BATTLE OR ALIVE

BATTLE OR ALIVE
Chapter 16 : Man In Gold Armor II


__ADS_3

Duel telah selesai, Jell dan Mai pergi menuju guild untuk menyelesaikan urusan mereka sebenarnya.


Memasuki guild, suasana hening dan tidak ada yang membuka suara saat Jell dan Mai masuk. Bagaikan ada yang menyuruh mereka diam, semua orang di sana diam dan memandangi mereka berdua.


Walaupun suasana tenang dan penuh dengan tatapan, Jell sama sekali tidak merasa bahwa tatapan itu di tujukan karena kebencian, dan sebaliknya, tatapan mereka penuh dengan keceriaan dan hangat.


Berjalan di antara kerumunan orang yang menyingkir untuk memberikan mereka jalan, tapat di depan mereka ada Yinn yang berdiri di depan counter. Jell yang melihatnya segera menemuinya dan bermaksud untuk memberi taunya tentang penyelesaian dungeon yang mereka lakukan. Namun, dalam kesempatan itu Yinn berseru dan suaranya memenuhi seluruh bangunan guild.


“Baiklah, sepertinya mereka telah datang ... Pertama, biarkan kami dari pihak guild mengucapkan terima kasih. Dengan di kalahkannya Lhava yang di juluki sebagai orang paling kuat di guild, maka dengan itu ancaman dan ketenangan guild kini telah tiada.”


Semua orang mendengar seruan Yinn, dan dengan serentak mereka bertepuk tangan dan berteriak dengan penuh kesenangan. Bagaikan mereka telah bebas dari penjajah, mereka berseru tepat setelah Yinn mengatakan tentang Jell yang mengalahkan Lhava dalam duel.


“Dan satu hal lagi yang akan kami sampaikan. Kita ucapkan selamat kepada petualang Jell dan Mai, yang telah menyelesaikan quest dengan level S, yaitu menyelesaikan dan menyelusuri dungeon yang muncul di ‘Tree Kaze’. Dan oleh karena itu, sebagai penghargaan atas kerja keras kalian, petualang Jell dan petualang Mai. Kalian telah resmi menjadi petualang dengan rank hitam (Black).”


Menjadi petualang dengan rank hitam tidak lebih dari dua bulan, menjadi suatu pencapaian terbesar yang pernah di catat. Dengan kenaikan itu juga membuat semua orang yang berada di dalam gedung guild menjadi bersorak dengan semangat.


Ucapan selamat datang dari mereka. Bagaikan pandangan dingin mereka selama ini adalah bohong, membuat Jell dan Mai sulit untuk memahami dan merasa canggung dengan sorakan yang sangat meriah ini.


Dengan keramaian yang terjadi di guild, para panitia guild tetap tidak luput dari tugas mereka. Mereka memastikan dan membuka isi tas yang di bawa oleh Jell dan Mai, sebagai bukti dari penaklukan dungeon.


Di bukanya tas besar itu, dan apa yang mereka saksikan adalah sebuah kejutan dan sesuatu yang sangat mustahil. 30 kg kristal sihir berada di dalam tas.


Semua orang yang tadinya sudah akan memulai pesta seketika terdiam dengan teriakan salah satu panitia yang memeriksa tas Jell dan Mai.


Semua orang terpana dan tidak percaya apa yang mereka lihat, begitu juga dengan Yinn yang hanya menatap tas penuh dengan kristal sihir.


“I-Ini beneran?”


Yinn melihat dan memastikan sendiri apa yang dia lihat. Memeriksa satu persatu bongkahan sebesar dua kepalan tangan, dan tetap tidak percaya dengan apa yang dia pegang.


“Ini kristal sihir kualitas terbaik yang pernah aku lihat. Bagaimana kalian berdua bisa mendapatkan harta karun sebanyak ini?”


Yin dengan semangat melihat dan menanyakan bagaimana caranya Jell dan Mai bisa mendapatkan kristal sihir dengan kualitas terbaik sebanyak ini. Jell yang menjawabnya memberitahu dia bagaimana dia mendapatkannya tanpa sedikitpun kebohongan di dalamnya.


