
Lapangan hijau dengan hamparan pemandangan yang sangat indah bagaikan latar belakang yang sering ada di sebuah majalah, saat ini sebuah kereta kuda dengan kecepatan yang seimbang sedang melewati tempat itu .
Dapat terlihat dengan sangat jelas bahwa kereta kuda itu bukanlah kereta biasa, kereta itu terlalu mewah untuk seseorang menggunakannya untuk melakukan perjalanan di tempat yang sunyi ini.
Itu adalah kereta kerajaan, dan terdapat penanda yang membuat orang-orang bisa mengenali asal kereta itu. Bendera ‘Athera Kingdom’ berkibar indah di situ.
“Kakak, sebenarnya kita mau pergi ke mana?”
Suara gadis 13 tahun dengan nada penasaran menanyakan sesuatu kepada kakak kesayangannya.
“Nanti Emma akan tau sendiri. Jadi nantikan, ya.”
Dan seorang anak laki-laki menjawabnya dengan memberikan harapan besar padanya.
Saat ini Jell, Mai, dan Emma sedang menuju ke suatu tempat.
Pagi tadi,
“Ok, masalah sudah selesai, sekarang masalah utamanya.”
“Ohh!”
Dengan semangat paginya, Jell dengan nada tinggi menyampaikan kegembiraannya, dan Mai sambil mengangkat tangannya dia menyoraki Jell.
Keributan keduanya terdengar dengan jelas dari kantor, dan sudah pasti kedua penjaga yang berada di luar ruangan juga bisa mendengar teriakan mereka.
Sementara mereka sedang asik dengan urusan mereka, pintu terbuka dan datang dari balik pintu adalah seorang wanita umur 30 tahun, dengan pakaian maid nya dia berjalan masuk menuju arah Jell.
“Permisi”
Sambil membungkuk dan mengangkat sedikit roknya, dia berpose sangat menawan menyapa Jell dan Mai di pagi hari.
“Selamat Pagi, Raja, Ratu. Saya mencari-cari kalian berdua dan sepertinya sedang sibuk di sini.
Raja, sarapan sudah siap, dan nyonya Rin sudah menunggu di sana.”
“Oh, Ava-san. Terima kasih kerena sudah repot-repot hanya untuk mengatakan itu.”
Wanita itu bernama Ava Morel, wanita berumur 32 tahun yang memiliki tugas yang sama pentingnya dengan posisi Rin, dia adalah ketua maid di kerajaan ini.
Selain menjadi ketua maid di kerajaan ini, dia pada dasarnya memiliki tugas prioritasnya, yaitu menjadi pelayan pribadi Raja.
Dengan kata lain, dia juga pernah melayani Raja sebelumnya.
Jell pernah bertanya banyak hal padanya tentang kebiasaan yang sering di lakukan Raja sebelumnya, dan dia menjawab pertanyaan Jell dengan baik.
“Raja, sudah saya katakan berapa kali untuk tidak memanggil saya dengan kata ‘san’ di akhir. Anda seorang Raja, dan itu sama saja merendahkan posisi anda.”
“Dan sudah aku katakan padamu, kalau aku dan Raja sebelumnya berbeda. Kau adalah orang yang selalu membantuku dan Mai, jadi tidak ada salahnya untuk berbuat hormat kepadamu, kan?”
“Anda terlalu merendah.”
Sepeti yang terlihat, hubungan antara keduanya akur untuk seorang Raja dan pelayannnya.
Jell tidak suka untuk membuat orang yang lebih tua darinya untuk menghormatinya, dia berpikir itu salah dan seharusnya sebaliknya.
Pergi menuju ruang makan, terlihat Rin sedang duduk di sana dengan posisi yang sangat anggun.
Di sana juga ada Emma dan Marina, yang terlihat duduk di kursi yang bersebelahan.
“Lambat.”
Rin setelah melihat Jell yang tiba, langsung mengatakan keluhannya.
“Jell, sebelah sini.”
“Kak Jell, Kak Mai, kalian terlalu lama.”
Marina melambaikan tangannya dan Emma juga menyapa sambil menyampaikan keluhannya juga.
...
Selesai makan, Jell menyuruh mereka untuk tidak meninggalkan ruangan untuk beberapa saat, dia ingin mengatakan sesuatu kepada mereka. Dan Emma lah yang di perintahkan untuk keluar terlebih dahulu.
Memang ada sedikit perlawanan dari Emma karena dia berpikir bahwa dia sudah cukup hebat untuk mengikuti pembicaraan orang dewasa, tapi Jell menyuruhnya untuk tetap menunggu di luar.
