Battle Of Sky Tower

Battle Of Sky Tower
50


__ADS_3

Sesampainya di Dungeon Slime Lava, Bagas melihat Dungeon itu kosong dan tak ada satupun Monster di dalam sana..


"Apa yang terjadi..?? Seharusnya para Silme di sini sudah muncul, kenapa disini kosong..? " Ucap Bagas.


Lalu ia mulai menjelajahi Dungeon itu namun ia tetap tak menemukan satupun Silme di sana, dan sesampainya di depan Pintu Ruang Bos Bagas sedikit terkejut karena pintu di sana terbuka..


"Terbuka..?? Apakah ada yang sudah memasuki Dungeon ini..?? Atau.. " Bagas melihat ke arah pintu masuk Dungeon dan kemudian meleset ke sana..


Sesampainya di sana saat ia mencoba keluar Bagas masih melihat pintu masuk itu masih tertutup sama seperti saat ia menutupinya dulu..


Artinya belum ada yang menemukan Dungeon ini dan para slime juga belum meninggalkan Dungeon..


"Sebenernya apa yang terjadi..? " Gumam Bagas.


Lalu ia kembali meleset ke arah Ruangan bos dan berniat memeriksanya.. Namun di sana ia masih tak menemukan Monster satupun termasuk Bos Dungeon itu..


"Apa yang terjadi sebenarnya..? Kemana para Monster itu pergi..?? " Ucap Bagas.


Ia berasumsi para Monster menghilang dan bukannya belum muncul karena ia bisa melihat Kristal Origin di dalam sana, yang artinya para Monster seharusnya sudah muncul juga..


Lalu ia melepaskan para pasukan kegelapan miliknya dan membiarkan mereka menambang sekaligus memeriksa setiap sudut ruangan Dungeon itu.


Namun sampai semua Kristal di dapatkan, tak ada satupun petunjuk yang Bagas peroleh.


Setelah berfikir untuk beberapa waktu Bagas tak menemukan jawabannya, kemudian ia memilih untuk kembali dan memeriksa Hendrik.


Ia menggunakan kemampuannya untuk muncul di Dungeon Basilisk sebelumnya, namun apa yang tak Bagas sadari.. Saat ia pergi dari ruangan Bos di Dungeon Slime lava, ada keretakan ruang di sana yang mulai muncul..


Dan dari celah keretakan ruang itu terlihat Mata merah yang mulai terbuka kemudian kembali tertutup sekali lagi. Kemudian keretakan itu kembali menghilang..


.


.


. __________\=Skip\=_________.


Sesampainya di Dungeon Basilisk, Bagas berniat masuk ke ruang Bos dan melihat kinerja Hendrik. Namun ia melihat Hendrik sedang duduk di depan pintu ruangan Bos sambil memakan banyak makanan..


"Apa yang kau lakukan..? " Tanya Bagas.


"Makan.. Jika ada seseorang memasukan makanan ke mulut menurut mu Apa lagi memangnya selain makan.?? " Ucap Hendrik.


"Kau benar-benar aneh.. "


"Sial.. Aku tau kau makan, maksudnya kenapa kau makan di sini...?? Dan bagaimana dengan Basilisk itu..? "Tanya Bagas.


" Basilisk apa..?? Hei Bagas, aku tau aku ini tampan dan mempesona.. Kau juga sebenarnya tak tega bukan membiarkan ku terluka..?? "Ucap Hendrik.


" Karena itu kau membohongi ku dengan mengatakan ada Basilisk beracun di sini padahal ini hanya Dungeon serangga beracun saja.. "


"Tunggu.. Apakah maksudnya tak ada Monster Basilisk di dalam..?? " Tanya Bagas.


"Tentu saja tak ada, Sudahlah jangan berpura-pura, aku benar-benar menghargai kebaikan mu..? "Ucap Hendrik.


" Tutup mulut mu sialan.. Apa kau ini idiot..? Apa kau tak berfikir ini aneh..? Jika ada ruangan Bos kenapa menurutmu tak ada bos Dungeon..?? "Tanya Bagas.


