
Pulang dari berwisata, besoknya Jell harus melalukan pekerjaannya sebagai seorang Raja.
Rin memberitahunya, salah satu dari kegiatan yang harus Raja lakukan setelah pelantikannya adalah, dia harus menyapa pemimpi negara tetangga.
Jell sedikit bingung terhadap hal itu, dia berpikir apa itu adalah hal yang salah ataupun benar, apa kami menerima perlindungan. Di tambah lagi, beberapa kerajaan Utara terlihat jelas mengincar negara Athera.
Tapi dengan penjelasan Rin, yaitu hal ini merupakan bagian dari tradisi yang sudah di lakukan lebih dari ratusan tahun. Dengan begitu, seharusnya untuk kali ini negara-negara tersebut tidak akan melakukan hal macam-macam.
Jell mengerti dan menanyakan tentang detail kerajaan yang akan di kunjungi. Mengambil daftar dari atas meja kerjanya, Jell membacanya dengan cermat.
Dia penasaran ada berapa banyak negara yang benar-benar terdaftar sebagai negara tetangga Athera.
Di dunia ini, yang namanya tetangga hanya sebatas bersebelahan saja. Dengan itu Jell berpikir apa peraturan negara juga sama seperti itu.
Dan terlihat dari daftar yang Rin berikan, terlihat ada 4 negara yang di cap sebagai tetangga kerajaan Athera.
Pertama, kerajaan Bahmund. Kerajaan ini di kenal sebagai kerajaan yang cukup Makmur dari beberapa negara Utara.
Negara ini memiliki militer yang cukup kuat dan memiliki sumber daya utama pada bidang bahan tambang.
Alasannya negara ini berada di sebelah gunung besar yang memisahkan kerajaan Athera dan Bahmund.
Kedua, kerajaan Mintis. Kerajaan ini di isukan mengalami berbagai masalah selama 3 bulan terakhir, yaitu adanya kudeta terhadap Raja yang saat ini sedang menjabat.
Negara ini tidak terlalu terbuka terhadap negara lain, dan untuk memasuki negara ini harus memiliki izin khusus.
Ketiga, Neraida City. Atau di kenal dengan nama Kerajaan Elf.
Seperi namanya, kerajaan ini adalah kerajaan Elf, akan tetapi walaupun mereka adalah ras yang berbeda dengan manusia, mereka sangat terbuka. Bahkan lebih terbuka dari pada Kerajaan Mintis.
Yinn sang ketua guild berasal dari negara ini.
Keempat, kekaisaran Utara, atau di kenal sebagai kekaisaran Antitum.
Kekaisaran yang di kenal dengan pemerintahnya yang berpusat pada kekuatan. Mereka sangat ditakuti oleh banyak negara, dan bahkan kekuatan militer mereka jauh lebih unggul dari pada Athera.
Dan mereka menjadi negara terkuat di Utara, dan ketiga di dunia.
...
Begitulah daftar negara-negara yang akan di kunjungi oleh Jell.
(Negara terkuat, Kekaisaran. Negara terbesar, Athera. Aku penasaran bagaimana jika keduanya saling bertarung. Sepertinya menarik.)
Entah apa yang di pikiran oleh Jell untuk memikirkan tentang perang melawan kekaisaran.
Rin yang menyadarinya tentu merasa bahwa Jell saat ini sedang memikirkan sesuatu yang tidak baik.
“Kenapa kau senyum-senyum begitu?”
“Ah, tidak.”
Dengan begitu jadwal Jell akan mulai penuh dengan pekerjaannya sebagai seorang Raja.
***
Keesokan harinya, seperti yang sudah di jadwalkan kemarin. Rin entah sejak kapan sudah mengirim undangan ke negara yang akan mereka kunjungi, negara pertama adalah Kerajaan Bahmund.
Rin mengatakan kepadanya bahwa mereka sudah bisa berangkat siang ini dan akan sampai besoknya.
