
Bagas yang tak sabar akhirnya sampai juga di lokasi itu. Letak Dungeon itu sendiri ada di sebuah gua di dalam hutan.
Saat memasuki lokasi Dungeon itu Bagas langsung melepaskan para pasukan miliknya yang telah bertambah banyak sekarang, Terutama pasukan serangga racun dan Goblin miliknya.
Selain itu Bagas juga mengeluarkan tiga Wyvrin miliknya untuk membantu menangani para Monster burung itu..
Apa yang terlihat saat ini bukan lagi seperti penaklukan Dungeon, melainkan pembantaian sepihak karena jumlah pasukan Bagas..
Para Wyvrin itu terus menuerang dan menjatuhkan para Monster burung di sana, Hal itu di lakukan dengan mudah karena kebanyakan dari Monster burung sudah terlebih dahulu terkena racun..
Dan tugas para Goblin adalah menyerang para burung yang jatuh. Para Goblin hitam hampir semuanya di lengkapi dengan tombak, pedang dan anak panah..
Namun Bagas baru sadar jika perlengkapan mereka hanyalah Tombak kayu biasa, pedang batu atau beberapa besi yang sudah berkarat. Bagas mulai memikirkan untuk membuatkan mereka senjata yang lebih baik nantinya..
Paling tidak itu akan bertahan cukup lama untuk pertempuran, karena bagaimana pun juga mereka adalah pasukannya. Semakin kuat mereka maka akan semakin kuat juga Bagas nantinya..
Sekitar setengah jam kemudian semua Monster burung itu berhasil di kalahkan. Bagas tak mengubah mereka manjadi pasukan miliknya, karena merasa para Monster itu sama sekali tak cocok untuk pertempuran.
Bagas hanya mengubah beberapa saja dan sisanya ia simpan untuk di jadikan bahan makanan..
Dan setelah menyimpan semuanya, Bagas kemudian berjalan menuju pintu bos Dungeon. Sang burung api Phoenix..
Bagas mengembalikan semua pasukannya dan kemudian membuka pintu itu. Semampai di sana ada hembusan angin panas menerpa Bagas, terlihat jelas perbedaan suhu di luar dan di dalam ragunan itu.
Untungnya Bagas sudah mendapatkan kemampuan Resistensi api yang membuatnya tak terpengaruh. Baru kali ini Bagas akhirnya mensyukuri mendapatkan kemampuan itu.
"Tak sia-sia aku mendapatkan kemampuan ini ternyata.. Ini benar-benar membantu ku kali ini.. " Gumam Bagas.
Lalu ia melihat sosok merah terang menyala berdiri tegak dibatas bukit yang terbakar. Sosok Monster itu cukup besar dengan bulu di setiap tubuhnya merah menyala seperti terbakar api.
Ia memiliki ekor panjang menjuntai ke bawah yang juga berwarna merah.
"Sang burung api abadi, Phoenix..! " Ucap Bagas.
"Aku harap kemampuan miliknya masih belum sepenuhnya terbangun, atau kalau tidak itu benar-benar akan menyulitkan untuk menyerapnya.. "
Bagas ingat selain kemampuan apinya yang sangat kuat setara dengan api naga, Phoenix di kenal dengan kelahiran kembalinya dari Abu..
Jadi selama Core Monster miliknya masih ada, ia akan bisa terus bangkit seperti seekor Golem.. Bahkan jika seluruh tubuhnya hancur selama Core miliknya masih ada ia akan tetap bisa bangkit kembali..
Jadi jika Phoenix berhasil keluar dari Dungeon, itu akan sangat sulit di taklukan.. Selama ia bisa kabur bahkan jika ia telah terluka parah, ia akan bisa bangkit lagi nantinya menjadi Burung Phoenix baru yang sehat..
Karena itulah Phoenix di kenal juga sebagai Monster abadi, Monster yang jauh lebih berbahaya dalam arti lainnya..
"Mari mulai.. " Ucap Bagas.
Sebelumnya di Dungeon Goblin Bagas sudah mencoba beberapa kemampuan Racun miliknya. Namun Bagas hanya bisa menggunakan Nafas racun dan cairan saja untuk sekarang..
Cairan racunnya Sendiri bagas hanya bisa membuat seperti sesuatu yang akan keluar dari salah satu bagian tubuhnya. Ia belum bisa membuatnya seperti serangan air, jadi hanya sebatas menyiramkan Air racun saja.. ?
"Mari coba perlahan sebelum ia menyadari ku.. " Gumam Bagas.
Lalu ia mulai menarik nafas panjang-panjang dan kemudian mulai menghembuskan nafas perlahan...
