
Sejauh mata memandang ladang hijau dan di batasi gunung. Terdapat dua orang yang sedang memandang keindahan itu. Angin yang berembus begitu nyaman, dan menenangkan.
Jell dan Mai sedang duduk terdiam di sana. Mereka berdua tak berbunyi mengakibatkan kecanggungan yang ada. Jell terangkat, merenggangkan badan dengan menarik kedua tangannya ke atas. Semangat Jell kembali dengan sesaat, “Yosh!.” itu yang dia katakan.
Memandang Mai, Jell dengan senyum tipis memanggilnya.
“Hora, ayo pergi. Kita harus bertahan hidup di dunia ini bukan? Berarti informasi adalah kuncinya.”
“Nn…”
Notice dengan perkataan Jell, Mai mengangguk dan tidak bergerak. Masih diam, duduk manis di situ. Jell dengan semangat menggoyangkan tubuhnya dan sama, Mai hanya menjawabnya dengan nada datar.
“Gendong.”
Terkejut dengan itu, Jell seketika tersenyum lebar. Untuk menutupi perasaannya dia menggaruk-garuk kepalanya dan sambil meraih Mai.
Sejam berjalan. Jell dan Mai masih belum menemukan apa-apa sepanjang jalan, dan hanya ada padang rumput. “Cih!.” makian keluar dari mulut Jell dengan kesal masih belum berjumpa dengan pemukiman satu pun. Mai yang di gendong di belakangnya diam tak bersuara. “Sepertinya dia tertidur.” suara hati bersuara.
Tertidur dengan sangat nyaman di punggungnya, Jell memandanginya dengan senyuman hangat.
“Disaat seperti ini dia masih saja bisa tidur dengan nyenyak.”
Jell memandangi langit dan dalam hati sudah bertekad dengan segenap kekuatan nya. Dia tidak akan membuat Mai menderita di dunia ini. Bagaikan seorang suami yang dengan segenap hidupnya untuk menafkahi istrinya, Jell benar-benar bertekad dengan semangat yang jantan. Baginya, Mai merupakan satu-satunya alasannya untuk tetap bertahan di dunia ini, dan jika saja Mai tidak ada di sini, dan malah orang lain atau hanya dia sendiri yang terlahir kembali di dunia ini, maka Jell akan merasakan kehampaan yang menyakitkan.
Melanjutkan perjalanan kembali. Jell yang sudah kelelahan mencoba mencari tempat untuk beristirahat. Mai tampaknya sudah bangun dan dengan polosnya berkata.
“Jell~, aku lapar.”
Jell memandangnya. Benar sekali, mereka belum makan dan minum semenjak di kirim ke sini. Jell sudah mencoba mencari sungai di padang rumput tetapi tidak menemukan apa pun.
“Tahan sedikit.”
Pukulan pelan terhempas menuju kepala Mai, merespon Mai dengan alami bersuara “Ugh-.” dengan itu. Bukan hanya Mai yang kesusahan, tetapi dia juga. Berjalan di bawa sinar matahari selama satu jam itu melelahkan. Walau matahari di sini lebih dingin dari di bumi sih, tetapi sama saja.
Tidak hanya mengeluh dengan nasib Jell dan Mai bangkit dan mulai berjalan mengikuti insting milik Jell, tampaknya Mai sudah terbiasa lagi berjalan.
Selama sejam lalu, mereka tidak menemukan apa-apa. Jell tidak menemukan pedesaan, sungai, maupun pohon yang memiliki buah satupun. Pepohonan di sekitar sini hanyalah pepohonan yang tidak berbuah. Jell sempat terpikirkan memakan bunga, tetapi saat mencobanya dengan mencicipi selembar kelopak, rasanya sangat tidak enak.
Rasanya asam dan tidak manis sama sekali. “Bentuknya begitu manis, tapi saat di coba tidak semanis itu.”,adalah penggambaran yang di berikan Jell kepada bunga berwarna putih yang dia makan.
Bunga itu mirip tulip tetapi sedikit berbeda, biasanya tulip tidak terlalu mekar, maka tulip yang dia makan bisa mekar membesar. Warnanya Indah, warna seputih susu, menggambarkan kemanisan akan rasanya, tetapi itu salah.
***
Utara, itulah tujuan arah Jell dan Mai. Dan sekitar 1 jam perjalanan, akhirnya mereka melihat pemandangan yang berbeda saat ini. Itu tembok. Tembok yang besar dan juga luas dapat di lihat di ujung matanya. Hidup kembali, Jell dan Mai yang sempoyongan sekarang bersemangat dan mendekati tembok itu.
