BATTLE OR ALIVE

BATTLE OR ALIVE
Chapter 29: New Period


__ADS_3

Atmosfer terasa sangat mengharukan, kegembiraan dan tangisan yang mereka dapat terlihat dengan jelas di mata Jell.


Scorpio kini telah kalah, dengan begitu pesta untuk mengingat momen ini langsung di lakukan.


Berita mengenai kemenangan melawan Scorpio menyebar sangat cepat di Athera, dan bukan hanya di kerajaan Athera, di kerajaan tetangga dan beberapa kerajaan timur lainnya sudah mendengarkan berita tersebut.


Tapi berbeda dengan kenyataan bahwa yang seharusnya mengalahkan Scorpio adalah Jell, di berita yang di sampaikan di katakan bahwa Scorpio di kalahkan oleh pasukan khusus Marina.


Dan di berita tersebut tidak ada satupun berita tantang Jell maupun Mai, yang ada di berita tersebut hanyalah seberapa kuat kekuatan tempur dan strategi kerajaan Athera.


Hal itu tentu saja di ketahui oleh Jell dan Mai, dan melainkan itu adalah permintaan dari mereka berdua, lebih tepat itu permintaan Jell.


Mai sempat keberatan dengan permintaan Jell mengenai berita itu, tapi Jell menjelaskan kepada Mai apa alasannya dan itu Mai terdiam dan menyetujui.


Dan bukan hanya Mai yang keberatan dan tidak suka dengan berita tersebut, Marina dan Rin juga tidak memahami dengan pemikiran Jell. Tapi Jell memaksa mereka tanpa mengatakan apa alasannya, tidak seperti Mai.


Dengan begitu berita yang tersebar sekarang hanyalah sebuah kebohongan yang di lalukan Athera.


Walaupun begitu, tapi ada banyak orang yang tahu kebenarannya, mereka adalah orang-orang yang ikut dalam pertemuan tersebut, dan mereka di minta untuk tutup mulut agar informasi tersebut tidak tersebar.


...


Setelah kemenangan melawan Scorpio, malampun tiba. Perayaan besar di laksanakan di distrik A tepat di alun-alun kota hingga ke seluruh distrik, yang membuat distrik A menjadi sangat ramai.


Dan tentu saja Marina dan Rin juga ikut perayaan tersebut sebagai tamu spesial, dan entah kenapa Jell, Mai, dan Emma juga ikut sebagai tamu spesial.


Perayaan sangat ramai dengan berbagai orang-orang yang datang dari berbagai distrik.


Untuk para partisipan yang ikut dalam pasukan penyerangan mereka mendapatkan bayaran yang sangat tinggi dari kerajaan, sejumlah 100.000 Rumiah.


Tapi di sisi lain, Jell dan Mai mendapatkan sejumlah 500.000 Rumiah sebagai bayaran mereka.


Jell saat ini sedang duduk di tempat para tamu spesial berada, kerajaan memesan satu tempat khusus untuk mereka berpesta, dan dengan alasan apa penginapan yang Jell tinggali adalah tempat yang di pesan.


Di tempat itu ada banyak bangsawan dan beberapa tamu undangan spesial.


Tapi melihat mereka mengenakan pakaian bagus dan mahal entah membuat Jell kesal sendiri. Bukan karena iri, tapi tatapan orang-orang itu yang membuat Jell kesal.


Dan yang paling kesal dengan mereka adalah Mai yang saat ini sedang di suapi Jell untuk menurunkan emosinya.


“Apa-apaan tatapan mereka itu, kalau bukan karena Jell kalian akan mati, tau gak!”


Dia memaki mereka, tapi karena mulutnya yang penuh suaranya jadi tidak terdengar. Entahlah mau bilang Mai adalah gadis manis atau gadis imut, tapi saat ini dia terlihat sangat jauh dari kedua sifat itu.


Dia memasang wajah marah dengan beberapa urat yang muncul di kepalanya, tapi seperti biasa Jell langsung menghentikan amukannya.


“Ah, jadi kalian di sini.”


Datang dari gerombolan tamu, dia adalah gadis cantik dengan gaun yang sangat cantik dan mahal. Dengan warna biru, gaun itu benar-benar cocok dengannya. Dia Rin.


Melihatnya tentu saja membuat Jell menoleh, Mai juga menoleh tapi wajahnya sama sekali tidak berubah.


