
Suara tidak di kenal dari belakang mereka berdua. Jell dan Mai menatap dengan wajah pucat di wajah mereka. Bukan mereka takut, tapi mereka hanya kaget dengan reuni tiba-tiba yang di lakukan sosok yang sudah membawa mereka di dunia lain.
Tepat berdiri di atas. Entah dia terbang atau ada sesuatu di pijakannya yang tidak dapat di lihat dengan sudut pandang mereka. Tetapi yang jelas, sosok lelaki dengan jubah besar yang dia gunakan, dan sebuah topeng yang menutupi seluruh wajahnya, bahkan rambut pun tidak terlihat. Benar-benar sosok yang mencerminkan sesuatu yang benar-benar rahasia dan misterius.
Jell dan Mai tidak mengenalnya. Dan hanya mereka kenali adalah sosok karakter mungil berwarna putih yang melayang-layang di udara. Namun sosok pria di atas mereka sama sekali tidak memiliki aura yang sama dengan sosok karakter itu.
““Lama tidak bertemu”, hah? Maaf saja, tapi aku sama sekali tidak mengenal orang yang menggunakan topeng aneh sepertimu.”
“Khkhkhaahah!!! Benar juga. Kita baru pertama kali bertemu secara langsung seperti ini.”
“Jadi kau adalah orang yang yang di balik sosok karakter itu?”
“Benar. Tapi, bertemu langsung seperti ini adalah yang terbaik.”
“Kalau bisa, aku tidak ingin bertemu denganmu.”
Sosok laki-laki itu benar adalah sosok karakter yang telah mengirim mereka ke dunia lain. Namun, aura mereka terasa sangat berbeda. Bagaikan mereka adalah benar-benar dua orang yang berbeda.
Sosok laki-laki itu tidak sama sekali berniat untuk turun dari atas. Bagaikan dia menyukai menatap orang-orang dari bawah.
“Kita lupakan itu. Ada beberapa hal yang ingin aku katakan kepada kalian.”
“Katakan? Apa itu?”
“Sudah hampir sebulan kalian berada di dunia ini bukan? Dari yang aku lihat, sepertinya kalian sama sekali belum melakukan sebuah ikrar.”
Perkataannya meninggal satu kata yang menarik, “Dari yang aku lihat...” adalah kata yang dia katakan. Dan itu adalah sebuah kebenaran bahwa memang selama ini Jell dan Mai sedang di awasi.
Wajah Jell setelah mendengar kalimat dari perkataannya itu, langsung memasang wajah tidak senang. Bagaikan mencacinya, Jell entah kenapa merasa kesal dengan sosok laki-laki ini.
Melanjutkan percakapan, Jell menanyakan arti dari perkataannya barusan.
“Ikrar? Apa maksudmu yang ada di hukum tabu dunia ini?”
“Bing bong~ Benar sekali.”
Sebuah jawaban sempurna dari perkataan Jell.
“Lalu, ada apa dengan hukum tabu itu dengan kau menjabak kami ke dungeon ini? Setahuku, kami sama sekali tidak melanggar tabu.”
“Benar. Kalian tidak melanggar tabu, namun ada hal yang berkaitan dengan tabu yang harus aku beritahukan kepada kalian.”
“Apa itu…?”
“Sudah ku katakan bukan. ‘Ikrar’”
Sosok laki-laki itu menjelaskan alasannya memancing Jell dan Mai kedalam dungeon, dan alasan itu karena sebuah hal yang belum di lakukan mereka berdua.
Laki-laki itu berseru dan membentangkan tangan-nya dengan lebar, dan dia memberitahukan arti dari ikrar yang dia maksud kepada Jell dan Mai.
[ Penjelasannya adalah...
Di dunia ini ada sebuah tradisi, atau bisa di sebut sebuah hukum tidak tertulis. Itu adalah melalukan ikrar.
