Battle Of Sky Tower

Battle Of Sky Tower
54


__ADS_3

"Black Hole..!" Bagas menggunakan kemampuan pertahanan terkuat Slime untuk menyerap serangan itu.


Lalu setelah serangan itu menghilang Di depan mata orang itu dan pengawas, tiba-tiba Slime itu berubah dengan cepat menjadi Naga langit berwarna hitam dan langsung mengeluarkan Nafas Naga dari mulutnya..


Orang itu yang tak siap langsung tertelan kedalam serangan itu..


"Sepertinya jika seperti ini akan sangat merepotkan memburu mereka satu persatu.. " Gumam Bagas.


Wujud Naga itu kembali berubah menjadi Bagas, ia tak memperdulikan tatapan kaget pengawas di sana.


Bagas kemudian menyimpan kembali pasukannya karena sebagian dari mereka mulai rusak, Bagas tak ingin kehilangan pasukannya terlalu banyak di sini karena dia tak bisa menambahnya di Dungeon ini.


"Karena tak ada kamera pengawas dan hanya ada pengawas yang melihat di sini, Artinya jika aku memusnahkan mereka semua takan ada bukti untuk di lihat orang luar bukan..?? " Gumam Bagas sambil tersenyum.


"Bahaya.. Orang ini terlalu berbahaya.. Aku harus keluar dari sini segera dan memperingatkan orang lain juga.. " Ucap pengawas itu yang melihat senyuman Bagas.


Walaupun wajahnya tak terlihat secara langsung, namun senyuman Bagas masih bisa di lihat. Dan orang itu sepertinya memiliki insting bahaya yang cukup kuat.


"Apakah dia pergi..?? Aku pikir dia akan terus mengikuti ku.. " Gumam Bagas.


"Ya itu jauh lebih baik sekarang, Dengan begini akan jauh lebih leluasa bagiku.. Baiklah. Mari mulai pembantaian yang sebenarnya.. "


Setelah itu Bagas membuat tombak hitam dengan kemampuan kegelapan yang ia tiru dari kemampuan cahaya..


Walaupun bisa sempurna membuat senjata, namun Bagas masih belum bisa leluasa membuat semua jenis senjata seperti halnya jika menggunakan kemampuan cahaya.


"Element kegelapan - Dunia tombak kegelapan..!! " Teriak Bagas.


Lalu dari dalam tanah muncul banyak Tombak di seluruh Dungeon itu, bagi mereka yang tidak beruntung baik narapidana atau pun peserta ujian akan langsung tertusuk ribuan tombak itu..


"Sial.. Ada apa ini sebenarnya..?? Apakah ada monster yang bisa melakukan semua ini..?? " Ucap salah satu peserta ujian yang memiliki kemampuan terbang.


Ia melihat seluruh Dungeon saat ini di penuhi tombak bagaikan rumput liar yang tumbuh secara tiba-tiba..


"Pertama seluruh tanah, tumbuhan dan batu menjadi hitam..


Sekarang tiba-tiba muncul tombak dari seluruh tempat tiba-tiba.. Apakah ini juga ujian..?? " Gumam orang itu.


Tak hanya mereka yang kena Bahkan ada beberapa pengawas yang sial juga terkena serangan itu, Bagas tau hal itu namun ia tak perduli..


Bagas menghilangkan tombak-tombak itu dan memperkirakan ada sekitar puluhan narapidana yang terkena serangan barusan. Dan sebagian dari mereka langsung terbunuh sisanya terluka serius, yang selamat tak menyia-nyiakan kesempatan itu dan langsung membunuh mereka.


Bagas kemudian melayang ke atas langit-langit dan memperhatikan sekeliling.. Dari atas ia bisa melihat jauh lebih leluasa..


"Mari akhiri lebih banyak lagi.. " Gumam Bagas.


Lalu ia mengangkat tangannya ke dapan dan kemudian dari telapak tangan Bagas muncul seperti cairan hitam dan mulai membentuk bola kecil seukuran bola baseball..


"Element kegelapan - Proyektil Ruang..! " Ucap Bagas.


Itu adalah kemampuan yang Bagas kembangkan dari kemampuan Big Slime dan turunan dari kemampuan Element kegelapan - Absolut Darkness. Yaitu versi lebih kecilnya..


Kemudian Bagas mengubah bola itu menjadi sepuluh bola kecil yang mulai berputar di atas telapak tangan Bagas.


Lalu semua bola itu mulai melayang turun kebawa Bagas, dan dengan jari-jarinya Bagas mengendalikan pergerakan bola itu seperti ada benang di sana.


Bola itu mulai melesat ke segala arah dengan kecepatan tinggi menabrak apapun di jalanan nya, dan setiap hal yang terkana bola itu baik pohon, batu atau monster dan manusia sekalipun akan langsung berlubang tanpa terkecuali..


Ujian yang awalnya adalah pertempuran antara peserta dan para narapidana berubah menjadi pembantai sepihak oleh Bagas.


