Battle Of Sky Tower

Battle Of Sky Tower
39


__ADS_3

Bagas membawa Hana ke lokasi Dungeon Golem Lava dan melihat Dungeon itu telah di taklukkan oleh orang lain.


"Seharusnya ia sudah mendapatkan Core itu.. Itu bagus.. " Ucap Bagas.


"Apakah Orang yang kakak maksud adalah orang yang menyerap Core Golem..?? " Tanya Hana.


"Benar.. Mari kita jalan-jalan, ia seharusnya tinggal tak jauh dari sini.. " Ucap Bagas.


Lalu keduanya berjalan-jalan di sana dan setelah hampir Sore hari mereka jalan-jalan dan hendak mencari penginapan di sana, Bagas dan Hana tertarik dengan keributan di sana.


Tampaknya ada perkelahian tak jauh dari lokasi Bagas dan Hana, jadi mereka mendekati tempat itu..


Dan sesampainya di sana Bagas dan Hana melihat dua orang laki-laki sedang berkelahi sementara di belakang laki-laki itu ada dua wanita dengan penampakan yang sangat sexy..


Terlihat jelas laki-laki yang memiliki badan bagaikan binaragawan dengan Baju merah muda itu mampu mengubah anggota badannya menjadi seperti batu dan memukuli seseorang yang sudah babak belur di tanah..


Setelah orang itu merasa puas, ia kemudian berhenti memukuli orang tersebut..


"Brengsek.. Kau hanya pembawa barang dan berani meminta upah..?? Dasar sampah lemah.. " Ucap laki-laki itu.


"Ya kau itu tak berguna.. Dan bersyukur sudah kami berikan bagian satu kristal origin.. " Ucap wanita di belakang laki-laki kekar itu..


"Ayo sayang.. Kita tinggalkan sampah tak berguna ini.. " Ucap wanita satunya lagi.


"Hahah.. Kalian benar, mari kita bersenang-senang malam ini.. " Ucap laki-laki itu meninggalkan laki-laki yang babak belur di tanah sendirian.


.


.


. __________\=Skip\=_________.


Sementara itu di sisi Bagas dan Hana..


"Apakah kaka benar-benar ingin menjadikan dia sebagai teman kita..? " Ucap Hana.


"Aku tau dia cukup kuat, tapi..? Dia sepertinya seorang Playboy kak..? "


"Apa yang kau bicarakan..?? Yang kaka maksud bukan orang berbaju merah muda mencolok itu..


Tapi dia yang memakai kaos dan celana pendek yang saat ini berbaring di tanah.. " Ucap Bagas.


"Apa..?? Tunggu apa kaka serius..?? " Tanya Hana.


"Aku tau orang sebelumnya Playboy, tapi dia kuat.. Sedangkan orang satunya itu..?? "


"Lemah..?? " Tanya Bagas.


"Ya.. Dia bahkan tak bisa membalas satu pukulan pun dari orang itu, dan lihat saja tangan kakinya saat ini sudah patah.. " Ucap Hana.


"Kau akan tau kenapa kaka menargetkan orang itu sebagai rekan kita.. " Ucap Bagas sambil tersenyum


Lalu keduanya melihat orang yang memakai kaos dan celana pendek itu mulai duduk kembali. Dan luka-luka di tubuhnya terlihat mulai sembuh, bahkan tangan dan kakinya yang patah terlihat jelas mulai kembali seperti semula dan sembuh sepenuhnya..


"Apa yang terjadi..?? Regenerasi..?? " Tanya Hana.


"Hampir mirip.. " Ucap Bagas.


"Tapi lebih tepatnya Imortalitas.. "


"Imortal..?? " Ucap Hana kaget.


"Maksudnya dia abadi..??? "


"Kamu bisa mengatakan seperti itu.. " Ucap Bagas.


"Orang itu menyerap Core dari Monster Golem Batu.. Selama masih ada bagian tubuhnya yang tersisa, dia akan bangkit lagi..