Mendengarnya Yinn hanya membuat tatapan tanpa kata-kata. Dia dan orang-orang yang ada di situ semuanya hening mendengar semua kisah Jell tentang kristal sihir di dungeon yang sangat berlimpah bagaikan kelangkahan kristal itu hanyalah sebuah kebohongan.


Mendengarkan betapa kaya dungeon yang di ceritakan Jell, membuat para petualang menjadi bersemangat dan menjadi gila akan kekayaan yang semudah memetik daun di pohon. Namun semangat itu di hancurkan oleh Jell dengan perkataanya berikutnya.


“Walaupun begitu, tingkatkan monster di dalam dungeon bisa di katakan setingkat dengan rank A, bahkan bisa lebih. Kekuatan monster sampai membuat baju petualangku yang sebelumnya terbakar hangus, dan ada kondisi yang membuat aku dan Mai tidak bisa menggunakan job, jika menggunakn job maka kami berdua akan mati di telan oleh pasir. Dan masih banyak lagi, Ogre tinggi 16 meter, rombongan cacing raksasa tinggi 6 meter, cacing kolosal tinggi 20 meter dan gerombolan burung yang bisa meledakan rumah dengan sekali serangan.”


Jell menjelaskan tentang semua monster yang ada di dalam dungeon yang sudah dia dan Mai telusuri. Dan pandangan para petualang seketika pudar menjadi hitam dan putus asa.


Sama halnya dengan yang lain, Yinn juga mendengarkan cerita Jell dengan seksama, dan ekspresi yang di perlihatkan sepertinya tersenyum? Atau mungkin itu hanyalah kesalahan Jell.


“Baiklah, Jell-san dan Mai-san bisa ikut saya ke kantor?”


“Ah…”


Pergi meninggalkan gerombolan orang, Jell, Mai, dan Yinn pergi ke kantor. Sejenak Yinn membisikan sesuatu kepada salah satu karyawannya, dan lanjut pergi.


Sesampainya di kantor, seperti tidak ada sopan santun, Mai dengan gembira berlari di kantor Yinn yang luas, dan langsung berbaring dengan menjatuhkan seluruh tubuhnya di sofa yang berada di kantornya. Jell yang melihatnya bagaikan seorang ibu yang memarahi anaknya yang tidak sopan saat bertamu ke rumah orang. Yinn hanya tersenyum manis melihat kelakukan mereka berdua, bagaikan dia merasa rindu tidak melihat pemandangan ini.


Duduk dan Yinn mengatakan pembicaraan yang ingin dia katakan, yang tidak ingin ada orang lain mengetahuinya.


“Baiklah, karena kondisi Mai-san yang tampaknya sudah kecapean, aku akan mengatakannya langsung ke intinya. Jell-san dan Mai-san, kalian akan mendapatkan 75% hasil dari seluruh hasil quest kali ini. Tentu saja hadiah utama quest akan di berikan juga, jadi perjanjian tidak akan batal.”


Jell mendengarkan dan hanya menatapnya dengan terpaku. Dia bisa mendapatkan 75% dari hasil quest, dan upah quest. Dan itu adalah 75% kristal sihir dan 75% upah utama quest penaklukan ini. (Hadiah ques untuk penaklukan dungeon ini adalah 80.000 Rumiah.) dan jika di totalkan bisa membuat Jell dan Mai bisa menandingi total kekayaan seorang bangsawan.


[Sebagai tambahan, ini adalah sistem keuangan dari guild di dunia ini.


A. Sistem keuangan Guild yaitu.




Guild akan menyiapkan petualang dengan tingkat yang bervariasi, mulai dari Rocky hingga Black.




Akan ada oarang yang memesan para petualang, untuk melakukan pekerjaan. Pekerjaan mulai dari hal sepele, seperti melakukan bersih-bersih, menangkap ikan, dan sebagainya. Dan juga pekerjaan sulit. Pekerjaan sulit memiliki beberapa tingkat kesulitan. Mulai dari Lv.D-SSS. Dan penerimaan quest juga akan di terapkan dengan level tersebut.




