Battle Of Sky Tower

Battle Of Sky Tower
48


__ADS_3

Keesokan harinya di jam Empat subuh, Bagas datang ke kamar Hendrik dan mulai membangunkannya..


"Hei tukang tidur.. Bangun..!! Kita akan berangkat sekarang.. " Ucap Bagas.


"Lima menit lagi.. " Jawab Hendrik.


"Cepat bangun atau aku akan melemparkan mu ke kolam.. " Ucap Bagas.


"Lima menit lagi.. Aku tak ingin sekolah sekarang.. " Ucap Hendrik.


Bagas yang melihat itu menggelengkan kepalanya, kemudian ia berjalan ke arah jendela dan membukanya..


Setelah itu ia mengubah tangannya untuk menjadi kayu lalu mulai mengikat Hendrik, setelah itu ia mengangkatnya dan kemudian..


"Kalau begitu coba lihat apakah kau akan tetap mengatakan lima menit setelah ini..!! " Ucap Bagas.


Lalu ia melemparkan Hendrik dari jendela ke arah kolam ikan di belakang rumah nya itu..


Suara benda jatuh ke air bisa di dengar dari sana, artinya Hendrik mendarat tepat di kolam ikan.


"Wahh.. Apa-apaan ini..!! " Teriak Hendrik yang baru saja terbangun di tengah kolam ikan.


"Sial.. Siapa yang membuatku ada di sini..


Jika tau aku akan.... "


"Kau akan apa..?? " Tiba-tiba suara Bagas terdengar di sana.


"Ehh..?? Tidak.. Aku akan berterimakasih.. Hehhehe.. " Ucap Hendrik.


"Cepat ganti baju dan kita akan berangkat sekarang.. " Ucap Bagas.


"Ini masih gelap dan kau ingin kita berangkat sekarang..?? " Tanya Hendrik.


"Ya.. Bukankah semalam aku sudah mengatakan jika kita akan berangkat sebelum matahari keluar..?? " Ucap Bagas.


"Ehh.. Aku kira kau bercanda.. " Ucap Hendrik.


"Tapi.. Kenapa pula kau sampai melemparkan ku ke empang seperti ini..?? Tidak bisakah kau membangunkan ku dengan cara yang lebih lembut..?? "


"Ini sudah cukup lembut untuk mu, tadinya aku berniat melemparkan mu langsung ke dalam dungeon saat kau masih tertidur.. " Ucap Bagas.


"Kau benar-benar tak berperasaan..


Haa.. Ha.. Hacim...!! " Ucap Hendrik di susul bersin-bersin.


"Sial sepertinya aku demam.. "


"Apa kau bahkan masih bisa demam..?? " Ucap Bagas.


"Tentu saja.. Aku masih manusia ok.. " Ucap Hendrik.


"Lupakan.. Cepat ganti baju dan kita akan berangkat secepatnya.. " Ucap Bagas.


"Ok.. Ok.. Aku akan mandi dulu dan ganti baju setelah ini.. " Ucap Hendrik.


"Tak perlu.. Itu kelamaan, kau mandi saja di sana dan ini pakaian mu sudah aku ambilkan.. " Ucap Bagas.


"Aku akan memberimu waktu lima menit.. "


"Hei.. Kau ini benar-benar tak punya hati, ini empang dan kau ingin aku mandi di sini..?? Jika ini kolam renang tak masalah tapi ini.. " Ucap Hendrik.


"Sudah jangan banyak mengeluh..


Toh setelah ini kau akan basah lagi.. " Ucap Bagas.


"Empat menit tiga puluh lima detik lagi.. "


"Apa maksudnya..?? "Tanya Hendrik.


" Empat menit Dua puluh delapan detik lagi.. "Ucap Bagas tak memperdulikan Hendrik.


Ia terus menghitung waktu di jam tangan miliknya itu.


" Tunggu.. Apa kau serius..?? "Ucap Hendrik.


" Semakin lama kau mengeluh semakin sedikit waktu yang kau miliki.. "Ucap Bagas.


" Empat menit sepuluh detik lagi.. "


"Sial.. Tunggu-tunggu..!! Aku akan membersihkan lumpur di badanku dulu.. " Ucap Hendrik.


"Sial..!! "


.


.


. __________\=Skip\=_________.


Beberapa saat kemudian..


Di depan pintu masuk Dungeon, Bagas berdiri di sana sambil mengamati lingkungan sekitar sana.


