang ini saja sebagai jaminan..?? " Tanya Bagas sambil menujuk Hendrik.


"Hei..!! Itu terlalu kejam Bagas..!! " Teriak Hendrik.


"Mana ada yang mau menerima kakak Hendrik sebagai jaminan..??! "Ucap Hani.


" Hei..!! Itu jauh lebih kejam..?? Aku ragu apakah kau ini adikku atau bukan sih..?? " Ucap Hendrik.


"Sebelum kakak mengatakan itu tolong pikirkan lagi jika kakak sudah memperbaiki sifat kakak itu..! " Ucap Hani.


"Untung saja ada kakak Hana, jika tidak aku pasti sudah mengubur kepalaku ke dalam tanah Karena sifat kakak yang memalukan itu..!! "


"Lupakan..!! Karena sudah di beli mau bagaimana lagi..


Taruh saja di belakang dan katakan jika ada warga yang ingin meminjamkannya suruh ambil saja.. " Ucap Bagas.


"Besok kalian berdua akan mengikuti les mengemudi, dan setelah kalian bisa coba buat SIM segera mungkin..


Dan untuk mu.."


"Haihh.. Aku benar-benar tak habis pikir dengan isi kepalamu itu..


Saat mereka sudah bisa mengemudi, buat SIM juga.. SIM B-I atau SIM B-II aku tak tau kau cari tau saja yang mana untuk mengemudikan Truk kontainer ini.. " Ucap Bagas.


"Ingat..! Buat SIM jika lupa atau tak tau, buat semua jenis sekalian kecuali SIM D ok..!!


Tulis sekalian di tangan mu agar tidak lupa.. "


"Hai..!! Aku ini bukan idiot, jadi tolong bisakah kalian tidak memperlakukan seperti itu..? " Ucap Hendrik.


"Tidak..! " Ucap ketiganya secara bersamaan.


"Kalian benar-benar menyebalkan.. " Ucap Hendrik.


.


.


. __________\=Skip\=_________.


Dalam beberapa hari kemudian Bagas masih rutin mengecek Dungeon yang ia tau terutama Dungeon Basilisk dan Slime lava.


Namun sampai Bagas menemukan Coret Dungeon di dua Dungeon itu muncul, monster Basilisk dan Slime belum muncul juga. Akhirnya Bagas memutuskan menghancurkan dua Dungeon itu dan menyerap Core Dungeon tersebut.

__ADS_1


Selain itu ia juga mulai menyempurnakan perangkat pengukuran kekuatan. Dan pada akhirnya setelah percobaan ke sembilan alat itu pun sempurna untuk mengukur kekuatan dengan akurat.


Bagas kemudian menyempurnakan penampilan alat itu, ia membuatnya menjadi seperti artefak.


Karena itu akan di pasang pada pelindung lengan yang bisa di bawa dalam pertempuran, Bagas membuatnya tahan akan serangan.


Ia membuat Enam buah dan memberikan Hana, Hani dan Hendrik masing-masing satu. Lalu untuk dirinya sendiri dan sisanya akan Bagas berikan ke Tuan Abraham dan Aldo sebagai refrensi beserta cetak birunya..


Lalu untuk alat pengukur Dungeon sendiri selesai pada hari ke delapan belas setelah memulai pembuatan alat itu.


Alat itu jauh lebih simpel, dimana bentuknya mirip tablet dan hanya perlu mendekati Pintu Dungeon dan menyalakan alat itu. Setelah itu alat itu akan mulai mengukur Jumlah origin di dalam.


Bagas tak buru-buru menyerahkan alat itu, ia berniat menyerahkan saat ia berangkat untuk melakukan ujian Dark Legion nanti karena waktunya tinggal tiga hari lagi.


Dua hari kemudian Bagas mengumpulkan Hana, Hani dan Hendrik di ruang tamu untuk mengobrol.


"Dengar.. Besok aku akan pergi untuk beberapa hari untuk melakukan tugas dari Tuan Abraham.. Jadi selama aku pergi jaga diri kalian.. " Ucap Bagas.


"Kemana kau pergi..? Apa kau ingin bersenang-senang..? " Tanya Hendrik.


