
Sudah satu minggu setelah pelantikan Jell, kini mereka sudah memulai bab baru dalam kehidupan mereka di dunia lain.
Jell saat ini sedang berada di kamarnya, Mai juga berada di situ. Keduanya sedang asik dengan dunia mereka masing-masing, melupakan tugas mereka sebagai pemimpin. Tidak heran walaupun ini masih pagi, Rin sudah membuat kehebohan.
Untuk saat ini Jell sedang membaca buku yang berisi tentang informasi dunia ini dan kerajaan Athera.
Saat mereka masih menjadi seorang petualang mereka menjadi sangat sibuk dan jarang pergi ke perpustakaan untuk mendapatkan informasi. Oleh karena itu, untuk pergerakan kedepannya informasi merupakan hal yang sangat penting.
Tapi Rin tidak bisa terima begitu saja, dia tidak memedulikan Jell. Dia mengatakan bahwa Jell hanya mencari-cari alasan untuk tidak bekerja.
Untuk pekerjaan Raja yang seharusnya di kerja akan oleh Jell dan malah terbalik semuanya di kerjakan oleh Rin. Alasannya kerena Jell masih kekurangan informasi.
Tentu saja bagi Rin yang tidak mengetahui kebenaran dari kedua orang ini, dia merasa bahwa hal yang di lakukan keduanya merupakan pemborosan waktu.
“Jell, kau harus memenuhi harapan semua orang. Kau adakah Raja, tahu.”
“Aku tau, santai saja.”
Menerima penolakan, vena muncul di kepalanya. Dia dengan paksa menarik Jell dari kursi dan membawanya ke kantor untuk menyelesaikan tugasnya.
Tugas yang harus di selesaikan sangat banyak, itu karena posisi Raja yang kosong selama enam bulan.
“Lihat, kau memiliki banyak tugas di sini. Tidak ada waktu untuk bermain-main.”
Melihat tumpukan lembaran kertas, Jell sepertinya harus mengeluarkan keringat lebih untuk menyelesaikan tugas ini.
Sudah lebih dari lima menit Jell dan Rin melakukan pekerjaan. Dan dari waktu yang singkat itu, Jell tau apa yang menjadi permasalahan yang sedang terjadi di kerajaan ini.
“Rin.”
“H-Hmm? Apa ada masalah.”
Reaksinya berbeda dari apa yang Jell kira, dia terbata saat menjawab pertanyaannya. Jell mengetahui ada yang Rin sembunyikan dan dia hanya membiarkannya.
“Aku tau kau itu tidak bodoh, dan begitu juga dengan Nee-sama. Tapi sepertinya yang kalian lakukan ini benar-benar bodoh, ya.”
(Jell memanggil Marina dengan sebutan “Nee-sama” artinya adalah Kakak yang terhormat.)
“...”
Untuk perkataan Jell itu Rin tidak bisa mengatakan apa-apa. Dia terdiam saat Jell menunjukkan selembaran yang dia periksa yang sepertinya tidak di perdulikan oleh Rin.
Itu adalah tentang anggaran yang di berikan oleh kerajaan tidak memenuhi kuota yang di janjikan.
Dan bukan hanya itu, sepertinya bangsawan yang memegang kendali tidak pernah memberikan laporkan yang lengkap.
Jell saat melihat lembaran ini langsung membuat wajah marah. Dia langsung membongkar tumpukan kertas itu dan mendapatkan banyak laporan yang sama.
Jell langsung memalingkan wajahnya ke arah Rin, Rin yang mendapatkan tatapan tajam itu langsung terdiam dan tidak membalas tatapannya.
“Rin, ada banyak sampah di mejaku. Kenapa ada begitu banyak sampah, dan kenapa belum ada yang membersihkannya. Rin jawab aku.”
Rin tidak bisa menjawab pertanyaan Jell, dia bahkan tidak mampu menatapnya. Jell yang sudah merasa kemarahan yang amat besar ini tidak dapat mengira bahwa ada banyak dosa yang di lakukan kerajaan ini.
“Ciss~ aku datang untuk melihat-liha–”
Mai yang masuk sambil membanting pintu dan berputar bagaikan seorang penari balet, terhenti saat dia sadar akan suasana saat ini. Atmosfer di ruangan ini sangat menakutkan dan membuat tidak nyaman.