Dan satu orang lagi yang tidak menoleh maupun makan, dia Emma yang entah kenapa diam saja dari tadi.


Emma marah karena dia di cuekin, saat dirinya di suruh untuk menunggu di luar tenda saat Jell dan Mai ingin menemui Marina, dia entah kenapa langsung di lupakan oleh mereka.


Emma sempat ingin menenumi mereka, tapi salah satu ksatria melarangnya dan menyuruhnya pulang kerena tempat itu terlalu berbahaya bagi anak kecil.


Jell sudah membujuknya sekuat tenaga, dan dia entah sudah berapa lama bersujud untuk meminta maaf.


Tapi entah kenapa dia masih murung dan tidak mau berbicara dengan mereka berdua. Mai juga meminta maaf dan Emma langsung memaafkan Mai, jauh berbeda dengan Jell. Itu tidak adil, apa yang Jell katakan saat dia di perlakukan seperti itu.


Tidak bisa bertemu dengan Jell maupun Mai, Emma hanya diam di atas menara melihat pertempuran.


...


Rin dengan gaunnya yang indah duduk di meja mereka. Dia terlihat sangat anggun dan sangat jelas terlihat dia saat ini sedang menggoda Jell.


Saat pertama Jell melihatnya tadi, Rin merasa sangat malu dan senang. Dalam hatinya dia melompat-lompat karena dia mampu menarik perhatian cowok sepeti Jell.


Dia melihatnya, saat ini dia melihatku! Apa yang Rin teriakan dalam hati.


“Ah, itu, ehem. Jell, jadi bagaimana menurutmu?”


“Ah, Mai jangan rakus begitu. Aku juga belum kebagian, nih.”


(Di cuekin!)


Rin tampak malu-malu saat dia duduk di depan Jell dan menanyakan akan pakaiannya malam ini, tapi berbeda dengan pujian yang harusnya dia dapatkan, Jell malah sibuk mengurus Mai.


Mai di suapi oleh Jell, tapi karena makanan Mai sudah habis dia memakan bagian bagian Jell juga, dan itu yang menjadi keributan ini.


Dan tentu saja bagi para bangsawan saat melihat apa yang di lakukan Jell dan Mai, mereka memasang tatapan sinis kepada mereka.


“Lihat mereka, merebutkan makanan. Menjijikan sekali.”


“Pasti mereka tidak pernah merasakan pesta seperti ini, memalukan.”


“Lagian, kenapa Marina-sama mengundang mereka? Mereka merusak pemandangan saja.”


“Palingan Marina-sama hanya kasihan kepada mereka.”


Mendengar perkataan itu Rin dengan reflek langsung memalingkan kepalanya ke para bangsawan yang memaki Jell.


Tatapan tajam setajam silet menusuk para bangsawan, mereka terdiam berdiri sambil memegang piring dan minuman mereka.


“Apa yang kakak lakukan tidak ada hungannya dengan kalian, Kalian tidak ingin aku mengatakan hal ini kepadanya, bukan?”


Mendengar perkataan Rin, secara bersamaan para bangsawan yang memaki Jell dan Mai langsung pergi meninggalkan mereka.


Duduk kembali, sambil memegang kepalanya dia merasa bahwa apa yang dia lakukan terlalu berlebihan.


(Ah, apa yang aku lakukan. Sepertinya aku terlalu berlebihan.)


Dalam hatinya Rin sedikit menyesal melakukan itu, tapi di sisi lain dia merasa lega karena sudah tidak ada lagi yang akan mengganggunya untuk membuat Jell terpesona.


“Terimakasih, Rin. Dengan posisiku sekarang aku tidak bisa apa-apa.”


“T-Tidak apa, lagi pula mereka yang mulai duluan.”


Mendengar terimakasih dari Jell membuat Rin seketika memerah, tentu saja karena tanpa dia sadari ternyata Jell memperhatikan apa yang dia lalukan tadi, saat ini tidak ada rasa penyesalan untuk Rin.


“Tapi, apa-apaan itu. Aku jadi kesal di buatnya.”


Apa yang di katakan Mai, langsung membuat Jell mencubit pipinya.


“Karena sikapmu tadi yang membuat mereka mengatakan itu, tau.”


“Sakit, sakit, sakit.”


Dengan berakhirnya pertengkaran keduanya, acara sudah sampai pada puncaknya.


