Battle Of Sky Tower

Battle Of Sky Tower
33


__ADS_3

Bagas yang sudah selesai makan kemudian memutuskan untuk tidur karena melihat jam sudah hampir pagi.


Ia tidak membuat kemah atau persiapan apapun, Bagas hanya mengeluarkan alas untuk tidur dan tidur di dalam Dungeon..


Dalam tidurnya Bagas bermimpi aneh.. Ia merasakan seperti ia hidup di tubuh seseorang tanpa bisa melakukan apapun, ia hanya bisa menyaksikan semua yang pemilik tubuh itu saksikan..


Namun sayangnya Bagas tak bisa mendengar suara apapun di sana, itu bagaikan melihat televisi tanpa di beri suara..


Lalu Bagas menyaksikan pertumbuhan orang itu dari kecil hingga dewasa, lingkungan di sana sendiri seperti lingkungan para kultivator..


Anak kecil itu tumbuh di lingkungan peperangan dan dari kecil ia sudah terbiasa dengan darah. Lambat laun ia mulai menjadi sosok yang sangat ditakuti..


Terutama karena kemampuan Api hitam miliknya.. Karena terbiasa dengan pembunuhan dan peperangan, ia menganggap nyawa orang lain seperti semut.


Ia bahkan bisa membantai satu kota hanya karena ia sedang bosan.


Ia bisa mengalahkan siapapun yang datang mencoba membunuhnya, Sampai suatu ketika ia menghadapi seseorang yang sepertinya seorang raja..


Mereka bertarung selama lebih dari tujuh hari tujuh malam tanpa henti sampai membuat lingkungan disana porak poranda..


Sampai akhirnya sang Raja berhasil membunuhnya dengan menusuk dada orang itu... Namun saat menjelang akhir kematiannya, orang itu berubah menjadi api hitam dan lenyap dari sana..


Namun sebelum pemandangan itu berakhir di mata Bagas. Ia melihat sesuatu yang membuatnya merasa aneh.. Itu adalah tato milik sang Raja itu..


Karena tato di leher Raja sama seperti tato Gagak di leher Bagas..


Lalu setelah itu tiba-tiba Bagas terbangun dari tidurnya dan ia merasa kehabisan nafas dan penuh dengan keringat di sekujur tubuhnya.


"Ha.. Ha.. Ha.. Apa yang barusan itu..?? " Ucap Bagas.


"Aku benar-benar bisa melihat seolah-olah itu nyata, terlebih lagi semua sensasi dan rasa sakit yang aku alami benar-benar terasa sangat nyata.. "


"Siapa pemilik tubuh itu..?? Dan siapa Raja itu sebenarnya..?? Ia memiliki tato gagak seperti ku.. " Ucap Bagas saat ia memegang tato di lehernya yang terasa panas.


"Lupakan.. Itu hanya mimpi belaka bukan apa-apa.. " Ucap Bagas.


Lalu ia melihat jam dan sekarang sudah pagi, Bagas memutuskan mencari sungai untuk mandi dan membersihkan tubuhnya saat itu.


Setelah selesai mandi, Bagas kemudian kembali ke Dungeon itu lagi.. Di sana ia mulai membiasakan diri dengan element api miliknya..


Bagas berlatih sampai sore hari, kemudian ia kembali makan dan setelah itu mulai menyerap Core lainnya lagi..


Bagas menyeimbangkan Rank semua element miliknya selain kegelapan, karena ia ingin semua M.O.P element miliknya bisa menjadi Rank Ss semua sebelum waktu habis.


Setelah selesai Bagas yang melihat di luar sudah gelap akhirnya memutuskan untuk pulang..


Ia kali ini hanya menggunakan kemampuan element Kegelapan miliknya untuk pulang.


Kecepatan Bagas tak kalah dengan kecepatan element cahaya miliknya.


Setelah beberapa waktu kemudian akhirnya Bagas sampai di rumah.. Ia melihat hana saat itu sudah kembali dan sedang menyerap core monster di ruang bawah tanah.


