BATTLE OR ALIVE

BATTLE OR ALIVE
Chapter 21 : Obedient


__ADS_3

Pagi cerah di Athera Kingdom, di lapangan luas dan jarang di tumbuhi pohon untuk menciptakan lapangan hamparan rumput hijau yang memukau, Jell, Mai, dan Emma sedang berada di salah satu pohon yang tumbuh di sana sebagai tempat teduh dari sinar matahari.


Pohon yang penuh kenangan tentang bagaimana mereka bisa sampai sejauh ini, itu adalah pohon yang pernah menjadi tempat berteduh Jell dan Mai saat mereka sampai di dunia ini.


Jell yang sedang berdiri, Mai yang sedang duduk, dan Emma yang ikut berdiri berada di samping Jell.


Meregangkan badan dan untuk menambah semangat Jell berteriak. Mengikuti Jell, Emma juga melalukan hal yang sama, pemandangan yang dia ciptakan dapat membuat orang yang melihat mereka pasti akan melihat pemandangan seorang ayah dan Putri kecilnya.


“Baiklah, ayo Emma kita latihan.”


“Nn!”


Menjauh dari pohon dan menuju tempat terbuka di lapangan rumput, Jell dan Emma siap untuk melalukan latihan bersama pertama mereka.


Jell berniat untuk melatih Emma karena berpikir itu dapat menguntungkan dan dia juga ingin melihat bagaimana kerja sistem yang mengatur manusia-manusia di dunia ini. Tapi mereka bukan NPC bukan? Jell yang berpikir sambil melihat Emma yang bersiap di depannya.


“Emma tunjukan class mu padaku.”


(Saya mengubah kata "Job" menjadi "Class" karena terdengar lebih cocok.)


“Baik!”


Emma mengambil posisi, membentangkan tangan-nya kedepan dia berteriak menyebutkan nama skil dan rapalan.


“Aku memanggilmu dari dalam jiwaku, datanglah dan patuhi aku, Obedien!”


(Obedient, katanya tadi?)


Sedang duduk santai sambil melihat Jell dan Emma yang melalukan latihan, Mai terkejut dengan kekuatan yang di perlihatkan oleh Emma.


Obedient, adalah skill tingkat A. Itu bukanlah sekedar skill biasa, Obedient hanya bisa di gunakan oleh satu tipe job, itu bukanlah Fighter yang kuat dalam pertempuran panjang jarak dekat ataupun Mage yang kuat dalam pertempuran sihir, tapi seorang Support/Summoner.


Support/Summoner adalah satu job yang persis tapi berbeda. Keduanya di golongkan dalam satu job yang sama, yaitu tipe job Support.


Itu di karenakan seorang Summoner bukanlah tipe job petempur tapi assist. Keduanya berada di barisan paling belakang dalam kelompok dan tugas mereka adalah membantu tim.


Tapi walaupun memiliki tugas yang sama, tapi kerja mereka berbeda. Seorang Support adalah tipe job yang memfokuskan pada Buff, De-Buff, dan Healing.


Sedangkan seorang Support fokus pada Buff, De-Buff, dan pemanggilan. Memang terlihat sama tapi mereka sangatlah berbeda, jika sorang Supporter harus memilik back up untuk mempertahankan kekuatan, seorang Summoner tidak memerlukan itu, itu di karenakan mereka akan melakukan kontrak pemanggilan dengan Spirit, Angel, dan Demon.


Gerbang sihir muncul di hadapan Emma yang sedang melakukan pemanggilan, dan cahaya yang di hasilkan oleh gerbang sihir cukup menyilaukan yang membuat Jell harus menutupi matanya dari cahaya langsung.


Angin kencang yang berhembus telah berhenti di ikuti juga dengan meredupnya cahaya dari gerbang sihir, dan hanya menyisahkan satu mahluk tak di kenal di depan mereka, itu adalah burung? Jell tidak terlalu mengenal wujudnya.


Dan seperti dugaan, seekor burung telah berhasil di panggil. Mau di lihat dari manapun ini adalah tipe Wind Spirit.


“Ohh~”


Jell mengangkat pandangannya dan cukup terkesan dengan bagaimana seorang Summoner melakukan pemanggilan, Jell melihat apa yang Emma panggil dan mencoba melihat seberapa kuat Spirit ini.