Semua orang di kumpulkan di alun-alun, tidak terkecuali siapapun, para bangsawan dan petinggi negara juga hadir di sana.


Tapi berbeda dengan Mai, dia terlihat tidak ikut dalam rombongan bersama Jell, dan untuk Emma, Jell menyuruhnya untuk tinggal.


Berdiri di sana, Yinn yang sedang memegang mik, dia lah yang menjadi pembawa acara.


Dia memulainya dengan ucapan terima kasih kepada para tamu undangan yang sudah datang dan kehormatan kepada Marina sebagai pemimpin sementara, dan di teruskan Yinn menyampaikan semuanya.


Dan untuk poin terakhir dari acara ini, Yinn menyuruh beberapa orang untuk mengambilkan sesuatu.


Dan yang dia minta adalah sebuah kotak kaca. Dan enatah sejak kapan, Marina sudah sampai dan berdiri di samping Yinn di atas panggung.


“Dan untuk poin utamanya, aku ingin meminta nama yang akan aku panggil untuk naik ke atas. Untuk Jell Kiyomizu, di minta untuk naik ke atas panggung.”


Mendengar perkataan Yinn, Jell sedikit bingung karena kenapa namanya yang terpanggil.


Tidak mau membuang waktu untuk bingung, Rin dari belakangnya, dia mendorong Jell untuk maju. Terlihat dari sikapnya, sepertinya dia mengetahui sesuatu.


Naik ke atas panggung, Jell di minta untuk berhadapan langsung dengan Marina.


Memintanya untuk berdiri tegak, Marina mengambil barang yang ada di kotak kaca tersebut dan memakaikannya di baju bagian dada Jell.


Melihat apa yang di berikan kepada Jell , membuat suara naik dari seluruh orang yang ada di acara tersebut. Suara mereka keget, tidak percaya, dan bingung dengan apa yang Marina lalukan.


“Baiklah, untuk Jell, di minta untuk melihat barang yang di berikan.”

__ADS_1


Melihat dan tetap biasa saja. Di dadanya sekarang terdapat sebuah pin yang terlihat sangat mewah.


Berwarna kebiruan terlihat seperti zamrud ,dan terlihat ada sebuah logo di situ, tapi tidak terlihat dari pandangan Jell.


Mengatasi keributan dan ketidak tahuan ini, Marina mengambil alih mik dan berseru kepada semua orang yang hadir di pesta tersebut.


Mengucapkan terima kasihnya kepada semua tamu undangan, di lanjutkan dengan kegembiraan karena telah mengalahkan Scorpio, dan di akhiri dengan penjelasan yang sudah di tunggu-tunggu.


“Baiklah, ini ucapan terakhir dari saya dan mungkin hal yang paling anda sekalian tunggu-tunggu. Langsung ke intinya, saya dengan ini menyatakan, Jell Kiyomizu sebagai pemenang dari sayembara!”


Dengan penyampaian hal itu membuat semua orang terdiam menatap kosong padanya, terutama dengan para bangsawan, mereka semua yang paling terlihat syok saat mendengar itu.


Tapi kondisi yang canggung itu berubah dengan suasana yang ceria dengan semangat, itu karena salah satu dari orang berteriak.


Dari teriakannya, dia menyetujui pilihan tersebut, dia adalah Yinn.


“Saya menyetujuinya.”


Melihatnya meneriakkan itu, seluruh staf guuld juga ikut meneriaki dan bersorak untuk Jell.


Dan bukan hanya mereka, para ksatria, para penyihir, dan para petualang yang ikut dalam penyerangan kedua, juga ikut menyoraki Jell.


Suasana yang awalnya canggung itu seketika berubah menjadi berisik, dan bukan hanya mereka, para warga yang mengetahui seberapa hebat Jell dalam pertempuran juga ikut mendukung.


Tapi semua itu bukan menuju ke jalan yang baik, seketika salah satu orang dari para tamu undangan naik ke atas panggung.


Dia adalah salah satu bangsawan.


Dia dengan angkuh naik dan berdiri tepat di depan Marina seperti dia menantangnya. Tidak tinggal diam bagi para penjaga, mereka dengan cepat naik dan meringkus bangsawan tersebut.


Tapi sebelum mereka sempat melakukan itu, datang entah dari mana muncul seseorang dengan pergerakan yang sangat cepat langsung menghajar para penjaga.


