Battle Of Sky Tower

Battle Of Sky Tower
51


__ADS_3

Setelah berjalan beberapa saat akhirnya Bagas sampai di ruang pertemuan itu. Di sana ia melihat banyak orang telah berkumpul..


Bagas hanya berdiri di luar dan mendengarkan tanpa Berencana untuk masuk ke dalam.


Dari sana ia bisa mendengar percakapan di dalam..


"Jadi apakah semuanya juga mengalami hal yang sama..?? " Tanya suara yang terdengar, itu adalah suara tuan Abraham.


"Ya.. Semuanya mengalami hal yang sama, setiap Dungeon saat ini mengalami kenaikan kekuatan yang beragam.. " Jawab salah satu perwakilan di sana.


"Ya.. Karena itu pengukuran kekuatan saat ini tak bisa lagi mengukur kekuatan Dungeon yang sebenarnya sekarang.. " Ucap suara lainnya.


"Hampir kenaikan kekuatannya dua kali lipat dari kekuatan yang seharusnya mereka miliki.. " Ucap perwakilan lainnya.


"Jadi kami mengharapkan Asosiasi membuat cara menentukan kekuatan Dungeon dengan lebih pasti agar menghindari kerugian yang tidak perlu.. " Ucap suara perwakilan lainnya..


"Ya itu benar, atau bisakah asosiasi membuat alat pengukur origi yang lebih baik dan detail..? " Tanya perwakilan lainnya.


"Kami akan mengusahakannya..


Jadi untuk sementara ini, semua guild jangan memasuki Dungeon yang nilai pengukurannya tak detail..


Dan jika masuk usahakan untuk mengirim pasukan di atas rank yang di butuhkan.. " Ucap tuan Abraham.


"Baiklah.. Apakah ada yang lain lagi..? " Tanya tuan Abraham.


"Sepertinya tak ada keluhan lainnya, jadi kalian bisa bubar sekarang dan menunggu hasilnya di web resmikan Asosiasi nanti.. "


Setelah itu semuanya mulai bubar dan meninggalkan ruangan itu, Bagas menutupi wajahnya dengan jaket miliknya yang membuat mereka tak memperhatikan Bagas.


Setelah melihat semua orang telah meninggal ruangan itu Bagas kemudian memasuki ruangan itu.


"Hallo tuan Abraham...


Sepertinya ada masalah sebelumnya.. " Ucap Bagas.


"Oh Bagas.. Apa kau baru datang..?? " Tanya tuan Abraham..


"Ya itu benar, jadi apa yang mereka keluhkan..?? " Tanya Bagas.


"Masalah Dungeon, dimana kekuatan setiap Dungeon sepertinya mengalami peningkatan besar.. " Ucap tuan Abraham.


"Lalu ada juga masalah kepemilikan Dungeon.. Namun itu bukan hal penting jadi tak perlu di perhatikan.. "


"Masalah peningkatan Dungeon, itu adalah apa yang pernah kau bicarakan sebelumnya.. Aku tak menyangka akan secepat ini terjadi.. "


Bagas hanya tersenyum mendegar hal itu.


"Kalau begitu apakah masalah yang tersisa hanya tinggal alat ikut origin baru..?? " Tanya Bagas.


"Itu benar.. Kami perlu melakukan riset ulang agar bisa menyesuaikan batasan kekuatan setiap monster.. " Ucap Tuan Abraham.


"Lalu kami juga sepertinya perlu mengubah atau bahkan membuat ulang lagi.. "


"Sebenarnya jika anda mau saya bisa membantu masalah ini.. " Ucap Bagas.


"Benarkah...?? " Tanya Tuan Abraham.


"Ya.. Saya memiliki dua metode pembuatan alat ukur origin.. " Ucap Bagas.


"Pertama untuk Dungeon dan ke-dua untuk para penguna M.O.P untuk menentukan jumlah kekuatan mereka atau Rank mereka. "


"Oh benarkah..?? Laku bisakah kau membuatnya secepatnya..??" Tanya Tuan Abraham.


"Tak masalah.. Namun aku membutuhkan beberapa alat.. " Ucap Bagas.


Bagas tau hal ini karena di kehidupan sebelumnya ada seseorang yang berhasil membuat alat seperti itu saat Dungeon pecah dan kekuatan para monster meningkat..


Jadi tolak ukur kekuatan monster yang di gunakan sebelumnya tak bisa di pakai lagi, sebagai perbandingan monster yang sebelumnya Rank B atau A mungkin setelah peningkatan kekuatan akan sama dengan Rank A atau S di waktu sebelum peningkatan kekuatan..


Dan alat itu akan di buat sekitar setahun setelah waktu ini, jadi Bagas bisa membuatnya sekarang dengan refrensi dari alat yang sudah ada dan pengetahuan miliknya di kehidupan sebelumnya..


" Tak masalah.. Kau bisa menyebutkannya dan kami akan menyediakan semua yang kau butuhkan.. "Ucap Tuan Abraham.


