BATTLE OR ALIVE

BATTLE OR ALIVE
Chapter 09 : Great Dungeon


__ADS_3

Berada di depan Dungeon dengan ketinggian langit-langit mulut goa sekitar 6 meter. Dilengkapi dengan dedaunan liar yang jatuh menggantung dari atas langit-langit dan suasana lembab.


Terdapat beberapa kelompok kelelawar yang sedang tidur terbalik, itu dikarenakan kelelawar goa itu adalah kelelawar normal.


Jell dan Mai yang sedang memeriksa mulut Dungeon. Dungeon itu tidak gelap seperti yang di pikirkan, melainkan terang dengan cahaya yang tidak redup maupun tidak terang.


Cahaya-cahaya itu berasal dari kristal yang terdapat di dinding Dungeon, “Bright Crystal” adalah nama dari kristal itu.


Bright Crystal menyerap mana alam dan membuat cahaya sihir yang indah. Kristal ini digunakan sebagai bahan utama pembuatan lentera dan lampu di dunia ini. Dan juga sering di gunakan sebagai perhiasan karena warnanya hijau zamrud yang indah.


Jell melihat sekeliling dan sembari mencari pintu masuk utama Dungeon. Di dalamnya terdapat banyak kristal sihir.


Kristal sihir adalah batu yang telah lama terkena mana dan berubah menjadi kristal yang menyimpan mana di dalamnya.


Cara terciptanya tidak mudah, karena batu harus menunggu selama 1-2 tahun untuk bisa berubah menjadi kristal, dan selama proses itu juga, batu harus di aliri mana dengan komposisi yang seimbang.


Jika berlebihan atau jika kurang, maka batu akan gagal menjadi kristal sihir dan akan menjadi batu biasa.


Dengan fakta itu, kristal sihir berada di posisi pertama sebagai kristal dengan harga yang fantastis.


Jell yang mengetahui fakta itu, tercengang dengan melimpahnya kristal sihir di mulut Dungeon ini.


Menghancurkan kristal-kristal itu, Jell dan Mai berhasil setidaknya mendapatkan sekitar 10kg. Kaya mendadak, adalah apa yang mereka pikirkan saat ini.


Dengan sibuk mengumpulkan material di mulut Dungeon, Jell dan Mai sudah sekitar 1jam berada di sana dan masih saja belum menemukan pintu masuk. Dan saat kebetulan mereka menemukan sesuatu dengan ukuran yang besar, terpapar seperti pintu yang terbuat dari batu yang sangat berat.


Pintu itu tingginya sekitar 10meter, dengan beberapa ukiran yang ada di pintu itu. Ukirannya seperti gambar pohon dari beberapa batu sihir yang terhubung dengan cabang-cabang.


“Pintu yang mengagumkan~ Tidak salah lagi, ini adalah pintu masuknya bukan?”


Mai mengkonfirmasi kondisi yang kebetulan itu, dan Jell mengangguk untuk membalas pertanyaan Mai.


Sambil melangkah maju, Jell dengan berani memimpin. Meletakan tangannya di pintu dan sedikit mencoba mendorong pintu itu dan tidak terjadi apa-apa.


Di pola pohon di pintu terdapat satu tempat yang tidak memiliki kristal, dan sepertinya itu adalah berupa lubang kunci untuk masuk ke dalam Dungeon.


Jell dan Mai mengetahuinya dan mulai mencari di sekeliling pintu, dan selama satu jam mencari mereka tidak menemukan apa-apa.


“Sial, tidak ada apa-apa di sini. Jika memang ada semacam kunci untuk membukanya, bukankah itu harus berada di dekat sini?”


Jell mengeluh dengan kenyataan bahwa mereka tidak menemukan apa pun selama sejam hanya untuk sebuah kunci. Dan Jell pergi ke pintu itu lagi dan mencoba mencari jalan masuk.


“Pola ini berupa pohon dengan banyak cabang. Cabang-cabangnya terdapat kristal berwarna, dan hanya satu yang tidak ada kristalnya. Dengan kata lain, kita harus mencari satu kristal yang tidak terisi itu, ya kan?”


