
Pulang sekolah.
Jell, Mai, dan Keyl, Pulang bersama. Bagi Jell kejadian hari ini membuat Dia capek, kesalah pahaman belum mereka luruskan, tapi entah kenapa Mai berhasil menyelesaikan tugas itu tanpa hukuman, itu karena Keyl memberikan contekan dari tugas pagi itu, seperti yang di harapkan dari peringkat ke-2 di kelas.
Jell tidaklah bego, di kelas dia peringkat tiga. Dan tebak siapa yang peringkat satu? Itu Mai.
Siapa yang akan berpikir dia akan mendapatkan posisi Puncak itu. Mai orang yang jenius tapi juga memiliki sikap yang berkebalikan dari itu, dia dapat menyaingi Jell dalam banyak hal dan begitu juga Jell tidak akan kalah dengannya.
Berbincang sepulang Sekolah itu keadaan saat ini. Kayl melakukan lawakan seperti biasanya, Jell dan Mai tertawa bersama sambil sedikit sempoyongan. Sepatah kata keluar dari mulut Kayl.
“Ne—, kalian berdua sering bermain game bukan?.”
Tanya Kayl yang sepertinya merasa ada yang kurang dari kehidupan dua orang sahabatnya ini.
“Tentu, kenapa menanyakan hal itu sekarang?”
Jawab Jell, yang di mana perasaan Mai juga tersampaikan.
“Kalau begitu kalian tau game yang satu ini tidak?”
Keyl sedang memamerkan sesuatu kepada mereka berdua.
“Game yang lagi trending 3minggu terakhir!”
“BATTLE OR ALIVE.”
Terucap dari perkataannya, “BATTLE OR ALIVE ”. Game yang rilis sekitar lima-bulan lalu ini mulai trend tiga minggu terakhir.
Itu di karena kan game yang bertema MMORPG yang satu ini sangat berbeda dan memukau. Grafis, Peraturan, Sistem, Fasilitas yang di berikan benar-benar berbeda. Itu yang membuat game yang ini trend global, di mainkan sebanyak kurang lebih 1,4Miliar pemain, dengan total online lebih dari 100Jt pemain-perjam.
Di mainkan berbagai usia. Mungkin itu alasan yang logis dari pertanyaan dari Keyl, karena seperti yang dia ketahui Jell dan Mai sepertinya tidak memainkannya.
Alasan lain dari kehebatan itu di karena kan Developer game bertema VR ini begitu antusias dikarenakan, “Beauty Park” adalah developer yang bertanggung jawab akan hal ini.
Fasilitas yang di tawarkan oleh Developer bukan omongan belaka, grafik yang realistis, efek fantasi yang memukau, kebebasan mengeksplorasi, item, dan banyak lagi. Itu hal dari berbagai hal yang memukau dari game ini.
“Jadi—, kalian juga memainkannya?.”
Pertanyaannya di ulang kembali karena mendengar penjelasan panjang dari Keyl tentang game yang dia pamerkan. Di jawab dengan sedikit gugup dan patah-kata.
“O-h, t-tentu saja! Bukan begitu Mai?.”
“Ah-h, Benar!.”
Jell melempar jawabannya kepada Mai, dan dia menjawabnya dengan jawaban yang sama dengan Jell. Keyl tidak memusingkan hal itu, dan memamerkan akun yang berlevel 30 itu. Di tambah dengan sedikit angkuh dia berkata.
“Gimana, hebat bukan! Level 30-loh, di sekolah kita, Akulah yang tertinggi!.”
Dengan keangkuhan dia memberitahukan posisi yang dia dapat dari begadang beberapa hari terakhir. “Pantas saja Dia punya mata panda itu.” dengung Jell dalam hati. Keyl tiba-tiba berganti ekspresi, sepertinya ada yang membuat dia bingung.
“Wah, katanya BOA akan berganti developer loh.”
“Masa?!”
Dengan kaget Jell dan Mai melihat apa yang Keyl katakan. Dan dapat di lihat kalau itu benar.
“Battle Or Alive akan berpindah Developer.” Itulah yang tertulis di berita. Akan ada update besar, dan perubahan besar yang akan terjadi. “Pengalaman seperti Anda memasuki dunia game”, tertulis disitu.
