
Dalam lima minggu kemudian atau satu bulan lebih setelah Bagas bertemu dengan Karasumaru, ia tak pernah lagi mencoba mengaktifkan kemampuannya itu.
Ia tak ingin membiarkan Karasumaru mengambil alih dirinya lagi seperti sebelumnya.
Jadi ia hanya melatih kemampuan lainnya terutama kemampuan dari Element Cahaya..
Bagas dan Hana juga tidak mencari Dungeon lainnya. Mereka hanya fokus berlatih dan menyerap Core Monster.
Hana sekarang sudah mencapai Rank Ss Bawah puncak, ia hampir mencapai Rank Ss Tengah. Sedangkan Bagas selama ini fokus menaikan Rank dari M.O.P Cahaya dan akhirnya sampai di Rank Ss juga.
Sedangkan Kegelapan saat ini sudah di Rank B walaupun belum Bagas naikan lagi. Sedangkan untuk Kayu miliknya masih di Rank S namun ia memprediksi bahwa itu tak jauh dari Rank Ss juga.
Selain itu Bagas juga mempelajari segel untuk menyegel Kemampuan Api kegelapan yang menjadi alasan munculnya Karasumaru. Pasalnya selama beberapa hari setelah kejadian itu, Bagas memperhatikan sejak munculnya Tato Gagak di lehernya tampak terus menyerap Origin atas kemauannya sendiri.
Dan origin itu terus mengalir ke dalam M.O.P kegelapan miliknya, karena itulah M.O.P kegelapan miliknya naik menjadi Rank B walaupun tak ia naikan..
Dan Bagas juga bisa merasakan Tato Gagak itu Hanya tanda keberadaan Karasumaru, walaupun itu menyerap origin terus menerus tetapi Bagas bisa merasakan itu takan membahayakan dirinya dan malah menguntungkan Bagas.
Yang jadi masalah saat ini bukan tato itu, melainkan kekuatan Api kegelapan tersebut.
Pasalnya kekuatan yang ia dapatkan saat ia menyerap Api kegelapan sebenarnya ada di matanya.
Dan efeknya mulai muncul sedikit perubahan pada mata kanan miliknya itu, matanya tampak mulai menghitam secara cepat dan akhirnya keseluruhan matanya berubah menjadi Hitam.
Sebenarnya itu hal yang bagus, karena selain kemampuan pandangannya menjadi jauh lebih jelas bahkan di kegelapan. Mata kanan miliknya bisa melihat semua makhluk hidup bahkan jika mereka bersembunyi atau tak terlihat oleh mata biasa.
Namun Pada akhirnya Bagas perlu membuat Segel untuk menyegel kemampuan itu agar tidak ia gunakan lagi, karena Bagas takut kemampuan itu mungkin bisa menjadi jalan bagi Karasumaru untuk keluar dan mengendalikan tubuhnya lagi.
Saat ini Bagas memakai penutup mata yang terdapat Segel di sana yang Bagas buat agar mencegah kekuatan itu lepas kendali atau secara tak sengaja ia gunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Dan Bagas juga membuat topeng untuk menutupi wajahnya selama pertempuran mendatang. Ia membuat Topeng Hitam legam tanpa motif apapun dan tanpa ada lubang mata atau mulut di topeng itu.
Pasalnya Bagas memiliki kemampuan dari element Cahaya, jadi ia tak perlu membuat lubang di topeng itu untuk melihat sekeliling..
Bagas juga mengubah sedikit penampilan Armor miliknya, ia menambahkan penutup kepala pada armor miliknya. Dengan itu penampilannya hampir mirip dengan penampilan saat ia melawan beberapa preman yang ia temui di jalan..
Bagas juga melatih kemampuan Kayu miliknya, dan juga mengajari Hana kemampuan lain agar ia bisa jauh lebih kuat..
