BATTLE OR ALIVE

BATTLE OR ALIVE
Chapter 24 : Contest


__ADS_3

Saat ini mereka bertiga sedang terdiam mengetahui fakta.


Rin hanya menurunkan lagi pandangannya dan dia terlihat sangat tertekan akan hal ini. Dia menyapa kakaknya yang tidak lain adalah wanita anggun tersebut. Dengan mengetahui hal itu maka nama asli dari Rin adalah.


“Ah, benar juga. Rin, itu adalah nama dari Putri kedua dari Raja.”


Emma akhirnya teringat dengan apa yang ganjal saat dia mendengar nama Rin, dan alasan kenapa Rin tidak ingin mereka mengetahui nama keluarganya.


“Aku rasa sudah cukup pembicaraan kita, aku sibuk melakukan persiapanku untuk naik tahta. Silahkan nikmati permainan kecil kalian.”


Wanita anggun itu pergi meninggalkan mereka.


Rin masih terdiam, dia sepertinya tidak ingin menyampaikan sesuatu kepada mereka, dan mereka juga tidak ingin mengganggunya dulu di saat kondisinya sepeti itu.


“Tertawalah jika kau ingin tertawa.”


“Ha?”


Dia mengatakan hal tidak Jelas, apa yang dia maksud untuk menertawakannya.


“Seorang anak yang gagal dalam garis keturunannya, tertawalah semau kalian.”


“Apa yang kau maksud dengan tertawa? Lagi pula, kau tidak mengatakan kalau kau seorang anak Raja.”


Rin tidak menanggapi pertanyaan Jell, dia menggigit bibirnya lagi dan dia lari menuju kearah berlawanan.


“Ada apa dengannya?”


Jell tidak memahami apa yang terjadi dengannya, apa segitunya dia membenci mereka ketika mereka tau identitasnya. Dan dalam kondisi seperti ini Emma menjelaskan semuanya tentang apa yang mungkin terjadi kepada Rin.


Emma menjelaskan bahwa, garis keturunan Raja adalah garis keturunan yang sangat spesial. Itu di karenakan mereka mewariskan darah dari salah satu dari tujuh dewa yang menciptakan dunia ini.


Sang dewa yang melakukan pengintaian di bumi akhirnya memiliki keluarga dan menjadi keluarga kerajaan pertama di dunia. Dan dari garis keturunan mereka, mereka di sebut sebagai orang yang suci.


Akan tetapi posisi mereka sebagai orang suci sering di lupakan, itu karena ada beberapa isu yang mengatakan bahwa keluar kerajaan sering menggunakan posisi mereka sebagai keturunan darah suci sebagai alasan untuk menaklukan wilayah yang bebas akan kekuasaan.


Dan hal tersebut berakhir di saat Raja Arnold Victoria berkuasa. Raja sering di sebut sebagai Raja yang baik hati dan penyayang, akan tetapi karena sikap Raja yang seperti itu malah membuat Raja sering di katakan tidak kompeten dalam menjabat, dan akhirnya julukan sebagai Raja yang penyayang kini menjadi Raja bodoh.


Hal ini sangat berdampak pada keluarga kerajaan tersebut dan ditambah dengan fakta bahwa salah satu anak termuda Raja adalah anak yang cacat. Dia di katakan cacat karena di tidak memiliki kekuatan yang sama dengan kakak-kakaknya, dan menjadi bahan celaan terhadap keluarga kerajaan.


Dan bukan hanya itu, di katakan bahwa rambut dari anak terakhir sengaja di buat menutupi salah satu matanya karena dia adalah anak haram dari Ratu. Mata kanan dari anak terakhir memiliki warna yang berbeda, yaitu warnah merah.


...


Emma menjelaskan semua yang dia tau dan itu sengat mengejutkan bagi Jell dan Mai. Mereka tidak tau kalau Rin adalah orang yang sering di maki dan menjadi aib dari keluarga kerajaan.


Jell mendengarkannya dengan seksama, wajahnya berubah murung dan dia berdiri dan pergi dari alun-alun. Mai melihatnya pergi dan dia bukannya marah terhadap Jell yang ingin mengurusi masalah orang, malah membuat wajah cerah.


(Sepeti biasa dia tidak ingin diam kalau situasinya seperti ini.)


