Because Of Pizza

Because Of Pizza
Bab 27 Kedatangan Oma Rose


__ADS_3

Tari, mengerjapkan matanya mengedarkan pandangannya pada setiap sudut kamarnya. Tari, merasakan tangannya di genggam seseorang saat Tari, menoleh ke sisi ranjang dia melihat Aryan, tertidur di sampingnya seraya menggenggam tangannya. 


'Kenapa aku bermimpi dokter ganteng lagi' gumamnya lirih.


Seketika Tari, pun tersadar jika ini bukan mimpi tetapi kenyataannya Aryan, memang ada di sampingnya. 


Aaaa … 


Teriakan Tari, sangat menggelegar membuat Aryan, terbangun dari tidurnya. 


"Ada apa? Kenapa kau berteriak?" 


"Hei, dokter mesum, kenapa kamu ada disini hah! Dasar mesum!" Tari, memekik seraya memukul-mukul dada Aryan, membuat Aryan, kewalahan. 


"Apa yang kamu lakukan padaku, kau tidak menggauliku, kan!"


Aww, Aryan, menciut hidung Tari, dengan sangat keras membuat Tari, meringis kesakitan.


"Jaga bicaramu. Lihatlah apa pakaianmu masih utuh? Jangan asal bicara, kamu pikir aku tergoda dengan tubuhmu, hah!" pekik Aryan, yang tak terima karena di tuduh. 


Tari, pun meraba tubuhnya, melihat semua pakaiannya yang masih utuh. 


"Pakaianku masih utuh, tapi kenapa dokter ada di sini?" 


Aryan, berdecak kesal. 


"Pikirkan saja sendiri, kenapa aku ada di sini." Aryan, begitu kesal lalu pergi meninggalkan Tari, di rumah kostnya. 


Tari, duduk termenung masih memikirkan apa yang terjadi semalam. Seketika dirinya ingat saat menangis dalam pelukan Aryan. Tari, pun tertidur hingga tak dapat melepaskan genggaman tangannya pada Aryan. 


"Aish … lagi-lagi aku menuduhnya, dan aku sungguh memalukan. Apa karena aku menggengam tangannya jadi dia tidak pergi! Aku pikir itu hanya mimpi oh Tari …." Tari, terus merutuki dirinya.

__ADS_1


*


*


*


Aryan, pulang dengan rasa kesal. Sudah tidur dibawah lantai, hingga kepalanya terasa sakit, pada akhirnya di tuduh macam-macam. Pagi ini membuat mood-nya tidak baik. 


Aryan, menghentikan mobilnya setelah sampai di pekarangan rumahnya. Setelah turun Aryan, segera melangkahkan kakinya memasuki rumahnya. 


Sesampainya di depan pintu, suara seorang wanita sangat menggelegar, begitu pun dengan pukulan tangannya yang menyakiti punggungnya. Bukannya mendapat ketenangan namun malah semakin membuatnya kesakitan. 


"Dari mana saja kamu hah! Kamu tahu Oma, menunggumu semalam tapi kamu tidak kunjung pulang. Dan kamu juga lupa menjemput Oma," 


Seorang wanita terus mencecarnya, memarahinya, karena cucunya yang lupa akan janji pada Omanya untuk menjemput di bandara. 


"Oma, hentikan jangan pukuli aku terus. Baiklah aku minta maaf semalam aku lupa," 


"Iya Oma, ini Aryan." 


"Kenapa pipimu tirus sekali, badanmu juga sangat kurus. Apa kamu tidak pernah makan? Kau ini, seorang dokter tapi tubuhmu tidak pernah kamu urus." Wanita itu kembali memekik.


"Sudah Oma, bilang berhenti jadi dokter, kamu masih bisa bekerja di perusahaan, kenapa kamu tidak pernah dengar!" 


"Oma, menjadi dokter itu tugas yang mulia, seharusnya Oma, bangga punya cucu seorang Dokter."


"Bangga, tapi tubuhmu saja tidak terurus bagaimana bisa bangga." 


Oma Rose, dia adalah Oma Aryan, seorang pengusaha besar yang bercabang dimana-mana. Aryan, adalah cucu satu-satunya namun cita-citanya yang ingin menjadi seorang dokter membuat Rose, terpaksa melepaskan cucu tersayangnya pergi meninggalkan rumah dan mengabdi di negri orang sebagai dokter. 


Padahal keluarganya adalah orang terpandang, dan Aryan, adalah pewaris tunggal keluarga wiguna, namun Aryan, tidak menginginkan menjadi seorang CEO, karena impiannya adalah menjadi seorang dokter. 

__ADS_1


Dulu, saat masih kecil, Aryan, harus kehilangan kedua orangtuanya. Karena sebuah tragedi kecelakaan hingga ayah dan ibunya harus di operasi. Namun, karena kelalaian seorang dokter yang lambat menanganinya juga kecerobohan yang dilakukan membuat operasi itu gagal.


Sehingga orangtuanya meninggal. Aryan, yang baru berusia 10 tahun, sangat terpukul atas kehilangan kedua orangtuanya. Aryan, pun tahu jika itu kesalahan seorang dokter. 


Karena keterpukulannya itu terlintaslah di pikiran Aryan, untuk menjadi seorang dokter bedah, agar bisa menyelamatkan dan melakukan tindakan operasi yang cepat tanpa melalaikan seorang pasien. 


Hingga setelah dewasa dan sampai saat ini Aryan, lebih memilih menjadi seorang dokter di banding menjadi seorang CEO di perusahaan keluarganya. 


"Maka dari itu cepatlah menikah, biar ada yang mengurusmu," pekik Oma Rose


"Oma, ngapain datang? Apa tidak pergi ke perusahaan." 


"Kedatangan Oma, kesini lebih penting dari perusahaan."


"Apa?" 


"Oma ingin bertemu calon mantu cucuku." 


"Oma, aku tidak punya calon." 


"Oh ya! Lalu siapa wanita yang kamu cium waktu itu? Kamu sudah berani mengumbar kemesraan tapi kamu belum mengenalkannya pada Oma!" 


"Wanita yang ku cium?" tanya Aryan, pada hatinya. Aryan, melupakan kejadian beberapa hari yang lalu saat potret dirinya yang tersebar karena ulah Tari, dan saat itu Aryan, tengah mendaratkan bibirnya pada pipi mulus Tari. 


...----------------...


Nah, Aryan, ketahuan, kan. Makanya jangan maen cium, cepet kenalkan Tari, pada Oma mu.


Maaf nih othor upnya agak sore, di karena kurang enak body. Jangan lupa like dan komentar ya biar semangat updatenya


See u

__ADS_1


__ADS_2