Mengetahui bahwa timing kemunculannya tidak pas, langsung mengantikan langkahnya dan mulai berjalan menuju ke arah Jell.
Duduk di meja dan melihat apa yang sedang di bacanya. Membacanya dengan seksama dan senyum yang terpasang di wajahnya tiba-tiba turun.
Tapi berbeda dengan Jell yang langsung memasuki mode marah, Mai terkesan lebih tenang.
“Korupsi, ya. Pantas saja negara ini mulai hancur.”
Mai membalikkan badannya dan mengarah langsung di meja di depan Jell. Mengambil kertas kosong dan mengambil pena, dia menulis sambil mengatakan usulannya.
“Pertama kita harus melakukan rapat tentang ini. Untuk ini biar aku yang mengurusnya.
Kedua, dalam rapat itu kita akan memberikan pilihan kepada koruptor untuk membayar semua kesalahannya atau tidak sama sekali.”
“T-Tunggu, kalian langsung mengambil tindakan tanpa memikirkan resiko apa yang akan terjadi. Dan lagi habis itu apa yang akan kau lakukan pada mereka?”
Rin menghentikan perkataan Mai sejenak, untuk pertanyaannya mengenai nasib para bangsawan itu, dia ingin tahu apa yang akan Mai lakukan kepada mereka.
“Hm, tentu saja mereka akan di berhentikan. Selain itu kau punya usulan lain?”
Mendengarkan perkataan Mai dengan gampangnya dia mengatakan hal itu, Rin tentu saja tidak bisa menerimanya sepenuhnya.
“memecat mereka, apa yang kau pikirkan. Kalau begitu siapa yang akan menggantikan posisi mereka?”
“Kalau masalah ini, biarkan Mai yang menanganinya. Rin kau cukup melihatnya saja.”
Jell yang sedari tadi terdiam kini membuka mulutnya, dia menyetujui usulan Mai dan menyerahkan ini semua kepadanya.
Rin sedikit sulit untuk membantah perkataan Jell, dia tidak dapat menahan kedua orang ini. Rin dengan keringat yang membasahi pipinya, akhirnya menyerah dan menuruti perintah Jell.
“Padahal dia adalah bangsawan yang sudah lama melayani keluar kerajaan, sepertinya ini akan menjadi akhir baginya.”
“Hm, bukan dia, tapi untuk mereka.”
Untuk memperbaiki kesalahan pemilihan kata Rin, Mai mengoreksinya dengan mengatakan tujuannya.
Rin yang akhirnya menyadari tujuan utama Mai, langsung membuat keringat mengalir di wajahnya.
***
Besok siang, seperti yang di katakan oleh Mai, dia berniat mengumpulkan semua bangsawan yang saat ini menjabat.
Rapat yang di lakukan saat ini, ada sebanyak 12 bangsawan aktif yang sedang duduk di meja bundar besar.
Sisa dari yang tidak datang, mereka hanya mengirimkan utusan dan berharap Raja bisa mengerti dengan kesibukan mereka. Mai tidak masalah dengan itu dan tetap menerimanya.
Rapat di pimpin oleh Mai, dan Jell duduk di sampingnya. Rin berada di belakang mereka, dan Marina berada di belakang juga tapi bersebelahan dengan Rin.
Melihat yang memimpin rapat bukankah sang Raja, orang-orang yang datang sepertinya membisikkan sesuatu terhadap hal ini. Tapi itu tidak berlangsung lama karena salah satu penjaga meminta semuanya untuk diam.
Mai duduk sambil meletakan kedua tangannya di meja dan menongkah kepalanya. Melihat semua orang yang sudah datang, Mai langsung menyampaikan perkataannya.
“Kalian sudah membawa apa yang aku suruh, bukan?”
Kata Mai di sampaikan, semua orang masih tidak terlalu serius ketika melihat bahwa Mai yang sedang menyuruh mereka. Untuk alasan itu salah satu bangsawan berdiri dan menanyakan alasan kenapa bukan Raja yang seharusnya memimpin rapat. Sepertinya mereka sangat terganggu akan hal ini.
Mai yang mendengarkan pertanyaannya, menghela nafas dan dia dengan santai menyampaikan sebagai apa posisinya di sini.
“Itu karena, aku adalah Ratu-nya. Ya, walaupun belum resmi, sih.”
