
Sejauh mata memandang, hanya ada kegelapan yang bisa di kenali, tidak ada yang tau pasti di mana tempat saat ini, ruangan di selimuti kegelapan yang luar biasa dan tidak ada suara yang dapat didengar di ruangan itu.
Ruangan yang membentuk sebuah lorong yang tak bisa di lihat kemana arah dari ujung tempat itu.
Terus melewati lorong gelap gulita, dan sampai pada ujung dari kegelapan, di depan terdapat cahaya pudar yang dapat di lihat.
Di ujung ruangan terdapat pintu, pintu dengan tinggi sekitar 2 meter yang menghubungkan dua ruangan.
Pintu terbuka dan suara decitan pintu terdengar dengan jelas memenuhi ruangan. Ruangan di sebelah pintu adalah ruangan dengan penerangan yang dilihat tadi, terdapat tujuh kursi besar dan meja bundar besar di tengahnya.
Di masing-masing kursi terdapat nomor dengan tulisan dunia ini, mulai dari satu sampai tujuh.
Ke-enam kursi itu sudah di isi oleh orang-orang, dan hanya menyisakan satu kursi kosong dengan angka satu.
Orang-orang yang duduk di kursi menggunakan jubah besar untuk menutupi identitas mereka dengan kupluk dari jubah, masing-masing saling bertatapan satu sama lain, dan mereka serentak berdiri, memberikan penghormatan dan suara mereka yang memenuhi ruangan sunyi itu.
““Selamat datang, Bos.””
Suara mereka serentak dengan gerakan penghormatan, menyambut orang terakhir yang baru saja tiba dan duduk di kursi nomor satu, duduk kembali dengan isyarat dari bos mereka, dan semuanya kembali dalam kondisi sunyi.
Orang-orang yang ada di sana sama sekali tidak berkomunikasi bahkan tidak mengeluarkan suara apapun, bahkan suara dari nafas mereka tidak bisa di dengar, bagaikan mereka adalah mayat hidup yang tidak bernafas. Dan dalam kesunyian itu, suara memecah segalanya.
“Tampaknya, Semua sudah berada di sini, kecuali orang itu.”
Orang yang itu tidak lain adalah orang yang berada di kursi nomor satu, mengangkat suara dengan memastikan bahwa semua orang telah berkumpul di tempat itu.
“Bos, ini adalah laporan dari permintaanmu pada sebulan yang lalu. Sebenarnya apa yang akan kita lakukan dengan ini?”
Suara lainnya terangkat dalam kesunyian itu, berbeda dari yang tadi, suara ini berasal dari kursi nomor empat.
Berdiri dan menyerahkan sebuah laporan. Orang pertama mengambil dan seketika tersenyum lebar dengan hasil dari laporan itu.
“Kerja Bagus … Tampaknya orang itu melebihi bayanganku, seperti yang di harapkan. Sandiwara yang dia mainkan sempurna dan membodohi mereka. Namun, sepertinya ini masih kurang menarik... Bagaimana kalau kita lakukan beberapa hiburan untuk mereka, Aku ingin melihat bagaimana mereka melakukannya kali ini.”
Orang itu tersenyum lebar dengan wajah menyeringai, dia begitu puas dengan laporan itu. Dan dalam keadaan yang begitu membahagiakan, suara seseorang menggema dan mengakhirinya, itu berasal dari orang yang berada di kursi nomor empat.
“Maaf menyela kesenangan Anda Bos, namun saya masih belum memahami jalan pikiran Anda melakukan tindakan ini. Kalau saya boleh tau, apa yang sebenarnya yang ingin Anda lalukan kepada dua orang itu?”
“Pertanyaan bagus, namun untuk menjawab pertanyaanmu, itu adalah hasil yang akan kita dapatkan, dan nanti kan lah akhir dari semua ini. Orang itu akan menjadi kunci menuju kegilaan itu, dia yang akan menjadi perwakilan dari dunia ini, orang yang dikenal dengan sebutan “King” Jell Kiyomizu, kau akan menjadi kartu andalanku. BATTLE OR ALIVE akan segera di mulai!”
