BATTLE OR ALIVE

BATTLE OR ALIVE
Chapter 25 : Final


__ADS_3

Perkembangan sayembara kini sudah mencapai puncak, tersisa dua orang yang akan melakukan duel dan menjadi pemenang. Jell melawan Mai, merupakan hal yang di tunggu-tunggu oleh orang-orang, terutama para petualang dan staf guild.


Jell merupakan ahli pedang yang handal dan sangat hebat. Dalam pertempuran yang pernah di catat, dia tidak pernah kalah dari siapapun. Bahkan dia mampu mengalahkan Lhava sang petualang terkuat dan Adolf sang ksatria terkuat.


Mai merupakan assassin yang sangat lincah dan mampu menemukan cela dari segala sisi pertahanan musuh. Dalam pertempuran yang pernah di catat, Mai tidak pernah kalah melawan siapapun. Bahkan dia mampu mengalahkan tiga wanita Lhava sendirian dan mampu mengalahkan kontestan lain di sayembara.


Dengan melihat semua sejarah pertarungan mereka, tidak heran kenapa orang-orang sangat bersemangat saat mengetahui bahwa final sayembara akan menampilkan pertempuran antara Jell dan Mai.


***


Ruangan gelap dan tidak adanya penerangan yang mampu menerangi seluruh ruangan, hanya ada sedikit cahaya redup yang berada di ujung-ujung ruangan.


Terdapat tujuh kursi di ruangan itu. Kursi-kursi itu kosong kecuali kursi nomor satu. Terdapat sesorang yang sedang duduk di sana dengan memperhatikan monitor di depannya.


“Bagus sekali kalian berdua. Jadi, bagaimana kalau aku ikut bergabung juga? Aku pasti akan memberikan permainan yang sangat mengasikan.”


Dengan tawa yang mengakhiri perkataan, suara tawanya menggema di seluruh ruangan.


Namun tidak lama kemudian dari arah lain pintu ruangan terbuka, terlihat seorang wanita dengan jubah yang menutupi seluruh tubuhnya, akan tetapi jubah yang dia gunakan berbeda dengan orang yang duduk di kursi nomor satu. Masuk dan duduk di kursi nomor dua.


“Sepertinya kau senang sekali, ya.”


“Ah, kau. Tentu saja, kunci itu kini sudah semakin berkembang, dan permainannya semakin menarik.”


Wanita itu berdiri dari tempat duduk dan memutari meja bundar.


“Aku sudah melakukan apa yang kau minta, jadi apa selanjutnya?”


Wanita itu mengelilingi dan berhenti di kursi nomor satu, duduk di tempat sandaran tangan dan dia menatap wajah pria tersebut. Dia terlihat sedang menggoda pria yang duduk di kursi nomor satu, dengan jubah yang ketat, mampu menunjukan bentuk tubuhnya.


“Lakukan seperti biasa dan juga, jika mereka ingin melakukan penggandaan, izinkan.”


“Hm, baiklah.”


Mengakhiri pembicaraan mereka, pria misterius berdiri dari tempat duduknya dan pergi ke arah pintu keluar ruangan. Meninggalkan wanita itu sendirian, wanita itu hanya menatapnya pergi.


“Aku harap kau tidak mencoba membohongi kami.”


Mengatakan hal itu membuat pria misterius yang menuju pintu keluar menghentikan langkahnya, menoleh kebelakang melihat kearah wanita itu. Suasana di ruangan itu seketika menjadi dingin dan mencekam. Tidak ada diantara keduanya yang melanjutkan pembicaraan, mereka hanya saling menatap satu sama lalin.


“Tenang saja, aku tidak akan melakukannya, “No. 3””


Pria itu menjawabnya dan pergi dari ruangan.


***


Pagi ini Jell dan Mai pergi menuju guild untuk melakukan hal yang penting, untuk Emma, dia sedang melakukan latihan untuk menjadi lebih kuat agar dia bisa di izinkan untuk mengikuti turnamen yang akan datang.


Mereka sekarang sedang menunggu di depan counter dan bertanya jika mereka bisa menemui Yinn. Masih ada kurang lebih satu jam untuk final, jadi selagi ada waktu mereka memutuskan untuk melakukan pengembangan.


“Yinn-san lama sekali, ya”


“Am... Mh? Mungkin lagi ada urusan.”