Mai berdiri dan pergi mengikuti Jell, dia menarik tangan Emma dan mereka mengikuti Jell yang di depan.


***


Duduk di bawah pohon, pohon tersebut berdekatan dengan sebuah sungai kecil dan ada sebuah jembatan kecil di situ.


Berdiam diri di sana sambil menenggelamkan wajahnya kedalam selah tangan.


“Kenapa kau menangis di situ? Mana sosok wanita kurang ajar dan sombong yang tiba-tiba menyerang seseorang?”


Jell berada di balik pohon dan duduk mengikutinya. Tambahan, Mai dan Emma berada di jembatan dekat mereka dan tidak ikut untuk menenangkan Rin.


“Kau, sedang apa kau di sini? Tinggalkan aku sendirian.”


“Dengan senang hati aku menaolak.”


Jell dengan santai menolak permintaan Rin untuk menyuruhnya pergi dari situ. Rin yang menerima jawabannya terlihat kesal dan memintanya untuk pergi dan jawaban Jell adalah menolaknya.


“Aku mohon pergilah.”


“Sudah aku bilang aku tidak akan.”


Memeluk kakinya dengan lebih kencang, Rin kini sepertinya menangis di balik pohon.


“Kenapa kau di sini? Kau seharusnya tau kalau aku adalah anak cacat, bukan. Aku sangat lemah dan lihat mataku ini, salah satunya bukanlah milik keluargaku, hisk...”


“Aku kesini untuk meminta hutangku kepadamu.”


Rin yang mendengarkan apa tujuannya datang kesini untuk meminta hutangnya di bayar membuatnya emosi. Dia berdiri dan berbalik dari pohon.


“Kau brengsek, kau kesini hanya untuk itu! Aku akan membayarnya!”


“Lihat, kau sudah menjadi Rin yang aku kenal. Seorang wanita yang kasar.”


“Apa yang kau katakan dasar bodoh!”


Dia memukul Jell dengan kekuatan yang kuat, pukulan yang memiliki kekuatan yang besar dan mampu menembus batang pohon. Akan tetapi pukulannya di tangkap dengan mudah oleh Jell.


Menahan pukulannya dengan sempurna, dan bahkan dia tidak menggunakan trik untuk menahan pukulannya.


“Lepaskan aku dasar bajingan.”


Jell yang di maki membuat senyum. Dia tidak membalas makiannya ataupun melakukan tindakan balasan apapun, dia hanya tersenyum.


“Kau tau, setelah melihat semuanya aku jadi berkeinginan mengikuti sayembara itu. Lagi pula, kau sudah menundukkan kepala untuk kami, jadi aku tidak bisa menolaknya.”


Mendengar apa yang di katakan oleh Jell, membuat Rin membuat wajah sulit. Dia tidak marah ataupun sedih kali ini, dia terlihat cemas dan khawatir. Dia sebenanya hanya memperalat Jell untuk membuatnya mendapatkan tahta Raja dan akan membuang Jell setelahnya, tapi Jell malah menganggapnya serius, Rin merasa sangat sakit.


“Kau tidak akan mampu mengalahkan Onee-sama, dia memiliki anak buah yang bertarung untuknya. Dan lagi pula kenapa kau sampai segitunya ingin aku menang.”


“Tidak.”


“Eh...”


“Dalam sayembara ini aku akan mendaftarkan diriku tampa mengatas namakan siapapun.”


Wajah Rin berubah serius terhadap perkataannya selanjutnya.


“Aku akan memenangkan sayembara dan menjadi Raja.”


***


Pergi ke arah alun-alun, Jell tampak semangat dan begitu juga dengan Mai. Mai memutuskan untuk ikut serta dalam sayembara ini, alasannya adalah dia hanya ingin bertarung dengan Jell di final. Alasannya memang sederhana dan bodoh, akan tetapi mendengar tujuannya membuat Jell bersemangat.


“T-Tunggu, kalain bertiga! Kalian berdua serius melakukan ini? Ini bukan sebuah permainan, ini adalah kompetisi untuk menentukan masa depan kerajaan ini, kalian paham itu?”


Jell dan Mai tetap berjalan dan menghiraukan Rin yang terlihat cemas mengikuti mereka dari belakang. Dalam sayembara Emma tidak mengambil posisi, dia masih terlalu dini untuk mengikutinya.