Suara teriakannya menggema memenuhi kegelapan yang sunyi, semua orang melihatnya dengan mata terbuka lebar dan tidak bisa bereaksi, dan dalam sekejap ruangan itu kembali sunyi.
***
Pagi menyingsing.
Kamar dengan fasilitas sederhana, Satu ranjang, meja kecil, dua kursi, dan lemari 1 pasang. Dapat dilihat di sana, di ranjang untuk satu orang itu di isi oleh dua orang, tidur menyamping agar keduanya bisa masuk tanpa masalah.
Bisa di bayangkan bagaimana rasa tidak nyaman saat tidur dengan posisi itu, mereka harus membagi satu set kasur khusus satu orang menjadi dua, akan tetapi keberatan atau ketidak puasantidak muncul dari mereka.
Jell dan Mai yang tertidur memperlihatkan wajah nyaman dan hangat, tidak adanya ketidaknyamanan saat tidur dan hanya ada rasa nyaman dan hangat dari pelukan.
Tokk…!!!
Sebuah ketukan terdengar dari pintu kamar, dan suara ketukan di ulangi hingga beberapa kali dan berhenti. Jell yang bangun untuk melihat apa yang terjadi terpaku pada surat yang ada di bawah pintu kamar, sepertinya orang itu adalah pengantar surat.
“Datanglah kemari … Ya?”
Jell yang duduk di kursi membuat Mai bangun karena tiba-tiba wilayah kekuasaannya di kasur meluas. Dia memandang Jell yang terlihat senyum tipis, memiringkan kepalanya karena senyum pagi hari membuat dia penasaran.
“Apa terjadi sesuatu?”
Jell teralihkan pandangannya dan menatap Mai, dengan senyum dan berdiri menuju lemari, Jell menyampaikan isi surat itu. Mai yang mendengarkan malah murung dan kurang semangat. Isi surat itu di sampaikan oleh Yinn untuk Jell dan Mai.
Di dalamnya tertulis bahwa mereka di minta untuk pergi ke guild sekarang dengan menggunakan perlengkapan. Mai yang hilang semangat pada pagi hari terlihat begitu lesu dan mencair di kasur, di hari ini seharusnya Jell dan Mai mengambil libur dari pekerjaan sebagai petualang, dan tentu saja untuk membuat libur yang luar biasa, dia sudah merencanakan untuk pergi bersama Jell keliling kota.
Melihat reaksi Mai, Jell hanya tersenyum sambil mengatakan “Mungkin ini tidak akan lama”.
Pergi ke guild dan sekarang sudah pukul 9 itu adalah waktu aktifitas tertinggi di guild. Guild ramai dengan orang-orang, tetapi ada sedikit perbedaan kali ini, para wanita lebih histeris dari biasanya, dan salah satu dari mereka menghampiri Jell dan Mai.
Dia memegang tangannya di atas dada, berambut pendek berwarna hijau gelap, dengan pin peringkat Rocky, dengan malu-malu mendekati mereka.
Tampaknya dia petualang baru, sambil melihat gadis itu. Sambil mengambil pedang berukuran sekitar 50cm dengan sarungnya masih di pasang, wanita itu membungkuk di hadapannya sambil memberikan pedang itu ke arahnya.
“Aa-anu! K-Kiyomizu-Sama … Bisakah saya minta tanda tangan Anda-?”
Jell kaget dengan teriakannya pertama, orang itu kikuk dengan malu menyampaikan perkataannya dengan gagap, wajahnya memerah dan matanya terpaku pada Jell saat dia mengatakan bahwa dia meminta tandatangannya.
Jell yang kaget dengan tindakannya hanya menjawab “A-pa?” dengan kebingungan, sambil menggaruk kepalanya Jell menjawabnya dengan tersenyum.
“Eh… Panggil saja aku Jell, etto … Dengan permintaanmu tadi apa aku tidak salah dengarnya?”
Jell mengkonfirmasi ulang perkataan wanita ini, wanita itu yang mengarahkan pedangnya ke arah Jell mengangkat kepalanya dengan bingung dan mukanya memerah.
“S-saya, memanggil K-Kiyomizu-Sama dengan nama depan … I-itu, apakah boleh?!”
