Battle Of Sky Tower

Battle Of Sky Tower
57


__ADS_3

Di luar pintu Dungeon..


Saat itu terlihat dua orang yang menjaga pintu masuk Dungeon tempat ujian berlangsung sendang mengobrol bersama..


"Hai. menurutmu kali ini akan ada berapa yang lolos ujian ini..? " Tanya salah satu yang menjaga di sana.


"Mungkin setengah dari mereka.. " Ucap temannya.


"Kenapa kau begitu yakin akan ada banyak yang lolos..? Rekrutan sebelumnya saja hanya ada Empat orang yang lolos.. " Ucap penjaga sebelumnya.


"Yang aku dengar peserta kali ini merupakan pilihan pengguna M.O.P Paling menonjol yang bisa di temukan, jadi kemungkinan mereka akan bisa bertahan.. " Ucap temannya itu.


"Jika ada setengah maka artinya akan ada ujian lain bukan..? " Ucap orang itu lagi.


"Itu benar.. " Jawab temannya itu.


"Namun jika ada orang bodoh masuk ke ruangan itu dan membukanya, aku pikir tak perlu ujian kedua.. "


"Ruangan itu..?? Oh, maksudnya yang itu..?? Jika itu terjadi jangankan ujian ke-dua, aku pikir takan ada yang selamat jika itu terjadi.. " Ucap penjaga itu.


"Haih.. Bahkan sampai sekarang belum pernah ada yang bisa menaklukkannya, jika bukan karena ruang Dungeon ini cocok untuk ujian aku pikir Dungeon ini takan ada yang mau mendekatinya lagi.. " Ucap temannya.


"Mari berdoa saja agar tak ada orang yang benar-benar bodoh membukanya.. " Ucap penjaga itu.


.


.


. __________\=Skip\=_________.


"Ini..!! Ini benar-benar kristal Tower..?? "Ucap Bagas.


" Tidak.. Ini tidak benar.. Aku Tower belum waktunya muncul, jadi tak mungkin ini di dalam Sky Tower.."


"Sial.. Dimana ini sebenarnya


.?? " Ucap Bagas.


Ia mengamati sekeliling namun ia benar-benar merasakan bahwa semua ini benar-benar mirip dengan kenyataan, Dan Bagas seperti benar-benar berada di dalam Sky Tower.


Namun ia yakin walaupun semua terlihat nyata, tapi semua yang ada di sini bukan kenyataan..


"Apakah ini ilusi..? Lalu bagaimana caraku keluar..? " Gumam Bagas.


Kemudian Bagas melihat sekeliling tiba-tiba mata kanannya mengeluarkan sedikit cahaya sekilas berwarna merah.


Dan pemandangan di sana tiba-tiba seperti kaca pecah.. Semua mulai hancur secara serempak..


"Sial.. Ini benar-benar ilusi.. Aku tak menyadarinya kapan aku terkena ilusi.." Ucap Bagas begitu ia melihat bahwa ia tak benar-benar ada di Sky Tower..


Bagas melihat saat ini ia ada di sebuah dataran rumput luas.


Lalu di sana Bagas melihat sosok monster menyerupai Chimera.. Binatang itu mirip tapir dimana Perpaduan gajah, harimau dan kerbau yang tertidur tak jauh dari sana.


Dengan tubuh besar dimana memiliki belalai dan gading gajah, telinga kecil, Kakinya adalah harimau dengan ekor kerbau..


"Baku..?? " Ucap Bagas.


Ya itu adalah monster Baku, legenda mengatakan monster pemakan mimpi buruk.


Sepertinya Baku di sini memanfaatkan ilusi dari ingatan setiap target yang memasuki wilayah Bos dungeon ini.


"Sepertinya aku perlu berterimakasih dengan kemampuan mata ini.. " Ucap Bagas.


"Dan sekarang.. Waktunya membereskan monster ini.. Akan aku akhiri ini segera.. "


Pada saat itu Baku mulai membuka matanya dan memperhatikan Bagas di sana.


Lalu monster Baku itu mulai berdiri dan bersiap menghadapi Bagas, ia mulai bergerak perlahan mengelilingi Bagas.


"Element kegelapan.. Proyektil Ruang.. " Ucap Bagas membuat Bola hitam kecil di tangannya.

__ADS_1


"Maju..!! " Teriak Bagas sambil melemparkan kemampuan itu, namun saat serangannya terlihat mengenai Baku, itu hanya menembus tubuhnya tanpa melukainya..


"Apa..?! " Bagas sedikit terkejut dengan ini.


Lalu Sosok Baku kembali terlihat di tempat lainnya, Bagas terus mencoba menyerangnya namun semuanya percuma..


"Sial.. Apa yang terjadi sebenarnya..? " Gumam Bagas.


Lalu tiba-tiba mata Bagas kembali mengeluarkan cahaya sekilas dan apa yang ia lihat mulai sedikit demi sedikit pecah.. Sampai Akhirnya sosok Baku di sana mulai memudar dan menghilang..