“Maaf membuat kalian menunggu, tapi ada hal yang ingin aku sampaikan kepada kalian.”
Semua orang yang ada di situ memasang wajah serius saat Jell memasang wajah serius juga.
Menoleh ke Ava, dan dia merespon pandangan Jell dan langsung menekan sebuah alat seperti sebuah kotak yang memiliki kristal di dalamnya.
Dan sesaat setelah Ava menekan alat tersebut, seisi ruangan langsung tersebar hamparan sihir.
Sihir itu adalah sihir tipe angin, yang tidak memberikan efek apa-apa selain efek de-buff.
Rin dan Marina terkejut saat mereka melihat itu, mereka sedikit mengerutkan keningnya dan Jell melanjutkan ceritanya.
“Langsung ke intinya, aku dan Mai memutuskan untuk meninggalkan kerajaan untuk sementara waktu.”
“Apa, jangan main-main. Situasi saat ini sangat bahaya, loh. Pemerinta–”
“Aku masih belum selesai. Aku memiliki rencana ku sendiri dan ini juga akan menguntungkan kerajaan kita, seharusnya sih begitu.”
“Apanya yang ‘seharusnya sih begitu’ sebenarnya apa yang ingin kalian lakukan?”
Jell yang sedang serius dan Rin juga menanyakan hal ini dengan serius untuk menanyakan apa yang sebenarnya yang dia rencanakan.
“Area not kingdom, bagian perbatasan antara Athera dan Kekaisaran. Aku ingin mengunjungi tempat itu.”
“Tempat itu kan-”
“Kampung halaman Emma.”
Suasana di ruangan makan sangat tidak enak untuk di gambarkan, atmosfer saat ini sangat tegang.
“Ini memang masih kemungkinan, tapi ini mungkin berkaitan dengan kasus terorisme enam bulan lalu.”
Rin dan Marina membuka matanya lebar-lebar saat mendengar kata ‘kasus enam bulan lalu’, Rin memukul meja dan berdiri sambil menatap Jell dengan tatapan tajam dan ada segumpal air di ujung mata itu.
“Apa hubungannya tentang wilayah itu dengan kasus enam bulan lalu.”
“Untuk itu aku masih belum bisa mengatakannya.”
Rin saat mendapatkan jawaban itu langsung duduk dan diam.
Jell melanjutkan pembicaraannya tentang rencananya untuk pergi ke tempat itu, dan waktu yang di butuhkan tidak lebih dari 30 menit, mereka pun keluar dari ruang makan.
Yang tersisa di ruangan itu hanya Rin dan Jell saja, Mai kelihatannya dapat membaca suasana dan membiarkan mereka berdua untuk sesaat.
Keduanya hanya diam saja dan tidak ada yang berniat memulai pembicaraan, tapi untuk saat ini Jell lah satu-satunya yang harus memulainya.
“Rin, untuk kasus ini-”
“Aku mengerti. Kau tidak punya bukti kuat kalau tempat itu memiliki hubungan dengan kasus enam bulan lalu. Aku mengerti.”
“Rin...”
Tidak sempat untuk melanjutkan perkataannya, Rin langsung menjawab Jell dengan jawaban yang sangat dewasa.
Dia tidak bersifat pemarah atau pemaksa jika di bandingkan dengan dirinya saat ini, saat ini dia terlihat mirip dengan Marina.
Jell yang sudah mendapatkan jawaban seperti itu tentu saja tidak akan mengecewakan Rin, jika dia mengetahui sesuatu dia akan mengatakannya kepadanya.
Tapi untuk saat ini, Jell juga masih belum mengetahui apa yang sebenarnya tejadi kepada Athera enam bulan lalu.
Untuk jawabannya itu Rin tiba-tiba memulai pembicaraan, pembicaraan tantang apa yang terjadi enam bulan lalu.
...
__ADS_1
Rin menceritakan semua yang terjadi enam bulan lalu.
Dari ceritanya, di katakan bahwa saat enam bulan lalu, itu adalah saat di mana Athera mengalami kekacauan yang sangat parah.
Karena korupsi yang merajalela, sehingga membuat rakyat Athera marah dan mulai melakukan perlawanan kepada pemerintahan.
Dan bukan hanya itu, saat itu juga Athera mengalami konflik dengan beberapa negara tetangga dan negara lain.