Dalam melakukan pemanggilan, mahluk yang di panggil akan mengikuti sang pemanggil. Jika orang yang melakukan pemanggilan memilki aura dan mana yang besar maka mahluk yang terpanggil kemungkinan besarnya adalah Angel ataupun Demon tingkat atas, sebaliknya jika sang pemanggil hanyalah seorang pemula maka yang terpanggil kebanyakan adalah seekor Spirit.


Dan ada juga rumor yang mengatakan jika sang pemanggil melakukan pemanggilan dalam kondisi terdesak ataupun terpuruk dan hancur, maka kemungkinan besar mereka bisa memanggil Demon tingkat menengah hingga atas.


Dan untuk kasus yang terjadi, sudah jelas bahwa mahluk yang di panggil oleh Emma adalah mahluk lemah. Ekspetasi Jell sedikit hancur karena dia pikir bisa melihat pemanggilan mahluk tingkat atas seperti Demon atau Angel.


Emma yang selesai melakukan pemanggilan pergi ke arah Jell untuk melapor. Dia memasang wajah cerah karena bisa memperlihatkan hasil kerja yang bagus kepada Jell, Jell yang menyadari itu memasang senyum dan menepuk kapalnya untuk memberikan pujian.


Jell masih melihat dan mencoba mencari sesuatu dari Spirit yang di panggil oleh Emma, dia seperti ingin memahami sesuatu tapi Emma tidak tau apa yang dia maksud. Tapi berbeda dengan Emma yang hanya diam sambil menahan penasaran, Mai datang dan bertanya.


“Apa ada masalah?”


“Tidak, bukan begitu. Tapi sepertinya aku memahami sesuatu.”


Sambil membuat tanda tanya, Mai memiringkan kepalanya.


“Apa itu?”


Jell yang masih sibuk melihat dan meneliti Spirit yang di panggil Emma, diam dan tidak menjawab Mai, itu sedikit membuat dia kesal.


Tapi langkah selanjutnya yang di ambil Jell bukannya menjawab pertanyaan Mai, tapi Jell malah meremas dan membunuh Spirit itu.


Melihat apa yang Jell lalukan membuat Mai dan Emma tercengang, dan yang paling menerima kerusakan paling parah adalah Emma, karena mahluk yang dia panggil malah di hancurkan oleh Jell.


“Padahal aku belum menamainya.”


Sambil terpuruk dan jatuh setelah menerima kerusakan yang besar Emma bersuara.


“Apa yang kau lalukan dengan menghancurkan Spirit yang Emma panggil, ha!”


Tapi berbeda dengan Emma yang hanya terpuruk putus asa, Mai dengan kuat mencengkeram kerah jubah Jell dan mencoba mengangkatnya, tapi apa yang di berikan untuk kondisi seperti itu Jell hanya meminta maaf saja.


“Maaf, Emma, aku tidak sengaja.”


“Hm... Tidak apa Onii-chan, aku baik-baik saja.”


Sambil memasang wajah suram dan hitam Emma mengatakan bahwa dia baik-baik saja, tapi Jell tentu tidak percaya itu.


“Tapi sebagai gantinya aku punya berita baik untuk Emma.”


“Berita baik?”


“Nn, benar.”


Sambil berdiri dan memasang pose keren, Jell memberitahu bahwa dia mempunyai kabar baik untuk Emma, tapi Mai yang masih kesal di buatnya mencaci Jell dan bertanya apa dia bisa memberikan yang lebih baik dari pada hasil kerja keras seorang gadis umur 13 tahun.


Untuk mendapatkan makian dari Mai, Jell tidak terima dan menjawab perkataanya dengan makian yang sama untuk balasan. Tapi, Mai yang tidak terima bahwa dia di jelek-jelekin oleh Jell, membalas dengan makian lagi.


“Apa kau bilang, wanita tukang cari masalah!”


“Tukang cari masalah katamu? Dasar orang jahat!”


“Siapa yang orang jahat? Ngajak gelut?!”


“Siapa takut.”


Saling memegang kerah baju masing-masing, Jell dan Mai mulai panas dan ini bisa jadi akan berakhir menjadi pertumpahan darah. Namun dari panas-panasnya mereka berdua, hanya satu orang yang sedari tadi menyaksikan mereka dan tertawa melihatnya, itu Emma.


“Haha, Onii-chan dan Onee-chan sangat akrab, ya. Kapan kalian bertemu? Aku ingin mengenal kalian lebih dalam.”