Nafas yang keluar dari Bagas kali ini tak berwar atau hanya seperti kabut, lalu kabut itu perlahan mulai memenuhi ruangan Bos itu.
Bagas saat ini bisa membuat dua tipe racun, dalam percobaan miliknya Bagas bisa membuat kabut putih atau tak berwarna sebagai kabut pelumpuh..
Namun untuk sekarang Itu belum bisa melumpuhkan target secara langsung, hanya akan memperlemat target saja secara perlahan..
Keuntungan racun ini adalah itu tak berwarna dan tak terdeteksi oleh target. Jadi Bagas menggunakan jenis ini terlebih dahulu..
__ADS_1
Setelah menunggu beberapa saat untuk Racun itu menyebar, Bagas kemudian mulai menyiapkan serangannya..
"Element kegelapan - Living Corpse...! " Ucap Bagas.
Kali ini bagas tak ingin menggunakan terlalu banyak pasukan kegelapan miliknya karena tak ingin terbuang secara percuma jika menghadapi Phoenix..
Bagas hanya memanggil Sky dragon dan dua Wyvrin air saja.. Dan saat ketiganya muncul Phoenix yang tadinya diam tiba-tiba bangun dan seluruh tubuhnya mulai nampak terbakar api..
Ia langsung melesat ke arah Sky dragon dan Wyvrin itu.. Mereka terlihat mulai saling menyerang, kepakan sayap dari Phoenix itu terlihat memiliki serangan Angin dan suhu panas yang sangat tinggi.
Terlihat pasukan Bagas mengalami kerusakan hanya karena kepakan sayapnya, namun Sky dragon nampaknya tak terlalu terpengaruh. Mungkin karena Rank miliknya yang sama..
Kedua Wyvrin itu mulai menyerang balik mengunakan nafas air dari mulut mereka berdua, sementara Phoenix juga menyemburkan api dari mulutnya..
Api Phoenix nampaknya tak seperti nafas api ras Naga, jika itu naga maka nafasnya akan seperti pilar api sedangkan Phoenix semburannya tidak terpusat. Melainkan terlihat langsung menyebar ke segala arah..
Sky dragon nampaknya tak mau menganggur, ia juga mengeluarkan Nafas Naga dari mulutnya yang langsung menekan Phoenix itu hingga ia terlihat terjatuh menghantam lantai..
"Ini kesempatan.. " Ucap Bagas..
"Element kayu - Akar darah...!! "
Namun apa yang tidak Bagas duga adalah akar darah miliknya tak mampu menembus bulu Phoenix, karena semua akar itu langsung terbakar ketika menyentuh Bulu Phoenix..
"Sial.. Kalau begitu aku hanya bisa melakukan secara kasar sekarang..
Tombak kegelapan.. Dunia tombak kegelapan..!! " Ucap Bagas langsung memunculkan sejumlah tombak yang langsung menusuk tubuh Phoenix dari berbagai arah..
Phoenix itu menjerit keras saat terkena serangan itu, lalu ia melihat ke arah Bagas dan kemudian ia mulai memusatkan api di mulutnya dan bersiap menyerang Bagas...
"Percuma..
Element kegelapan - Absolut Darkness..!! " Ucap Bagas. Ia mulai menyerap semua api itu.
Setelah serangan itu selesai, Phoenix itu terlihat bangkit dan luka di tubuhnya juga nampaknya mulai menutup kembali..
Namun sebelum ia bisa terbang lagi, tiba-tiba ia mulai goyah dan jatuh kembali ke tanah..
"Sepertinya Racun ku mulai berefek.. " Gumam Bagas.
Setelah itu Wyvrin dan Naga langit mulai turun dan menekankan Phoenix ke tanah.. Mereka menahan Phoenix agar tidak bisa kabur lagi selagi efek racun itu bekerja.
Bagas juga tak menunda-nunda waktu lagi, ia langsung muncul di depan Phoenix itu dan mulai menyerap Phoenix itu.
"Maaf.. Tapi aku membutuhkan kemampuan milikmu itu..
Kegelapan tak terbatas..!!! Gluttony..!!! " Ucap Bagas.
Lalu efek hisapan muncul di tangan Bagas, kali ini segel yang muncul berubah menjadi hitam kemerahan atau merah darah..
Setelah beberapa saat kemudian proses itu berhenti dan Akhirnya Bagas selesai menyerap Phoenix..
Segel itu mulai bergerak dan berkumpul di punggung Bagas, dan jika Bagas bisa melihatnya maka ia akan melihat tato Phoenix berwarna merah darah di punggungnya itu sekarang..