Biaya quest akan di sediakan pemesan, dan akan di berikan ke guild. Dari hasil penerimaan quest itu, Guild akan mengambil 40% hasil dari pendapatan sang petualang.




B. Penghasilan seorang petualang juga di bagi dari beberapa tingkat, yaitu.



Rocky akan mendapatkan pemotongan 40%


Bronze -35%


White -33%


Yellow -30%


Red -28%


Balck -25%



Kurang lebih begitulah sistem keuangan guild di dunia ini. Dan ada juga beberapa peraturan mengenai pendapatan seorang petualang juga di sesuaikan dari daerah atau kerajaan masing-masing.]


***


Dan tambahan, jika suatu guild memiliki popularitas tinggi. Maka pemesanan dan petualang akan lebih banyak. Dan ini akan menguntungkan guild. Dan bukan hanya mendapatkan penghasilan dari biaya quest, guild juga akan mendapatkan penghasilan dari kerajaan, jumlah pendapatan juga di bagi dari seberapa populer guild tersebut.


Akan tetapi Jell masih belum mengerti dengan apa yang di katakan oleh Yinn. Melihat dari pemotongan yang dia dapatkan, sepetinya dia sudah langsung resmi mejadi petualang dengan rank black saat ini juga.


“Tapi, Yinn-san apa yang kau katakan sebenarnya. Kami mendapatkan hadiah sebanyak itu, tapi bukankah dengan adanya kristal sihir sebanyak itu, bisa membuat popularitas guild naik? Dan lebih dari itu, dengan uang sebanyak itu kau bisa merenovasi guild, atau melakukan hal lain.”


Jell menanyakan sesuatu dengan apa yang dapat dia pikirkan jika dia manjadi ketua guild yang mendapatkan uang sebanyak itu dalam sekejap. Tapi, Yinn sepertinya tidak menginginkan itu. Apa ada yang lebih dari itu? Adalah apa yang Jell pikirkan saat ini.


Dan bukan hanya Jell yang menolak, Mai yang berbaring di sofa sebelah lain dari sofa mereka, juga menambahkan keberatannya.


“Yinn-san, bukannya itu kau sama saja meng-emaskan kami berdua? Dan bagaimana jika petualang lain mengetahui ini, bagaimana menteri mengetahui ini, bagaimana kerajaan mengetahui ini, bagaimana jika Raja mengetahui ini?! Dan hal terburuk yang akan terjadi jika itu terjadi, kau akan di hukum, dan kami berdua juga akan di hukum … Kau tahu, aku membencimu karena selalu membawa aku dan Jell dalam masalah besar.”

__ADS_1


Yinn mendengarkan perkataan Mai dan dia hanya mengatakan sebuah kata “Ara? Apakah aku seperti itu?” yang membuat Mai kesal. Namun Yinn memperbaiki postur tubuhnya dan membuat kesan sangat berwibawa.


“Benar, aku melakukan ini mungkin karena aku meng-emaskan kalian berdua. Tapi aku memiliki hak untuk memberikan hadiah sebegitu besar kepada kalian. Kalian telah melakukan penaklukan dengeon secara tiba-tiba dan tingkatan dungeon itu tidak di ketahui, dan aku hanya bisa menyimpulkan bahwa itu memiliki level setara dengan level S.”


“Tapi itu tidak ada hubungannya dengan hadiah yang sebegitu banyak.” Mai membantah dan mulai serius berbicara.


“Benar. Tapi hadiah itu sama dengan kesepakatan kita saat itu bukan? Untuk menjadikan kalian petualang terkuat. Di guild ini Lhava adalah petualang terkuat, dan guild memberikan berbagai macam penghargaan kepadanya. Kami menghabiskan jutaan Rumiah dalam sebulan hanya untuk memenuhi keinginan dari orang itu. Dan dengan berakhirnya masa kejayaan Lhava, maka sekarang kalian berdua lah yang akan menjadi anak emasku, bukan, tapi anak emas guild. Dan karena itu, untuk memberi kalian hadiah itu adalah kewajiban kami.”