"Tidak.. Brengsek, aku terkena ilusi lagi.. "Ucap Bagas.


" Sepertinya kali ini aku harus menggunakan kemampuanmu mata ini, lagipula baik di segel atau tidak. Baik di gunakan atau tidak masih ada kemungkinan karasumaru keluar.. "


Lalu Bagas mencoba membebaskan segel pada matanya itu dan memperlihatkan mata hitam dengan iris merah darah.


Dan saat itu juga Bagas bisa melihat semuanya dengan jauh lebih jelas, ia juga bisa melihat sosok Baku yang sebenarnya..


Monster baku itu ternyata sama sekali tidak beranjak dari tempatnya berada sebelumnya.


"Sebenarnya Bagaimana cara Baku menggunakan ilusi..? Hanya mengandalkan ilusi saja Baku ini bisa menjadi Bos Dungeon.. "Ucap Bagas.


" Lupakan.. Aku berubah pikiran sekarang, aku tidak akan membunuhmu lagi dan aku akan menemanimu.. "


"Elementasi Cahaya.. " Ucap Bagas.


Setelah semuanya berhenti bergerak, Bagas bergegas kearah Baku.


"Ia jauh lebih besar dari apa yang terlihat.. "


"Mari selesaikan, aku merasakan ada yang tidak beres dengan tubuhku..


Kegelapan tak terbatas - Gluttony..! " Ucap Bagas mulai menyerap sosok Baku itu.


Setelah beberapa saat kemudian Sosok besar Baku benar-benar menghilang dan penyerapan berhasil.


Kali ini Bagas tidak secara langsung bermeditasi dan memahami apa yang ia dapatkan. Namun memperhatikan apakah ada perubahan aneh pada tubuhnya atau tidak.. Karena ia takut jika ia melakukan meditasi sekarang Karasumaru akan kembali mengambil alih tubuhnya lagi..


Bagas melihat tanda hitam itu mulai berkumpul pada matanya, namun setelah beberapa saat semua segel itu menghilang Bagas tak merasakan hal aneh..


Dan pada akhirnya Bagas menyadari bahwa ia mendapatkan kemampuan spiritual atau mental.. Hal ini membuat Bagas mampu menggunakan ilusi..


Namun tidak seperti Baku sebelumnya, dari apa yang Bagas tau ternyata baku menggunakan semacam kabut tipis hingga tak terlihat oleh mata dan memanfaatkan hal itu untuk membuat ilusi..


Jadi setiap ada target memasuki area kabut itu, ia akan secara otomatis masuk kedalam ilusi dari Baku.


Sedangkan Bagas sekarang mendapatkan kemanapun ilusi itu masuk ke dalam matanya.. Bagas hanya perlu melihat target untuk menggunakan ilusi padanya..


Namun kemampuan ilusi Bagas masih terbatas pada kemampuan asli Baku, dimana ia hanya bisa memanipulasi ilusi berdasarkan ingatan asli target.


Sama seperti apa yang sebelumnya Bagas alami, ia melihat apa yang ia tau dari ingatannya sediri.. Dan dari sana juga Bagas bisa melihat ingatan orang lain..


Jadi selain bisa mempengaruhi target agar terkena ilusi, Bagas sebenarnya bisa menggunakan kemampuan ini untuk melihat ngatain Target juga.


"Ya walaupun kemampuan pasif namun ini cukup bagus.. Aku bahkan tak perlu kontak dengan target hanaya perlu melihat targetnya saja.. " Ucap Bagas.


"Terlebih lagi kemampuan mata ini memungkinkan ku melihat makhluk hidup dengan jangkauan luas tanpa takut terhalang sesuatu. Ini akan sangat pas.. "


"Untuk sekarang.. Apa yang harus aku lakukan..? " Gumam Bagas.


.


.


. __________\=Skip\=_________.


Dalam kurun waktu satu minggu Bagas menjalani ujian itu banyak hal terjadi dengan cepat..


Beberapa berita tentang semakin banyaknya pengguna kekuatan Origin dan M.O.P yang memiliki kekuatan lebih mulai bermunculan..


Banyak pemerintah setiap negara mulai menginvestasikan dana untuk setiap pengguna M.O.P yang di nilai memiliki masa depan lebih baik..

__ADS_1


Di antara mereka ada yang mulai menyebut mereka setengah dewa namun setelah itu banyak pengguna M.O.P yang menganggap itu terlalu berlebihan..


Dan akhirnya ada beberapa kasus yang melibatkan pertempuran antara mereka yang pada akhirnya membuat sebutan mereka menjadi setengah dewa benar-benar tertanam di ingatan banyak orang..


Dan pada saat itu juga mulai banyak Dungeon bermunculan di area-area umum dan fasilitas-fasilitas yang biasa di gunakan oleh masyarakat.


