
Dalam penggunaan kemampuan yang awalnya Bagas kira Elementasi kegelapan itu, wujud Bagas tak berubah menjadi kegelapan atau bayangan sama sekali..
Wujudnya masih sama seperti wujud normal Bagas, hanya saja tubuhnya berubah menjadi tubuh yang terdiri dari kegelapan..
Dimana dia bisa bebas memanipulasi bentuk tubuhnya, entah menjadi tipis, panjang, menjadi atau menyatu dengan bayangan dan kegelapan..
Namun sayangnya organ tubuhnya masih tetap sama yang mengakibatkan dalam wujud ini Bagas masih rentan serangan fisik.
Berbeda jika dalam Mode Elementasi kegelapan dimana baik tubuh maupun organ dalam akan menjadi kegelapan, Bagas benar-benar akan menyatu dengan kegelapan dimana ia akan kebal terhadap serangan fisik atau element..
Terkecuali Elementasi Cahaya tentunya.. Yang masih bisa mempengaruhi kemampuan Elementasi kegelapan..
"Lupakan.. Setidaknya aku memiliki opsi lain kali ini, dan aku hanya perlu melatih reflek dan insting bahaya milikku untuk melengkapi kemampuan ini.. " Gumam Bagas.
"Aku memiliki kemampuan Phoenix, jika aku bisa mendapatkan kemampuan Naga element api.. Aku mungkin bisa membuat bentuk tertinggi dari keduanya.. Sang Naga Phoenix.. "
Setelah menunggu untuk beberapa saat kemudian para pasukan akhirnya selesai menumpulkan kristal Origin. Jadi Bagas memutuskan untuk kembali setelah itu..
Sesampainya di rumah Nagas mulai menyortir mayat monster yang Hana Bawa, mana yang akan ia jadikan pasukan dan mana yang akan ia jadikan material..
Bagas membutuhkan waktu sampai pagi untuk mengubah semuanya. Dan mengumpulkan semua core Monster mereka..
Dan setelah semuanya selesai, Bagas memberikan Core itu ke Hana dan ia beristirahat setelahnya..
Dalam tidurnya Bagas kembali memimpikan mimpi yang sebelumnya.. Itu masih sama namun kali ini semuanya jauh lebih jelas...
Bagas mulai memperhatikan percakapan orang lain itu, walaupun ia tak bisa mendengar suara di sana. Bagas masih bisa memperhatikan gerakan bibir setiap orang dan memperkirakan apa yang mereka katakan..
Dan dari setiap orang yang Bagas lihat ada satu kesamaan ucapan mereka. Yaitu mereka menyebutkan nama pemilik tubuh itu sebagai Iblis Api..
Namun apa yang membuatnya sedikit tertarik adalah adanya ingatan atau mimpi baru, itu memperlihatkan masa kecil yang sebelumnya tak ia lihat.
Dimana desa tempat tinggal orang itu sebelumnya sebenarnya adalah desa makmur di tengah hutan.
Kemudian beberapa orang dengan kemampuan luar biasa mulai muncul dan menjadikan tempat itu sebagai tempat istirahat mereka.
Ternyata mereka adalah orang-orang yang sedang melakukan peperangan, hal ini mengakibatkan banyak penduduk di sana terbunuh dan kelurga orang itu juga mati di depan matanya..
Dan hal menarik yang Bagas lihat adalah saat dimana orang itu yang masih anak-anak mendapatkan sebuah buku aneh dari sebuah lubang yang sudah ada sejak lama di desa itu..
Bagas melihat tanda yang sama dengan tanda Rune Stone sebelumnya di sana..
"Mungkinkah..?? " Pikir Bagas mulai menebak isi dari buku itu.
Kemudian anak itu mulai mempelajari hal tersebut. Waktu terus berlalu tak terasa anak kecil itu mempelajari semua isi buku itu lebih dari lima tahun..
Lima tahun tanpa bergerak, tanpa makan dan tanpa minum.. Ia menghabiskan seluruh waktu untuk mempelajari dan bermeditasi di sana..
Bagas bisa dengan jelas merasakan perubahan waktu di sana.. Bagas bahkan mulai mempelajari juga isi buku itu..
Setelah lima tahun, Anak itu yang kini telah berumur sekitar dua belas tahun akhirnya selesai.. Ia saat itu bisa mengendalikan api, api berwarna hitam..
Bagas bisa merasakan perasaan suram sedih dan bingung dari api itu..
Lalu mimpi itu mulai mengalir seperti mimpi yang sebelumnya Bagas lihat, anak itu mulai tumbuh di dalam medan perang. Ia mulai ikut membunuh setiap orang yang ia temui di medan perang..
