Battle Of Sky Tower

Battle Of Sky Tower
34


__ADS_3

Setelah beberapa saat menyusuri Gorong-gorong, Bagas dan Hana akhirnya sampai di Lokasi Dungeon berada..


Butuh beberapa waktu untuk sampai di sini, lari Bagas perlu mencari lubang gorong-gorong yang sepi agar tak ada yang melihat mereka masuk.


Sesampainya di sana Bagas dan Hana langsung masuk ke dalam, dan apa menyambut mereka adalah para kawanan Manusia burung..


Atau lebih tepatnya Harpy. Harpy memiliki kepala wanita dan tubuh burung dengan cakar besar. Mereka terkenal penerbang yang sangat cepat dan gesit, dan mereka juga sangat agresif..


Tepat ketika Bagas dan Hana masuk, mereka langsung di sambut dengan serangan para Harpy..


"Hana Menghindar..!! " Teriak Bagas. Ia langsung menggunakan Shadow Step untuk menghindari serangan mereka..


Sementara Hana menggunakan langkah angin yang ia pelajari juga. Terlihat para Harpy menyerang dengan serangan gelombang suara yang di tembakan dari mulut mereka..


"Mereka sangat berisik.. " Ucap Hana.


"Kaka.. Biar aku saja yang menangani mereka, aku akan menunjukkan apa yang aku dapatkan sebelumnya.. "


"Baiklah.. Kaka akan melihat apa yang ingin kau sombong kan dari tadi.. " Ucap Bagas.


"Lihat saja.. Aku jamin kaka akan kaget.. " Ucap Hana.


Kemudian Hana mulai menyerang para Harpy itu menggunakan panah miliknya secara acak.. Terlihat ia tak benar-benar membidik mereka, dan hanya memprovokasi mereka agar mengejarnya..


Setelah beberapa saat kemudian, Hana berhenti bergerak dan melihat ia telah di kelilingi oleh kawanan Harpy.


"Ini cukup.. Akan aku mulai sekarang.. " Ucap Hana.


"Elementasi..! "


Lalu ia berubah menjadi angin dan menghilang dari sana, setelah itu ia muncul di sisi lain di luar kawanan Harpy itu. Hana kemudian mengulurkan kedua tangannya ke arah kawanan Harpy yang sudah melihat posisi Hana dan bersiap menyerangnya..


"Bersiaplah.. Element Angin - Zona kematian..!!" Ucap Hana.


Lalai terlihat ada bola angin kecil di depan tangan Hana yang kemudian tiba-tiba menghilang, dan jika di perhatikan secara teliti. Itu sebenarnya bukan menghilang.


Tetapi membesar dengan sangat cepat dan tipis sampai tak terlihat, hanya seperti hembusan angin saja.


Lalu tiba-tiba bola yang membesar itu terlihat membentuk perangkap lingkaran mengelilingi kawanan Harpy itu.


Lalu terlihat seluruh kawanan Harpy itu mulai terlihat kesulitan bernafas.. Dan wajah mereka terlihat mulai membeku, dan tubuh mereka mulai membengkak satu perrsatu menjadi seperti Balon.


Bagas memperhatikan itu dan menyadari sesuatu, Hana sepertinya membuat pelindung udara di sekeliling para Harpy itu. Lalu ia menghilangkan semua udara di dalam lingkaran itu agar membentuk Zona Hampa udara..


"Zona Hampa udara kah..?? Menarik.. " Gumam Bagas.


Serangan seperti itu bagus untuk serangan dadakan, namun mungkin takan berguna jika target sudah siaga.


Karena proses pembekuan saluran udara membutuhkan waktu sekitar sepuluh detik, dan jika target cukup kuat mungkin mungkin ia akan lebih lama sampai benar-benar pingsan.. dan perubahan gas dari seluruh cairan tubuh juga terjadi secara perlahan..


Jadi walaupun kematian akibat Zona Hampa udara sangat menyakitkan, itu membutuhkan waktu lumayan lama jika di pandang dalam pertempuran..


Jika seperti dalam film-film mungkin kematian akibat Zona Hampa udara seperti di luar angkasa akan terjadi secara langsung, dan lagi mereka akan meledak..


Namun pada kenyataannya itu terlalu di lebih-lebihkan.. Prosesnya masih membutuhkan waktu sekitar dua menit hingga mereka benar-benar mati.


Hana yang telah selesai kemudian mendatangi Bagas.


"Bagaimana..?? Cukup kuat bukan..?? " Ucap Hana.


"Ya lumayan.. " Ucap Bagas.


"Hanya lumayan..?? " Ucap Hana kesal..


"Ya.. Tentu saja lumayan, memang apa lagi..?? Untuk musuh lemah dan tak bisa bergerak mungkin ini hal yang hebat dan bagus.. " Ucap Bagas.