Tembok dan gan tinggi sekitar 10 meter. Tembok itu terbuat dari perpaduan kayu dan beton, kayu membentuk rangka dari tembok, dan batu dan beton menjadi danging dari tembok itu. Terlihat begitu gagah dan megah. Terdapat gerbang di sana, menjadi tempat untuk masuk dan keluar dari kota ini. Di atas tembok terlihat ada tempat untuk berpijak, atau lebih tepatnya itu tempat untuk para penjaga gerbang.
Tembok itu bukan hanya sekedar tembok, bagian dalam tembok ada ruangan yang bisa di masuki oleh penjaga. Sehingga jika di lihat dari luar, ada beberapa jendela atau juga ventilasi di sana.
Mungkin itu untuk pertahanan dengan menggunakan meriam atau panah dari dalam?.
Di gerbang itu tidak ada penjaganya, tampaknya ada semacam festival? Jell dan Mai memasuki gerbang. Dan apa yang mereka lihat itu luar biasa. Itu kota.
Kota dengan tema abad pertengahan, dan lebih luar biasa lagi yang berada di ujung kota ini. Itu sebuah kastil, bukan, lebih besar lagi, itu Istana. Mata mereka terpesona dengan pemandangan tidak biasa ini.
Banyak orang di sini, ada berbagai kios yang berjejer sekitar 10m ke depan membentuk jalan. Pedagang dan pembeli terlihat di sini, bukan hanya itu ada beberapa orang yang menggunakan pakaian aneh. Memakai zirah dan ada juga yang berpakaian seperti petualang.
Sebagai tambahan pakaian Jell dan Mai juga pakaian petualang, tapi dengan kualitas yang rendah.
Mereka masih terdiam di situ, dan seketika tangan seseorang memegang pundak Jell. Lengan yang kuat dan bukan sembarang orang.
“Salam kenal! namaku adalah Otnah Koto, kalian bisa memanggil Otnah–San saja. Yang lebih penting, kalian berdua pengembara ya?.”
Lelaki sekitar berusia 28-34 tahun, bertubuh besar dengan tinggi sekitar 2m lebih. Menyapa Jell dan Mai yang tampak hanya diam di tengah jalan kota. Tubuhnya penuh otot dan sixpack ya g dapat di lihat dari kaos putih yang tidak menutupi perut orang ini. Jell mengembalikan kesadaran dan menjawab.
“Ha-hai!, kami baru saja sampai dan tak tau apa-apa tentang tempat ini.”
“Hou, kalian berasal dari luar kerajaan ya.”
“Eh?.”
“Baiklah, biar Paman ini yang akan memberitahu mu.”
Dengan lengan di buka lebar, membentang dari tubuhnya yang berotot. Dia berseru dengan mengahnya dan begitu mempesona.
“Selamat datang di kerajaan Utara terbesar, Athera Kingdom .”
Paman ini menceritakan informasi mendasar dari kerajaan, tampaknya kerajaan ini bernama “Athera”, nama yang terkesan begitu fantasi. Paman ini memberitahu banyak hal, tetapi menurut Jell itu informasinya terlalu dasar. Akan tetapi itu cukup. Paman itu sudah bercerita, dan dari semua yang paman itu ceritakan ada satu yang membuat Jell dan Mai penasaran.
Kembali ke padang rumput, Jell dan Mai duduk di bawah pohon, yang berada lumayan jauh dari gerbang. Paman tadi sangat baik. Bukan hanya memberi informasi, dia juga memberikan uang kepada mereka sebanyak 20Runiah yang tampak tidak memiliki uang, untuk sesaat Jell dan Mai sudah mendapatkan energi dari makanan yang mereka beli.
“Jadi, informasi yang sudah kita dapat yaitu….”
Jell mengingat dan menyimpulkan informasi yang dia dapat.
Pertama, Kerajaan Athera saat ini tidak merayakan festival, dan ada berbagai kerumunan itu hanya keseharian mereka. Bagi Jell keramaian di kerajaan ini begitu luar biasa, itu karena banyaknya orang di bagian depan gerbang.
Jika bagian depan bisa seramai itu,bagai mana dengan di dalam kerajaan ini. Itu lah hal yang di pikirkan Jell untuk menggambarkan bagaimana dia mengaguminya.