Bagas terus mengendalikan Bola proyektil Ruang itu dengan kesepuluh jaringannya untuk meleset ke segala arah dan melubangi semua yang terlewati..


Bagas terus melakukan itu selama setengah jam sebelum akhirnya ia menghentikan semua bola itu dan kembali mengumpulkannya di tangannya lagi.


Hampir tak ada satupun hal yang masih berdiri di dalam Dungeon itu, semua musnah berulang seperti sarang lebah.


Tanah hitam berubah menjadi merah karena darah setiap orang dan monster di sana. Hampir sebagian besar narapidana yang terkena serangan Bagas barusan.


Lalu ada empat orang yang terbang ke arah Bagas saat melihat Bagas lah yang melakukan itu.


"Sialan..! Kenapa kau melakukan itu..? " Tanya orang itu. Ia menggunakan kemampuan angin untuk terbang.

__ADS_1


"Kenapa..? Ini adalah tugas dan peraturan ujian ini.. Siapapun bisa memperebutkan poin dari lawannya.. " Ucap Bagas dengan suara seraknya..


"Kau sialan..! " Teriak orang satunya lagi yang terlihat memiliki sayap di belakangnya.


"Mari kita bunuh saja dia..! " Teriak yang lainnya yang menggunakan api di kakinya untuk terbang.


"Karena dia mengatakan ini peraturan nya,. Maka tak ada salahnya kita melawannya bersama-sama.. " Teriak orang lainnya lagi yang memiliki sayap kelelawar dan ada taring di mulut nya.


Mereka mulai menyerang Bagas, dua pengguna Element menyerang dengan serangan element mereka..


Sementara dua lainnya menyerang dari jarak dekat. Bagas tak pergi dan tetap berdiri di sana, ia menyerap setiap serangan element dan menghadapi serangan dua lainnya dengan tombak gelap miliknya.


Dengan kemampuan mode gelap miliknya membuat tubuh Bagas jauh lebih lentur, tubuhnya akan menghindari setiap serangan mereka dengan cara aneh..


Itu terlihat seperti bengkok, menekuk atau bagian yang seharusnya tertusuk akan menghilang..


"Sial.. Apa-apaan orang ini.. " Gumam orang yang memiliki sayap kelelawar. Ia menyerang menggunakan pedang namun tak ada satupun serangan mereka yang berhasil..


Mereka kemudian menjaga jarak dari Bagas. Dan melihat bahwa tak ada satupun dari mereka yang berhasil melukai Bagas.


"Kenapa..? Kenapa kalian berhenti..?? " Tanya Bagas.


"Karena kalian berhenti, maka sekarang adalah giliran ku.. "


Lalu tiba-tiba Bagas meleset ke arah mereka berempat dan menyerang mereka. Mereka mulai menangkis setiap serangan Bagas bersama-sama..


Walaupun sendirian namun Bagas tak kesulitan menghadapi mereka, terutama karena kemampuan Mode gelap miliknya yang membuat tubuhnya secara otomatis menghindari serangan mereka.


Terlihat salah satu dari mereka yang memiliki sayap burung di punggung nya mencoba kabur dari sana saat melihat tak ada kesempatan memenangkan pertempuran itu.


"Apakah aku mengizinkan kau kabur..?? " Ucap Bagas. Lalu ia menggunakan Abyss Step untuk muncul di depan orang itu dan kemudian menendangnya jatuh ke tanah.


"Akar darah..!! "Ucap Bagas, kemudian beberapa akar mulai muncul dari tanah dan menusuk orang itu, lalu akar itu terlihat mulai menghisap setiap origin dan kemudian semua cairan tubuh orang itu.


Hal itu membuat tubuhnya berubah menjadi kering dan hanya meninggalkan tulang dan kulit saja..


"Dasar Monster..!! " Teriak pengguna element api..


Lalu api yang sangat besar muncul dan mengarah ke Bagas.


"Akan aku bantu..!! Badai angin..!! " Teriak satunya.


"Mari lakukan bersama..!! Gelombang origin..!! " Teriak orang yang mirip vampir itu.


"Percuma.. " Ucap Bagas dengan santai melihat serangan mereka datang.


"Kegelapan tak terbatas..!!! Gluttony..!!! "


Bagas kemudian mulai menyerap serangan gabungan mereka bertiga. Serangan mereka hanya membuat Bagas mengisi kembali origin miliknya yang telah hilang.


"Terimakasih atas makanannya.. " Ucap Bagas.


"Sekarang akan aku kembalikan kepada kalian..


Element kegelapan - Absolut Darkness..!! "


Bagas membuat Bola hitam besar di atasnya, semakin lama semakin besar. Mereka bertiga yang melihat itu bisa merasakan urgensi dari nya..


"Itu berbahaya.. "


"Mari gabungkan kekuatan sekali lagi untuk melawannya..!! " Teriak orang satunya.


Kemudian mereka juga mulai membuat serangan gabungan lainnya..


Mereka membuat bola element dari angin, api dan origin murni.


