
"Element kegelapan - Kegelapan tak terbatas... Gluttony..!!! " Ucap Bagas. Segel di tangan Bagas mulai keluar sampai lengannya lagi.
Bagas mulai menyerap Core Golem Lava itu sebelum ia pulih kembali. Setelah beberapa saat kemudian akhirnya ia selesai menyerapnya.
"Sial ini panas.. " Ucap Bagas saat tangannya hampir melepuh karena panasnya lava di sekaling Core Golem itu.
Bagas tak melapisi tubuhnya dengan element cahaya atau kegelapan jadi ia masih bisa merasakan panasnya lava di sana.
"Mari lihat apa yang aku dapatkan kali ini.. " Ucap Bagas.
Bagas melihat dan merasakan perubahan apa yang akan ia alami setelah menyerap Core Golem itu, namun akhirnya ia merasakan kemampuan yang ia dapatkan dari Golem Lava itu.
"Sepertinya aku tak beruntung.. " Gumam Bagas.
Ya apa yang Bagas dapatkan kali ini tidak seperti apa yang ia harapkan.
Karena Bagas kali ini tidak mendapatkan Element Lava atau api seperti keinginannya, melainkan hanya mendapatkan kemampuan dari Bos Golem sebelumnya.
Yaitu penciptaan golem lava kecil atau Minions lava.
"Tunggu.. Apakah mungkin semua monster disini juga sama..?? " Gumam Bagas.
Sekarang Bagas tau alasan kenapa Hendrik juga tak mendapatkan Element atau kekuatan serangan apapun, ternyata itu kemungkinan karena semua Golem di ruangan ini hanya akan memberikan kemampuan pasif saja.
"Lupakan.. Kemungkinan peluang mendapat kemampuan Element di sini memanglah sangat langka.. " Ucap Bagas.
"Setidaknya aku mendapatkan kemampuan tambahan, dengan ini aku bisa mendapatkan pasukan lainnya.. "
"Sepertinya saat ini aku sudah bisa di katakan sebagai One Man Army bukan...??"Gumam Bagas sambil tersenyum.
Ia saat ini memiliki pasukan kegelapan, Golem kayu, manusia kayu dan sekarang ia memiliki Minions Lava Golem.
" Mari coba bagaimana wujud para Minions ini. "Ucap Bagas.
" Penciptaan Golem - Minions lava..!! "
Lalu mulai lah muncul lahar/lava dari sekeliling Bagas, kemudian beberapa sosok kecil muncul dari lava itu.
Mereka berbentuk seperti Anjing lava dengan panjang satu meter, lalat lava dengan besar sekitar setengah meter dan ada beberapa yang mirip Goblin Lava tingginya sekitar satu meter.
"Tiga jenis kah..?? " Ucap Bagas.
"Ya setidaknya mereka memiliki kekuatan yang lumayan untuk melengkapi pasukan ku yang lainnya.. "
"Baiklah mari perbanyak dan biarkan mereka mengumpulkan core yang sebelumnya.. "Ucap Bagas.
Lalu Bagas mulai membuat lebih banyak dan meminta mereka mengumpulkan semua Core Golem yang sebelumnya belum Bagas ambil.
" Aku ingin tau apakah aku bisa mendapatkan pasukan jenis Es lain kali yah..??"Gumam Bagas sambil menunggu para Minions mengumpulkan Core.
Setelah semuanya di ambil, Bagas kemudian bergegas kembali lagi. Ia ingin memastikan keselamatan Hana, jadi ia bergegas kembali..
Sesampainya di rumah Bagas melihat Hana masih belum kembali juga.
"Apakah ada masalah..?? Tidak. . Dengan level kekuatan Hana sekarang, walaupun ia ceroboh seharusnya dia masih bisa menangani Dungeon itu.. " Ucap Bagas.
"Ini adalah kali pertama di taklukkan, jadi seharus masih mudah.. "
"Ini salahku karena tidak membiarkan salah satu pasukan atau Binatang bayangan mengikutinya..
Lupakan..Aku akan menunggu sampai dua jam lagi, jika dia belum kembali aku akan langsung ke sana.." Ucap Bagas.
"Semoga dia Baik-baik saja.. "
.
.
. __________\=Skip\=_________.
Sementara itu di sisi Hana.
Hana akhirnya menyelesaikan Dungeon itu sendirian, ia saat ini duduk di atas patung Naga Buaya yang sudah beku.
sementara di belakangnya banyak Patung Es dari Crocodile Dragon dan banyak potongan-potongan mayat mereka yang jauh lebih kecil.
"Akhirnya selesai juga... Untung saja Bos di sini jenisnya sama walaupun ukurannya jauh lebih besar dan lebih kuat.. " Gumam Hana.