"Kau bisa menyatakan seperti itu.. " Ucap Bagas.


"Kalau begitu aku akan ikut.. " Ucap Hendrik..


"Apa kamu yakin..?? Perjalanan ini hanya memiliki dua tujuan..


Berhasil kau akan kembali, gagal artinya kematian.. " Ucap Bagas.


"Kalau begitu aku tak jadi ikut.. " Ucap Hendrik.


"Apakah itu tak terlalu berbahaya..?? " Tanya Hani.


"Tidak.. Kau tak perlu khawatir.. Kau cukup do'akan saja dan berlatih lah.. " Ucap Bagas.


"Hendrik telah menyimpan Core Naga air untuk mu nanti saat kau berhasil menyerap origin.. "


"Dan untuk kalian berdua, coba ambil core Dungeon dari Sky Dragon dan Kirin jika bisa..


Hana tau lokasinya.. " Ucap Bagas.


"Jika buruh tumpangan aku akan meninggalkan dua Wyvrin untuk kalian.. " Ucap Bagas.


"Wyvrin..?? Tidak, bisakah yang lain saja..?? Aku benar-benar tak suka menaikinya.. " Ucap Hendrik.


"Aku tak perlu kakak, aku bisa terbang sendiri.. " Ucap Hana.


"Kalau begitu aku akan meninggalkan tiga Drake terbang..


"Apakah Sky dragon telah muncul lagi kakak..?? Bukankah belum lama aku menaklukkan nya..?? " Tanya Hana.


"Dari tanda-tanda yang kakak lihat seharusnya dalam beberapa hari akan muncul lagi.. " Ucap Bagas.


"Oh benar, sekalian kau ajak Drake ke lokasi Dungeon yang kau temukan..


Kakak lupa belum mengeceknya.. "


"Tak masalah.. " Ucap Hana.


"Kakak Bagas, sebenarnya aku sudah bisa menyerap Origin..


Namun sepertinya kapasitas ku terlalu sedikit.. " Ucap Hani.


"Jadi seperti percuma jika aku menyerap Core Naga air.. Ganti saja dengan Core biasa.. "


"Tak masalah.. Kau serap saja Core itu, lagi pula jumlah Core yang ada masih banyak Core apapun akan sama saja.. Jadi lebih baik kau coba serap core Naga air itu.. " Ucap Bagas.


"Itu adalah apa yang telah aku janjikan.. "


"Tapi.. " Ucap Hani.


"Hani, core pertama itu sangat penting.. Jadi coba saja, toh tak ada ruginya juga.. " Ucap Hana.


"Itu benar.. Kau tak perlu khawatir tentang harganya.. " Ucap Hendrik.


"Lagipula ini yang kakak dapatkan.. "


"Walaupun ia melakukan banyak hal bodoh, namun itu memang benar.. Itu adalah apa yang Hendrik dapatkan sendiri untuk mu.. " Ucap Bagas.


"Baiklah.. Aku akan menyerapnya nanti.. " Ucap Hani.


"Benar, Hana.. Dimana kau menyimpan Telur Drake itu..? Apakah sudah menetas..?? " Tanya Bagas.


"Itu ada di bawah ruang latihan..


Dan telur itu sudah menetas, tapi.. " Ucap Hana


"Apakah ada masalah..? " Tanya Bagas.


"Lebih baik kakak lihat sendiri.. " Ucap Hana.


Setelah itu mereka bersama-sama berjalan ke ruang bawah tanah tempat latihan.

__ADS_1


Dan di sana mereka melihat bola bulu yang memiliki sayap di punggungnya dan ada tanduk kecil di kepalanya.


Ia memiliki kaki gemuk dan tangan kecil yang hampir tak terlihat..


"Sial.. Apakah ini telur drake atau ayam raksasa.? Kenapa besar sekali.. " Ucap Hendrik.


"Itu bukan ayam Bodoh..!! " Ucap Bagas sambil memukul kepala Hendrik.


"Kakak, apakah ini benar-benar Drake..?? Kenapa ia sangat gemuk dan bulat seperti bola..?? " Tanya Hana.