Wanita itu dengan wajahnya berbinar-binar menanyakan kembali perkataan Jell bahwa dia bisa memanggilnya dengan nama depannya, wajahnya lebih memerah dari sebelumnya dan mulai berasap.
Jika di perhatikan lagi, wanita itu menjadi sangat imut dengan sikapnya yang pemalu, Jell yang melihatnya seketika memerah tipis.
Mai yang melihat reaksi Jell hanya tertawa kecil “Pfhu-” dan memukulkan tinjunya di punggung, Mai tampak kaget bahwa Jell bisa sepopuler itu di dunia ini.
Bagi Mai perilaku orang-orang yang seperti ini adalah hal biasa baginya, dan dia tidak menganggapnya serius dan kadang tidak ambil pusing jika saja Jell sedang berjalan atau berduaan dengan wanita lain.
Itu di karena kan salah satu janjinya dengan Jell yang mereka buat waktu kecil membuat Mai dapat berkepala dingin, jadi reaksinya tidak akan berlebihan jika saja Jell akan di tembak oleh wanita lain tepat di depan matanya.
“Iya boleh saja … Jadi ada perlu apa denganku tadi ya?”
Jell menatapnya dan meluruskan pertanyaan wanita itu. Jika di perhatikan wajah wanita itu melonggar dengan senyum yang sedikit menakutkan, mungkin itu hanya firasatnya saja.
“I-itu, apakah saya bisa meminta tandatangan Anda?”
Jell telah mengkonfirmasi dan menatapnya, karena wanita itu bungkuk kembali sambil menghadapkan pedangnya ke arah Jell, Jell dengan tersenyum mengambil pedang itu dan mengambil juga alat tulis yang dia berikan.
Alat itu seperti spidol dengan tintanya yang lebih tebal dan gelap, sensasinya hampir sama dengan memakai spidol biasa namun itu terbuat dari bahan khusus, dan jika saja barang ini ada di bumi maka sudah pasti harganya akan dua kali lipat dari spidol biasa.
Setelah Jell selesai menandatangani pedangnya, wanita itu dengan wajah penuh kebahagiaan memandang pedangnya dan melompat kegirangan.
“N-namaku Siorin, Siorin Iruka … Jadi, seperti yang Anda bilang … Saya bisa memanggil Anda dengan nama asli Anda bukan?”
__ADS_1
Wanita itu bersemangat dan bermuka serius. Wanita itu bernama Siorin, umurnya satu tahun di bawah Jell, 16 tahun. Untuk seorang petualang dia lebih cepat setahun dari Jell, dan itu juga bisa menguntungkan bagi Jell untuk mengikat hubungan dengan petualang yang usianya sebaya dengannya.
“Haa, dan aku akan memanggilmu Siorin, ya.”
Kaget dengan perkataan Jell barusan, wajah Siorin meledak dan darah keluar dari hidungnya, dia dan Jell saling memanggil nama depan adalah bagaikan mimpi menjadi nyata baginya.
Bagi Siorin yang merasakan kegembiraan bagaikan melayang di atas langit, dia tidak bisa mempercayai kalau ini akan jadi seperti ini.
Jell yang sudah bercakap-cakap dengan Siorin, pergi ke counter tempat di mana Yinn sedang berdiri di situ.
Reaksi orang-orang setelah melihat mereka seketika heboh, Jell yang tidak memperhatikan tidak akan tau apa yang telah dia perbuat.
Siorin pergi ke tempat teman-temannya dan memamerkan pedang yang bilah dan sarungnya di tanda tangani oleh Jell, mereka bahkan sudah saling memanggil nama depan masing-masing.
Dengan rasa cemburu teman-teman Siorin mereka memandangnya dengan teriakan kagum dan juga cemburu, mereka awalnya berpikir bahwa Siorin akan di tolak mentah-mentah oleh Jell, akan tetapi, seperti kata pepatah “usaha tidak akan mengkhianati hasil” adalah apa yang Siorin dapatkan dari keberanian melawan perasaannya.
Para wanita selain teman-teman Siorin iri kepadanya dan memandangnya dengan dingin.
Bagi mereka, tidak boleh ada wanita lain yang berhak bersama Jell selain Mai, dan jika bisa, mereka akan dengan ikhlas menjadi anggota dari party milik Jell.
