
Berdiri di depan gerbang distrik A, dapat terlihat dengan jelas sosok benteng penghancur yang mulai mendekat. Scorpio sekarang dalam mode tempur yang mampu menghancurkan apa saja yang ada di depannya.
Sedang memperhatikan pola serangan Scorpio, Jell sedang duduk di atas gerbang. Di ikuti Mai dan Emma di belakangnya, untuk Rin dia sedang mempersiapkan pasukan untuk melakukan penyerangan gelombang kedua.
Rin kesulitan untuk membujuk orang-orang, itu karena tidak ada lagi dari mereka yang dengan bodoh akan menghadapi kekuatan yang mampu melenyapkan nyawa manusia dengan sekali serangan.
Dalam serangan pertama tadi terdapat korban jiwa, sekitar 2 petualang tingkat White, 1 Bronze, dan 4 Rookie telah menjadi korban.
Mengetahui hal itu di saat dia sedang mencari bantuan, membuat Rin memasang wajah sulit.
Tapi sekarang berbeda, kali ini petualang terkuat telah berpihak pada mereka. Hati Rin saat Jell bergabung dalam penyerangan merasa sangat tenang, dia tidak tau dari mana rasa tenang dan aman itu, tapi yang dia tau itu semua berkat Jell.
Turun dari atas gerbang, Jell pergi menuju Rin. Rin yang sibuk untuk mempersiapkan semuanya, terkejut ketika Jell tiba-tiba ada di sampingnya.
Tujuan kedatangannya untuk meminta Rin mengantarkannya untuk menemui Marina. Tidak tau apa alasannya, tapi Rin dengan mudah mempertemukan kedua orang ini. Mereka sedang berada di dalam tenda milik Marina, di mana di sinilah tempat komandan pasukan berada.
Marina sebagai komandan dan pemimpin tertinggi di sini terkejut ketika Jell dan Rin tiba-tiba datang, tidak hanya itu, Mai juga berada di sana mengikuti keduanya. Sedangkan Emma, dia di larang masuk oleh Mai.
“Sedang apa kalian ada di tempat ini.”
Salah satu ksatria dengan tubuh besar menghalangi mereka dengan tombak yang dia pegang, di ikuti dengan ksatria lainnya, mereka juga mempersiapkan senjata mereka masing-masing.
Mereka seperti tidak suka dengan kedatangan mereka, terutama tatapan mereka kepada Jell, mereka hanya menatapnya dan tidak melihat ke yang lain. Seperti mereka memiliki dendam terhadapnya.
Tapi kondisi seperti itu dapat di hentikan dengan cepat, Adolf dengan mengangkat tangannya dia berteriak untuk menaruh senjata bawahannya. Dan tentu saja mengikuti perintah, mereka menaruh kembali senjata mereka dan membiarkan mereka menemui Marina.
“Jadi, apa alasan kedatangan kalian.”
Dia bersikap angkuh terhadap mereka, dengan menyilangkan tangannya dan menyilangkan kakinya juga, dia benar-benar sangat cocok dengan perannya sebagai komandan. Dia duduk di takhta Raja, dengan aura dan kharisma yang seperti itu tentu saja menjadi salah satu daya tarik yang memikat Jell.
Sama seperti yang pernah Jell katakan, dia akan dengan senang hati akan membantu Marina dalam sayembara dan bahkan samapi mengatasi Scorpio. Tapi, hubungannya dengan Rin menjadi alasan untuk menolaknya.
Bagi Jell, Marina adalah sosok yang sangat mirip dengan salah satu orang yang dia kenal, sepupunya. Sepupu Jell sangat mirip dengan Marina dalam hal sikap, dan kharisma yang mereka miliki.
Itu alasan ketika pertama kali melihat Marina, dia sempat menoleh kearah Mai karena Marina sangat mirip dengan Rita, dan dia berharap Mai juga memiliki pemikiran yang sama dengannya.
Dan sampai sekarangpun, saat melihat gaya duduk dan kharismanya, dia tidak sengaja melirik Mai lagi.
