Battle Of Sky Tower

Battle Of Sky Tower
31


__ADS_3

Monster Basilisk itu bergerak dengan sangat cepat di sana, ditambah lagi ia memiliki kemampuan kamuflase yang menguatnya sulit di hadapi.


Bagas harus terus mengingatkan dua pasukannya untuk menyerang lokasi Basilisk itu. Namun pergerakan cepatnya menbuat Sky dragon dan Wyvrin kesulitan mengenainya.


Saat itu Monster Basilisk itu tiba-tiba mengeluarkan nafas racun dari mulutnya yang langsung memenuhi seluruh ruangan itu.


Untungnya Bagas mengenakan Masker kali ini, namun itu takan bertahan lama dalam menghadapi nafas racun Basilisk itu.


Bagas juga tau itu, ia hanya menggunakan Masker ini untuk sedikit mengulur waktu baginya.


"Ini kesempatan ku.. Kalian terus serang dia..!! " Ucap Bagas.


Lalu ia mulai mengeluarkan banyak tabung dari penyimpan miliknya, itu adalah tabung Gas ukuran kecil yang biasa di gunakan saat berkemah di hutan atau tempat tertentu..


Bagas sudah menunggu waktu ini. Ia sengaja menunggu Basilisk itu menyemburkan Nafas Racun miliknya.


Pasalnya saat ia menggunakan Nafas Racun, ia takan bisa melakukan kamuflase lagi. Jadi mudah untuk di serang saat itu, terutama karena pasukan Bagas adalah undead jadi mereka kebal serangan racun.


Kemudian Bagas menggunakan kemampuan Kreasi bayangan untuk membuat beberapa binatang bayangan guna membawa tabung-tabung itu mendekati Monster Basilisk itu.


Bagas juga melemparkan Tabung itu ke arah Basilisk dengan kekuatan penuh, Basilisk itu langsung menampiknya dengan keras yang membuat tabung-tabung itu pecah dan mengeluarkan gas.


"Kalian menghindar sekarang..!! " Ucap Bagas.


"Domain Lava..!! "


Bagas mulai mengubah medan di sana menjadi medan lava panas. Api yang di hasilkan dari panasnya Lava langsung membuat Gas yang bercampur Racun itu meledak..


*Bbooooommm....!!!


Dan ledakan itu tepat mengenai sang Basilisk itu. Dan menghilangkan efek Racun yang sebelumnya telah di keluarkan Oleh Basilisk itu.


Namun ledakan itu tak sampai membunuh sang Basilisk, karena Bagas tak ingin menghancurkan luar tempat itu jadi ia tak menggunakan banyak peledak.


"Sial.. Karena ada lava aku tak bisa mengikatnya.. " Ucap Bagas.


"Apa yang kalian tunggu-tunggu..?? Jangan diam saja serang lagi..!! "


Namun saat keduanya mendengar itu, tanpa sengaja mereka masuk ke dalam Lava panas itu. Hal itu benar-benar membuat Bagas merasa semakin kesal..


Bagas sedikit bertanya-tanya, kenapa sepertinya kedua pasukannya itu sedikit bodoh.. Mereka bisa terbang kenapa harus berlari di atas Lava.


Mereka memang undead, namun jika rusak atau cidera. Tak ada cara memperbaiki mereka jika tak ada material yang cocok.


"Dasar dua idiot...!!


Lupakan,aku perlu mencari cara lainnya.." Ucap Bagas.


"Benar juga...


Penciptaan Golem - Minions lava..!! "


Bagas kembali memanggil pasukan lainnya, namun kali ini ia memanggil Golem Lava. Selain karena mereka bukan tipe sekali pakai dalam artian jika rusak bisa bagas buat ulang, itu juga karena saat ini lingkungan sekitar telah berubah menjadi Lava panas.


Bagas tak menghilangkannya karena lava itu juga menghalangi Basilisk itu untuk bergerak sembarangan..


Jadi Lava minions adalah pilihan terbaik saat ini. Dan benar saja, para golem minions lava itu jauh lebih berguna daripada dua undead itu.


Melihat Basilisk itu mulai terdesak. Bagas berniat menggunakan langkah bayangan untuk mendekatinya, namun tiba-tiba ia membatalkan hal itu karena ia melihat serangan yang di keluarkan oleh Basilisk itu.


Itu mirip nafas Racun, tetapi berbeda efeknya.. Semua yang terkena bagas itu terlihat seperti berkarat dan hancur.

__ADS_1


"Sial.. Dia masih memiliki Nafas korosi.." Ucap Bagas. Saat melihat semua Minions lava miliknya hancur.


"Andai saja aku membawa dark elf mungkin ini akan lebih mudah.. " Ucap Bagas.