Dari penjelasan Rin, termasuk Kekaisaran juga termasuk dalam negara yang memiliki hubungan yang buruk dengan Athera. Dan juga ada beberapa kali Kekaisaran ingin membuat alasan yang dapat mereka gunakan untuk menyerang kerajaan Athera.
Karena saat itu kaisar sangat tertarik dengan populasi Athera yang sangat banyak dan sumber daya alam yang melimpah.
Untuk menanggapi hal itu, Raja memutuskan untuk melakukan pengecekan terhadap desa-desa yang berada di perbatasan Athera, dan ingin melihat laporan asli dari para bangsawan yang berkuasa di situ.
Dan rencana ini di rahasiakan Raja dan hanya beberapa orang saja yang tahu, dan diantaranya adalah kakak tertua Rin, Albedo Victoria.
Awalnya semua persiapan yang di lakukan Raja berjalan lancar, tapi itu tidak terjadi ketika mereka memasuki area lapangan tak berpenduduk di distrik F.
Di sana, hal yang tak terduga terjadi.
Penyerangan tiba-tiba, yang di mana tragedi tersebut menewaskan Raja.
Perkataan salah satu penjaga yang selamat, bahwa mereka diserang dari seluruh area lapangan, bagaikan para penyerang sudah tahu jika kereta mereka akan melewati jalan tersebut.
Dan mendengar kabar tersebut membuat seluruh isi istana tercengang. Dan mulai dari sini lah kehancuran Athera mulai terjadi.
Banyak bangsawan yang terlihat tidak berduka atas kematian Raja, dan malahan mereka terlihat sedang mengadakan perkumpulan yang mencurigakan, dan bukan hanya itu, rumor mengenai mereka yang memiliki hubungan dengan negara lain juga mulai terdengar.
Dan bukan hanya itu, tiba-tiba saja di saat yang sangat buruk ini, pangeran atau anak pertama Raja, Albedo tiba-tiba menghilang.
Dari keputusan yang di ambil bersama, mereka memutuskan untuk menjadikan Albedo sebagai Raja selanjutnya, dan dalam rapat tersebut Albedo tidak menunjukkan adanya penolakan akan hal tersebut.
Tapi, dengan perginya Albedo membuat situasi menjadi sangat buruk. Dan mulai tersebar pula kabar yang mengatakan bahwa pangeran Albedo telah berkhianat.
Tentu mendengar hal itu membuat Marina marah, tapi mereka tidak bisa berpaling dari fakta bahwa tiba-tiba saja sosoknya menghilang.
Dan saat itu juga, Marina mulai berniat untuk melanjutkan untuk mengganti posisi kosong Raja.
Di saat yang sama, secara kebetulan Ava sang maid Raja telah menemukan sebuah surat yang terletak di meja kamar Raja.
[Untuk kalian, orang-orang yang selalu melayani keluargaku dari waktu yang tentunya tidak lama ini. Jika surat ini sudah di baca oleh kalian berarti aku sekarang sudah tiada.
Ada beberapa hal yang ingin aku sampaikan kepadamu Ava, tolong jaga anak-anakku, aku tidak ingin mereka tumbuh tanpa adanya rasa kasih sayang. Aku ingin kau menggantikan aku untuk posisi itu.
Dan satu hal lagi, untuk pemilihan Raja berikutnya, gunakan metode sayembara. Ini adalah hal yang sudah di perhitungkan oleh ku.
Aku mohon, tidka ada yang layak menggantikan ku selain seseorang yang bisa memenangkan sayembara itu.
Ini adalah perintah, dan lakukan perintah terakhir ini.
Sisanya aku serahkan padamu, Ava.]
Isi surat berakhir, tatapan semua orang berbeda-beda saat mereka melihat isi surat tersebut.
Tentu saja mendapatkan perintah terakhir dari tuannya, Ava langsung melakukan hal tersebut. Akan tetapi itu tidak semudah membalikkan telapak tangan, ada berbagai penolakan yang terjadi di rapat pelaksanaan sayembara itu.
Ada banyak bangsawan yang menolak dan mereka mengusulkan untuk hanya melakukan sayembara hanya sebatas para bangsawan saja.
Tentu Marina tahu apa yang mereka rencanakan, akan tetapi Marina selaku pengganti posisi Raja yang kosong menolak hal tersebut.
Dan tiga bulan kemudian, sayembara pun di umumkan.
***
Rin menceritakan semua hal yang terjadi dari kasus enam bulan lalu hingga pelaksanaan sayembara.