Semua orang yang berada di tempat itu langsung membuat wajah terkejut karena apa yang Mai katakan. Mereka tidak tau apa yang Mai maksud dengan menyebutkan posisinya sebagai seorang Ratu.
Tentu saja untuk hal mendadak seperti ini tidak bisa di terima dengan mudah bagi mereka, orang yang tadi bertanya sebelumnya langsung membanting tangannya ke meja dan menyampaikan penolakannya.
“Ini tidak bisa di terima! Ratu, katamu. Dalam pelantikan kami hanya menerima Raja dan tidak ada Ratu dalam proposal nya. Jangan melakukan seenaknya hanya karena kau adalah teman Raja, dasar kau orang tidak tahu malu!”
Menyampaikan keberatannya dan juga memaki Mai, bangsawan ini terlihat sangat marah dengan wajahnya yang memerah panas.
Tapi tidak mau menerima penolakannya, Mai memasang wajah yang menakutkan dengan mata yang menatap tajam kepadanya.
Mengeluarkan auranya juga, Mai memberikan tekanan yang sangat kuat di ruangan itu. Orang-orang langsung terdiam dan membeku di kursi mereka.
“Siapa yang memintamu untuk menolak ku, kau tidak lain hanyalah seorang sampah yang sebenar lagi akan aku usir dari sini. Sadari posisimu.”
Orang itu menerima tekanan yang amat sangat kuat sampai-sampai dia tidak mampu untuk memalingkan wajahnya dari Mai yang menatapnya dengan tatapan setajam silet.
Menghentikan auranya, Mai berdiri dan menyampaikan hal lain yang ingin dia katakan.
“Ah, sudahlah. Kalian membuat ini menjadi repot. Lagi pula yang saat ini aku tanyakan, kalian membawa pasangan kalian atau wali, kesini atau tidak.”
Menyampaikan hal itu orang-orang yang ada di dalam ruangan tidak bisa lagi untuk menolaknya.
Mereka menganggukkan kepala dan menyuruh pasangan atau wali mereka untuk masuk ke dalam ruangan.
Karena ruangan ini menjadi semakin penuh, para bangsawan, mereka di perintahkan untuk keluar untuk bergantian dengan pasangan atau wali mereka.
__ADS_1
Yang tersisa sekarang di ruangan ini hanya pasangan kekasih mereka, atau wali yang mereka utus. Mai menyambut mereka dan dia terlihat berbeda dengan dirinya yang tadi memberikan aura menakutkan.
Menyapa mereka di rapat ini, Rin memperkenalkan dirinya sebagai Ratu tidak resmi. Dan hasilnya di luar dugaan, berbeda dengan pasangan mereka sebelumnya yang tidak terima dan marah kerena tidak mau menerima Mai, mereka terlihat hanya saling menatap satu sama lain.
Mereka jauh lebih tenang dan itu membuat Mai terlihat nyaman untuk menyampaikan perkataannya.
“Baiklah, tanpa membuang-buang waktu lagi, aku akan mengatakan alasan aku mengundang kalian di rapat ini.”
Mengakhiri waktu yang terbuang tadi, Mai sekarang memasuki mode serius. Dia berdiri dan menyilang kan kakinya dan mengatakan perkataanya.
“Diantara kalian, apa ada yang mau menggantikan posisi pasangan kalian?”
Menyampaikan perkataannya itu membuat semua orang terdiam. Mereka tidak mengerti dan otak mereka belum bisa menjangkau maksud dari perkataan Mai barusan.
Intinya, Mai bermaksud untuk menggantikan semua bangsawan yang aktif di bawa perintah Kerajaan.
Dan penggantinya, Mai berpikir untuk menjadikan pasangan merekalah yang menggantinya.
Hal itu juga di setujui oleh Jell saat Mai menyampaikan hal itu di malam sebelum rapat di gelar.
***
Tapi Rin sedikit berbeda dengan mereka, dia tidak bisa menemukan adanya solusi dengan menerapkan hal itu, dan dia berpikir bahwa itu hanya akan sama saja.
Jell menjelaskan akan hal itu kepadanya.
“Itu berbeda, jika kita memanfaatkan pasangan mereka maka, kita akan jauh lebih mudah untuk mengawasi pergerakan dan pekerjaan mereka. “
“Aku masih tidak paham, apa maksudmu hanya dengan melakukan itu akan mampu memperbaiki masalah ini.”