Jell memikirkan apa yang akan di tambahkan di game yang sudah bisa di bilang sempurna itu, pengalaman seperti Anda memasuki dunia game?, apa maksudnya itu. Hal itu yang terngiang-ngiang di kepala Jell dan Mai.
Sepulangnya dari tempat itu, Jell dan Mai berpisah dengan Keyl yang pergi bersama teman-temannya. Jalan bersama dan sampai ke rumah, rumah Mai dan Jell bersebelahan, itu alasan utama kedekatan mereka.
“Kalau begitu, Aku duluan ya.”
“Ya, Aku juga mau segera mandi.”
Jarak hanya kurang dari 5meter rumah mereka, Mai berbelok menuju rumah yang salah, di masuki rumah itu, kesal dengan apa yang Dia lakukan, Jell mengejar Mai yang masuk ke rumahnya bagaikan itu rumahnya sendiri.
“Aku pulang~”
“Oh, Mai-Chan ya. Okairi.*(1)”
Di balasnya salam dari Mai. Itu adalah Ibu Jell, yang sedang memasak di dapur sisi lain ruang tamu. Tanpa merasakan apa-apa Mai pergi ke atas seperti menuju ke kamarnya, tidak melupakan salam di Jell berlari mengejar Mai yang menuju ke kamarnya.
“Sialan, Tunggu!”
__ADS_1
Sesampainya di sana, di lihatnya Mai melepas jas dan kemeja sekolah, sepertinya Dia memakai pakaian bebas sebagai dalaman.
“Brengsek, kenapa kau malah ke sini. ke rumah ku, ke kamar ku!”
Sambil berteriak dan emosi di kepalanya, di teriaki Mai yang sedang mencoba bugil di kamarnya.
“Kenapa sih, aku hanya ingin main. Apa begitu caramu melakukan tamu? Apa mungkin, Kau ingin melihat tubuh indah milikku ini?!.”
Mai melakukan serangan kelak, memerah wajah Jell dengan perkataannya barusan.
“Kalian berdua, kalau kalian mau melakukannya lakukan kalau tidak ada orang atau sudah malam, tahu!”
Teriakan saran terdengar dari lantai bawah, Ibu Jell menyampaikan saran, seakan Jell dan Mai akan melalukan sesuatu yang besar. Kaget di karena itu, wajah Jell makin memerah dan mulai sedikit berasap.
“Apa yang Ibu katakan, yang terlebih lagi kenapa Mai dibiarkan masuk?!.”
“Ara, Mai sudah di anggap anak kami juga.”
“Onii-Chan! makanan sudah siap, buruan sebelum dingin!.”
Apa yang di katakan Ibunya membuat Jell shock, di pandangannya Mai yang sedang malu-malu dan berasap wajahnya. Mai terlihat begitu bahagia dengan keadaan dan fakta yang terjadi.
Tanpa memedulikan Mai, Jell mengambil pakaian ganti di lemari dan pergi ke kamar mandi yang berada di lantai bawah.
Makan bersama, itu keadaan yang terjadi saat ini. Tidak lupa juga Mai yang berada di kursi samping Jell. “Sepertinya kursi makan di dapur bertambah satu.”, itu yang terpikir di benak Jell.
Di rumah Jell hanya berisi 4 penghuni, Orang tuanya dan Adik perempuannya (Jelika Kiyomizu-(13).). Berbincang-bincang sambil makan adalah hal yang membuat makanan bertambah enak, Ayah Jell entah alasan apa menanyakan pertanyaan mematikan kepada Jell.
“Jell, Apa kau tidak ke pikiran untuk menikah?”
Menyemburkan makanan yang di dalam mulutnya, Jell tidak berpikir pertanyaan seperti itu akan muncul di hidupnya. Membalas dengan nada tinggi untuk pertanyaan itu.
“Apa yang Ayah pikirnya, masih terlalu muda untuk memikirkan itu.”
“Memangnya kenapa, lihat Aku!”