“Jadi tukang angkut pun tak apa-apa, selama aku bersama Jell-Sama aku akan memenuhi harapannya” Adalah apa yang para wanita itu inginkan dan itu terkesan menakutkan.
Berbeda dengan para pria, mereka malah sangat cemburu kepada Jell karena di dekati oleh salah satu wanita tercantik di guild, Siorin menduduki posisi wanita tercantik ke-2 di Nethera Guild, dan untuk yang menduduki posisi pertama itu tidak lain adalah Yinn.
Akan tetapi para pria yang melakukan penentuan posisi itu masih mendebatkan posisi Mai, karena Mai masih baru di guild, maka mereka harus melakukan survei ulang untuk posisi wanita tercantik di guild selanjutnya, dan jika di perhatikan, Mai tampaknya akan mendapatkan dukungan yang besar.
Menyampingkan mereka, Jell dan Mai sudah sampai di counter tempat Yinn berada, Yinn tersenyum kepadanya dan menggodanya karena dia tidak menyangka bahwa petualang yang dia pertaruhkan akan sepopuler ini.
“Mou… Dasar Ikemen-San, apa Onee-San yang cantik ini tidak cukup? … Ha~… Kau tidak pernah puas ya~”
(T/N : Ikemen merupakan kosa kata dalam bahasa Jepang yang mengacu pada "Lelaki Keren", atau "Pria Tampan".
Onee-San adalah bahasa Jepang dengan artian kakak perempuan. )
“Ampuni aku Yinn-San, kau tahu aku tertekan dengan pandangan mereka bukan? … Lagi pula berhenti memanggilku dengan sebutan itu, itu membuatku merinding.”
Yinn tertawa karena reaksi Jell yang tidak suka di sebut Ikemen, akan tetapi di akui Ikemen oleh Yinn sebagai posisi pertama, Jell benar-benar harus bersyukur. Mengesampingkan masalah itu, Yinn memberitahu mereka akan sesuatu yang sangat penting.
Yinn mengundang mereka ke ruangannya untuk mengganti suasana, sesampainya di ruangan, dan duduk menghadap mereka, Yinn dengan berwajah serius memandang Jell.
“Pertama aku minta maaf kepada kalian untuk permintaan mendadak, padahal kalian sudah mengambil libur, dan aku malah memanggil kalian kesini. Untuk masalah ini … Mungkin hanya kalianlah satu-satunya harapan guild.”
“ “Satu-satunya” memang ada terjadi sesuatu?”
Yinn meminta maaf kepada Jell dan Mai karena memanggil mereka di hari libur, dan mengatakan merekalah harapan terakhirnya, sulit di jelaskan apa maksud dari perkataan Yinn ini, namun tampaknya ini benar-benar serius.
Wajah Jell berubah serius dan menanyakan situasi pada Yinn yang sedikit murung di wajahnya, akan tetapi di ketegangan itu ada satu orang yang tidak tau malu dan melakukan hal bodoh, itu Mai.
Mai entah kapan dan bagaimana, dia seenak jidat tidur di pangkuan Jell dengan meluruskan kakinya di sebagian kursi sofa di kantor Yinn, dia tertidur dengan wajah tak bersalah sambil tersenyum di wajahnya.
Jell yang melihatnya tersenyum cerah dan mengusap pipi Mai, Yinn yang melihat mereka ikut tersenyum dan mereka memulai lagi pembicaraan penting ini.
“Jadi, saat kemarin malam, aku dan seisi kantor di kejutkan akan salah satu misi yang tidak bisa kami percaya, permintaan itu datang dari desa Yull, dan isi quest nya adalah, untuk ekspedisi Dungeon.”
Jell seketika kaget dengan apa yang Yinn katakan dan Yinn langsung menyampaikan isi surat itu.
Di surat itu dikatakan bahwa, salah satu orang dari desa Yull sedang berburu di hutan dekat desanya, orang itu bernama Fanla.
Karena penasaran Fanla mendekati Dungeon dan apa yang dia jumpai membuat dia lebih kaget lagi, dia melihat ada orang misterius dengan jubah dan tertutup kupluk, orang itu berdiri di depan Dungeon, Fanla tidak tau apa yang dia lakukan dan yang pasti dia melihatnya sedang berbicara.