Saat ini Bagas melihat berita dan mendapati laporan penemuan Dungeon di Bekasi, itu tiba-tiba saja muncul di salah satu bangunan di sana..
Dan ada beberapa orang yang penasaran dengan Dungeon itu, lalu mereka merekam dan memasukinya. Di sana mereka menemukan adanya Monster Babi bertubuh seperti manusia. Mereka memakai baju pelindung dan memegang senjata kayu dan batu.
Beberapa orang yang pernah memainkan permainan game tau jika itu adalah monster Orc, namun sayangnya mereka menganggap itu hanya setingan atau sekedar prank saja.
Jadi mereka mendekati Orc itu, namun hasilnya salah satu dari mereka kepalanya pecah di hantam dengan balik kayu oleh salah satu Orc itu.
Dan dari sanalah akhirnya mereka sadar jika itu semua bukan setingan melainkan hal nyata. Namun sayangnya mereka terlambat menyadari hal tersebut, hanya satu orang dari total delapan yang masuk ke sana yang berhasil keluar dengan selamat.
Selebihnya terbunuh di dalam Dungeon itu, walaupun orang itu selamat dari sana namun ia mendapatkan banyak luka memar dan patah tulang. Ia juga sangat shock dengan hal tersebut dan membuat ia sulit diajak komunikasi oleh para petugas, untungnya ada rekaman yang memperlihatkan semua kejadian di sana.
"Apakah sudah mulai..?? Ini dua minggu lebih cepat dari perkiraan ku.. " Gumam Bagas.
"Tunggu.. Jika seperti ini maka... "
"Hana..!! Kemarilah..!! "Teriak Bagas.
"Ya.. Sebentar..!! " Teriak Hana. Tak lama kemudian Hana datang ke Bagas.
"Ada apa kak..?? "
"Ada perubahan Rencana.. Aku ingin kau mengecek semua Dungeon yang pernah kita kunjungi sebelumnya.. " Ucap Bagas.
"Jika para monster telah bangkit, kita akan mencoba menaklukannya sekali lagi..
Jika itu hanya Dungeon Slime Crocodile Dragon dan Golem kayu, kau bisa mencobanya sendiri.. Namun untuk yang lainnya, kau tak bisa melakukan sendirian.. "
"Ehh..?? Memang ada apa..?? Kenapa tiba-tiba..? " Tanya Hana.
__ADS_1
"Ya ternyata perhitungan kaka meleset, Dungeon di Bekasi telah muncul dan ditemukan.. Jadi kaka akan pergi sendirian kali ini.. " Ucap Bagas.
"Apa kaka yakin..?? Kaka tak memiliki kemampuan dari M.O.P api atau angin, bukankah jika seperti rencana itu akan terlalu berbahaya..?? " Tanya Hana.
"Ya, namun tak ada pilihan lain.. Jika benar maka Dungeon yang sebelumnya kemungkinan sudah memulihkan kondisinya dan telah melahirkan para monster sekali lagi.. " Ucap Bagas.
"Ingat.. Kekuatan mereka akan meningkat sedikit daripada saat pertama kita melawan mereka.. Namun ini mungkin akan menjadi kesempatan berakhir sebelum kekuatan para monster benar-benar pulih dan bangkit sepenuhnya... "
"Apakah benar-benar berbahaya jika kekuatan mereka benar-benar pulih sepenuhnya..?? " Tanya Hana.
"Sebagai perbandingan saja.. Monster Drake yang sebelumnya kita lawan, jika sudah mencapai kebangkitan kekuatan secara penuh... Kekuatan asli dari Rank Monster Drake yang sesungguhnya akan setara dengan Naga Langit yang kau lawan sebelumnya.. "
"Jadi jangan coba-coba mengalahkan mereka sendirian.. Setelah Dungeon di taklukkan lagi untuk kedua kalinya, mereka akan membutuhkan waktu yang jauh lebih lama untuk pulih.. " Ucap Bagas.