"Apakah kita di tempat yang benar..??


Dimana dungeon itu..?? " Ucap Hendrik sambil menggigil kedinginan karena ia belum sempat memakai baju dan hanya memakai celana miliknya.


"Sial.. Ini sangat dingin.. "


"Sepertinya kita di tempat yang benar.. "Ucap Bagas. Saat ia melihat di kejauhan ada beberapa orang yang berjaga di sana.


" Aku tak merasakan dingin di sini.. "


"Brengsek.. Kau memakai pakaian lengkap, sementara aku..?? Kau benar-benar tak berperasaan.. " Ucap Hendrik.

__ADS_1


Bagas dan Hendrik sampai di lokasi dungeon dengan cepat karena ia membuat Portal cahaya sebelumnya..


Dan untuk lokasinya sendiri Bagas sudah dari tadi malam membuat burung bayangan untuk sampai di sini, jadi pagi harinya ia hanya perlu membuat gerbang tanpa harus terbang terlebih dahulu..


Dan ia sengaja tak langsung muncul di depan dungeon karena tak ingin ada yang melihat kemampuan portal miliknya itu.


"Berhenti..!! Siapa kalian..?? Area ini adalah area terlarang sekarang.. " Ucap salah satu petugas di sana yang berjaga.


"Kami dari Guild Gagak Hitam..


Ini surat perintah untuk dungeon ini.. " Ucap Bagas sambil menyerahkan sertifikat kepemilikan Dungeon tersebut.


Petugas itu melihat lalu mengkonfirmasi hal tersebut terlebih dahulu. Lalu setelah beberapa saat ia mendapatkan hasilnya.


"Apakah hanya kalian berdua yang akan masuk..?? " Tanya Petugas itu sambil menyerahkan kembali sertifikat sebelumnya.


"Ya.. " Ucap Bagas.


"Apa anda yakin..?? Dungeon ini telah gagal dalam penaklukan sebanyak tiga kali oleh kelompok party yang beranggotakan banyak orang, sementara kalian hanya akan berdua menaklukkan Dungeon ini..?? " Tanya petugas itu.


"Tidak.. Anda salah paham.. " Ucap Bagas.


"Walaupun kami masuk berdua, namun yang akan melakukan penaklukan hanya dia..!! "


Bagas menunjuk ke arah Hendrik yang saat ini masih kedinginan..


Petugas itu melihat ke arah Hendrik yang sepertinya tak membawa perlengkapan apapun dan hanya memakai celana panjang dan sandal jepit miliknya saja..


"Apa..?? Tak pernah melihat orang tampan..?? " Ucap Hendrik yang kesal melihat tatapan aneh dari petugas itu.


"Apa anda tak bercanda..?? " Ucap petugas itu.


"Ya tentu saja..


Baiklah.. Kami akan masuk sekarang.. " Ucap Bagas.


"Ayo masuk kedalam.. Di sana takan terlalu dingin.. "


"Hei Bagas.. Bisakah kau mengembalikan bajuku dulu.. Aku bisa mati kedinginan sebelum melawan monster di dalam nantinya.. " Ucap Hendrik.


"Tidak.. Kau takan membutuhkan baju nantinya.. " Ucap Bagas


Dua petugas yang menyaksikan Bagas dan Hendrik memasuki dungeon itu tanpa perlengkapan apapun dan bahkan terkesan seperti ingin bermain itu hanya bisa terdiam di sana.


"Sepertinya waktu jaga kita akan di perpanjang lagi.. " Ucap salah satu petugas di sana..


"Ya kau benar..


Haih.. Apakah semua Guild selalu seperti ini..?? Mereka tak pernah memperdulikan keselamatan mereka.. " Ucap petugas satunya lagi.


"Ambil hikmahnya saja.. Kita akan mendapatkan bonus lagi kali ini karena waktu kerja kita bertambah.. "Ucap petugas itu.


" Kau benar.. ".


.


. __________\=Skip\=_________.


" Waoowwww..!! Apa kau yakin kita ada di dungeon..?? "Tanya Hendrik.


Ia terkejut melihat isi dungeon yang seperti pemandangan danau luas dengan sinar matahari di sana.


" Ya.. Ini di dalam dungeon.. Dan semua ini hanya bagian lain dari dungeon ini.. "Ucap Bagas.


" Aku akan membantumu sekali..