Jell dengan mudah menjelaskan, maksud dari rencana ini adalah, Jell akan melakukan ancaman kepada para bangsawan, dengan mencabut posisi mereka dan memberikan hukuman kepada yang bersalah.
Tapi jika melakukannya itu akan sedikit merugikan waktu, mereka tidak punya waktu untuk mereset pemerintahan dan mencari penggantinya.
Jadi, Mai bermaksud untuk memanfaatkan pasangan mereka, yang tidak lain adalah manusia kelas atas.
Mai ingin menggunakan wawasan mereka, dengan menggunakan para pasangan mereka, sudah pasti untuk membangun ulang pemerintahan akan jauh lebih cepat.
Tapi walaupun dengan hal itu, Rin masih tidak mengerti jika bagaimana kalau mereka juga memiliki sifat yang sama dengan pasangannya.
Maka untuk hal itu gertakan di perlukan. Mai akan melakukan gertakan dengan mengatakan bahwa gelar bangsawan mereka akan di hapus. Dan dengan gertakan itu maka mereka tidak akan berani untuk melawan.
“Tapi, kalau begitu bukannya akan jauh lebih efektif jika kita melakukan itu kepada mereka saja, dan tidak perlu repot lagi untuk mengundang pasangan mereka.”
“Sepertinya kau belum paham maksudnya, Rin.”
Terdengar dari pintu perpustakaan, Marina terlihat sedang berdiri di sana sambil menggunakan pakaian tidurnya. Itu bukan piyama, tapi pakaian tipis yang sangat terbuka. Bahkan semangka miliknya bisa terlihat dengan jelas.
Melihat itu, Jell tentu tidak bisa berbohong jika dia tidak terpana melihatnya. Begitu juga dengan Mai, dia melihatnya dengan sangat tajam, sambil memegang miliknya juga.
“Apa, aku nantinya bisa sebesar itu.”
Dia menatap dada Marina dengan tajam, bagaikan ingin merampasnya.
“Onee-sama, kenapa ada di sini. Dan juga, pakaian itu.”
“Ara, aku hanya ingin melihat kalian yang sedang sibuk bekerja, apa itu tidak boleh?”
“Bukan tidak boleh, tapi kenapa memakai pakaian itu.”
“I-Itu, tentu saja...”
Marina dengan wajah merah mengatakan alasannya dengan nada suara yang semakin mengecil, sambil memalingkan wajahnya.
Dia terkadang mencuri perhatian Jell dengan sosoknya saat ini, tentu saja Rin tau maksud dari kakaknya ini.
Melihat wajah Jell yang juga ikut memerah, dia tidak bisa menahan kesal dan melemparkan satu pukulan tepat di pipi Jell.
(Ini tidak boleh, tapi untuk sekali saja tidak apa, bukan.) Jell dalam hatinya
“Kenapa kau melihatnya terus!”
Tapi bukannya malu atau harusnya tidak bersikap seperi itu, Mai malah mendekati Marina dan dia menatapnya jauh lebih dekat lagi.
“Marin, bagaimana kau menumbuhkan nya hingga sebesar ini.”
“Ara, punya Mai sudah cukup besar, loh.”
“Tidak, aku ingin jauh lebih besar.”
Di saat Jell yang sedang kesakitan seperi ini, Mai dan Marina malah membicarakan hal yang tidak sepantasnya.
Rin memandangi mereka berdua dengan wajah jengkel. Punya Rin kecil, dan tentu dia tidak percaya diri dengan tubuhnya yang tidak mampu melawan tubuh indah Mai. Tapi, dia ingin menang dari Mai dengan cara lain.
“Tunggu dulu. Kakak, jelaskan dulu apa maksud dari perkataan Jell barusan.”
“Ara, baiklah.”
Marina mendekat dan duduk di samping Rin dan dia menjelaskannya. Kedua kakak beradik ini terlihat sangat cantik jika di pasangkan dalam satu kursi seperti ini.
“Maksudnya adalah, untuk memberikan tekanan dari pekerjaan mereka. Bukan begitu, Jell-sama.”
Jell bangkit, dan dia duduk kembali dan membenarkan perkataan Marina.
Mereka bisa memberikan para bangsawan itu kesempatan kedua, tapi jika melakukan itu maka ke produktifitas kerja mereka akan menurun.
Dendam, cemas, dan benci akan menumpuk di dada mereka. Dan Jell tidak mau itu.