(Sungguh sosok yang mengagumkan.)
Jell dalam hatinya memuji Marina.
Melanjutkan percakapan, Jell menjawab pertanyaan Marina atas keberadaan mereka di sini. Jell dengan santai mengatakan apa tujuannya.
“Berikan kendali penuh dari perang ini, dan akan aku berikan kemenangan padamu.”
Mendengarkan perkataannya membuat wajah Marian yang dari tadi mengerut kesal sekarang semakin kesal karena perkataan bodohnya.
Memberikan kendali penuh kepada Jell sama saja dengan menjadikan Jell sebagai komandan, dan bahkan Marina saja tidak mengenal bagaimana sosok Jell saat memimpin.
Dan bukan hanya Marina, Rin dan orang-orang yang ada di tenda tersebut membuat wajah terkejut saat mendengar apa yang Jell katakan.
“Kau jangan main-main.”
Marina sangat marah, dia menggenggam erat pedang tipis di mejanya dan siap untuk menebas Jell. Dia mengeluarkan aura yang menekan yang memenuhi ruangan. Tapi berbeda dengan ksatria yang terkena dampak dari aura milik Marian, Jell hanya membuat senyum dan sedikit menunduk di depannya.
“Aku benar-benar minta maaf atas kelancangan saya, yang mulia. Tapi kau sudah lihat sendiri bagaimana dan apa akibat dari perbuatan anda dalam perang ini, dan anda pasti tahu kalau anda sebenarnya tidak sanggup untuk menghadapi hal ini, bukan?”
Marina yang mendengar bereaksi kepada kata-katanya, dia yang putus asa karena kegagalannya dalam penyerangan ini, tentu saja dia tidak ingin menanggung semuanya, dia sangat ingin ada orang yang menggantikannya. Tapi karena sosoknya sebagai pemimpin, membuat dia tidak dapat melakukan hal itu.
“Dan oleh karena itu, saya ingin anda menyerahkan semua kendali penuh atas perang ini, dan saya akan menjanjikan kemenangan bagi anda.”
“Apa yang kau pikirkan! Jangan sombong hanya karena mengalahkan Adolf. Kau tidak tahu apa-apa tentang perang ini, dan kau seenaknya mengatakan hal itu.”
Marina yang tidak tahan akhrinya meledak, dia berteriak kepada Jell dan mengatakan bahwa dia tidak akan bisa mengatasi hal ini hanya karena dia mampu mengalahkan Adolf. Rin yang kaget dengan permintaannya, juga mengambil suara dalam hal ini.
“Benar Jell, apa yang kau katakan untuk mengambil semua kendali, kau saja tidak tahu apa-apa tentang Scorpio.”
Jell yang merasa dirinya di rendahkan dan tidak di percaya, membuat dia sedikit mengangkat senyum. Senyuman itu dapat dengan jelas terlihat dari wajahnya, dan seketika semua orang dalam ruangan itu berkeringat dingin.
Jell dengan mengeluarkan aura dari dalam dirinya, membuat orang-orang yang ada di dalam ruangan tersebut terdiam saat merasakannya.
Mereka terdiam dan tidak dapat mengangkat sepatah katapun. Dan bukan hanya aura yang menekan miliknya, di belakangannya Mai juga memberikan tekanan yang menimba tekanan Jell, yang berakibat dua tekanan besar terjadi sekaligus.
Mai mengeluarkan auranya bukan karena ikut-ikutan dengan Jell, tapi dia marah saat orang-orang meremehkan Jell.
Sambil di selimuti dengan aura dan tekanan yang sangat besar, Jell mengatakannya sekali lagi.
“Marina-sama, berikan semua kendali penuh kepada saya dan saya akan memberikan kemenangan kepada anda. Ini bukan hal yang merugikan, anggap saja ini seperti aku dengan senang hati bekerja di bawahmu. Dengan begitu kau tidak perlu lagi mengemban beban, bagaimana?”
Marina saat ini tidak dapat memutuskannya dengan mudah, saat ini dia sangat bimbang dengan pilihan yang ada di depannya.