Setelah itu semuanya terserah padamu.. "


Lalu Argus berjalan ke arah air danau itu dan meletakkan tangannya di dalam air.


"Element Racun - Cairan racun..!! " Ucap Bagas.


Lalu terlihat warna air mulai berubah menjadi hijau tua, banyak rerumputan dan pohon di sekitar sana mulai layu dan mati dalam sekejap setelah terkena air hijau gelap itu.


"Hei..! Apa kau ingin merusak ekosistem di seluruh tempat ini..?? " Ucap Hendrik.


"Kenapa tidak..?? Toh ini dungeon dan tak ada binatang atau makhluk apapun selain Naga air yang hidup di sini.. " Ucap Bagas.


Setelah itu seluruh permukaan airnya telah berubah menjadi warna Hijau tua. Dan terlihat mulai muncul gelembung dari dalam air.


"Persiapkan dirimu.. Monster itu akan mulai muncul.. " Ucap Bagas.


"Ggrrroooowww...!! " Sosok ular Naga raksasa keluar dari dalam air.


Itu berwarna Hijau memiliki tanduk dan sayap di belakangnya.


Sepertinya walaupun ia ada di dalam air, monster itu masih memiliki kemampuan terbang di langit.


"Maju dan seret dia untuk bertarung di darat.. Jangan mau bertarung di air..


Aku akan mulai membiarkan pasukan ku untuk menambang Keristal origin di sini.. " Ucap Bagas sambil mulai memanggil pasukan goblin hitam miliknya untuk menambang


"ingat.. Jika tak ingin mati, jangan masuk ke dalam air itu.. "Ucap Bagas sambil melihat pasukannya menambang.


" Walaupun tak terlihat, sebenarnya seluruh danau sudah menjadi danau racun.. "


"Ehh..?? Apa..?? " Tanya Hendrik yang kaget, karena ia saat ini sudah ada di air danau.


"Ehh.. Kenapa Kepala ku pusing..?? "


"Dasar bodoh.. !! " Teriak Bagas saat melihat Hendrik mukai keracunan di dalam air. Lalu ia mengubah tangannya kembali menjadi kayu untuk menarik Hendrik dari air.


"Apa otakmu tak bekerja..?? Kau sudah melihat air itu aku berikan racun namun kau masih masuk ke air dengan inisiatif mu sendiri..?? " Ucap Bagas sambil mencoba menarik racun dari tubuh Hendrik keluar..


Lalu Bagas melompat menjauh dari sana karena Naga itu mulai menyerang Bagas dan Hendrik dari atas.

__ADS_1


"Banyak orang mengatakan jangan pernah takut dengan musuh kuat, tapi takutlah jika memiliki teman satu tim yang bodoh.. Dan Sepertinya itu benar.. "Ucap Bagas.


"Sial, pada akhirnya aku harus melakukan ini sendirian.


Element kegelapan - Dark Troops.. !!


Keluar lah..!! "Ucap Bagas memanggil pasukannya.


Hal ini karena ia masih perlu mengeluarkan racun dari dalam tubuh Hendrik, jadi ia tak bisa melawan Naga air itu sekarang.


Lalu dia sosok Naga Langit berwarna hitam keluar dan langsung menerkam kearah Naga air itu.


Mungkin karena sang Naga air itu tak bisa masuk kembali ke dalam air membuat kekuatan bertarungnya berkurang drastis. Ini seperti prediksi Bagas sebelumnya.


Ia sebenarnya berniat membiarkan Hendrik melawannya sendirian karena ia tau ini bakal terjadi.. Namun si bodoh itu pada akhirnya malah hampir membuat nyawanya melayang percuma.


Walaupun ia memiliki regenerasi, namun racun dan kemampuan lainnya masih bisa membunuhnya..


"Ehh.. Dimana ini.. " Ucap Hendrik yang mulai tersadar itu


"Di neraka..!" Ucap Bagas sambil memukul kepalanya.


"Aduh.. Sakit.. Apa yang kau lakukan..? Apa ini caramu memperlakukan orang sakit..? " Ucap Hendrik.


"Jika orang lain sakit tentu saja tidak.. Tapi aku memperlakukan hal ini kepada orang idiot.. " Ucap Bagas.


"Kau sudah melihat aku meracuni air kenapa kau loncat kedalam air..?? Apa otak mu membeku dan rusak gara-gara aku lempar ke dalam empang..?? " Ucap Bagas.