Benar, Orang tua Jell menikah muda, entah alasan apa Jell di ajarkan mengikuti hal itu. Dan Jell sudah menduga siapa yang akan orang tuanya jodohkan dengannya. Itu adalah orang yang sedang malu-malu di sampingnya.
Ting tong!.
“Maaf mengganggu!.”
Jellika membuka pintu dan mempersilahkan tamu masuk, itu adalah keluarga Mai. Mereka membawa sesuatu di tangan mereka dan sepertinya akan melakukan makan bersama di rumah ini. Terlihat tangan Rai di tarik oleh Jellika dan menyuruhnya duduk di sebelahnya.
Rai Ogawa adik laki-laki Mai, memiliki sikap tenang dan tanpa ekspresi. Bertolak belakang dengan kakak perempuannya.
Sebagai tambahan Jellika memiliki sikap yang hampir sama dengan Rai, Bersikap tenang dan tanpa ekspresi. Tetapi dia aktif dan sering tersenyum.
Sepertinya Jellika menyukai Rai, dapat dilihat dari semangatnya yang memaksa Rai yang baru saja sampai untuk duduk di sebelahnya.
Dan tentu semua orang dari kedua keluarga ini tau akan hal ini. Begitu juga dengan hubungan kedua kakaknya. Dan seperti yang di perkirakan keluar Kiyomizu dan Ogawa makan bersama, itu adalah kebiasaan keluarga kami dan mereka, untuk melakukannya seminggu sekali.
Setelah semua yang terjadi Jell pergi ke kamarnya dan Mai ikut di belakangnya, Rai dan Jellika sedang berada di ruang tamu bermain bersama, sedangkan kedua orang tua mereka masih di ruang makan sambil berbincang-bincang.
“Melelahkan…”
Jell menghela napas dengan harapan sakit kepalanya bisa sedikit mereda. Jell tidak membenci kebiasaan kedua keluarga ini, akan tetapi dia merasa capek dengan kejutan yang terlalu tiba-tiba ini. Yang Jell ketahui kebiasaan itu hanya akan di lakukan hari kamis tepat di pertengahan hari.
Jell sedikit berbincang dengan Mai di kamarnya, dan Jell mengambil suatu alat di lemarinya, Itu adalah alat Drive, alat untuk memainkan game Battle Or Alive. Jell menyeting sedemikian rupa di komputernya, dan apa yang Dia perlihatkan pasti akan membuat orang-orang terkejut di buatnya.
Akun dengan Lv.100 terlihat di profil akun player. Bukan hanya itu, masih banyak hal yang bisa membuat orang-orang takjub seperti, statistik yang mentok, dan skin dan item kelas atas yang harganya tak terhitung banyaknya. Terdapat di satu profil miliknya. Mai yang melihatnya melakukan sesuatu mengomentarinya.
“Jell kau sudah mau main?”
“Ah, aku berharap dengan bermain bisa sedikit menghilangkan rasa capek."
Setelah Jell memberitahu alasannya, Mai keluar dan masuk ke kamarnya lagi tanpa mendengarkan apa yang Jell katakan.
Mai mengambil beberapa cemilan di dapur rumah Jell. Ada kola, cokelat, keripik kentang dan masih banyak cemilan yang Dia ambil dari rumah Jell. Sepertinya Ibunya memberikannya, lagi pula Mai sudah di anggap anak.
“Kau tak mau makan? aku punya banyak jadi tak usah sungkan.”
“Itu cemilan dari rumahku kan? Jadi itu semua punyaku, bukan punyamu.”
“Hmpf–, minta sedikit aja pelitnya kebangetan.”
“Sedikit dengkul mu. Kau mengambil 80% dari stok kan?.”
__ADS_1
“Sudahlah sini berikan.”
Percakapan manis, makanan manis, begitu membahagiakan, itu perasaan Jell saat ini, dengan tersenyum dia mengambil makanan yang di bawa Mai.
Sambil makan dia melihat apa yang di lakukan Mai, Dia mencoba mengambil sesuatu di bawa kasurnya.
(Daoujin? *(2), Tidak, tidak mungkin, kalu menyimpan itu di sana, sudah dari lama Mai akan mengambil dan membacanya.)