__ADS_1
Ke-2, Mata uang di sini bernama (Runiah), yang di mana nilainya sama dengan di Bumi. 1,2,5,10,20,50,100,…,1000,…,10.000. Yang di mana 1Runiah sama dengan 1dolar Amerika.
Itu begitu luar biasa bagai mana penjumlahan uang di dunia ini. Bagi Jell, dia mengira mata uang di sini akan lebih rendah dari yen ataupun rupiah, mengingat kerajaan ini berada di abad pertengahan.
Ke-3 Di kerajaan Athera mereka menerima semua jenis Ras. Sama seperti perkataan karakter waktu itu, bahwa negara ini terdapat berbagai Ras dan Kerajaan. Dan jika memang begitu, sekitar 60% orang yang mereka lihat adalah ras manusia, dan jika mereka menemukan ras lain, itupun langkah.
Dan itu tidak begitu membingungkan karena mereka belum melihat seluruh kerajaan ini. Dan ada kemungkinan, mereka juga bisa melihat ras manusia binatang.
Dan yang terpenting adalah ini. Pendapatan di kerajaan Athera di bagi menjadi beberapa tingkat. Tingkat itu adalah Tingkat/Rank dari para penduduk di kota. Tingkatan tersebut. Dari yang terlemah ke yang terkuat.
Rookie
Bronze
White
Yellow (Pedagang)
Red
Black (Petualang)
Titanium
Silver (Kesatria)
Gold (Bangsawan)
Diamond (Raja/Ratu)
Dari tingkatan ini ada beberapa batasan. Seperti pedagang hanya akan berpangkat Yellow, Petualang berpangkat Balck, Kesatria berpangkat Silver, Bangsawan Gold, dan Raja/Ratu berangkat Diamond.
Dan jika tingkatkan ini memang ada, berarti akan adanya hal rasisme di kerajaan ini. Dan jika benar ada, akan sangat berbahaya jika memiliki pangkat terendah, karena rasisme di abad pertengahan sangat kejam.
Sambil menyimak kembali informasi, Jell tampak masih memiliki masalah. Itu adalah bagai mana mereka mendapatkan uang. Dari paman yang tadi dia bilang dengan menjadi petualangan kita bisa mendapatkan uang.
Akan tetapi bukankah itu terlalu berbahaya? Jell sendiri tidak tau dia memiliki kekuatan atau tidak. Sambil mengusap-usap rambut Mai yang sedang tiduran di pangkuannya. Jell menanyakan sesuatu kepada Mai untuk tujuan mereka selanjutnya.
“Mai, menurutmu setelah ini kita harus bagai mana?”
“Apa kau bodoh? Tentu saja untuk mencari uang bukan!”
Dipukul kepala Mai dengan tinjunya. Mai yang memegangi kepalanya dan berasap. Jell terpikirkan akan satu hal yang bisa menguntungkan mereka.
“Yos!, untuk hidup di dunia ini, sepertinya kita harus menjadi petualang dulu!.”
Mai memandangi Jell dengan senyum lebar juga, dia mengagumi sikap Jell yang cepat dalam mengambil langkah dalam hidupnya. Dan itu dia buktikan di seluruh aktivitasnya. Mai mengangguk untuk balasannya.
“Kalau begitu, kita pergi sekarang!”
Bangunan besar, dengan bendera berlogo perisai dan pedang di atasnya. Tampak begitu kokoh dan kuat, itu adalah Adventure Guild.
Adventure Guild adalah tempat para petualang dan sebagian kesatria berkumpul. Tempat untuk membentuk Party*(1), Quest, dan tempat berkumpul bagi petualang. Dengan adanya Guild, petualang menjadi salah satu pekerjaan terbesar di dunia ini. Itu di karena kan Guild akan menyediakan penghasilan dari apa yang petualang lakukan melalui Quest.
Memasuki pintu Guild yang hebat, ruangan luas terpapar. Ruangan itu di bagi menjadi dua bagian, bagian sebelah kiri bisa di lihat itu adalah sebuah tempat makan. Seperti itu bukan bar, karena tidak ada orang yang terlihat mabuk di situ. Sedangkan sebelah kanan adalah bagian utama. Tempat untuk mengambil quest dan mendaftarkan. Ada banyak kursi juga di tempat ini.
Memasuki ruang guild, para petualang tidak terlalu memperhatikan Jell dan Mai. Mungkin mereka berpikir hanya dua orang tidak akan menarik perhatian.