Beristirahat dari semua tanggung jawab ini, atau tetap mengemban tanggung jawab ini. Saat ini kedua pilihan itulah yang ada di depannya. Sedikit menunggu lama, jawaban yang di berikan Marina adalah, iya.
“Baiklah. Tapi, jika kau gagal, kau akan mendapatkan kematian yang belum pernah kau bayangkan.”
Mendengar jawabannya, Jell mengehentikan auranya dan tersenyum sambil berterimakasih padanya, dan dia keluar dari tenda.
Mendengar jawaban yang Marina berikan membuat Rin tidak percaya dan marah padanya, dia tidak menyangkah bahwa Marina dengan mudah memberikannya. Dia pikir Marina akan tetap menolak walaupun dalam keadaan seperti itu.
“Rin, tadi apa yang kau lihat.”
“Eh, ya, aku melihat kekuatan yang sangat mengerikan dari auranya.”
“Begitu, ya. Tapi tadi yang aku lihat adalah taman bunga.”
“Eh, taman bunga?”
Rin berdiri dari kursinya dan menuju keluar, melihat Jell dan Mai pergi. Dengan perkataan Marina, membuat Rin heran dengan apa yang dia maksud dengan “taman bunga”.
“Di saat kalian melihat sosok mengerikan, saat itu yang aku lihat adalah taman bunga yang sangat indah. Perasaan itu sangat tenang dan hangat, sama seperti saat dulu Ayah dan Ibu masih hidup. Di saat kita pergi ketaman waktu itu, begitulah perasaan yang aku rasakan tadi.”
Memalingkan pandangannya kepada Rin, dia mengatakannya dengan senyum yang terpasang di wajahnya yang selalu cemberut.
“Ayah pernah berkata padaku, bahwa akan ada saatnya ada seseorang yang mampu menangani dan menyelamatkan kerajaan ini. Dan sesaat, aku merasa bahwa dialah orang yang Ayah maksud.”
Mendengar perkataan kakaknya, membuat Rin menunduk. Dia selalu berharap dan percaya bahwa Ayahnya akan mampu menangani kehancuran Athera, tapi pada saat serangan yang terjadi enam bulan lalu membuat dirinya hancur.
Dan dari situ, Rin selalu mengembangkan dirinya dan ingin manjadi lebih kuat, agar dialah orang yang mampu menyelamatkan kerajaannya.
Tapi pada saat mendengar kedatangan Scorpio, itu membuat hati Rin hancur dalam keputusasaan.
Konflik dalam kerajaan masih belum selesai dan tiba-tiba datang entah dari mana datang kehancuran sebenarnya. Itu merupakan hal yang selalu menghantui kedua saudari ini.
Dan mendapatkan penyelamat merupakan hal yang paling mereka inginkan, dan datanglah sosok Jell yang mampu mengemban tugas mereka. Sosok yang kuat dan membuktikan dirinya sendiri, Jell merupakan penyelamat sebenarnya.
***
Pindah ke Jell dan Mai, saat ini keduanya sedang berada di tenda terbuka tempat di mana mereka mengumpulkan orang-orang untuk membahas strategi berikutnya.
Saat ini Scorpio sedang di tahan oleh para penyerang jarak jauh untuk memberikan mereka informasi untuk mengalahkannya dalam gelombang kedua.
Mereka di lengkapi meriam yang mampu menahan Scorpio, tapi itu hanya sementara. Dan untuk setiap waktu yang para penyerang berikan, akan di gunakan oleh Jell dengan sebaik mungkin.
Mereka saat ini sedang membahas langkah mereka selanjutnya, dan bagaimana mereka akan menghentikan Scorpio sebelum sampai di gerbang.
Dan tentu saja sama dengan yang di terima Rin, Jell dengan mudah menerima penolakan, para petualang tidak ada yang mau membantu ataupun mengikuti perang lagi. Mereka sudah sangat takut walau hanya melihat Scorpio yang mendekat.