Bagas tak mengganggu nya dana berjalan ke tempat latihannya sendiri.. Di sana Bagas mulai melanjutkan menyerap Coret monster yang ia dapatkan..


Peningkatan pertama yang bagas alami ada pada element Cahaya, itu sudah hampir mencapai Rank Ss dan hanya butuh beberapa Core lagi..


Untuk sekarang Bagas menganggap Element ini sebagai pilar kekuatannya untuk melawan Karasumaru, jadi ia ingin Element Cahaya bisa lebih dahulu masuk ke Rank Ss..


Dan setelah di rasa cukup Bagas memutuskan untuk istirahat.. Ia berbaring di sana memikirkan apa langkah selanjutnya..


"Aku masih memiliki waktu sekitar sembilan bulan lagi sampai semuanya di batasi, dalam waktu ini aku harus bisa mengumpulkan sebanyak mungkin Core yang bisa aku dapatkan.. " Gumam Bagas


"Namun aku harus bisa membatasi agar tak sampai salah memasuki Dungeon yang memiliki monster dengan kebangkitan kekuatan mereka yang sesungguhnya.. "


"Aku akan bertanya pada Hana seperti apa kekuatan para monster itu sekarang, jika peningkatan kekuatan mereka terlalu besar artinya mungkin hanya satu kali lagi aku bisa menaklukkan Dungeon seorang diri untuk sekarang.. "


"Lupakan.. Mari istirahat dan lihat besok.. " Ucap Bagas. Lalu ia mulai memejamkan matanya dan mulai tertidur..


Dalam mimpinya kali ini bagas masih memimpikan hal yang sama seperti sebelumnya.. Semua detail benar-benar sama dan terasa mulai seperti kenyataan..


Bahkan aroma darah pun bisa ia mencium sekarang setiap kali pemilik tubuh itu bertempur atau membunuh orang.. Sayangnya ia masih tak bisa mendengar semua suara di mimpinya itu..


"Ha.. Ha.. Ha.. Apa yang sebenarnya terjadi..?? Ke apa aku masih memimpikan hal yang sama..?? " Ucap Bagas.


"Apakah itu benar-benar mimpi..?? "


.


.

__ADS_1


. __________\=Skip\=_________.


Setelah Bagas keluar dari ruangan miliknya ia melihat Hana masih mencoba menyerap Core Monster, Jadi Bagas tak mengganggu nya lagi dan memilih mandi..


Setelah mandi dan sarapan Bagas masih melihat Hana belum selesai, jadi ia menulis surat dan ia tinggalkan di sana..


Sementara itu Bagas berniat keluar sebentar untuk berkeliling kota..


"Seharusnya saat ini Dungeon Singa bersayap api dan Anjing larva atau Anjing neraka sudah muncul di sekitar Jawa Timur bukan..?? Sepertinya aku memiliki target lain.. " Gumam Bagas sambil berjalan..


"Namun sebelum itu aku perlu menemukan lokasi Dungeon Garuda yang ada di daerah jakarta ini... "


Bagas mengingat kembali lokasi Dungeon itu.. Seingat Bagas itu seharusnya terletak di sekitar Monas, namun ia telah mencoba mencari beberapa kali menggunakan binatang bayangan tapi masih belum di temukan..


"Di mana sebenarnya lokasi Dungeon itu.. " Gumam Bagas. Tiba-tiba di saat dia masih sibuk berfikir ia tanpa sengaja menyenggol seseorang.. Karena ramainya kendaraan di jalan-jalan saat itu dan suara bising kenalpot dan klakson kendaraan membuat Bagas tak menyadari ada orang di depannya..


"Oh maaf.. Aku tak sengaja.. " Ucap Bagas.


"Tidak. Tidak masalah, aku baik-baik saja.. " Ucap orang itu, lalu orang itu kembali melanjutkan perjalanannya dan bersiap menyebrang jalan yang ramai itu.


Bagas memperhatikan wajah orang itu sedikit familiar untuk nya.. Ia mulai mengingat siapa orang itu..?