Dan apa yang terjadi selanjutnya, di samping orang misterius itu muncul rombongan monster berukuran besar dengan jumlah yang banyak, dari yang dia ketahui mungkin itu adalah Rabbit Frosted. Dan dia langsung berlari menuju desa dan memberitahukan berita ini ke guild.
Jell tercengang dengan cerita barusan dan otaknya berputar cepat “Apa-apaan itu” Adalah apa yang kepalanya katakan. Yinn melanjutkan dan memberi dia kertas quest penaklukan dan penjelajahan.
***
Di kamar berukuran kecil, terlihat ada orang yang duduk di kursi sambil menghadap keluar jendela, itu adalah Jell yang sedang merenung sambil memecahkan teka-teki di kepalanya.
“Apa yang sedang terjadi, apa-apaan ini? Dungeon … Rabbit Frosted … Kekuatan tingkat tinggi … Mereka saling terhubung? Dan jika benar, semua ini hanya untuk memancing kami. Bagai mana dia melakukan itu? … Yinn-San…?”
Mata Jell terbuka lebar dengan apa yang sedang dia pikirkan dan mencapai keputusan yang tidak dia sadari dan tidak ingin dia sadari.
Jell terus memutar kepalanya untuk menyimpulkan semua kejadian selama mereka di sini, mendapatkan penjelasan dengan bukti-bukti nyata, Jell memutar dan terus berpikir akan semua yang telah terjadi.
Mai yang melihatnya dengan sadar bahwa Jell sedang kesusahan, dia mendekati Jell dan memeluknya dari belakang, dengan menanamkan kepalanya di bahu Jell dia berbisik dan sekejap kondisi Jell jadi lebih baik. Suara lembut terdengar, begitu nyaman dan menenangkan.
“Tenanglah… Kau sedang kesusahan kan? Jadi tenanglah dulu … Pikirkan dengan tenang dan jangan mengambil keputusan dengan memandang satu arah. Lihat semua kenyataan dan kejadian, dan ikuti hatimu.”
Kondisi yang di pikirkan Jell adalah bahwa dia dan Mai sedang di kendalikan dan di awasi. Jell menyimpulkan itu dari beberapa fakta dan kejadian yang terjadi.
[Pertama, mereka memang sedang dalam kondisi di mana mereka sedang bertahan hidup karena suatu alasan. (Terjebak di dunia baru)
Ke-dua, orang yang mengawasi mereka dapat dengan mudah mengendalikan mereka dan membujuk mereka.
Ke-tiga, siapa orang itu? Apakah dia orang yang menyamar menjadi karakter waktu itu?
Ke-empat, kalau benar dia mencoba untuk membujuk kami dan mengendalikan kami dari balik layar, jadi apa tujuannya? Sial aku benci orang itu.
Ke-lima, Rabbit Frosted yang pada waktu pertempuran di tempat Soyutu itu bukanlah kebetulan, dari penjelasan ahli daging monster waktu itu mengatakan bahwa Rabbit Frosted yang mereka lawan bukan Rabbit Frosted biasa. Apakah Soyutu tau akan hal itu? dan jika dia tau, pasti dia akan memasang rekomendasi pada tingkat kekuatan dan rank petualang.
Ke-enam, jika Soyutu tidak mengetahuinya, kenapa Yinn menyembunyikan lembaran quest itu? Apakah dia memang merencanakan untuk memberikannya kepada petualang dengan rank tinggi? Jika iya, kenapa dia tau tingkat kekuatan Rabbit Frosted itu, yang di mana Soyutu sama sekali tidak mengatakannya.
Ke-tujuh, jika Yinn memang bermaksud untuk memberikan ke rank yang lebih tinggi, kenapa dia memberikannya kepada kami? Dia bermaksud membunuh kami? Tapi dari penjelasannya dia mengatakan dia hanya menguji kami. Jadi Yinn memang sudah tau dengan kekuatan kami? Dari mana dia tau, dari Plat Status?