Maka dengan memanfaatkan pasangan mereka yang hanya akan menerima dampak khawatir saja, maka tingkat ke produktifitas kerja akan jauh lebih naik.
Dendam tentu saja ada, tapi dengan memberikan mereka kesempatan untuk memperbaiki kesalahan pasangannya, maka mereka pasti tidak akan memendam rasa itu.
“Kita harus memikirkan juga, apa yang di rasakan oleh mereka.”
Rin yang mendengarkan itu akhirnya mengerti dan menyetujui rencana ini.
(Mereka bisa dengan mudah menemukan jalan di saat seperti ini, dan lagi mereka jauh lebih baik dari pada aku. Ini membuatku kesal.)
Melihat wajah adiknya yang menurunkan senyumnya, Marina dengan kekuatan cintanya, dia memeluk adik kecilnya.
“Hup! Tidak perlu pikirkan hal yang tidak penting, Rin sudah melakukan banyak hal juga, kan.”
“Akh- kak, sesak. Sulit bernapas–”
Dengan begitu, rencana untuk mengancam para bengawan dan memperbaiki pemerintahan, telah di buat.
***
Kembali ke ruangan. Dengan mendengar perkataan Mai barusan membuat semua orang terdiam. Mereka saling menatap satu sama lain dan berpikir apa yang sebenarnya yang Mai katakan.
Tidak mendapatkan jawaban, salah satu di antara mereka berdiri dan menanyakan apa yang sebenarnya yang Mai maksud.
Mai mendengarkan dan menjelaskan maksud sebenarnya. Dia dengan santai menyampaikan bahwa gelar bangsawan mereka akan dia cabut.
Mendengar itu tentu saja tidak memberikan kesan yang baik, orang-orang tiba-tiba ribut dan mereka terlihat panik. Tapi untuk kali ini mereka benar-benar berbeda dengan pasangan mereka tadi, salah satu dari mereka berdiri.
“Yang mulia, apa kami melakukan sesuatu yang salah. Kalau demikian apa ada cara untuk menembusnya.
Kami mohon, mendadak mendengarkan hal ini tentu saja tidak bisa kami biarkan begitu saja. Kami mohon.”
Mereka membungkuk di hadapan Mai sambil memohon. Mai yang kaget melihat reaksi mereka yang tiba-tiba, Mai menyeringai dan dia mengatakan tawaran kepada mereka.
“Sesuatu tentang yang aku katakan tadi, untuk menebus dosa pasangan kalian, maka kalianlah yang harus menggantikannya.
Dengan begitu, aku akan memikirkan lagi untuk mencabut gelar kalian.”
Mendengarkan Mai, mereka dengan kompak menyetujui hal itu. Merekapun di tunjuk untuk menggantikan mereka, dan tidak lupa untuk melalukan ikrar janji kesetiaan, mereka mendapatkan kutukan untuk tidak berkhianat kepada Raja dan Ratu.
Dan entah bagaimana rapat kali ini berjalan dengan lancar.
***
Dengan berakhirnya rapat, Jell dan kelompok mereka sedang berada di lapangan sekarang.
__ADS_1
Lapangan yang sangat indah dengan banyak pepohonan yang tertata rapi di hamparan lapangan rumput yang indah.
Salah satu tempat rekreasi di distrik B. Benar-benar sangat nyaman berada di sini.
Jell dan kelompok sedang berekreasi di sini untuk menghilangkan rasa bosan mereka dengan pekerjaan.
“Jadi, kenapa kita ada di sini?”
Rin dengan wajah marah menanyakan alasannya Jell untuk mengundangnya ikut ke tempat ini. Bukan hanya Rin yang ikut, tapi Marina juga ikut dengan mereka.
Jell, Mai, Emma, Rin dan Marina. Ini pertama kalinya mereka berkumpul bersama untuk bersantai.
Dapat terlihat dari wajah-wajah mereka siapa saja diantara mereka yang tidak ingin ikut dan yang bersemangat untuk ikut.
[Emma dan Rin, tidak semangat]
[Mai dan Marina, bersemangat]
Dapat terlihat dari wajah suram mereka dan wajah berbunga mereka. Jell yang sedikit sedih karena mengetahui bahwa Emma sebenarnya tidak ingin ikut, terlihat sedikit murung.