Jadi, Jell melarangnya untuk ikut serta, walaupun terdapat penolakan yang cukup kuat dari Emma yang memaksa Jell untuk membiarkannya ikut.


“Permainan? Tenanglah Rin. Kalau masalah permainan aku dan Mai takkan terkalahkan.”


“Sudah aku katakan ini bukan permainan!”


“Tenanglah, cobalah untuk santai. Kau terlalu serius, Rin.”


Mai mendukung tekad Jell, dia sepertinya sudah sedikit lebih terbuka terhadap Rin. Walaupun hanya sebatas orang saling kenal.


Mereka sampai di alun-alun dan mendaftarkan diri mereka.


Poin lima besar saat ini masih tidak berubah dari sebelumnya mereka melihat papan peringkat. Duel terus terjadi dan poin yang di dapatkan oleh para peserta juga sering berubah-ubah, dan untuk melihatnya sudah mampu mengundang banyak orang untuk melihat jumlah poin.

__ADS_1


Jell dan Mai sudah resmi menjadi peserta dalam sayembara. Pertama yang akan mereka lalukan hanyalah satu, mengalahkan semua peserta dan mengambil poin mereka.


Walaupun mereka masih saja mendaftar di sayembara ini, mereka sudah harus langsung bertanding. Dan Jell lah orang pertama yang maju untuk duel pertamanya di sayembara.


Lawan Jell sama dengan dirinya, yaitu peserta yang tidak memiliki poin. Mau dia pendaftar baru ataupun peserta yang sudah kehilangan semua poinnya dan mengulangi lagi dari awal, dia yang akan melawan Jell di pertandingan pertamanya.


***


Lawan Jell bertipe Assassin, dia menggunakan satu pedang panjang yang tipis sebagai senjatanya. Senjatanya mirip dengan “Sabre” akan tetapi senjatanya memiliki pegangan yang jauh lebih tebal jika di samakan dengan Sabre.


(TN: Sabre yaitu satu dari tiga pedang yang di gunakan dalam olahraga Anggar.)


Tidak perlu menunggu lama pertandingan pun di mulai...


Lawan Jell maju untuk menyerangnya. Gerakannya cepat dan bukan hanya itu, dalam pergerakannya itu tidak terlihat adanya celah. Orang ini bukanlah orang biasa ataupun petualang biasa, Jell dalam hatinya memperhatikan orang itu.


Untuk Jell, dia tidak menggunakan pedang miliknya dan hanya menyimpannya di sarung pedang yang ada di punggungnya.


Orang ini maju dan melihat perilaku aneh Jell, dia mengira bahwa Jell tidak dapat melakukan persiapan untuk menangkis serangannya. Akan tetapi harapannya di hancurkan oleh sebuah tendangan yang melemparkan pedangnya.


(Ha?)


Orang itu jatuh dalam kebingungan melihat pergelangan tangannya yang terbalik dan pedangnya yang terlempar.


Apa yang di lakukan Jell adalah hanya melakukan hal simpel, dia hanya menendang pergelangan orang itu. Tendangan yang memiliki kecepatan luar biasa yang di katakan bisa menghempas seorang bajingan.


Melihat serangannya yang mengenai sasaran, Jell melanjutkan untuk menyelesaikan pertandingan ini secepatnya.


Dan selanjutnya yang di lakukan Jell, dia menendang kepala orang itu. Saat pergelangannya hancur dia terjatuh dan terdiam, jadi menurut Jell dengan melakukan ini maka tidak perlu waktu lama untuk membuat orang itu berdiri.


Dengan ini Jell mendapatkan poin pertamanya.


***


Pertandingan berikutnya adalah Mai, dan melawan seorang pria Mage.


Pertandingan yang bisa di katakan sulit untuk menebak siapa yang akan menang, itu karena pertandingan ini antara Mage dan Assassin. Keduanya sama-sama tidak memiliki pertahanan yang kuat, akan tetapi keduanya juga memiliki kelebihan yang besar.


Mai yang melihat ekspresi lawannya membuat dia merinding, sebabnya adalah orang yang akan dia lawan mengatakan sesuatu yang menjijikan.


“Bagaikan bunga di medan perang, menyerah saja dan jadilah milikku wahai bunga yang malang.”