Jell sedang duduk menunggu Yinn dengan serius sedangkan Mai entah dari kapan dia sudah membeli makanan.


Menunggu selama kurang lebih 10 menit, akhrinya Yinn datang. Wajahnya sedikit suram, apa ada seuatu yang terjadi? Jell dalam hatinya yang memperhatikan sikap Yinn.


“Ah, maaf menunggu lama. Ada perlu apa kalian berdua?”


“Ah, untuk itu. Kami ingin melakukan penggandaan.”


“Penggandaan?”


Yinn sedikit terkejut dengan apa yang Jell katakan. Memiringkan kepalanya dia sedang berpikir keras tentang apa yang Jell maksud.


(Eh? Apa yang aku katakan salah? Yinn-san terlihat kebingungan.)


Yinn berpikir cukup lama sampai dia menjelaskan bahwa dia tidak mengerti apa yang Jell katakan, sesuai yang Jell duga. Untuk menjawab ketidak tahuan Yinn, Jell menkelasakn secara singkat apa itu penggandaan.


Penggandaan adalah dimana seseorang mampu menggandakan job milik mereka. Itu mungkin terdengar curang, tetapi di BOA itu adalah hal yang wajib untuk meningkatkan avatar. Penggandaan dapat di lakukan ke semua pemain, mau itu dia seorang Fighter yang ingin menambahkan Mage sebagai job kedua, itu tidaklah di larang.


Dan karena kebebasan itulah yang membuat Jell dan Mai ingin melakukan penggandaan karena mereka ingin sekalian melakukan tes saat final sayembara. Namun, sepertinya harapan mereka di hancurkan karena Yinn sebagai ketua guil saja tidak tau mengenai hal ini.


Menjelaskan semuanya kepada Yinn, reaksi pertama yang dia perlihatkan adalah terkejut. Itu sudah pasti, karena menggandakan job itu sudah seperti kecurangan. Akan tetapi, jika dunia ini memang BOA, maka hal mustahil itu dapat dilakukan.


Dalam game BOA, kita akan mengetahui bagaimana caranya melakukan penggandaan, player akan di arahkan ke guild, dengan bantuan NPC maka player bisa dengan mudah mendapatkan penggandaan.


Yinn menyimak semuanya dengan teliti dan dia sedang berpikir tentang penggandaan yang Jell maksud. Dia sedang berpikir“ Jika hal yang Jell katakan memang bisa di lakukan maka keseimbangan kekuatan di dunia akan terganggu. Jadi bagaimana jika mencobanya kepada mereka saja? Aku yakin itu akan lebih baik.”


Memutuskan apa yang akan dia lakukan, Yinn mengundang mereka langsung ke kantornya.


“Baiklah, untuk saat ini ayo kita lakukan semuanya.”


Jell menjelaskan bagaimana cara melakukan penggandaan, pertama Jell harus meneteskan darahnya ke Plat Status tepat di logo diagram. Setelah itu, Jell harus mengalirkan mana yang cukup untuk bercampur dengan darah, setelah itu Yinn yang akan melakukan sentuhan terakhirnya. Darah yang sudah di campurkan dengan mana akan di oleskan di lima sudut diagram dengan membentuk logo bintang.


Mereka melakukan semuanya dan apa yang mereka dapatkan sesuai harapan. Plat Status milik Jell bercahaya dan mengeluarkan  tekanan mana yang sangat kuat. Mana yang keluar merupakan 10% dari jumlah mana milik Jell.


Jell yang kebingungan bahwa mananya bisa bocor dari Plat Statsu membuat dia sedikit khawatir.


Cahaya meredup dan cahaya berpindah kearah Jell, menyelimuti seluruh tubuhnya Jell dengan konsentrasi tinggi dia menyatu dengan sinar dan juga amukan mana.


...


Pandangan Jell sekarang menjadi putih, dia tidak bisa melihat apa pun selalin ruangan putih yang tidak berujung. Tepat di sana, Jell melihat ada cahaya yang berbeda tepat di depannya. Mengulurkan tangannya, cahaya itu menyatu dengan Jell. Dan hamparan ruang putih tersebut hilang setelah Jell membuka matanya.


“Hm? Sepertinya ini berhasil?”


Jell yang mencoba mengkonfirmasi tentang hasil yang dia dapatkan, tidak melihat sekelilingnya. Ruangan Yinn berantakan, buku, dokumen, dan apapun yang ada di rungan tersebut menjadi porak-poranda seperti habis di sapu badai.