Akan memakan waktu sekitar 8 jam untuk pergi ke Kerajaan Bahmund, itu karena kerajaan ini terletak di tempat yang agak jauh dari bagian ibu kota kerajaan. Jadi itu akan memakan waktu.
Yang pergi untuk mengunjungi kerajaan Bahmund adalah, Jell, Mai, Emma dan Rin. Mereka berempat yang akan bersama Jell.
Awalnya Rin ingin menggunakan beberapa penjaga untuk perjalanan ini, akan tetapi itu di tolak oleh Jell.
Karena ini adalah kunjungan untuk mempererat hubungan antara kedua negara, maka jika membawa penjaga Jell merasa tidak sopan kepada mereka. Kepercayaan adalah kunci utama untuk mempererat hubungan.
Lagi pula ini adalah pertemuan rahasia antara kedua negara, dan jika mereka membawa banyak penjaga maka itu akan menarik perhatian.
Emma untuk kunjungan ini dia memaksakan untuk pergi. Dia mengatakan bahwa dia tidak ingin menjadi orang yang hanya bersantai di belakang kedua kakaknya, oleh karena itu dia ingin berguna walaupun hanya sedikit.
Jell tentu sangat senang dengan perkataannya, tanpa penolakan Emma di izinkan untuk ikut.
Saat ini dapat di lihat wajah bahagianya yang untuk pertama kalinya dia pergi ke negara Bahmund. Dia di pangku oleh Mai, dan keduanya tampak sangat senang dengan kunjungan ini.
“Rin, apa ada lagi yang harus akau ketahui tentang Kerajaan Bahmund?”
“An, untuk itu, ya. Banar, katanya Raja saat ini sangat menyukai oleh-oleh. Apa lagi jika itu adalah sebuah manisan.”
Mendengar itu Jell merasa kesannya terhadap Raja Bahmund sedikit berubah. Dia pikir mungkin Raja adalah orang yang tegas dan keras. Karena dia mengira bahwa sosok seperti itu sangat cocok dengan ciri-ciri negara Bahmund.
“Seperi anak-anak.”
“Oi.”
Tidak memiliki rem sama sekali, dengan lancangnya Mai mengatakan bahwa sikap Raja seperti anak-anak. Tapi tidak dapat membantahnya, Jell juga berpikir begitu.
“Mai, ingat. Jangan katakan itu pada Raja, loh.”
“Apa, aku tidak bodoh sampai melakukan itu.”
Untuk memperingati Mai yang bisa saja lepas kendali seperti tadi, Rin menegurnya dengan keras.
Tapi Mai tentu bukanlah anak-anak, dia bisa menjaga sikapnya dengan situasi yang sedang terjadi.
Perjalanan masih setengah jalan untuk sampai ke tujuan, saat ini mereka berada di dataran yang tidak memiliki pemerintahan. Tempat ini ada di perbatasan antara kerajaan Athera dan kerajaan Bahmund.
Mai yang penasaran dengan apa yang ada di tempat ini memutuskan untuk berkeliling sebentar.
Dia penasaran apa yang bisa dia dapatkan di tempat yang sama sekali tidak terikat pemerintahan dan bagaimana tempat ini berkembang.
Mereka saat ini ada di sebuah kota kecil, sama seperti yang di katakan sebelumnya, tempat ini merupakan satu dari banyak tempat yang menyatakan mereka tidak ingin terikat dengan pemerintahan manapun, dan memutuskan untuk hidup sendiri.
Tapi walaupun mereka menolak pemerintahan, pada dasarnya mereka tetap memiliki hubungan dengan kerajaan tetangganya. Mereka juga memiliki hubungan dengan Athara melalui jalur perdagangan.
Penginapan yang mereka berikan cukup nyaman, dan entah kapan Mai dan Rin tiba-tiba datang bersamaan.
Keduanya sepetinya keluar bersama, dan Jell sedikit terkejut dengan Rin yang bisa memasang senyum seperti itu bersama dengan Mai.