“Hah…, ini merepotkan sekali.”


“… Memang.”


Jell dan Mai mengeluh akan keadaan, dan mencoba meringankannya dengan mengeluh dan terus mencari.


Jell menatap pintu itu sambil duduk, dan Mai duduk di pangkuan dalam kondisi bersila. Menatap kosong pintu dan tiba-tiba menatap lubang tempat kristal terakhir, dan dalam sekejap berdiri akan sesuatu.


Mai yang di pangkuannya kaget dengan reaksi tiba-tiba, dan bertanya kenapa.


Jell tidak menanggapinya dan mengambil pedang miliknya, dan kagetnya dia melihat sesuatu yang tidak terduga.


Jell berdiri dan memegang sebuah batu merah, dan meletakkannya di tempat batu terakhir di pola pohon itu. Dan apa yang terjadi adalah, pintu itu bergetar dan pola pohon itu bercahaya merah dan memenuhi semua bagian pintu. “Jangan bilang batu yang ada di pedang ini adalah kuncinya? ” Jell tersenyum kecut


GgRuuggHhh…


Suara gemuruh terdengar, itu karena pintu besar yang berada di depan mereka tiba-tiba bergerak dan terbuka. Terbuka dengan megahnya dan membuat suara gemuruh yang hebat. Mengakibatkan sedikit guncangan di sekitarnya, pintu itu dalam 1menit akhirnya terbuka sepenuhnya.


“Kau bercanda bukan?…”


Jell memandang pintu yang terbuka dengan pandangan tegang, sedangkan Mai memandang pintu dengan pandangan kosong karena kunci yang mereka cari akhirnya dapat di temukan.


Jell membalikkan pandangannya menuju pedang yang dibelinya beberapa hari lalu, sambil berdengung kebingungan Jell pasrah akan kondisi ini.


“Apa artinya ini.”


Memasuki ruangan di balik pintu. Sudah dipastikan kalau tempat ini adalah lantai pertama dari Dungeon, dan sama dengan kondisi sebelumnya, kondisi di lantai satu ini juga sama persis.


Akan tetapi perbedaannya terdapat dari pencahayaannya yang lebih redup, tetapi tidak berpengaruh besar terhadap pandangan mereka.


Melihat sekeliling sambil bersiaga akan sesuatu, Jell dan Mai maju perlahan menuju ke dasar Dungeon.


Di lantai satu belum ada tanda-tanda keberadaan musuh. Dalam kondisi tenang karena tidak adanya penyerangan, Jell dan Mai di buat kaget dengan sesuatu di depan mereka. Itu kelompok monster, jenis monster yang mereka tidak ketahui.


Dapat di lihat ada 7 ekor serigala berbulu hitam berdiri di sana, mata mereka kuning dan bulu mereka hitam menyatu dengan bayang-bayang.


Dua bilah gigi dapat di lihat di ujung mulut mereka, menandakan mereka adalah hewan buas yang harus di hindari.


Dari semua informasi yang Jell dapatkan di guild selama mereka tinggal, bahwa monster dapat di ketahui tingkatannya dari serangan, bentuk tubuh, jenis, sihir, dan aura.


Itu semua adalah informasi dari tingkatan monster yang mereka terima. Jika monster itu sangat kuat dan bisa menggunakan sihir/skill selagi menyerang, maka mungkin monster itu tingkat S.


Dan jika monster itu tidak terlalu lincah, tidak dapat menggunakan sihir/skill dengan fasih, maka monster itu kemungkinan bertingkat D-C.


Dan jika monster itu dapat mengendalikan sihir/skill dengan mudah, tetapi masih memberikan celah kepada musuh, maka monster itu tingkat B-A.


Jika di lihat dari penampilan, dapat di pastikan bahwa monster itu bertingkat A. Karena bentuk tubuh mereka yang lebih menakutkan dari pada Dark Bat.


Akan tetapi, di saat mereka sedang mengawasi monster itu, tidak di sangka monster serigala itu sudah berada di belakang dan melompat ke arah mereka.


Tampaknya serigala ini bukan termasuk kelompok atau sedang berjaga dari kelompok serigala lain.