Jell yang tidak mengerti dengan apa yang terjadi, menanyakannya kepada Yinn yang sedang berdiri di depannya, untunglah dia tidak apa-apa. Yinn menjelaskan apa yang terjadi adalah bagaikan membuka gerbang malapetaka.


Tidak lama dari penggandaan Jell, tiba-tiba pintu ruangan Yinn di dobrak dari luar. Mereka adalah pegawai guild dan para petualang dengan pangkat Red. Mereka terlihat sedang bersiap untuk melakukan serangan, para Mage sudah siap dengan mantranya dan para Figter sudah siap untuk melakukan serangan.


Situasi semakin membingungkan bagi Jell, sebenarnya apa yang terjadi saat dia melakukan penggandaan.


“Yinn-san, apa anda tidak apa-apa?!”


Salah saru pegawai guild mendekati Yinn, di ikuti pegawai lainnya mereka memberikan pandangan tajam pada Jell. Bagaikan mereka siap kapan saja untuk menyerangnya, itu membuat Jell semakin jatuh dalam kebingungan.


“Kami merasakan aura yang sangat mencekam dan juga sangat berat, sebenarnya apa itu.”


Pegawai itu menjelaskan apa yang terjadi, Jell yang mendengarkan sepertinya mengetahui apa yang sedang terjadi di sini.


“Ah, tidak apa-apa. Tidak ada yang perlu di khawatirkan.”


“Tapi, Yinn-san!”


“Itu tadi hanya kebocoran mana milik Jell-san, jadi tidak ada yang perlu di khawatir.”


Semua orang yang mendengarkan penjelasan itu membuat wajah tidak percaya. Mereka menjelaskan dampak yang Jell akibatkan, banyak dari para petualang pemula dan orang-orang yang sedang makan, mereka semua pingsan setalah menerima hantaman mana milik Jell.


Di sisi lain Mai hanya membuat wajah biasa aja, dia sepertinya tidak begitu peduli dan malah merasa bangga karena Jell menunjukan tekanan. Dia seperti tidak peduli apa yang akan di terima oleh Jell, tapi dia hanya ingin dengan kejadian ini tidak ada lagi yang meremehkan Jell dan melakukan kesalahan yang sama seperti Lhava.


(Tekanan dari sang Raja, sudah lama sekali aku tidak merasakannya. Dan itu masih sangat menakutkan.)


Mai dalam hatinya menggambarkan betapa dia merindukan malapetaka itu.


Dengan semua keributan itu akhrinya bisa diselesaikan dengan cepat oleh Yinn. Dia menenangkan semuanya dan memerintahkan semua orang untuk keluar dari guild untuk sementara karena Mai kemungkinan juga akan mengalami kebocoran. Untuk menghindari korban maka harus melakukan evakuasi terlebih dahulu.


...


Semuanya berjalan dengan lancar, sesuai dugaan saat Mai melakukan penggandaan terjadi kebocoran mana sama seperti Jell. Akan tetapi itu tidak mengakibatkan korban dan Mai juga mendapatkan penggandaan.

__ADS_1


Jell mengambil job Mage dan Mai mengambil job Marksman. Awalnya Mai ingin mengambil job Mage sama seperti Jell, akan tetapi itu di tolak olehnya karena jika Mai mengambil job Mage, maka Mai tidak akan bisa menggunakan kekuatan spesialnya sebagai seorang Marskman.


Dengan begitu Mai tidak dapat menggunakan sihir sesuai dengan keinginannya sebelumnya dan berakhir menjadi seorang penembak.


Setelah melakukan penggandaan dan keluar dari guild mereka tepat berpapasan dengan Rin yang sepertinya juga mencari mereka. Dengan begitu mereka pergi bersama menuju sayembara.


***


Di arena utama distrik A sudah sangat ramai dengan orang-orang, itu karena final dari sayembara akan segera di mulai beberapa menit lagi.


Jell dan Mai sudah bersiap di posisi masing-masing, tapi berbeda dengan Mai, tepatnya di ruang tunggu Jell di sana ada Rin yang sedang berdiri.


Rin berdiri di depan pintu masuk, bersandar di pintu dia sedang memperhatikan Jell yang sedang bersiap.