Ke-delapan, dengan kata lain. Yinn sudah menduga dengan kemunculan Rabbit Frosted bertingkat tinggi dan dia juga memang sudah berniat untuk memberikannya kepada kami, jadi apakah dia juga tau tentang Dungeon itu dari awal?
Dari penjelas Fanla bahwa Dungeon itu dia temukan kemarin dan saat sebelum itu dia mengatakan belum melihat apa-apa. Jadi Dungeon itu masih baru? padahal kami sudah melihatnya jauh sebelumnya.
Ke-sembilan, kalau begitu, orang berkupluk yang di ceritakan Fanla adalah orang yang memiliki kekuatan untuk membuat Dungeon dan mengendalikan para monster. Kalau begitu, apakah Yinn juga tau tentang orang itu?
ke-sepuluh, siapa Yinn sebenarnya?]
Semua bermunculan di kepala Jell, kepalanya berputar dan mencari satu keputusan. Dan selama sekitar 1jam berpikir, Jell memutuskan untuk mengambil satu keputusan dan di setujui juga oleh Mai.
***
Keesokan harinya.
Jell dan Mai dalam posisi berjalan menuju tempat Dungeon berada, dengan perlengkapan yang sudah di tingkatkan dari terakhir kali mereka melalukan quest, kini perlengkapan mereka sudah sempurna dengan pin berperingkat kuning.
__ADS_1
“Nee, Jell~”
“Hm?”
“Capek…”
“Hah… dasar tidak bisa diharapkan, sini aku gendong.”
“Fufu… jangan asal bicara Jell, aku capek bukan karena lelah, tau.”
“Terus?”
“Pengen gendong doang.”
“Hanya itu?”
Percakapan ceria melintasi hutan yang rimbun, suasana diantara mereka berbunga dengan keceriaan mereka, dan seketika berhenti di karena kan akan sesuatu di depan mereka, itu Dungeon yang di laporkan oleh Yinn dan juga sama seperti tebakan mereka, itu adalah Dungeon yang pernah mereka temui lalu.
Berbeda dengan saat mereka melintasi jalan itu, di depan Dungeon itu ada banyak monster yang sepertinya menjaga agar tidak ada orang yang masuk, itu di karenakan monster yang menjaga bukan hanya satu jenis, melainkan lebih dari dua.
Di sana terdapat, 3 Rabbit Frosted, 3 Dark Bat (monster kelelawar bersayap empat dan berukuran 10 kali lebih besar dari semestinya), 2 Ogre (berukuran 3 meter), Menjaga mulut Dungeon.
“Sepeti dugaan, Rabbit Frosted yang menyerang desa adalah monster yang keluar dari dalam Dungeon.”
Dengan berdengung, Jell membenarkan pemikirannya dari kemarin, Jell mengeluarkan pedang yang panjangnya 120 cm. Jell yang sudah melakukan persiapan, Mai pun menyiapkan Dual Knife yang baru dia beli beberapa hari lalu.
Menuju ke arah kumpulan monster itu, Jell dan Mai berjalan dengan santai menghampiri mereka. Para monster yang melihat mereka tiba-tiba berteriak karena ketenangan kedua orang itu, terutama Ogre yang membuka mulutnya dan berteriak keras.
GuAaHHh!!!
Jell dan Mai mengkonfirmasi para monster yang sudah siap bertarung, dan dengan langkah yang kuat, kedua pihak saling berhadapan dengan jumlah yang tidak seimbang, Jell menghadapi 2 Rabbit Frosted, 1 Dark Bat dan 1 Ogre, sedangkan Mai yang akan mengurus sisanya.
Untuk Jell dan Mai, mereka belum sekalipun melawan Ogre saat ini, itu di karena kan mereka termasuk monster dengan peringkat A dan ada juga beberapa jenis yang sampai peringkat S. Sedangkan untuk Dark Bat, mereka sudah pernah melawan mereka, itu di saat penjagaan malam di misi melindungi Olokoto.
Dengan kecepatan dari Jell, dia langsung menyerbu ke arah kelompok monster itu dengan menghunus pedang miliknya. Dark Bat dengan kecepatan yang lebih tinggi dari pada yang lain di kelompoknya menghadapi Jell terlebih dahulu.