Dengan cepat Jell dan Mai melompat menjauh dari lompatan mematikan itu. Dari cara menyerangnya, serigala hitam ini memiliki skill yang mereka gunakan yaitu sejenis buff peningkat kecepatan.

__ADS_1


Teralihkan karena keributan yang terjadi, kelompok serigala hitam yang tadinya hanya diam di sana, seketika berlari mendekat.


Awalnya mereka hanya mengawasi dan belum mendekat ke arah Jell dan Mai, tetapi di karena kan serigala yang menyerang mereka tiba-tiba saja melolong dengan suara keras yang membuat serigala lainnya datang menyerang.


Jika di hitung jumlah seluruhnya maka ada 8serigala hitam yang mengepung mereka. Jell dan Mai berada di tengah kepungan serigala hitam, dan tidak membiarkan celah diantara mereka, para serigala mengelilingi mereka dengan pergerakan yang lambat.


Mereka masih mengawasi dan belum mendekat seperti halnya serigala pertama, tampaknya mereka berhati-hati akan sesuatu.


Akan tetapi Jell dan Mai tidak mementingkan hal itu dan mulai mengambil posisi. Jell melihat dengan seksama dan berpikir apa yang akan terjadi.


Kemungkinan terbesar adalah mereka akan diserang dari seluruh arah dengan kecepatan yang serupa dengan serigala pertama.


Di saat memikirkannya Jell melihat pergerakan serigala itu melebar, lingkaran mereka melebar dan sudah di pastikan akan menyerang dengan kecepatan yang luar biasa.


Tanpa melakukan aba-aba dengan serigala lain, secara bersamaan semua serigala itu menyerang dengan kecepatan tinggi.


WwoOShh!!!


Dengan kecepatan itu sudah pasti target akan mati dan tidak akan selamat, tetapi itu berlaku hanya untuk orang-orang biasa.


Dengan sekali lompatan dengan momentum yang mempesona, Jell dan Mai melompat ke arah atas dan menghunus pedang Jell dan Mai mengeluarkan Dual Knife di sarung yang berada di pahanya.


Jatuh secara vertikal, Jell menggunakan serangan sekali serang dengan melakukan ledakan besar. Sedangkan Mai melakukan pembantaian dengan cara menghembuskan angin, tetapi bukan angin biasa, tetapi bilah angin.


“Water Falls” “Tornado Blades”


Kedua skill di pasangkan tepat di saat mereka mendarat di tanah, dan dalam sekejap serigala hitam itu tertindih dan juga terpotong dengan beberapa bagian.


‘Water Falls’ adalah skill dengan elemen air yang memanfaatkan arah jatuh dari gravitasi. Hampir sama dengan ‘Fire Piercing’, yang Jell gunakan melawan Dark Bat.


‘Tornado Blades’ adalah skill ber elemen angin. Dengan menciptakan pusaran angin, pengguna akan membentuk badai tornado ringan, dengan kondisi tersebut pengguna harus menggunakan skill ‘Air Claw’ dan mengibaskan nya dengan tornado.


“ ‘Tornado Blades’, ya? Menggunakan skill ‘Tornado Summon’ sebagai sihir utama. Dan ‘Air Claw’ sebagai bilah yang menyerang dari tornado, … Hah~, kau sudah mulai menggabungkan skill curang rupanya.”


“Hehe~. Jangan menganggap ku bodoh, jika kau tetap seperti itu aku akan melampaui mu loh. Lagi pula skill itu bukan berasal dari class Mage, saat aku mencobanya ternyata bisa, akan tetapi efeknya lebih lemah dari class Mage.”


“Kau akan menambahkan class Mage?”


“Nn! menurutku class itu cocok denganku. Kalau Jell, kau akan ambil apa?”


“Benar juga ya… Menurutku aku akan ambil Mage juga. Dilihat dari semua yang sudah terjadi, menggunakan sihir aku rasa boleh juga, … Namun Mai, bukankah skill spesialmu classnya marksman? kau tidak akan mengambilnya?”


“Bagaimana ya… Kalau begitu aku ambil dua-duanya~!”