Ikrar yang di maksdukan di sini adalah, jika ada sebuah dua kelompok atau individu melakukan sebuah perbedaan, dan masing-masing sudah saling tidak bisa berkompromi. Maka jalan satu-satunya adalah dengan melakukan pertaruhan atau permainan.
Pertaruhan atau permainan yang di lakukan ini akan menggunakan ikrar.
Dengan mempertaruhkan sesuatu dari masing-masing kelompok. Dan bersumpah demi ikrar, maka sebuah taruhan atau permainan akan menjadi bagian dari tabu.
Seperti yang di tertulis di tabu nomor 1 yang berbunyi, semua konflik dan permasalahan di dunia ini yang sudah tidak dapat di selesaikan, bisa di selesaikan dengan mengdasarkan ikrar.]
Dengan kata lain, Jell dan Mai selama ini hampir melanggar tabu no. 1 tanpa di sadari.
Melakukan pertaruhan dengan menjungjung tinggi ikrar, maka sebuah pertaruhan akan sah. Dan jika tidak di lakukan akan melanggar tabu, dan tidak ada seorangpun yang tau apa yang akan terjadi jika sesorang melanggar tabu.
Maka, dari penjelasan dari sosok laki-laki itu. Jell dan Mai tidak akan melanggar tabu, dan mereka akhirnya mengetahui salah satu ancaman dari ketidak tahuan mereka.
***
“Jadi dengan kata lain, ikrar dari permainan itu adalah wajib untuk mendapatkan sesuatu. Dan itu berlaku untuk semua hal, dan nyawa bisa menjadi bahan taruhan.”
Jell menyimpulkan pemikirannya, dan reaksi sosok pria itu terlihat seperti merasa puas.
“Benar sekali. Bahkan nyawa, juga bisa di pertaruhkan dengan permainan … Seperti yang di harapkan dari “No.1”. Kau dapat mengerti sampai sejauh itu.”
Wajah Jell mengerut dengan pujian sosok laki-laki itu. Namun tidak berlangsung lama, sosok laki-laki itu berdiri. Memandang Jell dan Mai di bawahnya, dia berseru.
“Sampai di sini dulu percakapan kita. Aku berharap banyak kepada kalian berdua. Kalau begitu, aku permisi.”
Sosok laki-laki itu membungkuk dengan anggun bagaikan seorang bangsawan. Dan dia menghilang di atas mereka.
Tepat setelah kepergian sosom itu, ruangan putih dan hampa itu seketika berubah. Muncul sebuah gerbang sihir di atas mereka. Memancarkan cahaya terang berwarna merah, memenuhi ruangan putih itu.
Jell dan Mai yang melihat itu seketika langsung bereaksi dengan menutup mata mereka. Menghalangi sinar merah yang sangat terang secara tiba-tiba, bisa saja membuat mata Jell dan Mai menjadi rusak, atau keadaan baiknya hanya akan berkunang-kunang.
Cahaya merah menutupi seluruh ruangan, dan dari cahaya putih itu cahaya hitam muncul menyelimuti cahaya merah. Menciptakan ruangan kosong dan gelap. Bagaikan warnha hitam menalan segalanya, Jell dan Mai sudah tidak terlihat lagi berada di ruangan itu.
***
“Akh–!”
Suara erangan Jell terdengan dengan jelas di tengah hutan lebat. Terdapat banyak pohon dan burung yang hinggap dan tinggal di situ. Ada beberapa hewan seperti rusa liar dan ada hewan hutan lainnya. Hutan dengan banyak sumber daya dan bahan pokok, membuat hutan ini akan menjadi tempat yang sempurna untuk berburu.
Mata Jell berkunang-kunang akibat cahaya merah terang yang menyambar matanya. Matanya tidak dapat menahan efek cahaya dan membuatnya sedikit sulit melihat karena pandangan yang samar.
__ADS_1
“Ahh… Di mana?”