“Kalian berdua dari mana saja?”
“Yo, Jell. Kau pasti tidak akan tau apa yang aku temukan.”
“Ohh, apa itu.”
Terlihat dengan jelas salah satu tangan Mai sedang memegang sebuah kantong, dan dia menunjukan apa yang dia katakan tadi.
Itu adalah sebuah pisau masak. Jika di lihat secara biasa maka hanya akan terlihat sebuah pisau biasa, tapi jika di lihat dengan pemancar mana maka akan terlihat perbedaannya.
“Ohh, ini pisau yang luar biasa.”
“Benar bukan. Ini hanyalah pisau dapur biasa dan di jual dengan harga murah. Aku terkejut saat melihatnya, padahal barang ini memiliki harga tiga kali lipat, dan lagi ini lebih bagus dari pada yang di jual di kerajaan.”
“Eh, jadi itu yang ingin kau sampaikan?”
“Nn!”
Keduanya masih memandangi pisau itu dengan rasa kagum. Emma yang selalu memperhatikan kedua kakaknya merasa sedikit mengerti dengan percakapan keduanya tadi, dan entah kenapa Rin terlihat tidak mengerti sama sekali.
“Oh, aku sedikit mengerti.”
Emma mengangkat tangannya, dan mengatakan bahwa dia bisa mencermati arti percakapan keduanya.
Jell yang melihat Emma yang semakin berkembang, mengusap kepalanya sebagai pujian.
“Apa-apaan dengan pisau itu, masih lebih bagus yang di istana, bukan?”
Tapi Rin terlihat sedikit jengkel dengan sikap mereka yang terlalu berlebihan hanya dengan pisau biasa seperti ini.
Tapi hal yang Jell dan Mai maksud bukan itu, dan Rin tidak dapat menerima informasi itu.
“Rin onee-chan, apa kau tidak mengerti apa yang onee-chan dan onii-chan, katakan?”
Mendapatkan pertanyaan itu dari anak kecil, Rin sedikit bingung saat menjawabnya.
“Ah, tentu. Itu kan, tentang kualitas, bukan?”
Jawaban di berikan, pandangan Emma terhadap Rin sangatlah tinggi, dia mengidolakan sosoknya karena sikapnya yang tenang dan cantik.
Tapi saat ini sosok itu seketika hilang dari pandangannya.
Jell yang melihat itu merasa sedikit kasihan terhadap Emma yang di khianati, menepuk bahu Mai, Jell ingin dia yang menjelaskan.
Mai tentu saja mau, jika dia melakukan itu tentu terlihat bahwa dirinya jauh lebih pintar dari Rin.
“Artinya adalah, kita bisa memanfaatkan mereka.”
__ADS_1
“Memanfaatkan? Bagaimana caranya. Mereka adalah wilayah bebas, loh.”
Mai dengan wajah bangga, dia mengangkat dagunya melihat betapa bodohnya Rin. Dengan tenang dia mengatakan cara mereka untuk memanfaatkan mereka.
“Tentu saja, kita akan menjajah mereka.”
“Jangan asal ngomong.”
Mengatakan itu, Mai langsung mendapatkan hadiah berupa pukulan di kepalanya. Untuk menjelaskan caranya, Jell mengatakannya kepada Rin.
Jell ingin melalukan kerja sama. Dalam kesepakatan itu kedua pihak akan mendapatkan keuntungan mereka masing-masing.
Jell ingin mereka untuk menyediakan pisau berkualitas yang akan mereka jual di kerajaan, dan untuk mereka Jell menjanjikan perlindungan. Perlindungan yang di berikan berupa, keamanan menuju Athera, membantu ketika mereka berperang, dan akan menerima pengungsian.
Dengan begitu kesepakatan antara kedua pihak telah di sepakati. Tanda tangan keduanya telah tertera di lembaran perjanjian, dan kini duanya telah resmi menjalani hubungan perdagangan.