Emma tentu saja merasa bersalah karena telah mengkhianati perasaan kakaknya, dia dengan keras berusaha untuk membujuk Jell agar kembali bersemangat.
Alasan Emma untuk menolak untuk ikut karena dia merasa dirinya sangat tidak berguna. Dia berpikir bahwa di saat masalah untuk mereset ulang pemerintahan, dia dapat membantu kedua kakaknya.
Tapi sayangnya dia tidak tau kalau kedua kakaknya sangatlah jenius, bahkan teori yang mereka berdua pakai terkadang tidak sampai di kepalanya.
Untuk Rin tentu saja memiliki alasan yang sangat membosankan. Dia ingin mengerjakan masalah-masalah dan tugas yang menumpuk.
Tapi awalnya dia menolaknya, tapi dia berubah pikiran saat mengetahui kalau Mai juga akan ikut dengan Jell.
Dan untuk Marina, dia sejak awal Jell mengundangnya dia terlihat sangat senang dan menerimanya dengan senang hati.
Dengan begitu kini saatnya untuk bersantai dan menikmati hari libur, sebenarnya tidak ada libur untuk tugas Jell.
Tapi melalukan hal seperti ini terkadang tidak buruk juga, adalah apa yang Jell pikirkan.
“Jadi, apa yang harus kita lakukan. Hah, sebaiknya aku aku bawa buku tadi.”
Dengan kekuatan yang di fokuskan pada bagian dadanya, kedua gunung besar bergetar dan menimpa Rin. Itu adalah kekuatan Marina, Sister Hug.
“Dasar, Rin kau terlalu serius. Kadang-kadang kau juga harus beristirahat, loh. Kau harus menjaga kesehatanmu.”
“Kak! Sudah berapa kali aku katakan, jangan peluk aku.”
“Kenapa tidak, kakak memeluk adiknya sendiri itu wajar bukan.”
Rin terlihat jelas sedang kesusahan, dengan tertanam di dalam dua gunung besar itu, sudah pasti dapat membuat siapa saja berhenti bernafas.
Tapi melihat surga itu, Jell terlihat tidak peduli dan dia berdiri dan pergi. Mai mengikutinya dan mereka berdua pergi ke arah pegunungan yang terdapat di sekitar situ.
Melihat apa yang sedang mereka lakukan, Rin menanyakan apa yang ingin mereka lakukan.
Jell menjawab dengan santai bahwa dia dan Mai hanya ingin memeriksa satu hal penting.
Karena mendengar hal serius seperti itu, tentu membuat Rin tertarik dengan apa yang sebenarnya ingin mereka lakukan. Melepaskan pelukan kakaknya, dia mengejar Jell dan Mai yang mulai menjauh.
Tersisa Marina dan Emma di lapangan, Emma terlihat masih terdiam membisu karena kelemahannya. Marina yang melihatnya tentu tidak bisa membiarkannya begitu saja.
Mendekati Emma, Marina dengan lengan yang terbuka lebar.
“Sini, Emma sini peluk.”
“Tidak, terimakasih.”
Menolaknya dengan cepat, Emma benar-benar memberikan penolakan yang menyakitkan bagi Marina.
...
Jell, Mai, dan Rin pergi menjauh dari tempat Emma dan Marina berada, mereka menuju ke arah pegunungan.
Rin yang mengejar mereka tidak tahu apa yang ingin mereka lakukan, tapi dia penasaran siapa saja dia akan melihat rahasia dari bagaimana asal usul keduanya.
Dari perkenalan yang mereka lakukan, Jell dan Mai sama sekali tidak mengatakan bahwa mereka berasal dari dunia lain, mereka selalu mengatakan bahwa mereka datang dari daerah barat yang jauh.
Tapi tidak bisa cukup hebat untuk menipu Rin, tentu dia tidak langsung mempercayai perkataan keduanya, di tambah lagi saat dia ingin menanyakan itu pada Emma, Emma langsung membungkam dirinya sendiri.
Jadi untuk mengetahui itu dia ingin melihat apa kebiasaan keduanya, dengan begitu pasti dia akan melihat kebiasaan yang tertanam dari tanah airnya.
Dan akhirnya dia akan mengetahui keduanya berasal dari mana.
Melihat keduanya yang berhenti dan menatap jauh ke gunung besar, Rin berencana untuk menyapa mereka dan menanyakannya langsung, dia pikir dengan menguntit mereka itu merupakan tindakan yang tidak baik.