Kesadaran dan matanya sudah kembali. Dan apa yang di lihat Jell dapat di katakan bahwa dia sedang bermimpi. Itu di karenakan, pandangan pertama yang dia lihat bukanlah batu ataupun tanah dari dungeon. Tetapi hutan lebat.
“Hutan…?”
Masih belum percaya dengan apa yang dia lihat, Jell berdiri dari tempatnya dan melihat sekeliling.
Dan benar apa yang dia lihat bukanlah ilusi ataupun mimpi, itu benar-benar hutan yang mereka masuki saat ingin mengeksplor dungeon yang di misi kan. Mereka berada di hutan “Kaze Tree”.
“Ini benar-benar di hutan? Apa yang sudah terjadi?”
Jell masih belum mengerti keadaan. Tiba-tiba berada di hutan yang di kenalnya, dan di tambah suasana hutan yang terasa begitu nyaman dan tentram, berbeda saat mereka memasuki hutan pertama kali yang memiliki aura mencekam.
Duduk dan mencoba memikirkan apa yang sudah terjadi, Jell duduk sambil bersilah.
Boing~
Namun keadaan mengejutkan terjadi. Tangan miliknya telah menyentuh sesuatu yang tidak di kenalnya. Empuk dan besar, bahkan bisa melebihi lebar tangannya. Menyentuh dan menyentuhnya lagi. Dia tidak tau apa yang di sentuhnya dan dia juga tidak melihat apa itu, namun yang jelas itu menyenangkan. Rasa nyamannya membuat tangannya nagih akan sesansinnya.
Eh!
Namun, kesenangan itu akhirnya terhenti dengan satu suara. Di lihatnya asal suara itu dan membuat dia tidak ingin menerima fakta.
“A-Apa yang kalu lakukan…!”
“Maaf…!”
Itu Mai. Dan apa yang telah di sentuh Jell adalah harta pesona Mai.
Bangkit dari posisi terlentang seperti halnya Jell saat bangun, Mai duduk dengan posisi bersebelahan dengan Jell.
Sunyi menyelimuti keadaan di antara keduanya, dan tidak ada dari mereka mengangkat suara. Wajah keduanya memerah dan berasap kuat. Keduanya tidak berani menatap satu sama lain, bagaikan sikap keduanya berbeda dari biasanya.
Namun di kondisi canggung, Mai mengangkat suara.
“Kau ingin melakukannya lagi…?”
“Tentu saja tidak.”
Mendengar perkataan Mai sedikit membuat Jell merasah bersalah karena ketidak sengajaannya. Menyentuh dua semangkah milik Mai dengan tidak sengaja, seharusnya membuat Jell merasa senang akan keberuntungan itu. Namun, itu tidak di rasakan oleh Jell dan malahal dia merasa bersalah karena menyentuhnya.
“Maaf, tadi tidak sengaja.”
“Tidak perlu minta maaf. Sebaliknya, jika kau ingin melakukannya lagi, kau bisa memintanya kapan saja.”
“Yosh!– Sudahi percakapan ini dan mari kita pulang.”
Mendengar perkataan Mai bahwa dia tidak keberatan, membuat Jell seketika reflek untuk tidak melanjutkan percakapan. Itu karena Jell merasa, Mai bisa salah paham, jika dia adalah orang mesum.
“Buu...”
Keduanya berdiri dan melihat sekitar. Hutan yang tidak asing ini di lihat lagi untuk memastikan ini bukanlah sebuah ilusi. Dan dalam kondisi kebingungan Jell melihat sesuatu di ujung pandangan mereka. Tepat di depan mereka terdapat sebuah pohon yang sangat besar.
Pohon itu tidak ada pada saat mereka ingin memasuki dungeon, dan itu membuat Jell dan Mai penasaran. Keduanya mendekati pohon dan di pohon tersebut ada sebuah jalan atau lubang besar.