" Ehh..?? Entah lah.. Mungkin ia pergi ke toilet atau mungkin pergi ke tempat lain untuk berkumpul bersama Monster lainnya.. "Ucap Hendrik.


" Atau ada sesuatu yang memakannya..? Mana aku tau aku bukan Monster jadi jangan bertanya padaku.. "


"Berbicara denganmu sama saja berbicara dengan tembok.. Tak ada hasilnya hanya bikin kesal.. " Ucap Bagas. Setelah itu ia memegang bahu Hendrik Lalu ia membuat portal cahaya dan kemudian melemparkan Hendrik ke dalamnya..


"Sial.. Apa yang kau lakukan Bagas..! " Teriakan Hendrik terdengar saat ia tiba-tiba di lempar, lalu ada suara benda jatuh ke dalam air terdengar.


Bagas tak perduli dan langsung menutup portal itu. Lalu ia kembali ke dalam ruangan Bos itu dan memeriksa semuanya sama seperti di ruangan Bos Slime lava.


Namun hasilnya masih sama saja, ia tak menemukan Monster Basilisk itu..


"Kemana mereka pergi sebenarnya..?? "Gumam Bagas.


Setelah benar-benar memastikan tak ada yang bisa Bagas jadikan alasan menghilangnya para Monster, Bagas memutuskan kembali..


Namun sebelum ia kembali ia membuat beberapa Monster serangga kegelapan yang ia tinggalkan di sana. Bagas juga membuat beberapa yang ia masukan ke dalam Dungeon Slime Lava sebelumnya..


Setelah itu ia pergi dari sana. Dan kembali pulang. Saat ia sampai di sana ia melihat Hendrik sudah duduk di ruang tamu.


" Hai Bagas..! Bisakah lain kali kau tidak melemparkan ku ke empang setiap saat..? Apa kau tau.? Makanan yang aku bawa semuanya ikut tercebur dan tak bisa di makan lagi sialan.. "Ucap Hendrik.


" Kalau begitu jangan melakukan hal aneh lain kali dan jangan membuat ku kesal setiap saat.. " Ucap Bagas.


"Lupakan.. Dimana Hana dan Hani..?? "


"Mereka masih belum keluar, ada apa..?? " Tanya Hendrik.

__ADS_1


"Apakah masih berlatih..?? Kalau begitu pegang ini.. " Ucap Bagas sambil melemparkan sebuah kartu ke arah Hendrik.


Hendrik menangkapnya dan melihat itu adalah ATM.


"ATM..?? Apa kau memberikan aku ATM..?? Apakah ada saldonya..?? " Tanya Hendrik.


"Ya.. Ada sekitar satu miliar lima ratus juta di dalam, jika sampai siang Hana dan Hani belum keluar juga, panggil mereka.. " Ucap Bagas.


"Setelah itu ajak mereka ke Showroom Mobil dan beli dua mobil..


Satu yang bisa di pakai banyak orang dan satunya yang nyaman untuk di kendari dengan cepat.. "


"Dan ingat..! Kau hanya mengantar dan biarkan mereka berdua yang memilih mengerti..? " Ucap Bagas.


"Apa maksudnya aku tak boleh memilih..? Apa kau tak tau jika aku ahli dalam bidang otomotif..?? " Tanya Hendrik.


"Aku tau itu, namun aku juga tau selera mu itu sangatlah buruk.. Jadi aku tak ingin kau yang memilih mobil.. " Ucap Bagas.


"Jangan sembarangan.. Gini-gini aku adalah fesin mondel.. " Ucap Hendrik.


"Fashion bukan Fesin sial.. " Ucap Bagas


"Aku tau aku tau Fesin model..


Aku ini orang yang tau perkembangan selera jaman.. " Ucap Hendrik


"Lupakan.. Ingat saja apa yang aku katakan sebelumnya, jika sampai memilih mobil aneh-aneh awas saja..


Itu akan aku potong dari uang mu.. "Ucap Bagas


"Tenang saja.. Sudah aku bilang aku tau Fesin jaman sekarang.. Jadi kau tak perlu khawatir.. " Ucap Hendrik.