Orang yang menjadi lawannya bermodel sangat mencolok, jubah yang dia gunakan untuk menandakan bahwa dia sorang Mage berwarna merah muda. Bukan hanya itu, dia juga menggunakan hiasan kepala seperi seorang Caesar. Penampilannya benar-benar memuakkan, apa yang Mai katakan saat melihat orang itu.


Dan tanpa dia sadari pertandingan sudah di mulai...


Lawannya menggunakan sihir sederhana, “Fire Ball” dengan jumlah 5 bola di lemparkan kearah Mai.


Mai yang menerimanya tidak akan dengan cuma-cuma mengalah hanya karena serangan kecil seperti itu, Mai menghindar dan mengeluarkan kedua Dual knifenya.


“Sungguh bungan yang malang, menyerahlah sekarang dan kau akan menjadi milikku.”


“Hah! Sayang sekali aku tidak tertarik dengan orang norak sepertimu.”


“Norak!? Dasar kau bunga ******, akan aku buat kau menyesal.”


Orang itu marah terhadap perkataan Mai, dia merapalkan mantranya dan menciptakan bola api yang jauh lebih banyak.


“Rasakan kemarahanku.”


10 buah Fire Ball di keluarkan dan menyerang kearah Mai. Untuk menghindari serangannya Mai maju dan mencoba untuk menutupi jarak serangan musuh.


Dan hasilnya, 10 Fire Ball milik musuh dapat di lewati dengan mudah oleh Mai. Pergerakannya sangat cepat sehingga penglihatan musuhnya tidak bisa mengikutinya. Dan tanpa di sadari Mai sudah berada di belakang orang itu.


Menusuknya di bagian leher dan membuat Dual Knifenya menembus tenggorokan musuh.


Pemenang pertandingan kali ini adalah Mai.


***


“Penonton makin meriah saja.”


Emma mengomentari dari kondisi arena yang semakin ramai. Jell yang sedang beristirahat di dekatnya mendengarkan dan sepertinya dia juga berpikir begitu.


“Scorpio! Scorpio akan datang. Kalian semua sebaiknya segera bermohon kepada tuhan. Scorpio akan segera membinasakan kalian atas izin tuhan!”


Suara teriakan terdengar dari salah satu penonton, dia sangat heboh menyampaikan risalah dan kabar tentang pembinasaan. Rekasi orang-orang di sekitarnya mengabaikannya, bagaikan apa yang dia sampaikan hanyalah omong kosong, dia terlihat seperti orang gila.


“Apa yang kau katakan, Scorpio telah menghilang setelah ratusan tahun, dan aku bilang dia akan menyerang? Hahah, bodoh.”


Salah satu dari orang-orang yang mendengarkan risalahnya mendekat dan mengatakan bahwa yang dia katakan orang ini hanyalah kebohongan. Dan karena perkataannya orang-orang semakin menjauhi orang itu dan berpikir bahwa dia adalah orang sesat yang gila.


“Scorpio? Apa itu?”


“Eh? Onii-chan tidak tahu?”


“Tidak.”


Mai menjawab keheranan Emma, Mai sepertinya sudah memperhatikan mereka dan mendengar tentang apa yang Jell katakan.


Emma menjelaskan kepada dua orang ini, Jell dan Mai juga terlihat mendengarkan perkataan anak 13 tahun ini dengan seksama.


Dari penjelasan Emma, Scorpio adalah satu dari banyak bencana dan sampai di katakan musuh umat manusia. Scorpio adalah sebuah mesin penghancur yang diutus oleh salah saru dari tujuh dewa, dan bertugas untuk menghancurkan sebuah peradaban yang melenceng.


Dan dari cerita yang di katakan, bahwa Scorpio telah menghilang saat dia menghancurkan sebuah kerajaan 300 tahun lalu. Dan orang-orang percaya bahwa dia telah di tarik kembali oleh dewa dan kini beristirahat untuk bersiap melakukan tugasnya selanjutnya.


Dan karena kekuatan dan kehancuran yang Scorpio lakukan, banyak orang yang memujanya.


“Sepeti itulah kisah yang aku tahu.”


Emma selesai menyelesaikan ceritanya dan menutupnya dengan senyuman sombong di wajahnya. Dia sangat bangga pada dirinya untuk bisa berguna bagi Jell dan Mai dari banyaknya informasi yang dia ketahui.