Karena seorang netral yang menyela perkelahian mereka, akhirnya pertempuran tidak jadi di lalukan dan masing-masing dari mereka hanya berpaling satu sama lain.


***


Saat ini Jell, Mai, dan Emma masih melakukan latihan mereka di padang rumput yang indah, menunggu Jell untuk memberitahu mereka kabar baik yang dia katakan, Jell saat ini sedang duduk berhadapan langsung dengan Emma, menyamakan pandangan dia memegang pundak Emma.


“Baiklah, aku mulai.”


“Nn!”


Jell yang memegang pundak Emma tangannya mengeluarkan angin yang lumayan kencang, Emma menutup matanya tapi masih bisa merasakan hembusan angin itu. Menggerakkan tangannya dia menurunkannya hingga ke dada Emma.


Mai yang melihatnya langsung terkejut dan memasang wajah merah. Pelecehan, ini pelecehan! Dia sebenarnya ingin berteriak seperti itu, tapi melihat Jell yang konsentrasi dengan apa yang dia lakukan dia menahan dirinya.


Pada saat tangan Jell yang menyentuh dada Emma seketika mengeluarkan cahaya, cahaya yang terang keluar dari sentuhan yang Jell lakukan, dan sekejap cahaya meledak dan Emma bagaikan meresap cahaya itu.

__ADS_1


“Baiklah, sudah selesai.”


Emma yang di katakan sudah selesai membuka matanya sambil memegang dadanya yang sehabis di pegang oleh Jell. Walaupun dia hanya menyentuh dadaku, tapi ini sedikit memalukan, Emma mengomentari dirinya sendiri yang memerah di wajahnya.


“Hm? Eh!”


“Oh, apakah berhasil?”


Emma yang tadinya memerah sekarang membuka matanya dengan terkejut, itu di karenakan badannya terasa sangat ringan dan merasakan mana miliknya bergejolak membara dalam dirinya.


Dia yang tidak tau apa yang dia alami, tapi hanya satu yang dia pahami, saat ini Emma yang lemah sudah tidak ada lagi.


“Apa yang kau lakukan?”


“Transfusi mana.”


“Apa itu?”


Mai belum mengerti apa yang Jell katakan dengan transfusi mana yang dia lakukan, Jell menjelaskan apa yang dia lakukan kepada mereka berdua.


Hal yang Jell lalukan sangat simpel, dia hanya membagi jumlah mana miliknya kepada Emma dan mentransfernya. Ini memang terdengar sederhana tapi hal yang Jell katakan adalah hal mustahil, itu di sebabkan mentransfer mana dari individu ke individu lain adalah hal yang tidak mungkin di lakukan.


Alasannya karena mana adalah bagian jiwa dari individu itu sendiri, dengan kata lain mentransfer mana ke orang lain sama dengan bunuh diri.


Tapi hukum itu di tolak Jell dan faktanya dia berhasil melakukan transfusi mana.


Emma yang mendengarkan perkataan Jell membuka matanya, dia tidak tau apa yang Jell lalukan pada tubuhnya tapi dia bisa tau bahwa yang Jell lakukan adalah hal yang hanya bisa dia lakukan. Emma saat ini semakin mengagumi Jell.


“Hebat! Memangnya bisa seperti itu, ya?”


“Aku menyadarinya dari kontrak pemanggilan yang Emma lakukan tadi, di tambah dengan informasi yang pernah aku dapat, aku yakin hal ini akan berhasil.”


“Informasi? Dari siapa?”


“Eh? Kau tidak tau? Itu waktu aku melihat info tentang BOA akan melakukan update, tercantum jelas di situ tentang fitur baru [Tranfusion] jadi aku mencobanya.”


“Kalau begitu apa hubungannya dengan kontrak pemanggilan?”


“Aku melihat saat melakukan pemanggilan kita harus memberikan mana agar makhluk panggilan bisa hidup, jadi dengan menggunakan dasar itu, aku memadukannya.”


“Hebat, Jell kau hebat!”


“Fufufu~”


Untuk alasan ini Mai tidak bisa menutupi ketidak tahuan dan kekagumannya kepada kecerdasan Jell.


Melalukan hal mustahil yang bahkan tidak pernah terpikirkan oleh siapapun, Jell saat ini menunjukkan siapa sosoknya.


Tapi hanya Emma yang masih belum mengerti tentang apa yang keduanya bicarakan.


“BOA? Apa itu?”


