
Mentari terbit Indah dari timur menerangi pagi di Kerajaan Athera. Guild tampak sepi, dengan hanya ada beberapa petualang dan penjaga. Di kesunyian itu juga Jell dan Mai termasuk.
Atas izin yang di berikan kepala guild, Yinn. Jell dan Mai di berikan kamar sementara. Kamar untuk para petualang pengembara, yang datang dari tempat jauh dan belum mendapatkan tempat menginap. Itulah fungsi dari kamar yang di gunakan Jell dan Mai. Dengan ukuran lebar 4m dan tinggi 4m. Cukup dari pada mereka tidur di bawah pohon kesayangan mereka itu.
Sebenarnya bagi Jell saat Yinn belum memberikan saran untuk menginap tersebut, Dia berpikir untuk meminjam uang di guild untuk menyewa penginapan. Akan tetapi, Di saat-saat seperti itu Yinn datang dan menyelamatkan mereka berdua.
Jell dan Yinn melakukan beberapa kesepakatan yang menguntungkan kedua pihak. Yaitu, Yinn akan memberikan fasilitas sementara yang di miliki guild, hingga Jell dan Mai mendapatkan penghasilan yang cukup. Dengan syarat, Jell dan Mai harus menjadi petualang yang bisa membuat guild Nethera terkesan di mata orang-orang, hingga sampai ke kerajaan sebelah. Pada dasarnya, kesepakatan ini menurut Jell berat sebelah. Pihak yang di rugikan malah guild, dan pihak yang untung malah dirinya. Akan tetapi menjadi petualang yang memiliki gelar juga menjadi pekerjaan berat, hanya demi menaikkan nama guild, Yinn sampai melakukan hal merugikan. “Sebenarnya apa yang ingin dia capai?” pertanyaan bermunculan di kepala Jell.
Dan sebagai tambahan, nama guild ini adalah “Nethera Adventure Guild”. Dari informasi yang Jell dapat, guild membutuhkan popularitas agar bisa menarik lebih banyak permintaan.
Pagi cerah itu yang tidak tau hari apa, Jell dan Mai memulai quest perdana mereka. Quest yang mereka pilih sudah di rekomendasikan oleh Yinn, jadi Jell dan Mai tidak lagi repot-repot memilih. Selain masalah keuangan, Jell dan Mai juga memiliki masalah yang sama seriusnya. Yaitu, mereka berdua tidak bisa membaca maupun menulis di dunia ini. Tulisan di dunia ini benar-benar berbeda dan sulit di ingat.
Jadi dengan keterbatasan itu Jell dan Mai hanya bisa meminta rekomendasi dari Yinn. Yinn juga sudah membantu mereka belajar dan membaca huruf di dunia ini.
Untuk quest kali ini Jell dan Mai akan melalukan perburuhan sederhana. Permintaan ini di minta oleh seorang peternak domba, yang baru-baru ini domba miliknya sering hilang misterius. Jadi dengan memberikan permintaan itu, dia ingin petualang membunuh “Rabbit Frosted”, Yang di duga menjadi tersangka utama. Rabbit Frosted, adalah monster tingkat 1, yaitu monster tingkat lemah. Karena musim kawin monster ini, membuat para peternak menjadi resah dengan kemunculan mereka.
Di padang Indah yang di hiasi berbagai macam perhiasan alam, terlihat dua orang yang sedang berjalan menuju lokasi tertentu. Dua orang itu membawa beberapa senjata di perlengkapan mereka. Satunya pedang dengan panjang 50cm. Dan yang satunya lagi membawa Dual knife mini ukuran 30cm. Mereka adalah Jell dan Mai, yang sedang berjalan menuju lokasi quest. Lokasinya tidak terlalu jauh dari gerbang kota, sekitar berjalan 4Km. Cukup jauh tapi sepanjang perjalanan terdapat pemandangan Indah, itu tidak akan berasa perjalanan jauh.
“Nee…, Jell kenapa kau menerima quest itu begitu saja? Padahal kau sedari kemarin selalu berhati-hati, dan sekarang kau malah langsung menerimanya.”
“Itu karena Yinn-San sangat cantik.”
Jell menjawab pertanyaan Mai dengan pukulan mendadak.
“Tipemu itu memang seperti itu ya.”