Dengan api hitam miliknya membuat banyak orang ketakutan.. Mimpi itu berlanjut sampai akhir orang itu kembali di perlihatkan terbunuh oleh sosok laki-laki dengan tato Gagak di lehernya..
Namun mimpi itu tak berhenti sampai di sana seperti sebelumnya, Bagas masih melihat sebuah cahaya hitam terbang tanpa di ketahui oleh laki-laki itu.
Benda itu terbang ke langit dan tiba-tiba itu seperti menabrak kaca dan membuat lubang di sana..
Laki-laki itu tiba-tiba melihat ke arah lubang itu dan ia mengatakan sesuatu yang tak Bagas ketahui, setelah itu mimpi itu akhirnya berakhir di sana.
.
.
__ADS_1
. __________\=Skip\=_________.
Pada malam harinya.
"Kemana kita akan pergi kali ini..?? " Tanya Hana.
"Dungeon Kirin.. Kali ini kaka akan mencoba menyerapnya.. " Ucap Bagas.
"Oh.. Benar, kenapa kau tak mencoba mulai menetaskan telur Drake saja..? Saat ini sudah banyak Dungeon di temukan, jadi kaka kira ini saat yang baik untuk menetaskan dan membesarkan Drake itu nanti.. "
"Eh..?? Aku melupakannya.. " Ucap Hana.
"Tapi apa kaka tak apa sendirian..?? "
"Tak masalah.. Ini adalah ke-dua kalinya kaka ke sana, jadi kaka sudah tau sedikit banyak kebiasaan serangannya.. " Ucap Bagas.
"Dan kau juga bisa mencoba mulai menyerap Core lainnya lagi.. "
"Baiklah.. Tapi jika kakak ingin pergi ke luar negeri, aku harus ikut. Ingat..!! " Ucap Hana..
"Ya.. Ya.. Ya.. Kakak tau.. " Ucap Bagas.
"Lagipula tujuan saat ini hanya Dungeon Kirim dan jika masih sempat kakak akan ke Dungeon Dark Elf sekali lagi.. "
"Sedangkan untuk Golem Lava, kaka tak berniat menaklukkan nya lagi.. " Ucap Bagas.
"Kenapa..?? Apakah ada masalah dengan Dungeon itu..?? " Tanya Hana.
"Tidak.. Kaka hanya ingin seseorang mendapatkan kekuatan dari sana saja.. " Ucap Bagas.
"Apakah itu orang penting..? Untuk kakak? " Tanya Hana.
"Tidak juga.. Hanya saja...
Lupakan, kau akan tau jika saatnya tiba.. " Ucap Bagas.
"Baiklah kakak akan pergi sekarang.. "
"Apakah kakak akan menggunakan ini dan tidak terbang sendiri..?? " Tanya Hana.
"Ya.. Kakak ingin mencoba terbang dengan menaiki sesuatu sekali-kali.. " Ucap Bagas.
"Lagipula saat ini sudah ada beberapa Dungeon yang ditemukan, jadi ada monster terbang sepertinya bukan hal aneh lagi bukan..?? Toh ini hanya jenis burung Hering, jadi takan menjadi masalah serius.. "
"Baiklah terserah kaka saja.. Yang penting hati-hati.. " Ucap Hana.
"Tentu.. Kalau begitu kakak berangkat sekarang.. " Ucap Bagas. Setelah itu ia menaiki Burung itu dan kemudian Burung Hering hitam tersebut langsung meleset ke angkasa..
"Ya.. Menikmati langit malam seperti ini cukup bagus juga.. " Ucap Bagas.
Biasanya ia selalu buru-buru hingga ia tak pernah memperhatikan sekeliling dan pemandangan dari atas langit.
Dan kali ini ia hanya perlu duduk dan bisa melihat semua yang selma ini ia lewatkan dari atas. Bagas memperhatikan ke arah langi malam..
"Apakah benar-benar ada dunia lain selain Bumi..?? Dunia dewa ataukah dunia para pembudidaya.?? "Gumam Bagas.
" Dan apakah semua ini sebenarnya buatan mereka..?? Atau mungkinkah Sky Tower adalah jalan menuju dunia lain..??"
"Sial.. Semakin banyak hal yang perlu aku pikirkan sekarang.. " Gumam Bagas.
Penerbangan itu terus berlanjut, dan setelah beberapa saat kemudian akhirnya Bagas sampai di lokasi Dungeon Kirin..
Bagas langsung masuk ke dalam Dungeon itu dan di sana ia kembali melihat sosok Qilin itu..
"Kita bertemu lagi. " Ucap Bagas.
Gggrroooowwww.....!!!!! " Kirin itu langsung meraung keras, ia sepertinya sudah siap untuk hal ini.