Batang pohon itu berlubang membentuk sebuah pintu untuk masuk kedalam pohon. Jell dan Mai yang melihatnya kebingungan dan mereka saling menatap untuk mengkonfirmasi satu sama lain. Sudah mengkonfirmasi dengan hasil mereka akan masuk kedalam lubang pohon itu.
Di dalam lubang pohon ini sedikit sempit, dan arah lubang menuju ke bawah. Ada tangga alami menuju ke bawah dan ada ‘Bright Crystal’ yang tertempel di dinding, dengan itu membuat lubang ini tidak terlalu gelap untuk di masuki.
Dalam dari lubang itu sekitar 10 meter ke dasar tanah, dan mereka berdua sudah hampir menuju ujung dari lubang ini.
Sampai di ujung lubang, terdapat sebuah ruangan besar dengan ukuran yang sama seperti dungeon lantai pertama.
Di goa itu besar dan luas. Keduanya berjalan menuju ke depan dan apa yang mereka temukan sedikit membuat mereka terkejut, Ada sebuah pintu sederhana di situ.
Pintuk yang ukurannya dua meter dan di lengkapi pegangab pintu, membuat itu terlihat bagaikan pintu biasa yang bisa ditemukan di mana-mana. Pintu itu terpasang di sebuah dinding besar yang sudah di cor. Berbeda dengab dinding lain yang terbuat dari tanah, dinding yang satu ini berbeda.
Membuka pintu dan pintu tidak terkunci. Membuka dan masuk. Dan…
Ruangan dengan sinar terang membuat mata Jell dan Mai silau. Cahaya bagaikan meredah dan memperlihatkan apa yang terdapat di dalam ruangan tersebut.
“Apa ini?”
Suara Jell secara sendirinya mengatakan pertanyaan tersebut dalam kondisi saat ini. Itu di karenakan di dalam ruangan itu terdapat sebuah harta karun.
Terdapat banyak kotak layaknya kotak harta karun biasanya. Kotak2 itu ada banyak dengan ukuran yang berbeda-beda. Jell dan Mai mendekati kotak-kotak itu dan membuka salah satunya.
“Jell lihat!”
Mai membuka satu kotak dan di dalam kotak tersebut terdapat bongkahan kristal sihir dengan besar.
Jell dan Mai keget dengan isi dari kotak tersebut dan memutuskan membuka kotak lainnya, dan apa yang mereka tekukan semua adalah harta karun.
Semua kotak sudah di buka dan total dari semua ktistal sihir yang mereka dapat adalah 30 kg. Dan jika di bandingkan dengan kristal sihir yang mereka temukan sebelumnya, ini hanyalah setengahnya.
Di dalam ruangan itu terdapat dua tas besar, bagaikan sudah menyiapkan semua ini untuk mereka berdua.
“Ini seperti hadiah dari menyelesaikan dungeon?”
Jell menanyakan pertanyaan saat dia sedang mengangkat tas besar dan berat itu.
Lagi sibuk dengan kitak harta yang mereka dapat, Jell dan Mai sampai tidak memperhatikan sesuatu tepat di atas mereka.
“Jell, lihat. Apa itu?”
__ADS_1
Mai menunjuk keatas ruangan itu, tepat di atas tempat itu ada sebuah ruangan dengan terdapat dua kotak di letakan di sana.
Jell melihat apa yang di tunjuk oleh Mai, dan pergi memeriksanya. Jell membawa kita dua kotak itu menuju lantai dan mereka mencoba membukanya masing-masing. Kedua kotak itu memiliki dua warna berbeda, yang akan di buka oleh Jell berwarna hitam, sedangkan yang di buka oleh Mai berwarna biru gelap.
Keduanya membukanya bersamaan dan apa yang ada di dalam kedua kotak tersebut bukanlah sebuah kristal sihir, melainkan sebuah pakaian.
“Pakaian?”