Para dark elf dan sebagian pasukan lainnya saat ini Bagas biarkan untuk mengikuti Hana, jadi ia tak bisa mengeluarkan mereka sekarang.


Dan alasan Bagas tidak langsung menggunakan Gluttony untuk menyerapnya karena ia sadar jika ia mencoba menyerap Monster yang masih dalam kondisi baik-baik saja ada kemungkinan mereka akan menghindarinya.


Hal ini karena prosesnya membutuhkan beberapa waktu sampai selesai, jadi Bagas perlu membuat target lumpuh atau minimal terluka agar membatasi gerakan Monster itu.


Dan alasan Bagas tak menggunakan kemampuan yang kuat itu karena ia takut tak sengaja membunuhnya..


"Jika saja Elementasi bisa aku gunakan bersama dengan Gluttony, itu pasti akan jauh lebih mudah.. Aku tak perlu lagi bertarung.. " Gumam Bagas.


Ia mulai memikirkan apa yang harus ia lakukan. Lalu ia akhirnya ingat bahwa Elementasi bisa ia gunakan dengan teknik lain selama itu ber element cahaya.


"Elementasi..!!! " Ucap Bagas.


Lalu tubuhnya mulai bercahaya dan kemudian semuanya nampak melambat.


Lalu ia langsung melesat ke arah Basilisk itu dan mendarat bdinatas punggungnya..


Bagas kemudian membuat tombak cahaya dan mulai menyerangnya terutama bagian kakinya, dan terakhir ia memaku Basilisk itu ke tanah dengan Tombaknya agar tak bisa kabur lagi.


Setelah itu Bagas membatalkan Elementasi miliknya.


"Aku harus bergegas..!! "Ucap Bagas.


" Element kegelapan - kegelapan tak terbatas.. Gluttony..!!! "


Bagas mulai menyerap Basilisk yang sudah tak bisa bergerak itu. Prosesnya berjalan lancar dan akhirnya semua selesai setelah beberapa saat kemudian.


Segel berwarna hitam itu tiba-tiba berubah menjadi hijau tua dan mulai berkumpul di bahu Bagas, kemudian segel itu mulai membentuk tato tengkorak berwarna hijau tua dengan asap di belakangnya.


"Untung saja kali ini aku beruntung.. " Ucap Bagas.


Karena kali ini Bagas berhasil mendapatkan M.O.P tipe Racun. Walaupun tak ada kemampuan bawaan yang ia dapatkan, setidaknya kali ini ia memiliki metode lain untuk menyerang.


"Setidaknya aku tak benar-benar sial dan mendapatkan hasil sesuai apa yang aku inginkan.." Ucap Bagas.


Bagas kemudian melihat tatao matahari putih di telapak tangannya.


"Jika aku melawan Dark Elf yang kekuatannya telah di bangkitkan sepenuhnya, aku mungkin kali ini memiliki kesempatan jauh lebih besar.. " Gumam Bagas.


Saat ia melawan Dari Elf sebelumnya itu masih dalam kondisi kekuatan Dark elf masih setengah bangkit. Dan itu masih membuat Bagas kewalahan.


Jadi bagaimana jika benar-benar bangkit..?? Elementasi cahaya, penyembuhan diri, serangan element cahaya.. Dan ada kemungkinan ia mungkin bisa menggunakan kemampuan berbasis waktu.


Jadi Bagas benar-benar mendesak dirinya sendiri agar jauh lebih kuat segera, walaupun kemampuan waktu masih belum di konfirmasi oleh Bagas. Namun kemungkinan itu tetaplah ada, jadi Bagas masih perlu mempersiapkan diri.


Pada awalnya Bagas tak terlalu memikirkan Dark elf itu, namun setelah merasakan kemampuan Elementasi cahaya. Bagas menaikan level bahaya dari Dark elf itu jauh lebih tinggi..


"Sekarang semuanya selesai, jadi.. Apakah aku perlu kemabli sekarang atau aku bisa mencari lokasi Dungeon lainnya..?? "Guamam Bagas.


Bagas tak terburu-buru pulang karena tau Hana masih dalam kondisi baik-baik saja dari para pasukan Bagas..


Ia telah menjelajahi dungeon Slime, lalu Dungeon Minotaur dan Golem kayu, Dungeon Lizardman dan Wyvrin. Hana juga sudah mengecek Dungeon Kirin petir dan Dark Elf, tapi ia tak mencoba menaklukannya..


Hana melakukan seperti yang Bagas katakan untuk menyelidiki saja tanpa mencoba menaklukannya..