“Jadi? Karena dia adalah pacarmu, apa kau akan mengalah?”


Rin memulai pembicaraannya dan itu sedikit membuat Jell terkejut karena dia tidak sadar bahwa dia ada di sana.


Jell yang mendengarkan hanya membuat wajah sulit karena Rin pikir bahwa Jell akan mengalah hanya karena lawannya adalah Mai. Tapi Jell bukanlah orang yang akan mengasihani seseorang jika orang tersebut sudah siap menghadapai resikonya, karena ini adalah sayembara jadi dia tidak ada alasan untuk mengalah. Dia akan menggerakkan seluruh kekuatannya untuk mengalahkan Mai.


“Aku tidak akan mengalah darinya, lagi pula dia dan aku selalu bersaing dalam banyak hal, jadi tidak ada alasan untuk mengalah. dan satu hal lagi, dia bukan pacarku.”


Jell memeberikan jawabannya sambil dia menyiapkan pedangnya dan beberapa hal lain. Sedangkan Rin yang mendengarkan hanya tidak terlalu peduli dengan jawaban yang Jell berikan. Tapi ada satu hal yang ingin dia pertanyakan.


“Bukan pacara? Tapi kalian sangat akrab. Bahkan banyak sekali yang mengatakan kalian itu sudah di tingkat yang sangat tinggi untuk seorang pasangan.”


Jell yang mendengarkan membuat wajah heran, memiringkan kepalanya dia sama sekali tidak tau kalau ada rumor seperti itu. Bahkan dia sama sekali tidak mendengar satupun dari orang-orang yang mengatakan mereka pacaran.


“Eh? Apa begitu?”


“Tentusaja, bodoh!”


Entah kenapa dengan tiba-tiba Rin marah dan menamparnya, dia terlihat tidak puas dengan jawabannya. Apa benar Jell berpacaran dengan Mai ataupun tidak, itu yang dia pertanyakan. Tapi entah kenapa dia terlihat tidak puas dan kesal karena berpikir begitu.


“Ita- kepana kau tiba-tiba menamparku?”


“Hmpf, pikirkan sendiri.”


Setelah dia menamparnya dia berbalik dan keluar dari ruangan dengan wajah merah seperti terbakar.


“Apa, apa aku berbuat salah? Aku tidak mengerti.”


***


Sudah lama menunggu untuk di mulainya final, Jell dan Mai sudah bersiap di masing-masing sisi arena.


“Baiklah semuanya, dengan ini final dari sayembara akam segera di mulai. Di sebelah timur, ada peserta yang di katakan merupakan orang terkuat di Athera Kingdom dan di juluki sebagai pengguna pedang terkuat, Jell Kiyomizu. Dan di sebelah barat, ada seorang wanita yang di gosipkan merupakan wanita tercantik di Athera dan di sebut sebagai Ratu dari para Assasin, Mai Ogawa.”


Penonton bersorak dengan sangat meriah, semua orang penuh dengan teriakan dan tepuktangan yang memenuhi arena. Banyak yang datang di final sayembara ini, dan tidak lupa juga keluarga kerajaan yang wajib untuk menyaksikan siapakah orang yang akan menempatkan posisi Raja selanjutnya.


Dapat terlihat dengan jelas bahwa Marina sedang membuat wajah kesal sambil duduk dan Adolf yang berdiri di sebelahnya terlihat kesusahan menghadapi sikapnya. Dan untuk Rin, dia ada di kursi sebelah kanan dari kursi milik Marina dan dapat di lihat juga ada Emma yang duduk di sebelahnya lagi. Entah dari kapan mereka sudah mulai akrab.


“Reputasi kedua peserta sangat hebat, akan tetapi di final kali ini salah satu diantara mereka berdua harus menjadi pecundang. Dengan ini pertandingan babak final di mulai!”


Tanda di mulainya pertandingan sudah di keluakan, Jell dan Mai sudah sangat siap untuk mengalahkan salah satu dari mereka.


Setelah tanda mulai di berikan, Mai dengan sangat cepat langsung mengeluarkan Dual Knifenya dan langsung mengarah kearah Jell. Jell yang berada di sisi lain arena sudah melakukan persiapan untuk menahan serangan Mai. Pedangnya sudah berada di tangan kanannya, dengan kuda-kuda bertahan Jell dapat dengan mudah menahan serangan cepat Mai.