Jell merenungi kisah yang Emma sampaikan. Melihat orang yang menyampaikan berita bahwa Scorpio telah bangun, membuat Jell berpikir apa yang akan terjadi jika berita yang dia katakan itu benar.


“Apa yang kalian lakukan di sini? Kalian akan kelewatan giliran kalau kalian hanya bermalas-malasan!”


Rin muncul dan memarahi mereka, dia terlihat seperti direktur mereka. Dan sejak kapan kami bekerja dengannya? Apa yang Jell gumamkan.


“Cepat bergerak dan jangan bermalas-malasan! Kalau kalian menjadi Raja, bagaimana nasib rakyatnya nanti.”


“Baiklah-baiklah, kami hanya istirahat sebentar.”


Rin dengan telunjuknya menunjuk kearah Jell dengan tajam, dia sepeti seorang yang risih terhadap orang malas. Lagi pula mereka hanya beristirahat sebentar. Rin memarahi Jell dan Jell hanya santai menjawabnya.


Dan dengan ini pertempuran mereka kembali di lakukan dan terus berlanjut.


“Hooo! Siapa sangka dua orang baru mampu mendapatkan poin sebanyak ini hanya dalam sehari. Ini dia dua orang yang menjadi sorotan kita di sayembara ini, peserta Jell dan Mai!”


(Eh, sejak kapan sayembara ini memiliki sorang komentator!)


Seseorang telah mengambil posisi sebagai penegak dalam sayembara ini, dan seperti yang dikatakan, Jell dan Mai sekarang menjadi perhatian utama di sayembara. Itu di sebabkan poin keduanya sudah mencapai 25 poin masing-masing dari mereka.


Itu karena Jell dan Mai selalu menantang orang-orang yang memiliki poin banyak dan mengambil poin mereka, dan dalam waktu kurang dari beberapa jam mereka telah mencapai peserta nomor dua dan tiga.


Peringkat saat ini


1.      Marina Victoria (30)


2.      Jell Kiyomizu (25)


3.      Mai Ogawa (24)

__ADS_1


Sorotan mata banyak yang melirik Jell dan Mai, dan tidak juga bagi seorang peserta dengan peringkat pertama juga memberikan mereka tatapan yang tajam dan dingin.


Marina Victoria membayar seseorang untuk bertarung atas namanya, dan dari penjelasan Rin bahwa orang itu adalah kepala ksatria yang di juluki juga sebagai ksatria terkuat di Athera.


Marina menggunakan posisinya sebagai anak Raja untuk membujuk para bawahannya untuk berpihak padanya, tapi kenapa Rin tidak mendapatkan satupun dukungan dari mereka? Jell berpikir sambil dia bersiap untuk pertempuran besarnya.


Dalam pikirannya Jell tidak menyadari akan keberadaan seseorang.


“Kau Jell Kiyomizu, nama yang agak asing di telingaku, tapi biarlah. Kau, aku menantangmu untuk duel dengan petarungku. Pertaruhkan poinmu dan jangan lagi mengikuti sayembara ini.”


Jell kaget dengan hawa keberadaan yang tiba-tiba dari seseorang yang berdiri di depannya.


Itu Marina Victoria yang baru saja dia pertanyakan. Dia menantang Jell dengan mempertaruhkan semua poinnya dalam duel satu lawan satu melawan petarungnya.


Jell yang mendapatkan tawaran ini membuat senyum lebar, bagi orang-orang senyum itu tidak akan mereka sadari tapi Mai, Emma, dan Rin dapat menyadari bahwa Jell memasang senyum menyeringai yang lebar.


(Semua poin? Lucky.)


Wajah Jell yang awalnya melihat kebawa untuk berpikir berpindah dan menatap Marina dengan senyuman yang cerah di wajahnya.


“Baiklah, aku terima tawaran itu. Marina Victoria-sama”


Jell berdiri dari tempat duduknya dan membungkuk untuk memberikan hormat kepadanya. Mendapatkan jawabannya Marina terlihat agak kesal di wajahnya, dia berpikir bahwa Jell meremehkan petarungnya. Itu karena Jell memasang senyuman dan bukan sebuah wajah yang menerima tekanan darinya.


(Tekanan yang begitu bermartabat. Marina Victoria, kalau saja kau yang memintaku terlebih dahulu sebelum Rin, aku akan dengan senang hati melakukannya.)