Selain itu jika dia terus di pukuli, maka kekerasan pada tubuhnya akan semakin meningkat.. "


"Jadi dia tidak bisa mati..?? " Tanya Hana.


"Tidak juga.. Jika kita bisa memusnahkan semua bagian tubuhnya tanpa sisa, dia takan bisa beregenerasi lagi.. " Ucap Bagas.


"Bukan kah itu jauh lebih curang dari kaka.. " Ucap Hana.


"Mungkin ya.. Tapi itu juga punya kelemahan..


Dia tak memiliki serangan kuat apapun selain dari serangan fisiknya saja.." Ucap Bagas


"Namun itu tak masalah.. Selama kita membantunya selama satu tahun ke depan, kita bisa membuatnya jauh lebih kuat.. "


"Dan alasan ia tak membalas serangan orang itu bukan karena ia tak bisa, Tapi seperti yang kakak katakan sebelumnya.. Karena setiap kali ia terluka atau di pukuli, kemampuan regenerasi miliknya akan bertambah kuat dan fisiknya pun lambat laun akan sekuat Golem.. " Ucap Bagas.


"Jadi ia memang sengaja mencari pemukulan.. "

__ADS_1


"Apa kakak ingin memukulinya selama setahun ke depan..?? Bukankah itu sangat kejam untuk nya..?? " Tanya Hana.


"Siapa bilang kaka ingin memukulinya selama satu tahun ke depan..?? " Ucap Bagas.


"Syukurlah kalau begitu.. " Ucap Hana.


"Karena orang yang akan memukulinya adalah kamu nanti bukan kakak.. " Ucap Bagas sambil tersenyum.


"Apa..?? " Ucap Hana kaget.


Sementara Bagas sudah berjalan ke arah laki-laki itu.


"Kakak tunggu.. Apa maksud kata-kata kakak..??" Tanya Hana.


"Kau akan tau setelah ini.. " Ucap Bagas.


Setelah itu mereka mendekati laki-laki itu di sana yang sudah bisa berdiri normal kembali.


Saat ia membersihkan debu di pakainya, ia melihat Bagas dan Hana berjalan ke arahnya..


Melihat Bagas yang seperti preman dan Hana yang cantik, ia tersenyum..


"Hai gadis cantik.. Apa kau mau menjadi pacarku..?? " Tanya laki-laki itu.


"Siapa yang ingin menjadi pacarmu..!! " Ucap Hana.


"Kenapa tidak..?? Aku sangat tampan dan kau cantik jadi kita cocok.. " Ucap Orang itu sambil tersenyum dengan giginya yang masih belum tumbuh sepenuhnya setelah di hajar tadi.


"Menjauh dariku.. " Ucap Hana.


"Kakak.. Lebih baik cari orang lain saja.. Jangan orang kepedean seperti dia.. "


"Oh.. Apakah kau Saudara nya..?? Kalau begitu kau juga saudara ku.. " Ucap laki-laki itu sok akrab dengan Bagas.


"Jika kau mau membuat adikmu menjadi pacarku, aku akan membawa kalian ke Dungeon dan membantu mendapatkan core monster untuk kalian bagaimana..?? "


"Pertama.. Aku memang kakaknya..


Kedua.. Kau bukan saudara ku..


Ketiga.. Aku tak butuh bantuan mu untuk Core Dungeon Golem itu.


Dan ke empat.. Aku tau siapa kamu dan apa M.O.P milikmu sebenarnya Hendrik.. " Ucap Bagas.


"Apa..?? Siapa kau..?? Aku tak pernah memiliki hutang denganmu, bagaimana kau tau namaku..?? " Tanya laki-laki itu yang ternyata bernama Hendrik.


Kau memiliki kemampuan imortalitas, namun tak berarti kau tak bisa mati dan merasakan sakit bukan..?? " Ucap Bagas.