Kecepatan Mai sangat tidak masuk akal untuk sebuah permulaan, itu dengan mudah meninggalkan tanda retakan dengan ukuran tiga kali ukuran kaki Mai. Bagaikan dia ingin mengalahkan Jell hanya dengan sekali serangan, serangan itu hanya memfokuskan serangan tunggal dan kecepatan tanpa adanya belokkan yang mampu di lakukan.


Serangannya di tangkis oleh Jell dengan mudah. Menyilangkan pedang miliknya dia menutup arah serangan Mai.


Mai yang gagal melakukan serangan cepatnya tidak kehilangan momentum, dia langsung menurunkan dirinya ke tanah dan mencoba menusuk Jell dengan serangan kejutan menggunakan satu Dual Knifenya.


Akan tetapi itu tidak semudah yang di pikirkan, Jell setalah melihat Mai yang menjatuhkan dirinya dan melakukan tusukan kearah kepalanya, langsung mengambil jarak.


Dengan lompatan untuk menghindari serangan, Mai tetap tidak membiarkan Jell untuk istirahat. Dia sekali lagi melancarkan serangan kedua dari Dual Knife yang tidak dia luncurkan saat serangan kejutan tadi.


Setelah Jell mendarat untuk mengambil jarak diantara keduanya, Mai dengan cepat melancarkan serangan lanjutan dan sama halnya dengan sebelumnya, Jell mampu dengan mudah menahan serangannya dengan pola diagonal menggunakan pedangnya.


“Ahaha, Jell kau sangat keras. Aku semakin ingin menghancurkanmu.”


Untuk Jell yang hanya melakukan pertahanan, kali ini dia tidak akan memberikan Mai peluang lagi untuk melakukan serangan cepat. Jell dengan mudah tanpa melakukan rapalan maupun lingkaran sihir dia memasang skill “Fire Stage” dan maju kearah Mai.


Mai yang di targetkan langsung melompta menghindari serangannya, serangan Jell menghancurkan pijakan Mai sebelumnya. Kekuatan skillnya kali ini merupakan 3 kali lebih kuat dari skill yang dia gunakan saat melawan Adolf.


Mai yang melompat dan menghindari serangan Jell tidak membuang waktu, dia melakukan serangan balik dengan skill “Air Claw” untuk menghentikan serangan Jell. Tapi, serangannya dapat dengan mudah di hancurkan hanya dengan sekali tebasan pedang.


Jell tidak menghentikan pergerakannya, dia mengejar Mai dengan skill yang aktif dan selalu menghancirlan semua pijakan Mai sebelumnya.


Kejar-kejaran mereka terhenti setelah Mai menyadari akan sesuatu yang tidak beres. Dia terdiam dan baru menyadari sudah tidak ada tempat untuk berdiri, semua arena telah di hancurkan oleh Jell.


(Jadi ini yang dia incar? Gawat!)


Jell berdiam dan mengangkat pedangnya dengan satu tangan. Mai yang melihatnya mengeluarkan keringat dingin karena dia tau pasti apa yang akan Jell lakukan.


Mengangkat pedangnya dan seketika pedangang milik Jell bersinar hebat dengan api yang bergejolak membakar pedangannya. Api yang tampak sangat panas, api itu hampir mencapai warna hitam dan cahaya langsung di telan.


Sambil melakukan posisi itu Jell seketikan tersenyum.


“Flame”


Menyebutkan nama skillmya seketika arena pertempuran berguncang hebat. Bagaikan ada gempa bumi yang terjadi di arena, orang-orang bertanya-tanya apa yang sedangkan terjadi di dalam sana.


Gempa hebat mengguncang arena dan Mai sedikit menunduk untuk tidak jatuh. Skill yang Jell keluarkan adalah skill api dan bukan skill tanah, jadi gempa bukanlah yang Jell incar, tapi setelah gempa.


Gempa sedikit baikan dan apa yang terjadi membuat orang-orang yang menyaksikan tercengang karena mereka melihat lahar yang naik dari dalam arena.


Lahar yang menyembur keluar dengan kecepatan tinggi dengan tinggi sekitar 15 meter, membentuk geyser lahar. Lahar naik dari serangan pada arena yang Jell lakukan tadi.