Melawan Dark Bat itu menyusahkan, itu di karena kan mereka terbang dan sangat lincah, kelincahan itu di karena kan sayap ganda mereka yang bisa membuat mereka mampu terbang dengan putaran 360 derajat tanpa hambatan.
Melakukan PvP melawan monster, Jell dengan menggunakan pedangnya akan mengeluarkan skill yang memiliki efek kecepatan agar serangannya bisa menandingi kecepatan Dark Bat.
Skill yang di miliki Dark Bat adalah ‘Shock Wave’ (Gelombang Kejut), menciptakan gelombang yang mampu menghancurkan apa saja dan dengan cepat mengarah ke arah target, skill yang menyusahkan, adalah hal yang di pikirkan Jell saat dia harus menghindari serangan Dark Bat yang menyerangnya dari jauh.
Melihat kesempatan, monster lain langsung menghampirinya, Ogre dengan gada besar di arahkan ke arah Jell seakan dia akan memukul batu besar. Bukghh! Adalah suara saat gada itu menghancurkan tanah yang Jell pijak tadi.
Begitu pun dengan Rabbit Frosted yang dengan kecepatannya meningkat menyambar Jell, akan tetapi kombinasi mereka tidak bisa merobohkan Jell begitu saja, Jell langsung mengubah arah pendarahannya dan mendarat di sisi lain Rabbit Frosted, melihat celah dari serangan cepat Rabbit Frosted, Jell dengan menggunakan pedangnya dan menggunakan skill.
“Fire Stage!”
Menggunakan ‘Fire Stage’ pedang Jell tiba-tiba diselimuti dengan api, meningkatkan kecepatan dan daya serang, Jell membelah Rabbit Frosted dengan mudah bagaikan memotong mentega.
Kelinci yang di tebas pertama oleh Jell tidak dapat bereaksi terhadap kecepatan Jell, dan seketika telah terbelah menjadi dua, dan dengan tempo serangan Jell, Jell melancarkan serangan lanjutan menuju Rabbit Frosted lainnya. Dalam dua kali tebasan, Jell berhasil melenyapkan dua Rabbit Frosted dengan mudah.
Rabbit Frosted memiliki reaksi yang rendah terhadap sesuatu, itu di karenakan kepercayaan diri mereka dengan kekuatan fisik dan ketahanan mereka. Walaupun di tingkat kan di level rendah, Rabbit Frosted tidak bisa di anggap remeh.
Pedang milik Jell saat ini terbakar dengan api hebat, apinya tidak sama dengan api sebelumnya, dan itu karena skill yang di gunakan nya tadi ‘Fire Stage’ memiliki efek dalam meningkatkan serangan dari target ke target lain.
Jadi, di kondisi saat ini skill inilah yang paling ampuh untuk membantai kelompok monster.
Walaupun Jell mampu menggunakan elemen lain, tapi menurutnya ini adalah jalan tebaik. ‘Fire Stage’ tidak begitu menguras mana dan bagi Jell yang sudah beberapa kali bergantung pada skill ini, sudah merasa nyaman dan kekuatannya lebih meningkat dari sebelumnya di perburuan kelinci kolosal.
Dengan hembusan yang sama, Jell berlari menuju Ogre dan memanjat tubuhnya sambil merobek tubuh Ogre dari bawah. Ogre melakukan perlawanan dengan menghantarkan tinju besarnya ke arah Jell, namun melainkan itulah yang dia inginkan.
Memanjat tangan dengan berlari menuju kepala Ogre, Jell dengan momentum itu melompat dan terbang. Ogre berteriak dengan kekuatannya melakukan serangan terakhir, dia meraih kaki Jell saat di kepalanya namun tidak di berikan waktu oleh itu.
Dengan kecepatan dan tingkatan api yang di miliki ‘Fire Stage’ yang sudah terisi kekuatan yang cukup besar dari Rabbit Frosted. Kepala Ogre itu terbelah dengan mudah dan isi kepalanya terbakar dan keluar dari tempatnya.
Dengan posisinya yang sama dengan Dark Bat, saat setelah melompat dari tubuh Ogre Jell saat ini dalam kondisi yang bisa dikatakan terbang di langit.