"Semakin tinggi Rank Monster di dalamnya, semakin lama juga mereka pulih.. "
"Baiklah aku mengerti.. Aku akan melihat Dungeon di Bekasi lalu aku akan pergi ke cirebon sekali lagi dan terakhir ke Brebes.. " Ucap Hana.
"Untuk yang lainnya aku hanya akan mengecek mereka tanpa mencoba menaklukkan sendirian... "
"Itu Bagus.. " Ucap Bagas.
"Oh benar, coba kali ini kau perhatikan di ruangan Bos nantinya.. Apakah ada kristal berwarna putih di dalamnya atau tidak.. "
"Kristal Putih..?? Apa gunanya..?? " Tanya Hana.
"Itu kristal Origin.. Walaupun hanya setara dengan setengah Core Monster Rank E atau setara dengan Core Rank F.. Tetapi kristal itu biasanya ada dalam jumlah banyak. " Ucap Bagas.
"Jadi Harganya juga akan menjadi lumayan tinggi.. Walaupun seharusnya belum muncul di dalam Dungeon, namun kaka itu mungkin akan muncul di dalam Dungeon yang sudah di taklukkan pertama kali.. "
"Emmm.. Jangan lupa pinjamkan aku beberapa pekerja.. " Ucap Hana.
"Aku tak mau membongkar materialnya sendirian nantinya.. "
"Tak masalah, kaka tau itu.. " Ucap Bagas.
"Em.. Memang harus Seperti itu.. "Ucap Hana.
" Oh kaka juga harus hati-hati, walaupun tujuan kaka hanya Monster Rank C. Tapi jika memang spesifikasi monster itu seperti yang kaka katakan, maka itu akan jauh lebih berbahaya jika kaka sendirian.. "
"Kaka tau itu, kaka akan hati-hati.. Kaka akan menyiapkan semuanya sebelum berangkat.. " Ucap Bagas.
"Kalau begitu aku juga akan istirahat lagi sekarang agar aku bisa pergi nanti malam dan tidak mengantuk.. " Ucap Hana .
Setelah itu ia kembali ke kamarnya, karena saat ini baru jam 2 siang Hana memutuskan untuk tidur siang lagi.
Sementara itu Bagas mulai melihat toko perlengkapan yang ia butuhkan, dan ternyata barang yang ia inginkan di jual tak jauh dari lokasi tempat tinggalnya. Jadi Bagas memutuskan untuk berjalan ke sana.
.
.
. __________\=Skip\=_________.
Saat keluar Rumah, Bagas melihat banyak orang saat ini sedang beristirahat di bawah pohon.
"Hallo paman..! Bibi..!! " Ucap Bagas.
"Oh nak Bagas..! Apakah kamu akan pergi..? " Tanya salah satu bibi di sana.
"Ya.. Aku perlu membeli beberapa kebutuhan.. " Ucap Bagas.
"Kalau begitu kau bisa meminjam sepeda paman saja, daripada kamu jalan kaki.." Ucap salah satu paman.
"Hahaha.. Jangan pinjam sepedanya.. Lihat saja itu jauh lebih mirip barang Antik, tak pantas anak muda seperti mu memakainya.."ucap paman yang lainnya..
" Hahaa.. Itu benar.. "Ucap orang lain.
__ADS_1
" Haih kalian ini.. Walaupun terlihat seperti barang antik, Namun itu masih sangat kuat kalian tau.. "Ucap paman sebelumnya.
" Kuat apanya, kemarin aku pinjam sudah banyak bunyi-bunyi mau patah.. "Ucap orang lainnya.
" Aku yakin itu sepeda umurnya bahkan lebih tua dari mu.. "
"Haihh itu karena kau yang terlalu berat.. " Ucap paman itu.
"Terimakasih.. Tapi aku akan jalan kaki saja, aku hanya akan ke toko di sebrang desa.. " Ucap Bagas.