Yinn menjelaskan semua alasan yang sangat jelas. Benar, dan Jell merasa bahwa perkataan Yinn tidak mengandung kebohongan. Itu di karenakan saat Jell melakukan duel dengan Lhava, pedang yang Lhava gunakan memiliki energi sihir yang luar biasa, jika di perkirakan harganya bisa mencapai 1 juta Rumiah. Dan bukan hanya itu, pakaian yang di gunakan oleh para wanita itu bukanlah pakaian murah, sama halnya dengan pakaian petualang Lhava, yang bisa saja mencapai 2 juta rumiah.


Keputusan di ambil, Jell dan Mai mendapatkan apa yang telah menjadi milik mereka, menjadi kaya mendadak adalah apa yang bisa di katakan kepada mereka berdua.


***


Berjalan di lorong setelah keluar dari kantor Yinn, Jell dan Mai berkeinginan untuk langsung pulang dan tidur untuk mengistirahatkan tubuh mereka. Namun apa yang berada di depan mereka adalah Lhava yang sedang menunggu di situ.


Jell memperhatikannya dan begitu pula Lhava yang sedari tadi menunggu.


“Yo, kau akhirnya datang.”


Lhava yang menyapa Jell duluan, namun berbeda dengan sapaan seperti biasa yang di lakukan Lhava, kali ini dia sedikit lebih sopan. Jell yang memperhatikan hal itu tidak percaya dengan sikapnya, namun Jell tetap menanggapi sapaan orang itu.


Tampaknya ada hal yang ingin dia sampaikan, apa mungkin dia tidak menerima kekalahan? Jell tidak bisa menebak apa yang ingin dia sampaikan.


“Ahh, jadi, ada apa sampai kau menunggu di sini?”


“Ha?!”


Jell yang menanyakan alasan dia menunggu Jell di jawab dengan teriakan dan rasa kesal Lhava, dia secara naluri langsung mengangkat suaranya. Jell yang di teriaki membuat wajah suram dan mencekam kepada Lhava.


“Kau bodoh? Aku kesini untuk membayar hasil duel tadi.”


“Eh~?”


Jell malu dengan apa yang dia lakukan, dia melupakan hal yang penting dari duel mereka tadi, yaitu hasil taruhan. Seperti yang di katakan sebelumnya, taruhan yang di inginkan Lhava adalah Mai, dan keinginan Jell adalah... (Apakah dia meminta sesuatu saat duel?)


“Jadi sesuai ikrar, aku kalah dan aku akan memberikan pedang ini.”


“Aku menolak.”


“Ha?”


Jell menolak hasil taruhan duel yang membuat Lhava sekali lagi mengeluarkan kebingungannya.


“Apa yang kau katakan, kau tidak mau mengambil hasil duel."


“Tidak, habisnya hasil duel yang kau berikan itu salah.”


“Ha?! Apa yang kau katakan. Sudah jelas kau menginginkan pedang ini bukan, bocah. Lagi pula kau tidak bisa mengambil apapun dari hasil yang tidak di pertaruhkan dalam ikrar, apa kau bodoh?”


Sekali lagi dari sekian banyak teriakan Lhava, dia kali ini mengangkat suara yang membuat seluruh guild memandangi mereka. Itu wajar saja, itu karena Jell ingin mengambil barang yang tidak di pertaruhkan.


“Kau yang bodoh. Sejak kapan aku menginginkan pedang itu, lagi pula bukankah kau yang menginginkan pedang milikku?”


“Tidak, sudah jelas kau ingin mengambil pedang ini bukan. Lagi pula kau tidak bisa mengambil hal lain.”


“Hah… Kau benar-benar bodoh ya. Sejak awal aku tidak pernah memberikan taruhan.”


“Sudah kubilang kau bicara apa bocah! Kau melihat pedangku saat aku menambahkan taruhan, itulah kenyataan!”