Namun Bagas tak memperdulikan itu sekarang, saat ini Bagas mengembalikan pasukannya terlebih dahulu setelah itu ia mulai mencerna apa yang ia dapatkan kali ini..
Setelah beberapa waktu ia menutup matanya, Bagas kembali membuka matanya dan ia tersenyum..
Lalu tiba-tiba tubuh Bagas mulai terlihat terbakar api, namun Bagas tak merasakan apapun atau kerusakan apapun padanya. Dan sesaat kemudian setelah api itu menghilang terlihat jelas tato di punggungnya mulai menyebar ke bagian tubuh lainnya.
"Akhirnya proses integrasi benar-benar selesai.. " Gumam Bagas.
__ADS_1
Ia akhirnya mendapatkan M.O.P element Api kali ini, dan ia mendapatkan kemampuan bawaan lainnya juga dari sang Phoenix itu.
Walaupun itu kemampuan Pasif lagi, tapi kali ini adalah kemampuan yang sangat penting bagi Bagas.. Karena kemampuan miliknya adalah "kelahiran kembali dari Abu"
Itu memungkinkan Bagas untuk kembali bangkit untuk sekali saja setelah ia mengalami kematian.. Dan harga yang harus Bagas bayar untuk mengaktifkan kemampuan ini adalah penghapusan kemampuan ini dan salah satu M.O.P miliknya..
Namun Bagas tak terlalu perduli soal itu, pasalnya ia tak sama dengan orang lain. Jika itu orang lain maka penggunaan kemampuan ini sama saja mereset semua kemapuan miliknya..
Namun Bagas berbeda, ia memiliki lebih dari satu M.O.P yang terintegrasi di tubuhnya.. Jadi kehilangan satu bukan hal serius..
"Ini hal yang Bagus.. " Gumam Bagas.
"Aku akhirnya memiliki satu asuransi untuk hidupku sekali lagi.. "
"Dengan ini aku sudah semakin dekat dengan tujuan utama ku.. " Ucap Bagas.
Lalu ia mulai keluar dari ruangan itu dan duduk di lorong Dungeon tersebut.
Ia mulai memanggang salah satu burung yang sebelumnya telah ia kalahkan dan mulai memakannya untuk mengisi kembali perutnya yang mulai keroncongan..
"Aku ingin tau apakah Hana baik-baik saja..?? Tapi karena tak ada pasukan kegelapan yang kembali artinya ia masih baik-baik saja bukan.. " Gumam Bagas.
.
.
. __________\=Skip\=_________.
Di sisi lain saat ini Hana baru bisa menemukan lokasi Dungeon Sky Dragon setelah lama mencari..
"Aku benar-benar iri dengan kemampuan kaka.. " Ucap Hana.
Ia sudah mencari berhari-hari untuk lokasi Dungeon yang pernah ia masuki. Namun karena sebelumnya ia mengandalkan Bagas untuk sampai di sini, kali ini saat ia sendirian ia kesulitan menemukannya lagi.
"Kaka melarang ku menaklukkan Dungeon ini sendirian karena berfikir aku tak mampu, namun aku akan membuktikan kalau aku bisa.. " Ucap Hana.
Setelah itu ia mulai masuk dan melihat semua Monster tampaknya sudah terlahir kembali. Lalu ia mulai mengamuk di sana dengan melawan semua Drake sendirian..
Butuh waktu satu jam untuk bisa mengalahkan semuanya.. Dan akhirnya Hana sampai di depan Ruangan Bos, ia tak terburu-buru untuk masuk.
Hana memilih memulihkan semua luka di tubuhnya dan menyerap Core Monster untuk mengisi Origin yang telah hilang..
Setelah setengah jam kemudian akhirnya ia selesai mengisi kembali origin miliknya..
"Aku siap.. Sky Dragon, memiliki pemilihan yang kuat dan ini adalah kali ke dua aku melawannya..
Menurut kaka kekuatan Sky Dragon akan meningkat namun masih belum masuk ke kondisi sempurna.. " Gumam Hana.
"Jadi aku rasa aku masih bisa menangani Sky Dragon sendirian, lagi pula aku menyerap Core miliknya dan mewarisi semua kekuatannya.. "
"Dan lagi aku sudah menaikan kekuatanku Jadi tak ada alasan untuk ku tak bisa menyalahkannya kali ini.. "
"Aku akan habis-habisan kali ini.. " Ucap Hana.
"Haaaaa.....!!!!!! "
Lalu ia membuka pintu itu dan ia langsung menyerang Sky dragon itu..
.
.
__ADS_1
. Bersambung.