"Dan aku tau kau memiliki banyak hutang di luar sana untuk biaya berobat adikmu.. "


"Kau siapa kau..??!!! " Ucap Hendrik saat ia mendengar tentang adiknya.


"Aku minta maaf jika telah menyinggung kalian.. Selamat tinggal.. "


Hendrik mencoba lari dari sana, namun sebelum ia bisa berlari sebuah tangan menangkap pundaknya dan membuatnya tak bisa bergerak..


Ia melihat Bagas memegangnya dengan santai namun kekuatan di tangannya benar-benar membuat Hendrik tak bisa bergerak..


"Jangan buru-buru ingin pergi.. Aku masih belum mengatakan tujuanku.. " Ucap Bagas sambil tersenyum.


"Saudara ku.. Aku minta maaf jika sudah menyinggung mu.. Dan nona, tolong minta saudara mu untuk melepaskan ku.. " Ucap Hendrik.


"Aku tau aku tampan dan ia ingin menjodohkan kita.. Tapi sebelumnya aku hanya bercanda, jadi bisakah kau memintanya melepaskan ku..?? "


"Kaka.. Aku berubah pikiran.. Aku akan menerima tugasmu untuk melatihnya selma setahun setelah ini.. " Ucap Hana sambil terlihat siap memukulinya..


"Tenang.. Akan ada waktunya untuk memukulinya.. " Ucap Bagas.


"Aku datang bukan untuk menagih hutang atau sesuatu.. Tetapi aku datang untuk mengundangmu bergabung dengan Guild M.O.P yang ingin aku dirikan.. "


"Bergabung dengan Guild..?? Aku tau kau terpesona dengan ketampanan ku, namun aku tak bisa mempertaruhkan hidupku sekarang.. " Ucapan Hendrik.


"Bisakah kau berhenti narsis Hendrik..?? Aku benar-benar ingin memukulmu sekarang.. Aku tau walaupun kau bisa menyembuhkan dirimu namun bagian masa depan mu masihlah sangat rentan.. Jadi... " Ucap Bagas.


Saat mendengar bagas membicarakan bagian masa depannya itu, Hendrik langsung menutupi selangkangannya..


"Saudara ku.. Tolong Jangan bercanda dengan adik kecilku ini, kau pun laki-laki jadi kau tau kepentingannya.. "Ucap Hendrik.


" Kalau begitu.. Bisakah kita bicara serius sekarang..?? " Tanya Bagas..


"Tentu.. Tentu.. Aku adalah orang yang paling serius di dunia ini, mari kita bicara.. " Ucap Hendrik.


"Bagus.. Jadi bagaimana dengan tawaran ku..?? " Tanya Bagas.


"Bisakah kau jelaskan apa tugasku nantinya..?? " Tanya Hendrik.

__ADS_1


"Walaupun aku tak selalu serius sebelumnya, namun apa yang aku katakan tentang tak bisa membahayakan hidupku sekarang itu kebenaran.. "


"Tak usah khawatir.. Selama satu tahun ke depan aku takan memintamu masuk ke dungeon dan hanya memintamu berlatih saja.. " Ucap Bagas.


"Aku membutuhkan namamu hanya untuk memenuhi kuota yang di butuhkan saja tak lebih untuk sekarang.. "


"Tunggu..!! Apakah maksudnya kau hanya ingin membuat Guild dengan kita bertiga saja..?? " Tanya Hendrik..


"Benar.. " Ucap Bagas.


"Maaf sebelumnya.. Aku tau aku ini orang bodoh, namun.. Apa kalian bodoh..?? Kalian ingin membentuk Guild hanya dengan tiga orang dan sekarang kau mengatakan aku tak perlu melakukan apapun..?? " Ucap Hendrik.


"Artinya kalian akan menyelesaikan setiap Dungeon hanya berdua..?? Apa kalian bosan hidup..?? "


"Kau salah.. Yang akan melakukan pekerjaan itu hanya aku seorang.. Sedangkan adikku akan melatih mu.. " Ucap Bagas.