"Namun jika melawan musuh kuat terutama yang memiliki kemampuan bergerak dan reflek cepat. Atau memiliki serangan kuat yang cepat, itu takan berguna.. "


"Kekurangan pertama adalah serangan itu membutuhkan waktu untuk membuat target mati atau setidaknya pingsan.. "


"Kekurangan ke dua, kau tak bisa membuat serangan itu jika kamu ada di dalam raung lingkup serangan itu bukan..?? "


"Lalu yang terakhir, itu tak bisa di gunakan jika ada temanmu di sekitar sana..


Artinya kau membutuhkan lingkungan yang aman untuk menggunakannya.. "


"Hemm.. Aku atau, lagi pula ini hanya satu kemampuan tambah yang ingin aku perlihatkan.. "Ucap Hana.


" Lupakan.. Mari lihat nanti, kau masih harus belajar membuat Zona Hampa udara secara instan lain kali.. "Ucap Bagas.

__ADS_1


" Untuk sekarang biar kaka bereskan mereka semua terlebih dahulu.. "


Bagas melihat Harpy yang tersisa mulai berdatangan ke arah mereka, jadi Bagas bersiap untuk menghadapi mereka..


"Kaka akan tunjukkan sesuatu yang baru juga. Dan untuk keamanan mu, lebih baik kau mundur dulu Hana.. Dan coba buat pelindung udara di sekeliling mu.. " Ucap Bagas.


"Memang apa yang akan kaka lakukan..?? " Tanya Hana.


"Kau akan tau sebentar lagi.. " Ucap Bagas


"Hemm.. Baiklah.. " Ucap Hana.


Lalu ia mulai membuat pelindung udara di sekeliling nya.


Bagas yang melihat Hana sudah membuat pelindung mengangguk, kemudian ia melihat ke depan sekali lagi..


"Bersiaplah.. Sihir Racun - Nafas Basilisk..!!" Ucap Bagas.


Lalu ia menyemburkan nafas berwarna Hijau tua ke arah para Harpy itu. Dan saat para Harpy masuk ke dalam asap hijau itu, mereka langsung berjatuhan dengan bisa di mulut mereka..


Serangan racun itu benar-benar efektif, semua Harpy yang tersisa langsung mati keracunan.. Melihat itu Bagas kemudian menggunakan serangan lain untuk menghilang seluruh sisa Racun di sana.


"Element Api - Sayap Phoenix..!! " Teriak Bagas.


Kemudian saat kedua tangannya mengayun ke dapan dan membuat gerakan seperti memukul lalat di dengannya, Tiba-tiba sebuah hembusan Angin beserta Api kencang keluar dari Bagas.


Api dan angin itu langsung membakar semua Racun di sana dan menciptakan ledakan cukup keras.


"Sejak kapan kaka mendapatkan dua kemampuan itu..?? " Tanya Hana.


"Itu dari Dungeon yang kaka kunjungi sebelumnya.. " Ucap Bagas.


"Aku tau masalah Racun Basilisk itu, namun Api Phoenix..?? Sepertinya kaka tak mengatakan ada Dungeon Phoenix di sekitar sini..?? " Tanya Hana.


"Oh.. Itu kaka dapatkan dari luar negeri.. Saat kaka selesai dari Dungeon Basilisk, kaka mencari Core element api.. Jadi kaka Hanya bisa mencari di luar.. " Ucap Bagas.


"Kaka curang..!! Aku bahkan belum pernah ke luar negeri, tapi kaka sudah pergi sendirian.. " Ucap Hana.


"Hai.. Kaka tidak berlibur ok.. Kaka hanya mencari Dungeon, lagipula kaka bahkan hanya tinggal di hutan selama ini tak pernah pergi ke kota atau tempat lainnya.. " Ucap Bagas.


"Aku tak perduli, intinya kaka sudah keluar negeri sendirian.. " Ucap Hana.


"Tidak lain kali.. Aku ingin secepatnya juga.. " Ucap Hana.


"Ok ok.. Bisakah kita bahas nanti saja setelah selesai dari Dungeon ini..?? " Tanya Bagas.


"Hemm.. Baiklah, aku akan mengampuni kaka kali ini.. " Ucap Hana.


Bagas hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Hana..


Setelah itu Bagas mengeluarkan pasukan Goblin kegelapan miliknya. Dan kemudian menyuruh mereka mengambil semua Core di sana sementara Bagas dan Hana pergi ke ruang Bos.


"Apa kau siap..?? " Tanya Bagas.


"Emm.. Aku siap.. " Ucap Hana.


Lalu mereka masuk ke ruangan Bos itu dan melihat sosok Monster Burung besar yang memiliki tubuh emas Humanoid yang kuat dengan sayap merah di punggungnya, dan paruh elang serta kaki elang dengan cakar besar dan tajam.


"Apakah itu Garuda..?? " Tanya Hana.


"Ya.. Ia memiliki tiga kemampuan element, Api, Angin dan petir.. Jadi hati-hati.. " Ucap Bagas.


"Aku mengerti.. " Ucap Hana.


Namun tiba-tiba sosok Garuda itu membuka matanya dan langsung mengunci ke arah Hana.


"Ini perasaan ku atau dia memang menatapku kaka..?? " Tanya Hana.