__ADS_1
"Tak sia-sia aku mempelajari apa yang kaka berikan sebelumnya dengan benar..
Ini sangat membantu melawan banyak musuh sekaligus.. "
Beberapa saat sebelumnya Saat Hana pertama kali masuk ia masih mengandalkan panah dan element Angin miliknya untuk melawan monster di sini, para Crocodile Dragon memiliki Element Air jadi kebanyakan dari mereka mengandalkan element Air untuk menyerang..
Seperti semburan Air, bola air dan air pemotong.. Pada awal masih sedikit yang harus Hana lawan, namun setelah masuk lebih dalam ia akhirnya di kepungan oleh banyak Crocodile Dragon ukuran sedang.
Ia akhirnya menggunakan Zona Es untuk membekukan semua Monster di sana, karena lawannya menggunakan Air jadi mudah bagi Hana membekukan semuanya.
Namun Bos monster Crocodile Dragon yang jauh lebih besar ternyata tidak terkena serangan itu.
Selain itu Crocodile Dragon itu juga selain memiliki element Air ia juga mampu terbang dan pergerakannya juga cukup cepat.
Jadi Hana melawannya kali ini dengan menggunakan Dragonifikasi , mereka berdua saling beradu serangan fisik dengan Cakar ekor dan kaki mereka..
Lalu Crocodile dragon itu ternyata selain bisa menggunakan nafas air dan tebasan air, Crocodile dragon itu juga bisa menciptakan Gelombang Air yang mirip Tsunami memenuhi Ruangan itu.
Juga menggabungkan Nafas naga langit dengan element Es. Yang akhirnya setelah waktu yang cukup lama akhirnya ia bisa membekukan Bos Crocodile Dragon itu.
Hana mulai mengumpulkan Core monster itu, ia pertama kalinya mengambil Core milik Bos Crocodile Dragon itu.
Namun saat ia mengambilnya, ternyata ia juga menemukan sebuah batu dengan Rune di atasnya berwarna Hijau.
"Ini.. Rune Stone..??! " Ucap Hana.
"Sebelumnya kaka mendapatkan Api kegelapan dari Rune Stone juga, jadi apakah aku akan mendapatkan kemampuan lain juga jika aku menyerap ini..?? "
Hana mulai memperhatikan Rune stone itu, ia melihatnya dari berbagai sudut.
Setelah mempertimbangkan lagi dan lagi, Akhirnya Hana juga ingin mencoba menyerap Rune stone itu.
"Baiklah.. Aku akan mencobanya, toh tak ada salahnya juga.. " Ucap Hana.
Lalu Hana memecahkan Rune Stone itu dan cahaya Hijau muncul dan masuk ke dalam Tubuh Hana.
Hana menutup matanya dan mencoba mempelajari apa yang ia dapatkan.
"Heeheeeheee... Ini cukup Bagus juga.. " Ucap Hana.
Element Air - Gelombang Tsunami..!! "
Lalu air dalam jumlah banyak muncul di depan Hana dan kemudian menerjang ke arah depannya dengan cepat. Gelombang air yang tingginya menyamai gelombang Air dari Crocodile dragon sebelumnya itu mampu Hana gunakan sekarang..
Sebelumnya walaupun Hana bisa menggunakan Air, ia hanya bisa menciptakan dalam jumlah yang sedikit. Dan Hana perlu menggunakan Air atau uap air di sekitar jika ia ingin menggunakan kemampuan yang kuat.
Kali ini dengan bantuan Gelombang Tsunami, Hana takan lagi khawatir tentang tempat yang gersang dan tak ada air lagi.
Ia bisa membuat medan sekitar menjadi medan perang yang menguntungkan dirinya.
"Dengan ini pasti aku akan mengejutkan kaka nantinya.. " Ucap Hana sambil tersenyum.
Lalu ia menyimpan mayat Crocodile dragon itu dan kemudian berjalan keluar.
Saat ia melihat banyak mayat Crocodile dragon yang masih belum ia ambil Core monster nya, ia mengerutkan keningnya..
"Kaka memang curang.. Ia memiliki banyak pasukan yang bisa membantunya mengurus monster, tapi aku. .. " Gumam Hana.
"Kenapa kaka tak membawakan beberapa pasukan untuk membantu ku..?? "
"Haihh.. Lupakan, lebih baik aku bawa saja semuanya dan biarkan kaka yang mengambilnya sendiri.. " Ucap Hana.
Lalu ia mulai menyimpan semua mayat Crocodile dragon itu dan kemudian ia terbang kembali untuk pulang.
Setelah beberapa saat ia terbang dengan kecepatan tinggi, Hana akhirnya sampai di rumah.
Ia melihat lampu rumah sudah menyala semuanya saat itu.
"Apakah kaka sudah pulang..?? " Ucap Hana.