***
Paginya setelah mereka menginap, mereka memutuskan untuk langsung melanjutkan perjalanan menuju kerajaan Bahmund.
Perjalanan akan memakan waktu kurang dari 3 jam, maka mereka harus berangkat sangat pagi untuk bisa tepat waktu.
Tiga jam telah berlalu, kini mereka telah sampai di kerajaan tetangga mereka, kerajaan Bahmund.
Kerajaan Bahmund tidak cukup besar, mereka hanyalah kerajaan yang menggunakan gunung sebagai negara mereka. Terdapat goa besar yang menjadi media mereka untuk membangun kerajaan.
Di katakan bahwa kerajaan ini merupakan kerajaan yang sangat ahli dalam bidang tambang dan memiliki cadangan tambang paling banyak di dunia. Dan oleh karena itu, membangun hubungan baik dengan kerajaan ini merupakan hal wajib.
Kereta yang di naiki Jell dan rombongan telah sampai di gerbang kerajaan. Karena kerajaan ini menggunakan goa sebagai medianya maka sudah pasti mereka tidak memiliki desa ataupun distrik yang terdapat di luar gerbang istana, seperti yang di lakukan Athera.
Memasuki kerajaan, dapat di lihat ada banyak bangunan yang memenuhi seluruh tempat. Bukan hanya di tanah, bangunan juga mencapai langit-langit goa.
Jell yang melihatnya tidak bisa untuk tidak merasa kagum, dia tidak pernah melihat sesuatu yang seperi ini.
Jalan utama yang membentang lurus dan ada di sebelahnya ada banyak bangunan yang sepertinya merupakan sebuah toko, bukan hanya itu, bangunan yang menempel di langit-langit juga merupakan sebuah toko.
Bangunan antar bangunan di sambungkan satu persatu membentuk satu bangunan yang kokoh, dan ada beberapa jembatan gantung yang di sediakan untuk menyeberang.
Terlalu asik dengan pemandangan itu, tanpa disadari mereka telah sampai di sebuah istana.
Terlihat di depan pintu istana tersebut ada seorang pria yang kisaran umur 30 tahun, sedang berdiri menatap mereka.
Jelas sekali pria itu bukan pria biasa, itu dapat di lihat dari pakaiannya. Dia adalah Raja kerajaan Bahmund.
Karpet berwarna putih terurai dari atas hingga bawah. Di ikuti dengan beberapa ksatria yang turun dan menyambut mereka. Dan salah satu dari mereka berseru untuk memperkenalkan Jell dan kelompoknya.
“Telah sampai, Raja Athera, Jell Kiyomizu-sama. Dan di ikuti dengan para kunjungan lainnya!”
Bersalaman dengan Raja Bahmund, mereka lanjutkan untuk makan bersama di aula makan.
Selesai makan, perbincangan antara kedua Raja tentu terjadi. Tapi apa yang tidak di pikirkan oleh Raja Amun adalah, bahwa Jell lah yang memulai percakapan mereka.
Nama Raja kerajaan Bahmund adalah Raja Amun. Dia sangat baik dan seperti yang Rin katakan saat di kereta, dia sangat menyukai oleh-oleh yang Jell berikan kepadanya. Bagi Jell, dia orang yang menarik.
Untuk oleh-oleh, Jell memberikannya sebuah Long Sword. Pedang itu adalah pedang sihir yang memiliki kekuatan terkuat di Athera untuk saat ini.
Mendapat barang yang bagus seperti itu tentu Raja Amun terlihat sangat senang, di lanjut akan dengan berbagai pembahasan lain. Keduanya terlihat akrab untuk seorang Raja muda dan Raja senior.
Rin tidak bisa untuk tidak kagum saat melihat Jell yang bisa dengan mudah akrab dengan Raja Amun.
Bagi Rin yang sudah pernah bertemu dengan Raja Amun, dia sama sekali tidak menyangkah bahwa Jell bisa akrab dengan beliau sangat cepat.