__ADS_1
Dan dalam kondisi seperti ini jalan keluar muncul, dari belakang tenda yaitu gerombolan ksatria dengan perlengkapan lengkap berbaris di belakangnya. Terdapat Marina yang memimpin pasukan tersebut, dan Adolf mengatakan tujuan mereka.
“Kami datang untuk membantu.”
Suaranya terdengar, Marina datang dengan gerombolan dan menawarkan mereka bantuan. Di ikuti oleh Rin juga ikut di belakang kakaknya.
“Marina-sama, terima kasih atas bantuannya.”
“Bukan apa-apa, lagi pula kau yang sudah mengatakan akan memberikan kemenangan. Jadi untuk memberikan bantuan seperti ini aku rasa akan berguna.”
“Terima kasih banyak, Marina-sama, kami tertolong.”
Jell kaget dengan kedatangan mereka, tapi hal seperti ini sangat membuat dia senang. Untuk menciptakan kemenangan memerlukan pasukan yang tangguh, untuk mengharapkan para relawan dari guild tidaklah cukup, itu karena para relawan yang ikut dalam perang hanyalah para rank bawah yang tertarik dengan hadiah yang di berikan.
Tapi kedatangan Marina dan pasukannya memberikan dampak yang sangat besar bagi rencana Jell, dengan ini persentase kemenangan naik drastis.
“Bagaimana jika kami juga ikut serta.”
Terdengar dari belakangnya lagi, berbeda dengan Marina, kali ini Yinn datang dengan para staff dan petualang rank atas.
Mereka sangat banyak dan melebihi para ksatria yang Marina kirim, Yinn dengan berjalan dari belakangnya memberikan bantuannya juga pada Jell.
Jell yang mendapatkan bantuannya merasa sangat senang, itu karena kekuatan para petualang rank atas sangatlah di butuhkan dalam rencananya.
Dalam penyerang pertama yang di pimpin oleh Marian, Yinn tidak ikut dalam penyerangan atau lebih tepatnya dia bereaksi di belakang layar.
Tapi saat dia mendengar keputusan untuk menyerahkan semua kendali penuh kepada Jell, membuat dirinya tidak bisa tinggal diam untuk tidak membantu petualang yang berada di bawah pengawasannya.
Yinn mengumpulkan banyak petualang tingkat tinggi dan para staff yang bisa bertarung di garis depan. Petualang yang di pilih Yinn adalah petualang dengan rank silver ke atas.
Dia tidak menerima bantuan dari para rank bawah, karena dia pikir mereka hanya akan membebani dan menambah jumlah korban.
Dengan begitu, pasukan dari guild bisa di katakan merupakan pasukan terkuat mereka, dan Yinn yakin dengan kekuatan dari pasukannya itu.
Dan tidak lama setelah Yinn masuk dalam kelompok, muncul lagi orang yang menawarkan mereka bantuan.
“Kami juga, kami juga akan membantu.”
Datang lagi orang yang membantu, tapi kali ini dia adalah ketua dari organisasi penyihir.
Dalam penyerangan yang di pimpin Marina tadi, Marina hanya meminjam sekitar 12 penyihir untuk membantu dalam rencananya.
Tapi kali ini berbeda, ketua organisasi itu datang dengan rombongan 30 penyihir yang mengikutinya.
Jell yang melihat kedatangan ketua organisasi penyihir itu kaget dan menyapanya, bagaikan mereka sudah saling kenal satu sama lain. Keduanya tampak akrab.
“Sancun-san, kau datang membantu kami.”
“Umu, tentu saja aku akan menolong penyelamatku.”
Melihat keakraban mereka, membuat Mai tertarik sejak kapan Jell kenal dengan orang-orang penting seperti dia.
“Jell, dia?”
“Ah, biar aku perkenalkan. Mai, dia adalah orang yang pernah aku selamatkan lalu, Suncun-san. Sancun-san, dia adalah teman masa kecilku, Mai.”
“Senang bertemu denganmu.”
“Ah, senang bertemu.”