“Dia orang baik kok, dia juga memberikan kita banyak hal, jadi untuk curiga kepada orang seperti itu aku rasa tidak baik.”
“Bagai mana kalau itu jebakan?.”
“Yah, kalau wanita bohay seperti Yinn-San aku rasa aku ikhlas.”
“Oh…”
Perbincangan singkat dan tak tau artinya selesai dengan reaksi datar. Mai menatap Jell dan mulai melanjutkan topik.
“Kau suka dada sebesar Yinn-San?”
__ADS_1
“Hmp, Milf lover's.”
“Padahal punyaku tidak kalah besar loh.”
“Memang.”
“Trus?”
“Iya.”
Kalau dalam pembicaraan mereka ada orang yang mendengar, maka mereka berdua akan di cap orang paling tidak jelas sedunia. Tapi bagi mereka, pembicaraan mereka itu adalah hal biasa untuk menghilangkan bosan. Berbicara tidak jelas dan tidak nyambung sama sekali, adalah kebiasaan mereka. Tidak tau kenapa mereka menjadi seperti itu, akan tetapi itu tidak menutupi fakta bahwa Jell dan Mai sangat di hormati dan di damba-dambakan, baik dari siswa maupun guru.
Sekitar 20menit perjalanan. Jell dan Mai sudah bisa melihat gerbang pembatas desa itu. Pembatas kayu yang tingginya hanya 1,5m, yang hanya bertujuan menjadi pembatas sederhana. Nama desa itu adalah desa timur “Desa Yull”, Desa yang paling dekat dengan ibu kota. Dari penjelasan Yinn, desa Yul salah satu dari 3 desa yang lokasinya dekat dengan ibu kota. Perkembangannya juga lebih maju dari desa yang berada di perbatasan.
Memasuki desa itu akan di kenakan pajak masuk dan keluar. Akan tetapi bagi Jell dan Mai tidak di kenakan pajak, di karena kan mereka adalah petualang yang di sewa. Bagi desa-desa yang memiliki status maju di bandingkan desa lain, desa Yull tidak memberikan pajak bagi para petualang yang di sewa.
Dengan luas 2x3km, desa Yull Makmur dan jika di lihat perkembangannya hampir sama dengan di ibukota. Jell dan Maipun mencari si konsumen terebut. Dalam lembaran quest nya nama si peminta adalah Soyutu. Dengan bantuan orang-orang, mereka akhirnya menemukan rumah Soyutu. Tampaknya dia terkenal di desa, dikarenakan di desa itu hanya dialah yang memiliki peternakan terbesar di desa.
Sampai di depan, terdapat lumbung besar di cat merah. Sama seperti lumbung yang bisa di bayangkan. Di depan berdiri seorang lelaki dengan umur sekitar 40tahun. Di dekati orang tua itu dan benar dia adalah Soyutu-San.
Selesai melakukan konfirmasi antar petualang dan pemesan. Jell dan Mai dijelaskan skala kejadian. Dari cerita Soyutu bahwa, monster dengan nama Rabbit Frosted, benar menyerang ternaknya. Dan misi kali ini yaitu, menghabisi 10 ekor Rabbit Frosted. Dengan total bayaran 5Runiah/ekor.
Jell dan Mai pergi ke tempat Rabbit Frosted berada, terlihat di depan dengan jelas, kelinci dengan besar seukuran kolosal terlihat gagah dengan kaki besar.
Jell mengomentari penampilan monster yang di luar bayangannya. Menurutnya dia dan Mai akan melawan kelinci seukuran biasa, dan apa yang mereka lihat kelinci dengan tinggi sekitar 3m. Benar-benar sebuah monster. Mata merah, gigi keluar dari mulutnya, dan bulu berwarna pucat menghiasi monster ini. “Seperti menyamar sebagai kelinci”, itu kata yang muncul di kepala Jell.
Melihat ukuran dan jumlah mereka, tampaknya Jell dan Mai harus bekerja sama untuk melawan. Ada dua kemungkinan yang ada. Pertama, mereka akan melawan secara bersama dan kedua, mereka tidak peduli dengan temannya jika dalam jaram tertentu. Dua pertaruhan itu menjadi pilihan mereka, melawan satu persatu itu hal lebih muda, tapi bagai mana jika mereka main keroyokan? Bukankah itu curang. Untuk seorang pemula seperti mereka berdua, langsung melawan kelinci seukuran kolosal benar-benar gila. Kata kelinci menipu bayangannya.
