Battle Of Sky Tower

Battle Of Sky Tower
62


__ADS_3

"Tapi ini terlalu lama.. Aku bahkan butuh waktu hampir satu jam untuk memasuki elementasi.. Sial, satu jam jika itu pertempuran maka semuanya akan berakhir.. "Ucap Bagas.


" Lupakan.. Aku perlu melatih ini lagi mulai sekarang, dan untuk saat ini..


Aku perlu melihat apa yang aku dapatkan dari No life king itu.. "


Setelah itu Bagas mulai bermeditasi untuk mencoba memahami apa yang ia dapatkan kali ini..


Dan setelah beberapa saat kemudian Bagas mulai membuka matanya lagi..


"Sepertinya aku benar... Aku mendapatkan atribut Ruang, Teleportasi.. " Gumam Bagas.


"Ini adalah panen yang bagus, aku mendapatkan beberapa Artefak. Lalu aku juga mencapai elementasi kegelapan dan sekarang Teleportasi. . "


"Sekarang waktunya melihat bola kristal itu.. " Kemudian Bagas mengeluarkan kembali bola kristal yang sebelumnya di gunakan untuk memanggil undead oleh No Life King..


"Bisakah aku menyerap benda ini..?? " Gumam Bagas. Dari bola itu Bagas bisa merasakan elemen kegelapan yang cukup kuat darinya, ia memegangnya dengan tangan kanannya dan terlihat ada semacam perasaan aneh yang di rasakan di tanda elemen kegelapan miliknya.


"Ya tak ada salahnya, ini patut di coba.. Toh tak ada ruginya bukan.. " Ucap Bagas.


"Kalalu begitu, Mari mulai..


Gluttony..! "


Tiba-tiba bola itu mulai mengeluarkan kabut hitam pekat dan kemudian yang terus berputar di atas Bagas, kemudian itu mulai membentuk pusaran yang kemudian mulai masuk ke dalam telapak tangan Bagas..


Namun apa yang tidak ia sadari adalah ada asap berwarna merah darah keluar dari Core dungeon dan Kristal origin di sana yang ikut terserap ke dalam tubuh Bagas melalui telapak tangannya yang tercampur dalam kabut hitam itu..


Pada saat itu tubuh Bagas kembali berubah menjadi hitam sama seperti sebelumnya, namun ada sedikit warna kemerahan yang bercampur di sana..


Dan warna merah itu terlihat mengalir ke arah tato gagak di leher Bagas sementara warna hitam itu mulai terlihat mengalir ke arah matanya..


Proses itu terus berlanjut selama beberapa jam sebelum akhirnya kabut merah di sana menghilang dan menyisakan kabut hitam yang juga mulai menghilang..


Bola kristal di tangannya mulai terlihat retak dan kemudian mulai hancur bersamaan dengan menghilangnya kabut hitam itu..


Setelah itu semua tato di tubuh Bagas terlihat bersinar semuanya, dan tiba-tiba Bagas mulai merasa mengantuk dan tanpa sadar ia memejamkan matanya..


Dan banyak ingatan aneh muncul di kepala Bagas, itu adalah pembantaian para monster yang Bagas kenal di semua dungeon..


Dan setelah pembantaian itu terlihat sosok yang masih kabur dalam pandangan Bagas itu terlihat seperti menangkap semua jiwa monster di sana ke dalam sesuatu..


Dan benda yang di gunakan itu Bagas merasa seperti pernah melihatnya atau familiar, namun ia tak bisa memikirkan saat itu..


Namun diantara gambar itu Bagas melihat sosok mereka sedikit berbeda-beda..


Kemudian ingatan itu terputus di sana dan kemudian berlanjut dengan gambar dimana para monster terlihat berada di ruang yang gelap, di sana para monster terlihat mulai memiliki sebuah tanda di tubuh mereka yang mana awalnya masih memiliki kebebasan mulai menjadi seperti boneka hidup..


Terlihat tanda itu membentuk seperti kabel yang terhubung ke suatu tempat yang Bagas tidak bisa lihat..