Bola yang jauh lebih besar dari milik Bagas terbentuk di sana. Kemudian mereka melemparkan bola itu ke arah Bagas.


Kedua serangan itu mulai bertabrakan dan saling melawan. Namun terlihat serang Bagas menelan serangan mereka dan tak hanya itu saja..


Bola hitam itu semakin meluas dan menelan apapun yang terkena Bola itu..

__ADS_1


Sementara itu mereka yang melihat pertempuran itu dari jauh cukup terpana melihat intensitas pertempuran itu.


"Sial.. Ini terlalu berbahaya, aku harus menghindar dari sini.. " Ucap seseorang yang melihat dari kejauhan.


Lalu ia pergi dari sana di ikuti oleh orang-orang lainnya yang juga menghindari pertempuran itu..


Sementara Mereka bertiga mencoba yang terbaik untuk menahannya namun pada akhirnya serangan mereka ikut tertelan kedalam bola hitam itu dan menghilang dari sana..


Saat semuanya selesai hanya terdapat cekungan besar di sana tanpa apapun yang tersisa..


"Sial.. Orang itu terlalu kuat.. " Ucap pengguna Angin itu


"Mari berpencar dan serang dari berbagai arah.. " Ucap yang mirip vampir itu


"Aku setuju.. " Jawab pengguna api. Kemudian mereka melesat ke berbagai arah berbeda..


"Apakah kalian pikir berpencar itu bisa membatasi ku..?? Kalian bermimpi.. " Ucap Bagas.


"Baiklah.. Di sini selesai, apakah masih ada yang tersisa..?? " Gumam Bagas.


Ia melihat sekeliling dan tak menemukan apapun.


"Sepertinya aku hanya perlu menunggu waktu habis di sini.. Lupakan.. "


Bagas menghabiskan waktunya di sana dengan menyerap Core monster yang ia dapatkan dan ia bawa..


"Element kegelapan - Dark Troops.. !!" Ucap Bagas.


Lalu ia memanggil dua Naga langit berwarna Hitam dan enam Wyvrin di saat bersamaan..


"Kejar mereka.. " Perintah Bagas, lalu mereka langsung meleset ke segala arah mengikuti ketiganya pergi.


"Sial..!! Siapa dia sebenarnya..! " Ucap pengguna Element Api saat melihat Bagas bisa memanggil Monster Rank S dan A secara bersamaan.


"Dia menggunakan element Ruang, lalu perubahan dan sekarang ia menggunakan kemampuan pemanggilan.. "


"Brengsek.. Tak ada yang mengatakan ada peserta seperti dia sebelumnya.. Jika aku tau aku takan mengambil misi ini.. " Ucap orang itu.


"Aku harus bertahan dan memberikan informasi ini ke organisasi agar mereka waspada dan memasukkan orang ini ke daftar hitam.. "


"Monster sialan..!! " Teriak orang itu sambil terus menyerang dengan api ke arah Naga dan Wyvrin yang mengikuti nya..


Ada dua monster yang mengikuti orang itu, satu Naga dan satu Wyvrin. Lalu itu juga sama untuk orang yang menggunakan element angin..


Sedangkan untuk pengguna kemampuan mirip vampir, ada empat Wyvrin yang mengikutinya..


"Sial.. Kenapa ia juga mampu menggunakan kemampuan pemanggilan..? " Gumam orang itu.


"Benar.. Ada banyak darah di bawah, aku bisa menggunakannya.. Aku harus bisa keluar dari sini hidup-hidup, aku tak perduli dengan misiku lagi.."


Lalu orang itu turun ke bawah dan berdiri di atas genangan darah, lalu tiba-tiba darah di sana mulai naik dan berubah menjadi berbagai senjata menyerang empat Wyvrin di sana..


Dengan memanfaatkan darah di sana ia bisa mengimbangi keempatnya sekaligus.


Bagas yang melihat itu cukup tertarik.


"Kemampuan pengendalian darah..??


Tapi bukankah dia seharusnya pemilik kemampuan Vampir..? Walaupun mirip seharusnya walaupun serangan berbasis darah bisa ia gunakan Vampir tidak akan bisa memanipulasi darah seperti Naga Darah.. " Gumam Bagas.


"Apakah dia salah satu dari penyusup yang di katakan tuan Abraham..?? "


"Ya walaupun awalnya aku tak ingin melakukan ini, namun aku takan menganggap nya manusia lagi.. Jadi.. " Ucap Bagas. Kemudian sosoknya menghilang dan tiba-tiba muncul di belakang orang itu, sebelum ia bisa bereaksi Bagas telah menggunakan kemampuannya terlebih dahulu..


"Kegelapan tak terbatas..!!! Gluttony..!!! "


.


.


. Bersambung.

__ADS_1


#Note. Di sini percakapan Bagas daan peserta atau orang lainnya mereka memakai Bagas Inggris namun, namun Thor memakai Bahasa Indonesia agar mempermudah dan ga ribet. Anggap saja ini langsung translate.


__ADS_2