Para penjaga yang di serangan langsung terjatuh, sepertinya mereka hanya pingsan.


Melihat hal tersebut membuat wajah Marina berkedut, dia menatap tajam ke orang tak di kenal yang menyerang penjaganya.


Dan bukan hanya Marina, tapi semua orang yang ada di tempat itu terkejut dengan apa yang terjadi.


Mendekati Marina, dia dengan kasar mengambil mik yang dia pegang.


Rin yang melihat kakaknya di perlakukan seperti itu membuat dia marah dan langsung menyerang bangsawan tersebut.


Tapi sayang sekali, serangan tinju yang akan di berikan Rin ditangkis oleh orang yang menyerang penjaga tadi.


Melihat serangannya yang dapat ditangkis, Rin memutuskan untuk mundur untuk mengambil jarak.


“Sialan, apa yang kau lakukan.”


Memegang mik, bangsawan itu menggunakannya untuk menyampaikan pidatonya.


“Ahahaha, lihat kalian para manusia rendahan! Aku tidak percaya bahwa orang seperti kau bisa mengalahkan Scorpio. Tapi lihat ini, situasinya berganti.”


Bangsawan itu mengoceh di atas panggung sambil melihat Marina dengan tatapan kasihan. Entah apa yang dia rencana, tapi sepertinya Jell sudah bisa menebak apa tujuan orang ini.


“Apa yang kau pikirkan, Karano!”


Marina yang tersudut berteriak ke bangsawan itu, sepertinya namanya Karano. Karano yang mendapatkan teriakan dari Marina membuat dirinya sedikit mengangkat senyum, dia mendekati Marina dan berteriak.


“Lihat aku Marina-sama! Aku adalah bangsawan yang sudah mengabdikan hidupku untuk kerajaan ini, dan saat insiden enam bulan lalu, aku tetap berusaha keras untuk membantu kerajaan ini.


Alasan aku melakukan itu agar akulah orang yang layak mewarisi tahta kerajaan.


Tapi! Kau malah dengan seenaknya menyelenggarakan sayembara untuk mencari Raja berikutnya, apa kau tidak melihat orang yang lebih pantas dariku ini!


Dan kau, kau orang yang sudah mengalahkan pembunuh bayaran yang sudah aku sewa untuk ikut sayembara itu, dan aku mengalahkannya!”


Karano berteriak menyampaikan apapun yang bisa dia katakan. Dari pernyataannya tadi, Jell sudah mengetahui apa alasan dia melakukan ini.


Orang ini sangat bodoh, apa yang Jell katakan dalam hati.


Tapi berbeda dengan Jell yang di bicarakan, Marina saat dia menerima perkataannya tadi membuatnya diam. Dia tidak bisa membantah apa yang Karano katakan, tapi sebaliknya dia hanya diam sambil menggigit bibirnya.


“Akulah orang yang pantas menjadi Raja! Dan untuk orang-orang bodoh seperti kalian lebih baik menyembahku.”


Hinaan dia keluarkan dari mulutnya membuat orang-orang yang ada di tempat itu tampak kesal, para petualang dan para ksatria mulai naik dan maju ke panggung.


Tapi bukannya dia merasa panik karena telah di kepung oleh banyak orang, Karano terlihat sangat tenang.


Apa dia merasa aman hanya karena satu orang pelindung? Sepertinya dia tidak sebodoh itu untuk berani menantang semua orang yang ada di sini.


Dengan senyum yang menyeringai lebar, dia terlihat seperti orang gila yang haus akan kekuasaan. Dia merentangkan tangannya ke depan, dia berteriak.


“Kalian orang-orang bodoh, kalian pikir aku akan mudah di kalahkan hanya karena ini!


Di tempat ini, aku sudah memesan lebih dari 20 pembunuh bayaran berperingkat tinggi, dan mereka ada di atas bangunan-bangunan ini.


Dengan perintahku, kalian semua akan di bunuh dengan mudah.”


Mendengar provokasi darinya, membuat tidak adanya satu orang pun yang berani bergerak. Untuk ke aman, Adolf memerintahkan anak buahnya untuk menyimpan senjata mereka.


Orang-orang mulai panik dengan kondisi saat ini, mereka ketakutan akan kematian yang ada.


Melihat rintihan dan ketakutan mereka membuat Karano membuat senyum yang lebih lebar, sekarang dia tampak menakutkan.


