
Bagas memperhatikan jika Kirin sudah bisa menggunakan Elemntasi lagi, jadi ia tak terburu-buru lagi kali ini.
"Sepertinya jumlah tak menentukan kemenangan kali ini.. " Gumam Bagas.
Ia melihat pasukan-pasukan terkena serangan petir dari sang Kirin.
"Lebih baik aku melakukan sendiri.. "
Lalu setelah itu Bagas menyimpan pasukannya kembali dan berniat menghadapi kirim itu sendirian..
Setelah itu Bagas mengubah Armor miliknya menjadi Armor kegelapan dan cahaya. Itu tak terlalu banyak perubahan, hanya ada sayap Putih malaikat yang muncul di sana dan pada topeng milik berubah menjadi warna putih.
"Mari menari sekarang..!!
Element Cahaya - Hujan seribu pedang..!!! "Ucap Bagas.
Kemudian ia menciptakan hujan pedang cahaya dalam jumlah banyak yang langsung menyerang Kirin..
Kirim itu meraung dan kemudian menciptakan badai petir miliknya untuk menghadapi pedang Bagas.
Pedang cahaya dan petir terus bertabrakan dan menciptakan badai energi di sana.
Bagas tak berhenti sampai di sana, ia juga menyiapkan serangan lainnya..
Ia mulai menciptakan bola cahaya di depannya yang mulai berputar..
"Element Cahaya - Cahaya Penghakiman..!! " Ucap Bagas.
Kemudian sinar cahaya keluar dari arah bola itu dan menyerang Kirim, kirim mencoba menghindarinya dengan menggunakan elementasi.
Setelah menghindari serangan Bagas, kirin muncul di belakang Bagas kali ini.. Ia bersiap menyerang lagi dari sana.
Ia membuka mulutnya dan menembakkan thunder ball.. Bola-bola petir itu meluncur ke arah Bagas.
Bagas tak menghindari serangan itu dan berbalik melihat ke arah Serangan Kirin itu.
"Ini sudah aku tunggu-tunggu..
Black Hole..!! " Ucap Bagas.
Ia kemudian menyerap seluruh serangan Kirin itu dan menambah origin miliknya yang sudah hampir habis.
"Terima kasih untuk makanannya.. " Ucap Bagas.
"Kalau begitu sekarang giliran ku..
Element kegelapan - Absolut Darkness..!! "
Bagas kemudian membuat banyak bola hitam kecil di atas tangannya. Lalu Bagas mulai menembakkan bola itu ke arah Kirin, Kirin mencoba menghindari serangan Bagas namun...
Tiba-tiba bola itu meledak dengan kuat dan membuat kirin itu terluka. Dan saat melihat masih banyak bola di tangan Bagas, kirin tak lagi meremehkan bola kecil itu.
Setiap bola yang dilemparkan Bagas, kirin akan langsung menggunakan elementasi miliknya..
Bagas tersenyum melihat itu, ini adalah tujuannya..
Ia ingin memaksa kirin menggunakan elementasi sampai batasnya sebelum ia menyerangnya dengan serius..
Dan saat melihat kirin tak lagi bisa menggunakan elementasi dan memilih Menghindari serangan Bagas seperti sebelumnya, Bagas tersenyum dan kemudian..
"Penciptaan Golem.. Ayo Atlas..!! " Teriak Bagas.
Lalu golem yang tiba-tiba muncul itu langsung memukul Kirin hingga terjatuh. Atlas tak berhenti sampai di sana, ia terus memukul ke arah kirin itu jatuh dan membuat lubang besar di sana.
"Cukup..!!
Element kayu - Akar darah..!! "Ucap Bagas.
Ia membuat banyak sulur untuk menjerat kirin itu. Dan kali ini karena Luka-lukanya, sang kirin tak lagi bisa kabur.
Bagas muncul di sampingnya sebelum terlambat..
"Kegelapan tak terbatas..!!! Gluttony..!!! "
Segel di tangan Bagas kembali muncul dan hisapan mulai terjadi.. Sosok besar dari kirin itu mulai hilang tertelan oleh segel Bagas.
Sampai semua bagian benar-benar terserap, sang kirin masih mencoba menyerang dengan petir di tubuhnya..
Sampai akhirnya proses itu selesai Bagas kemudian duduk di sana. Jika sebelumnya segel hitam itu mirip api, kali ini segel itu terlihat mirip petir namun berwarna hitam..
__ADS_1
Bagas memejamkan matanya dan merasakan apa yang ia dapatkan kali ini.. Dan setelah beberapa saat akhirnya bagas selesai..
"Sama seperti sebelumnya, namun sepertinya ini lebih baik.. " Ucap Bagas.
Lalu ia mengulurkan tangannya dan melihat petir hitam menggeliat di sana. Lalu Bagas berdiri dan mengangkat tangannya ke salah satu arah dinding.