Tanpa sadari dia membuka mulutnya dan mengatakan pertanyaan tentang BOA kepada Jell dan Mai, mereka yang di hadapkan dengan pertanyaan itu membuat wajah sulit.


Tidak mungkin mereka akan menjelaskan bahwa mereka bukan berasal dari dunia ini, melainkan dari dunia lain yang menciptakan dunia mereka. Itu merupakan hal yang paling di takutkan umat manusia di era manapun.


Jell sulit untuk menghindari pertanyaan itu, tapi apa yang di lakukan Mai melewati pemikirannya, Mai menunduk dan menepuk kepala Emma, dia mulai berbicara.


“Mai, kau serius mengatakan itu?”


“Tidak apa bukan? Lagi pula dia adalah anak yang jenius, dan aku mempercayainya.”


Emma bingung dengan sikap keduanya, mereka menyembunyikan rahasia yang amat sangat besar, tapi Mai memutuskan untuk memberitahunya tentang kebenaran dunia ini dan dari mana mereka berdua berasal, mengenai sistem, game, peradaban dunia mereka sebelumnya, bahasa, budaya, dan hal-hal mendasar tentang bumi.


Mai menjelaskan semuanya dengan rinci dan Emma mendengarkan dengan cermat.


“Bumi, sistem, dengan kata lain, Onii-chan dan Onee-chan benar-benar orang yang hebat, ya!”


““Eh?””


“Habisnya, dari miliyar orang hanya kalian berdua lah yang terpilih, bukan kah dengan kata lain kalian itu spesial!”


Untuk seorang anak berusia 13 tahun dia sama sekali tidak takut ataupun menanyakan kebenaran cerita mereka, tapi yang dia simpulkan merupakan pujaan untuk mereka berdua karena menjadi orang terpilih.


“Hahah, benar, kami ini spesial. Jadi jangan katakan pada siapapun tentang ini, ok?”


“Nn, tentu saja!”


Emma memasang wajah bersemangat kerena menerima kenyataan yang sangat berat, dia anak yang sangat kuat, apa yang Mai katakan dalam hatinya ketika melihat Emma yang bukannya takut dia malah terlihat bersemangat.


“Oh iya, ngomong-ngomong berapa banyak mana yang kau transfer?”


“Hm, itu satu juta.”


“Ha! Apa kau gila mentransfer mana sebanyak itu kedalam wadah sekecil Emma?”


“S-Sa-satu j-ju-ta...!?”


“Emma ada apa? Kau terlihat pucat. Apa ini ada efek sampingnya?”


“Onii-chan! Dengarkan aku, lagipula aku baik-baik saja. Yang lebih penting, Onii-chan berapa banyak mana yang kau punya? Kau hanya bergurau dengan satu juta itu bukan?”


“Ah, itu, mana milikku tidak terbatas, tau. Dan aku benar-benar memberimu satu juta.”


Sambil menggaruk pipinya dia menjawab pertanyaan Emma yang berlebihan semangatnya.


Tapi kenyataan begitu kejam, Emma terdiam dan memutih menjadi kertas, dia terdiam membeku tak bernafas. Mau bagaiman pun, alasannya yaitu jumlah mana milik Jell.


Dia dengan santainya mengatakan seberapa banyak mana yang dia punya, dia bagaikan seorang dewa.


“K-Kalau Onee-chan berapa?”


“Punyaku sama dengan milik Jell.”


!!!


Emma kembali menjadi kertas, dia pikir bahwa hanya Jell saja yang sudah gila mengatakan jumlah itu, tapi ternyata Mai mengatakannya juga.


(Mereka gila, mereka berdua bisa menghancurkan dunia ini jika mereka mau.)


“Onii-chan, bisa kita pulang sekarang? Aku merasa sangat capek.”


Emma sudah tidak mampu menahan capek dan beban pikiran di kepalanya, untuk saat ini dia hanya ingin tidur dan memulai hari baru, walaupun ini masih pagi.


Salah satu alasan mengapa Emma terkejut adalah dia mengira dunia yang di tinggali oleh Jell dan Mai memiliki sistem yang jauh lebih lemah dari dunia ini, dan dia kira kekuatan Jell dan Mai hanya sebatas tingkat jenderal, tapi ternyata dia meleset sangat jauh.


“Memang ada efek sampingnya? Kau harus beristirahat dulu, kau harus membiasakan diri dengan mana dengan jumlah sebanyak itu.”