Keputusan di ambil dan Jell memilih pilihan kedua. Jell dan Mai berpencar untuk memancing kelinci itu. Dari informasi yang di katakan Soyutu-San, bahwa Rabbit Frosted tidak bisa melihat lebih dari jarak pandang 60derajat. Kalau itu benar, dengan memisah mereka itu pilihan yang tepat. Jell memancing dua ekor kelinci sekaligus, dan Mai memancing satu. Itu di karena kan tempat mereka.
Dengan berlari Jell memancing Rabbit Frosted menggunakan daging segar yang di berikan Soyutu-San. Mengejar Jell dengan membawa paket daging, Rabbit Frosted melompat dan mengejar Jell. Jarak lompatan mereka sekitar 2m dan laju mereka sekitar 10km/h. “Data yang cukup.”, bisikan dengan nada sombong terdengar. Hanya membutuhkan waktu singkat, ke3 Rabbit Frosted terpisah dan menjadi cukup empuk untuk di serang. Dari uji coba dan di bimbing oleh Yinn, Jell sudah mempelajari hal-hal penting di dunia ini, yaitu Skill.
Skill adalah kekuatan spesial yang di miliki oleh seseorang. Walaupun namanya sepesial, tetapi setiap orang mampu menggunakan skill yang sama tergantung Job mereka. Job adalah pekerjaan atau peran seseorang.
Kembali ke Jell yang sedang di kejar-kejaran kelinci ganas. Dengan percaya diri Jell diam dengan berjarak kan 2m dengan Rabbit Frosted. Menggunakan skill seorang Fighter, Jell menyebutkan nama skill dengan posisi menggunakan kuda-kuda.
“Fire Scratches!.”
Seketika pedang milik Jell dengan panjangnya 50cm itu terbakar. Dengan seketika dengan kuda-kudanya Jell maju dengan mengiris kaki Rabbit Frosted. Dari informasi yang Jell dapat dari Yinn, cara efisien membunuh Rabbit Frosted adalah dengan cara melumpuhkan kakinya terlebih dahulu. Karena Rabbit Frosted di kenal sebagai monster Lv.1 yang cukup tangguh, sehingga badan dari monster ini keras dan menyusahkan. Agar bisa membunuhnya harus membunuhnya dari kepala. Karena badan besar itu maka akan sulit mencobanya, sehingga melumpuhkannya merupakan pilihan yang paling efisien.
__ADS_1
Tapi apa yang Jell terima di luar informasi dan ekspektasi. Bukan hanya kaki Rabbit Frosted yang tergores, tapi seluruh badan monster ini teriris rapi dengan arah Mini Sword. Darah bermuncrattan dari kelinci yang terpotong miring itu, “Darah, ini darah.” pendarahan akhirnya berhenti terhadap kelinci itu. Masih tersisa 9ekor lagi, dan dia harus segera bergegas.
Sama seperti seorang laki-laki yang sedang di kejar oleh kelinci maut, Mai juga sama seperti Jell mencoba memisahkan mereka. Informasi yang dia terima sama dengan Jell, maka dari itu tidak perlu khawatir lagi jika ada kesalahan.
Jarak sesuai sekitar 1,5m jaraknya dengan Rabbit Frosted. Karena Mai seorang Assassin, maka jarak seperti ini adalah jarak sempurna baginya untuk melumpuhkan kelinci kolosal. Berbeda dengan Jell, dengan Mini Sword 30cm miliknya pasti akan sedikit kesusahan jika mengikis kaki Rabbit Frosted. Mai mengambil kuda-kuda dengan segenap menyebutkan nama skill.
“Wind Splitter!.”
Badan Mai seketika meringan bagai tidak merasakan gravitasi tapi tak terapung. Dengan kuda-kuda yang sesuai Mai langsung berlari ke arah Rabbit Frosted, kecepatan bergerak Mai meningkat sekitar 50%, dan dalam sekejap posisi sebelumnya berada di depan kelinci sekarang berada di belakangnya. Memandang pandangan sama dengan Jell, apa yang dia lihat tragis. Bukan hanya kaki, tetapi juga badan kelinci, terbelah menjadi dua bagian.