Tapi dalam kondisi ini, Jell dengan santai maju mendekati Karano yang sedang menikmati kebahagiaan karena sebentar lagi dia akan berhasil menaklukkan Athera.


Melihat pergerakan dari Jell tentu membuat Karano bingung dengan apa yang dia lakukan.


“Kau sialan, apa kau ingin mati? Kau bodoh, ya.”


“Jell, apa yang kau lakukan!”


Melihat Jell, Rin berteriak. Dia berteriak dan ada banyak perasaan dari teriakannya.


Teriakan itu bukan hanya sebuah peringatan, rasa takut dan marah bercampur aduk dalam teriakan itu.


Untuk pertanyaan Karano, Jell dengan santai menjawabnya.


“Yang bodoh itu, kau Karano. Kau sudah membuatku kesal, aku tidak akan memaafkan mu.”


Mendengarkan perkataan Jell, Karano berniat untuk menggunakan pisau yang ada di sabuknya untuk melawan Jell dan membunuhnya, tapi dia terhenti saat ingin maju.


Jell mendekat dan tanpa harus mengeluarkan pedangnya. Jell saat ini mengeluarkan aura yang sangat kuat, dan menekan.


Aura Jell dapat di rasakan oleh semua orang yang ada di alun-alun, aura yang amat sangat hitam dan kuat.


Bagaikan orang-orang saat ini sedang tenggelam di tengah samudra yang luas. Orang-orang yang menerima tekanan dari aura Jell, tiba-tiba mereka merasakan sesak.


Begitu juga dengan Karano, dia terjatuh dan mencoba untuk melihat ke arah Jell. Dia dengan menunjuk Jell dengan tangannya, dia memerintahkan pembunuh bayaran yang berada di sampingnya untuk membunuh Jell.


Maju dan mengeluarkan pedangnya, pembunuh bayaran itu dengan pergerakan cepat akan menusuk Jell.


“Terlalu lambat.”


"!!!?"


Dengan teriakan itu, tiba-tiba entah sejak kapan pembunuhan bayaran itu tertusuk.


Dadanya berlubang, dan mengenai jantung. Tapi bukan karena senjata tajam, tapi hanya karena tangan kosong.


Pembunuh bayaran itu terjatuh dengan darah yang banjir dari lubang di dadanya. Jell yang telah menusuknya, memegangi jantung pembunuh bayaran tadi, dia menghancurkan dengan meremasnya.


Jell saat ini sudah mematikan auranya karena dia pikir ini sudah cukup untuk memberikan rasa takut pada Karano.


Melihat pemandangan itu tentu membuat siapa saja merinding ketakutan. Karano tiba-tiba wajahnya menjadi pucat, saat ini sosok dewa kematian sedang berdiri di depannya.


Tapi, bukannya putus asa, dia berdiri dan lari menjauh, dan dengan perintahnya dia menyuruh semua pembunuh bayaran yang ada untuk membunuh Jell.


Tapi tidak ada respon sama sekali, dia melihat dan berteriak tapi tetap saja tidak ada balasan dari mereka.


Tapi bukannya para pembunuh bayaran yang dia sewa yang datang, dari atas terlihat ada seorang gadis dengan santainya berjalan dan turun menuju panggung.


“Kau sudah membersihkannya? Mai.”


Dengan ekpresi wajah yang terlihat sangat biasa, dia menjawab Jell.


Tapi ada hal lain yang menarik perhatian dari penampilan Mai saat ini, di tangannya terlihat ada banyak darah.

__ADS_1


“Eh, Jell kau melakukannya? Tanganmu sangat kotor, loh. Hahaha.”


“Jangan tertawa bodoh.”


“Eh, apa? Aku tidak menduga tuan sok tenang membunuh orang tepat di mata banyak orang, Fufuf.”


“Sudah aku bilang, jangan tertawa.”


Masih saja melakukan lawakan, adalah kata yang ada di pikiran semua orang.


Mereka baru saja membunuh banyak orang dan mereka terlihat sangat tenang. Tapi hal itu berbeda dengan apa yang ada di kepala Karano saat ini.


“K-Kau, apa yang baru saja kau lakukan di atas sana! Mana mereka, para pembunuh bayaran, di mana mereka!”


Mendengar ada yang tikus yang mengoceh, Mai memalingkan wajahnya kepadanya yang terlihat marah.