“Mana mungkin bisa bukan? kau bodoh ya.”


“Ha! Siapa yang kau bilang bodoh?”


Seperti yang mereka bicarakan. Jell dan Mai memiliki skill spesial mereka, lebih tepatnya skill yang hanya bisa mereka gunakan, sedangkan di dunia ini tidak ada hal yang semacam itu.


Benar. Sama seperti karakter yang waktu itu bicarakan, mereka akan melakukan permainan, dan lebih tepatnya di game BOA itu sendiri.


Mulai dari statik di Plat Status mereka yang tidak pernah naik, hingga kekuatan yang luar biasa yang mereka miliki. Itu semua adalah karena akun game BOA mereka. Statik, skill, skill spesial.


Tidak diketahui kenapa, akan tetapi ini kenyataan yang harus Jell dan Mai terima, bahwa mereka masuk ke dunia lain.


Di game BOA, Jell dan Mai memiliki reputasi dan popularitas yang bukan sembarangan. Penyebabnya adalah, Mereka berdua memegang posisi tertinggi di game BOA.


Jell dengan posisi pertama, sebagai pemain paling kuat dan tak terkalahkan. Dia mendapatkan julukan “King” karena potensinya.


Mai berada di bawah Jell. Lebih tepatnya, Mai peringkat ke-dua di game BOA. di kenal sebagai pemain dengan kelincahan dan penembak jitu terbaik. Dia mendapatkan julukan “Admiral” karena potensinya.


Dari yang Jell ketahui, statik yang ada di Plat Status mereka sama persis dengan statik yang ada di Status Player mereka.


Jadi, jangan heran kenapa kekuatan dan bahkan serangan biasa mereka bisa berdampak kuat, itu di karena kan status mereka yang sudah penuh dan tidak terhitung lagi sudah seberapa kuat mereka.


***


Mengelilingi Dungeon lantai pertama, akhirnya berakhir di sebuah pintu baru. Pintu dengan besar yang hampir sama dengan pintu pertama, akan tetapi pintu itu terlihat biasa saja, sehingga Jell mencoba membukanya dan terbuka.


Memasuki ruangan, tidak ada perbedaan yang dapat di temukan di sini. Hanya ada beberapa monster serigala hitam yang di lantai pertama tadi, dan juga beberapa kristal sihir yang jumlahnya yang semakin mudah dilihat.


“Tunggu … Apa itu?”


Dalam perjalanan mereka, Jell menyuruh Mai untuk berhenti karena ada sesuatu di depan mereka.


Itu ada monster yang menyerupai Ogre dan mempunyai pedang besar berukuran hampir sama dengan tinggi badannya.


Ogre itu tampak berbeda dari yang mereka lawan di mulut Dungeon, Ogre itu terlihat dua kali lebih kuat dan menyusahkan. Yang lebih penting, syukurlah dia hanya sendirian berada di depan pintu lantai ke-tiga.


Maju menuju Ogre, Jell dan Mai akan melakukan serangan kombinasi, dan dalam sekali serang maka habislah Ogre itu.


Berlari dengan mengeluarkan pedangnya dari sabuk, Jell menggunakan skill “Fire Prick” dia memimpin pergerakannya dengan Mai.


Mai menyesuaikan kombinasi ini dan menggunakan skill “Whistling Wind” sebagai kombinasi mereka.


Terlihat dua orang yang berlari menuju Ogre itu, dengan masing-masing menggunakan elemen berbeda, yaitu api dan angin. Keduanya tampak tidak ada kesulitan yang di alami, dan dengan sekali serang, Ogre itu terbelah menjadi empat bagian.


“Argh!—”


Tidak dapat menghindari kombinasi mematikan keduanya, Ogre itu menjerit dan mati.


Ogre itu tidak dapat bergerak dan memahami hal. barusan, penggabungan elemen yang tidak alami adalah alasan utamanya. Di dunia ini hukum ilmiah masih berlaku. Seperti, api tidak akan hidup di atas air.


Dan sama seperti kombinasi api dan angin dari Jell dan Mai, itu sama sekali tidak masuk akal dan mustahil mereka bisa menyeimbangkan kedua elemen berbeda dengan mudah.