" Kalau begitu aku perlu alat pengukur lama kalian, lalu alat pengukur dan cetak biru untuk pengukur kekuatan yang ada di ruang tes.. "Ucap Bagas.

__ADS_1


" Lalu aku juga membutuhkan.. ... "


Bagas mulai mengatakan semua daftar barang yang ia butuhkan. Itu cukup panjang karena kali ini Bagas tak ingin mengeluarkan matreial apapun dan membiarkan semuanya dari Asosiasi yang menyediakan..


"Apakah ada yang lain lagi...? " Tnaya tuan Abraham.


"Tidak.. Itu sudah lebih dari cukup.. Maaf tapi aku masih perlu mengujinya, jadi aku memerlukan banyak bahan.. " Ucap Bagas.


"Tak masalah..


Aldo, siapkan semuanya segara.. " Ucap Tuan Abraham.


"Baik Tuan.. " Ucap Aldo.


Lalu ia mulai menghubungi bagian material untuk menyediakan semua yang Bagas butuhkan..


"Baiklah. Apakah ada yang lain yang membawamu ke sini..? Atau kau juga mengalami hal yang sama..? " Tanya Tuan Abraham.


"Entahlah.. Aku tak merasakan perbedaan kekuatan mereka.. " Ucap Bagas.


"Sebenarnya aku datang ingin bertanya dan meminta sedikit bantuan.


Aku ingin Asosiasi mengecek apakah ada bos Dungeon yang menghilang atau tidak.. "


"Apakah ada masalah seperti itu..?? " Tanya tuan Abraham.


"Ya, aku menemukan dungeon dan ternyata monster di dalamnya menghilang.. " Ucap Bagas.


"Mungkin kah itu terjadi di Dungeon Naga air..?? " Tanya Tuan Abraham.


"Bukan.. Itu terjadi di Dungeon lainnya, aku berencana menghancurkan Dungeon itu karena terlalu berbahaya jika sampai keluar..


Namun ternyata Monster di dalamnya telah menghilang, dan tak ada tanda orang masuk atau monster itu keluar.. " Ucap Bagas.


"Karena itu aku ingin bertanya apakah ada kasus serupa yang telah di laporkan juga.. "


"Sepertinya tak ada hal seperti itu, Aldo. Apakah ada laporan seperti itu..?? " Tanya tuan Abraham.


"Tidak.. Tak ada kasus serupa yang di laporkan.. " Ucap Aldo.


"Apakah seperti itu..? " Gumam Bagas.


"Baiklah.. Aku akan mengabari jika ada hal seperti itu di laporkan, dan untuk material akan kami kirim ke alamat milik mu.. " Ucap Tuan Abraham.


"Oh.. Jangan lupa tentang tes itu.. "


"Emm.. Aku mengingatnya.. "Ucap Bagas.


" Baiklah.. Aku akan menunggu mu nanti.. "Ucap Tuan Abraham.


Setelah itu Bagas tak langsung kembali tapi ia memeriksa setiap Dungeon yang ia ketahui, namun ternyata monster di dalamnya masih belum muncul lagi..


Namun Bagas melihat Core Dungeon slime telah muncul jadi ia mengambilnya, dan untuk yang lain masih belum muncul..


Jadi Bagas memutuskan untuk kembali dan sesampainya di rumah Bagas melihat tak ada satupun orang di rumah..


" Apakah mereka masih belum kembali..?? "Gumam Bagas.


" Lupakan.. Lebih baik aku mulai membuat cetak biru alat itu dulu sebelum aku melupakannya.. "Ucap Bagas.


Setelah itu ia kembali ke kamarnya dan mulai mengeluarkan berbagai alat tulis dan gambar..


Ia mulai membuat cetak biru dua alat yang ingin ia buat, alasan mengapa Bagas tau cetak birunya adalah karena ia pernah membongkar alat itu sebelumnya dan mempelajari di waktu luangnya..


Tak disangka karena keisengan yang Bagas lakukan saat mengisi kebosanan itu akan berguna sekarang..


Namun di sini Bagas memutuskan sedikit mengubah tampilannya.. Dua alat itu awalnya memiliki bentuk yang kurang sesuai jika di bawa ke dalam Dungeon atau bertempur..


Jadi Bagas memutuskan mengubahnya agar lebih mudah di bawa kemana-mana dan nyaman jika di gunakan dalam pertempuran..


Desain awal alat pengukur Dungeon dulu seperti leptop, namun menurut Bagas itu terlalu besar ia mengubahnya menjadi seperti tablet kali ini..


Ini jauh lebih kecil dan lebih nyaman di bawa, lalu untuk alat pengukur kekuatan pengguna origin Kali ini Bagas mengubahnya dari yang awalnya di kehidupan sebelumnya mirip kacamata di film Dragon Ball menjadi seperti jam atau pelindung tangan..


Karena model kacamata terlalu rentan untuk di gunakan dan itu sulit di gunakan jika orang itu memakai perlengkapan helm pelindung.