"Fesin.. Fesin..! fashion model sial.. !!


Sudah ku bilang Jika tak tau jangan menggunakan kata-kata terlalu tinggi.. " Ucap Bagas.


"Untung saja ini di rumah dan tak ada yang mendengar.. Kalau tidak aku akan melemparkan mu kembali ke empang.. "


"Slow Man..! Kali ini kau bisa mengandalkan ku.. " Ucap Hendrik.


"Lupakan.. Biar aku kirim pesan saja untuk Hana.. " Ucap Bagas.


"Kau ini benar-benar tak pernah percaya padaku.. Apa kau pikir wajah tampanku ini tak bisa di andalkan..? " Ucap Hendrik.


"Baiklah.. Aku akan pergi lagi sekarang..


Awas ingat apa yang aku bilang sebelumnya.. Dan selama di luar kurangi omong kosong mu itu, jangan membuat yang lainnya malu.. " Ucap Bagas.


Lalu ia langsung berjalan keluar tanpa memperdulikan ocehan Hendrik di sana.


Sesampainya di luar Bagas mengeluarkan pasukan kegelapan miliknya, kali ini ia memilih Monster burung dan kemudian menaikinya dan terbang dari sana.


Ia terbang tak terlalu lama dan kemudian mendarat di depan kantor Asosiasi Oruscial Forces.. Di sana di melihat banyak orang berkerumun, lalu ia menghilangkan Monster miliknya yang sudah menjadi pusat perhatian di sana


Bagas kemudian melompat dan turun di depan gerbang. Dan berjalan ke arah penjaga gerbang.


"Ada apa di sini..?? Kenapa sangat ramai..?? " Tanya Bagas.


"Maaf Tuan.. Saya tak tau ada apa sebenarnya.. Banyak perwakilan dari beberapa Guild berkumpul saat ini dan Mereka mengatakan ada masalah dengan Dungeon dan meminta Asosiasi memeriksanya, namun detailnya saya tak paham.. " Ucap penjaga itu.


"Baiklah.. Aku mengerti. " Ucap Bagas.


"Benar, apakah tuan Abraham sudah datang..?? "


"Pemimpin sudah datang, dan kemungkinan ada di kantornya.. " Ucap penjaga itu.


"Namun Anda mungkin tak bisa menemuinya, karena beliau sangat sibuk sekarang.. "


"Baiklah.. Terimakasih.. " Ucap Bagas.


Lalu ia berjalan masuk ke dalam dan banyak wartawan mulai mengerubunginya, mereka sebelumnya belum pernah sempat mewawancarai Bagas sejak dia dan yang lainnya mendaftarkan diri sebagai pengguna M.O.P Rank S.


"Tuan Bagas.. Tuan Bagas apakah Guild anda sudah mulai merekrut anggota baru.? "


"Tuan Bagas. Dari Dungeon mana anda mendapatkan Core anda..? "


"Tuan Bagas. Apakah anda sudah menikah..? "


"Tuan Bagas.. Apakah anda memiliki hubungan dengan ketua Asosiasi. ?"


" Tuan Bagas apakah anda juga datang melaporkan masalah Dungeon..? "


Berbagai pertanyaan di lontarkan oleh para wartawan di sana, dari yang mulai hal biasa sampai hal pribadi.

__ADS_1


"Pertama.. Guild milik ku tak berencana merekrut siapapun untuk sekarang dan kemungkinan juga takan merekrut siapapun lagi.. " Ucap Bagas.


"Lalu aku tak tau masalah apa yang kalian bicarakan, tapi aku memiliki keperluan di sini. Dan aku tak memiliki hubungan dengan ketua... "


"Lalu kenapa data anda di sembunyikan Asosiasi..?? "


"Ya.. Dan pendaftaran diri dan Guild anda bahkan tak di beritakan sampai muncul di daftar resmi.. "


"Aku tak tau.. Dan jika ingin tau tanyakan saja ke petugas dalam Asosiasi.. " Ucap Bagas.


