Because Of Pizza

Because Of Pizza
Bab 47


__ADS_3

Wajah Tari, kembali berbinar dan ceria karena sudah kembali baikan dengan suaminya itu. Bahkan, di siang-siang begini rambutnya terlihat sangat basah tidak biasanya Tari, keramas di siang bolong. 


Tari, turun ke kedai, sedangkan Aryan, masih berada di dalam kamar mandi untuk melakukan mandi sucinya. keadaan kedai saat ini cukup ramai beruntung Tari, sudah memiliki beberapa pegawai walau pun hanya dua orang saja. 


Saat Tari, berjalan ke arah dapur tanpa sadar rambut basahnya menjadi perhatian kedua pegawainya termasuk Angle, yang baru pulang mengantar pizza. 


"Ada yang keramas di siang bolong nih! Gerah ya mba?" cibir Angle, yang tersenyum tipis. 


"Iya, gerah," jawab Tari, sambil cengengesan. 


"Mba Tari, tadi kemana di cari-cari tidak ada?" tanya Ririn, pegawainya yang polos. 


"Ck, si Ririn malah tanya gitu lagi." Decak Angle, yang kesal karena temannya itu. 


Tari, jadi bingung harus menjawab apa karena tidak mungkin dirinya bilang yang sebenarnya. "Hm … tadi aku ke atas karena gerah jadi mandi deh!" 


"Owh," Hanya itu jawaban dari Ririn, kepolosannya membuat Angle, geleng-geleng kepala. 


"Ya udah Mba, kita kembali bekerja dulu ya, masih ada pesanan yang harus di antar." Angle, menarik tangan Ririn, ke luar dari dapur. Setelah kedua pegawainya tak ada Tari, langsung membawakan minuman dan makanan untuk Aryan, lalu dia membawanya ke atas kamar. 


**** 


Sesampai di kamar Tari, belum juga melihat Aryan, yang masih berada di dalam kamar mandi. Tari, pun menaruh minum dan makanan yang di bawanya di atas meja. Saat dirinya menaruh nampan itu suara dering dan getaran ponsel milik Aryan, mengejutkannya.


Namun, Tari tak berani jika harus menjawab telepon itu hingga panggilan itu pun kembali mati. Tak berselang lama ponsel itu kembali berdering. 


"Sayang, ada telepon!" teriak Tari, pada Aryan yang masih berada di dalam kamar mandi. 


"Tolong kamu angkat dulu sayang!" sahut Aryan, dari dalam. 

__ADS_1


Karena mendapat perintah dari suaminya Tari, pun hendak mengangkat panggilan itu. Namun, saat akan di angkat panggilan itu pun mati. 


"Sudah mati," ucap Tari, demikian lalu menaruh kembali ponsel itu 


Ting, 


Tiba-tiba sebuah notifikasi pesan masuk, dan tak sengaja Tari, lihat. Matanya terbelalak nafasnya terasa sesak saat membaca pesan dari seseorang yang dia kenal. 


Messege Dokter Lala.


Aryan, aku hamil


Deg, jantungnya terasa berhenti, nafasnya semakin sesak, hatinya begitu sakit apa maksud ucapan Lala, yang mengatakan jika dirinya hamil. 


Aryan, keluar dari kamar mandi, berjalan gontai ke arah Tari, yang kini sedang memegang ponsel miliknya.


"Sayang siapa yang telepon?" tanya Aryan, seraya melangkah namun Tari, tidak juga menjawab pertanyaannya. 


Brakk, 


Tari, yang terkejut saat Aryan, sentuh hingga menjatuhkan ponsel miliknya. Aryab, pun merasa heran, kenapa Tari, sekaget itu. Saat Aryan, berjongkok dan mengambil ponselnya, Aryan melihat pesan yang masuk ke dalam ponselnya dan itu sungguh mengejutkannya. 


Flashback on


Sebelumnya, Lala memeriksa kehamilannya pada temannya yang menjadi dokter kandungan. Yang mengatakan dirinya benar hamil. Namun, Lala, merasa frustasi karena Arga, masih juga tidak menjawab teleponnya. 


Lala, terus mencoba dan berusaha untuk menghubungi Arga, dan terus mengirim pesan pada Arga. Namun Arga, sama sekali tidak membalas atau menghubunginya balik. 


Lala, benar-benar frustasi. Di saat seperti ini dirinya butuh teman untuk mengadu. Melihat kepedulian Aryan, saat itu membuat Lala, memberanikan diri untuk mengatakan masalah yang di hadapinya. 

__ADS_1


Lala, belum berani jika mengatakan itu pada orang lain kecuali Aryan. Tanpa ada maksud lain Lala, hanya ingin mengadu atau menjadikan Aryan, sebagai teman curahan hatinya. Dan berharap Aryan, akan membantunya menemukan Arga. 


"Aku harus bagaimana? Aryan, ya … Aryan, pasti bisa membantuku. Dia pasti bisa membuat Arga, kembali. Aku harus memberitahu Aryan, tentang kehamilanku." 


Messege to Aryan


Aryan, aku hamil 


Satu pesan terkirim. Namun, saat akan mengirim pesan lagi batrai ponselnya habis. Yang saat itu Lala, ingin memberitahukan jika dirinya hamil karena Arga. 


"Ya, ponselku mati lagi. Lebih baik aku jelaskan nanti," ucap Lala, demikian. 


Namun, tanpa Lala, sadari dan ketahui jika pesan itu bisa saja menjadi huru-hara untuk bagi Aryan dan Tari. Yang saat ini Tari, salah paham atas pesan yang di kirimnya dan bepikir jika Lala, hamil karena Aryan.


Flashback off.


"Kamu menghamilinya?" 


"Tidak, ini salah paham aku tidak menghamilinya." Aryan, menggeleng cepat. Namun, Tari, sudah terlanjur percaya pada pesan itu.


"Tari, tunggu!" teriak Aryan, dan langsung mengejar Tari, yang berlari pergi. 


...----------------...


Bagaimana Tari, tidak sakit hati jika seorang wanita mengabari kehamilannya pada suaminya.


Ayo reader beri semangat untuk Tari dan Aryan, pastinya dengan like, dan komentarnya jangan lupa. Dan votenya juga ya selagi masih ada voucher gratisnya sisihkan ya untuk Tari 🙏😊. Udah masukin favorit belum? Masukin favorit dong, biar gak ketinggalan update terbarunya 👌.


Salam author

__ADS_1


😘😘😘


__ADS_2