__ADS_1


Jadi pelindung lengan yang sekaligus bisa di gunakan sebagai armor tangan lebih cocok menurut Bagas.


Dalam pelindung itu akan memiliki sensor untuk mendeteksi target dan di sana akan memunculkan data berupa angka yang menunjukkan jumlah origin target.


Dan dari angka itu akan menentukan Rank mereka dengan membuat kisaran angka origin tiap Rank nya..


Angka itu sendiri Bagas buat dari acuan angka di kehidupan sebelumnya.. Jika di bandingkan dengan kekuatan sekarang mungkin Rank S saat ini hanya akan masuk Rank A saja..


Namun itu walaupun terlihat menurunkan kekuatan mereka, namun itu lebih sesuai dengan kekuatan para monster nantinya..


Dan dengan angka itu mereka bisa menghilangkan jumlah korban yang akan muncul nantinya..


Setelah beberapa waktu akhirnya Bagas selesai membuat cetak biru itu. Dan pada saat bersamaan datang juga sebuah mobil ke rumah..


Bagas melihat ke luar dan itu adalah mobil pembawa barang dari Asosiasi Oruscial Forces yang membawa material yang Bagas butuhkan..


Ia kemudian menemui mereka dan menyuruh mereka meletakkan di bangunan depan atau kantor..


Sementara yang lain membawa masuk semua barang-barang itu, Bagas mengobrol dengan tuan Aldo yang memimpin tim ke sini..


"Ini pertama kalinya aku datang ke sini, ternyata ada hutan ditengah kota.. Ini benar-benar membuka mata ku.. " Ucap Tuan Aldo.


"Ini hanya hobi dan peninggalan orang tua ku saja.. " Ucap Bagas.


"Tapi tetap saja.. Aku sedikit terkesan.. Biasanya mereka yang memiliki banyak uang akan lebih memilih membuat bangunan besar dan tinggi atau sesuatu yang lain yang bisa memperlihatkan dominasi mereka.. " Ucap Tuan Aldo.


"Tapi mau malah membuat istana di tengah hutan seperti ini, ini benar-benar membuka mataku.. "


"Ya.. Karena sejujurnya kami dari dulu tak terlalu menyukai keramaian jadi ini adalah tempat paling cocok..


Dan lagi almarhum ibuku dulu suka bertanam, jadi ayahku membuatkan hal seperti ini.. " Ucap Bagas.


"Hai.. Jika aku bisa, aku juga ingin membuat rumah seperti ini.. Di sini benar-benar bisa menghilangkan stress dari semua kesibukan kota tanpa harus pergi jauh.. " Ucap Tuan Aldo.


"Sayangnya aku tak memiliki tanah Luas.. "


"Kalau anda suka, anda bisa datang kapan saja.. " Ucap Bagas.


"Andai aku bisa.. Tapi.. Kau tau seberapa sibuk saat ini.. " Ucap tuan Aldo.


"Tuan.. Semuanya telah di bawa masuk ke dalam.. " Ucap seseorang yang membawa material sebelumnya.


"Baiklah mari kita kembali.. " Ucap Tuan Aldo.


"Baiklah.. Lain kali jika ada waktu aku akan mampir lagi.. "


"Ya pintu rumah ku selalu terbuka untuk kalian. . " Ucap Bagas.


"Aku akan mampir jika ada waktu.. " Ucap Tuan Aldo.


Lalu mereka mulai kembali, setelah melihat mereka pergi Bagas kembali masuk dan mulai membuat prototype pertama dari dua alat itu.


Bagas menggunakan pasukannya sebagai percobaan pengukur alat itu dan sebagai tolak ukur kekuatan.


Hasilnya masih belum membuat Bagas puas, Bagas kemudian kembali membuat yang lainnya lagi..


Setelah beberapa percobaan gagal akhirnya Bagas bisa membuat alat yang sesuai keinginannya, namun ia masih perlu mencobanya pada penggunaan Origin bukan pasukannya.


Karena pasukannya tak bisa benar-benar digunakan sebagai tolak ukur, dan untuk Bagas sendiri kemampuannya yang bercampur dengan banyak M.O.P membuatnya tak sesuai dengan alat itu..


Kecuali ia menyegel semuanya dan hanya menyisakan satu saja maka itu baru bisa mengukur kekuatan Bagas.


Dan saat ia selesai tiba-tiba ia mendengar suara mobil mendekat, ia melihat ke luar dan ia di buat melongo saat melihat yang datang.


"Brengsek.. Aku memang menyuruh membeli yangyang bisa di naikin banyak orang tapi bukan itu juga sial.. "


.


.


. Bersambung


#Note.


Terima kasih buat saran dari pembaca MAULANA PERDANA.

__ADS_1


alat pengukur kekuatan bakalan diasuki mulai di chap ini.


silakan yang punya saran juga comment biar kalo memang cocok nanti di masukin juga.


__ADS_2