Jell mendengarkannya dengan seksama, dan dia melihat wajah Rin setelah menceritakan hal tersebut, wajahnya muram.
Dia tidak anggun seperti bisanya, saat ini dia terlihat seperti wanita pada umumnya.
Jell berdiri dan mengatakan sesuatu untuk menghiburnya.
Lagi pula ini berkaitan dengan Athera, aku kan seorang Raja.”
Dengan senyum yang lebar, Jell membanggakan dirinya, dirinya sekarang mirip dengan Mai yang membanggakan dirinya. Jika saja Mai ada disini, mungkin posisi yang akan memukul Jell untuk tidak bersikap berlebihan akan di perankan oleh Mai.
“Kak~ kalian sudah selesai bicara?”
Berlari menerobos pintu ruang makan, Emma dengan langkah kaki mungilnya berlari langsung ke arah Jell dengan indah.
“Emma, ada apa?”
“Tidak, aku hanya berpikir kalian terlalu lama berbicara.”
Jell tersenyum kepadanya dan begitu juga dengan Rin, dia saat melihat Emma yang datang dia mengubah ekspresinya.
“Hm? Kak ada sesuatu di lehermu, loh. Ini merah, seperti di gigit serangga.”
!!!
Melihat ada yang menonjol di penampilan Jell, Emma entah bagaimana bisa melihat sebuah bekas merah di lehernya. Itu seperti bekas gigitan? Atau mungkin bukan.
Mendengar hal itu, Rin langsung bereaksi. Dia melotot dan memaksa Jell untuk menunjukkan bekas merah tersebut.
Dan benar saja, di lehernya ada sebuah bekas merah yang tidak terlalu mencolok.
Tanpa mendengarkan alasan apapun, Rin dengan tinjunya langsung memukul Jell dengan pukulan telak.
“Kau mesum! Apa yang kau dan Mai lakukan semalam, ha!”
“Ugh... Kami, tidak melakukan, apa-apa...”
Sungguh pagi yang cerah di Athera, hari ini bagus untuk keluar dan tidak untuk berkurang di dalam ruangan.
***
Sudah lebih dari 24 jam telah berlalu. Saat ini kereta yang di naiki Jell sedang berada di sebuah padang rumput yang indah, jika saja mereka keluar dan bermain di sana, maka sudah di pastikan mereka akan betah untuk tetap diam di situ dalam waktu yang tidak sedikit.
Melewati area padang rumput, kini mereka akan memasuki area hutan.
“Yang mulia, kita akan memasuki hutan, dan kita akan keluar dari Athera setelah ini.”
“Oh, Omunru. Baiklah, teruskan seperti itu. Jika ada yang tidak beres katakan secepatnya, mengerti?”
Seseorang yang sedang duduk di depan kereta kuda, tentu kereta ini tidak bergerak sendiri dengan sihir. Karena di era saat ini teknologi seperti itu belum bisa di ciptakan, dan masih memerlukan kinerja manusia untuk mengemudikan kendaraan.
Dia adalah sopir yang mengemudikan kereta kuda yang Jell naiki. Dia adalah satu-satunya supir yang mengetahui kepergian Jell ke area non kingdom, dan dia di perintahkan untuk diam mengenai hal ini.
Awalnya Jell tidak terlalu percaya kepada orang ini, tapi Marina mengatakan bahwa orang ini dapat di percaya. Itu kerena dia adalah sopir kerajaan.
Dan kerena mendengar itu dari Marina langsung, jadi Jell tidak ada alasan lain untuk tidak mempercayainya.
Kini mereka memasuki area hutan yang lebat, hutan ini bernama hutan “Hutan Aufragend” hutan ini sangat luas dan menjadi pembatas antara wilayah Athera dan wilayah non kingdom.
Memasuki hutan suasana di dalamnya terlihat sangat misterius, cahaya matahari yang tidak jatuh ke dalam hutan di halangi oleh daun-daun pohon yang lebat, dan tinggi pepohonan yang lebih dari 60 meter.
Pepohonan ini terlihat mirip dengan pohon Hyperion Tree, tetapi ini versi kecilnya.
“Yang mulia!”
Suara Omunru dengan nada tegang, Jell menemuinya dan menanyakan situasi saat ini.
“Saya tidak begitu yakin, tapi. Saya sudah pernah melewati area ini sebelumnya dan saya rasa ada sesuatu yang tidak beres.”
“Ah, aku mengerti. Teruslah mengemudi, aku akan mencoba melihat apa yang terjadi.”