Akan tetapi tatapan mereka yang awalnya cuek mulai menatap mereka dengan saksama. Itu di karena kan Mai. Seorang gadis cantik memasuki ruangan.
Jell tidak mempedulikan hal itu, begitu juga dengan Mai yang sedari tadi di lirik oleh para petualang laki-laki. Sebaliknya Jell tampak menarik perhatian petualang perempuan.
Menuju ruangan seperti counter, Jell dan Mai menghampiri penjaga. Jell dan Mai yang menyadari ada yang berbeda dengan penjaga counter ini, mereka kaget mantapnya. Penjaga itu seorang Elf. Dengan rambut kuning kehijauan, menggambarkan Elf pada buku fiksi dan Anime.
Elf itu sangat cantik dengan kedua dada besarnya itu. Bagaikan akan tumpah kapan saja dapat di lihat dari pakaian pegawai guild.
Bertubuh Onee-San yang menggoda membuat Jell sedikit memerah karena pemandangan yang luar biasa. Memalingkan pandangan mereka, Jell dan Mai mendekat dan menyapa.
“Ano, apa di sini tempat untuk mendaftar sebagai petualang?”
“Ya! silakan lewat sini.”
Penjaga itu mendampingi Jell dan Mai. Menuju tempat counter tadi, penjaga itu sepertinya mengambil sesuatu. Itu adalah kartu? Kartu berwarna hijau terang yang mengkilap tetapi tidak tembus pandang. Penjaga itu menyapa mereka berdua dan mulai menjelaskan.
“Ini adalah Kartu “Plat Status ”, dengan menggunakan kartu ini kalian berdua akan terdaftar sebagai petualang.”
“Aku mengerti. Bayarannya?”
Jell dan Mai mengambil ‘Plat Status’ itu dan menanyakan harga. Penjaga tampak kaget dengan perkataan Jell barusan. Dengan tersenyum dia memberitahu. Senyuman yang menghipnotis keluar dari sosok wanita cantik itu, bisa membuat semua takluk di tangannya.
“Untuk mendaftar menjadi petualang Anda tidak perlu membayar.”
Jell memahami perkataannya. Dan penjaga itu mulai memberikan instruksi lanjutan kepada Jell dan Mai.
“Plat Status ini akan menjadi identitas petualang Anda. Untuk mengkonfirmasi Anda hanya perlu memberikan setetes darah di layar kartu.”
Jell dan Mai di pandu melakukannya. Menggunakan sebuah alat, alat itu terdapat jarum di atasnya. Sepertinya itu alat khusus untuk memberikan keberhasilan dalam registrasi. Terbuat dari berbagai bentuk unik, alat itu terlihat bagaikan harta nasional. Dengam beberpa besi emas yang membentuk keagungan benda itu.
__ADS_1
Setetes darah di tumpahkan di atas layar dan muncul sesuatu di situ. Kartu polos tanpa apa-apa, sekarang mulai me model kan sebuah kartu. Terdapat seperti daftar dan logo segi enam di sampingnya. Setelah menunggu beberapa saat akhirnya Plat Status mereka selesai. Penjaga memeriksa untuk memberikan arahan selanjutnya, akan tetapi penjaga itu tampak diam tak bersuara. Di pandangnya kedua Plat Status Jell dan Mai, dan seketika membisikan sesuatu kepada mereka.
“Bisakah Anda sekalian ikut saya sebentar di kantor?”
Pengawas itu mengajak Jell dan Mai untuk mengikutinya. Sepertinya ada hal mendadak yang membuatnya harus merahasiakan hal ini dari yang lain. Di ikutinya pengawas itu dan sampai ke kantor. Di atas kantor terdapat sebuah papan yang bertuliskan “Kepala.”. Tampaknya wanita Elf ini bukan penjaga sembarangan, tetapi dia adalah ketua Guild ini.
Memasuki ruangan, pintu di kunci. Sebelum mengunci dia melihat sekeliling. Dan mulai berbicara kepada Jell dan Mai.
“Anu, ini tentang Plat Status Anda sekalian.”
““Nn.””
“Di kartu kalian berdua tidak tertulis jumlah apa-apa.”
““Nn…,…–Ha?!””
Jell dan Mai secara bersamaan kaget serta bingung dengan perkataan ketua guild. Dia menjelaskan bahwa Palt Status mereka berdua menunjukkan keanehan. Itu di karena kan angka yang keluar dari kartu itu hanya menunjukkan “XXX”. Dan ini pertama kalinya Guild mendapatkan fenomena seperti ini.