“Hei, kalian ber–”
Tidak dapat melanjutkan teriakannya, langkahnya terhenti dan diam saat melihat apa yang ada di depannya.
Terlihat Jell, dengan posisi kedua tangannya di angkat sambil mengarahkan pedangnya lurus ke atas. Itu adalah posisi untuk mengeluarkan salah satu skill terkuat di dunia, Explosion.
Rin tentu tidak bisa mempercayai itu, tapi yang dia lihat bukan hanya gaya kuda-kudannya saja, tapi mana yang mengalir di sekitaran Jell benar-benar sangat besar.
Bagaikan pemandangan yang dia lihat ini hanyalah sebuah mimpi, dia berpikir bahwa Jell sudah serius mengeluarkan semua kekuatannya saat dia melawan Scorpio sendirian.
Tapi dia salah, selama ini Jell tidak pernah serius.
Mai yang berada di dekatnya sama sekali tidak merasakan akan tekanan dari mana yang sangat besar milik Jell, sedangkan Rin yang berjarak beberapa puluh meter dari mereka, mampu merasakan betapa mengerikannya itu.
Jell mulai memfokuskan dirinya, dengan menutup mata dia akan memfokuskan seluruh kekuatannya dalam satu serangan ini.
Menurunkan tangannya dengan arah jatuh yang mempesona, ayunan pedang yang mengarah ke arah gunung di ayunan.
DdduUuAaarRR!!!
Ledakan besar terjadi. Debu naik menutupi seluruh tempat kejadian, di sertai dengan gelombang kejut, angin berhembus kencang.
“Cih, seperti dugaan ku. Aku di perlemah.”
“Tapi, itu sudah bagus bukan. Lihat lubang yang kau buat itu.”
(Sepertinya dugaan ku benar. Ini aku sadari saat duel bersama Lhava. Saat itu aku menggunakan skill yang sama, tapi dengan skala kecil.
Berbeda dengan yang aku lakukan saat ini, aku terlalu menguras banyak mana hanya untuk uji coba, dan hasilnya aku tidak pingsan sama sekali.)
Jell merenung untuk memikirkan adanya ketidak nyamanan nya. Bahwa fakta dirinya yang di perlemah adalah kebenaran.
Di dunia ini kemungkinan besar bahwa dia dan Mai sebenarnya tidak terkirim ke dunia lain, melainkan tubuh mereka sebenarnya masih ada di bumi saat ini. Mereka hanya sedang melakukan drive seperti biasa.
Ini dapat dia ketahui saat mereka login dalam BOA, mereka akan merasakan sensasi yang jauh lebih nyata dari ini.
Singkatnya, Jell merasa mereka hanya seperti bermain dalam beta test BOA. Dan tidak benar-benar berpindah ke dunia lain.
Debu mulai turun dan pemandangan yang tertutupi mulai memperlihatkan sosoknya kembali.
Terlihat dari kejauhan, sedang lari ke arah mereka adalah seorang gadis, itu Rin.
Dengan tergesa-gesa dia mendekati mereka berdua. Sesampainya dia menanyakan apa yang sebenarnya sedang terjadi, dia menanyakan kenapa Jell tiba-tiba mengeluarkan skill tingkat tinggi di tempat ini.
“Ah, soal itu. Kami hanya sedang mencoba sesuatu.”
“Ha, haa~ Mencoba sesuatu?”
“Ha, seperi itu.”
Dengan santainya Jell menjawab bahwa mereka hanya sedang melalukan percobaan, tapi dia tidak bohong akan hal ini.
Untuk pertanyaan Rin, Mai dengan santai menunjukan hasil dari percobaan mereka.
Apa yang di perlihatkan pada Rin mampu membuatnya terdiam, Rin terdiam dengan keringat dingin di pipinya saat melihat apa yang ada di depannya.
Terlihat dengan jelas, sebuah gunung dengan tinggi lebih dari 400 meter, telah berlubang menjadi dua bagian.
Menyisakan lahar panas akibat dari serangan Jell, sebuah lubang berhasil membelah gunung dan hampir memusnahkannya.
Mendengar suara ledakan yang sangat besar itu membuat Emma dan Marina segera bergegas menemui mereka.
__ADS_1
Dan sama dengan Rin, mereka langsung terdiam saat melihat gunung yang telah menjadi samsak skill Jell.
***