Jell bertanya apa yang di dapatkan oleh Mai, dan Mai juga menjawab dia juga mendapatkan sebuah pakaian.
Pakaian di ambil dari kotak oleh Jell dan apa yang dia lihat adalah sebuah set armor petualang. Set armor petualang dengan job Fighter. Pakaian itu memiliki beberapa lapis, mulai dari kaos yang di gunakan sebagai dalaman, sebuah jubah, ikat pinggang, dan juga lengkap dengan sepatu boots berwarna hitam.
Di dalam kotak bukan hanya berisi set armor saja. Setelah Jell mengeluarkan pakaian itu dia melihat ada sebuah pedang di dalam kotak itu.
Pedang dengan panjang kurang lebih pendek dari pedang yang dia miliki saat ini. Pedang itu berwarna sama dengan set armor yang berada di dalam kotak. Warna ungu gelap dengan perpaduan warna hitam dan abu-abu. Benar-benar warna kesukaan Jell.
Jell menyukai warna gelap, hampir semua pakaiannya saat di bumi berwarna gelap, mulai dari kaos, jaket, celana, topi dan lain-lain. Entah alasan apa Jell benar-benar menyukai warna gelap, dan itu cocok dengannya.
Di pakaiannya set armor itu dan ukuran yang di gunakannya pas dengan ukuran tubuhnya, pedang yang dia dapat juga cocok dengannya.
“Woah~ Pakaian ini benar-benar cocok denganku. Bagaimana dengan punyamu Mai? Apa itu cocok?”
“Nn~ Pakaian ini tidak mencolok dan juga tidak berlebihan untuk set armor seorang assassin. Pakaianmu cocok loh~ Kau tambah keren dengan pakaian itu~”
“Ah, punyamu juga sangat cocok. Benar-benar pakaian yang kau inginkan bukan?”
Set armor yang di dapatkan Mai adalah set armor khusus assassin. Kebetulan? Kurasa iya. Pakaian yang di gunakan Mai berwarna biru gelap, dan juga kebetulan warna biru adalah warna kesukaannya. Dan jika kau jeli melihatnya, bahwa pedang yang berada di punggung Jell tidak menyentuh atau menyatu dengan set armornya, itu melayang.
“kurasa ini semua sudah di siapkan oleh orang itu. Dan pakaian yang kita gunakan juga merupakan hadia darinya? Aku pikir petualangan di dalam dungeon akan sia-sia.”
“Umu~ Kalau begitu ayo kembali. Aku ingin segera mandi dan tidur di kasur empuk.”
“Kau benar. Kau harus segera mandi.”
Jell mengomentari perkataan Mai tentang dia yang tidak mandi saat berada di dalam dungeon. Mai yang mendengarnya seketika merasa kesal dengan perkataannya barusan, mengomentari seorang wanita yang belum mandi, Jell benar-benar tidak sopan.
“Mengomentari sorang gadis yang tidak mandi, Jell kau tidak sopan. Ya, mau bagaimana lagi. Badanku tidak berbau dan memiliki aroma khas. Aku rasa kau ingin menciumnya?”
“Badanmu memang memiliki bau khas, tapi aku tidak ingin menciumnya. Cepatlah mandi, dasar wanita bau.”
“Lagi-lagi begitu. Kau belum mau mengakuinya. Padahal kau sudah sangat ingin mencium tubuhku ini bukan. Kalau kau lebih jujur, aku akan memberikannya.”
Percakapan tentang bau badan. Apakah ini adalah percakapan yang di lakukan setelah penaklukan dungeon mematikan? Jell berpikir dan merasa pusing memikirkan perkataan dan perilaku Mai.
Mengabaikannya Jell berdiri dan pergi keluar pohon sambil membawa tas berisi kristak sihir.
“T–Tunggu! Jell tunggu aku!”
***
Perjalanan menuju ibu kota. Jell dan Mai sambil membawa tas yang berisi kristal sihir dan pakain baru.