Dan dengan sekejap Jell meluncurkan skill lainya dan menebas Dark Bat secara vertikal. Skill ‘Fire Stage’ di nonaktifkan dan di saat seperti ini Jell memutuskan menggunakan skill lain.
“Fire Piercing!”
‘Fire Piercing’ adalah skill ber elemen api, skill ini akan memberatkan senjata yang di gunakan untuk skill dan memberikan tindihan keras dan api membara.
Dengan momentum yang mempesona Dark Bat terbelah menjadi dua di langit dan mendarat dengan darah yang keluar dari kedua sisi tubuhnya.
Di lain tempat, Mai saat ini sedang berurusan dengan 1 Rabbit Frosted, 2 Dark Bat, dan 1 Ogre. Di keadaan Mai saat ini berbeda dengan Jell. Dapat di lihat Ogre dan Rabbit Frosted maju bersamaan, dan Dark Bat di belakang menjadi support untuk keduanya.
Mai tidak dapat dengan mudah mendapatkan kesempatan dengan kondisi mendadak itu. Jika di memutuskan langsung maju untuk mengalahkan Ogre dan Rabbit Frosted, maka Mai akan melakukan kesalahan yang berakibat sangat fatal, itu di karenakan skill dari Dark Bat ‘Shock Wave’ dapat melesat dengan kecepatan luarbiasa.
Untuk melalukan perlawanan Mai harus mengurangi partisipasi dari Dark Bat, yang bisa kapan saja menemukan titik lemahnya.
Dan dengan skill buff ‘Dash’ Mai mundur dan maju lagi sambil berlari dan melompat dengan putaran yang membuat Rabbit Frosted dan Ogre terpesona.
Melompat ke belakang dengan tiba-tiba, dan sampai ke barisan Dark Bat. Mai langsung menyerang dengan kedua Dark Bat yang merupakan inti masalahnya.
“Wind Scratch!”
Dengan menggunakan ‘Wind Scratch’ Mai dapat dengan mudah menebas kedua Dark Bat secara bersamaan. Menebas keduanya dengan kecepatan yang mengerikan, Dark Bat tidak dapat bereaksi dan harus terbelah menjadi dua dengan cuma-cuma.
Tidak kehilangan momentumnya, Mai dengan menggunakan ‘Dash’ dengan cepat menuju ke arah Rabbit Frosted dan menggunakan ‘Wind Splitter’ membelah tubuh Rabbit Frosted dengan parah.
Apa yang terjadi dengan waktu yang singkat ini sangat mengerikan, Mai dengan momentum yang tidak bisa di bayangkan melakukan skill buff ‘Dash’ di saat dia masih di udarah tanpa kesulitan, seharusnya dalam kondisi seperti itu Mai harus mendarat dan melalukan lagi skill yang sama.
Bukan hanya posisi namun waktu penggunaan skill yang Mai lakukan terlalu cepat, itu bisa di katakan Mai sebagai pengendali waktu.
Rabbit Frosted tidak mampu melakukan perlawanan berlebihan, mereka tidak melihat Mai dan terbelah menjadi dua secara horizontal.
Dengan kejadian yang sekejap mata itu membuat Ogre tidak dapat memahaminya dan hanya membeku karena teman-temannya sudah di bereskan dalam sekejap.
GuAaHHh!!!
Ogre itu berteriak dan dengan ceroboh mendekati Mai, dia membawa emosi yang besar dari teman-temannya yang dimana bukan dari jenisnya. Namun kemarahannya, dia memegang gada besar dan akan langsung menghancurkan Mai dengan kekuatan penuh amarah.
Mai melihatnya, tampak tidak tertarik dengan permainan kawan-kawannya, dan tanpa menggunakan skill, Mai menebas kepala Ogre dengan mudah dan rapi. Begitu mudah di potong, ogre tidak lagi fokus dan kehilangan kendali dirinya yang terbawa emosi dan mati tanpa kepala.
Dalam waktu yang tidak banyak itu, Jell dan Mai sudah menaklukkan pintu dari Dungeon dengan mudah.
“Saatnya bagian utamanya ya…”
__ADS_1
Jell dengan senyum dan Mai berada di sampingnya, menyeringai dengan sombong.
***