Jell menegakkan kembali tubuhnya dan mampu melihat bahwa saat Marina berbicara dengannya, Marina dalam kondisi menggunakan auranya untuk menekan Jell. Tapi sayang sekali, untuk aura yang di berikan Marina masih belum cukup kuat untuk Jell, bahkan untuk membuatnya terkejut.


Jell berbalik dan pandangannya mengarah ke Rin. Rin yang di tatap membuat reaksi kesal saat dia di tatap dengan cara yang tidak sopan.


“A-Apa?”


“Hm, bukan apa-apa. Hanya saja kau sangat mirip dengan kakakmu, ya.”


Jell pergi meninggalkan mereka dan menuju arena.


“Hah, apa-apaan itu.”


***


Pertempuran kali ini mengundang banyak penonton, tentu saja itu karena pertempuran ini akan memperlihatkan duel antara peringkat pertama dan kedua. Kedua orang ini sangat mengundang banyak penonton saat mereka bertempur dan tentu menjadi sangat di nanti-nantikan jika mereka berduel.


Jell berada di bagian timur arena dan musuhnya berada di bagian barat arena.


Musuh yang akan di lawan oleh Jell adalah seorang komandan ksatria dan di juluki sebagai ksatria terkuat, namanya adalah Adolf Armstrong.


Keluarganya telah melayani keluarga Raja sejak ratusan tahun dan mereka di kenal sebagai keluarga ksatria yang menakjubkan. Mereka menghasilkan banyak ksatria kuat, dan Adolf adalah salah satunya. Dan orang yang seperti itu yang akan menjadi lawan Jell saat ini.


Jell bersiap dan menghunuskan pedangnya dan membuat kuda-kuda bertahan. Sedangkan Adolf juga melakukan kuda-kuda yang sama, yaitu kuda-kuda bertahan.


Pertandingan sudah di mulai dan keduanya masih diam membisu di arena, keduanya tidak sekalipun melalukan skill untuk menghancurkan pertahanan musuh. Keduanya hanya diam di sana dan membuat pertandingan antara keduanya menjadi pemandangan yang serius.


Melangkah kedepan, akhirnya Jell lah orang yang melalukan serangan pertama dalam duel mereka.


Jell melakukan serangan biasa dengan cara mencoba menerobos posisi bertahan musuh dengan menghantamkan pedangnya.


Senjata yang di gunakan oleh Adolf adalah perisai dan pedang. Perisai yang besarnya setengah dari tubuhnya dan pedang yang indah dan tidak mungkin di dapatkan dari toko di distrik A. Perlengkapannya merupakan perlengkapan yang di sediakan khusus oleh kerajaan.


Serangan yang di hantamkan Jell tepat mengenai bagian dada Adolf, akan tetapi dia tidak akan membiarkannya begitu saja, dengan perisainya dia menahan serangan Jell. Hantaman yang di akibatkan memberikan efek shock. Tidak kehilangan momentum, Adolf menggunakan pedangnya untuk mengusir Jell dari jangkauan.


Jell menghindari serangannya dan melompat kebelakang. Jell terlihat sedikit kesusahan mengetahui seberapa handal Adolf memainkan perisainya.


(Seperti yang di harapkan dari ksatria terkuat, pertahanannya sangat tinggi dan akurat.)


Jell memperbaiki posisinya dan memasang kuda-kuda baru untuk maju. Maju sambil pedangnya yang sudah di lapisi api yang hebat, Jell menggunakan “Fire Stage”.


Jell menyerang Adolf dengan serangan yang kuat dan cepat, akan tetapi pertahanan yang di lalukan oleh Adolf juga sangat baik, dia dapat dengan mudah menangkis serangan Jell beberapa kali.


Jell menyerangnya dengan terus menerus dan Adolf juga menahannya dan sesekali menyerang balik menggunakan pedangnya. Tebasan vertikal, horizontal, dan diagonal terus di lakukan oleh Jell untuk mencoba menembus pertahanan Adolf.


Adolf yang menerima serangan juga tidak mau mengalah dengan hanya melakukan pertahanan, dia mengeluarkan pedangnya dan melakukan serangan.


Jell agak kesulitan karena pertahanan dan serangan yang dia terima sangat baik dan akurat, di bandingkan dengan melawan Lhava, Adolf lah orang yang mampu menahan serangan Jell hingga selama ini.