"Ok.. Sekarang aku percaya kaulah yang bodoh di sini.. " Ucap Hendrik.


"Jadi bagaimana..?? Apa kau mau bergabung..?? Kau tak perlu mempertaruhkan nyawamu dan hanya perlu bergabung saja, setelah itu aku akan tetap membayar mu.. "Ucap Bagas.


" Maaf walaupun aku bodoh dan sering mencari keributan dan tampan pastinya.. "Ucap Hendrik.


"Tapi aku tak bisa menerima uang tanpa melakukan apapun..


Jadi... "


"Seratus juta untuk satu tahun dan kau tak perlu melakukan apapun cukup berlatih.. Dan jika kau ikut dalam penaklukan kau juga akan mendapatkan uang tambahan lainnya.. " Ucap Bagas memotong ucap Hendrik Sebelum ia sempat menyelesaikan Kata-kata nya..


"Sepakat..!! " Ucap Hendrik bersemangat. Ia awalnya ingin menolak namun saat mendengar jumlah uang itu ia langsung berubah pikiran..


"Bagus.. Di dalam koper ini ada uang dan alamat.. " Ucap Bagas sambil memberikan Koper ke Hendrik yang muncul entah darimana dalam pandangan Hendrik.


"Kau bawa adikmu berobat di Jakarta, dan cari rumah sakit yang terbaik.. Setelah itu datang ke alamat itu.. "


"Apa kau tak takut aku membawa kabur uang ini..? " Tanya Hendrik.


"Apakah kau akan melakukannya..?? " tanya Bagas sambil tersenyum.


"Kau tenang saja.. Walaupun aku seperti ini, aku bukan tipe orang yang tidak tau berterima kasih.. " Ucap Hendrik.


"Setelah aku mengurus semua urusan ku di sini, aku akan segera membawa adikku ke Jakarta.. "


"Ya.. Lebih seperti itu.. " Ucap Bagas.


"Kalau begitu sampai jumpa di sana.. "


Lalu di depan mata Hendrik Bagas membuat portal, kemudian ia dan Hana memasuki portal itu dan pergi dari sana..


"Sial..!! Apa dia dewa..??!!" Teriak Hendrik


"Tak perduli apakah dia dewa atau bukan.. Yang pasti adiknya itu seperti Dewi heheheee.... "


"Tidak.. Ini bukan saatnya memikirkan hal itu, aku harus segera menyelesaikan semuanya dan membawa Hani(¹) ke Jakarta segera.. " Ucap Hendrik. Setelah itu ia berlari dari sana membawa koper itu yang ternyata saat ia buka adalah uang lebih dari sepuluh juta di dalamnya.


.


.


. __________\=Skip\=_________.


Di tempat lainnya.


"Kakak.. Apakah kau yakin dia bisa di andalkan..?? Aku tau kemampuannya tapi dia.. " Ucap Hana.


"Aneh..?? " Ucap Bagas.


"Ya.. Selain itu dia sangat menyebalkan.. " Ucap Hana.


"Kakak tau, namun jika dalam pertempuran nyata dia sangat bisa diandalkan untuk menjadi Tank.. " Ucap Bagas.


"Dan selama kita bisa membantu adiknya, dia bahkan rela mati untuk itu.. "


"Apakah kakak juga tau adiknya..?? " Tanya Bagas.


"Ya.. Namanya Hani, dia seharusnya seumuran denganmu.. Namun ia mengidap penyakit yang cukup serius.. " Ucap Bagas


"Apakah dia bisa sembuh..?? " Tanya Hana.


"Tenang saja.. Dengan kemampuan kakak atau kamu sekarang, kakak yakin bisa menyelamatkannya.. "


.


.


. Bersambung

__ADS_1


¹ Hani. Adik Hendrik yang sakit.


__ADS_2