Kemudian ingatan kembali terputus di sana dan ingatan selanjutnya anehnya adalah gambar dungeon yang Bagas kenal. Setelah itu semuanya kembali gelap..


Lalu tiba-tiba Bagas melihat sebuah tempat yang saat itu tengah terjadi peperangan antara dua tiga kelompok berbeda..


Bagas tau itu karena mereka memiliki ciri-ciri yang jelas berbeda, walaupun Bagas masih belum bisa melihat dengan jelas sosok mereka karena masih kabur. Namun Bagas bisa melihat satu sisi terlihat seperti Manusia, Satunya lagi mirip manusia namun memiliki sayap dan kelompok lainnya lagi itu sedikit mirip karasumaru..


Itu humanoid dengan sayap, tanduk dan ekor di belakangnya.. Peperangan tiga etnis itu terjadi di sebuah tempat yang telah melayang di udara..


Dan setelah itu semuanya menjadi gelap dan kemudian Bagas kembali tersadar dengan kondisi penuh keringat di sekujur tubuhnya..


"Haa.. Haa.. Ha... Sial.. Ingatan apa lagi itu.. " Ucap Bagas saat ia merasakan kelelahan mental.


"Apakah mungkin itu ingatan para monster di kehidupan mereka sebelum masuk ke dungeon..? Tapi bagaimana bisa..? " Gumam Bagas.


"Selain itu.. Tiga ras yang berperang itu..?? Siapa mereka..? " Gumam Bagas.


"Apa hubungannya dengan Karasumaru dan Astratos..?? "


"Semakin lama semakin banyak hal yang tidak aku ketahui.. Sial.. "


.


.


. __________\=Skip\=_________.


Sementara itu beberapa jam sebelumnya di seluruh dunia mulai terjadi keanehan lainnya..


Seluruh langit terlihat berubah menjadi merah darah, bahkan di belahan bumi yang mengalami malam hari bisa terlihat dengan jelas langit merah..


Pemerintah mengambil foto dan video bumi dari satelit luar angkasa, dan hasilnya ternyata Bumi jika di lihat dari luar seperti terbungkus oleh sebuah kabut asap merah.


Hal itu berlangsung untuk beberapa jam sebelum kembali normal seperti semula, banyak organisasi dan badan pemerintah mulai melakukan pemeriksaan untuk segala hal aneh..

__ADS_1


Tak ada yang terjadi atau di ketahui, semuanya normal di mata mereka.. Namun apa yang mereka tidak ketahui terdapat keanehan yang terjadi di beberapa dungeon..


Pada saat bersamaan Core dungeon mengalami peningkatan yang berimbas para monster mengalami peningkatan kekuatan..


Banyak penaklukan dungeon berakhir gagal, namun kegagalan mereka bukan karena kekalahan..


Tapi karena tiba-tiba para monster menghilang dari sana dan banyak dungeon yang seharusnya masih membutuhkan waktu untuk kembali normal dalam artian para monster kembali muncul jauh lebih cepat, namun anehnya mereka juga kembali menghilang..


Dan pada saat itu banyak guild mulai melakukan pemeriksaan dan membuat laporan ke Asosiasi Oruscial Forces.


Pihak Asosiasi melakukan pemeriksaan namun tak menemukan apapun selain intensitas Origin di dungeon meningkat pesat..


"Apakah maksudnya semua monster menghilang tanpa jejak..? " Tanya Tuan Abraham yang mendapat laporan.


"Ya.. Ini tak hanya di Indonesia, namun di seluruh dunia.. " Ucap Aldo.


"Tepatnya ini terjadi setelah langit merah darah terjadi sebelumnya.. "


"Lalu apakah pemeriksaan langit merah darah belum mendapatkan hasil apapun juga..? " Tanya Tuan Abraham.


"Hasilnya Nihil.. Tak ada keanehan apapun selain warna merah itu.. " Jawab Aldo.


"Langit berubah menjadi merah, lalu para monster menghilang secara bersamaan.. " Gumam Abraham. Ia terus memikirkan kemungkinan apa yang sebenarnya tengah terjadi.