“Benar… aku harus membiasakan diri.”


***


Sesampainya di penginapan, gadis kecil tak berdaya tidur di kasur yang dua kali besar tubuhnya, bagaikan seorang malaikat yang tidur di tumpukan awan.


“Dia kelelahan, biarkan dia istirahat.”

__ADS_1


“Kau melakukannya seperti Jellika-chan, apa aku benar?”


Duduk dan bersantai sambil Mai membuatkan minuman, mereka membicarakan Emma kecil yang tidur.


“Jellika terlihat mirip dengannya, tapi Jellika jauh lebih dingin.”


“Haha, kau harus memahami sikapnya, kalau kau tidak mau dia suatu saat akan membenci kakaknya tercinta.”


“Aku akan berusaha.”


Percakapan mereka melantur tentang hubungan keluarga mereka, Mai selesai menyiapkan minuman dan itu tentu saja milk shake kesukaan Jell.


Dia meminumnya dengan sepenuh hati, ini merupakan salah satu dari banyak kenangan dari bumi yang dapat di nikmati di dunia ini.


“Enak seperti biasa”


Untuk pujiannya kepada Mai, dia memasang senyum lebar. Memindahkan kursinya dan duduk di samping Jell. Sambil membicarakan sebuah kenangan tentang bumi, mereka berdua terlihat seperti seorang suami istri yang berbicara di samping anak mereka yang tidur.


“Hmm...?”


Suara keluar dari gadis malaikat yang tidur di tumpukan awan, melihat dan memandangi sekeliling dan berakhir menatap Jell dan Mai yang sedang duduk bersampingan.


Jell dan Mai juga merasakan keberadaannya, dia tampak lebih baik dan sudah tidak memiliki wajah pucat seperti tadi. Rasa syukur keluar dari hati mereka berdua.


“Emma, bagaimana kalau minum?”


“Itu?”


“Ini milk shake, enak loh.”


Emma bangkit dan duduk diantara kursi yang tersisa, meminum bagian milik Jell dia memasang wajah terkejut. Dia terlihat bersinar dari matanya, dia bagikan anak kucing kali ini, malaikat kecil kita sudah menjadi kucing.


“Enak! Apa ini?”


“Fufufu, kau naih Emma-chan, ini masih belum seberapa.”


Mai yang mendapatkan pujian dan keterkejutan Emma membuat dia membusungkan dadanya, dia mulai memasuki mode sombong yang absurd.


Jell yang melihatnya hanya memang senyum kecut, mengabaikannya dia bertanya keadaan Emma saat ini.


Emma menjawab bahwa dia baik-baik saja, dia menjelaskan bahwa tidak ada efek samping dari transfer mana yang dilakukan, jadi dia menyuruh Jell untuk tidak mengkhawatirkannya.


“Kalau kau bilang begitu mau bagaimana lagi.”


Emma yang merasa senang tentang kekhawatiran yang Jell berikan kepadanya, dia selama bersama Lhava tidak pernah mendapatkan perilaku selembut ini, dia ingin meneteskan air mata karenanya.


“Benar juga, Emma bagaimana kalau kau coba untuk melakukan pemanggilan lagi? Siapa tau kalau yang kali ini kau bisa saja memanggil Angel.”


“Nn, aku akan mencobanya sekarang!”


“Tunggu sebentar.”


Saat ini adalah kondisi yang pas untuk melakukan pemanggilan, lagi pula Emma tidak mendapatkan dampak negatifnya, jadi dengan tidur itu akan memulihkan mana yang dia gunakan saat melakukan pemanggilan pertama tadi.


Jadi untuk saat inilah saat yang pas melakukan lucky draw. Tapi itu semua di hentikan, Mai meminta menunda pemanggilan tersebut.


Seharusnya dia sadar bahwa dalam kondisi ini seharusnya adalah timing yang pas untuk mendapatkan mahluk tingkat tinggi.Tapi dia menolaknya dan pasti ada alasan kuat untuk itu.


“Kenapa? Kau masih khawatir? Emma bilang dia baik-baik saja.”


Untuk penghalang sebesar Mai, Jell menanyakan alasannya untuk menghentikan momen yang besar ini. Tapi Mai menggelengkan kepalanya, dia menjelaskan usulannya.


“Bukan begitu, Emma akan melalukan pemanggilan bukan? Jadi bagaimana jika kita menambahkan keberhasilannya?”