“Yah, aku tidak bisa habis pikir bahwa seorang Raja adalah bocah umur 17 tahun.”
“Haha, terima kasih atas pujiannya. Amun-san.”
Untuk memasuki pembahasan utama, kedua Raja ini sudah saling membahas beberapa hal yang spesifik.
“Hahaha, menarik, kau sangat menarik. Raja Athera, Jell. Aku ingin kedepannya kerajaan kita bisa berteman baik.”
“Ah, tentu saja, Amun-san. Tapi, saya ingin di hubungan kita ada beberapa hal yang saya ingin Anda jaminankan kepadaku.”
“Jamiman? Katakan.”
Mendengar kata itu, senyum muncul di wajah Jell.
“Apa Anda tahu tentang daerah yang mengajukan dirinya sebagai daerah bebas pemerintahan?”
“Oh, maksudmu daerah Not Kingdom.”
“Benar. Aku ingin Anda tidak menyentuh daerah itu, bagaimana?”
“Aku tidak tahu apa yang ingin kau lakukan, tapi aku tidak pernah berniat untuk menyentuh mereka.”
Jawaban di berikan, wajah Jell tersenyum lebar dan bahagia mendengarkannya.
Dengan begitu pertemuan kedua kerajaan ini telah selesai, dan mereka bergegas untuk segera pulang.
Mengetahui hal itu tentu membuat Raja Amun menjadi tidak enak akan hal itu, dia berniat untuk memberikan Jell dan kelompoknya untuk tinggal sehari di istana.
Tapi Jell menolaknya dengan sopan, dengan memberikan beberapa alasan logis.
Kini mereka harus melakukan perjalanan selama 8 jam lagi untuk sampai ke rumah.
“Jell, kenapa kau menolak permintaan itu? Padahal aku ingin melakukan banyak hal di negara itu.”
Jell yang saat ini sedang memangku Emma, dia mengatakan alasannya kepada Mai.
“Kau berencana untuk menyelidiki kerajaan itu lebih dalam bukan?”
“Ah, memang begitu.”
“Itu tidak perlu.”
“Apa?”
Memandang jendela dan melihat kerajaan Bahmund mulai menghilang dari cakrawala, Jell kemudian menjawab pertanyaan Mai.
“Informasi yang kita ketahui sudah sempurna.”
“Lengkap?”
“Ah, negara itu sama sekali tidak menyembunyikan apapun, benar-benar bodoh.”
Jell menjelaskan semua yang dia ketahui, yaitu tentang seberapa bodohnya kerajaan itu.
Kerajaan Bahmund memiliki kekayaan yang sangat melimpah dengan cadangan tambang mereka yang sangat besar. Tapi seharusnya untuk mendapatkan informasi yang kasar seperti itu seharusnya tidak bisa langsung di percayai.
Sama seperti beberapa negara yang ingin selalu terlihat indah di depan publik, dan pada kenyataannya negara tersebut ternyata adalah negara busuk.
Tapi hal ini tidak berlaku untuk kerajaan Bahmund. Kerajaan itu telah menyebarkan semua informasi mereka ke publik tanpa menyembunyikan sesuatu.
Dan oleh karena itu tidak perlu lagi untuk berlama-lama di kerajaan itu, karena informasi yang mereka dapatkan sudah lebih dari cukup.
“Kalau gitu, bagaimana jajah mereka? Dengan begitu semua hasil tambangnya akan menjadi milik kita.”
“Ahh, aku juga memikirkan hal yang sama.”
Keduanya tanpa rasa bersalah atas apa yang mereka pikirkan, Jell dan Mai hanyut dalam keserakahan. Tapi dengan satu pukulan tinju yang tepat mengenai kepala Jell, mengakhirinya.
“Sudah jelas tidak boleh, bodoh!”
***
Di hari berikutnya, Jell dan Mai sekarang sedang berada di kantor. Untuk hari ini mereka tidak memiliki jadwal yang padat dan memiliki banyak waktu luang, oleh karena itu Jell dan Mai memutuskan untuk sedikit membahas langkah mereka selanjutnya.