"Tunggu.. Para monster menghilang..?? Bukankah Bagas pernah bertanya tentang hal semacam ini sebelumnya..?? " Ucap Tuan Abraham tiba-tiba..


Ia baru ingat Bagas juga pernah menanyakan hal semacam ini, dan kali ini semuanya terjadi persis sama dengan pertanyaan Bagas itu.


"Hubungi Bagas segera dan tanyakan apakah dia tau sesuatu.. " Ucap Tuan Abraham.


"Sayangnya dia tak bisa di hubungi, akun telah mencobanya berkali-kali sebelumnya.. " Ucap Aldo.


"Kemana dia sebenarnya..? " Gumam Tuan Abraham.


"Lupakan.. Jika terus coba hubungi dia sampai bisa, dan juga hubungi guild miliknya.. Katakan jika Bagas kembali minta dia datang ke sini segera.. "


"Baik Tuan.. " Ucap Aldo.


Lalu ia berbalik dan pergi dari sana.


"Apa yang sebenarnya terjadi di dunia ini..?? "


.


.


. __________\=Skip\=_________.


"Kenapa core ini terasa seperti jauh lebih kuat dari sebelumnya..? " Gumam Bagas saat ia merasakan core itu..


"Lupakan.. Aku akan menyimpan core ini dan sepertinya aku telah terlalu lama di sini, aku perlu kembali secepatnya.. "


Sambil menunggu semuanya beres Bagas juga mulai mencoba membangkitkan para Undead di sana yang telah ia kalahkan..


Pasalnya setelah menyerap bola kristal sebelumnya, kemampuan element kegelapan milik Bagas meningkat pesat..


Undead yang tak sempurna itu kali ini bisa Bagas bangkitkan dan ternyata saat ia bangkit para undead meregenerasi bagian tubuh mereka..


Walaupun itu menggunakan origin milik Bagas sebagai medianya, namun Bagas Cukup puas. Selain itu hampir semua pasukannya juga sekarang bisa ia pulihkan jika mengalami kerusakan..


Itu juga masih menggunakan origin Bagas tentunya, namun itu hanya bisa jika mereka dalam mode Skeleton saja. Jika dalam bentuk aslinya Bagas gagal meregenerasi mereka..


Sebelumnya Bagas telah mencoba hal ini, namun sayangnya Bagas belum bisa melakukan pemanggilan monster sama seperti No life king lakukan..


Bagas hanya bisa membangkitkan tanpa memanggil undead atau makhluk lainnya..


Setelah menyelesaikan semuanya di sana Bagas mulai berjalan keluar dari Dungeon dan menghirup udara segar pepohonan hutan.


"Akhirnya selesai juga.. " Ucap Bagas.


"Benar.. Bagaimana jika aku mencoba ke tempat dalam ingatan itu..? Ya itu patut di coba.. "


"Teleportasi..!! " Ucap Bagas.


Lalu tubuh Bagas tiba-tiba seperti menghilang sekejap sebelum akhirnya muncul lagi di sana.


"Apakah gagal..? Sepertinya aku masih membutuhkan kordinat lokasinya agar berhasil.. "


"Lupakan.. Lagipula Itu hanya percobaan iseng saja.. "Ucap Bagas


"Baiklah.. Mari kembali, teleportasi... "


Setelah itu tiba-tiba Bagas menghilang dari lokasi itu dan kemudian ia kembali muncul di suatu ruangan yang akrab..

__ADS_1


"Sepertinya berhasil, namun ini memakai hampir seperempat origin milikku.. " Ucap Bagas.


Saat ini ia telah berada di kamarnya di rumah, dan ia sebelumnya menggunakan Teleportasi miliknya.. Namun Bagas menyadari jika teleportasi itu sepertinya memakan origin jauh lebih banyak jika di gunakan untuk menempuh jarak yang jauh..


"Jadi apakah sebelumnya aku gagal karena lokasinya tak di ketahui atau karena kurangnya biaya origin yang perlu aku gunakan..?? " Gumam Bagas.