“Ah, jadi kau tuan mereka. Mereka sangat lemah, ya. Pertahanan mereka sangat lemah, ilmu belah diri mereka juga sangat lemah. Aku pikir mereka bisa lebih hebat, tidak mengasikkan.”


Mendengar perkataan Mai, membuat wajah Karano jadi jauh lebih pucat. 20 pembunuh bayaran, dan lagi mereka adalah seorang profesional.


Tapi mereka kalah, bahkan tidak meninggalkan luka ke gadis umur 17 tahun.


Karano jatuh dengan kakinya yang sudah tidak kuat lagi untuk menahan beban tubuhnya.


Jell mendekatinya, yang membuat Karano berteriak dan menjauh darinya.


“Baiklah, sekarang giliran mu.”


“Tidak! Maafkan aku, aku minta maaf atas apa yang aku lakukan. Aku mohon!”


Mendengar itu membuat Mai tertarik, mendekatinya Mai menatap langsung ke mata Karano.


“Kau sudah membuat Jell kesal, itu akhir darimu. Makannya, nyawa di sayang, bodoh.”


“Uang! Akan aku berikan kalian uang, jadi dengan itu aku mohon. Akan aku berikan semua uang yang kalian minta, berapapun!”


Lebih dari dugaannya, Mai dengan senyum menyeringai dia bertanya tentang uang yang tadi Karano sebutkan.


“Kalau begitu, aku minta semuanya.”


“Semua?! Apa kau gila!”


“Kalau tidak mau, mati.”


“Baiklah! Akan aku berikan semuanya!”


“Begitu dong.”


Mendapatkan apa yang Mai mau, Karano mengambil sebauh gulungan di saku kemejanya dan dia menulis sesuatu di situ.


“Ambil ini, dan kau akan mendapatkan semua uangku.”


“Nn, terima kasih.”


Mai mengambilnya dan dia pergi dari situ, menuju ke belakang dia sepertinya mau cuci tangan.


Apa dengan begitu sudah berakhir? Apa ini akhrinya? Apa yang orang-orang pikirkan saat ini, mereka saling menatap satu sama lain dan mulai berdiri, mereka terlihat sudah jauh lebih tenang sekarang.


Sama halnya dengan yang lainnya, Karano mulai bangkit dan membersihkan celananya. Untuk orang yang hampir menemui kematian, dia terlihat sangat tenang. Hampir? Tentu saja tidak, ini bukanlah akhir.


Jell mendekatinya dan yang terjadi selanjutnya, sama halnya dengan pembunuh bayaran yang Jell lawan tadi, kini tubuh Karano berlubang. Jantungnya di genggam Jell, dan dengan meremasnya dia menghancurkannya.


Orang-orang yang ada, terdiam melihat pemandangan itu. Mereka hanya bisa melihat mayat Karano yang terjatuh berlumuran darah dan Jell berada di dekatnya.


Melihat atmosfer yang di berikan orang-orang, Jell mengibaskan tangannya dan menyeka noda darah dan memegangi tangan Mai, mereka berdua pergi dari tempat itu, dan meninggalkan suasana yang canggung.


***


Pagi tiba. Setelah kejadian tadi malam Jell dan Mai untuk sementara tidak ingin keluar dari kamar. Emma yang tidak tau situasinya hanya mengikuti apa yang mereka bilang.


Setelah kurang dari dua bulan mereka berada di dunia ini, ini pertama kalinya bagi Jell dan Mai membunuh seseorang.


Mereka tidak takut ataupun menyesali perbuatannya, mereka tau itu jalan terbaik dan mereka memilihnya.


Jell tidak takut akan hukukan apa yang akan dia terima, dan begitu pula dengan Mai, selama dia bersama Jell dia akan mengikutinya.


Dalam suasana yang canggung itu, terdengar ketok pintu dari luar.


Menanyakan siapa, yang menjawab mengatakan dirinya adalah salah seorang dari staf guild. Mendengar hal itu sedikit membuat Jell bingung, tapi dia tetap membukakan pintu.


Setelah di buka, terlihat ada seorang pria dewasa yang kelihatannya umurnya sekitar 26 tahun, sedang berdiri di depan. Memberikan salamnya dan memperkenalkan dirinya, namanya adalah Anss, dia salah satu dari petinggi di guild.