"Oh.. Aku lupa mengatakan sesuatu, Garuda terkenal memiliki hubungan yang buruk dengan Naga.. Jadi.. Ia mungkin mencium bau naga darimu.. " Ucap Bagas.


"Apa..?? Kenapa kaka tak mengatakan itu dari tadi..?? " Ucap Hana.


Lalu ia melihat sang Garuda itu terbang ke atas dan kemudian sayap di belakangnya mulai mengepak, setelah itu terlihat jelas banyak bulu Garuda mulai berubah menjadi api dan mulai menyerang Hana..


"Kaka menyebalkan..!! " Teriak Hana.


Lalu tiba-tiba Hana mulai menggunakan Dragonifikasi, namun kali ini ia tak berubah menjadi Naga Humanoid..


Melainkan menjadi Naga sungguhan yang sangat besar, penampilannya sangatlah mirip dengan Sky Dragon..

__ADS_1


"Dragonifikasi sempurna..?? " Gumam Bagas yang cukup terkejut.


"Tunggu.. Mungkinkah dia sudah menyerap Core Sky Dragon untuk ke-dua kalinya hingga ia membangkitkan kekuatan itu..?? "


Lalu Sosok Naga itu langsung menerkam ke arah Garuda. Mereka mulai terlibat pertarungan jarak dekat.


Sosok Garuda itu sendiri terlihat memegang petir di tangannya dan mulai menyerang Hana. Hana terlihat mengunakan serangan angin dari cakarnya.


Lalu Hana terlihat menjaga Jarak, kemudian ia mulai membuat hujan pisau angin dengan wujudnya yang sekarang.


Dan jumlah pisau yang di hasilkan terlihat jauh lebih banyak, itu benar-benar seperti hujan deras..


Lalu Hana yang marah terlihat membuat Bola Angin di mulutnya dengan ukuran yang cukup besar. Lalu bola itu di tembakan ke arah Garuda.


Sosok Garuda itu mencoba menghindari Bola itu dengan susah payah karena terluka akibat hujan angin sebelumnya.


Namun bola itu yang berada tepat di sampingnya saat ia menghindar tiba-tiba meledak dan menciptakan Bola besar yang langsung membuatnya berada di tengah-tengah hujan jarum..


Terlihat sosok Garuda itu mulai terkikis sedikit demi sedikit, setelah beberapa saat kemudian saat Bola jarum itu menghilang, sosok Garuda itu juga menghilang dan berubah menjadi kabut darah.


Dan hanya Core monster yang tersisa yang kemudian jatuh ke lantai.


Setelah itu Sosok Hana kemudian mulai berubah wujud menjadi sosoknya yang sebenarnya lagi.


"Bagaimana kaka..?? Apa sekarang kaka lihat Kekuatanku..?? " Tanya Hana.


"Ya kaka melihatnya.. Tapi..


sebenarnya kaka ingin menyerapnya juga.. " Ucap Bagas sambil tersenyum masam.


Bagas sebenarnya berencana menyerap Garuda, dengan tiga kemampuan Element dimana dua belum ia miliki. Maka ada kemungkinan Bagas bisa mendapatkan petir atau angin.


Namun sepertinya sekarang ia benar-benar harus mengubur keinginannya itu..


"Salah sendiri kaka tak mengatakan lebih awal tadi.. " Ucap Hana.


"Bagaimana kaka bisa bilang, Kau yang main serang tanpa bertanya sebelumnya.. "Ucap Bagas.


" Itu karena kaka membuatku kesal.. Jadi itu hukuman u untuk kaka.. "Ucap Hana.


" Haihh.. Lupakan, lebih baik kau ambil core itu dan serap saja nanti.. Itu lebih cocok untuk mu.. "Ucap Bagas.


"Mari kita pulang sekarang.. "


.


.


. __________\=Skip\=_________.


Sesampainya di rumah, Bagas dan Hana langsung mandi untuk membersihkan diri dari bau gorong-gorong sebelumnya..


Setelah mandi Bagas melihat berita bahwa beberapa Dungeon juga mulai di temukan di berbagai negara lain.


Melihat itu Bagas mulai menghitung waktunya lagi.


"Sepertinya semuanya masih berjalan seperti sebelumnya.. "Ucap Bagas.


Setelah beberapa saat kemudian Hana juga selesai mandi dan duduk di samping Bagas.


" Apakah Dungeon semakin banyak muncul sekarang..?? "Tanya Hana.


" Ya.. " Jawab Bagas.


"Oh benar, bagaimana dengan Dungeon lainnya.. "


"Semuanya sudah kembali seperti semula, monster di dalamnya sudah terlahir kembali.. " Ucap Hana.


"Itu Bagus.. Kalau begitu kita akan mulai menangani lagi besok.. " Ucap Bagas.


"Tak masalah.. Oh benar, aku sudah mengalahkan Dungeon Sky Dragon sebelumnya.. Jadi kita tak perlu ke sana lagi.. " Ucap Hana.


"Kaka sudah menduganya.. "


.


.


. Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2