Jell mencoba masuk kursi belakang lagi, tapi itu sepertinya tidak terjadi.
Tanpa adanya bunyi ataupun sebuah aura tekanan mana, tiba-tiba saja dari arah jam 10 ,sebuah serangan mendekat.
__ADS_1
Jell menyadarinya dan dengan kecepatan yang tidak sampai sedetik, sihir yang di luncurkan langsung di tebas tanpa sisa.
Tentunya Omunru kaget saat melihatnya, dia langsung mempercepat pergerakan kereta dengan memacu keempat kuda dengan paksa.
“Omunru, tetaplah bergerak, dan cobalah untuk tidak membuat kuda-kuda itu menerima serangan bagaimanapun caranya.”
“Saya mengerti!”
Jell memanjat ke atas kereta dan berdiri sambil melihat dari mana arah serangan itu.
Tapi hal itu tidak secepat dengan seseorang yang ada di dalam kereta. Dengan memecahkan kaca jendela yang terlihat sangat mahal, dia tanpa ragu-ragu memecahkannya dan mengeluarkan separuh tubuhnya.
Mengeluarkan sebuah senjata bertipe PGM Hecate II, langsung di arahkan ke salah satu pohon yang jaraknya 50 meter dari mereka.
Pelatuk di tekan dan menghasilkan sebuah peluru yang sudah di beri buff dengan sihir, peluru dengan kecepatan 825 m/s, langsung mengenai batang pohon.
Pohon saat itu juga hancur dan jatuh mengakibatkan sebuah getaran kecil.
Tentu saja Mai tidak menembak sembarangan pelurunya tadi, dia sudah menyadari keberadaan musuh jauh lebih cepat dari Jell.
“Seperti yang di harapkan dari seorang Admiral.”
“Jell, mereka ada dua orang. Aku gagal menembak satu, sepertinya dia memiliki pergerakan yang sangat cepat, dan untuk yang satunya lagi, dia berada tepat di atas kita.”
Melihat ke atas pepohonan, tepat seperti yang Mai katakan terlihat sebuah bayangan di atas mereka yang sedang melompat pohon ke pohon lainnya.
“Ku dapat kau.”
Dengan senyuman menyeringai, Jell melompat dengan ketinggian yang melampaui batas manusia, dia melompat dengan ketinggian 50 meter dengan kecepatan tidak lebih dari sedetik.
Jell tentu tidak bodoh untuk melakukan lompatan yang hebat itu dan mengakibatkan kerusakan terhadap kereta mereka, oleh karena itu dia menetralkan efek lompatannya dengan menggabungkan skill.
Lompatan yang tinggi dan cepat itu langsung menuju ke salah satu pohon. Tidak membuang waktu, Jell langsung berdiri di salah satu cabang pohon dan langsung mengejar orang tersebut.
Omunru tentu kaget dengan lompatan yang di lakukan Jell, tapi dia tidak ada waktu untuk bingun dan dia tetap memicu kuda agara bisa lebih cepat keluar dari dalam hutan.
Melihat Jell pergi, Mai juga keluar dan memanjat ke atas kereta.
Dia bermaksud untuk melakukan serangan dan sekaligus melindungi kereta.
Jell yang sudah pergi jauh mengejar orang yang berada di atas, Mai sekarang memiliki kewajiban untuk melindungi sisanya.
Mengambil posisi menembak, mencari keberadaan musuh yang tadi gagal dia jatuhkan.
Dan seperti yang di harapkan, orang itu sedang bersembunyi di antara pepohonan dan menyerang dari jarak jauh.
(Dia bertipe Mage, dan bukan hanya itu, serangan yang dia gunakan juga sanga kuat dan akurat. Lawan yang merepotkan.)
Dalam bisikan hatinya, Mai mulai membaca situasi yang sedang terjadi.
“Ah, aku tidak punya waktu untuk bermain petak umpet denganmu. Akan aku hancurkan semua pohon di sini.”
Senyuman menyeringai menakutkan di terlihat dari wajah cantiknya. Dan benar saja, Mai dengan skill tingkat S “Mega Laser” dia memotong semua pohon yang ada di hadapannya.
Pepohonan yang di potong bagaikan memotong sebuah mentega dengan skill laser, Mai tampak terlihat gila saat dia benar-benar melalukan itu.
Rencananya membuahkan hasil, dari salah satu pohon yang di jatuhkan Mai, muncul sosok yang melompat keluar.
“Akhrinya kau keluar dari lubang persembunyianmu. Ayo ke sini tikus kecil, aku kucing besar akan bermain denganmu.”