Jell mengambil pedang milik Ogre itu. Pedang panjang dan berat, benar-benar cocok dengan Ogre itu.

__ADS_1


Di pedang itu dapat di rasakan aliran sihir yang mengalir di seluruh bilah dan pegangannya. Kedua bilah itu tajam dan sedikit hancur, ada beberapa bagian yang rusak dengan warna hitamnya membuat pedang ini cocok menjadi pedang keramat di dunia modern.


***


Sudah sekitar 3 hari berlalu semenjak mereka memasuki Dungeon.


Jell dan Mai bersantai di antara bebatuan besar dan makan di sana. Jika di hitung keseluruhan, bahwa mereka saat ini berada di lantai kesepuluh.


Perkiraan Jell, mereka mungkin akan berhadapan dengan monster yang lebih kuat dari lantai sebelumnya. Jell memastikan keadaan sekitar dan meninggalkan Mai yang tertidur di base sementara mereka.


Dia tidak menemukan apa-apa, hanya ada monster yang sudah pernah di lawan sebelumnya dan beberapa kristal sihir yang berkilauan.


“Jadi, satu-satunya jalan hanya berada di pintu itu, ya?…”


Jell menghembuskan napas karena kenyataan. Mai yang bangun dan melihat sikapnya menanyakan akankah ada masalah yang terjadi, dan Jell menggelengkan kepalanya dan menjawab semua baik-baik saja.


“Tidak perlu khawatir, tidak ada apa-apa di sana.”


“Nn~…”


Mai mengangguk sambil di elus kepalanya oleh Jell. Mai memiringkan kepalanya dan mengatakan sesuatu kepada Jell.


“Nee Jell~ Di sana itu bos dari lantai ini bukan? … Jika dilihat dari jumlah lantai saat ini, itu akan menjadi lantai ke-sebelas. Menurutku itu sedikit aneh karena selama lantai kesepuluh ini tidak ada monster yang menantang … Rasanya bosan, tidak ada hiburan.”


“Hm? … Benar juga ya, jika dilihat lantai ini seharusnya memiliki monster yang setidaknya membuat kita berkeringat, tetapi hanya monster lemah terus yang datang.”


“Umu! Rasanya jadi dejavu saat kita pergi wisata ke gunung waktu SMP, ya~”


“Fufu… Benar juga.”


Percakapan berhenti dan mereka pergi ke arah gerbang yang ada di depan mereka, mendorongnya dengan sekuat tenaga dan terbuka .


Dejavu yang di maksudku oleh Mai adalah, saat liburan saat mereka SMP. Pada saat liburan musim panas, keluarga Kiyomizu dan Ogawa pergi berlibur di salah satu tempat wisata yang menjadikan sebuah goa raksasa sebagai tempat wisata.


Memasuki ruangan, tiba-tiba pintu itu tertutup dengan hantaman kuat. Sebenarnya sudah dari memasuki lantai pertama, gerbang-gerbang itu tertutup sendiri, akan tetapi hantaman ini lebih kuat dari biasanya dan membuat mereka kaget.


Dapat di lihat di balik gerbang, itu adalah sebuah ruangan besar dengan luas yang kurang lebih 2 km.


Dan penerangannya buram, diakibatkan Bright Crystal hanya menerangi di samping ruangan, yang membuat tengah ruangan gelap dan sekitarnya redup.


Tidak ada apa-apa di sana selama Jell dan Mai melihat, tempat itu kosong dan tidak ada gerbang lain di situ dan hanya ada gerbang yang sebelumnya.


Dan seketika dalam kesunyian itu.


BbRrUuukKkkHhhh…!!!


Turun dari atas,  sesuatu dengan ukuran yang sangat besar dan berat bertabrakan dengan lantai, dari benturan tersebut mengakibatkan badai debu yang menyelimuti seluruh tempat.


Apa yang ada di sana dan menjadi sumber benturan tersebut adalah, itu monster raksasa dengan ukuran tubuhnya sekitar 13 meter.


GgguUuAaaHHh…!!!