Mai yang melihat terjadinya fenomena itu benar-benar tercengang dan dia tidak tau kalau inilah yang sebenarnya yang Jell incar. Akan tetapi setelah membuat geyser lahar Jell tidak malalukam serangan, padahal jika di lihat sudah pasti Jell di untungkan dengan kondisi, tapi dia hanya diam saja di situ.


(Dia masih diam. Apa masih ada yang dia rencanakan? Jangan-jangan masih ada lagi.)


Dan dugaan Mai benar, Jell kembali tersenyum setelah melihat reaksi Mai tentang rencananya yang belum berakhir.


Pedang Jell yang di agkat kelangit sekarang dia mengarahkannya secara horizontal mengarah kepada Mai, dan dia membacakan skill.


“Berakhir sudah Mai, Black Hole.”


Pedang Jell yang diselimuti api hitam kini memadat di seluruh pedangnya dan kini pedang miliknya terlihat jauh lebih besar dari sebelumnya. Setelah api memadat seketika api itu tidak lagi mengeluarkan gejolak.


Jell mengarahkan pedangnnya dan menembakkan laser hitam di pedangannya ke arah Mai.


BbbUUumMM!!!


Suara ledakan hebat terjadi di arena. Itu karena serangan yang Jell lakukan, Black Hole. Skill yang dia lakukan tadi merupakan skill beruntun yang sangat kuat, pertama serangan itu akan melakukan sebuah ledakan besar, dan dari hasil ledakan itu akan menciptakan lubang hitam ,dan menarik target jika saja target tidak terpengaruh oleh ledakan, dan setelah target terhisap ledakan pertama tadi akan ikut terhisap juga. Dan akibat dari skill ini tidak akan meninggalkan apa-apa.


Pemandangan yang di perlihatkan Jell membuat siapa saja yang menontonnya tidak akan berpikir bahwa Jell merupakan petualang pemula, Jell sudah di tingkatan yang berbeda.


(Apa-apaan itu. Menciptakan lubang hitam? Skill tingkat ‘SS’ dia mampu melakukan itu bagaikan itu bukanlah masalah besar. Jell, siapa dia sebenarnya.)


Rin yang sedang menonton tidak bisa menutupi keterkejutannya dari apa yang Jell lakukan. Dia bagaikan tidak percaya dan bahkan tidak berpikir bahwa Jell bisa melakukan skill tingkat tinggi itu.


“Seperti yang di harapkan dari Onii-chan, dia benar-benar kuat!”


Berbeda dengan Rin yang terkejut, Emma terlihat sangat santai dan masih mampu untuk mengeluarkan senyum kepada Jell.


“Emma, kenapa kau terlihat sangat tenang? Jell baru saja melakukan hal mustahil, loh.”


Menanyakan seberapa santai Emma terhadap Jell yang sudah keluar dari jalur orang normal, Rin menanyakannya kenapa dia tidak terkejut ataupun kaget. Namum, jawaban yang di berikan Emma sangat membuat Rin lebih terkejut.


“Eh? Onii-chan memang sangat hebat dari sananya, bahkan yang dia lakukan saat melawan Lhava-san juga sangat hebat. Dia menghabisinya dengan Explosion, dan itu sangat hebat!”

__ADS_1


Mendengar apa yang dia katakan Rin menjadi terdiam saat itu kalau Jell bisa mengeluarkan skill tingkat ‘SSS’ yang bahkan penyihir terhebat kerajaan hanya bisa melakukannya sekali dalam hidupnya.


Dengan hasil yang mengejutkan itu membuat arena pertempuran di selimuti oleh abu yang naik akibat serangan yang Jell lakukan.


“Mau sampai kapan kau sembunyi? Mai kau masih hidupkan.”


Jell berteriak dengan memasang senyum yang sama sekali tidak hilang dari tadi, dia melihat sekeliling dengan sangat hati-hati dan teliti. Mai adalah Assassin, jadi di kondisi seperti ini dia sangat diuntungkan dengan abu yang naik menutupi pandangan Jell.


Dan benar saja, setelah Jell berteriak muncul serangan dari arah jam 3 posisi Jell, dan tidak salah lagi itu Mai. Dia menyerang Jell dengan serangan cepat, tapi kali ini kepatannya meningkat dari sebelumnya.


Saling menahan serangan masing-masing, wajah Mai terlihat sangat bersemangat dan senyuman yang lebar yang sama dengan Jell.