"Thunderbolt..!!! " Ucap Bagas. Lalu sebuah petir hitam keluar dari tangan Bagas dan kemudian menuju ke arah dinding..
Ledakan besar terjadi di dinding itu membuat lubang besar di sana.
Ini adalah serangan yang sering Bagas gunakan dalam kehidupan sebelumnya..
"Ini sedikit nostalgia.. " Gumam Bagas melihat sisa kilat di tangannya..
Kali ini sama seperti kehidupan sebelumnya, Bagas hanya mendapatkan M.O.P Petir tanpa mendapatkan kemampuan bawaan apapun..
Namun karena Bagas memiliki pengalaman dengan Kemampuan Petir membuatnya langsung terbiasa dengan M.O.P Petir ini..
Bagas mencoba beberapa kemampuan lainnya, terutama gerakan kilat.. Bagas merasakan refleknya saat ini jauh lebih baik, dan gerakannya jauh lebih cepat karena bantuan petir..
Setelah beberapa percobaan, Bagas memperhatikan sekeliling bahwa masih belum ada kristal Origin di sana. Jadi Bagas memutuskan untuk melanjutkan ke arah Gunung Merapi, tempat Dungeon Dark Elf berada.
Saat di luar Dungeon Bagas mengeluarkan pasukan kegelapan miliknya, kali ini Bagas memanggil satu yang selama ini ia lupakan..
Itu adalah Kirin. Bagas selama ini tak pernah memanggilnya keluar untuk pertempuran apapun karena ia benar-benar melupakannya.
Awalnya itu karena Bagas merasa Kirin yang saat itu masih hanya memiliki sedikit kemampuan.
Dan bahkan batasan elementasi miliknya hanya satu kali, itu membuatnya tak ingin menggunakan pada awalnya. Namun akhirnya ia sampai benar-benar lupa untuk memanggilnya lagi.
Kirin hitam legam saat ini berdiri di depan Bagas, setelah itu Bagas menaikinya dan kemudian sosok kirin petir itu langsung melesat ke atas langit..
Setelah beberapa waktu terbang di langit ia akhirnya sampai di lokasi gunung merapi. Bagas melihat waktu saat ini sudah sekitar jam 12 malam, menghitung waktu seharusnya ia masih bisa menaklukkan Dungeon ini..
Lalu Bagas mulai memasuki Dungeon itu, pemandangan masih sama. Pemandangan hutan lebat yang menunggu Bagas di sana.
Namun ada sesuatu yang membuatnya sedikit Terkejut. Karena ia melihat jumlah Kristal Origin di sana sudah sangat banyak tersebar di tanah..
"Mungkinkah kekuatan Dark elf telah bangkit sepenuhnya..??! " Gumam Bagas.
"Ini akan merepotkan jika itu benar.. "
"Jika seperti ini aku mungkin tak bisa melakukan sendirian.. Kalau begitu aku sepertinya harus menggunakan pasukan juga. "Ucap Bagas.
" Element kegelapan - Living Corpse..!! "
Lalu Bagas memanggil pasukan kegelapan dalam jumlah banyak, hampir semua pasukan ia keluarkan kali ini.
Bagas tak menyadari jika jumlahnya saat ini sudah sangat banyak. Terutama yang menonjol adalah Dua Sky Dragon, Enam Wyvrin dan Kirin yang ukurannya mendominasi di sana.
Bagas melihat ke kejauhan tempat Bos Dark Elf berada.. Mata kanan nya tanpa ia sadari kembali aktif, ia bisa melihat sosok Dark Elf sudah berdiri di sana melihat ke arah Bagas juga..
"Akan aku buat ini lebih semarak..
Element Kayu - Kehidupan pohon terkutuk..!! "Ucap Bagas.
Lalu setelah itu banyak pohon di sana mulai bergerak dan kemudian mereka terlihat mulai memunculkan mata hidup dan mulut, lalu setiap pohon besar dan kecil mulai berdiri dengan kakinya..
" Kalian serang semua Dark Elf di sini.. Jangan susahkan satupun.. "Ucap Bagas. Lalu ia melompat ke atas Kirin.
"Ayo maju ke depan.. "
Kirin itu meraung sebelum akhirnya melesat membawa Bagas ke depan melewati banyak Dark Elf yang bersembunyi di pohon.
"Serang..!!! " Teriak Bagas.
Kirin itu langsung mengeluarkan Hujan petir menyerang seluruh lingkungan di sana, dark Elf yang tidak beruntung langsung terkena serangan itu dan membuatnya gosong.
Sedangkan untuk Bos dark Elf itu dengan mudah menghindarinya..
"Elementasi..?? " Gumam Bagas.