Saat keluar dari dungeon, keadaan di dunia luar sedang damai dan cerah. Jika di perkirakan dari letak matahari saat ini, kemungkinan ini sudah jam sebelas pagi.
“Nee~ Jell. Kita saat ini sedang membawa material termahal di dunia loh. Apa kau tidak berpikir kita akan mendapatkan berapa banyak uang dengan menjualnya?”
“Hm? Bisa saja kristal-kristal ini akan di ambil oleh guild sebagai bukti penaklukan bukan? Dan kita hanya akan di bayar seperti biasa. Ya, mau bagaimanapun hasil dari penaklukan dungeon ini memiliki bayaran yang mahal, 50.000 Rumiah.”
Mendengarkan penjelasan Jell, Mai seketika membuat wajah kaget dengan harapannya yang hancur lebur. Dia pikir, mereka akan mendapatkan semua hasil dari penaklukan dungeon. Dan itu membuat dia bersemangat, sampai dia bermimpi menjadi salah satu orang terkaya di “Athera Kingdom’.
“T-Tunggu, jadi, semua hasil tambang yang kita ambil ini akan di ambil oleh guild, begitu?”
“Kemungkinan saja. Di lihat dari keadaan kerajaan saat ini, kemungkinan ini bisa membuat ekonomi kerajaan naik dan lebih bisa membangun kerajaan yang jauh lebih baik.”
Penjelasan Jell begitu luas dan Mai yang mendengarkan tidak bisa memikirkan itu. Mimpinya hilang. Semua hilang.
“Apa-apaan itu! Aku tidak mau menyerahkannya. Akan aku gunakan sendiri. Jika mereka menginginkannya, ambil sendiri di dalam dungeon!”
Mai memberontak dan merajuk akan hancurnya mimpi indahnya.
“Kencan dengan Jell gagal karena ulah elf dada besar itu. Dan sekarang semua kekayaan ini akan di ambil juga? Apa-apaan itu! Aku tidak bisa menerimanya.”
Mai mebuka isi hatinya yang sudah di permainkan oleh Yinn selama ini, dan itu semua telah dia keluarkan segalanya. Dia marah kepada Yinn yang dengan mudahnya menghancurkan mimpinya, Mai sudah tidak bisa memaafkannya.
Namun Jell yang melihatnya memberontak dengan marah-marah tidak jelas malah tertawa. Dia tertawa melihat ekspresi dan sikap marah Mai, dan menurut dia itu lucu.
“Yah~ tenang saja. Kita mendapatkan libur selama 1 bulan, dari libur seminggu kita yang di gunakan Yinn, dan di tambah juga libur istirahat dari penaklukan dungeon. Jadi kita bisa pergi mengelilingi kerajaan kapan saja bukan?”
Mai mendengarkan Jell dan dengan cepat wajah Mai berubah menjadi bersinar akan kebahagiaan.
“Benar juga ya! Kita bisa melakukan kencan selama sebulan. Dan apa yang lebih menyenangkan dari itu.”
“Tidak, kita tidak mungkin kencan selama sebulan penuh bukan.”
Jell memotong percakapan Mai yang sudah terlalu jauh. Namun Mai tidak mendengarkannya.
“Bukan hanya itu! Di saat libur ini bisa saja aku akan hami–!”
Sebelum mengeluarkan perkataan berbahaya, Jell dengan cepat memukul kepala Mai. Mai sudah tenggelam dalam hayakannya, hingga dia juga menginginkan alur seperti itu. Namun Jell tidak bisa membiarkannya.
Mai yang di pukul langsung pingsan. Namun, walaupun dalam keadaan pingsan, dia tetap bermuka encer dengan wajah yang merah. Apa dia memimpikan sesuatu yang merepotkan? Adalah apa yang Jell pikirkan saat ini.
Dan mulai hari ini, perjalanan Jell dan Mai di mulai.
***
__ADS_1