“Serangan yang sangat hebat, Jell. Tapi itu masih belum bisa mengalahkanku, haha.”


“Aku tau itu, dan aku tidak akan puas jika kau mati hanya dengan serangan kecil itu.”


Abu yang mengelilingi arena menghilang saat serangan Mai tadi, terlihat ada jejak angin setelah pergerakan Mai.


Orang-orang keget bahwa Mai mampu menahan serangan Jell tadi, dan bahkan Mai tidak terluka sama sekali dan tidak ada bagian di antara kulitnya yang indah adanya goresan.


Jell dan Mai yang sedang menahan serangan masing-masing saling mengejek satu sama lain, mereka mengejek dan tertawa. Bagaikan ini hanya pertandingan adu kekuatan, kedua orang ini terlalu santai untuk kata main-main.


Sama halnya dengan sebelumnya, Mai yang melakukan serangan dari atas memberatkan berat pada badannya dan membuat dirinya jatuh dan mencoba menyerang Jell dari bawah dan Jell mampu menghindarinya dengan mudah.


Keduanya mengambil posisi masing-masing di sudut arena. Jell menggunakan kuda-kuda penyerang dan Mai juga menggunakan kuda-kuda menyerang, keduanya akan melakukan serangan penghabisan.


Tidak ada wasit yang menghitung pergerakan mereka, tapi keduanya maju secara bersamaan bagaikan mereka bergerak dengan tombol yang sama.


“Peringatan! Peringatan! Untuk semua orang yang sedang menyaksikan sayembara di mohon untuk bubar! Di ulangi.”


Peringatan terdengar, Jell yang mendengarkan langsung berhenti bergerak dan memperhatikan apa yang terjadi. Tapi berbeda dengan Mai, dia tetapi berlari kearah Jell. Jell yang melihatnya langsung memukul kepalanya setelah dia sampai di tempatnya.


“Kau bego, kau tidak dengar ada peringatan?”


“Ita, apa yang kau lakukan. Peringatan? Peringatan apa.”


“Aku tidak tau, tapi sepertinya pertandingan kita di batalkan.”


Mai yang mendengar perkataannya membuat wajah terkejut dan dia berubah menjadi kertas. Dia menatap Jell dengan tatapan kosong karena tidak percaya permainan mereka harus di hentikan karena satu masalah.


Jell menghentikan pertempuran mereka. Muncul sebuah ikon di depannya bagaikan sebuah keyboard, dan ada pilihan di sana.


[Keluar]


Menekan tombol keluar, tiba-tiba pelindung arena hancur sama seperti mereka mengakhiri duel.


***


Berlari kearah gerombolan orang yang memenuhi depan guild, Jell dan Mai langsung masuk karena di izinkan oleh para pegawai yang menjaga.


Berada di dalam guild, di dalam sunyi tidak ada banyak orang. Hanya ada beberapa pegawai dan juga ada beberapa petualang dengan rank Red keatas. Melewati lorong untuk pergi ke kantor Yinn.


Sesampainya di sana tepat seperti yang di harapkan, Yinn sedang duduk di sana. Dia tidak hanya sendiri, ada Rin, Marina, Adolf dan Emma sedang duduk di sana.


“Semua ada di sini? Yinn-san, sebenarnya apa yang terjadi?”


“Tenanglah, Jell-san duduklah. Aku akan menceritakan semuanya.”


Jell dan Mai yang baru tiba duduk dan mendengarkan apa yang sebenarnya terjadi di sini.


Tanpa merahasiakan apapun Yinn menceritakan apa yang sedang terjadi...


Ini terjadi sejam sebelum final sayembara di mulai, pada saat itu para pegawai guild sedang sibuk dengan mempersiapkan final, dan mereka tidak sadar akan adanya surat yang di kirimkan.


Surat itu di kirimkan pada saat para pegawai sibuk dan surat itu di biarkan terlebih dahulu. Saat sayembara berlangsung, guild telah mengambil ahli semua kegiatan dan kontrol penuh untuk acara ini dan itu di setujui juga oleh Marina sebagai salah satu keluarga kerajaan.


Dan saat guild memegang kontrol penuh atas sayembara, mereka mengeluarkan informasi bahwa guild tidak akan menerima permintaan untuk sementara waktu.


Dan oleh karena itu, surat yang di kirimkan tidak langsung di proses dan berakhir di tangan Yinn. Tapi, bukan itu masalahnya. Masalahnya ada pada isi surat itu.