Keduanya bersalaman. Namun itu masih belum cukup untuk menjelaskan hubungan antara keduanya, sejak kapan mereka ketemu, menyelamatkan? Kapan, kapan itu terjadi. Adalah apa yang ada di kepala Mai saat ini.
Perasaannya tidak tertahankan, dia menyuruh Jell untuk menjelaskan apa hubungan mereka berdua, dan kapan kejadian Jell menyelamatkan wanita itu.
Menjawab pertanyaannya, Jell menjelaskan bahwa dia bertemu dengan Sancun-san saat dia sedang menyelesaikan urusannya.
Saat itu Jell sedang berjalan di sekitaran perbatasan distrik A dan B, di saat dia sedang berjalan untuk melakukan sesuatu yang amat sangat penting, di sana dia melihat seorang wanita yang sedang pingsan di gang sempit diantara dua bangunan.
Jell melihatnya dan tidak menghiraukannya. Dia di angkat dan di bawa di salah satu tempat untuk istirahat dan Jell memberikannya ramuan penyembuh.
(Dia pingsan di gang sempit, apa terjadi sesuatu kepadanya?)
Jell yang duduk di sebelahnya mencoba memikirkan apa yang terjadi pada wanita ini, dia berpikir bahwa wanita ini mungkin telah di rampok atau sejenisnya.
Di distrik A, perampokan dan tindakan kejahatan lainnya tidak terlalu tinggi, tidak setinggi distrik D. Di distrik A banyak petualang dan ksatria yang membuat distrik A merupakan distrik yang berisi orang-orang kuat dan patuh akan hukum yang berlaku.
Dan menemukan tindakan kejahatan seperti pencurian atau semacamnya cukup langka di distrik ini.
Akan tetapi hal-hal itu tidak memungkinkan adanya tindakan kejahatan, dan buktinya wanita ini sepertinya di rampok.
Tidak berlangsung lama semenjak Jell memberikan ramuan penyembuhan kepadanya, wanita itu mulai sadarkan diri.
Dia duduk di meja yang dimana Jell membaringkannya. Dia kaget dengan keadaannya saat dia membuka matanya, dia sedikit histeris saat sadarkan dan melihat Jell sudah berada di sampingnya.
“Ahh! Siapa kamu, apa yang kau lakukan pada diriku.”
“Tunggu, tenanglah. Aku tidak melakukan apapun, jadi tenanglah dulu.”
Wanita itu menatap Jell dengan tatapan tajam, dia tidak percaya pada Jell, tapi melihat dirinya yang sudah terbalut selimut, dia menjadi sedikit percaya untuk mendengarkan perkataan Jell.
Jell yang melihatnya sudah tenang, memulai percakapan untuk menanyakan tentang kondisi wanita itu. Jell mulai dari memperkenalkan dirinya dan dia menanyakan kalau ada bagian dari tubuhnya yang terasa aneh, wanita itu menjawab dan dia mengatakan tidak ada yang perlu di khawatirkan.
Mendengar penjelasannya Jell menarik nafas lega. Berdiri dari tempat itu, Jell langsung berpamitan pergi meninggalkan wanita itu yang terduduk di atas meja.
Jell tidak ingin mendapatkan atau menambah masalah dalam hidupnya, dengan menyembuhkan wanita itu dan memberikannya sedikit uang, rasanya sudah cukup untuk membantu.
Dan oleh karena itu, Jell merasa tugasnya di sini sudah cukup, dan dia akan pergi melanjutkan urusannya.
Tapi langkahnya di hentikan oleh suara di belakangnya, itu berasal dari wanita yang dia selamatkan, dia berteriak dan menyuruh Jell untuk berhenti sejenak.
“Boleh kau luangkan waktu sebentar? Aku minta maaf sebesar-besarnya karena bersikap kurang sopan, padahal kau sudah repot-repot menyelamatkanku. Tapi, boleh kau mendengarkan permintaanku sebentar saja.”
Mendengarkan wanita itu untuk memohon kepadanya secara langsung, membuat Jell merasa tidak bisa membiarkan dirinya begitu saja.