"Kenapa rasanya wajah orang itu tak asing..?? " Gumam Bagas.


"Siapa orang itu..?? "


"Akhh...!! Tas ku..!! Jambret...!!!! " Teriak seseorang.


Saat Bagas masih memikirkan identitas orang itu tiba-tiba ada teriakan di sana yang membuatnya tersadar..


Bagas melihat orang yang kehilangan tasnya itu ternyata adalah orang yang sebelumnya ia senggol secara tak sengaja..


Lalu ia melihat orang yang mengambil tasnya itu adalah dua orang penggunaan Motor yang berboncengan..


Karena arahnya kebetulan ke arah Bagas, jadi ia memutuskan untuk membantunya.. Bagas menarik batang besi yang ada di sisi jalan, kemudian melemparkan besi itu ke arah roda motor orang itu..


Dan Batang besi itu tepat menancap di Roda depan yang membuat Motor itu langsung tersungkur ke aspal jalan..


Bagas langsung melompat dan menendang kedua orang itu yang mencoba lari setelah terjatuh.. Dan banyak orang mulai membantu juga untuk menangkap kedua jambret itu..


Bagas tak ikut memukuli jambret tersebut dan memilih mengembalikan tas milik orang sebelumnya..


"Ini tas anda.. Silahkan cek apakah ada yang hilang.. " Ucap Bagas. Sambil menyerahkan tas itu.


"Sebagai ucap Terima kasih dari ku tolong Terima ini.. "


Lalu orang itu menyerahkan selembar kartu ke arah Bagas dari tas miliknya itu, dan Bagas melihat kartu berwarna Hitam itu.


Di sana tertulis Pelelangan H.S di atasnya..


"Pelelangan H.S..?? Tunggu, mungkinkah anda ini..?? " Ucap Bagas.


"Oh benar.. Maaf atas ketidak sopanan ku.. Perkenalkan, nama ku adalah Handoyo Suprapto.. " Ucap orang itu.


"Aku pemilik rumah lelang H.S ini.. Dan itu adalah kartu Hitam pelelangan saya, jadi jika Anda tertarik anda bisa datang saja ke pelelangan kami.. "


"Dengan kartu itu anda bisa mendapatkan diskon untuk semua barang yang Anda beli.. " Ucap Tuan Handoyo yang ternyata pemilik pelelangan.


"Pantas.. " Gumam Bagas.


Ia merasa wajah orang ini tak asing, ternyata itu karena orang ini adalah pemilik pelelangan terbesar di indonesia di kehidupan sebelumnya..


Bagas tak mengenali orang ini karena selain ia berjalan kaki dan tidak naik mobil, itu juga karena sudah lama bagas tak melihat orang ini.


Pelelangan H.S adalah tempat di mana Bagas mendapatkan Core Kirin setelah ia menghabiskan semua tabungan dan Core Monster yang telah ia dapatkan di kehidupan sebelumnya.


Jadi tanpa di sadari orang di depannya telah membantu Bagas di kehidupan sebelumnya..


"Apakah ada masalah..?? " Tanya Tuan Handoyo.


"Oh tidak.. Tidak ada.. " Ucap Bagas.


"Apa yang di lelang di pelelangan anda saat ini..?? "


"Kami memiliki beberapa mayat monster dari Dungeon yang sebelumnya di temukan di Bekasi.. Kau tau itu adalah berita besar saat ini.. " Ucap Tuan Handoyo.


"Dan kebetulan kami yang mensponsori penaklukan Dungeon itu, dan selain material monster kami juga mendaptkan banyak barang bagus dan berguna.. "


"Untuk detailnya silahkan datang saja ke sana dalam satu Minggu lagi, pelelangan pertama akan di lakukan saat itu.. " Ucap Tuan Handoyo.

__ADS_1


"Baiklah.. Jika aku memiliki waktu aku akan datang.. " Ucap Bagas.


"Baiklah.. Kalau begitu aku akan pergi dulu, sampai jumpa di pelelangan milikku.. " Ucap Tuan Handoyo.