***
“Hah.”
******* terdengar. Itu Jell yang sedang sekali lagi duduk di pohon yang tadi di tinggalinya, masih dalam posisi sama, yaitu Mai menggunakan Jell sebagai bantalnya.
“Kenapa reaksimu begitu? Bukankah itu sama saja kita yang terkuat?”
Ocehan Mai terdengar. Sekali lagi dia tidak memahami situasi saat ini, terlepas dari perkataan ketua guild tadi, Jell bingung mengambil keputusan.
“Jangan sembarang berbicara, ini untuk tujuan hidup kita tau.”
“Aku tau kok. Hidup untuk kita berdua, di atap yang sama, kamar yang sama. Kau pasti bosan bukan? karena itu sama saja pas waktu kita di Bumi.”
Memukul kepala Mai dan berasap lagi.
“Itta–!, jk Apa yang kau lakukan?!”
Marah dengan perlakuan yang di tunjukan Jell, kemarahan Mai sudah mencapai batas.
“Kau pikir setiap kali kau memukulku itu tidak sakit apa?! Itu sakit tau gak!”
“Ha! Itu karena kau berperilaku bodoh tanpa pikir panjang.”
“Siapa yang kau panggil bodoh?”
“Sudah pasti kau bukan!”
“…”
“…”
“Jell, Aku membencimu, Hmpf–!.”
“Oh, syukurlah sekarang bebanku berkurang 50%, dengan ini aku akan dengan cepat mendapatkan tempat tinggal, dan makanan dengan mudah.”
“Heh–.”
“Hm?.”
“K-kau tidak mempedulikanku?.”
“Hm? Itu sudah pasti bukan, kau sendiri yang bilang mau pisah denganku.”
“Tidak-tidak, seharusnya kau bilang “Baiklah aku yang salah, tetaplah bersamaku.” begitu.”
“Haa! Kau pikir kau siapa? Kau sendiri yang minta pisah bukan, jadi kau sendiri juga yang nentuin hidupmu mulai sekarang.”
“…”
Dalam momen menegangkan untuk mempertahankan kehidupan, Jell di peluk oleh Mai. Dengan mengeluarkan senyum manis hingga bunga-bunga bermunculan.
“Jell~, aku, minta, maaf.”
Menenggelamkan wajahnya di dada Jell, Mai terdiam dengan nada suram di wajahnya. Dia menyesal dengan perkataannya, dan ini satu-satunya cara merendahkan situasi. Jell hanya senyum sambil mengelus napas dan membalasnya dengan memeluk Mai dengan satu tangan. Memandang ke arah atas tembok, salah satu bagian Istana terlihat. Memalingkan pandangan dan mulai mendesah lagi.
Dan untuk yang ke-dua kalinya, Jell balik lagi ke guild dan menemui ketua guild yang sedang membersihkan counter. Mendekatinya Jell mengambil keputusan, masa depannya dan Mailah yang sedang dia pikul untuk percakapan singkat ini.
“Manajer–San, Kami menyetujui saranmu.”
“Begitu ya, kalau begitu mulai sekarang panggil saja aku Yinn, dan aku yang akan menjadi pengawas kalian berdua ok.”
““Yoroshiku onegaishimasu.””
(LN: Yoroshiku onegaishimasu adalah bahasa Jepang dari "Saya sangat menginginkan hubungan yang baik dengan Anda." Anda dapat juga mengatakan ini sebagai kata-kata penutup, saat Anda meminta seseorang melakukan sesuatu bagi Anda.)
Dengan begitu Jell dan Mai telah di konfirmasi menjadi petualang, dengan penjagaan Yinn (ketua guild), maka lencana rank rookie telah di berikan kepada mereka.
Perkataan Yinn pada Jell saat di kantornya adalah untuk menjadikan Jell dan Mai menjadi petualang terkuat. Sehingga Nethera Guild akan mendapatkan banyak permintaan dan menaikkan pangkat guild. Itu sebabnya dengan memanfaatkan Jell dan Mai yang memiliki kekuatan tak di ketahui, dia bertaruh bahwa mereka akan menjadi petualang terkuat di kerajaan. Dan dia sendiri yang menjadi pengawas bagi mereka.
***
(1) Party – Di artikan sebuah kelompok yang berisi berbagai petualang. Berisi berbagai Job yang saling melengkapi satu sama lain, dan menciptakan kelompok petualang yang kuat.
__ADS_1