"Dan untuk sekarang menyingkir lah.. "


"Tapi tuan Bagas.. "


Sebelum mereka melanjutkan bertanya, Bagas mengeluarkan salah satu pasukannya untuk membantu membuka jalan.


Bagas hanya memanggil Satu Minotaur, namun itu sudah cukup untuk membuat para wartawan memberikan jalan..


Para wartawan yang hampir keseluruhan masih manusia biasa itu langsung mundur saat melihat Minotaur hitam muncul di depan mereka, mereka melupakan apa yang ingin mereka tanyakan sebelumnya..


Sampai Bagas berjalan melewati mereka, barulah mereka sadar dan mulai mengambil gambar Bagas dan Minotaur hitam itu..


"Apa kau melihat itu..?? " Tanya salah satu wartawan terhadap temanya di samping nya.


"Ya.. Sepertinya rumor jika Rank S yang baru muncul adalah seorang pemanggil.. " Jawab temannya itu.


"Ya.. Namun seberapa banyak dan seberapa kuat Monster yang bisa ia panggil sampai mendapatkan Rank S..? "


"Aku tak tau, namun mungkin kau tak menyadarinya karena kau masih orang biasa.. Namun bagiku yang bisa menyerap Origin bisa merasakan jika Monster barusan benar-benar berbeda.. "Ucap temannya itu.


" Apa bedanya..?? " Tanya wartawan lainnya di sana.


"Entahlah.. Namun sepertinya Monster itu jauh lebih kuat daripada Monster yang ada di Dungeon.. " Ucap orang itu.


"Sebelumnya aku datang meliput penaklukan Dungeon di Bekasi, dan menyaksikan langsung Mayat Monster Minotaur juga..


Namun Minotaur yang ini aku benar-benar bisa merasakan ia jauh melebihi Minotaur yang sebelumnya di sana.. "


"Apakah mungkin itu karena apa yang kau lihat sebelumnya hanya mayat dan bukan saat ia masih Hidup..?? " Tanya wartawan lain.


"Itu juga mungkin saja.. Yang jelas aku tak yakin Monster panggilan itu sangat mengerikan..." Ucap orang itu


Orang itu melihat ke arah perginya Bagas barusan dan bergumam sendiri.


"Aku yakin tadi merasakan jika Monster itu seperti mayat hidup, atau mungkin ini hanya perasaan ku saja..? " Gumam orang itu.


"Lupakan.. Aku harus segera membuat berita sekarang.. "


.


.


. __________\=Skip\=_________.


"Hallo, apakah Tuan Aldo atau Tuan Abraham ada..? " Tanya Bagas.


"Ia.. Mereka saat ini sedang melakukan pertemuan dengan perwakilan Guild, apakah ada yang bisa saya bantu.. " Tanya resepsionis itu.


"Pertemuan..?? Kenapa tak ada pemberitahuan..?? " Tanya Bagas.


"Itu karena pertemuan ini bukan pertemuan resmi, namun hanya mendengarkan masalah yang di laporkan oleh para perwakilan itu..


Jadi pertemuan ini adalah pertempuran mendadak tanpa pemberitahuan.. " Ucap resepsionis itu.


"Namun hasilnya nanti akan tetap di tulis di web resmi Asosiasi, jadi anda bisa melihatnya nanti..


Atau jika anda salah satu anggota Guild anda juga bisa melihat secara langsung pertemuan itu"


"Aku mengerti.. Jadi dimana acara itu di lakukan..??" Ucap Bagas.


"Anda hanya perlu mengikuti lorong ini saja, nanti anda akan melihat ruang pertemuan di sana.. "


"Baiklah.. Terimakasih.. " Ucap Bagas. Lalu ia mulai berjalan ke arah ruang pertemuan itu..


"Sepertinya aku tak perlu bertanya dan hanya perlu menunggu hasilnya saja.. " Gumam Bagas.


"Aku juga penasaran, apakah mereka mengalami hal yang sama..?? Namun sepertinya hal seperti ini tak pernah terjadi di kehidupan ku sebelumnya.. "


"Apakah ini efek kupu-kupu..?? "


.


.

__ADS_1


. Bersambung.


__ADS_2