Lhava mulai berteriak dan mulai terselimuti dengan amarah, itu karena kelakukan Jell yang menurutnya membuat pembicaraan bodoh dengan dia ingin mengambil hal lain selain pedang yang sudah di pertaruhkan.


“Ha…?”


Jell menanyakan pertanyaan, tapi pertanyaan itu bisa saja membuat orang-orang tidak mengerti apa yang dia maksud dengan “tidak merespon” itu membuat semua orang yang di sekelilingnya membuat wajah bingung. Namun hanya satu yang memahami perkataan Jell dan tentu saja dia bisa tau apa yang saat itu Jell lakukan saat pertaruah kedua terjadi, itu Mai.


“Tidak-tidak, kau tentu saja mere–”


Perkataan Lhava tidak sampai akhir dan terpotong dengan ingatan yang muncul di kepalanya, ingatan saat pertaruhan kedua di katakan.


Wajah Lhava seketika membuat ekspresi suram dan gelap, membuat para petualang yang di sekitarnya dapat merasakan amarahnya mereka mengangkat tubuh mereka dengan ketakutan. Tampaknya dia sudah sadar dengan perkataannya tidak jelas Jell, dan Jell sudah membuat ekspresi senyum yang menyeringai.


“Dari awal... Kau tidak mempertaruhkan apapun... Dalam pertaruhan kedua, hanya aku yang mengira kau meresponnya dengan pandangan itu... Jadi sejak awal, aku secara tidak sadar mempertaruhkan segalanya.”


Senyum menyeringai dengan intimidasi keluar dari wajah Jell. Lhava dapat melihatnya dan dia seketika merasakan sesuatu yang sangat menakutkan dari senyum itu, benar-benar sangat menakutkan, intimidasi yang Jell keluarkan dari senyumnya dapat langsung membuat Lhava jatuh dari keseimbangannya.


“Jadi kau sudah sadar. Benar. Sejak awal kaulah yang memulai mengambil taruhan tanpa mengetahui aku akan mengambil apa. Tatapi kau malah dengan seenaknya mengambil Mai di saat aku tidak mengatakan apapun. Dengan kata lain~…”


“Kau bisa meminta apapun padaku sebanyak dua kali…” Jawab Lhava dengan membuat wajah suram dicampur wajah ketakutan.


Jell sudah mengincar itu sejak awal, dengan tidak mempertaruhkan apapun, secara tidak langsung lawan secara sukarela menyerahkan semua milik mereka.


Kecurangan yang di lakukan Jell adalah, dia tidak mengambil taruhan dari duelnya dengan lhava. Dengan kata lain, Lhava-lah yang seenaknya memulai duel dan bertaruh tanpa menanyakan apa yang akan Jell ambil darinya sebagai hadiah duel. Dengan kata lain, Lhava tidak memberikan “sesuatu” tapi “segalanya”, dia akan mengambil Mai sebagai taruhan Jell dan dia akan memberikan apa saja dari taruhannya.


Wajah orang-orang yang melihat adegan ini membuat wajah rumit, mereka tidak pernah menyangka ada hal seperti itu di dunia ini. Dengan melihat Jell yang dapat dengan mudah memanipulasinya, membuat pandangan mereka terhadap Jell jauh lebih besar lagi.


Tapi tanggapan orang-orang berbeda dengan tanggapan tiga wanita ini, mereka adalah wanita Lhava yang sedari tadi bersamanya dari awal pertemuan keduanya. Dalam percakapan tersebut mereka bertiga dengan serentak membuat wajah kesal dan marah.


“Apa yang kau katakan, itu sudah jelas curang bukan!” Wanita pertama menyampaikan keberatannya dengan mengatakan bahwa Jell telah curang dalam duel yang di dasari ikrar suci.


“Benar! Benari sekali kau mengatakan itu kepada Lhava-san. Sejak awal Lhava-san lah yang memenangkan pertempuran ini, dan bukannya bocah tengik sepertimu!” Wanita kedua menyampaikan keberatannya juga, tetapi dengan bumbu amarah dan makian dengan membalikan fakta kemenangan Jell.