"Akhir-akhir ini sepertinya aku selalu memiliki banyak pertanyaan yang tak ada jawabannya sama sekali. " Gumam Bagas.


"Lebih baik mandi dan lanjutkan beristirahat dengan benar, sudah cukup lama aku tidur di lantai dan pepohonan.. "


Setelah itu Bagas kemudian mandi dan membersihkan tubuhnya di kamar mandi yang ada di kamarnya..


Sementara itu Hana yang ada di rumah mendengar suara air dari kamar Bagas.


"Apakah kakak sudah pulang..?? Tapi sepertinya aku tak mendengar ia kembali.. " Gumam Hana.


"Oh benar, Hani mengatakan jika Tuan Aldo meminta Bagas ke kantor pusat jika kembali bukan.. "


"Kalau begitu aku akan memberitahu kakak sekarang.. " Ucap Hana.


Lalu ia berjalan ke kamar Bagas. Dan mengetuk pintu kamarnya.


"Kakak..!! Kakak..!! Apa kau di dalam..?! "


"Ya..!! Tunggu sebentar..! " Jawab Bagas.


Setelah itu ia menyelesaikan mandinya dan kemudian memakai pakaian bersih lainnya.


Ia kemudian membuka kamarnya dan melihat Hana sudah menunggu di sana.


"Ada apa..? " Tanya Bagas.


"Kakak dari mana saja..? Tuan Aldo mengatakan kakak sudah selesai untuk urusan kakak dan tidak kembali sampai sekarang..? " Ucap Hana.


"Selain itu kenapa kakak tidak menjawab telefon dari Tuan Aldo..? "


"Telfon..? Benar, HP ku mati dan tidak aku charger.. " Ucap Bagas.


"Sebentar.. "


Lalu Bagas men charger HP miliknya, dan saat hidup Bagas melihat banyak panggilan masuk yang tidak terjawab..


"Apakah ada masalah..? Kenapa Tuan Aldo memanggil sampai sangat banyak seperti ini..? " Tanya Bagas.


"Entahlah.. Aku tak tau.." Ucap Hana.


"Mungkin ini berkaitan dengan peristiwa sebelumnya. "


"Peristiwa sebelumnya..?? Memang apa yang telah terjadi..? " Tanya Bagas.


"Tunggu. Apa kakak tidak tau..? " Tanya Hana.


"Tau apa..? Kalau kakak tau untuk apa kakak bertanya..? " Ucap Bagas.


"Ya.. Kakak benar, jadi seperti ini.. " Kemudian Hana mulai menceritakan tentang kejadian sebelumnya dimana langit berubah menjadi merah darah dan banyak monster menghilang dari dungeon..


"Tunggu..! Apakah semua monster menghilang tepat setelah terjadinya langit merah darah..?? " Tanya Bagas.


"Ya.. sepertinya memang begitu.. " Jawab Hana.


"Ini aneh.. " Gumam Bagas.


"Langit darah seharusnya belum saatnya terjadi, itu harusnya membutuhkan beberapa bulan lagi.. "


"Dan apa yg terjadi dengan menghilangnya para monster..? Seingat ku tidak ada kejadian seperti itu.. " Gumam Bagas.


"Apakah ini efek kupu-kupu..?? "


"Baiklah Hana.. Aku akan segera pergi ke kantor Asosiasi Oruscial Forces sekarang, kakak juga penasaran dengan apa yang terjadi dan mungkin mereka mengetahui sesuatu.. " Ucap Bagas.


"Emm.. Hati-hati.. " Ucap Hana.


Setelah itu tiba-tiba Bagas menghilang dari sana yang membuat Hana sedikit terkejut.


"Apakah kakak baru saja menghilang begitu saja..?? Dia sepertinya tidak menggunakan portal seperti sebelumnya, apakah kakak me dapatkan kemampuan lainnya lagi..? " Gumam Hana.


"Sepertinya aku harus berlatih jauh lebih giat agar tidak tertinggal oleh kakak.. "


.


.


. Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2