"Baiklah hati-hati lain kali Tuan Handoyo.. " Ucap Bagas.


"Haih.. Aku benar-benar membenci jalanan di jakarta.. Aku harus turun jauh dan berjalan kaki untuk sampai di tujuan.. " Gumam Tuan Handoyo itu saat ia harus pergi mengurus masalah copet itu terlebih dahulu.


"Pelelangan H.S..?? Mungkin aku bisa menjual berbagai material ke sana nantinya.. " Ucap Bagas sambil tersenyum...


"Siapa sangka aku akan bisa bertemu dengan orang itu di sini.. "


"Karena kita ditakdirkan bertemu lagi di sini, aku akan membantu menaikan ketenaran dari pelelangan anda nantinya.. " Gumam Bagas saat ia melihat Tuan Handoyo yang sudah mulai pergi itu. .


.


. __________\=Skip\=_________.


Pada malam Harinya Di suatu tempat yang gelap dan lembab.


Hana dan Bagas saat ini sedang berjalan di sana secara perlahan..


"Kaka.. Kenapa kaka tak mengatakan lokasinya ada di tempat seperti ini..?? " Ucap Hana.


"Kenapa menyalahkan kaka..?? Kau tak bertanya dan kau sendiri yang memaksa ikut bukan..?? " Ucap Bagas.


"Itu benar tapi... Tapi kaka harusnya mengatakan jika lokasi Dungeon ada di dalam gorong-gorong seperti ini..! " Ucap Hana.


"Bukankah kaka sudah mengatakan bahwa lokasinya ada di di tempat sempit dan kotor dan berair..?? " Ucap Bagas.


"Ya.. Tapi.. Aku kira itu ada di perairan kotor atau di sungai kotor lainnya, bukan di gorong-gorong seperti ini.. " Ucap Hana.


"Jangan mengeluh.. Kau sendiri yang memaksa ikut dan berkata ingin menunjukkan kekuatan baru yang kau dapatkan sebelumnya bukan..?? Jadi jangan berisik.. " Ucap Bagas.


"Tapi.. Tapi.. Aakkhh...!! Kaka menyebalkan..!! " Ucap Hana.


.


.


. __________\=Skip\=_________.


Beberapa saat sebelumnya..


Bagas yang akhirnya sudah menemukan tempat Dungeon memutuskan untuk pulang, ia melihat Hana sudah duduk di depan TV saat itu.


"Kaka pulang.. " Ucap Bagas.


"Oh kaka.. Darimana saja kak..?? " Tanya Hana.


"Hanya jalan-jalan saja Untuk mencari Dungeon.. Ada apa..?? " Tanya Bagas.


"Tak ada apa-apa... Apakah sudah ketemu..?? Dimana..??


Oh benar, aku membawa banyak monster di penyimpanan.. " Ucap Hana sambil memberikan kembali tempat penyimpanan Bagas.


"Sudah.. Namun itu ada di tempat yang kotor, berair dan lembab juga.. Kaka berniat ke sana sendiri setelah ini.. "Ucap Bagas.


" Aku akan ikut.. "Ucap Hana.


" Tak perlu.. Kaka bisa sendiri, lagi pula kau takan suka tempat itu.. "Ucap Bagas


Jadi apa yang kau dapatkan..?? " Tanya Bagas sambil memeriksa penyimpanan itu.


"Hehehe.. Aku mendapatkan banyak hal.. Aku akan menunjukkan ke kaka nanti.. " Ucap Hana.


"Jadi aku akan tetap ikut.. Kaka tak bisa melarang ku kali ini.. "


"Apa kau yakin..?? " Tanya Bagas.


"Seratus persen yakin.. " Ucap Hana.


"Kalau begitu jangan menyesal dan merengek nantinya mengerti..! " Ucap Bagas.


"Aku tau.. Aku bukan anak kecil lagi kaka.. " Ucap Hana


"Baiklah.. Kita lihat saja apa benar seperti itu nanti..?? "


.

__ADS_1


.


. Bersambung.


__ADS_2