“lagi pula sudah jelas bahwa kau melihat pedang Lhava-sama dengan pandangan kotormu, kau benar-benar pria brengsek!” Tidak kalah dengan kedua wanita lainnya, wanita ketigas juga menyampaikan keberatannya dari kemenangan Jell.


Jell mendengar perkataan mereka dan hanya membuat wajah kusam, dia terlihat bodoh dengan menanggapi ketiga wanita itu. Tapi hanya satu orang dari keempat perempuan yang bersama Lhava yang keberatan, itu adalah gadis yang sedari tadi menarik perhatian Jell dari pertama kali Jell melihatnya.


“Kalian diamlah! Aku yang kalah dan dia yang menang, hanya itu, tidak ada yang lain.”


Lhava berteriak kepada ketiga wanitanya, yang membuat ketiganya terdiam. Berdiri dan menatap Jell lagi, namun kali ini dengan wajah yang rumit.


“Jadi apa yang kau inginkan?”


Dia menanyakan apa keinginan Jell, dengan nada yang susah dia menyampaikannya.


“Kalau begitu aku akan mengambil semua uang yang kau punya.”


“...”


Hening yang terjadi di saat Jell menyampaikan permintaannya, itu tentu saja, meminta semua harta kekayaan seseorang tentu akan membuat kejutan dengan hanya mengatakannya saja, tapi Jell serius.


Jell menatapnya dengan tatapan tajamnya dan Lhava yang menerima tatapan tersebut tersudut dengan tekanan, dia tidak berpikir bahwa Jell akan mengambil semua uang yang dia punya, dan melainkan hanya akan mengambil armor atau pedangnya saja.


Lhava membuat wajah sulit di wajahnya dan segera mengambil sesuatu di saku yang berada di dalam armor miliknya, apa yang dia keluarkan tentu saja adalah uang. Sekantung uang di keluarkan dan dia menyerahkannya kepada Jell.


“Aku hanya membawa ini... Sisanya akan aku antar.”


“Tidak perlu, antarkan saja sisanya ke guild atas namaku. Kalau begitu masalah sudah selesai, dan untuk permintaan kedua aku masih belum memikirkan apapun, jadi nantikan saja.”

__ADS_1


Jell mengambil uang tersebut dan mereka pergi dari guild.


***


Berada di kota, Jell dan Mai memutuskan untuk pergi ke sebuah toko perhiasan untuk menjual kristal sihir mereka.


Toko perhiasan ada di ujung dari distrik A tempat Jell, Mai dan guild berada. Jadi untuk pergi ke toko tersebut harus memakan waktu sedikit lebih lama. Jaraknya sekitar 4 km, tapi itu tidaklah terlalu berat jika di bandingkan berjalan-jalan di dalam dungeon, namun tetap masih ada sedikit masalah, tas berat. Tas berisi kristal sihir, walaupun sudah lebih ringan 25%, tapi tetap saja kristal sihir ini berat.


Dalam kondisi tersebut hanya satu orang yang mengeluhkan tentang tas mereka, itu Mai. Dia membawa lebih sedikit dari milik Jell, tapi dia masih saja mengeluh, bukan hanya mengeluh dengan mengeluarkan ******* nafas, dia juga sering merengek untuk membayar orang agar membawakan barang mereka, tapi tentu saja ditolak mentah-mentah oleh Jell.


“Kau ini, bukannya kita sudah sepakat tentang ini, apa kau mau mengangkiri janji? Lagi pula bukannya ini hal yang kau mau, jalan-jalan di kota.”


“Tapi, bawahannya tetap saja berat, ini menyakitkan … Ha? Jalan-jalan? Ah! Benar, kita saat ini sedang jalan-jalan bukan, ini adalah kencan, benar kencan pertama kita di dunia ini. Aku tidak sabar ingin mengelilingi kota ini.”


“Tidak, bukan kencan sih...” Jell menjawab dengan nada pelan dan sedikit tertawa dengan sikap Mai.


Keduanya melihat isi kota dari distrik A, dan akan di katakan lagi, kota ini sangat besar. Dan mereka melewati lebih dari berbagai toko.