Dan saat ini Hana juga sudah mulai mencari lokasi Dungeon Sky dragon skali lagi, ia nampaknya ingin menaklukannya sendirian. Namun sebelum ia menemukan Dungeon Sky Dragon nampaknya ia malahan menemukan lokasi Dungeon lainnya, itu karena walaupun Hana ingat lokasinya namun ia tak bisa memastikan dengan benar saat di dalam hutan..

__ADS_1


Dan untuk saat ini Hana nampaknya ada di dalam Dungeon yang berisi para Orc. Ia mulai menaklukannya sendirian karena merasa mereka bukan lawan Hana.


Bagas juga tau Hana tidak menghancurkan mayat mereka dan membawa semuanya dengan alat penyimpanan milik Bagas yang sebelumnya telah di bawa Hana.


Karena itulah Bagas cukup senang karena ia bisa mendapatkan lebih banyak pasukan lagi nantinya..


.


.


. __________\=Skip\=_________.


Setelah berfikir beberapa kali, Bagas akhirnya memutuskan untuk mencari lokasi Dungeon lainnya terlebih dahulu..


Sebelum ia pergi ia membuat batu besar dan pohon besar untuk menutup pintu masuk Dungeon itu, ia tak ingin ada yang mengambil core Monster dari Basilisk terutama orang itu.


Ia menuju daerah yang sangat jauh kali ini, itu adalah Dungeon yang ada di luar negri tepatnya di Rusia..


Bagas menggunakan Elementasi Cahaya dan sayap malaikat yang ia buat untuk menambah kecepatan terbangnya..


Bagas juga mengaplikasikan kecepatan cahaya dan melihat apakah dia benar-benar bisa memasuki kecepatan cahaya yang sesungguhnya..


Butuh waktu cukup lama sebelum Bagas akhirnya sampai di Rusia, ia mendarat di hutan dan memilih beristirahat di sana. Pasalnya selain penggunaan Origin untuk terbang jauh, saat ini juga sudah mulai pagi..


Bagas mencari lokasi pohon yang besar dan kemudian membuat kepompong dari kegelapan untuk membungkus dirinya di atas pohon yang besar dan tinggi agar tidak di ketahui siapa pun.


Di sisi lainnya saat itu Hana nampaknya berhasil menaklukan Dungeon Orc itu, ia tak buru-buru pergi dan memilih beristirahat di dalam Dungeon itu.


Sebelumnya Hana sudah membawa banyak peralatan untuk kemah, jadi ia tak kesulitan bertahan di Dungeon itu.


Sementara itu Bagas tak menganggur juga, saat ia beristirahat di sana dia juga melepaskan banyak binatang bayangan untuk memastikan lokasi Dungeon kali ini..


Alasan Bagas memilih Dungeon ini adalah untuk mendapatkan kemampuan yang tak di dapat dari Dungeon Slime sebelumnya. Ini adalah Dungeon dari Phoenix, sang burung Api..


Bagas masih menginginkan kemampuan Api, jadi ia pergi ke sini. Karena Dungeon di Indonesia saat ini belum ada yang memiliki element api seperti yang ia inginkan.


Jadi ia terpaksa pergi sangat jauh hanya untuk mendapatkan kemampuan element api, dan lagi saat ini Dungeon masih belum di batasi.


Jadi ini adalah kesempatan Bagas mendapatkan Coret Monster dan kemampuan dari Monster kuat di luar negri..


Setelah ini Bagas juga ingin menuju ke Antartika, namun ia masih membutuhkan beberapa persiapan. Karena ia tak ingin mati beku saat mencari di sana nantinya.


Di dalam Dungeon Phoenix kali ini terdapat Monster lainnya juga, itu seharusnya adalah Monster jenis burung besar namun tanpa element..


Hanya Monster burung biasa saja yang mendiami Dungeon itu. Bagas memikirkan untuk memanggang nya nanti..


Namun pencarian Bagas berlangsung cukup lama, sampai malam selanjutnya ia masih belum menemukan lokasi Dungeon itu..


Di saat mencari lokasi Dungeon, Bagas juga berburu binatang di hutan untuk ia makan..


Karena makanan yang ia bawa hanya makanan kering, jadi Bagas ingin mencari binatang liar dan memakannya..


Pencarian di hutan berlangsung selama empat hari, dan dalam empat hari ini Bagas menemukan Dungeon Goblin dan slime biasa.. Bagas memutuskan untuk menaklukkan dua Dungeon itu dan memilih tinggal di dalam Dungeon Slime saat binatang bayangan miliknya masih mencari lokasi tujuannya..


Dan pada hari ke enam akhirnya Bagas mendapatkan lokasi dari Dungeon Phoenix yang ia tunggu-tunggu..


"Akhirnya.. Aku sudah tak sabar menunggu ini.. Mari selesaikan dengan cepat kali ini.. "


.


.

__ADS_1


. Bersambung.


__ADS_2