“Ahh, tidak aku sangka kalau aku menjadi seorang Raja.”
Menyerahkan seluruh tubuhnya di kursi yang empuk, Jell tidak memiliki kekuatan lagi untuk mengangkat tubuhnya. Mai berada di sampingnya dengan santai memainkan pipi Jell dengan mencoleknya.
“Mau bagaimana lagi, nikmati saja.”
Meluruskan tubuhnya, Jell duduk sambil menatap Mai dengan tatapan tajam.
“Bagaimana aku bisa menikmati ini, bukan. Bagaimana jika ini sudah di rencanakan oleh orang itu. Soal aku menjadi Raja.”
Mai memikirkan apa yang coba Jell katakan, tapi dia tidak mau memikirkan hal rumit dan menjawabnya dengan jawaban yang amat sangat bodoh.
“Kalau begitu nikmati saja.”
Jell berdiri dan pergi ke arah kursi di mejanya, dengan pose duduk yang serius Jell mengubah topik untuk membahas hal lain yang saat ini sedang dia pikirkan.
Wajah Jell terlihat sedikit murung, dia memandang kosong di ruangan kantor. Mai yang melihatnya hanya menghela nafas panjang, dan pergi ke arah Jell.
Berputar di meja, dan berhenti di depan Jell. Duduk di atas mejanya, Mai sedang menggodanya dengan posisinya yang berbahaya.
Tapi jika itu orang lain sudah pasti akan lepas kendali melihat apa yang Mai lakukan, tapi ini adalah Jell. Menggunakan jarinya, dia menjentikkan kepala Mai.
__ADS_1
“Apa yang kau lakukan?”
Mengelus-elus dahinya, Mai terlihat kesakitan dengan sedikit air mata di ujung matanya.
“Aku pikir kau ingin aku melakukan itu. Apa jangan-jangan, kau ingin aku menunjukkannya di sini? Ah, tidak boleh. Jell, kalau kau melakukan itu...”
Jell yang sedang stres di permainkan oleh Mai, nadi muncul di kepalanya, menggunakan tinjunya Jell menunjukan keseriusannya.
“Ah, maaf. Cuma bercanda. Maaf.”
“Hah~”
Untuk saat ini Jell hanya bisa sabar menghadapi sikap Mai. Jell pikir di saat Mai mengetahui tentang seberapa seriusnya situasi mereka saat ini, Mai akan berubah menjadi wanita yang sedikit lebih dewasa.
Tapi dia salah besar, gadis ini sudah tidak bisa di tolong, ucap Jell dalam hati.
Jell mengangkat dagu Mai. Mai yang kaget karena di perlakukan tiba-tiba seperti itu membuat dirinya tidak bisa mengendalikan tubuhnya.
Wajah mereka sangat dekat, dan wajah Mai tidak bisa berbohong di situasi saat ini, wajahnya sangat merah.
Wajah keduanya yang semakin mendekat.
Dook! (Pintu yang di buka dengan keras)
“Jell, ada yang ingin aku bahas mengenai kerajaan selanjut—”
Tiba-tiba saja dari pintu yang di buka dengan kasar, terlihat Rin yang Sedang membawa banyak tumpukan kertas dan buku yang akan dia sampaikan kepada Jell.
Tapi hal itu tiba-tiba berubah saat dia melihat apa yang sedang mereka lakukan.
Dia terdiam dan tidak tau harus berbuat apa. Ekspresinya sulit, dia tidak tau apa arti dari samua ini, tapi.
“A-Apa yang kalian lakukan!”
Tamparan keras pun terlempar di pipi Jell meninggalkan bekas tangan yang merah.
***
Malam indah di kerajaan Athera. Semua pemandangan dapat terlihat dari sini, dari atas menara tertinggi di istana.
Duduk dan menikmati indahnya malam, di hiasi dengan warna-warna hijau kebiruan yang di hasilkan Bright Crystal.