[Tambahan tentang tataletak


Di kerajaan ini memiliki 6 distrik yaitu,



Distrik A : berada di bagian Barat dari arah gerbang istana kerajaan. Tempat ini bersihkanlah berbagai macam tempat untuk pertempuran dan tempat paling banyak orang untuk mencari pekerjaan.



Itu di karenakan distrik A adalah distrik terbesar di kerajaan Athera, dan jumlah populasi di sini sebesar 25% dari total populasi kerajaan.



Distrik B : berada di bagian Utara dari arah gerbang istana kerajaan. Tempat ini berisikan berbagai macam tempat mewah bagi pengunjung maupun masyarakat di kerajaan, dan tempat ini merupakan tempat para bangsawan tinggal.



Di sini lebih memfokuskan untuk tempat wisata dan tempat menginap bagi orang-orang yang ingin menikmati hidup di kerajaan Athera dengan waktu lama.



Distrik C : berada di bagian Timur dari arah gerbang istana kerajaan. Tampat ini berisikan berbagai macam lahan dan pasar, menyogok lebih dari 70% bahan pangan, distrik C berisi kan dengan kebun, peternakan dan juga pasar.



Walaupun demikian distrik ini tidaklah sebesar dua distrik sebelumnya, dan oleh sebab itu, walaupun jumlah yang di berikan cukup besar, itu masih tidak cukup untuk memenuhi semua kuota di seluruh kerajaan.



Distrik D : berada di bagian Selatan dari arah gerbang istana kerajaan. Tempat ini merupakan tempat pemukiman bagi masyarakat yang tinggal di dalam gerbang, distrik ini menyumbang 40% dari jumlah populasi kerajaan.



Dan ada berbagai isu yang mengatakan, walaupun masyarakat di sini tinggal di dalam gerbang kerajaan, masih ada kasus kemiskinan di sini, dan ada juga isu yang mengatakan adanya tempat-tempat gelap di distrik D, yang membuat jumlah kejahatan dan kematian di kerajaan cukup tinggi.



Distrik E : berada di seluruh bagian Utara dari arah gerbang utama kerajaan, yaitu berada di gerbang utama di distrik A. Tempat ini 60%nya adalah hutan terbengkalai, dan termasuk hutan yang tidak pernah di tempati manusia, dan menjadi sarang monster.



Distrik ini adalah distrik terbesar dari distrik luar gerbang kerajaan, berisi sekirat 5 desa dari banyak desa di kerajaan Athera. Kemiskinan di daerah ini sangat memprihatinkan.



Distrik F : berada di seluruh bagian Selatan dari arah gerbang utama kerajaan, yaitu berada di gerbang utama distrik A. Sama halnya dengan distrik E tempat ini juga berisi hutan, tapi berbeda dengan distrik E, hutan di distrik ini sudah mulai di olah menjadi berbagai macam hal dan beberapa di jual di ibukota.



Tapi walaupun begitu, kemiskinan dan kejahatan di daerah ini bisa di katakan lebih parah dari distrik E. Jumlah lapangan pekerjaan yang terbuka luas, tapi para penduduk tidak terlalu ingin dalam bekerja, dan distrik ini memiliki angka pengangguran terbesar di kerajaan. Jumlah desa di sini berjumlah 6 desa. ]


***


Kondisi saat ini Jell dan Mai sedang berjalan di jalan setapak di distrik A, jalan besar yang menghubungkan distrik A, B, dan D. Dan tempat sebelah sana adalah toko yang di rekomendasikan oleh Yinn kepada mereka.


Dengan menjadi petualang berperingkat hitam, namun mereka masih belum resmi mendapatkan peringkat itu, itu membutuhkan waktu sekitar 1 minggu untuk benar-benar di akui sebagai rank hitam, dan untuk saat ini mereka masih menyandang rank kuning.


Sampai di depan toko, sama halnya dengan semua toko yang ada di distrik A, toko ini juga memiliki papan nama di depan toko mereka, bedanya papan itu tampak mewah. Bukan hanya depan toko yang memiliki hiasan dan model yang menarik dan mewah, dalam toko juga sama halnya.