"Seharusnya aku menyerap Rune Stone itu nanti saja agar aku bisa menang...
Haihh.. Lupakan.. "
Lalu Hana masuk ke dalam Rumah dan melihat Bagas saat ini tak ada di sana, jadi ia masuk ke ruang bawah tanah.
"Apa yang sedang kaka lakukan..?? " Ucap Hana saat ia melihat Kondisi Bagas.
__ADS_1
Lalu tiba-tiba Bagas mengalihkan pandangannya ke arah Hana dengan Mata Hitam yang Hitam total, lalu tiba-tiba matanya muncul garis berwarna merah di tengahnya atau di bagian pupilnya.
Lalu Bagas bukannya menjawab, ia tiba-tiba mengangkat tangannya ke arah Hana dan kemudian Tombak Kegelapan muncul dan mengarah ke Hana.
"Kaka..!! " Teriak Hana saat ia menghindari serangan Bagas.
Bagas tak merespon dan terus menyerang Hana dengan tombak kegelapan miliknya itu.
"Kaka..!! Ini aku Hana kaka..!! " Teriak Hana.
Bagas tetap tak merespon ia masih menyerang Hana dan saat Hana menghindari serangan Bagas ke samping, tiba-tiba muncul tembok gelap di depan Hana yang langsung membuatnya jatuh karena menabraknya.
Bagas kemudian membuat sulur Hitam dari element gelap untuk mengikat Hana di sana.
Lalu Bagas melayang ke arah Hana.
"Kaka..!! Ini Hana kaka..!! Sadarlah...!! "Teriak Hana sambil mulai menangis.
Bagas tak bergeming dan kemudian ia membuat Black Hole di depannya bersiap untuk menyerang Hana..
" Jangan..!! Kaka...!! "
.
.
. __________\=Skip\=_________.
Beberapa saat sebelumnya.
Bagas yang berniat menunggu Hana memutuskan untuk masuk ke ruang bawah tanah.
Di sana ia duduk dan memikirkan tentang pemakaian Api kegelapan miliknya. Selama ini ia belum pernah menggunakan Api itu karena takut dengan efek sampingnya.
"Walaupun Api ini kuat, namun aku tak tau penggunaan praktis dari api ini.. " Ucap Bagas. Sambil mengamati Api kegelapan di tangan kirinya.
"Aku ingin tau, apakah aku bisa menyerap api kegelapan ini..?? " Gumam Bagas.
"Mari coba saja..
Element Kegelapan.. Kegelapan tak terbatas - Gluttony..!! "
Bagas mulai menyerap Api gelap di tangan kirinya ke tangan kanannya, ternyata ia berhasil..
Api itu mulai masuk ke dalam segel di tangan kanan miliknya.
Namun entah bagaimana Api di tangan Kirinya itu terus membesar dan tak bisa ia hentikan atau ia kendalikan lagi.
Proses penyerapan itu berlangsung hampir satu jam sampai akhirnya Api itu mengecil dan tak keluar lagi.
Kemudian Segel di tangan Kanannya itu mulai meluas sampai menutupi seluruh tubuhnya, bahkan matanya juga menjadi hitam karena segel itu.
Saat ini Bagas terlihat seperti manusia Hitam, bukan karena armor atau kemampuan Kegelapan seperti yang Bagas gunakan sebelumnya.
Namun secara penampilan fisik ia masih seperti Bagas dalam kondisi normal, namun warna kulit dan pakaiannya saat ini berwarna gelap kecuali ada muncul dua tanduk di kepala Bagas.
Matanya saat ini juga berubah menjadi gelap tanpa ada sedikitpun putih-putihnya. Dan jika di perhatian di permukaan kulitnya terlihat Bagas saat ini ada api kegelapan yang terlihat menyala terus menerus membakar tubuh Bagas.
Sementara itu di alam bawah sadar Bagas. Ia tiba-tiba seperti berada di sebuah tempat yang gelap total, namun anehnya ia bisa melihat apapun dengan jelas.
Tempat itu sendiri seperti alam semesta, karena terlihat banyak bintang ndan galaxy di kejauhan dan itu sangat kecil.
Lalu saat Bagas mengamati sekeliling ia melihat seseorang di sana duduk mengamati salah satu Galaxy.
Ia terlihat Hitam pekat tanpa ada warna lain di tubuhnya, ia memiliki tanduk di kepalanya yang juga berwarna Hitam.
"Siapa kamu..?? " Tanya Bagas.
Lalu sosok itu berbalik dan melihat Bagas dengan mata Hitam pekat dengan pupil bergaris merah di tengahnya..
"Aku..?? Aku adalah kamu.. " Ucap Sosok itu sambil tersenyum.
.
.
. Bersambung
__ADS_1