"Ehh..? Mana aku tau itu akan meracuni ku juga.." Ucap Hendrik.


"Apa kau pikir kau kebal racun sekarang..?? Sepertinya mulai sekarang aku akan terus meracuni mu agar kau membuat antibodi terhadap racun lain kali.. " Ucap Bagas.


"Tidak..!! Apa kau ingin membunuh ku..?? " Ucap Hendrik.


"Kalau begitu cepat bangun dan kalahkan Monster itu..! " Ucap Bagas.


"Aku memberimu waktu satu jam, jika tidak berhasil.. Maka persiapkan dirimu, mulai besok kau akan mulai meminum racun.. "


"Tidak.. Kau benar-benar iblis.. " Ucap Hendrik.


"Aku memang iblis.. Lantas kau mau protes..?? " Ucap Bagas.


"Semakin lama kau protes waktumu semakin menipis kau ingat.. "


"Kau..!! Sial.. " Ucap Hendrik lalu ia berbalik dan melihat ke arah Naga air yang saat ini sedang ada di tanah setelah di jatuhkan oleh dua Naga langit milik Bagas.


"Akhh..!! Semuanya gara-gara kamu monster sialan..!! "


Hendrik langsung berlari dengan tombaknya ke arah Naga air itu. Ia sebelumnya telah Bagas sembuhkan jadi ia tak merasakan efek samping apapun saat ini..


Pertarungan keduanya di mulai, Hendrik akan terus menyerangnya tanpa perduli pada luka di tubuhnya..


Walaupun untuk, Naga air itu juga kewalahan menghadapi Hendrik. Ia akan mencoba terbang ke atas, namun setiap kali ia terbang..


Maka Naga air itu akan di pukul kembali ke tanah oleh dua Naga langit milik Bagas.


Dan dalam pertempuran itu, Hendrik tidak menyadari kemampuan regenerasi miliknya akan bertambah cepat..


Mungkin karena ia marah sehingga ia membangkitkan potensinya, walaupun terkena serangan nafas Naga air itu dan Hendrik akan kehilangan hampir semua bagian tubuhnya. Namun ia akan langsung bangkit kembali pada saat itu juga.


Hal ini walaupun Hendrik kalah kekuatan ia masih bisa mengimbangi Naga air itu. Dan akhirnya setelah waktu hampir habis ia bisa menekankan Naga air itu.


namun bisa di lihat salah satu keunikan kekuatannya di sini, dimana walaupun Pakaikan apapun yang ia kenakan akan ikut hancur.. begitu ia beregenerasi lagi, pakaian miliknya juga akan kembali..


jadi ia takan bangkit dengan telanjang jika pakaian miliknya hancur..


Dan setelah beberapa saat ia akhirnya membunuhnya..


"Waaaa!!!! Rasakan itu dasar Ular sialan..!! " Teriak Hendrik.


Lalu ia berbaring di samping mayat Naga itu.


"aku berhasil.. aku benar-benar berhasil mengalahkan Monster rank S sendirian.. "


"Selamat.. Kau berhasil mengalahkannya.. " Ucap Bagas.


"Dan waktu mu mengalahkan nya adalah..


Satu jam lima detik..


Artinya kau akan mulai minum racun mulai besok.. "


"Apa..?? Itu hanya lima detik lebih, kau tak bisa melakukan itu.. " Ucap Hendrik


"Peraturan tetap peraturan.. Siapa suruh kau protes di awal tadi.. " Ucap Bagas.


"Tidak.. Kau tak bisa melakukan ini.. " Ucap Hendrik.


"Ayolah kumohon.. Apa kau ingin melihat ku mati.. "


"Ok.. Aku takan melakukan hal itu.. " Ucap Bagas.


"Nah begitu jauh lebih baik. . " Ucap Hendrik.


"Tapi kau harus kembali sendiri dari sini, dan aku takan memberikan biaya apapun..


bagaimana..?? " Tanya Bagas sambil tersenyum.


"Apa..?? Apa kau bercanda..?? Lihat aku sekarang..? Aku hanya memakai celana saja dan kau menyuruhku kembali sendirian..? Yang ada aku nanti di kira tak waras.. " Ucap Hendrik.


"Kalau begitu apa kau lebih memilih racun..? " Tanya Bagas.


"Itu bukan pilihan..!!! Akhh kau benar-benar kejam..!! "


.

__ADS_1


.


. Bersambung


__ADS_2