Sama halnya di Indonesia, banyak Dungeon yang saat ini mulai bermunculan dan ada beberapa pengguna M.O.P yang juga mulai di juluki atau menjuluki dirinya sendiri sebagai setengah dewa..


Namun di antara nama yang muncul tak ada nama Hana atau Hendrik atau Bagas di sana.. Hal ini karena mereka sama sekali tidak melakukan apapun selama waktu ini..


Hana selain berlatih juga selalu bermain dengan bayi naga miliknya, sementara Hendrik mencoba melatih Hani dan dirinya sendiri. Jadi tak ada satupun dari kelompok Bagas yang menjadi salah satu dari mereka..


Sementara itu setelah menghabiskan Waktu selama tujuh hari di Dungeon, selain menyerap Core monster Bagas menghabiskan waktunya mempelajari beberapa metode lainnya di sana agar bisa ia pakai di dalam pertempuran.


Kondisi saat ini di dalam Dungeon benar-benar berantakan, banyak lubang terbentuk di lantai Dungeon dan tak ada satupun tanaman yang tersisa di sana..


Dan apa yang Bagas buat kali ini adalah sesuatu yang bernama *White Hole* Ini adalah kebalikan dari Black Hole.


Ini adalah sesuatu yang Bagas sadari bersamaan dengan apa yang ia dapatkan saat ia memahami kemampuan ilusi yang ia dapatkan dari Baku..


Dan ini *White Hole* anehnya itu adalah apa yang terjadi karena pertemuan Bagas dengan Karasumaru, atau lebih tepatnya karena Bagas menyerap tubuh Karasumaru di dimensi gelap dalam kesadarannya waktu itu..


Seperti namanya *White Hole* ini adalah kebalikan dari Balck Hole, dimana itu adalah kemampuan untuk memuntahkan materi yang telah ia sarap..


Ini menjawab salah satu pertanyaan Bagas selama ini, ia bertanya-tanya kemana perginya materi dan energi saat di serap dengan Black Hole.


Pasalnya jika menggunakan kemampuan Gluttony, itu akan di rubah menjadi origin murni yang nantinya akan di serap Bagas.


Namun jika Black Hole, itu menghilang entah kemana. Dan saat ini kemampuan *White Hole* menjawab pertanyaan itu..


Namun itu masih terbatas pada apa yang telah di serap Bagas, ia tak bisa mengeluarkan sesuatu yang tidak ia serap sebelumnya..


Bagas mengkonfirmasi hal ini dengan meminta salah satu pasukannya untuk menyerang Bagas, kemudian ia menggunakan Black Hole untuk menyerap serangan itu..


Setelah itu Bagas langsung menggunakan kemampuan *White Hole* miliknya untuk mengeluarkan serangan itu, dan hasilnya benar-benar seperti apa yang Bagas pikirkan..


Itu benar-benar mengeluarkan semuanya sama seperti sebelumnya. Itu hampir mirip dengan memantulkan serangan lawan..


Tak hanya Bentuk energi yang bisa Bagas serap dan keluarkan lagi, namun juga benda padat..


.


.


. __________\=Skip\=_________.


Sementara itu di dalam Dungeon Bagas mulai memikirkan beberapa kemungkinan lain dari beberapa kemampuan miliknya saat ia menghabiskan hari terakhir di Dungeon..


"Apakah mungkin juga aku perlu melatih Portal cahaya.. Namun sepertinya itu takan bisa aku pakai untuk pertempuran. " Ucap Bagas.


"Aku memiliki ide pengguna Portal untuk pertempuran namun.. Haih..


Apakah mungkin lebih baik memikirkan pengguna ruang dari element kegelapan.. ?? "


"Sepertinya aku perlu membangkitkan elementasi kegelapan.. " Gumam Bagas.


"Aku merasakan jika aku bisa menggunakan Elementasi kegelapan aku bisa menggunakan kemampuan berbasis ruang.. "


"Namun.. Bagaimana aku akan membuatnya bisa melakukan elementasi..?? " Gumam Bagas.


"Benar Ada dua cara.. Pertama dengan pertempuran, aku bisa sedikit menahan diri di setiap pertempuran berikutnya.. Dengan begitu aku mungkin bisa lebih dekat dengan elementasi Kegelapan.. " Ucap Bagas.


"Namun itu mungkin sedikit lebih memakan waktu lama, lalu aku mungkin memikirkan cara kedua.. Mencari Monster berbasis kegelapan atau ruang.. " Ucap Bagas.


"Namun.. Itu ada di mana..?? "


"Oh..!! Aku ingat.. Bukan kah ada satu Dungeon yang memiliki kriteria yang aku inginkan..?? " Gumam Bagas.


"Tapi aku masih memiliki waktu sehari lagi sebelum aku bisa keluar.. Sepertinya aku harus bersabar.. "


.

__ADS_1


.


. Bersambung


__ADS_2