Tank adalah Class yang tidak terlalu populer di kalangan masyarakat dan bangsawan, dan begitu juga dengan para ksatria, mereka juga tidak begitu menyukai Class tank dan hanya beberapa yang menjadi tank karena sebuah paksaan.


Dan karena kelangkaan itu, yang membuat Jell bersemangat melihat betapa kuatnya seorang Tank yang mampu sebanding dengan seorang Fighter seperti Jell. Duel ini sangat menyenangkan, apa yang Jell katakan dalam hatinya yang membara.


Skill Fire Stage Jell sudah mencapai tingkat yang tinggi, saat ini pedangnya mengeluarkan api yang sangat besar dan membara.


Jell maju sekali lagi, Adolf yang menyadari pergerakan Jell yang tiba-tiba bertambah cepat langsung menggunakan skill “Thick Wall” skill spesial seorang job Tank.


Menahannya dengan skill, Adolf mencoba melihat sudah seberapa dekat dirinya dengan Jell. Akan tetapi Adolf melakukan kesalahan, dia membuka cela di saat dia ingin melihat jaraknya dengan Jell.


Jell yang melihat cela itu langsung menghancurkan pertahanannya. Menggunakan pedangnya Jell melemparkan serangan yang mengenai langsung tangan kiri Adolf, yang membuat dia sudah tidak mampu lagi menggunakan perisainya.


Jell dengan momentum yang cepat tiba-tiba sudah berada di hadapan Adolf, Adolf yang kaget dengan kecepatan yang Jell miliki, dia tidak bisa menggunakan pedangnya untuk menahan serangan Jell. Dan akhirnya serangan tebasan yang fatal mengenai dada Adolf dengan pola diagonal.


Adolf tertebas terbagi menjadi dua bagian dan akibat skill “Fire Stage” yang sudah mendapat tingkat yang cukup tinggi, mayat Adolf terbakar.


Dan pemenangnya adalah Jell Kiyomizu.


...


Pertandingan di menangkan oleh Jell, dengan serangan yang mengenai dada Adolf.


(Dia memang melalukan kesalahan. Tapi, dia cukup hebat untuk bisa menangkis serangan cepatku, bahkan melebihi Lhava.)


Jell kembali dari arena, dapat di lihat wajah Marina sangat kesal dan dia melototi Jell seperti mendendam padanya. Jell yang mendapatkan tatapan mengerikan itu tidak mempedulikannya, dia meneteskan sedikit keringat di wajahnya karena mungkin ini akan jadi merepotkan.


Sesuai kesepakatan yang mereka lalukan sebelum duel, dengan ini Marina Victoria telah di eliminasi dengan total poin nol, dan poin yang di miliki Marina akan di berikan kepada Jell Kiyomizu.


Dengan ini papan peringkat berubah lagi dengan posisi,


1.      Jell Kiyomizu (55)


2.      Mai Ogawa (24)


Posisi pertama telah di rebut oleh Jell, dan dengan ini persyaratan untuk melalukan final telah terpenuhi. Yaitu, jika ada salah satu dari banyak peserta yang mencapai 50 poin, maka sepuluh peserta dengan poin terbanyak akan melakukan pertempuran final.


Dan tak perlu banyak waktu, pertempuran antara sepuluh peserta teratas langsung di mulai dengan urutan random dari panitia penyelenggara sayembara.


Urutannya menjadi seperti ini


Jell vs Zacktor


Mai vs Andinal


Manca vs Zhoro


Monarica vs Zidan


Himma vs Jacksom


Urutan untuk pertempuran babak semifinal telah ditentukan, semua peserta yang ikut telah bersiap dan mereka mulai bertarung satu melawan satu.


Pertemuan terjadi cukup lama dan menyisahkan dua orang, keduanya mengalahkan semua peserta terpilih dan menjadi dua orang terakhir. Mereka ialah, Jell dan Mai.


“Besok, pertempuran antara keduanya akan di laksanakan di arena utama distrik A. Siapakah yang akan menjadi peserta terakhir dan mendapatkan takhta Raja? Kita tunggu besok.”


Komentator tampak sangat bersemangat, dengan ini berkahir sudah hari-hari yang melelahkan. Jell, Mai, dan Emma akhrinya bisa beristirahat dari hari yang sibuk ini.

__ADS_1


***


__ADS_2