"Owh.. Memangnya apa yang ingin kau beli..?? " Tanya bibi di sana.
"Aku hanya mencari Masker Gas saja.. " Ucap Bagas.
"Masker gas seperti yang di pakai oleh pemadam kebakaran itu..?? " Tanya Bibi itu.
"Ya.. " Jawab Bagas.
"Kalau begitu kau bisa membelinya dengan mudah, kebetulan anak ku bekerja di sana.. Aku akan pulang untuk mengambil HP milikku dan mengabari nya untuk memberikan diskon untuk mu.. " Ucap Bibi itu.
"Tak masalah.. Itu tak perlu Bibi.. " Ucap Bagas.
"Tidak apa.. Kebetulan toko itu milik salah satu kerabat saya, dan anak ku bekerja di sana.. Aku akan berbicara dengan saudara ku itu, kalau perlu dia harus memberikan masker itu gratis.. "Ucap Bibi itu.
" Tidak.. Itu benar-benar tidak perlu.. "Ucap Bagas.
" Tidak.. Kau sudah banyak membantu kami dengan semua kebun dan kolam ikan itu, jadi biarkan Bibi setidaknya berterima kasih dengan hal kecil ini.. "Ucap Bibi itu.
" Itu.. "Bagas ragu-ragu.
" Terima saja Nak Bagas.. Setidaknya kami bisa berterima kasih kepada mu kali ini.. "Ucap orang lainnya.
" Baiklah terimakasih.. "Ucap Bagas.
" Oh benar Nak.. Berapa umurmu sekarang..??
"Aku sudah sekitar Dua puluh sembilan tahun sekarang.. " Ucap Bagas.
"Kau sepertinya belum memiliki pasang bukan.. Bagaimana jika kau coba dekat dengan anak ku.. Ia cantik dan baik hati.. " Ucap salah satu paman di sana.
"Cantik dan baik hati apanya..?? Jelas sekali dia Tomboy bahkan lebih mirip laki-laki daripada perempuan, lihat saja badannya yang berotot itu dan sikapnya yang pemarah, bahkan preman di sini takut padanya.. " Ucap salah satu paman lainnya.
"Cantik..?? Baik hati..?? " Gumam Bagas sambil merasa aneh. Karena ia kenal dengan anak paman ini dan memang mirip seperti deskripsi paman satunya itu, Bagas mengingat penampilannya yang jauh lebih mirip laki-laki itu dam Ia sikapnya terkenal sangat galak.
Bagas langsung merinding saat mengingatnya..
"Hahaha itu benar.. Jangan dengan anaknya, lebih baik dengan cucu paman saja.. "Ucap yang lainnya.
" Haihh di tidak Tomboy, dia hanya sedikit kuat saja.. Dan itu bukan salahnya para preman takut, mereka saja yang pengecut.. "Ucap paman itu.
" Lagipula.. Bukan kah cucumu masih dua belas tahun..?? "
"Ya kenapa..?? Tak masalah selama Bagas mau.. " Ucap paman itu.
"Lebih baik dengan anak Bibi saja.. Dia jauh lebih cantik dan umurnya pas untuk mu.. " Ucap Bibi disana.
Bagas juga tau anak Bibi itu, memang cantik jika di lihat, namun.. Anak Bibi itu sudah menikah dan memiliki anak sekarang..
"Haih.. Bukankah anakmu sudah menikah..?? " Tanya orang lain di sana.
"Itu bukan masalah... Aku bisa memintanya untuk meninggalkan suaminya itu, Jika di bandingkan Bagas.. Dia jauh di bawahnya.. " Ucap Bibi itu
"Terima kasih.. Tapi aku masih belum memikirkan hal seperti itu sekarang.. Dan aku akan berangkat sekarang, sampai jumpa lagi.." Ucap Bagas buru-buru meninggalkan mereka yang masih berdebat sendiri.
.
.
__ADS_1
. Bersambung.