“Menambah, jangan bilang.”


“Benar, aku akan mentransfer mana milikku juga. Bagai mana Emma, kau mau?”


Alasan yang Mai berikan sangatlah menguntungkan, dia berniat mentransfer mana miliknya untuk menambah keberhasilan untuk mendapatkan mahluk tingkat tinggi.


Sepertinya Mai juga ingin mengincar mahluk setingkat Angel, atau mungkin bisa mendapatkan Angel tingkat Valkyrie.


“Nn! Tentu saja.”


“Baiklah, kalau begitu langsung saja.”


Mai mengambil posisinya dengan duduk menyamakan pandangannya dengan Emma sama seperti yang Jell lakukan. Dia memegang pundak Emma dan sesuai tebakan, angin berhembus kuat dari sentuhan mereka.


Menurunkan tangannya dan memegang dada Emma, cahaya keluar dari sentuhan itu dan selanjutnya tentu saja Emma menyerap cahayanya.


“Bagai mana? Kau bisa merasakannya?”


“Nn, aku dapat merasakannya dengan jelas.”


“Baguslah.”


Untuk memastikan kali ini memang tidak terjadi efek samping saat transfusi mana di lakukan.


“Ngomong-ngomong, Onee-chan, berapa banyak yang kau transfer?”


“Satu juta.”


Mai yang mengatakannya dengan keren, sambil memasang model ‘v’ di tangannya. Tapi Emma tidak mampu memasang wajah seperti itu, dia harus terbiasa dengan ini.


“Baiklah ayo kita coba.”


Emma berdiri di tengah ruangan yang sudah di kosong kan oleh Jell, untuk memberikan ruang yang cukup agar perabotan tidak rusak terkena gelombang kejut saat gerbang sihir muncul.


Emma masuk dalam konsentrasinya, dia memejamkan matanya sambil memainkan nafasnya.


Dia tidak terlihat seperi gadis kecil lagi, pesona yang dia berikan sangat indah, sosoknya yang diam memasang mata tajam dan bibirnya yang sedang bernafas, mengingatkannya saat Mai melakukan skill tingkat ‘S’ saat mereka di dungeon.


“Aku memanggilmu dari dalam jiwaku, datanglah dan patuhi aku, Obedient!”


Rapalan di rapalkan, dengan membentangkan tangannya. Gerbang sihir muncul dengan hembusan angin yang kuat menyertainya, tapi ada yang berbeda dengan pemanggilan ini, gerbang sihir yang di buat oleh Emma terlihat sangat detail dan kuat.


Untuk gerbang sihir pertama yang Emma lalukan tidak sekuat ini, ini merupakan efek dari peningkatan kekuatannya.


Gerbang sihir dengan warna merah terlahir, ini sangat berbeda dari sebelumnya, untuk yang pertama gerbang sihir yang Emma keluarkan memiliki warna putih kebiruan.


Gerbang sihir telah sempurna dan cahaya meledak dari gerbang sihir, menyisakan sosok dari mahluk pemanggilan. Angin berhenti berembus dan yang terpanggil adalah sebuah bola berwarna jingga kemerahan, dengan logo Mitsu Tomoe berwarna merah.


Jatuh dalam kebingungan karena yang Emma panggil hanyalah sebuah bola cantik dengan logo Mitsu Tomoe, mereka tidak mudah untuk memahami apa yang terjadi, namun itu semua terjawab saat bola melayang itu mulai bergerak.


Bola melayang itu tiba-tiba meledak dan memberikan hamparan mana yang sangat besar berhembus memenuhi ruangan, tekanan ini cukup membuat Jell dan Mai terangkat.


Ledakan berhenti, Jell, Mai, dan Emma yang melindungi mata mereka dengan tangan mulai menurunkannya dan melihat apa yang terjadi.


Yang mereka lihat adalah sosok yang lucu? Hewan? Atau Demon? Mereka hanya bisa melihatnya dengan samar, tapi penglihatan mereka mulai membaik dan menyadari bahwa yang Emma panggil adalah seekor Rubah.


Dengan bulu berwarna putih perak, memiliki tiga ekor yang panjang dan memiliki simbol Mitsu Tomoe.


Melihat penampakan itu tidak ada yang bisa bereaksi, dengan Jell yang masih bingung dia bersuara.


“Kitsune...?”

__ADS_1


(TN : https://id.m.wikipedia.org/wiki/Kitsune )


***


__ADS_2