Isi surat itu adalah untuk menyampaikan kepada guild untuk bersiap menghadapi bencana besar yang akan terjadi dalam waktu dekat. Scorpio telah bangkit.


Dalam surat itu tertulis bahwa, benteng bergerak Scorpio telah aktif dan sedang berjalan dari arah barat menuju timur, atau lebih tepatnya sedang mengarah ke kerajaan.


...


Yinn membacakan isi surat, setelahnya dia mendecit karena tidak percaya pada isi surat itu. Tapi setelah dia mengirim beberapa pengintai, terbukti benar. Bahwa dalam radius 100 km dari sini, terdeteksi bahwa Scorpio sedang bergerak mendekat.


Setelah menjelaskan semuanya, Marina membuat wajah sulit. Dia sepertinya kesal karena maslaah yang terus saja berdatangan. Pergi dari ruangan, Marina dan Adolf pergi dan mereka keluar dari guild.


“Terus, apa yang kan kalian lalukan, Yinn-san?”


“Kami tidak bisa bergerak begitu saja. Marina-sama telah mengambil ahli semua unit yang dalam kasus ini, dan kami guild akan membantu beliau semampu kami.”


Jell mendengarkan, dan Jell duduk sambil memikirkan beberapa hal tentang kasus ini.


“Bagaimana dengan para petualang? Apa mereka akan ambil ahli dalam pertempuran ini?”


“Untuk itu kami masih belum mendapatkan izin dari beliau, jadi untuk saat ini masih belum.”


“Sulit juga, ya.”


Jell berdiri sambil menggaruk kepalanya, Menuju pintu keluar, dia di ikuti yang lainnya.


“Ya, kalau ada yang bisa aku bantu, kau tau aku ada di mana.”


“Nn, terimakasih banyak, Jell-san.”


Berjalan keluar, Jell keluar sambil melambaikan tangannya.


...


“Jadi, apa yang akan kau lakukan sekarang?”


“Nn? Apa yang kau maksud. Tentu saja melihat perkembangannya.”


Jell saat ini sedang duduk di pembatas dari gerbang distrik A. Duduk bersila di sana dia sedang melihat beberapa ksatria yang sedang menyiapkan beberapa alat untuk melawan Scorpio. Di sana ada beberapa alat yang bisa di katakan mencukupi untuk melawan benteng penghancur itu, tapi itu masih kurang.


Duduk di sana, Jell tidak sendirian, ada Rin yang juga berdiri di sana memperhatikan para ksatria yang sedang bekerja.


“Jadi, kau tidak akan ambil ahli dalam pertempuran ini? Aku heran kenapa kau mau saja menjadi Raja, kau memang pria yang suka seenaknya.”


Jell menoleh padanya saat Rin mengatakan dia kecewa pada dirinya. Menoleh membuat Rin marah, dia marah karena Jell selalu saja tidak bisa serius akan sesuatu.


Dia sebenarnya tidak mau Jell menjadi Raja, akan tetapi ada juga perasaan dalam hatinya yang mengatakan bahwa Jell adalah orang yang mampu menyelamatkan kerajaan ini. Menghadapi perasaan yang bimbang itu membuatnya semakin pusing.


Tak lama kemudian Mai datang menuju Jell, ada Emma juga mengikutinya di belakang.


(Aku menyesal harus terlibat dengan orang-orang bodoh seperti mereka.)


Melewati Mai dan Emma tanpa mengatakan sepatah katapun.


“Ah, Rin-Onee–“


Menerima perlakukan itu sedikit membuat wajah Mai mengerut. Emma yang mencoba menyapanya juga tidak melanjutkan sapaannya, Rin lewat begitu saja.


Duduk di dekat Jell, Mai juga melihat apa yang Jell lihat. Menanyakan akan apa yang terjadi, Jell tidak menjawabnya. Jell hanya memberikannya jawaban yang abstrak dan anehnya Mai mengerti artinya itu. Tapi berbeda dengan Emma, dia memiringkan kepalanya dengan “?” muncul di kepalanya.


“Dia menyesali apa yang dia mulai.”


Perkataan Jell untuk pertanyaan Mai.


Dengan begitu, Rin tidak lagi mengganggu kehidupan sehari-hari mereka.

__ADS_1


***


__ADS_2