Skill di keluarkan, skill kali ini adalah skill yang mengeluarkan beberapa roket yang tersimpan dari senjatanya.
“Grenade Launcher!”
Butiran roket kecil keluar dan menyerangnya dari berbagai arah.
Ledakan besar di akibatkan dari serangan tersebut. Tapi, tidak membiarkan dirinya di kalahkan dengan mudah, sosok misterius itu maju sangat dekat dengan Mai.
Membacakan mantra dengan cepat, orang ini tidak sampai tiga detik mantra sihirnya sudah terbentuk. Dan skill “Flame” di luncurkan.
“Sialan.”
Mai melompat di saat-saat terakhir, dapat terlihat beberapa bagain ujung bajunya hangus.
Untuk saat ini dalam pikirannya bahwa orang ini adalah orang pertama yang mampu membuatnya kewalahan.
DduUAArr!!!
Suara ledakan terdengar dari arah jam 9, dan tidak lama dari bunyi ledakan tadi, seseorang dengan jubah terhempas menabrak orang misterius yang menyerang Mai, yang tidak lain adalah temannya.
Terlihat dari jubahnya yang sudah berlubang karena terbakar, sepertinya dia telah membuat Jell sedikit serius.
Dan tidak lama setelahnya Jell datang dari reruntuhan pohon.
“Ahh, kau merusak alam, loh.”
“Bodoh, apa ada peraturan seperti itu dalam perang?”
“Benar juga.”
Berjalan mendekati Mai, pose yang di tunjukan Jell benar-benar memprovokasi mereka berdua. Dia menaruh kedua tangannya bersandar di belakangan kepalanya, dan dia berjalan dengan sangat santai.
“Jadi, siapa kalian berdua ini?”
Sosok pertama, orang yang di kejar oleh Jell, menggunakan celana panjang dan dia hanyalah seorang bocah. Dan tingginya yang tidak lebih dari 140 cm.
Dan orang kedua, orang yang menyerang kereta pertama dan yang berduel dengan Mai, dia menggunakan rok pendek yang hanya menutupi bahain paha. Dan sudah jelas dia adalah seorang gadis kecil.
Jell dan Mai ketika melihat mereka berdua sekali lagi membuat wajah aneh, mereka tidak tau kalau orang yang menyerang mereka hanyalah seorang anak-anak.
“Hei, kalian itu. Masih anak-anak, bukan?”
Jell memastikan identitas musuhnya, tapi dari penampilan mereka sudah jelas mereka hanyalah anak-anak.
“...”
Jawaban keduanya tidak ada, mereka hanya diam menatap Jell dan Mai dan tidak bermaksud untuk menjawab pertanyaan mereka.
Tapi di saat kondisi kedua kelompok yang tegang ini, sesuatu yang tidak terduga datang menemui mereka.
Dengan kecepatan yang tinggi, sebuah kereta kuda datang menghampiri Jell dan Mai.
Keluar dari dalam kereta, seorang gadis umur 13 tahun berteriak sambil menanyakan kondisi dari kedua kakak tercintanya.
“Kakak! Kalian baik-baik saja?”
Berlari dan mendarat di dada Mai, Emma dengan wajah yang berkaca-kaca memeluknya.
“Emma...”
Emma memeluk Mai dengan erat untuk tidak membiarkannya pergi dirinya, tapi saat ini adalah pertempuran, di sini sangat berbahaya untuk gadis seperti Emma.
Emma yang menerima perintah Mai untuk sementara lepaskan pelukannya, Emma menurutinya dengan baik.
Untuk Emma yang tidak membantu dalam pertempuran tentu membuatnya sedih, dia berharap sesuatu saat nanti dia akan ikut bertarung di sisi kedua kakak tercintanya, itu adalah mimpinya.
Tapi untuk berada di tingkat yang sama dengan mereka, Emma harus mempelajari beberapa hal yang sering Jell dan Mai lakukan, yaitu memeriksa dan mengidentifikasi lawan.
“!!!”
Sesaat melihat musuh yang menyerang, Emma yang menatap kedua anak berjubah itu langsung membuat dirinya tak sadarkan diri.
Dia terjatuh dari pijakannya dan jatuh dengan terlentang.
Sesaat bersamaan kedua anak tersebut tiba-tiba saja pergi dan menghilang di balik pepohonan.
Jell menatap tajam kepada mereka dengan tatapan marah.
“Tch!”
__ADS_1
***