__ADS_1
Tubuhnya yang awal terlihat berwarna biru dan putih berubah menjadi lebih gelap dan bagian putihnya berubah menjadi petir sepenuhnya dengan petir di setiap tubuhnya sama seperti sebelumnya.
Lalu kilat petir yang menyambar itu tiba-tiba berubah menjadi binatang petir yang ukurannya lebih kecil dari sang Kirin..
"Sepertinya kekuatan Kirin telah meningkat kali ini.. Ia sudah bisa menggunakannya Petir miliknya untuk membuat Raiju.
Oh benar, Apakah aku bisa menyerap para Raiju (¹)itu..?? " Gumam Bagas.
"Jika aku bisa menyerap mereka, maka itu hal bagus.. Mari kita mulai pestanya..
Dark Creation - Fallen Angel Armor..! "
Bagas langsung menggunakan kemampuan Armor kegelapan miliknya untuk melawan Kirin..
Lalu bagas juga memanggil banyak pasukan Living Corpse miliknya untuk membantu.
Saat pasukannya menyerang Kirin, Bagas mencoba menyerap salah satu Raiju yang menerkam ke arahnya dengan Black Hole..
Dan benar saja, itu bisa di serap dan bahkan memberikan Bagas origin.
Melihat itu Bagas akhirnya tersenyum, karena para Raiju tidak membahayakan dirinya malahan bisa membantu mengisi Origin dengan cepat..
"Untuk sekarang yang jadi pertanyaan adalah.. Apakah waktu pendinginan kemampuan Elemntasi miliknya lebih singkat atau lebih lambat..?? " Gumam Bagas.
Ia mengamati pertarungan antara Kirin dengan Enam Wyvrin dan dua Sky Dragon.. Pasukannya bertambah dua kali lipat karena Hana telah memberikan banyak mayat monster sebelumnya..
Bagas juga memperhatikan jika sang Kirin sepertinya memiliki kecepatan yang jauh lebih cepat dari sebelumnya.. Walaupun ia kesulitan menghadapi jumlah musuh, terlihat ia selalu bisa menghindari serangan dua Sky dragon itu..
"Sepertinya aku masih perlu bertindak sendiri..
Kalau begitu akan aku awali dengan ini..
Element kegelapan - Dark World..!!" Ucap Bagas.
Lalu seluruh Dungeon tiba-tiba menjadi gelap dan semuanya di depan mata kanan Bagas yang tiba-tiba aktif itu terlihat melambangkan dan Bagas bisa melihat arah gerakan dari Kirin petir..
Karena ada topeng jadi perubahan pada matanya tak terlihat, namun jika Bagas melepaskan topeng dan segelnya. Maka akan terlihat matanya selain hitam juga mulai memerah..
"Apa yang terjadi..?? Tidak..!! " Bagas langsung mencoba menutup matanya itu dan menonaktifkan kemampuan matanya. Dan pemandangan kembali seperti semula.
"Kenapa kemampuan mata ini tiba-tiba aktif sendiri..?? Ini tidak baik.. " Gumam Bagas.
"Lupakan.. Aku harus fokus terlebih dahulu dengan Kirin itu.. "
Terlihat Kirin itu berhasil menghindari tiga serangan berturut-turut dengan kemampuan Elemntasi miliknya.
Namun terlihat ia terluka pada serangan lainnya dari Wyvrin air di sana. Lalu setelah itu Bagas langsung muncul di atas Kirin dan menusuknya dengan tombak miliknya, dan berhasil mengenai salah satu kakinya.
Sang Kirin berhasil lolos dan mencoba menjauh..
"Takan ku biarkan.. !!! "Teriak Bagas yang tak mau kehilangannya kesempatan untuk lolos.
Karena Bagas tak tau kapan ia akan bisa menggunakan Elemntasi lagi..
Tangannya tiba-tiba berubah menjadi seperti tangan Golem, itu nampak seperti cakar raksasa yang terbuat dari kayu dan langsung menangkap sang Kirin serta menjatuhkannya ke tanah..
Bagas memutuskan cakar kayu itu dan memperangkapnya di sana, Bagas langsung muncul di bawah tak jauh dari Kirin.
Karena saat ia hendak muncul di dekatnya, terlihat Kirin mengeluarkan serangan area petir yang sangat banyak..
Bagas menggunakan Abyss step untuk menghindari serangan itu. Setelah beberapa menit kemudian serangan itu berhenti dan cakar kayu yang menangkap kirin juga sepertinya rusak.
Bagas tak ingin membiarkan krim itu pergi, namun sang Kirin langsung menggunakan elementasi untuk menghilang dari sana dan muncul lagi tak jauh dari sana.
.
.
__ADS_1
. Bersambung.
¹ Raiju atau Binatang petir