Dia akan mencoba menolongnya sebisa mungkin, dan dia akan berusaha untuk tidak memberikan dampak negatif kedepannya karena berurusan dengan wanita ini. Sebaik mungkin menghindari masalah yang mengganggu masa depan.
Mendengarkan permintaannya, wanita itu mengatakan namanya, di lanjutkan dengan meminta tolong kepadanya untuk melakukan sesuatu.
Wanita ini bernama Sancun Amanamo, dia adalah salah satu anggota dari organisasi di kerajaan Athera yang bernama “Witch”.
Dia mengatakan permasalahan untuk membantunya untuk menangkap pencuri yang telah mencuri harta karun dari organisasinya.
Barang yang di curi merupakan batu delima besar yang mereka gunakan untuk mengumpulkan mana alam di dalamnya, dan karena ukuran dan mana alam yang sangat banyak itu yang membuat harga dari batu tersebut lebih mahal dari pada kristal sihir yang Jell jual lalu.
Dan hal tersebutlah yang membuat batu tersebut dapat di curi.
Penjagaan untuk batu tersebut tidaklah lemah, dia menjelaskan bahwa pencuri yang mencuri batu tersebut merupakan orang-orang yang berpengalaman dalam hal tersebut.
Dari mendengarkan perkataannya tentang orang-orang berpengalaman, membuat Jell teringat akan kejadian penyerangan bandit saat mereka mengantarkan Olokoto.
Apa mereka ada hubungannya, aku rasa tidak. Jell sedikit berpikir kemungkinan yang ada dalam pikirannya.
Melanjutkan cerita Sancun, dari penjelasannya dia mengatakan bahwa dirinya lah orang yang mengejar pencuri tersebut, dia mengejarnya sendirian karena dia secara tidak sengaja melihat mereka dan tidak dapat langsung melapor.
Akan tetapi bukannya berhasil menangkap mereka, dia malah di bimbing ke sebuah jebakan yang membuat dirinya di serang secara tiba-tiba. Tapi untungnya dirinya dapat melarikan diri dari serangan dengan cara memberikan sihir peledak dan sihir ilusi untuk dia bisa kabur dari tempat itu.
Tapi walaupun berhasil kabur, dirinya yang menerima luka yang tidak sedikit harus pingsan di gang yang di mana Jell menemukan dirinya.
__ADS_1
...
Penjelasan panjang yang Sancun berikan, membuat Jell merasa tidak bisa membiarkan wanita ini, Sancun membawa beban dan tanggung jawab yang besar untuk bisa mengembalikan harta milik organisasinya, dan dia berakhir secara tragis.
Melihat kondisinya, Jell menyetujuinya untuk membantu Sancun sebisa mungkin. Dengan begitu, tugas awal Jell hari ini berganti dengan membantu Sancun untuk mendapatkan kembali batu delima milik mereka.
***
Jell menceritakan tentang pertemuannya dan masalah yang mereka hadapi saat ingin mengambil kembali batu delima milik organisasinya kepada Mai.
Mai yang mendengarkan memarahi Jell karena dia tidak minta tolong padanya untuk membantu, tapi Jell menjawab bahwa Mai saat itu sedang dalam urusan dengan tiga wanita milik Lhava yang dia kalahkan.
Perkenalkan diantara mereka telah selesai, dengan ini mereka melanjutkan menyusun strategi untuk mengalahkan Scorpio.
...
Dalam penyerangan gelombang kedua ini, Jell memberikan strategi yang cukup unik dan berbeda dengan yang di lakukan oleh Marina.
Melihat strategi tersebut membuat Marina membuka matanya karena dia tidak pernah berpikir bahwa rencana ini akan berhasil, melihat dan mencoba memprediksi hasilnya Marina menolak rencana Jell karena dia menilai ini sebagai strategi bunuh diri.
Dalam strategi tersebut, Jell yang akan menjadi sorotan utamanya.