"Apakah karena aku terlalu lama memberikan ia makan Origin..?? "


"Tidak.. Ini memang bukan terlur Drake.. " Ucap Bagas.


"Bukan..? Lalu..? " Tanya Hana.


"Ini terlur Naga langit.. " Ucap Bagas.


"Apa..!! " Teriak mereka bersamaan.


"Apa kau yakin..?? Bola bulu ini seekor naga langit..?? " Tanya Hendrik.


"Itu benar, tak salah lagi.. " Ucap Bagas.


"Ia seperti ini karena baru menetas, dan ia menyerap sangat banyak origin jadi itu wajar karena ia adalah keturunan Monster Rank S.. "


"Seiring waktu berlalu ia akan mulai menumbuhkan Bulu dan sisiknya dan bentuknya pasti akan mulai terlihat.. " Ucap Bagas.


"Berikan saja lebih banyak core untuk mempercepat pertumbuhannya.. "


"Kalau begitu aku akan memberikan dia lebih banyak Core nanti.. " Ucap Hana.


"Baiklah.. Jika tak ada yang lain, maka aku akan keatas dulu.. " Ucap Bagas.


"Emm.. " Angguk Hana.


Ia dan Hani mulai mengusap bayi Naga itu, bayi Naga itu terlihat menikmati nya sementara saat Hendrik ingin mengusapnya. Ia malah langsung di gigit tangannya..


Mereka membuat banyak keributan di sana karena keduanya. Sementara Bagas tak memperdulikan mereka dan mulai menyiapkan apa yang mungkin perlu ia bawa..


"Sepertinya aku tak perlu menyiapkan terlalu banyak barang.. Lagipula aku bukan berlibur.. " Gumam Bagas.


"Sekarang yang akan menjadi pertanyaan adalah.. Apakah akan ada pengawasan di saat ujian itu.. "


"Terlalu banyak hal yang perlu aku sembunyikan dari orang lain sekarang.. Jadi aku perlu memastikan hal ini dengan benar nanti di sana.. "


"Jika ada pengawasan, Artinya aku hanya bisa menggunakan kemampuan dari M.O.P Kegelapan.. "


"Dan jika tidak ada.. Maka ini akan jauh lebih mudah.. "


.


.


. __________\=Skip\=_________.


Keesokan harinya..


Bagas memakai mobil CR-Z menuju Gedung Asosiasi Oruscial Forces berada. Karena sebelum berangkat ke lokasi ujian ia perlu menyerahkan dua alat sebelumnya..


Sesampainya di sana Bagas langsung menuju ruang Tuan Abraham.


Karena ia pernah kesana, Bagas hanya perlu bertanya apakah tuan Abraham ada atau tidak..


"Apa kau siap untuk berangkat..?? " Tanya Tuan Abraham saat melihat Bagas datang.


"Aku siap.. Namun sebelum itu ada yang ingin aku berikan.. " Ucap Bagas.


Lalu ia mengeluarkan dua alat di atas meja. Satu lindung tangan dan satunya adalah tablet..


"Apa ini..?? " Tanya Tuan Abraham.


"Alat pengukur kekuatan dan Dungeon.. " Ucap Bagas.


Lalu ia mulai menjelaskan fungsi dan cara kerja ke-dua benda itu kepada tuan Abraham..


"Ini sangat menarik.. Aku tak menyangka kau bisa membuat dua alat seperti ini.. " Ucap Tuan Abraham sambil mencoba alat itu.


"Apakah ini bisa di pakai dalam pertempuran.?? "


"Ya.. Aku membuatnya dengan bahan yang cukup kuat, namun ini hanya prototype saja dan masih bisa di kembangkan lebih jauh lagi nantinya.. " Ucap Bagas.


"Ini sudah cukup menarik dan praktis.. " Ucap tuan Abraham.


Lalu ia melihat tampilan layar pada alat pengukur di lengannya yang memperlihatkan beberapa angka hasil pengukuran Aldo setelah itu ia mencoba melihat data Bagas di sana.


"Ini..?!!"


.


.

__ADS_1


. Bersambung


__ADS_2