Hanya untuk saat ini, suasana hati Rin sedang babas dari semua hal yang dia pikirkan. Sudah berapa banyak beban yang dia tanggung, dia sampai tidak bisa lagi untuk mengingat berapa banyak yang dia lakukan untuk negeri ini.
“Haha, ini lucu. Bukannya aku lah yang terlihat seperti seorang Ratu dari pada dia.”
Dalam pikirannya tiba-tiba muncul sosok seseorang yang baru-baru ini dia kagumi, tapi untuk menyamai posisinya saja sudah seperi mustahil baginya. Dari semua hal, dia kalah dari dia, tapi untuk negeri ini dia akan melakukan apapun.
(Benar, ini semua demi negeri ini.)
Melakukan semua hal yang bahkan mustahil baginya, tapi dia tetap berusaha untuk tetap terlihat kuat.
Tapi apa yang dia dapat sama sekali tidak menghasilkan apa pun dari itu. Dia kalah dari seseorang yang kerjanya hanya sekedar tidur dan makan.
“Bukannya, aku jauh lebih baik dari pada dia. Tapi kenapa...”
Perasaan yang campur aduk di dadanya sudah tidak bisa dia bendung lagi, dia ingin menyerah untuk melakukan semua hal mustahil ini.
Dia ingin menyerah.
“Tapi, sosok seperi itu yang membuat kau terlihat anggun, loh-”
Suara kecil yang tiba-tiba muncul dari belakangnya, kaget dengan itu dia langsung melihat asal suaranya.
“Kak Rin.”
Sosok gadis kecil berusia 13 tahun, dengan piyama merah muda yang dia pakai, dia terlihat seperti seorang peri tidur yang sedang memberikan mimpi indah kepada orang-orang.
“Emma...?”
Berjalan menuju ke arahnya, Emma dengan membawa bantal besar favoritnya dia mendekati Rin.
Rin tidak tau apa yang sedang Emma lalukan di sini, tapi seharusnya tempat ini merupakan tempat yang hanya dia yang tau.
Tetapi Emma mengatakan bahwa dia sudah dari lama menemukan tempat ini.
Keduanya hanya diam memandang pemandangan malam yang indah, tidak ada dari salah satu dari mereka yang membuka percakapan. Atmosfernya sangat canggung.
“Hm? Kenapa wajah kakak terlihat sangat murung?”
“E-Eh, ti-tidak. Bukan apa-apa.”
Menutupi wajahnya yang terlihat murung, Rin membalikan kepalanya.
“Apa ini karena Kak Jell dan Kak Mai? Atau mungkin, hanya Kak Mai seorang?”
Mata Rin terbuka lebar, dadanya tiba-tiba terpukul kuat saat dia mendengar pertanyaan Emma. Rasa sakit yang dia rasakan, yang sejenak lama menghilang, kini dapat dia rasakan sekali lagi.
“Kakak tau, aku mencintai kak Jell.”
Kini dia tidak tau apa lagi yang dia rasakan sekarang. Dadanya tertekan sangat kuat, dia merasakan sesak yang amat menderita.
Matanya tidak bisa untuk tidak bergetar, kebenaran itu sangat menyakitkan baginya.
Sosok yang dia kagumi memanglah sangatlah jauh untuk mendekatinya, tapi ada sosok lain yang juga berdiri di depannya. Seorang anak usia 13 tahun ini jauh lebih hebat dari dirinya.
“Aku sangat mencintainya, sangat-sangat mencintainya. Dan suatu saat nanti, dia akan menjadi milikku.”
Kegelapan yang dia raskaan ini sudah tidak memiliki cahanya untuk bersinar. Dirinya tidak akan bisa mengalahkan kedua orang ini, sosok yang selalu ada untuknya. Aku, hanyalah seorang sekretaris.
Dalam dadanya Rin telah menyerah dari semua usahanya, saat ini dia akan menyerah.
