
Setelah mengikuti lorong yang sebelumnya di beritahukan, Bagas dan yang lainnya akhirnya sampai di ruang tunggu.
Di sana bukan Hanya kelompok Bagas saja melainkan sudah ada beberapa orang yang sepertinya juga menunggu untuk melakukan tes..
Tes ini sendiri selain untuk mengkonfirmasi Rank setiap orang juga untuk melihat data spesifik dari mereka..
Seperti Rank sebenarnya, misalnya jika seseorang menyerap Core Monster Rank B namun tak pernah melakukan meditasi atau menyerap Coret Lainnya. Maka kemungkinan Rank Origin mereka mungkin bahkan tak sampai pada Rank C jika di gunakan untuk pertarungan..
Selain itu uji coba disini juga untuk mendapatkan data cara bertempur mereka..
Walaupun data menunjukkan memiliki M.O.P element belum tentu mereka bisa di katakan seorang penyihir..
Karena penyihir di sini adalah mereka yang bertempur menggunakan sihir mereka tanpa melakukan pertarungan jarak dekat.
Lebih seperti penyihir pada umumnya baik di game atau di novel dan anime yang biasanya di kenalkan dengan kemampuan fisik lemah namun memiliki daya serang tinggi dengan sihir nya.
Jadi orang seperti Bagas dan Hana, Karena cara bertempur mereka mungkin lebih ke petarung, maka mereka akan masuk ke kelas penyihir petarung jarak dekat.
Jika Hana tak memiliki kemampuan Dragonifikasi maka ia sebenarnya juga akan masuk dalam kelas Penyihir.
Namun di sini Bagas menginginkan agar Hana tidak menunjukkan kemampuan itu dan hanya menunjukkan kemampuan element angin miliknya saja.
Bagaimana pun menjaga kartu Hole adalah sesuatu yang di perlukan jika ada masalah di masa depan. Dengan begitu Hana akan bisa menjaga dirinya jauh lebih baik jika ada hal yang tak di inginkan..
Sedangkan untuk Bagas sendiri ia berniat menunjukkan kemampuan bertarung jarak dekatnya saja.
Dan untuk Bagas sendiri ia hanya berniat menunjukkan kemampuan pemanggilan monster saja..
Karena untuk pemilik M.O.P Kegelapan itu sangat jarang.. Dan jika ada itu hanya akan memiliki kemampuan pemanggilan monster..
Untuk pemilik element kegelapan di kehidupan Bagas sebelumnya yang dapat menghidupkan orang lain sebagai pasukan undead, ia juga tak memiliki kemampuan menyerang..
Dan lagi walaupun sangat menakutkan dan berbahaya bagi banyak orang dan dianggap sebagai pembawa bencana, namun sebenarnya kekuatan pasukan Undead miliknya juga hanya akan memiliki setengah kemampuan aslinya saat mereka masih hidup..
Jadi kali ini Bagas juga berniat menunjukkan kemampuan serupa namun janis monster bukan manusia..
Dan lagi penampilan Monster Bagas masih lah mirip dengan penampilan mereka saat hidup hanya warnanya saja yang hitam sekarang bukan lagi skeleton.
Jadi itu akan lebih mudah untuk mengatakan bahwa Bagas adalah tipe penyihir pemanggil..
Karena dengan ini akan menjauhkan Bagas dari stigma negatif seorang penyihir kegelapan yang bisa menghidupkan mayat hidup.
Dan ini akan menutupi asal dari para monster itu nantinya.. Jika tidak Bagas mungkin harus menjelaskan asal usul dari pasukannya..
Setelah menunggu beberapa saat setelah orang lain yang sebelumnya lebih dulu menunggu, akhirnya giliran Bagas dan yang lainnya..
"Hendrik, kau maju duluan dan lakukan ujiannya.. " Ucap Bagas.
"Kenapa harus aku yang pertama..?? " Tanya Hendrik.
"Karena kau yang memiliki kemampuan penyembuhan tinggi, jadi jika ada masalah itu akan baik-baik saja untuk mu.. " Ucap Bagas sambil tersenyum.
"Kenapa Aku merasa seperti di jadikan kelinci percobaan oleh mu..?? "Ucap Hendrik.
" Memang.. "Ucap Hana.
" Kenapa kau keberatan..?? Jika kau keberatan aku akan menambah jumlah latihan mu nanti dan aku takan menghindari bagian terlarang itu.. "
Hendrik langsung menutupi selangkangannya sekali lagi..
"Bisakah kalian tidak mengancam ku dengan adik kecil ku ini..?? Ini adalah masa depan kalian tau..?? " Ucap Hendrik.
Namun setelah mengatakan itu ia melihat Hana seperti siap memukulnya dan Hendrik langsung berlari masuk ke dalam arena.
"Sial.. Aku merasa teraniaya.. "Gumam Hendrik. Namun saat ia masuk tiba-tiba ia merasa bersemangat.
" Hai Cantik.. Mari lakukan tesnya.. "Ucap Hendrik saat melihat orang yang menilai dan mengawasi adalah seorang wanita cantik.