Masih sibuk dengan apa yang Dia cari, Jell kaget dengan apa yang Dia ambil. Itu alat Drive. Dari mana itu berasal?, milik siapa?, di kepalanya muncul kebingungan.
“Ok–, dengan ini kita bisa main bareng!.”
“Dari mana itu berasal, dan itu milik siapa?”
Dengan santainya Mai menyampaikan kerja kerasnya itu, Jell yang masih bingung, menanyakan akan hal yang dia tidak ketahui di kamarnya sendiri.
“Aku menyimpannya di situ, ini milikku.
“Kenapa itu ada di bawah kasurku?.”
“Oh, kemarin Aku menaruhnya agar aku bisa main tanpa harus ke rumah.”
Mai benar-benar sangat bebas di kamar Jell, bagaikan kamar milik Jell adalah kamarnya juga. Alasan untuk mempersingkat waktu itu bukanlah alasan logis untuk ini, padahal jarak diantara kedua rumah hanya 5meter, bahkan kurang.
Mau bagai mana lagi, Mai sering sekali main ke rumah Jell dan sering menginap di sini, itu tidak terkecuali mereka sampai sekarang pun masih sering tidur bersama.
Itulah mengapa Ayah Jell mungkin mengira bahwa mereka sudah melakukan ritual malam dan menikah adalah jalan terbaik.
“Terserah lah, gunakan saja komputer ku untuk log in. Dan kau Drive nya di bawa.”
“Baiklah!.”
Dengan posisi Jell berbaring di kasurnya dan Mai di bawa beralaskan alas yang mirip tikar. Sesuai dengan karakternya, Mai begitu bersemangat untuk segera bermain.
Seperti angin yang tiba-tiba berembus Jell tampa sebab apa mulai memikirkan tentang hal pagi tadi. E-mail dari orang tak dikenal itu belum di balas juga.
Mai terlihat bersemangat, bagai dia kesurupan sesuatu, dia menggerakkan kakinya atas bawa. Jell tersenyum melihat wanita yang dari tadi bisa berbuat masalah masih saja bersemangat seperti itu.
Game Start, masuk ke log in dengan menggunakan alat drive berbentuk tabung, Jell menunggu beberapa saat.
Ada yang aneh. Lambang developer tidak muncul di awal layar,
“Mungkin karena pergantian Developer?.”
Jell memikirkan demikian karena tampak ada yang kurang saat log in ke game.
Hitam, itu yang di lihatnya sekarang. Sambil menunggu munculnya lambang game seperti game kebanyakan yang menunjukkan logo mereka di awal game. Masih saja hitam.
[Apa yang terjadi?, padahal aku sudah dalam mode drive. Sial, aku tidak bisa menggerakkan tubuh asliku.
Bagai mana ini?. Layar hanya hitam pekat tanpa suara. Bug? Tidak mungkin. Game model seperti ini tidak mungkin ada bug yang separah ini!.]
Dalam kebingungan dengan apa yang terjadi, tiba-tiba saja muncul setitik cahaya di ujung pandangannya. Cahaya kecil yang makin lama makin membesar dan memenuhi pandangan.
[Apa!–.]
Matanya tertutup karena silaunya cahaya tadi, “sebenarnya apa yang terjadi.”. Hanya itu hal yang terpikirkan olehnya.
Sesaat dalam renungan nya sesuatu muncul di hadapannya. Itu adalah boneka berwarna putih, penampilannya seperti hantu chibi yang imut.
Boneka itu muncul dan mendekati Jell, seketika Jell teringat akan sesuatu yang mirip dengan karakter boneka itu. Itu adalah profil dari e-mail orang tak dia kenal tadi pagi. Sebenarnya apa itu.
***
*(1)\= Okairi - Selamat datang dalam bahasa Jepang.
*(2)\= Doujin/Doujinshi - Buku 18+.
Penambahan kata dalam cerita kali ini.
Onii-Chan \= Sebutan untuk Kakak laki-laki.
Sama \= Kata untuk memanggil orang yang pangkatnya lebih tinggi dari kita.
__ADS_1
Chan \= Chan biasanya digunakan untuk memanggil anak kecil, atau gadis-gadis remaja.