Rencananya yaitu, pasukan penyihir akan mengunakan sihir seperti saat pertama, yaitu bertujuan untuk menghancurkan penghalang yang melindungi Scorpio, untuk para petualang mereka di tugaskan untuk maju dan bertugas untuk menghancurkan pergerakan Scorpio.
Untuk sekilas terlihat sama seperti milik Marina, tapi di sinilah perbedaan diantara keduanya.
Untuk pasukan ksatria, Jell meminta mereka untuk membagi menjadi dua kelompok dan mengambil posisi di kedua sisi Scorpio dengan jarak 20 meter.
Tujuan mereka yaitu untuk mencari celah, dan membantu para petualangan jika terjadi hal yang tak terduga.
Mendengar bagian itu, membuat Marina dan yang lainnya keheranan karena mereka tidak tau apa yang di maksud Jell dengan “hal yang tak terduga”.
Dan jika semuanya berjalan dengan lancar dan terkendali, maka Jell lah yang akan mengambil bagian utamanya dengan menyerang Scorpio sendirian. Walaupun di katakan sendirian, sebenarnya Mai akan membantunya dari belakang.
Dengan begitu strategi untuk penyerangan gelombang kedua sudah selesai, dan mereka akan langsung melakukannya dengan segera.
***
Pasukan meriam yang menahan Scorpio di perintahkan mundur, dan mereka akan di gantikan oleh pasukan penyihir yang siap dengan sihir penghancur.
Dalam prediksi Jell yang dia katakan pada Sancun, di mengatakan bahwa berkemungkinan besar bahwa pertahanan dari penghalang yang di gunakan Scorpio jauh lebih kuat dari sebelumnya.
Dan oleh karena itu, Jell meminta Mai untuk membantu mereka untuk menghancurkan penghalang milik Scorpio.
Para penyihir dan para ksatria sudah dalam posisi masing-masing, dan begitu juga dengan para petualangan yang sudah siap untuk maju.
“Serang!”
Serangan di mulai dengan satu perintah dari Jell.
Para penyihir langsung membentuk sihir dengan dampak serangan yang jauh lebih besar dari sebelumnya, dan setelah selesai mempersiapkan serangan, mereka akan langsung menyerang Scorpio secara langsung.
Keliru dengan serangan pertama yang di mana Scorpio sama sekali tidak melawan saat penyihir menyerang dengan sihir penghancur, tetapi kali ini Scorpio mengulurkan ekornya ke depan, dan dia menahan serangan sihir penyihir dengan laser penghancur.
Tabrakan terjadi diantara kedua pihak, namun bagi para penyihir ini merupakan kekalahan karena serangan mereka tidak dapat langsung melumpuhkan Scorpio.
Melihat hal itu membuat wajah Marina terkejut, dia tidak percaya bahwa rencana mereka akan gagal dengan satu langkah saja. Memalingkan wajahnya, dia menatap Jell dengan wajah sulit.
Tapi apa yang di ekspresikan Jell membuat Marina heran, Jell tidak marah ataupun kesal saat melihat serangan penyihir gagal, tapi dia malah tersenyum puas melihat serangan itu gagal.
Dan dalam kondisi itu, Jell tiba-tiba berteriak, yang membuat Marina kaget dan langsung memalingkan matanya kearah Mai yang berada di atas gerbang.
“Mai!”
“Di mengerti!”
(Jangan bilang.)
Dengan tanda dari Jell yang di tunjukan padanya, Mai langsung mengganti Class miliknya.
Cahaya muncul di sekitar Mai, badannya di selimuti cahaya, dan sekejap pakaian yang di gunakan Mai sedikit berubah.
Pakaiannya yang awalnya panjang dan sedikit terbuka, kini terlihat berbeda dengan beberapa bagian dari pakaiannya di perpendek.
Pakaian tersebut berubah karena penggantian Class yang dia lakukan. Di BOA jika karakter mengganti Class maka secara otomatis pakaian yang mereka gunakan juga akan berubah dengan Class yang di pilih.
Hal ini agar pakaian yang di gunakan player dapat di sesuaikan dengan Class yang sedang di gunakan.