Wanita itu hanya tersenyum, lalu ia melihat data di formulir itu.
" Apakah anda yang bernama tuan Abdul Hendrikson..?? "Tanya wanita itu.
" Ya.. Itu benar sekali.. "Ucap Hendrik sambil tersenyum.
" Baiklah tuan 'Abdul' silakan maju ke lingkaran tengah arena..
__ADS_1
Setelah itu tuan 'Abdul' bisa menekan tombol di sana sesuai dengan apa yang ingin tuan 'Abdul' uji.."Ucap wanita itu.
Di luar arena Hana hampir tertawa saat nama Hendrik di sebutkan. Pasalnya Wanita itu terus saja menyebutkan nama Abdul dengan sedikit penekan di setiap katanya..
" Hai nona cantik.. Bisakah anda memanggil ku Hendrik saja..??
Jika kau terus memanggil ku denagn menekankan nama Itu, rasanya itu akan menghilangkan ketampanan ku jika kau terus memanggilku Abdul seperti itu.. "Ucap Hendrik sambil berjalan ke arena.
" Silakan di mulai tuan 'Abdul'.. " Wanita itu tetap saja memanggil Abdul dengan menekankan kata-katanya..
"Haahahaha...!! " Hana tak bisa menahan tawanya dan langsung tertawa keras. Pasalnya untuk orang narsis seperti Hendrik di panggil Abdul jauh lebih menyakitkan untuk nya..
"Lihat Nona, anda membuat dewi ku menertawakan ku sekarang.. " Ucap Hendrik. Lalu ia mulai memilih apa yang ingin ia tunjukkan.
Ia memilih boneka petarung. Di sini di sediakan beberapa tipe boneka petarung yang di gunakan untuk uji coba.
Pertama boneka petarung untuk penyihir. Lalu untuk petarung, dan ada juga untuk penyembuhan..
Hendrik memilih yang tipe petarung dengan senjata, dimana boneka itu akan menyerang Hendrik dan melakukan pertarungan jarak dekat dengan pedang dan tombak dimana Hendrik sendiri juga mengambil pedang dan tameng yang sudah disediakan di sana.
Di sini Hendrik menunjukkan hasil latihannya dimana ia menunjukkan kemampuan pertahanan dirinya yang cukup tinggi dimana ia juga terlihat memperlihatkan kemampuan penyembuhan dirinya.
Selain itu Hendrik juga menunjukkan kemampuan bertarung jarak dekat yang cukup bagus dan kuat. Setiap serangannya akan menghancurkan setiap boneka.
Selain itu saat ia kehilangan pedangnya, Hendrik juga memperlihatkan kekuatan pukulan tangannya yang sangat keras.
Setelah beberapa saat akhirnya Hendrik selesai..
"Selamat Tuan 'Abdul', anda mendapatkan peringkat Rank B di sini..
Lebih tinggi satu tingkat dari data anda. " Ucap Wanita itu.
"Hai Nona, bisakah..! Tidak, Lupakan saja.. " Hendrik yang ingin mengatakan untuk memanggilnya Hendrik bukan Abdul menyerah saat melihat wanita itu tersenyum.
Pasalnya senyuman wanita itu cukup menakutkan di matanya.
Sementara itu Bagas melihat Hendrik selesai dan Rank nya di klasifikasi kan menjadi Rank B cukup puas. Artinya pelatihan selama sebulan ini cukup efektif.
"Hana silakan kau maju selanjutnya.. " Ucap Bagas.
"Emm.. " Angguk Hana.
"Kerja bagus 'Abdul'.. " Ucap Hana
"Oh hancur sudah harga diriku ini sekarang.. " Ucap Hendrik.
"Ayah.. Kenapa kau harus menambahkan namamu pada namaku..? Dan lagi kau meletakkan namamu di depan..?? "
.
.
. __________\=Skip\=_________.
"Apakah anda Nona Hana kusuma wati..?? " Tanya Wanita itu.
"Benar.. " Ucap Hana.
"Baiklah.. Silakan anda bisa memulainya.. " Ucap Wanita itu.
Lalu hanya memilih Boneka untuk penyihir, dimana itu adalah tipe target bergerak..
Setiap boneka akan terus bergerak dan membiarkan Hana mencoba menyerangnya..
Hana langsung mengangkat tangannya ke atas dan kemudian banyak banyak pisau angin terbentuk di atas dan mengarah ke semua target di sana.
"Element angin - Hujan pisau angin..!! " Teriak Hana.
Setelah itu pisau angin dalam jumlah banyak mulai menyerang semua target di sana, dan dalam sekejap semua terget bisa di musnahkan.
Lalu sekor terlihat didepan wanita itu di sana. Ia kembali terkejut melihat itu.
"Selamat Nona Hana, Anda mendapatkan penilaian sebagai Rank S kali ini..
Ini sama dengan data anda.." Ucap Wanita di sana.
__ADS_1
"Terimakasih.. " Ucap Hana.