Nyaman dan tenang tetapi sedikit menegangkan karena toko ini adalah toki perhiasan yang memiliki pertahanan terhadap perampok tingkat tinggi, itu dapat di lihat dari tiga penjaga toko yang kekar yang mampu mengalahkan perampok dengan hanya sekali serang.


Berada dalam toko, Jell dan Mai langsung menuju tempat kasir berada. Badan six pack yang ketat dan tinggi sekitar dua meter, menggunakan kemeja putih dan rompi hitam, menggambarkan betapa berkelasnya toko ini.


“Selamat datang tuan dan nyonya, selamat datang di “Royale Domestic” ada yang bisa saya bantu?”


Sang kasir dengan gaya yang sangat berkesan bagaimana seorang bangsawan yang mereka ketahui, kasir memberitahu nama toko mereka kepada dua orang tamu muda yang memasuki toko mereka.


Kesan mereka sopan dan Jell merasa senang berada di toko ini, walaupun mendengarkan namanya sedikit membuat Jell geli.


“Ah, kami datang kemari untuk menjual perhiasan.”


“Oh~? Perhiasan? Anda berdua datang di tempat yang benar, jadi mana dia?”


Kasir tampak terkesan dengan penilaian Jell dan Mai terhadap toko mereka, menjual di toko kami Anda tidak akan menyesal sama sekali, bagaikan seperti itu yang mereka katakan kepada Jell dan Mai yang ingin menjual perhiasan di toko mereka.


Jell mengeluarkan dan begitu pula Mai yang mengeluarkan tas mereka di atas meja kayu kasir.


Kasir yang melihat terlihat sedikit bingung apa yang ingin mereka jual, dan reaksi yang dia tunjukan seketika berubah saat tau apa yang mereka bawa.


“K-Kristal sihir sebanyak ini, b-bagai mana bisa?!”


Kasir toko terkejut dan dengan seksama dia memeriksa setiap bongkahan kristak sihir. Tidak hanya kasir, tapi penjaga toko lainnya juga terkejut dan langsung berkumpul di depan kasir, dan benar saja mereka terkejut melihat kristal sihir yang mereka berdua bawa.


“Jadi, kami bisa menjualnya di sini bukan?”


“Y-Ya! Tentu saja, tapi tidak apa-apa?”


Tidak apa-apa? Apa yang dia katakan, Jell tidak mengerti perkataan kasir, lebih jauh lagi, kasir menjelaskan perkataannya tadi.


“Jika kalian berdua menjualnya ke toko perhiasan di distrik B kalian bisa dapat keuntungan dua kali lipat dari tokoku.”


Mendengar perkataan kasir tersebut Jell memahaminya, tapi untuk saat ini untuk bisa pergi ke distrik B memerlukan waktu lebih lama, dan bukan hanya itu, jaraknya juga lebih jauh dari jarak guild ke toko ini.


Tapi untuk saat ini uang adalah yang di inginkan oleh Jell. Dia berencana untuk menjual setengah dari kristal sihir mereka, dan mereka bertujuan pergi ke distrik B tempat yang di sebut oleh kasir untuk menjualnya lagi.


Pulang dari toko perhiasan, Jell dan Mai menjual setengah dari jumlah kirstak sihir mereka dan hasil jualan tersebut mereka mendapatkan sebanyak 1.125.000 Rumiah. Memegang uang sebanyak ini, rasanya terlalu berat untuk Jell, tapi beda dengan Mai, dia terlihat sangat kegirangan.


(Dia sudah berusaha, jadi mendapatkan bayaran dari kerja kerasnya itu wajar bukan? Ahh… Entah kenapa aku ingin sedikit memanjakannya, tampaknya kehidupan di dunia ini lumayan menyenangkan.)

__ADS_1


Jell berbicara dalam hatinya, sambil tersenyum dia berjalan dan akhirnya mereka bisa pulang.


***


__ADS_2