Selesai mengamati dia secara sadar kembali ke posisi Jell saat ini. Jell terlihat sudah memancing kelinci yang ke-4 mereka. Tampaknya kelinci ke-2 sudah terbelah sama seperti yang lain. Mai dengan sigap mendekati Jell, dengan kecepatan bertambah dengan bantuan skill, Mai mendekat dan Jell sudah mengambil persiapan terhadap reaksi Mai. Mai berlari dan menjadikan tangan Jell sebagai pijakan untuk terbang. Jell tepatnya sudah bersiap dengan posisi tangan menekuk ke bawah untuk memberikan pijakan. Terbang ke atas dengan putaran anggun, bagai menari di udara Mai dengan Mini Swordnya bersiap untuk menusuk kepala Rabbit Frosted. Jatuh secara vertikal, Mai berhasil menusuk hanya dengan bantuan skill buff. “Temporary Increase.”, skill buff spesial assassin untuk meningkatkan kecepatan sementara.
Dengan kondisi saat ini, Rabbit Frosted yang sudah di basmi menjadi 4. Masih tersisa 6 ekor lagi. Jell dan Mai memutuskan untuk penghabisan berikutnya, mereka akan mencoba beberapa skill yang mereka pelajari.
Jell menangani 3 ekor, dan Mai juga jumlah yang sama.
Dari arah Jell dia memisah Rabbit Frosted menjadi beberapa individu. Dengan skill yang dia pelajari dia membasmi semua dengan sekali hit. “Fire Slash”, “Fire Stage”, “Fire Prick”. Tiga skill sudah ter coba dari penelitian Jell.
“Fire Slash” adalah skill spesial Fighter, yaitu menebas musuh bagai kapas dengan elemen api. “Fire Stage” adalah skill spesial Fighter, yaitu memberikan serangan bertingkat kepada sasaran. Semakin tinggi tingkatan maka dampak semakin besar. “Fire Prick” adalah skill spesial Fighter, yaitu menusuk sasaran dengan pedang berelemen api.
Di sebelah timur dari arah Jell berada, Mai terlihat tampak memisah Rabbit Frosted. Dengan skill dia membasmi semua kelinci besar itu. “Whistling Wind”, “Wind Scratch”, “Blowing Sword”.
“Whistling Wind” adalah skill spesial Assassin, yaitu menghembuskan pedangnya ke arah target, dengan elemen angin. “Wind Scratch” adalah skill spesial Assassin, yaitu menggores target dengan kedalaman yang bisa di sesuaikan. “Blowing Sword” adalah skill spesial Assassin, hampir sama dengan skill awal “Whistling Wind”, akan tetapi dengan teknik dan dampak berbeda.
Dalam kurun waktu kurang dari 15menit, semua Rabbit Frosted sudah terbasmi di lapangan besar itu. Jell dan Mai berkumpul kembali dan berniat segera melapor kepada Soyutu-San. Mendapat konfirmasi dengan laporan Jell, Soyutu melihat hasil kerja mereka. Hanya terlihat 10 gumpalan daging besar yang tersisa. Menambahkan Soyutu menanyakan sesuatu.
“Kalian tidak akan mengambilnya?”
“Hm?”
Bereaksi dengan pertanyaan. Jell tampak tidak mengerti perkataan Soyutu. Melihat reaksi Jell dan Mai, Soyutu melanjutkan.
“Kalian tidak tau ya, bangkai monster hasil buruan bisa kalian jual loh. Dan tentu saja harganya sesuai tingkatan dan pangkat sih. Khahaha….”
Soyutu tertawa senang dengan hasil kerja mereka dan melanjutkan.
“Kalian bisa mengambilnya silakan, lagi pula aku membenci mereka. Dengan itu, kalian bisa membeli peralatan baru yang lebih Bagus. Dan jika sudah tercapai, lain kali aku akan meminta bantuan kalian lagi.”
Soyutu-San benar-benar orang yang baik, bukan hanya memberikan informasi, dia juga memberikan kami hasil buruan itu. Kebanyakan orang pemesan, akan mengambil bangkai monster buruan dan menjualnya di pasar agar mereka bisa balik modal. Dan di sisi lain Soyutu malah memberikan hasil buruannya kepada mereka.
__ADS_1
Sudah saling berpamitan dengan Soyutu, Jell dan Mai berpamitan dengannya. Dengan membawa tas besar di punggung Jell, mereka pergi.
***