Menjelaskannya maksud kedatangannya, dia mengatakan bahwa Yinn memanggil mereka ke guild segera.


Mendengar hal itu sedikit membuat Jell menurunkan senyumannya, dia tidak bersedih maupun marah, tapi dia tidak menyangkah kehidupannya di dunia lain akan berakhir di penjara.


...


Berjalan menuju guild, terlihat banyak sekali orang yang ada di depan halaman.


Orang-orang itu terdiri dari masyarakat biasa, pedangang, dan petualang. Dan jika di lihat lagi ada Lhava sedang berdiri di depan pintu masuk.


Untuk Emma, Mai menyuruhnya untuk tetap tinggal dan jangan sekalipun keluar dari kamar.


Jell yang melihat banyaknya orang, sedikit menundukan kepalanya. Dia melakukan itu untuk membuktikan bahwa dialah yang bersalah dari insiden tersebut, dan dengan baik dia akan menerima hukuman apapun.


Tapi, apa yang dia dan Mai pikirkan tentang situasi ini berbalik dengan apa yang mereka pikirkan.


Tiba-tiba tanpa adanya peringatan, orang-orang itu mulai mengerumuni Jell dan Mai, tidak untuk memaki dan menghina mereka tapi mereka berterimakasih.


““Eh?””


Keduanya tidak mampu untuk mencerna informasi dan situasi saat ini. Orang-orang ini terlihat tidak marah maupun takut kepada mereka, mereka terlihat sangat bahagia dengan ada beberapa yang meneteskan air mata di senyum mereka.


Di tengah keributan itu, terdengar suara keras yang mampu dengan mudah menghentikan mereka.


Suaranya tidak asing, dia adalah Marina. Dan ada banyak ksatria yang ikut di belakangnya.


“M-Marina-sama, kenapa anda ada di tempat ini?”


Jell tidak bisa untuk tidak bertanya, situasi terlalu sulit untuk di cerna. Dan jika dia di izinkan, dia ingin bertanya kepada Anss, apa yang sedang terjadi di sini.


“Dasar, kenapa kau bersikap formal seperti itu.”


“Eh, itu tentu saja bu–”


Memotong kata-katanya, Marina maju menuju Jell.


“Pemenang sayembara pemilihan Raja, Jell Kiyomizu-sama. Beri hormat kepada Raja baru kita.”


Dengan perkataan Marina itu, semua orang tanpa terkecuali satu pun, mereka semua langsung memberikan posisi penghormatan kepada Jell.


Kepala mereka semakin memanas, Jell dan Mai sepertinya tidak akan terbiasa dengan perlakukan seperti ini nanti.


***


Melanjutkan perjalanan mereka, Jell dan Mai di antarkan ke ruang kantor Yinn, dan di situlah semuanya di jelaskan.


Dengan kemenangan Jell pada pertempuran dengan Scorpio, semua orang yang terlibat dalam pelaksana sayembara telah memutuskan bahwa orang yang pantas menduduki tahta selanjutnya adalah Jell seorang.


Dirinya yang mampu memimpin dan membuat strategi yang membawakan kemenangan, dan hubungannya dengan banyak orang-orang membuat Jell pantas untuk menduduki posisi itu.


Dan bukan hanya itu, dengan mengikuti wasiat dari Raja sebelumnya, sudah di tentukan bahwa, Jell lah satu-satunya orang yang pantas.


Semua informasi di sampaikan tanpa adanya kebohongan, Jell dan Mai yang sudah mengerti, hanya bisa menerimanya. Dengan begitu Raja baru Athera adalah Jell Kiyomizu.


Lagi pula trofi yang Marina berikan kepada Jell merupakan tanda untuk seorang Raja, jadi sejak awal Jell sudah di terima oleh masyarakat dan tidak ada yang menolak hal itu.


Penobatan akan di lakukan tiga hari mulai dari besok, mulai sekarang sesuai dengan peraturan yang ada, Jell, Mai, dan Emma akan tinggal di istana kerajaan. Dan mereka bertiga sekarang merupakan anggota dari keluarga besar kerajaan.


...


Terlihat dari jauh, terdapat tiga orang dengan jubah hitam yang menutupi seluruh tubuh mereka sedang berdiri di atas menara alun-alun, mengamati dari jauh.


Tanpa peringatan hanya dengan tipuan angin ketiganya tiba-tiba menghilang.


***

__ADS_1


__ADS_2