Dan karena Class awal Mai adalah seorang Assassin, maka pakaiannya sedikit di perpendek untuk Class Marksman miliknya, agar pergerakan dan kenyamanan Mai tidak terganggu.
Orang-orang yang melihat cahaya yang berkumpul di sekitar Mai membuat ekspresi terkejut, mereka tidak pernah melihat seseorang dapat dan mampu mengganti Class miliknya.
Padahal seseorang dapat memiliki Class secara acak dan tidak ada satupun kondisi yang di mana seseorang dapat memilih Class mereka sesuka hati.
Dalam pemilihan Class di dunia ini adalah, seseorang yang sudah berumur lebih dari 14 tahun akan mendapatkan sebuah kebangkitan.
Kebangkitan tersebut adalah kondisi di mana seseorang mendapatkan semacam kekuatan atau mukjizat.
Dalam kebangkitan tersebut seseorang mendapatkan job mereka, dan tentu saja Class yang mereka dapatkan merupakan pemberian secara acak, dan walaupun acak pemilihan job dapat di picu.
Contohnya jika ada anak dari seorang ksatria, maka dalam kebangkitannya dia sudah mendapatkan 100% akan mendapatkan Class seorang ksatria berupa Fighter dan Tank.
Tapi hal tersebut dapat di picu dan kemungkinan 100% tadi dapat berubah dalam kondisi tertentu.
Cara untuk memucu pemilihan Class adalah dengan kebiasaan dan keahlian seseorang. Dengan hal tersebut, walaupun anak seorang ksatria bisa saja bangkit sebagai seorang dengan Class Mage.
***
Kembali ke pertempuran, setelah Mai melakukan pergantian Class, Mai langsung mengeluarkan senjata miliknya.
Senjatanya adalah sebuah Sniper, modelnya seperti AWM tapi dengan model yang jauh lebih modis.
Mengeluarkan senjatanya, Mai mengambil posisi untuk siap menembak. Dia duduk dan menongkah senjatanya dia siap menembak.
Mai berada dalam konsentrasi, dia diam dan menatap langsung kearah Scorpio. Selesai melakukan perhitungan, Mai kini mulai menggunakan skillnya.
Skill yang akan dia keluarkan adalah skill yang bertipe penghancur dengan dampak area, dia di perintahkan oleh Jell untuk melakukan hal tersebut karena Jell ingin melakukan sedikit percobaan pada Scorpio.
Skillnya sudah siap, senjata milik Mai sekarang bercahaya siap untuk meledak. Skill di aktifkan menciptakan lingkaran sihir dengan jumlah 4 gerbang di ciptakan di jalur tembakan.
Dari masing-masing lingkaran sihir memiliki pola yang sangat unik.
Melihat fenomena itu membuat wajah Rin tidak bisa berhenti terkejut saat melihatnya. Skill melesat dengan menciptakan satu peluru yang cukup besar melesat menuju arah Scorpio, dan setelah peluru sudah cukup dekat tiba-tiba peluru meledak dan menciptakan banyak peluru kecil yang secara langsung menghantam penghalang Scorpio.
Lebih dari itu, terlihat dampak dari serangan Mai sangat kuat hingga mampu menghancurkan penghalang sebelum durasi skill habis, dengan begitu senjata dan juga meriam milik Scorpio juga ikut di hancurkan.
Dengan skill besar yang Mai keluarkan itu membuat Scorpio sama sekali tidak dapat menahannya, karena serangan yang dia gunakan untuk menangkis serangan dari para penyihir sudah menguras tenaganya.
Marina yang melihatnya terkejut tidak percaya, dalam hatinya dia tidak terpikirkan bahwa inilah yang Jell incar.
“Baiklah, pasukan penyerang, Maju!”
Perintah kedua di keluarkan, para petualangan dengan kuda yang mereka gunakan dan juga para ksatria dengan kuda mereka juga, langsung mengambil posisi yang sudah Jell instruksikan.
Maju untuk serangan kedua, dan di sinilah perang sesungguhnya di mulai.
***
__ADS_1