Suara auman di keluarkan dari mulutnya, itu adalah monster seperti Ogre. Dengan empat tangan, dua pedang besar di dua tangan depannya, dan bentuk tubuh yang benar-benar berotot.


Badannya kekar, tubuhnya berwarna hijau gelap dan tidak dapat di pastikan itu hijau atau cokelat, karena pandangan gelap tidak dapat di pastikan.


Melihat itu Jell memikirkan, kalau monster mirip Ogre ini adalah evolusi dari monster mirip Ogre yang sebelumnya.


Salah saru tangannya mengayunkan pedang di sisi kanannya menuju ke arah Jell. Jell dengan reflek menghindari itu dan melompat ke tengah, Mai juga mengikutinya dan melompat ke tengah.


Monster itu bukan hanya monster biasa, kekuatan hantaman dari pedang besarnya itu memberikan kejutan yang tidak menyenangkan. Di tambah dari pergerakan dan bentuk tubuhnya, tampaknya dia monster dengan peringkat ‘S’.


Melihat serangannya tidak mempan, Ogre setinggi 13meter itu tampak kesal dan berteriak sekali lagi.


Sambil menjaga jarak, Jell dan Mai mundur karena mereka melihat bahwa mereka sedang tidak di untungkan sekarang dan mundur ke sisi lain ruangan yang luas dan tidak ada apa-apa di sana selain bekas kehancuran tadi.


Sambil melihat ke atas Jell bergumam dengan keringat sedikit turun.


“Oi oi oi… Baru kali ini aku akan melawan titan sungguhan.”


Di saat Jell sedang kebingungan dengan kemunculan monster Ogre itu, entah kenapa Mai tampak bersemangat dengan wajahnya penuh bintang.


“Ne ne nee, Jell!~ Ukurannya besar banget loh, apakah aku harus memotong tengkuk lehernya? … Lagi pula senjataku ada dua bilah, aku hanya perlu memanjatnya dan menebasnya bukan?”


Mai kegirangan dengan kemunculan monster raksasa itu, dan Jell hanya tersenyum masam dengan sikapnya yang mengira mereka sedang menirukan adegan di anime Att*ck ** Ti**n, secara live-action.


Melihat kedua semut di bawahnya, monster Ogre itu menggunakan pedang yang berada di lengan kanannya untuk menghancurkan mereka. Jell melompat di saat-saat itu, tetapi berbeda dengan Mai, dia menahan serangannya


Mai menahan jatuh dari pedang kolosal itu hanya dengan bilah dari Dual Knifenya. Tercengang dengan seberapa kuatnya Mai menahan hantaman itu, Jell dengan kecepatan luar biasa mendarat dan berlari maju melakukan serangan balasan.


Dengan skill ‘Fire Prick’, Jell menebas kaki monster mirip Ogre itu, dan dengan indah monster itu terjatuh.


Ogre raksasa itu tidak dapat memprediksi kecepatan Jell, dia hanya memfokuskan seluruh kesadarannya terhadap Mai yang hanya seorang gadis cantik yang mampu menahan pedang raksasanya hanya dengan dua pisau.


Dan kejutan itulah yang membuat celah yang berakibat fatal, dan Jell mendapatkan momentum yang Mai buat.


Melihat kesempatan itu, Mai dengan cepat melompat dan berlari di tangan monster itu dan tentu saja Mai mengincar tengkuk leher monster itu, dan dengan sempurna menebas secara horizontal dan rapi.


Tebasannya tidak bisa di bantah lagi, dia benar-benar menirukan adegan di anime itu, dan dia yang menjadi MC utama di seri itu.


Darah keluar dari monster mirip Ogre itu dan apa yang terjadi adalah, monster itu mati. Rahang Jell terbuka dan melihat adegan itu di depan matanya.


“Oi… Apa itu memang berpengaruh?”


Dengan menggaruk kepalanya Jell kebingungan di depan mayat monster mirip Ogre, dan Mai tertawa terbahak-bahak dengan memegang pinggangnya dan berlagak sombong, karena mengalahkan titan berukuran 13meter.


***

__ADS_1


__ADS_2