"Benar saja, ia telah membangkitkan kekuatannya.. "
"Aku tak bisa membiarkan Dark Elf itu sampai keluar dari Dungeon.. Atau akibatnya takan terbayangkan.. " Gumam Bagas.
Karena seluruh Kristal Origin sepertinya telah terbentuk maka ada kemungkinan Core Dungeon di sini juga sudah mulai terbentuk..
Bagas berencana menghancurkannya setelah ini agar mencegah Dark Elf menjadi bencana, baik ia keluar atau ia di serap oleh orang lainnya..
__ADS_1
Mungkin terdengar egois jika Bagas tak ingin orang lain memiliki kemampuan dari Dark Elf ini, namun itu bukan hal yang salah juga. Karena Bagas yang pertama kali menemukannya..
Saat Bagas memperhatikan Dark Elf itu, Bagas memperhatikan ia langsung menciptakan bola cahaya besar di atas kepalanya..
"Apakah langsung dengan kemampuan terkuat..?? " Ucap Bagas. Dark Elf itu terlihat bersiap menggunakan Bola penghakiman.
"Sayangnya aku telah terbiasa dengan serangan itu..
Element kegelapan - Absolut Darkness..!! "
Bagas mulai menyiapkan serangannya sendiri untuk melawan Dark Elf itu.
"Maju...!!! " Teriak Bagas sambil melemparkan serangannya itu.
Bola cahaya dan kegelapan saling beradu dan saling menghancurkan satu sama lainnya. Bagas tak hanya menunggu, ia langsung menyiapkan serangan lainnya lagi..
"Abyss step... " Ucap Bagas. Lalu ia muncul di belakang Dark Elf itu dan kemudian
"Element petir - Tombak Kirin..!!!! "
Bagas menusukan Tombaknya ke arah Dark Elf itu dan dari tombak itu muncul petir seperti Thunderbolt yang sebelumnya Bagas gunakan namun jauh lebih kuat..
Namun tepat sebelumnya dark Elf itu terkena serangan Bagas, ia langsung menghilang dari sana.
Mata Bagas di balik topeng tiba-tiba seperti mengeluarkan api hitam.. Dan ia langsung bisa melihat pergerakan Dark Elf itu..
Terlihat walaupun dunia tampak berhenti bergerak, Dark Elf itu bisa berjalan dengan mudah menghindari serangan Bagas dan mulai mendekati Bagas.
"Ini..?? Apakah kekuatan api hitam bahkan bisa melihat melalui ruang dan waktu...??" Pikir Bagas.
Lalu tiba-tiba saat Dark Elf itu hendak menusuk Bagas dengan pedang cahaya miliknya, Bagas langsung bergerak dan menangkapnya..
"Sayangnya bukan hanya kamu yang bisa menggunakan Elementasi Cahaya.. " Ucap Bagas yang membuat Dark Elf itu terkejut.
"Black Hole...!! "
Bagas langsung menyerap Pedang cahaya itu. Dark Elf yang terkejut langsung melompat menjauh..
Bagas langsung mengejarnya, mereka berdua terlibat dalam pertarungan jarak dekat di dunia waktu itu.
Bagas sekali lagi mengejutkan Dark Elf itu dengan kemampuan penciptaan cahaya miliknya untuk membuat berbagai senjata..
Lalu batas waktu pemakaian Elementasi ke-dua berakhir. Keduanya masih melanjutkan pertempuran mereka..
"Mari akhiri ini segera.. " Ucap Bagas.
Lalu ia mulai menarik nafas panjang-panjang dan kemudian..
"Nafas korosif...!!! "
Bagas menyemburkan Air hitam dari mulutnya yang langsung melelehkan pakaian dan sebagian tubuhnya.
Dark Elf itu mencoba menyembuhkan dirinya secara langsung..
"Jangan harap berhasil..
Mimikri Phoenix..!! " Teriak Bagas.
Lalu ia tiba-tiba berubah menjadi Burung api hitam Phoenix..
Ia langsung menyerang dengan sayap Phoenix miliknya yang membuat Dark Elf itu langsung tersapu ke bawah dengan luka bakar di tubuhnya..
"Ini belum berakhir...!! Mimikri Golem Kayu..!! " Teriak Bagas. Lalu tubuhnya mulai berubah menjadi Sosok Golem kayu raksasa dan langsung meninju Dark Elf itu.
Bagas benar-benar tak memberinya kesempatan membalas..
"Element kayu - Akar Darah..!! " Ucap Bagas.
Lalu banyak sulur keluar dari tangan raksasa Bagas yang langsung menyerap kekuatan Dark Elf..
"Lalu akan aku akhir segera..
Mimikri - Dark Big Slime..!! " Ucap Bagas berubah menjadi Big Lime berwarna hitam dengan ukuran yang menyenangkan.
"Gluttony...!!! "
.
.
__ADS_1
. Bersambung