“Tapi, itu tidak semudah membalikkan telapak tangan.”
Matanya terbuka, ada getaran yang berdetak di dadanya.
“Kak Jell sudah memiliki Kak Mai. Saat melihat mereka berdua aku selalu merasa ingin menjadi bagian dari dunia mereka itu, senyum yang mereka berikan, tawa yang mereka tawakan. Aku menginginkan itu juga. Tapi itu sangat sulit.”
(Benar, itu sangat sulit. Sulit sekali untuk memiliki semua itu, aku yang selama ini memimpinkannya, selalu ingin memiliki senyuman seperti itu juga. Tapi itu mustahil.)
“Tapi, aku tidak akan menyerah.”
(Apa? Tidak ingin menyerah? Apa kau bodoh. Sudah jelas itu mustahil, bukan. Kita tidak memiliki kesempatan. Jangan buat aku untuk berjuang.)
“Aku tidak akan kalah dari Kak Mai, mau dia sedekat apapun, mau mereka sudah melakukan hal apapun. Aku, tatap akan berjuang.”
(Hentikan, hentikan itu. Itu sama saja dengan membuatku berharap.)
“Aku tidak akan menyerah, karena aku mencintai Kak Jell. Dengan alasan itu, sudah cukup bagiku untuk tetap berjuang.”
“Itu tidak akan berjalan lancar!”
Mulutnya yang hanya diam membisu akhirinya mengeluarkan suaranya.
Terikan itu mewakili semua perasaannya selama ini. Seberapa banyak dia berjuang, seberala lama dia menunggu. Tapi, dia selalu saja tidak membuahkan hasil.
“Aku sudah berjuang untuk dirinya, menyediakan semua kebutuhannya, membantunya dalam bekerja, dan bahkan aku yang mengerjakan pekerjaannya. Tapi, aku tetap kalah dengan wanita bodoh itu. Hisk...”
(Eh, aku menangis? Rasa sakit ini, apa ini yang membuatku menangis? Sakit, ini sangat menyakitkan. Aku ingin mengeluarkan semua rasa sakit ini.)
“Aku berjuang sebanyak mungkin, aku tidak pernah sekalipun untuk tidak membantah atau membebaninya, aku bahakna selalu membersihkan ruangannya. Tapi tetap saja! Kenapa, katakan padaku apa perbedaan aku dengan wanita itu.”
Rin tidak bisa lagi untuk menutup isi hatinya, dia tidak bisa menahannya lagi, dia ingin mencurahkan semua rasa sakit itu di sini.
Emma yang melihat Rin yang berteriak seperti itu, membuatnya tersenyum tipis. Dia tidak pernah menyangkah kalau Rin sudah berjuang sebanyak ini. Sosok yang sangat hebat di matanya.
“Kakak tidak kalah, Kakak hanya kurang berjuang. Itu saja.”
“Ha...?”
“Dari yang aku dengar, kak Jell dan Kak Mai sudah saling kenal selama 10 tahun. Dan itu adalah waktu yang sangat lama.
Mereka selalu tersenyum satu sama lain, menyukai hal yang sama, humor yang sama, dan bahkan sifat mereka juga sama.
Mengetahui fakta itu, aku jadi berpikir. Ternyata semua usahaku tidaklah bisa menandingi Kak Mai.
Tapi walaupun mereka saling mencintai, Kak Jell juga mencintaiku. Dan itu merupakan hal yang tidak bisa di bantah siapapun.
Dari apa yang aku katakan, apa kakak mengerti?”
Emma berbicara panjang lebar, anak pendiam ini bisa bersuara sepanjang itu.
Rin yang sudah berjuang selama ini akhirinya sadar bahwa di bandingkan dengan Emma, dirinya juga jauh tertinggal.
Dia tidak ingin meninggalkannya, dia ingin terus bersama dengannya, menjadi salah satu dari orang yang dia cintai.
Karena aku mencintai Jell.
__ADS_1
***