Kemudian ia kembali ke tempat Bagas.
"Kerja bagus.. " Ucap Bagas. Karena Hana masih bisa menahan dirinya.
Hana Hanya tersenyum mendengar itu. .
Lalu kali ini giliran Bagas. Ia masuk ke dalam arena dan menempati posisi tengah arena seperti yang lainnya.
"Apakah anda Tuan Bagas Kara..?? " Tanya wanita itu sekali lagi mengkonfirmasi setiap peserta ujian di sini.
"Benar.. " Ucap Bagas.
"Baik Tuan Bagas. Anda bisa mulai.. " Ucap wanita itu.
Lalu Bagas memilih boneka targetnya sendiri. Namun ia kali ini ragu apakah harus memilih boneka target bergerak atau jarak dekat.
"Tuan Bagas. Di sini anda menuliskan sebagai pemanggil bukan..? " Tanya wanita itu.
"Benar.. Apakah ada masalah..?? " Tanya Bagas.
"Tidak ada. Namun jika anda memang pemanggil, maka anda teka perlu memilih boneka di sana.. " Ucap wanita itu.
"Anda hanya perlu mengeluarkan binatang pemanggilan anda yang terkuat dan biarkan ia muncul di titik mereka di depan anda.. "
"Setelah itu sistem akan menguji kekuatannya secara otomatis.. " Ucap wanita.
"Oh. Terima kasih.. Itu akan sangat membantu.. " Ucap Bagas. Lalu ia mengarahkan pandangannya ke lokasi yang di tunjukkan sebelumnya, di sana ada lingkaran merah besar yang sepertinya di gunakan untuk pemindaian.
"Baiklah.. Mari pikirkan mana yang akan aku tampilkan..?? Oh aku rasa ini cukup..
Element kegelapan - Dark Troops.. !!" Ucap Bagas.
Setelah itu sebuah asap hitam mulai muncul dan kemudian sosok monster lumayan tinggi muncul di sana.
"Ggrrooowww...!! "
Ia langsung mengaum keras sesaat setelah ia keluar. Itu adalah sosok mirip Naga tanpa tangan, atau yang di kenal dengan..
"Wyvrin..!! " Teriak wanita itu.
Ia cukup terkejut melihat sosok hitam itu, pasalnya walaupun ia beberapa kali melihat pemanggil mendaftarkan diri di sini. Namun kebanyakan hanya akan bisa memanggil monster lemah.
Dan yang terkuat yang bisa memanggil sub dragon pun hanya Drake kecil.. Namun kali ini Bagas memanggil Wyvrin yang ukurannya hampir sama dengan naga muda.
Ini cukup mengejutkan untuk melihatnya secara langsung. Dan lagi warnanya adalah hitam yang membuat wanita itu berfikir itu adalah variant..
"Maaf tuan Bagas. Untuk melengkapi data, bisakah anda menyebutkan berapa banyak Wyvrin yang bisa anda panggil secara bersamaan..?? Dan mendemonstrasikan itu sekarang..??"ucap wanita itu.
Pasalnya jika hanya satu panggilan itu tak bisa menentukan jumlah atau Rank kekuatan peserta. Terkadang walaupun panggilan itu lemah namun bisa menang dalam jumlah pun mereka bisa di klasifikasi sebagai Rank lebih tinggi.
"Itu tak masalah.. Untuk saat ini aku bisa memanggil Enam maksimal.. " Ucap Bagas. Lalu Bagas memanggil lima sisanya untuk keluar di sana.
Bagas tak berbohong dengan jumlah Wyvrin yang bisa ia panggil. Pasalnya saat ini ia memang hanya memiliki enam Wyvrin, dan pertanyaan itu bukan jumlah pasukan maksimal Bagas. Jadi di sini Bagas bisa di katakan tidak berbohong.
Lalu wanita itu melihat hasil penilaian sistem dan membuatnya terkejut.
Pasalnya biasanya Wyvrin hanya akan ada pada Rank A monster saja, namun dari hasil penilaian Sistem menunjukkan Rank Wyvrin itu tak terbaca..
Yang Artinya kekuatan mereka sudah melebihi Rank S pengguna M.O.P.
Pasalnya Enam Wyvrin yang Bagas memiliki saat ini menunjukkan enam kekuatan Rank A pada saat bersamaan, itu artinya Bagas bisa di katakan memiliki kekuatan atau jumlah input Origin yang sama dengan Enam orang Rank A pada satu tubuh.
Perlu di ingat di sini.. Walaupun memiliki Rank yang tingkatnya sama, namun Rank Manusia tak bisa di samakan dengan Rank Monster.
Sebagai contoh.. Seorang Rank A belum tentu bisa mengalahkan Rank A monster sendirian..
Namun Rank A monster mungkin akan dengan mudah mengalah satu orang Rank A.
Dan di sini Bagas memiliki origin yang sama dengan enam Monster Rank A..
"Ini..? " Wanita itu tak tau harus merespon bagaimana.
.
__ADS_1
.
. Bersambung.