Because Of Pizza

Because Of Pizza
Bertemu Oma


__ADS_3

"Dokter, seperti apa Oma, mu itu?" 


Tari, dan Aryan, sudah sampai di rumah Aryan. Kini mereka masih berada di dalam mobil.


"Nanti juga kau akan tahu." 


"Sudah sana turun." 


"Loh, memangnya dokter tidak akan turun?" 


"Kamu, kan tahu saya seorang dokter jadi … saya harus pergi ke rumah sakit." 


"Lalu aku?" 


"Tugasmu menemui Oma, ku." 


"Maksud dokter aku sendirian?" Tari, terkejut karena harus menemui Oma, Aryan, sendiri tanpa di temani Aryan.


"Katanya pintar akting, jadi kamu temui Oma, ku sekarang." 


"Ish … dokter tidak bisa begitu." 


"Harus bisa. Sekarang cepat turun jangan takut Oma tidak akan menggigitmu. Dan ingat jangan bicara macam-macam mengerti!." 


"Tapi dokter!" 


"Dan satu lagi jangan panggil aku dokter di depan Oma." 


"Lalu aku harus memanggil apa? Mas, Abang." 


"Terlalu tua." Sanggah Aryan.


"Ish … udah tua juga," cibir Tari. " Aku panggil Aryan saja ya." 

__ADS_1


Tuing, 


"Aww, dokter" rengek Tari, saat Aryan, menjitak keningnya. 


"Itu tidak sopan." 


"Lalu apa dong! Ribet banget sih cuma panggil nama aja," umpat Tari, kesal. 


"Panggil aku sayang." Aryan, tertegun karena wajah keduanya kini mendekat, kedua mata mereka pun kembali bertemu. 


"Sa-yang," ucap Tari, yang menatap mata Aryan. 


Keduanya saling bertatapan dalam diam. Tatapan mata yang indah membuat mereka terhipnotis. Hingga tak sadar Aryan, sudah mendekatkan bibirnya, dalam hitungan senti kedua bibir mereka pun akan saling bertemu. Begitu pun dengan Tari, yang sudah siap memejamkan matanya seakan tahu apa yang terjadi  


Tiba-tiba


"Aryan" 


Suara baraton mengejutkan keduanya, membuat Aryan, langsung tersadar dengan apa yang akan dilakukannnya. Aryan, pun menjauhkan tubuhnya segera. 


"Oma," lirih Aryan, 


"Oma!" Tari, terhenyak dan langsung membenarkan posisi duduknya saat mendengar kata Oma. Jantungnya berdegup kencang, teriakan Oma Rose masih terngiang di telinganya. 


Tari, dan Aryan, pun turun dari mobil. Namun, tiba-tiba Oma Rose, menjewer telinga Aryan, membuat Aryan, meringis.


Aa … aa … aa … 


"Dasar nakal kamu ya! Mau cium anak orang lagi hah! Cium-cium di dalam mobil bagaimana kalau ada orang yang melihat hah!" 


Sebelumnya Oma Rose, melihat mobil cucunya ada di luar. Oma Rose, penasaran apa yang di lakukan Aryan, di luar sehingga Aryan, tak kunjung masuk ke dalam rumah. 


Karena penasaran Oma Rose pun keluar untuk melihatnya. Namun, tanpa di duga hal tak senonoh dia lihat saat Aryan, mulai mendekatkan bibirnya pada Tari. Oma Rose yang melihat itu pun sangat emosi. 

__ADS_1


"Dasar! Anak jaman sekarang pacaran tidak pernah tahu tempat. Aryan …." Teriak Oma Rose, yang begitu menggelegar. 


"Oma-Oma, lepaskan. Aku bukan anak kecil yang harus di jewer."Aryan, mengusap-ngusap telinganya yang sudah di jewer oma nya. 


"Siapa dia?" tanya Oma Rose, yang menatap ke arah Tari.


Tari, yang mendapat tatapan itu jadi gugup juga tegang. Tari, langsung membungkuk  kan badannya sebagai penghormatan pada Oma Rose. 


"Pagi Oma, apa kabar?" ucap Tari, ramah yang terus memancarkan senyumnya. 


"Gadis ini aku seperti pernah melihatnya!" lirih Oma Rose sambil berpikir. 


"Oma, ini Tari, calon mantu Oma," ucap Aryan, yang memperkenalkan Tari, Aryan, memeluk Tari, sebagaimana pasangan kekasih mereka berdua pun terus memancarkan senyumnya walau terpaksa. 


"Senyumlah," bisik Aryan, pada Tari. 


"Ouh … ini gadis yang di foto itu? Imut sekali owh … calon mantu Oma." Karena gemas Oma Rose terus mencubit pipi chuby Tari. 


"Oma, jangan di cubit terus." pekik Aryan, yang melihat Tari, yang menahan sakit di pipinya. 


"Ish … kau ini Oma, mu hanya gemas. Imutnya calonmu ini. Ayo masuk kita ngobrol di dalam."


"Oma, Aryan, harus pergi ke rumah sakit." 


"Pergi saja, lagian Oma, hanya mengajak calon mantu Oma ini. Aduh gemasnya. Ayo sayang." 


Tari, pasrah dan hanya merajuk pada Aryan, saat Oma Rose, membawanya masuk. Berharap Aryan, akan menemaninya.


"Oma, cucumu itu aku kenapa hanya dia yang di bawa masuk." Aryan, begitu kesal saat Oma Rose, mengabaikannya. Mau protes namun tidak berani. 


...----------------...


Siap-siap di tendang kamu Aryan hehe Oma Rose lebih sayang Tari, wk wk wk.

__ADS_1


Jangan lupa dukungannya kakak-kakakku tercinta ❤❤


__ADS_2